cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 6 (2021)" : 7 Documents clear
Analisis Keragaman Morfologi dan Filogenetik Ciplukan (Physalis sp.) Rohmatillah, Alfia Nurfajrin; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) tumbuh dan menyebar di wilayah Indonesia dengan nama lokal yang bervariasi dan dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2020 di Seed and Nursery Industry Agro Techno Park Universitas Brawijaya, yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah 57 genotipe ciplukan koleksi Universitas Brawijaya yang terdiri dari spesies P. angulata, P. peruviana dan P. pubescens, media semai, plastik ukuran 25x20x10 cm, talang, pupuk kandang, pupuk anorganik, pestisida dan tali rafia. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap karakter pada setiap genotipe. Penelitian dilakukan observasi pada 37 karakter kualitatif dan pengukuran pada 17 karakter kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan deskriptor Manual Gráfico para la Descripción Varietal De Tomate de Cascara (Physalis ixocarpa Brot. ex Horm), keragaman dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson, sedangkan analisis filogenetik menggunakan analisis klaster dan index similarity Gower. Keragaman total yang diperoleh adalah sebesar 82,165% berdasarkan 13 komponen utama dan 22 karakter yang berpengaruh terhadap keragaman, hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa Physalis sp. terbagi menjadi 3 kelompok yang menunjukkan spesies berbeda, yaitu P. peruviana, P. angulata dan P. pubescens. Jarak genetik seluruh genotip menyebar antara 0,42 hingga 0,05 atau indeks similaritas sebesar 58% hingga 95%.. Jarak genetik terdekat ditunjukkan oleh genotip PAN-77211-02 dan PAN-78111-03, yaitu 0,05 atau 95%. Sementara untuk genotip yang memiliki jarak genetik terjauh adalah pada genotip PPB-68154-04-U, yaitu 0,28 atau 72%.
Seleksi Toleransi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Terhadap Cekaman Kekeringan Dengan Poly Etilene Glicol (PEG-6000) In Vitro Nourma Paramitha, Dyah Ayu; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai nasional setiap tahunnya diketahui tidak mampu memenuhi pasokan kebutuhan nasional. Fakta ini mendorong pemerintah untuk melakukan kegiatan impor yang berujung pada ketergantungan harga pada skala internasional. Beberapa faktor rendahnya produksi kedelai nasional dapat diatasi dengan intensifikasi melalui perbaikan benih dengan seleksi benih pada beberapa konsentrasi Poly Etilene Glicol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan genotipe kedelai yang diduga toleran terhadap kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan pada Juli-Oktober 2020 di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Bahan penelitian terdiri dari benih F6 hasil pengembangan galur populasi bersegresi dari 6 tetua kedelai yang meliputi Varietas Anjasmoro, Varietas Tanggamus, Varietas Argopuro, Varietas Grobogan, UB1, UB2 dan Poly Etilene Glicol-6000 dalam 3 konsentrasi yaitu 0%, 5% dan 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah RALF dan pengujian lanjut Scott-Knott. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadi perbedaan respon pada setiap genotipe di konsentrasi yang berbeda dengan hasil pertumbuhan terlambat pada konsentrasi 10%.
Pengaruh Berbagai Umur Panen Beberapa Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terdahap Viabilitas Benih Saat Musim Hujan Kristianti, Ira Icha; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang penting sebagai sumber vitamin dan mineral. Rendahnya produksi benih kacang panjang dapat disebabkan oleh waktu panen yang tidak sesuai, terutama pada saat musim hujan pemanenan kacang panjang dilakukan lebih cepat daripada waktu masak fisiologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen pada beberapa varietas kacang panjang saat musim hujan terhadap viabilitas benih. Kegiatan dilaksanakan di PT. BISI International Tbk., Farm Karangploso, Malang, pada bulan Desember-Maret 2020. Umur panen yang terdiri dari umur panen 20 HSB (P1), 23 HSB (P2), 26 HSB (P3), 29 HSB (P4) dan 32 HSB (P5). Varietas kacang panjang terdiri dari 4 taraf yaitu varietas KP 01 (V1), KP 12 (V2), KP 13 (V3), dan KP 15 (V4). Uji mutu fisik dan fisiologis benih menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen benih, Uji kadar Air, Bobot 1000 butir dan Uji daya kecambah. Hasil analisis ragam pengaruh varietas dan umur panen terhadap mutu fisik dan fisiologis benih terung dengan variabel rendemen benih, bobot 1000 butir, kadar air, daya berkecambah menunjukkan setiap varietas mempunyai viabilitas benih yang berbeda dalam setiap masa panen. Waktu terbaik untuk menghasilkan benih kacang panjang bermutu pada KP-1, KP-12 dan KP-15 adalah 23 HSB dan untuk KP-13 waktu terbaik adalah  26 HSB.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Dosis Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Azmi, Ivan Rizky; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum yang cukup penting di Indonesia dan posisinya menduduki tempat ketiga setalah kedelai dan kacang tanah. Pemilihan dari kacang hijau ini berdasarkan keunggulannya dari beberapa tanaman kacang yang lain yaitu mampu hidup dan berbuah di daerah kering, selain itu pada musim kemarau kacang hijau mampu hidup dengan baik dan kacang hijau juga tahan terhadap hama dan penyakit. Upaya peningkatan produktivitas kacang hijau dapat dilakukan dengan efisiensi pemupukan yaitu dengan cara pemupukan pupuk organik cair (POC) dan pupuk kompos. Pemilihan dari kedua pupuk ini karena pupuk organik dan kompos sebagai media tanam yang dicampurkan dengan tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah, membantu memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan kualitas hasil panen. Pupuk organik cair yang digunakan adalah pupuk organik cair urin kelinci. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatimulyo. Bahan yang digunakan adalah benih kacang hijau, tanah, pupuk urin kelinci, pupuk kompos. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang masin-masing faktor terdiri dari 3 perlakuan. Faktor pertama adalah Konsentrasi POC urin kelinci 0 ml L-1, 15 ml L-1, 30 ml L-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk kompos 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata maka di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada nya interaksi pada variabel pengamatan luas daun, laju pertumbuhan relatif pada umur 35-42, panjang akar pada umur 28, 35, 42, dan bobot polong.
Evaluasi Karakter Durian F1 Hasil Persilangan Varietas Lai (Durio kutejensis) X Monthong (Durio zibethinus) Fauziah, Nikmatul; Ashari, Sumeru; Bayu, Eko Muhammad
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) telah menjadi komoditas buah utama di negara ASEAN termasuk Indonesia. Durian merupakan buah yang sangat digemari masyarakat Indonesia sehingga mempunyai nilai ekonomis tinggi. Di Indonesia durian memiliki keragaman genetik yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai genetis tanaman adalah dengan melakukan persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter durian hasil persilangan dari Monthong dengan Lai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2020. Penelitian dilakukan di ATP UB kebun Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengkarakterisasi karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data kualitatif hasil karakterisasi  dianalisis menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendogram dan nilai matriks kemiripan. Hasil analisis berdasarkan karakter morfologi pohon, daun, dan buah menunjukkan bahwa durian F1 dengan tetua Monthong memiliki kemiripan genetik sebesar 0.89 atau 89%. Sedangkan durian F1 dengan tetua Lai memiliki kemiripan genetik sebesar 0.87 atau 87%. Nilai matriks menunjukkan semakin besar angkanya, semakin tinggi kemiripan yang diwariskan tetuanya.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa durian F1 adalah durian hibrida hasil persilangan antara tetua Lai dengan Monthong yang memiliki banyak karakter unggul yaitu bobot buah sedang, daging buah tebal bertekstur lembut kering, rasa manis, warna daging buah kuning, dan panjang duri sedang sesuai dengan ideotipe keinginan konsumen. 
Evaluasi Dan Analisis Kekerabatan Tujuh Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) Sayekti, Panca Ayu; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdc.) adalah tanaman yang berperan penting untuk beradaptasi dengan perubahan iklim global. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah produktivitasnya yang rendah, sehingga perlu dilakukan proses pemuliaan tanaman untuk mendapatkan benih varietas baru. Tujuh galur harapan kacang Bambara perlu dievaluasi keragaman, potensi dan tingkat kekerabatannya untuk mendapatkan galur yang berpotensi menjadi varietas baru. Penilaian keragaman genetik tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui proses pemuliaan yang harus dilakukan. Keragaman genetik yang tinggi dapat mempermudah proses seleksi guna mendapatkan tanaman yang lebih unggul. Keragaman genetik yang besar terjadi apabila galur berkerabat jauh. Hal tersebut menjadi dasar perlu dilakukannya analisis kekerabatan untuk mengetahui pengelompokan galur dengan ragam genetik yang besar. Kekerabatan tanaman dapat dinilai berdasarkan morfologi tanaman, khususnya berdasarkan karakter kualitatif tanaman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat keragaman yang luas dan heritabilitas yang tinggi pada tujuh galur harapan kacang Bambara yang diamati. Kekerabatan antar galur menunjukan galur SS 342 memiliki kekerabatan terjauh dengan semua galur dengan koefisien kemiripan genetik sebesar 0,34. Kekerabatan galur terdekat adalah antara galur PWBG 6 dan PWBG 521 dengan koefisien kemiripan genetik 1.
Interaksi Genotip × Lingkungan Terhadap Penampilan Vegetatif dan Generatif Beberapa Calon Varietas Jagung Ketan (Zea mays L. var. ceratina Kulesh) di Jawa Timur Pratama, Putra Aji; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 6 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan tidak banyak ditemukan di Indonesia dikarenakan potensi hasil hanya 2ton ha-1, sehingga petani memilih membudidayakan jenis jagung lain dengan hasil yang lebih besar. Alasan pengembangan budidaya jagung ketan di Indonesia adalah kandungan amilopektin tinggi yang menyebabkan jagung tersebut memiliki tekstur pulen dan enak untuk bahan baku konsumsi. Lumajang dan Ponorogo sebagai lokasi penelitian bukan wilayah sentra, namun berpotensi untuk dilakukan pengembangan pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dari suatu tanaman, sehingga diharapkan mendapatkan tetua yang memiliki potensi hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dan lingkungan terhadap penampilan vegetatif dan generatif jagung ketan pada dua lokasi di Jawa Timur. Serta mengetahui genotip unggul pada masing-masing lokasi di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lumajang dan Ponorogo pada bulan Januari hingga April 2020. Penelitian menggunakan tujuh genotip jagung ketan, pestisida, dan pupuk kimia. Penelitian menggunakan RAK dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan pada masing-masing lokasi. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, tinggi letak tongkol, panjang daun, lebar daun, jumlah daun, panjang malai, umur silking, anthesis silking interval, dan umur panen. Analisa data yang digunakan meliputi analisis ragam dengan uji lanjut BNJ 0.05, Analisis KT galat dua lokasi, dan analisis ragam gabungan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat variabel yang memiliki interaksi antara genotip dan lingkungan diantaranya lebar daun, panjang malai, umur silking, dan umur panen, dan berdasarkan hasil uji lanjut BNJ 0.05, JPM 03 memiliki keunggulan pada mayoritas variabel sehingga berpotensi untuk dijadikan tetua.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue