cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Efektivitas Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Ginting, James Aloycius; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1485

Abstract

Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) termasuk kedalam tanaman sayuran famili Solanaceae yang sangat penting di Indonesia. Tanaman cabai besar banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia dalam bentuk segar maupun olahan. Produksi cabai besar di Indonesia pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 2,8%. Saat ini salah satu penyebab turunnya produksi tanaman cabai ialah kurangnya menerapkan kegiatan budidaya yang tepat sehingga hasil dari produksi dan produktivitas yang didapat belum maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2020, di Kebun Percobaan Jatimulyo, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 11 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap pemberian pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, kadar klorofil daun, jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah pada tanaman cabai besar. Pemberian pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan dosis NPK hingga 25% terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Perlakuan NPK 75% + pupuk hayati 40 kg ha-1 memberikan hasil lebih baik dengan bobot buah 19,29 ton ha-1 dibandingkan dengan perlakuan P1 (NPK 100%) dengan nilai R/C Ratio 1,55.
Kombinasi Pemberian Pupuk Urea dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Nanas (Ananas comosus L.) cv. Queen Bangun, Kosa Otaka; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1486

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan komoditas hortikultura yang sangat potensial di Indonesia. Dalam melakukan budidaya nanas salah satu hal yang penting yaitu proses pemupukan. Di Kabupaten Kediri, petani dalam proses pemupukan tanaman nanas menggunakan pupuk sipramin dalam mendukung pertumbuhan. Penggunaan pupuk sipramin menyebabkan penurunan pH tanah dan meningkatkan kandungan cd dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Solusi dari permasalahan tersebut dilakukan pemupukan dengan pupuk jenis lain yaitu pupuk urea dan SP-36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk urea dan SP-36 yang tepat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman nanas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2020 di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis pupuk SP-36 sebesar 150 kg.ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 15,7% dibandingkan perlakuan tanpa pupuk SP-36, namun untuk jumlah daun dan luas daun, pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 75 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan jumlah daun hingga 9,3% dan luas daun 18,2% dari perlakuan tanpa pupuk SP-36. Dosis pupuk urea sebesar 300 kg. ha-1 meningkatkan panjang tanaman hingga 18,8% dan jumlah daun 23,8% dibandingkan dengan perlakuan pupuk urea sebesar 100 kg.ha-1, namun untuk luas daun tanaman, pemberian pupuk urea dengan dosis 200 kg.ha-1 sudah mampu meningkatkan luas daun tanaman hingga 22,6% dari perlakuan pupuk urea 100 kg.ha-1. Pemberian SP-36 dengan dosis 150 kg.ha-1 menurunkan kebutuhan urea hingga 200 kg.ha-1 tampak pada peubah berat kering total tanaman sebesar 188,72 g-1.tanaman-1 yang sama dengan perlakuan 75 dan 150 kg.ha-1 SP-36+300 kg.ha-1 Urea.
Uji Daya Hasil Pendahuluan 8 Galur Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor L.) Purnomo, Sekar Yulianti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1487

Abstract

Bayam merupakan salah satu jenis tanaman herba yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya pada jenis bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Bayam kaya akan kandungan vitamin diantaranya ialah vitamin A, B2, B6, B12, C, K, mangan, magnesium, zat besi, kalsium, kalium, dan fosfor. Selain kaya akan vitamin, rasanya yang manis, bertekstur lembut dan dapat memberikan sensasi dingin pada perut membuatnya disukai oleh sebagian besar masyarakat. Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman bayam dilakukan perakitan varietas unggul. Varietas unggul merupakan suatu hasil pemuliaan tanaman dimana memiliki satu atau lebih keunggulan salah satunya ialah berdaya hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan juga mendapatkan galur-galur harapan terbaik pada 6 galur harapan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada lahan penelitian di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah 6 genotip bayam, yakni Gh1, Gh2, Gh3, Gm1, Gm2, Gm3 dan varietas pembanding Belang dan Maestro. Karakter yang diamati yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan galur Gh3 dan Gm2 memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari galur lainnya. Kedua galur tersebut memiliki potensi yang sama dengan dua varietas pembanding, yaitu Maestro dan Belang. Selain itu, galur Gh3 dan Gm2 memiliki rasa yang tidak pahit dan beraroma daun bayam. Namun memiliki perbedaan tekstur, pada Gh3 memiliki tekstur yang lembut sedangkan pada Gm2 memiliki tekstur yang tidak lembut. Potensi hasil Galur Gh3 dan Gm2 dapat dikembangkan menjadi varietas unggul.
Evaluasi Penampilan F1 Tanaman Melon (Cucumis melo L.) pada Beberapa Karakter Morfologi Mahardhika, Sinta; Adiredjo, Afifuddin Latif
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1488

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) banyak disukai oleh masyarakat Indonesia yang menyebabkan permintaan buah melon dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ketersediaan benih melon hingga saat ini menjadi salah satu kendala dalam produksi melon, dikarenakan hampir semua benih melon yang ditanam oleh petani melon merupakan benih impor yang relatif mahal sehingga perlu dilakukan produksi melon dalam negeri. Salah satu cara yang dapat mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menyilangkan dua tanaman yang mempunyai karakter unggul sehingga menghasilkan varietas hibrida yang telah mengalami proses pengujian dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi beberapa karakter morfologi penampilan F1 hasil persilangan varietas Melindo x Glamour, serta kecenderungan kemiripan karakter morfologi terhadap tetuanya. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Maret - Juni 2020. Variabel pengamatan dalam penelitian ini ialah karakter kuantitatif dan kualitatif. Karakter kuantitatif meliputi diameter batang, panjang daun, lebar daun, dan umur mulai berbunga, sedangkan pada pengamatan karakter kualitatif meliputi bentuk daun, warna daun, dan warna bunga. Data yang diperoleh dari pengamatan penampilan F1 dan tetua dianalisis menggunakan rumus simpangan baku dan koefisien keragaman, sedangkan pada pengamatan kualitatif data dianalisis berdasarkan deskriptor dari IPGRI (2003) dan pantone colour chart. Analisis uji Independent Sample T Test juga dilakukan untuk menemukan tingkat kecenderungan kemiripan karakter morfologi F1 dengan tetua. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan karakter kualitatif pada semua populasi tidak ada perbedaan kecuali pada karakter warna daun, yang mana varietas Melindo memiliki warna juniper sedangkan F1 ME x GL dan varietas Glamour memiliki warna daun dill. Selain itu, terdapat kecenderungan kemiripan karakter morfologi antara F1 ME x GL dengan varietas Melindo.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Ayuningtyas, Vinny; Koesriharti, Koesriharti; Murdiono, Wisnu Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1489

Abstract

Terung (solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang berbentuk buah. Salah satu tanaman terung yang sering di konsumsi yaitu terung ungu. Produksi tanaman terung mulai tahun 2009 – 2014 meningkat, akan tetapi tahun 2016 mengalami penurunan produksi, menjadi sekitar 509.724 ton. Faktor yang menyebabkan penurunan produksi terung yaitu turunnya produktivitas tanah dan kurangnya ketersediaan unsur hara yang terdapat didalam tanah. Penelitian dilakukan dikebun percobaan Universitas Brawijaya,  Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 400 mdpl dan curah hujan rata–rata 151–400 mm/tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Juli 2019 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dengan 2 faktor, faktor pertama (P0) tanpa POC dan (P1) POC 5cc/l, lalu faktor ke dua yaitu ( N1) NPK 100 kg/ha, (N2) NPK 200 kg/ha, (N3) NPK 300 kg/ha, (N4) NPK 400 kg/ha, dan (N5) NPK 500 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1N4 menghasilkan bobot buah panen pertanaman yang lebih tinggi dan memperlambat umur panen terakhir dibandingkan perlakuan yang lain. perlakuan 5 ml pupuk organik cair mampu meningkatkan tinggi tanaman tetapi dapat memperlambat umur panen pertama dibandingkan tanpa pupuk organik cair. Perlakuan pemberian 400 kg/ha menghasilkan jumlah buah panen per tanaman yang lebih tinggi.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) Pinasthika, Widya; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1491

Abstract

Stevia merupakan tanaman herba yang dapat digunakan sebagai pemanis alami yang aman dikonsumsi. Stevia memiliki kadar kemanisan 150 – 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula tebu, namun rendah kalori (Hadiyana et al., 2015). Tanaman stevia berpotensi untuk dikembangkan sebagai pemanis alami yang sehat, namun budidaya tanaman stevia umumnya dilakukan di dataran tinggi dengan jenis tanah andosol. Sedangkan, persebaran tanah andosol di dataran menengah dan rendah hanya sedikit (Dairiah dan Sukarman, 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan komposisi media tanam berupa bahan organik agar tanaman stevia dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dataran menengah dan dataran rendah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret – Juni 2020 di lahan tegalan BPTP Jawa Timur dengan ketinggian 550 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu M1 : Tanah (1), M2 : Kompos (1), M3 : Cocopeat (1), M4 : Tanah + Kompos (1 : 1), M5 : Tanah + Cocopeat (1 : 1), M6 : Kompos + Cocopeat (1 : 1), M7 : Tanah + Kompos + Cocopeat (1 : 1 : 1).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah menghasilkan jumlah daun, bobot segar, kering total tanaman, dan luas daun yang terbaik dibandingkan komposisi media tanam lainnya. Komposisi media tanam kompos menghasilkan bobot segar dan kering batang yang tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam tanah. Komposisi media tanam tanah + cocopeat menghasilkan bobot segar dan kering akar tanaman yang tertinggi.
Respon Seleksi Massa Terhadap Komponen Hasil dan Hasil Tiga Populasi Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) Mawardani, Putri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1492

Abstract

Bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur daerah tropis di Indonesia. Bayam cabut terdiri dari dua jenis yaitu bayam merah dan bayam hijau. Tanaman bayam memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Produktivitas bayam di Indonesia masih tergolong rendah. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari bayam ini mengindikasi adanya potensi yang harus dikembangkan secara lebih lanjut untuk meningkatkan produksi tanaman. Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produktivitas salah satunya adalah seleksi massa. Seleksi massa adalah metode seleksi dengan memilih tanaman yang berpenampilan fenotipe sesuai yang diinginkan dari populasi random mating.  Tujuan dari penelitian ini yaitu menduga respon seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil bayam cabut. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Malang pada bulan bulan Juni 2020 sampai dengan Agustus 2020. Penelitian disusun dengan menggunakan metode single plant. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat respon seleksi yang berbeda. Nilai respon seleksi  populasi AT 1 lebih tinggi dari populasi AT 2 dan AT 3 pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan bobot segar tanaman. Hal ini menunjukan bahwa keragaman populasi AT 1 masih beragam sedangkan pada populasi AT 2 dan AT 3 sudah cukup seragam.
Potensi Hasil dan Ketahanan terhadap Penyakit Hawar Daun (Northern Leaf Blight) 113 Galur Jagung (Zea mays L.) Hibrida Hutomo, Wahyu Ari Baskara; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1493

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat yang memiliki peran sangat penting baik tingkat nasional maupun dunia.  Serangan penyakit Hawar Daun Jagung (Northern Leaf Blight) (Exserohilum turcicum (Pass.) Leonard et Sugss) adalah permasalahan penting pada produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil, nilai keparahan penyakit dan kriteria ketahanan hawar daun Northern Leaf Blight (NLB) pada 113 galur jagung hibrida, serta mendapatkan hibrida berpotensi hasil tinggi dan memiliki ketahan setara pembanding terbaik. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2019-Oktober 2020 di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan ketinggian 1.150 m dpl. Penelitian ini menggunakan rancangan augmented design, terdiri dari 145 entri/perlakuan (113 galur yang diuji, 13 varietas pembanding, dan 19 entri pelengkap) tanpa ulangan, dan 4 varietas sebagai kontrol (diagonal check) diulang sebanyak 5 kali. Varietas pembanding meliputi Bisi-18, NK-7328, NK-88, P11, P21-Dahsyat, P25, P27-Gajah, P29-Harimau, P32-Singa, P33-Beruang, P35-Banteng, P36-Bekisar dan P38-Rusa. Analisis ragam dengan uji F dan uji lanjut dengan uji LSI (Least Significant Increase) pada taraf α : 5% dari variabel hasil panen dan keparahan penyakit. Terdapat tujuh hibrida yang memiliki potensi hasil nyata lebih tinggi dari seluruh pembanding menurut uji LSI antara lain: Pioneer-055, 057, 058, 064, 070, 089, dan 098. empat puluh satu hibrida tergolong tahan terhadap penyakit hawar daun dengan keparahan penyakit setara pembanding terbaik. Pioneer-057, 058, 064, dan 070 memiliki hasil panen unggul dibanding seluruh pembanding serta memiliki nilai keparahan penyakit setara dengan varietas pembanding terbaik dengan kriteria tahan sehingga direkomendasikan sebagai hibrida harapan dan dilanjutkan tahap pengujian selanjutnya.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Anorganik dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Panjaitan, Sinar Sonny Praja Muda; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1494

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) merupakan tanaman hortikultura yang dimanfaatkan bunganya. Produksi tanaman brokoli pada tahun 2012 hingga tahun 2015 mengalami penurunan produksi dari 135.837 menjadi 118.394 ton. Oleh karena itu, belum dapat mencukupi kebutuhan pasar lokal, apalagi untuk mencukupi pasar Internasional yang setiap tahun selalu mengalami peningkatan 20-30%. Teknik perbaikan budidaya brokoli dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK anorganik dan pupuk kandang kambing. Pemberian pupuk kandang kambing bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan komposisi hara tanah. Tekstur dari kotoran kambing khas, karena berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Selain menggunakan pupuk organik, pupuk anorganik juga diperlukan untuk meningkatkan produksi brokoli. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan meliputi pengamatan pertumbuhan dan hasil. Parameter pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Parameter pengamatan hasil meliputi luas daun, diameter batang, diameter bunga brokoli, berat bunga segar brokoli dan berat bunga kering brokoli. Kombinasi pupuk anorganik dan pupuk organik mampu memberikan hasil bobot basah bunga brokoli sebesar 203 %  atau sebesar 6,85 ton dibanding perlakuan kontrol, serta peningkatan hasil sebesar 181 % atau sebesar 6,05 ton dibanding perlakuan pupuk standar. Perlakuan 800 kg ha-1 NPK + 10 ton ha-1 kandang kambing memberikan hasil yang paling baik dibanding perlakuan lainnya pada seluruh parameter pengamatan.
Perbedaan Volume Media Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Majid, Muhammad Taqiyudin; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1495

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan sayuran umbi yang dapat dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia. Permasalahan tanaman lobak yaitu hanya ditanam di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu upaya memperluas daerah penanaman lobak adalah menanam lobak dengan urban farming. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah ada interaksi antara ukuran polybag dengan komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 hingga April 2020 di Greenhouse Fakultas Petanian Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ukuran polybag 30 cm x 15 cm (U1), ukuran polybag 35 cm x 17,5 cm (U2), dan ukuran polybag 40 cm x 20 cm (U3). Faktor kedua adalah cocopeat : kompos : pasir  (1:1:1) (K1), cocopeat : kompos : pasir  (1:3:1) (K2), cocopeat : kompos : pasir  (1:1:3) (K3), cocopeat : kompos : pasir (3:1:1) (K4). Komposisi media tanam yang tepat dipengaruhi oleh ukuran polybag. Polybag ukuran 30 cm x 15 cm dan 35 cm x 17,5 cm menghasilkan bobot segar tertinggi pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (3:1:1). Sedangkan ukuran polybag 40 cm x 20 cm pada komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1), ukuran polybag 40 cm x 20 cm dapat meningkatkan bobot segar umbi lobak, dan komposisi media tanam cocopeat : kompos : pasir (1:1:1) dapat digunakan untuk meningkatkan bobot segar umbi tanaman lobak.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue