cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Kajian Penampilan Semangka (Citrullus lanatus) dari Beberapa Kombinasi Persilangan Diploid-Tetraploid Ghoiri, Annisatul Umami Sulistia; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 09 (2024): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Semangka tanpa biji merupakan semangka hibrida F1 hasil persilangan antara semangka jantan diploid dengan semangka betina tetraploid. Rendahnya jumlah biji yang dihasilkan semangka tetraploid menjadi permasalahan di tingkat produsen benih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penampilan dan terbentuknya karakter tetraploid pada buah hasil kombinasi persilangan diploid-tetraploid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2020 di Pamekasan, Madura. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Tunggal menggunakan metode single plant dengan menggunakan 2 genotipe F1 (diploid x tetraploid), 1 genotipe backcross ((diploid x tetraploid) x tetraploid), 1 genotipe diploid, 1 genotipe tetraploid. 2 genotipe F1 dan 1 genotipe backcross dilakukan perlakuan selfing, cross diploid dan cross tetraploid sehingga mendapatkan 9 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe semangka yang digunakan merupakan diploid berdasarkan karakter buah yang diamati yaitu bobot buah, diameter buah, ketebalan kulit buah, ketebalan daging buah, dan jumlah biji. Karakter warna kulit dan daging buah mengikuti tetuanya.
Pengaruh Aplikasi Rendaman Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Apriani, Rila Rahma; Azhimah, Nadiya; Sofyan, Antar
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.08

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan bawang merah sebagai bahan masakan Indonesia menghasilkan limbah berupa kulit bawang merah yang jarang dimanfaatkan dan sering dibuang. Kandungan hormon auksin, giberelin dan sitokinin pada kulit bawang merah menjadikan bahan tersebut berpotensi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi dan konsentrasi rendaman kulit bawang merah yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat pada September hingga November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi rendaman kulit bawang merah berpengaruh pada pertumbuhan pakcoy umur 21 HST dan 28 HST. Tidak ditemukan konsentrasi paling baik, karena konsentrasi rendaman kulit bawang merah 20%, 30%, dan 40% tidak menunjukkan perbedaan nyata. Rekomendasi aplikasi rendaman kulit bawang merah untuk mendukung pertumbuhan pakcoy adalah konsentrasi 20% diikuti dengan pemberian pupuk organik dengan dosis yang sesuai.
Hasil Tanaman Sawi HIjau (Brassica juncea L.) Pada Media Tanam Residu Pupuk Hayati di Tanah Berpasir Sisa Budidaya Tanaman Kedelai Ayu Nur Setianingsih; Rosyidah, Anis; Arfarita, Novi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.02

Abstract

Lahan marginal berpasir merupakan lahan yang memiliki kandungan hara yang terbatas dan kemampuan mengikat air rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan berpasir ialah dengan penambahan bahan organik, pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma Viride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai pada hasil dan pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) serta pengaruh pada kandungan klorofil daun sawi hijau di greenhouse. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan. Parameter yang diamati meliputi, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot konsumsi, dan kadar klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap hasil dan pertumbuhan sawi hijau dibanding kontrol. Dan residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil daun sawi hijau umur 7-21 HST.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ungu (Zea mays Var Ceratina Kulesh) Terhadap Taraf Pemberian Pupuk Urea dan NPK mawah, nuril; Barokah, Umi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.07

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim yang banyak diusahakan di Indonesia dan merupakan komoditas pangan penting kedua setelah padi. Tanaman jagung ungu merupakan salah satu jenis tanaman jagung yang dibudidayakan di Indonesia. Jagung ungu memiliki banyak kelebihan yaitu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh sehingga mampu mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Codrowangsan Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren Kebumen Jawa Tengah pada bulan Januari hingga Maret 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 2 kali. Faktor pertama  pemberian pupuk Urea dengan 4 taraf yaitu : U0 = 0 gr/plot, U1 = 120 gr/plot, U2 = 90 gr/plot, dan U3 = 60 gr/plot. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 4 taraf yaitu : N0 = 0 gr/plot, N1 = 150 gr/plot, N2 = 120 gr/plot, dan N3 = 90 gr/plot sehingga diperolah 16 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi perlakuan Urea dan NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, jumlah biji dalam satu tongkol tanaman jagung ungu dan tidak berpengaruh pada karakter yang lainnya. Pemberian kombinasi terbaik adalah pada kombinasi perlakuan U1N1 (200kg/ha Urea + 250ha/ha NPK) menunjukan tinggi tanaman terbaik yaitu 114,2 cm, Panjang akar 36,92 cm, bobot basah akar 36,8 gr, bobot kering akar 14,2 gr dan jumlah biji per tongkol 612,6 buah dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya.
Hasil dan Kandungan Vitamin C Sawi Hijau (Brassica chinensis var. pharachinensis) Pada Media Tanam Residu Pupuk Hayati di Tanah Berpasir Sisa Budidaya Kedelai Ella Mei Cahyani; Novi Arfarita, SP., MP., M.Sc., Ph.D
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 09 (2024): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanah marginal adalah dengan penambahan bahan organik, pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3 dan Trichoderma viride FRP3 di tanah berpasir sisa budidaya kedelai terhadap hasil dan kandungan viamin C tanaman sawi hijau (Brassica chinensis var. parachinensis). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar total tanaman, berat konsumsi dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3, bahan organik dan Trichoderma viride FRP3 pada tanah berpasir sisa budidaya kedelai berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sawi hijau dibandingkan kontrol. Penggunaan media tanam residu pelet pupuk hayati VP3, bahan organik dan Trichoderma viride FRP3 pada tanah berpasir sisa budidaya kedelai juga berpengaruh nyata terhadap kandungan vitamin C tanaman sawi hijau. Namun jika dibandingkan dengan standar potensi sawi hijau kandungan vitamin C masih tergolong rendah.
Potensi Bakteri Pelarut Fosfat pada Lahan Tegakan Hutan dan Perkebunan Singkong di Kawasan Kampus IPB Dramaga Bogor Firlandiana, Maulidi; Khairiyah, Yaumil; Perala, Iwan; Mustikaningrum, Dhina; Kristiawan, Kristiawan; Maimunah, Maimunah; Suprayitno, Suprayitno; Prasetya, Herry; Dewi Setyana, Abdi; Subiyanto, Subiyanto
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.07.04

Abstract

Tanaman memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya yaitu fosfor (P). Namun tanaman hanya dapat menyerap P dari tanah dalam bentuk ion fosfat (H2PO4- dan HPO42-). Tantangan besar yang dilakukan untuk menyediakan P terlarut atau tersedia, terjawab oleh penemuan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). Mikrob ini menghasilkan asam-asam organik yang dapat melarutkan senyawa fosfat kompleks dan atau mengikat kation dari ion (PO43-) untuk melepaskan P tersedia dalam tanah. Areal rhizosfer tanah memiliki potensi keragaman mikrob yang tinggi karena menyediakan sumber makanan (eksudat) yang dikeluarkan dari akar tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan kualitas isolat BPF dari ekosistem perkebunan singkong dan hutan Kampus IPB Dramaga dengan Indeks Pelarut Fosfat (IPF) tertinggi pada berbagai sumber P dan variasi pH serta menentukan isolat BPF yang bersifat non-patogenik terhadap manusia, hewan, dan tanaman. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi BPF dari areal rhizosfer, menumbuhkannya pada media selektif Pikovskaya, identifikasi morfologi koloni secara makroskopis, seleksi koloni BPF yang menghasilkan halozone (zona bening), mengukur IPF, dan mengujinya pada media Pikovskaya dengan berbagai sumber P dan tingkatan pH. Hasil isolasi menunjukkan adanya 9 isolat 2 diantaranya dari tegakan hutan dan 7 dari perkebunan singkong yang menghasilkan halozone. Isolat 6P dan 7P dari tegakan hutan memiliki IPF tertinggi berturut-turut sebesar 3,10 dan 3,33. Adapun isolat BPF hanya dapat mengasilkan halozone pada media sumber P dari kompleks Ca-P dengan kondisi pH basa dan pH tanah. Dari 9 isolat terpilih, 6 diantaranya yaitu isolat 1P, 3P, 4P, 6P, 7P, dan 9P teruji bersifat non-patogen terhadap sel manusia, hewan, maupun tanaman.
PENGARUH PROSENTASE PEROMPESAN DAUN PADA STEK BATANG DAN POSISI PENANAMAN STEK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L.) VARIETAS SARI Novrianti, Ratih; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman ubi jalar saat ini telah dikembangkan secara luas dengan varietas yang beragam. Data BPS (2015) menginformasikan bahwa, produksi umbi ubi jalar di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 2.383 ton ha-1, sementara pada tahun 2015 meningkat menjadi 2.461 ton ha-1. Namun demikian, produksi tersebut masih dapat memenuhi permintaan ubi jalar di dalam negeri, tetapi dengan semakin sempitnya luas area panen dari tahun ke tahun, menimbulkan kekhawatiran terjadinya penurunan produksi ubi jalar di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kegiatan tersebut maka intensifikasi pertanian perlu dilakukan. Beberapa bentuk pendekatan intensifikasi yang dapat dilakukan adalah melalui inovasi penanaman, diantaranya perompesan daun dan posisi penanaman stek. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2016di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi KP. Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanaman stek hanya terjadi pada pengamatan jumlah umbi per tanaman dan bobot umbi per tanaman umur pengamatan 80 hst pada perlakuan tanpa perompesan daun dan perompesan sebagian daun yang diikuti dengan posisi penanaman stek 90o. Sedangkan pada pengamatan panen terdapat pengaruh nyata antara perlakuan prosentase perompesan daun dan posisi penanamanpada perlakuan tanpa perompesan dan perompesan sebagian daun pada posisi penanaman stek 90o. Berdasarkan perhitungan analisis usahatani, perlakuan prosentase perompesan daun yang lebih efisien yaitu tanpa perompesan daun, dengan R/C rasio sebesar 2,10.
PEMBERIAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) DAN DOSIS PUPUK KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nurul Jannah, Risda Felia; Nihayati, Ellis; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah produk hortikultura yang tersebar di Indonesia. Produktivitas terung mengalami kenaikan. Tetapi produksi rata-rata terung yang dihasilkan per hektar tidak mencapai potensi. Usaha yang dapat meningkatkan produktivitas terung salah satunya dengan pemupukan, penambahan kompos azolla dan pupuk kalium. Maka perlu dilakukan penelitian mengenai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kompos azolla dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Malang, Jawa Timur pada bulan November 2015 sampai Maret 2016. Metode penelitian merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu kompos Azolla terdiri dari 2 taraf: Tanpa Kompos Azolla 0 ton.ha-1 (A0), Kompos Azolla 12 ton.ha-1 (A1), sedangkan faktor II yaitu perlakuan pupuk kalium terdiri dari 6 taraf: K0 = 0 kg K2O.ha-1, K1 = 30 kg K2O.ha-1, K2 = 60 kg K2O.ha-1, K3 = 90 kg K2O.ha-1, K4 = 120 kg K2O.ha-1 dan K5 = 150 kg K2O.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan kompos azolla dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Pemberian kompos azolla dengan dosis 12 ton.ha-1 tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Perlakuan pupuk kalium hanya berpengaruh nyata terhadap diameter buah terung. Terlihat bahwa perlakuan pupuk kalium 30 kg K2O.ha1, 60 kg K2O.ha1dan 90 kg K2O.ha1 menghasilkan diameter buah 5.20 cm, 5.21 cm dan 5.16 cm lebih besar dibandingkan tanpa pemberian pupuk kalium (0 kg K2O.ha-1) maupun 150 kg K2O.ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KOMBINASI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA LAHAN TADAH HUJAN Amrizal, Rizky; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombinasi ektensifikasi dan intensifikasi pertanian menjadi solusi terhadap pemanfaatan tanaman jagung yang semakin meningkat dari setiap tahunnya. Penggunaan lahan tadah hujan yang berkarakteristik miskin hara dapat ditanggulangi dengan pemupukan yang berimbang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemupukan pada lahan tadah hujan serta kombinasi pemupukan terbaik untuk tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan PT.BDI Kaupaten Kediri dengan menggunakan 9 kombinasi perlakuan pemupukan dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemberian pemupukan belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan tanaman akibat faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh ialah curah hujan. Berdasarkan hasil analisis ragam pengaruh perlakuan terjadi berbeda nyata pada variabel jumlah daun 45, 75 dan 90 HST, luas daun 30 HST, diameter batang, umur berbunga, diameter tongkol, panjang tongkol, umur panen dan produktivitas. Pada Perlakuan F4, F5, F6, F7 dan F8 menjadi perlakuan yang mempunyai nilai rerata lebih tinggi dari perlakuan lainnya pada variabel produktivitas.
PENGARUH JENIS BAHAN ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Rismawan, Safetian Fauzi; Karyawati, Anna Satyana; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuburan tanah berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berpengaruh pada produksi tanaman. Pemberian bahan organik dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman kedelai dapat tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Bahan organik berupa pupuk kandang kambing, pupuk hijau gamal (Gliricidia sepium) dan bentuk biocharnya memiliki pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada jenis bahan organik yang tepat pada musim tanam pertama. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang pada bulan Mei hingga Juli 2016.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kambing 20 t ha-1 mampu meningkatkan berat kering total tanaman umur 24 HST dan 34 HST, jumlah polong isi, bobot biji dan hasil per hektar tanaman kedelai. Perlakuan biochar campuran pupuk kandang kambing dan daun gamal 10 t ha-1 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada seluruh komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada musim tanam pertama.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue