cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
KORELASI ANTARA KOMPONEN HASIL DENGAN HASIL PADA POPULASI F6 TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.) Rofidah, Nur Irma; Yulianah, Izmi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 8.35 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 22 t ha-1.Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman.Seleksi terhadap hasil tanaman sulit dilakukan karena karakter hasil seperti bobot per buah dan bobot buah total per tanaman merupakan karakter kuantitatif yang kompleks. Korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antar sifat-sifat penting tanaman, sehingga dapat digunakan sebagai dasar program seleksi agar efisien.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan keeratan hubungan komponen hasil dengan hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman menentukan kriteria seleksi untuk peningkatan hasil.Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 11 galur harapan sebagai perlakuan dan varietas Gantari sebagai kontrol.Pengamatan menggunakan tekniksampel pada setiap perlakuan.Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Malang, pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016.Berdasarkan nilai korelasi maka karakter yang dapat dijadikan kriteria seleksi pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, diameter buah, panjang buah, jumlah buah baik dan jumlah buah total.
RESPON PERKECAMBAHAN TUJUH KLON TEBU (Saccharum officinarum) TERHADAP PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Damping off) Wilisaberta, Phubby; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan persemaian tebu adalah adanya penyakit yang menyerang pada saat berkecambah yaitu rebah kecambah (damping off). Evaluasi pemilihan klon untuk  menandai ciri morfologi klon potensial yang tahan penyakit rebah kecambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon tujuh klon tebu serta mendapatkan klon tebu (Saccharum officinarum) yang tahan terhadap penyakit rebah kecambah. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi, 3 ulangan dengan 14 kombinasi perlakuan. Petak utama adalah P0 (tanah tanpa terserang jamur Pythium sp) dan P1 (tanah terserang jamur Pythium sp). Anak petak diantaranya V1 (PSJT 941), V2 (Bulu Lawang), V3 (Kidang Kencana), V4 (PS 862), V5 (PS 864), V6 (PSBM 901) dan V7 (PS 865). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2016. Analisis intensitas serangan penyakit menunjukkan respon ketahanan tujuh klon tebu berbeda-beda dan pada analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Empat dari tujuh klon tebu yang diuji dipilih yang memiliki respon ketahanan terbaik yaitu V1 (PSJT 941), V3 (Kidang Kencana), V4 (PS 862) dan V7 (PS 865).
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN DENGAN POLA TANAM TUMPANGSARI PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapachinensis) Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah; Aini, Nurul; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan pakcoy (Brasicca rapachinensis) merupakan komoditi pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, produktivitas lahan semakin menurun akibat dari alih fungsi lahan pertanian. Teknik budidaya yang tepat untuk mengoptimalkan produktivitas lahan yaitu pola tanam tumpangsari.  Akan tetapi, dalam penerapan pola tanam tumpangsari juga mempunyai permasalahan yaitu akan terjadi kompetisi hara, air, nutrisi dan cahaya. Untuk meminimalisir kompetisi antar tanaman diperlukan salah satunya pengaturan waktu tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tanam pakcoy yang tepat dan mendapatkan nilai kesataraan lahan yang tinggi pada tumpangsari buncis dan pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus - Oktober 2014 di Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan penundaan saat tanam pakcoy dapat meningkatkan jumlah polong dan bobot segar polong buncis. Nilai Kesetaraan Lahan tertinggi terdapat pada perlakuan penanaman pakcoy 14 hari setelah penanaman buncis pada sistem tumpangsari tanaman buncis dan pakcoy yaitu sebesar 1,99.
PEMBENTUKAN BUAH DAN BENIH CABAI BESAR (Capsicum annum L.) PADA PERAKITAN CABAI HIBRIDA DENGAN OPTIMALISAI WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN POLLEN Mochtar, Faroki; Wahyono, Andi; Respatijarti, Respatijarti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan cabai besar tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi cabai besar. Penggunaan benih hibrida merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi cabai. Penyerbukan silang dilakukan secara buatan demi efisiensi waktu. Pollen merupakan jaringan hidup yang mengalami kemunduran seiring lamanya waktu penyimpanan. Modifikasi suhu dan kelembaban relatif (RH) dapat mempertahankan viabilitasnya lebih lama. Penelitian dilaksanakan di PT. BISI International Tbk. kab. Kediri, Laboratorium Bioteknologi Fakultas pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan   Desember – Maret 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor (i) pengaruh lama simpan terhadap viabilitas pollendengan 5 taraf, 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 30 hai penyimpanan serta (ii) pengaruh suhu penyimpanan pollen, 2 taraf, ruangan dan freezer. Terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulanga. Bahan yang digunakan ialah tanaman cabai HP 1113 A sebagai tetua betina yang bersifat mandul dan HP 1113 C sebagai tetua jantan yang bersifat subur. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Jika analisis ragam menunjukkan berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perbedaan tempat simpan dapat menunda penurunan viabilitas pollen pada saat waktu penyimpanan. viabilitas pollen merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan polinasi.  Efisiensi penyimpanan pollen dapat ditingkatkan dengan penyimpanan pollen selama 14 hari di dalam freezer.
PENDUGAAN LUAS DAUN BERDASARKAN KARAKTER BATANG DAN TANGKAI DAUN PADA BEBERAPA KULTIVAR PISANG Nabila, Ardan Rizki; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran luas daun secara konvensional menggunakan leaf area meter (LAM) harus menggunakan metode destruksi pada daun serta membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup banyak. Pengukuran luas daun alternatif adalah secara pendugaan luas daun. Pengukuran ini memiliki kelebihan menggunakan metode non-destruktif dan dengan cara yang mudah dan murah. Metode ini juga dapat digunakan secara berkelanjutan dari tanaman yang sama  dibanding dengan pengambilan sampel destruktif. Salah satu cara pendugaan luas daun adalah menggunakan persamaan regresi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi terbaik pada Pisang Raja dengan memakai keliling batang untuk mengestimasi rata-rata luas daun dapat dihitung dengan  persamaan y = -0.428 + 0.28x dengan R2 82.6%.
KAJIAN PERBEDAAN JARAK TANAM DAN UMUR BIBIT (TRANSPLANTING) PADA TANAMAN PAK CHOY (Brassica rapa L. var chinensis) Murtiawan, Dedy; Heddy, Suwasono; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi tanaman ialah dengan cara perbaikan kultur teknis yaitu dengan pengaturan jarak tanam dan pengaturan umur pindah tanam.  Hipotesis yang diajukan ialah kombinasi perlakuan   Jarak tanam 30 cm x 20 cm dan Umur transplanting 10 hari se telah semai diduga memberikan hasil dan pertumbuhan lebih tinggi  pada  tanaman pak-choy (Brassica rapa L. var chinensis). Waktu penelitian dimulai pada bulan september sampai dengan oktober  2013. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandanrejo. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 9 perlakuan kombinasi dari umur pindah tanam dan jarak tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi perlakuan jarak tanam dan umur bibit (transplanting) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy. Kombinasi perlakuan  Jarak tanam 30 cm x 20 cm + Umur transplanting 8 hari (P3 ). Kombinasi perlakuan Jarak tanam 30 cm x 20 cm + Umur transplanting 10 hari (P6), dan  kombinasi perlakuan Jarak tanam 30 cm x 20 cm + Umur transplanting 12 hari (P9) memberikan hasil bobot segar total pertanaman dan bobot total konsumsi per tanaman  lebih baik dibandingkan dengan  perlakuan lainnya.
PENILAIAN KONDISI FISIK POHON TEPI JALAN UTAMA KOTA MALANG (BERBASIS DATABASE) Ardiansyah, Moh.; Baskara, Medha; Heddy, Y.B. Suwasono
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pohon dalam suatu jalur hijau memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memperbaiki kualitas lingkungan, meningkatkan kualitas udara, mencegah terjadinya erosi dan dapat memodifikasi iklim mikro. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi kondisi fisik pohon tepi jalan dan perubahan jenis yang berada di jalan utama kota Malang, sekaligus menyusun, merancang, dan merekomendasi aplikasi sistem informasi inventarisasi pohon tepi jalan utama kota Malang berbasis database. Penelitian menggunakan metode survey dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode Grey dan Deneke (1978) dan dibandingkan dengan hasil penelitian Nurlaelih, Baskara, dan Azizah pada tahun 2003. Hasil penelitian antara lain pembuatan aplikasi Inventarisasi Pohon Tepi Jalan menggunakan software Microsoft Visual Basic .Net 2010. Sedangkan untuk penyimpanan database menggunakan software XAMPP. Berdasarkan hasil survey diperoleh hasil keragaman jenis pohon tepi jalan yang terdapat di 2 stasiun pengamatan Kota Malang terdapat 29 jenis pohon yang tersebar. Lima jenis pohon yang mendominasi pada kedua stasiun ialah Pterocarpus indicus, Samaneas saman, Polythia longifolia, Swietenia mahagoni, dan Minusops elengi L. Berdasarkan penyebaran populasi pohon dapat terlihat bahwa tata guna lahan sangat berpengaruh terhadap tingkat kerusakan pohon tepi jalan Kota Malang. Hasil kondisi fisik menunjukkan adanya peningkatan kesehatan kondisi fisik pohon selama 13 tahun terakhir, pada kategori 1 (Sangat Baik) 51,5% (2003) menjadi 52% (2016), pada ketegori 2 (Baik) 9% (2003) menjadi 38% (2016), pada ketegori 3 (Buruk) 30,5% (2003) menjadi 8,7% (2016), dan pada ketegori 4 (Sangat Buruk) 9% (2003) menjadi 0,4% (2016).
ANALISIS LINTAS ANTARA HASIL DAN KOMPONEN HASIL PADA TANAMAN BUNCIS UNGU (Phaseolus vulgaris L.) GENERASI F5 Prasetiyo, Ferry Singgih; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tanaman buncis berpolong ungu belum dijumpai pada varietas lokal melainkan hanya dijumpai pada varietas introduksi. Persilangan antara varietas buncis lokal yang unggul pada daya hasil tinggi dengan varietas buncis introduksi yang memiliki kandungan anthosianin diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul baru yang memiliki keunggulan dari masing-masing varietas tersebut. Pada kegiatan pemuliaan tanaman diperlukan beberapa informasi sebelum melakukan seleksi. Informasi tersebut berguna bagi pemulia tanaman dalam menentukan dasar kriteria seleksi agar perakitan suatu varietas yang diinginkan berhasil didapatkan. Analisis lintas ialah salah satu informasi penting yang harus diketahui oleh pemulia tanaman sebelum melakukan seleksi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan dasar kriteria seleksi melalui komponen hasil yang memberikan pengaruh terbesar terhadap hasil pada tanaman buncis ungu (Phaseolus vulgaris L.) generasi F5. Penelitian ini dilakukan di Dusun Suwaluan, Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahan pertanian yang digunakan berada pada ketinggian ± 700 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2015. Metode yang digunakan ialah Single Plot, yaitu dengan menanam 11 galur benih tanaman buncis ungu generasi F5 dalam satu populasi di lingkungan pertanaman yang sama tanpa ulangan. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satu plot berjumlah 50 tanaman.
EFISIENSI WAKTU PINCHING DAN FOTOPERIODISITAS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN POT (Chrysanthemum sp.) JENIS STANDAR Kusuma, Essenza Fitria; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisan ialah tanaman hari pendek yang perkembangan dan inisiasi bunganya dipengaruhi oleh fotoperiodisitas. Memerlukan hari gelap ≥ 12 jam untuk mempercepat waktu pembungaan, namun kebutuhan fotoperiodisitas 12 jam sehari tidak dapat memenuhi pertumbuhan tanaman. Perlu penambahan cahaya buatan yang biasanya dilakukan setelah matahari terbenam. Pinching ialah membuang pucuk dari bibit asal untuk menghentikan dominasi tunas apikal untuk merangsang tumbuhnya tunas lateral dari ketiak daun agar ada ˃ 1 kuntum bunga dalam 1 tanaman. Pinching pada saat tanaman krisan pot berumur 5 hst dapat dipanen pada umur 3-4 bulan sehingga pada saat dijual, tanaman belum siap untuk berbunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pinching dan fotoperiodisitas yang paling sesuai untuk tanaman krisan pot jenis standar, sehingga menghasilkan pertumbuhan dan umur panen yang tercepat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2016 di jalan Masjid Banaran RT 1 RW 2, Banaran, Bumiaji Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak tersarang. Faktor pertama yaitu fotoperiodisitas meliputi 12, 17 dan 22 jam. Faktor kedua yaitu waktu pinching meliputi 0, 5 dan 10 hst. Parameter pengamatan meliputi umur muncul tunas cabang pada ketiak daun, jumlah cabang, panjang cabang, jumlah daun, luas daun, umur inisiasi berbunga, umur coloring, tinggi tanaman, diameter bunga, umur panen dan lama kesegaran bunga. Hasil penelitian menunjukkan waktu pinching dan fotoperiodisitas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan panen. Pinching 0 hst dengan fotoperiodisitas 22 jam mempercepat coloring dan panen dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Pinching 0 hst dengan fotoperiodisitas 17 jam berbeda nyata dengan perlakuan kontrol pada panjang cabang, jumlah daun dan luas daun.
PENGARUH SINAR LAMPU FLOURESCENT DAN LAMA PENYINARAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) cv. ‘Smooth Cayyene’ Primadani, Rizal; Maghfoer, Mochamad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai permintaan pasar yang tinggi. Salah satu cara meningkatkan produktivitas nanas dengan penggunaan kultivar baru dari hasil persilangan. Persilangan tanaman nanas menghasilkan biji yang mempunyai sifat lambat berkecambah. Perlu adanya teknologi untuk mempercepat pertumbuhan bibit nanas yakni dengan teknik pemberian cahaya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan warna sinar lampu flourescent dan lama penyinaran yang optimal bagi pertumbuhan bibit nanas. Penelitian dilaksanakan di Ruang Germinasi Research PT. GGP, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung pada bulan Januari hingga Maret 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama adalah warna sinar lampu Flourescent (MBM: merah biru merah dan BMB: biru merah biru). Faktor kedua adalah lama penyinaran (3, 9, 15, dan 21 jam/hari). Disamping itu juga terdapat perlakuan kontrol. Pengamatan meliputi tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, luas daun, klorofil, panjang akar dan bobot tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara sinar lampu dan lama penyinaran terhadap lebar daun, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. Perlakuan sinar lampu MBM dengan lama penyinaran yang semakin panjang (21 jam) secara nyata meningkatkan pertumbuhan bibit nanas. Pada perlakuan sinar lampu BMB dengan lama penyinaran sampai dengan 15 jam secara nyata meningkatkan pertumbuhan bibit nanas. Perlakuan sinar lampu MBM menghasilkan jumlah daun, luas daun dan berat tanaman yang lebih besar dan berbeda nyata pada umur 45 hst. Perlakuan lama penyinaran yang semakin panjang menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan berbeda nyata pada semua parameter. Tanaman yang diperlakukan sinar lampu dan lama penyinaran menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dari pada kontrol.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue