cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2020)" : 11 Documents clear
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) di Kebun Teh Pasirmalang, Jawa Barat Anjani, Gina Zahra; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman teh merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai jual di pasaran. Teh merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air mineral. PT. Perkebunan Nusantara VIII mengekspor 40% hasil teh yang telah diolah ke luar negri. Namun pada 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2009 - 2018 terjadi fluktuasi produksi teh di PT. Perkebunan Nusantara VIII khususnya Kebun Pasirmalang. Produksi teh dipengaruhi oleh beberapa faktor unsur iklim seperti curah hujan, suhu udara, sinar matahari, kelembaban udara dan kecepatan angin. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendiskusikan dampak dari perubahan iklim terhadap produktivitas teh di kebun Pasirmalang serta mengkaji dan menganalisis unsur-unsur iklim yang berpengaruh terhadap produktivitas teh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019 menggunakan data sekunder produktivitas Kebun Teh Pasirmalang dan data unsur-unsur iklim. Pada pengamatan ini menggunakan data unsur iklim meliputi data curah hujan, suhu, kelembaban, lama penyinaran, dan kecepatan angin serta data produksi teh dari kebun Pasirmalang selama 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2009-2018. Hasil yang diperoleh nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel (1.160 < 6.256) dan memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari α (0.456 > 0.050), sehingga H1 diterima. Artinya bahwa secara simultan/serentak, variabel bebas yaitu X1 (curah hujan), X2 (suhu), X3 (kelembapan), X4 (lama penyinaran), dan X5 (kecepatan angin) berpegaruh nyata terhadap variabel Y (produktivitas). Besar koefisien determinasi R sebesar 0,592 yang berarti sebesar 59.2%, sedangkan 40.8% lainnya disumbang oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah curah hujan dan lama penyinaran merupakan dua unsur paling berpengaruh dalam fluktuasi produktivitas teh. Perubahan unsur iklim di Kebun Pasirmalang dapat meningkatkan ataupun menurunkan produktivitas teh.
Pengaruh Lama Pengomposan pada Berbagai Suhu Sterilisasi Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Ramdhani, Abdul Hafizh; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih ialah komoditas pertanian yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumen setiap hari. Salah satu faktor yang memengaruhi budidaya jamur tiram putih yaitu media tanam jamur tiram putih. Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kompos Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur dan CV Damar Ayu, Kabupaten Malang.  Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2019 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial untuk melihat adanya pengaruh interaksi perlakuan. Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu lama pengomposan dan suhu sterilisasi. Faktor lama pengomposan (P) terdiri dari: P0: Kontrol, P1: 2 hari , P2: 4 hari dan P3: 6 hari. Faktor suhu sterilisasi (S) terdiri dari S1: 100oC, S2: 110oC, S3: 120oC. Penelitian ini menggunakan 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 ulangan. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis data (uji F) dan dilanjutkan uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian perlakuan lama pengomposan pada berbagai suhu sterilisasi menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan lama pengomposan pada berbagai suhu sterilisasi. Perlakuan pengomposan kontrol, 2 dan 6 hari pada suhu sterilisasi 100oC, 110oC, dan 120oC menghasilkan bobot segar jamur tiram putih yang tidak berbeda nyata, sedangkan pada perlakuan pengomposan 4 hari dengan suhu sterilisasi 110oC menghasilkan bobot segar jamur tiram putih lebih tinggi dibandingkan dengan suhu sterilisasi 100oC namun tidak berbeda nyata dengan suhu sterilisasi 120oC.
Pengaruh Naungan Dan Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Paprika (Capsicum annum var. Grossum L.) Islam, Adinda Mentari; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paprika (Capsicum annum var. Grossum L.) berasal dari wilayah subtropis Amerika Tengah dan bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Paprika digunakan sebagai bahan pangan untuk masakan.  Produktivitas tanaman paprika di Indonesia belum mencapai potensi karena beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya faktor lingkungan seperti cahaya dan air. Cahaya berperan dalam proses fotosintesis akan tetapi paprika peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi. Salah satu upaya peningkatan produktivitas paprika adalah dengan cara rekayasa lingkungan melalui penggunaan naungan. Semakin tebal tingkat naungan maka evaporasi maupun evapotranspirasi akan lambat, sehingga ketersediaan air dapat dipertahankan. Penelitian dilakukan bulan Febrari 2019 – Juni 2019 di rumah kaca Kampus 2 STPP Kota Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 4 kali ulangan. Petak utama adalah: Naungan (N) yang terdiri dari N0 (Tanpa Naungan), N1 (25%), dan N2 (50%). Anak petak (A) yang terdiri 2 tingkatan air yaitu: A1 (100% Kapasitas Lapang) dan A2 (50% Kapasitas Lapang). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga,  bobot segar buah, bobot segar tanaman, jumlah buah, suhu udara, kelembaban udara dan intensitas cahaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) pada taraf 5% dan apabila didapatkan hasil beda nyata maka dilakukan pengujian BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf uji 5%. Berdasarkan hasil penelitiaan perlakuan tingkat naungan 50% + pemberian air 50% kapasitas lapang menghasilkan bobot segar buah 88,94 g sehingga tidak berbeda nyata dengan perlakuan naungan 25% + air 100% kapasitas lapang sebesar 78,38 g. Jadi semakin tinggi tingkat naungan maka air yang dibutuhkan tanaman semakin sedikit.
Perbedaan Waktu Pemindahan F0 (biakan murni) dan Komposisi Media pada Pertumbuhan dan Ketebalan Miselium Bibit Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Serawai, Ides Fadhillah Tunjang; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur saprofit yang memiliki ketergantungan dalam memperoleh makanannya, yaitu dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik. Bibit jamur tiram yang baik yang berasal dari kultur jaringan murni dan tidak terkontaminasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara waktu pemindahan F0 pada berbagai komposisi media yang tepat dalam proses pertumbuhan dan ketebalan miselium bibit jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2019 di Laboratorium Jamur Tiram Putih Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur. Peneltian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri atas 2 faktor. Faktor I: Waktu pemindahan F0 (14, 21, 28, 35, dan 42 hsi) dan faktor II: Komposisi media (kontroll, sorgum, gabah, dan jagung) dengan jumlah perlakuan sebanyak 20 dengan 3 kali ulangan. Variabel pengamatan mencakup panjang miselium, kecepatan pertumbuhan miselium, ketebalan miselium, dan persentase kontaminasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa perbedaan waktu pemindahan F0 dan komposisi media memberikan pengaruh nyata terhadap panjang miselium semua umur pengamatan. Perlakuan komposisi media sorgum dengan waktu pemindahan biakan murni 14 hsi (P1) menghasilkan panjang miselium yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan komposisi media yang lainnya. Parameter kecepatan pertumbuhan memiliki kecepatan yang bervariasi, pada media sorgum menunjukkan pertumbuhan miselium yang lebih cepat pada  umur 20 hsi. Begitu pula dengan parameter pengamatan ketebalan miselium bahwa media sorgum memiliki miselium yang lebih tebal pada umur 15 dan 35 hsi.
Pengaruh Pemberian Giberelin Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Sasongko, Danang Pujo; Koesriharti, Koesriharti; Armita, Deffi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) ialah tanaman hortikultura yang cukup penting di Indonesia karena dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap dan pelengkap bumbu untuk membuat masakan khas Indonesia.  Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan cabai besar telah meningkat, sementara produksi cabai besar di Jawa timur masih rendah dibandingkan dengan produksi cabai besar nasional. Produktivitas cabai besar di Jawa timur yang belum stabil kurang sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya terus meningkat. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktifitas cabai besar ialah dengan pemberian giberelin. fungsi giberelin ialah mendorong perkembangan buah, memproduksi buah yang banyak sehingga mampu meningkatkan produktifitas dan kualitas buah yang baik dengan menghasilkan ukuran buah yang lebih besar sehingga dapat meningkatkan bobot buah dan mampu bersaing di pasar global. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan konsentrasi giberelin yang tepat dan sesuai sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah pada tanaman cabai besar (Capsicum annuum L). Penelitian ini dilaksanakan di Brumbung, Kepung, Kabupaten Kediri pada bulan Januari hingga Juli 2019 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu 0 ppm (A0), 50 ppm (A1), 100 ppm (A2), 150 ppm (A3), 200 ppm (A4), 250 ppm (A5). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian giberelin dengan konsentrasi 0 ppm atau tanpa giberelin mampu menghasilkan jumlah buah panen dan jumlah bunga yang lebih banyak dan  bobot buah per buah yang lebih tinggi dibandingkan pemberian giberelin konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Malang Ridho, Mochamad Nukman; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang tergolong keluarga Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini banyak digemari masyarakat Indonesia, karena dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten sentra yang berkontribusi dalam produksi cabai rawit di Jawa Timur yang mengahasilkan 22,316 ton dari 250,007 ton produksi cabai rawit pada tahun 2015. Keberhasilan budidaya tanaman cabai rawit sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim suatu tempat. Perubahan iklim menjadi permasalahan nyata yang tidak bisa dihindarkan. Perubahan iklim yang terjadi dapat berpengaruh terhadap hasil tanaman cabai rawit yang diakibatkan perubahan curah hujan, suhu dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dan pengaruh antara curah hujan, suhu, kelembaban udara, dan luas panen dengan produktivitas tanaman cabai rawit. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Juli–November 2019 di Kabupaten Malang, Jawa Timur.  Lokasi penelitian difokuskan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Karangploso, Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Pakis Pada penelitian ini digunakan 2 data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data hasil wawancara dengan para petani tanaman cabai rawit dan data sekunder berupa data curah hujan, suhu, dan kelembaban pada tahun 2003-2018 dan data luas panen produktivitas tanaman cabai rawit tahun 2003-2018 dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. Metode analisis yang digunakan ialah analisis korelasi dan regresi linear dengan menggunakan software SPSS 24. Hasil uji korelasi dan regresi curah hujan, suhu, dan kelembaban serta luas panen dengan produktivitas tanaman cabai rawit di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa kelembaban udara memiliki pengaruh yang lebih besar.
Pengaruh Konsentrasi Paklobutrazol Dan Komposisi Media Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Krisan Pot (Chrysanthemum sp.) Kusumawardani, Dinda Anastasia; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi dan estetika yang tinggi dan menjadi salah satu jenis tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Tanaman krisan dapat dibudidayakan dalam bentuk bunga potong dan bunga pot. Tanaman krisan umumnya memiliki tinggi tanaman mencapai 120 cm. Tanaman krisan pot yang diminati masyarakat umumnya dengan memiliki tinggi tanaman 25-35 cm. Adapun upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan zat penghambat pertumbuhan untuk mendapatkan tinggi tanaman krisan yang diminati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian konsentrasi Paklobutrazol dengan komposisi media tanam yang tepat untuk menghasilkan kualitas tanaman krisan pot. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu pada bulan Februari hingga Mei 2019. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan konsentrasi Paklobutrazol dan media tanam yang berbeda menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman krisan yang berbeda dibandingkan dengan perlakuan yang tidak diberi Paklobutrazol. Hal ini dapat dilihat dari parameter pertumbuhan tinggi tanaman menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi, jumlah daun, jumlah cabang dan jumlah bunga yang lebih banyak dengan perlakuan tanpa diberi Paklobutrazol dan media tanam pupuk sapi. Lama kesegaran bunga  yang lebih tahan didapatkan pada perlakuan tanpa diberi Paklobutrazol dan media tanam pupuk sapi.  Pemanfaatan pupuk kandang sapi sebagai media tanam salah satu cara untuk menghasilkan kualitas tanaman krisan pot.
Uji Efektivitas Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Silalahi, Samuel Hartanto; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai Besar (Capsicum annuum L.) ialah tanaman hortikultura penting yang dimanfaatkan buahnya. Cabai besar ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropika seperti Indonesia. Penurunan produktivitas cabai di Indonesia sebesar 2,03% pada tahun 2016 padahal luas panen cabai meningkat sebesar 2,12%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman ialah pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 hingga September 2019 di kebun percobaan FP-UB di Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dirancang dalam sebuah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 13 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair (POC) dengan pupuk anorganik berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman Cabai Besar. Perlakuan P­6 (NPK 100% + POC 100%) memberikan hasil tanaman yang lebih tinggi dibanding perlakuan lain pada seluruh parameter pengamatan. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik cair (POC) dengan dosis sesuai rekomendasi mampu memberikan hasil panen sebesar 16,71 ton ha-1. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil analisis usaha tani yang menunjukkan bahwa nilai R/C Rasio pada perlakuan P6 ialah 2,51 dan nilai Relative Agronomic Effectiveness (RAE) ialah 138,1%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman Cabai Besar.
Pengaruh Pemberian Wood Vinegar Batok Kelapa dan Indole-3-Butyric Acid (IBA) terhadap Pertumbuhan Pucuk TanamanTeh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) Bagaskara, Agung; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi teh Indonesia pada tahun 2015 ialah 61.915 ton, atau sekitar 126.051 USD. Upaya untuk meningkatkan produktivitas teh dapat dengan menambahkan bahan organik seperti wood vinegar batok kelapa dan dikombinasikan dengan zat pengatur tumbuh seperti Indole-3-butyric acid (IBA). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi wood vinegar batok kelapa dan IBA yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan pucuk teh. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor dan mendapat ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama ialah wood vinegar batok kelapa sebagai main plot dengan 3 taraf 0 ml/l (M0), 10 ml/l (M1), 40 ml/l (M2). Faktor kedua ialah konsentrasi IBA sebagai sub plot dengan 3 taraf yaitu 0 ppm (A0), 200 ppm (A1), 400 ppm (A2). Berdasarkan hasil penelitian, belum didapatkan kombinasi konsentrasi wood vinegar batok kelapa dan IBA yang berpengaruh nyata untuk mempercepat pertumbuhan pucuk teh. Kombinasi wood vinegar batok kelapa 10 ml/l dengan IBA 400 ppm memiliki hasil interaksi terbaik pada rerata tinggi pucuk di 14 hsp – 70 hsp dan rerata jumlah pucuk pekoe, serta hasil interaksi yang lebih baik pada interval panen dan tinggi pucuk di 84 hsp dibandingkan dengan interaksi pada perlakuan yang lain.
Pengaruh Berat Umbi Siung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Putih (Allium sativum L.) Arifin, Syamsul; Baswarsiati, Baswarsiati; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang putih adalah sayuran rempah yang dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Berdasarkan Badan Pusat Statistika (2018) produksi bawang putih 19,51 ribu ton hasil ini tidak dapat memenuhi permintaan yang ada. Salah satu penyebab rendah nya produksi adalah penggunaan berat bahan tanam yang kurang optimal di kalangan petani. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka perlu diketahui berat umbi siung yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Bahan yang digunakan 3 varietas bawang putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama varietas yaitu Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih. Faktor kedua adalah berat umbi siung yang terdiri dari 3 taraf yaitu B1: 0,5 gram, B2: 1,5 gram, dan B3: 2,5 gram. Parameter pertumbuhan meliputi indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter panen meliputi bobot umbi pertanaman, diameter umbi pertanaman, jumlah siung, dan hasil panen. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata maka di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada nya interaksi pada variabel pengamatan indeks luas daun, jumlah siung dan hasil panen. Perbedaan bahan tanam umbi siung memberikan respon berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif dan hasil bawang putih. Lumbu Kuning dan Lumbu Putih dengan umbi siung 1,5 gram memberikan hasil yang optimal dan untuk Lumbu Hijau menggunakan umbi siung 2,5 gram menunjukkan hasil yang optimal.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue