cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Konsentrasi Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Krisan (Chrysanthemum spp.) Febrianto, Riyadi Akbar; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum spp.) ialah salah satu tanaman bunga yang memiliki daya tarik pada masyarakat di Indonesia sebagai tanaman hias dan sebagai bunga pot atau bunga potong dengan hasil produksi dan volume ekspor yang meningkat pada tahun 2014 hingga 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dengan varietas krisan yang berbeda serta untuk mengetahui varietas tanaman krisan dan konsentrasi paclobutrazol yang memberikan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2018 di Green House Kelompok Tani Sido Makmur Floris di Desa Sidomulyo, Batu, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi paclobutrazol (P) dengan tiga (3) taraf: P1: 500 ppm, P2: 1000 ppm dan P3: 1500 ppm serta tanaman kontrol. Faktor kedua ialah tiga varietas tanaman krisan (A) yaitu: A1: Marimar, A2: Yulimar dan A3: Pinka Pinky. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi paclobutrazolmemberikan hasil yang berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, serta lama kesegaran bunga. Tingkat konsentrasi yang memberikan hasil terbaik yaitu pada konsentrasi 1000 ppm dengan hasil umur berbunga yang lebih cepat serta lama kesegaran bunga yang paling lama.
Pengaruh Penyungkupan dan Pemberian Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria x Ananassa) Rahman, Bagus Taufiqur; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki peluang pengembangan yang bagus kedepannya. Pasarsemakin luas karena buah stroberi tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar namun juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk olahan dan dengan wisata stroberi dapat menjadi daya tarik konsumen. Akan tetapi, produksi stroberi dari tahun ke tahun mengalami penurunan penyebabnya karana masalah nutirisi tanaman dan iklim mikro disekitar tanaman. Penambahan abu sekam padi yang banyak mengandung kalium, kalsium dan silika kedalam media dan pemberian sungkup terhadap tanaman diharapkan mampu mengatasi masalah nutrisi dan iklim mikro tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2018, di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial,dimana faktor utama adalah Penyungkupan yang terdiri dari 2 taraf yaitu: Tanpa sungkup (S0); Sungkup (S1), faktor kedua adalah dosis Abu sekam dengan 4 taraf yaitu: Kontrol (A0); Abu sekam 40 g tan-1 (A1); Abu sekam 80 g tan-1 (A2);  Abu sekam 120 g tan-1 (A3); Abu sekam 160 g tan-1 (A4).Data pengamatan dianalisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%.Hasil penelitianmenunjukkan dari perlakuan yang diterapkan hanya perlakuan penyungkupan yang memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan dan hasil.Untuk parameter pertumbuhan penyungkupan memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah stolon luas daun,  bobot kering tajuk dan total biomasa tanaman dan untuk parameter hasil penyungkupan memberikan pengaruh terhadap padtan total terlarut (PTT) yang artinya buah memiliki rasa lebih manis.
Pengaruh Umur Pindah Tanam Bibit pada Dua Sistem Hidroponik Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.) Febrianti, Annisa Fitri; Fajriani, Sisca; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Selada merah merupakan salah satu jenis sayuran selada. Masyarakat kebanyakan memiliki kecenderungan untuk meningkatkan kualitas hidup dan sadar akan pentingnya gizi yang berasal dari sayuran. Salah satu upaya untuk memenuhi permintaan masyarakat agar menghasilkan produk sayuran yang berkualitas tinggi secara kontinyu yaitu dengan budidaya sistem hidroponik dan perbedaan umur pindah tanam bibit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil serta terhadap umur panen tanaman selada merah pada sistem hidroponik rakit apung dan NFT. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan September 2018 di rumah kaca Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara tersarang dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu sistem hidroponik rakit apung umur bibit 1 minggu, sistem hidroponik rakit apung umur bibit 2 minggu, sistem hidroponik rakit apung umur bibit 3 minggu dan sistem hidroponik rakit apung umur bibit 4 minggu, kemudian pada sistem hidroponik NFT umur bibit 1 minggu, sistem hidroponik NFT umur bibit 2 minggu, sistem hidroponik NFT umur bibit 3 minggu dan sistem hidroponik NFT umur bibit 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada perbedaan umur bibit pada masing-masing sistem hidroponik. Hasil berat segar tanaman selada merah pada umur 1 minggu sistem hidroponik rakit apung dan umur bibit 4 minggu sistem hidroponik NFT masing-masing lebih besar 13.77% dan 16.68%.
Respon Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) terhadap Aplikasi Pupuk Nitrogen dan Pupuk Kandang Kambing Kholifah, Siti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga merupakan sayuran yang memiliki manfaat baik untuk kesehatan, sehingga permintaannya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan dosis pupuk kandang kambing yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2018 di desa Wonorejo, Poncokusumo, Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas 2 faktor yaitu pupuk nitrogen terdiri dari 4 taraf dan pupuk kandang kambing terdiri dari 3 taraf. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, serta diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat kering dan bobot massa bunga. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk nitrogen dan pupuk kandang kambing. Pupuk nitrogen hanya berpengaruh pada peningkatan diameter batang, luas daun dan berat kering tanaman. Pupuk nitrogen dengan dosis 180 kg ha-1 mampu menghasilkan berat kering tanaman paling tinggi yaitu 92,74 g per tanaman. Pupuk kandang kambing berpengaruh pada peningkatan pertumbuhan serta hasil tanaman kubis bunga. Pupuk kandang kambing dengan dosis 20 ton ha-1 mampu menghasilkan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun dan bobot massa bunga yaitu sebanyak 36,72 ton ha-1.
Pengaturan Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Majemuk NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Varietas Vima 2 Ramadhani, Putri Wahyu; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu bidang usaha di dalam bidang agribisnis sebagian besar kebutuhan kacang hijau domestik untuk pakan atau industri pakan dan sebagian lainnya untuk pangan. (Barus, Khair, Siregar, 2014). Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari dan mendapatkan jarak tanam dan dosis pupuk Majemuk NPK 15:15:15 yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima 2.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2017 yang bertempat dilahan bekas budidaya tanam padi di Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini adalah penelitian faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah jarak tanam kacang hijau yang terdiri dari J1 = 40 cm × 20 cm, J2 = 40 cm × 15 cm dan J3 = 40 cm × 10 cm sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk Majemuk NPK 15:15:15 yang terdiri dari 3 taraf yaitu  D0 = kontrol, D1 = 250 kg ha-1, D2 = 350 kg ha-1, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jarak tanam 40 cm × 15 cm dengan pemberian dosis pupuk NPK majemuk 250 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih baik dan pengaruh nyata terhadap bobot 100 biji kacang hijau. Penggunaan jarak tanam 40 cm × 15 cm menunjukkan bobot 100 biji dan bobot kacang hijau per hektar lebih tinggi. Pemberian dosis pupuk NPK 250 kg ha-1 menunjukkan bobot biji kacang hijau per hektar lebih tinggi daripada kontrol dan dosis pupuk NPK 350 kg ha-1.
Uji Galur Harapan Kedelai (Glycine max L. Merr) terhadap Cekaman Kekeringan Kurniasari, Sri Fatmi; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 885.000 ton biji kering, mengalami penurunan 8.06% dibandingkan tahun 2015 yang mencapai angka 963.183 ton biji kering dengan luas panen 614.095 ha dan pruduktivitas 1.57 t.ha-1 (BPS, 2016). Untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dilakukan strategi peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam dengan pemanfaatan lahan–lahan marginal pada lahan kering, diperlukan upaya untuk menguji varietas yang adaptif dan memiliki produksi hasil yang optimal, terutama toleran terhadap cekaman kekeringan air. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh serta menguji katahanan galur kedelai (Glycine max L. Merr) terhadap cekaman kekeringan air. Bahan yang digunakan adalah empat galur kedelai (G1, G2, G3, G15a) dan varietas Dering 1. Penelitian dilaksanakan pada November 2017 sampai dengan Februari 2018 di Green House Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi ,Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, luas daun, panjang akar dan berat kering akar, jumlah bunga, bobot kering total tanaman, jumlah polong, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan indeks panen varietas Dering 1 tidak berbeda nyata dengan keempat galur pada kondisi cekaman kekeringan 75% kapasitas lapang. Galur G1, G3 dan G15a tanaman kedelai memiliki keseragaman yang tinggi dengan varietas Dering 1.
Kajian Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tanaman Jagung (Zea Mays L.) pada Lahan Kering Rahmani, Novia Thea; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ialah komoditas strategis yang dibutuhkan baik untuk pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Seiring dengan peningkatan kebutuhan jagung pada masyarakat diperlukan usaha peningkatan produksi jagung salah satunya dengan perluasan areal tanam.Hal ini dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstensifikasi pada lahan kering. Permasalahan utama dalam meningkatkan produksi pertanian pada lahan kering ialah faktor lingkungan yang berkaitan dengan perubahan iklim dan pergeseran awal musim. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh pada produksi tanaman di lahan kering adalah curah hujan. Maka diperlukan kajian perubahan curah hujan terhadap produktivitas tanaman jagung pada lahan kering.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pola curah hujan serta hubungan perubahan pola curah hujan terhadap produktivitas tanaman jagung di lahan kering selama 10 tahun terakhir.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2018 di desa Wajak, desa Codo, dan desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pola curah hujan di Wajak pada periode I (2008-2012) ke periode II (2013-2017), namun terjadi pergeseran awal musim hujan dan kemarau.Begitu juga dengan hasil analisis korelasi yang telah dilakukan, (intensitas curah hujan, harihujan, bulan basah, bulan lembab, dan bulan kering) tidak berpengaruh terhadap produktivitas tanaman jagung di lahan kering.
Analisis Potensi Produksi Padi (Oryza sativa L.) pada Pola Curah Hujan Monsunal di Jawa Timur Milladina, Shofa Haditsa; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras sebagai sumber bahan pangan utama di sebagian besar penduduk Asia termasuk Indonesia. Sehingga sampai saat ini, beras akan tetap menjadi sumber pangan prioritas di Indonesia. Pemba-ngunan dalam sektor pertanian khususnya dalam subsektor tanaman pangan memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan masyarakat Indonesia (Kementan, 2016). Tantangan dalam bidang pertanian di Indonesia tidak hanya terjadinya konversi lahan pertanian, tetapi juga adanya anomali iklim. Salah satu unsur iklim yang dapat digunakan sebagai indikator dalam kaitannya dengan tanaman adalah curah hujan. Mengingat curah hujan merupakan unsur iklim yang fluktuasinya tinggi dan pengaruhnya terhadap produksi tanaman cukup signifikan. Jumlah curah hujan secara keseluruhan sangat penting dalam menentukan hasil (Anwar et al., 2015), terlebih apabila ditambah dengan peningkatan suhu, peningkatan suhu yang besar dapat menurunkan hasil. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April 2018 sampai dengan Juli 2018.Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikan-nya. Pengumpulan data meliputi curah hujan, suhu udara, lama penyinaran matahari dan data produksi padi selama 22 tahun. Wilayah sampel dalam penelitian ini yaitu, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Sumenep. Data diolah dengan menggunakan Microsoft. Excel 2013 dengan tahapan menentukan nilai korelasi masing-masing variabel bebas, menentukan persamaan linier dan koefisien determinasi (R2) dan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata unsur iklim (curah hujan dan lama penyinaran matahari) di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang dan Kabupaten Nganjuk.
Efiktifitas Imazapyr dan Glifosat untuk Mengendalikan Gulma pada Tanaman Ekaliptus (Eucalyptus sp.) Putrantyo, Susilo Tri; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekaliptus (Eucalyptus sp.) ialah salah satu komoditas tanaman industri yang salah satu fungsinya digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dan kertas di Indonesia. Permasalahan penting dalam budidaya Ekaliptus adalah keberadaan gulma yang tumbuh pada areal lahan budidaya. Salah satu cara dalam mengendalikan gulma yaitu dengan penyemprotan herbisida pada areal lahan Ekaliptus, Pemberian herbisida dengan dosis yang tepat dapat me-nanggulangi gulma yang tumbuh tanpa merusak tanaman budidaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang terbaik dari herbisida Imazapyr dan Glifosat dalam mengendalikan gulma pada lahan Ekalaiptus berumur 1 tahun. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan September 2018 di Hutan Tanaman Industri PT. Sinarmas Foresty, Riau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan dengan taraf dosis yang berbeda yaitu: (P1): Kontrol, (P2) Imazapyr 1 L ha-1, (P3): Imazapyr 1,5 L ha-1, (P4): Glifosat 1 L ha-1, (P5) : Glifosat 1 + Imazapyr L ha-1, (P6) : Glifosat 1 + Imazapyr 1,5 L ha-1, (P7) : Glifosat 2 L ha-1, (P8) : Glifosat 2 + Imazapyr 1 L ha-1, (P9) : Glifosat 2 + Imazapyr 1,5 L ha-1.Hasil penelitian me-nunjukkanbahwa dosis herbisida Imazapyr 1,5 L ha-1 baik tunggal maupun dengan campuran Glifosat dengan dosis apapun dapat mengendalikan gulma lebih efektif dibandingkan dengan dosis lain pada lahan Ekaliptus berumur 1 tahun. Dosis herbisida yang digunakan. Herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma tidak menyebabkan tanaman Ekaliptus meng-alami keracunan herbisida.
Pengaruh Kombinasi Hormon Ga3 dan Pupuk Silika terhadap Kualitas dan Kuantitas Benih Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.) Sriyanto, Fajar Bagus; Karyawati, Anna Satyana; Sunaryo, Sunaryo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu sayuran kelompok kacang-kacangan. Buncis ini memiliki 2 tipe pertumbuhan yaitu determinate dan indeterminate.Namun pada saat ini produktivitas tanaman buncis masih belum stabil, sedangkan nilai kebutuhan konsumsi buncis terus mengalami peningkatan. Tingkat serangan hama panyakit dan rendahnya jumlah polong terbentuk dapat menjadi salah satu pemicu rendahnya kulitas dan kuantitas benih tanaman buncis.Oleh sebab itu, perlu adanya alternatif berupa teknik budidaya yang baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas benih buncis tersebut salah satunya adalah dengan cara pengaplikasian hormon GA3 dan pupuk silika.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2018 di Lahan Percobaan PT Sang Hyang Seri (Persero) desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 perlakuan dan 3ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk silika dengan konsentrasi 10% memberikan hasil yang nyata pada parameter kekerasan biji buncis. Sedangkan pemberian hormon GA3 dan pupuk silika dengan dikombinasikan tidak menunjukkan adanya interaksi pada parameter kualitas dan kuantitas benih buncis tegak.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue