cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Butterhead (Lactuca sativa var. capitata) dengan Sistem Hidroponik Substrat Zenita, Yoseva Mega; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukuptinggi. Berdasarkan data per-kembangan kesesuaian lahan pertanian di Jawa Timur, luasan lahan non pertanian tahun  dari tahun 2012 sampai tahun 2014 terus mengalami penurunan. Oleh karena itu diperlukan adanya teknik budidaya yang dapat meningkatkan produktivitas dan dapat diterapkan pada lahan sempit, salah satu alternatif adalah dengan budidaya secara hidroponik substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi nutrisi terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman selada butterhead (Lactuca sativa var. capitata). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2018 di greenhouse PT. Hidroponik Agrofarm Bandungan Kecamat-an Bandungan Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Alat yang akan digunakan dalam penelitian antara lain cetok, timbangan analitik, label perlakuan, penggaris, rockwool, pH meter, EC meter, alat tulis dan alat dokumentasi. Bahan yang akan digunakan dalam penelitian yaitu benih butterhead, arang sekam, cocopeat, pasir, polybag, dan nutrisi AB mix. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ialah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu: faktor I : jenis media tanam (M) dan faktor  II : konsentrasi nutrisi (N). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam cocopeat menunjukkan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, lebar kanopi tanam-an, luas daun, bobot segar total dan bobot segar konsumsi tanaman dan perlakuan konsentrasi nutrisi (EC) 2,5 mS/cm me-nunjukkan hasil terbaik pada parameter pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, lebar kanopi tanaman, luas daun, berat segar total tanaman dan berat segar konsumsi tanaman.
Pengaruh Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan terhadap Perubahan Komposisi Gulma Purba, Anggi Titin Anne; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) memiliki peran strategis dalam pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati setelah kacang kedelai. Penyiangan gulma ialah salah satu komponen yang paling penting dalam budidaya kacang tanah. Kehadiran gulma dengan populasi yang rendah pada umumnya tidak terlalu mengganggu pertum-buhan dan hasil suatu tanaman budidaya. Namun pada populasi tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menu-runkan hasil, dan menyulitkan pemanenan. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara langsung dengan penyiangan manual dengan mencabut akar gulma sehingga pertumbuhan gulma selanjutnya dapat ditekan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2018 di UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang terletak di Jl. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang Jawa Timur. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Dengan jarak tanam (J) ditempatkan sebagai Petak utama yang terdiri dari 3 taraf,  J1 : 35 cm X 10 cm, J2 : 35 cm X 15 cm, J3 : 35 cm X 20 cm dan Anak Petak ialah Penyiangan Gulma (P) yang terdiri dari 4 taraf, P1 : Tanpa Penyiangan, P2 : Penyiangan 14 HST dan 28 HST, P3 : Penyiangan 21 HST dan 35 HST, P4 : Penyiangan 28 HST dan 42 HST. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan komposisi gulma. Sebelum perlakuan terdapat 6 spesies gulma yaitu Portulaca oleracea, Amaranthus spinosus, Ageratum conyzoides, Euphorbia hirta, Limnocharis flava, dan Eleusina indica. Setelah perlakuan tumbuh gulma baru yaitu Cyperus rotundus, Physalis angulata, Galinsoga parviflora,dan Paspalum srobiculatum. Sedangkan gulma yang tidak tumbuh lagi yaitu Euphorbia hirta dan Limnocharis flava.
Pengaruh Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Antosianin pada Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Damanik, Rofida Nurliawati; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merahpotensial bila dikembangkan di daerah sempit atau pekarangan rumah namun hal ini dapat berdampak pada minimnya intensitas cahaya yang diterima tanaman akibat ternaungi bangunan atau tanaman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh intensitas cahaya yang berbeda melalui kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen pada pertumbuhan, hasil dan kadar antosianin bayam merah. Penelitian dilaksa-nakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan kerapatan naungan dengan paranet (N) sebagai petak utama terdiri atas : N0= tanpa naungan, N1= kerapatan naungan 25%, N2= kerapatan naungan 50%. Dosis pupuk nitrogen (P) sebagai anak petak terdiri atas P0=tanpa pupuk (0 kg N ha-1), P1= 55 kg N ha-1, P2 = 110 kg N ha-1, P3 = 165 kg N ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi pada perlakuan kerapatan naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil. Pertumbuhan dan hasil bahwa bayam merah lebih optimal pada kondisi tanpa naungan dengan dosis pupuk nitrogen 165 kg ha-1 . Dosis nitrogen yang optimum pada tanaman bayam merah adalah 110 kg ha-1karena menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan kandungan klorofil yang tidak berbeda nyata dengan dosis 165 kg ha-1. Kadar antosianin menunjukkan lebih dipengaruhi oleh dosis nitrogen 165 kg ha-1 yang tidak berbeda nyata dengan dosis nitrogen 110 kg ha-1.
Pengendalian Gulma pada Tanaman Teh (Camellia sinensis) dengan Herbisida Tunggal dan Campuran Abdillah, Alif Galih Syahrul; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O Kuntze) berasal dari Asia Tenggara. Teh ialah tanaman perkebunan yang dimanfaat-kan daunnya. Pengendalian gulma dapat didefenisikan sebagai proses mem-batasi investasi gulma sedemikian rupa sehingga tanaman dapat dibudidayakan secara pro-duktif dan efisien. Herbisida mempunyai ke-mampuan untuk dapat membunuh meski-pun dalam konsentrasi rendah. Jumlah kon-sentrasi herbisida dapat menentukan ter-jadinya hambatan pertumbuhan dengan se-makin meningkatnya konsentrasi makin meningkat pula penekanannya. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Teh Bantaran PT Perkebunan Nusantara XII Bantaran, Blitar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2018. Alat yang di-gunakan adalah alat semprot punggung, tali plastik, gelas ukur, pasak, cangkul dan timbangan elektrik. Bahan yang digunakan herbisida Amonium Glufosinat (BASTA 150 SL), Metil Met-sulfuron 20% (ALLY 20 WG), air dan gulma tanaman teh. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan setiap dosis herbisida terdiri dari Tanpa Pengendalian, Amonium Glufosinat 225 g.ha-1, Metil Metsulfuron 20 g.ha-1, Amonium Glufosinat 300 g.ha-1, Metil Metsulfuron 40 g.ha-1, Amonium Glufosinat 175 g.ha-1+ Metil Metsulfuron 20 g.ha-1, Amonium Glufosinat 200 g.ha-1 + Metil Metsulfuron 30 g.ha-1. Perlakuan herbisida campuran Amonium Glufosinat + Metil Metsulfuron dapat menekan pertum-buhan Setaria barbata, Digitaria ciliaris, Commelina difussa dan Ageratum conyzoides serta memberikan hasil bobot kering gulma dan penekann yang ber-beda. Hasil pengamatan fitotoksisitas tanaman teh yang dilakukan secara visual tidak me-nunjukkan gejala keracunan. Pengenda-lian gulma dengan pengaplikasian herbisi-da Amonium Glufosinat dan Metil Metsul-furon secara campuran mampu mengen-dalikan gulma pada kebun teh dibandingkan her-bisida tunggal untuk beberapa jenis gulma berdaun lebar.
Pengaruh Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan Gulma pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Wibowo, Dimas Satriyo; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang kehadirannya tidak dikehendaki oleh manusia. Kehadiran gulma menurunkan hasil pada tanaman budidaya tanaman kedelai karena adanya persaingan dengan tanaman utama untuk mendapatkan unsur hara, cahaya ataupun ruang tumbuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan jarak tanam dan waktu penyiangan gulma yang sesuaiuntuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2018 – Juli 2018 yang bertempat UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jl. Raya Randuagung, Kec. Singosari, Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan petakutama adalah perlakuan jarak tanamyang terdiri dari 3 taraf yaitu T0; 40 cm x 10 cm, T1; 40 cm x 15 cm, T2; 40 cm x 15 cm. anak petak adalah waktu penyia-ngan gulma yang terdiri dari 4 taraf yaitu; P0: Tanpa penyiangan, P1: Penyiangan 15 HST, P2: Penyiangan 15 dan 25 HST, dan P3: Penyiangan 15, 25, dan 35 HST yang kemudian diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma teki (Cyperus rotundusserta gulma berdaun lebar (Amaranthus spinosus dan Portulaca oleracea). Perlakuan jarak tanam dan waktu penyiangan pada tanaman kedelai memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering total gulma, diketahui bobot kering total gulmapaling rendah diperoleh pada perlakuan jarak tanam yang lebih sempit yaitu 40 cm x 10 cm dengan dengan kombinasi penyiangan 15, 25 dan 35 HST.
Respon Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Cekece dan IR64 terhadap Aplikasi Azolla dan Pupuk N Sinaga, Adi Putri; Azizah, Nur; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani padi di Indonesia melakukan budidaya tanaman padi secara intensif, namun belum diikuti oleh penerapan kaedah pelestarian kesuburan tanah (Putri, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan aplikasi Azolla dan untuk memperoleh dosis pupuk anorganik dan Azolla segar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Cekece dan IR64. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi ( RPT), dimana petak utama adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 level yaitu: V1: Varietas Cekece, V2: Varietas IR64. Sedangkan yang menjadi anak petak adalah kombinasi pupuk Anorganik dan Azolla (P), perlakuan ini diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh sebanyak 30 unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan, kombinasi pupuk Azolla dan pupuk N terhadap varietas padi IR64 dan Cekece menunjukkan interaksi pada pertumbuhan. Kombinasi Azolla 50% + Anorganik 50% memberikan respon yang paling tinggi terhadap parameter pertumbuhan. Interaksi juga terjadi pada pengamatan panen. Pada pengamatan panen varietas IR64 menunjukkan hasil yang paling tinggi dibandingkan varietas Cekece, dan kombinasi pupuk yang paling efektif secara agronomis untuk meningkatkan hasil padi yaitu Azolla 50% + Anorganik 50% dengan produksi gabah 7.9 ton ha-1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian Azolla 50% + Anorganik 50% merupakan dosis yang paling efektif dan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi serta dapat direkomendasikan untuk petani.
Respon 2 Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Aplikasi Pupuk Azolla dan Pupuk Anorganik Nainggolan, Felix Andreas; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas pangan yang menghasilkan beras dan dibutuhkan di Indonesia sebagai bahan pangan utama. Permintaan beras selalu meningkat dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk. Pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan dapat menye-babkan rendahnya produktivitas padi serta kerusakan lahan. Pemberian pupuk hijau Azolla dari bagian tanaman yang masih segar yang kemudian dibenamkan ke dalam tanah untuk dapat menambahkan bahan organik dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan dengan aplikasi pupuk azolla segar dan memperoleh dosis yang tepat dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Agustus 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interkasi penggunaan pupuk Azolla dengan pupuk anorganik pada komponen pertumbuhan tetapi tidak terjadi pada komponen hasil tanaman padi Ciherang dan Cekece. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian pupuk organik Azolla dosis 50% dan dosis NPK 50% dari dosis rekomendasi ialah dosis paling optimal dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Pertumbuhan vegetatif pada tanaman padi lebih tinggi diperoleh pada varietas Ciherang dan berbeda tidak nyata pada seluruh komponen hasil dengan varietas Cekece.
Pengaruh Interval Waktu dan Tingkat Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai besar (Capsicum annuum L.) Var. Gada MK Dwijanarko, Fajar; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang digemari dan memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia.Permasalahan penting dalam budidaya Cabai adalah faktor genetik dan faktor lingkungan yang dapat mempe-ngaruhi produksi tanaman tersebut. Salah satu cara dalam memaksimalkan produksi tanaman cabai adalah dengan pengelolaan lingkungan melalui waktu dan pemberian air yang tepat. Pemberian air dengan waktu dan jumlah yang tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan waktu dan tingkat pemberian air yang tepat pada budidaya tanaman cabai varietas Gada MK. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai dengan September 2018 diGreen House Batu Sidomulyo, Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan dengan pemberian air yang berbeda yaitu: A0: 100% Kapasitas Lapang Pada masa vegetatif dan 100% Kapasitas Lapangpada masa generatif atau sampai panen,  A1: 100% KL Pada masa vegetatif dan 75% KL sampai panen, A2 : 100% KL Pada masa vegetatif dan 50% sampai panen, A3 : 75% KL Pada masa vegetatif dan 75% KL sampai panen A4 : 75% KL Pada masa vegetatif dan 50% KL sampai panen, A5 : 50% Pada masa vegetatif dan 100% KL sampai panen.Hasil penelitian me-nunjukkanHasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara waktu dan tingkat pemberian air dan tingkat pemberian air. Perlakuan tersebut memberikan pengaruh nyata pada berbagai variable pengamatan.
Interaksi Genotip x Lingkungan Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Dua Lokasi Anggraini, Yulinar Diah; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) ialah tanaman dengan adaptabilitas dan nilai ekonomi tinggi. Rata–rata produktivitas padatahun 2011 hingga 2015 sebesar 5,01 ton ha-1 menjadi 6,45 ton ha-1, dan masih rendah dibandingkan potensi hasil 12–20 ton ha-1. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genotip dan lingkungan. Tanaman menunjukkan respon berbeda pada kondisi lingkungan berbeda karena interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan beberapa genotip cabai rawit yang diuji di dua lokasi. Sebanyak enam genotip cabai rawitdiuji di dua lokasi di Kabupaten Blitar, yaitu di Karangrejo dengan ketinggian tempat 408 m dpldan di Kademangan dengan ketinggian tempat 142 m dpl pada bulan Februari hingga November 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dimasing-masing lokasi, dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi genotip x lokasi yang nyata pada karakter panjang ruas batang, tebal daging buah, dan bobot 100 biji. Keenam genotip uji menunjukkan potensi hasil yang sama baik di lokasi Karangrejo dan Kademangan. Genotip V1 memliki karakter pertumbuhan yang paling baik di kedua lokasi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr) pada Naungan dan Waktu Pemangkasan Ubaidillah, Adib; Murdiono, Wisnu Eko; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman penting yang merupakan sumber pangan di Indonesia dan komoditas yang diprio-ritaskan dalam program pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah. Berdasarkan pada rendahnya produksi kedelai maka perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan teknik budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menekan pertumbuhan vegetatif dan memaksimalkan pertumbuhan generatif. Pemangkasan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain meningkatkan penetrasi cahaya matahari ke dalam sistem tajuk tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian yang disusun dengan rancangan acak kelompok (splitplot) yang terdiri dari petak utama naungan (N) dan anak petak waktu pemangkasan (W). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara penggunaan naungan dan waktu pemangkasan pada parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan jumlah bunga sedangkan pada hasil tidak tejadi interaksi. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan naungan 25% dengan waktu pemangkasan V2.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue