cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pertumbuhan Planlet Tebu Akibat Perlakuan Pupuk Cair dan Dosis Controlled Release Fertilizer (CRF) pada Tahap Aklimatisasi Pratama, Dedi; Karyawati, Anna Satyana
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tebu (Saccaharum officinarum L.) adalah tanaman yang berekonomis cukup tinggi sebagai salah satu sumber karbohidrat. Penyebab rendahnya produksi gula dapat dilihat dari sisi  on farm, diantaranya penyediaan bibit dan kualitas bibit tebu. Teknik perbanyakan tebu melalui kultur invitro merupakan alternatif untuk menghasilkan bibit unggul dalam waktu yang singkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bibit tebu yaitu dengan pemberian pupuk cair dan pupuk CRF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan planlet tebu akibat pemberian frekuensi penyemprotan pupuk cair dan dosis pupuk CRF. Untuk mendapatkan frekuensi penyemprotan pupuk cair dan dosis pupuk CRF yang efektif untuk pertumbuhan planlet tebu pada tahap aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Jatimulyo, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) terdiri dari 15 kombinasi perlakuan dilakukan tiga kali ulangan diperoleh 45 petak percobaan. Faktor pertama yaitu frekuensi penyemprotan pupuk cair dan faktor kedua yaitu dosis pupuk CRF. Faktor pertama frekuensi penyemprotan pupuk cair dengan 3 taraf yaitu B0 : Kontrol, B1 : 1 minggu sekali dan B2 : 2 minggu sekali dan faktor kedua dosis pupuk CRF dengan 5 taraf yaitu C0 : kontrol, C1 : 0.08 g.tan -1, C2 : 0.16 g.tan-1, C3 : 0.24 g.tan-1 dan C4 : 0.32 g.tan-1. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk cair 1 minggu sekali dengan pupuk CRF 0.24 g.tan-1 mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tebu. Pemberian pupuk cair 1 minggu sekali dapat meningkatkan pertumbuhan bibit tebu. Dosis pupuk CRF 0.24 g.tan-1 mampu meningkatkan pertumbuhan bibit tebu.
Uji Efikasi Berbagai Jenis Herbisida terhadap Gulma pada Budidaya Kakao (Theobroma cacao L.) Tanaman Belum Menghasilkan Sitohang, Denny; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Hasil biji kakao sudah banyak dimanfaatkan sebagai oalahan makanan, pasta, bubuk kakao, dan lemak coklat. Pada biji kakao terdapat senyawa polifenol yang memiliki kandungan antioksidan yang penting untuk kesehatan tubuh manusia. Namun, produksi kakao masih belum optimal. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kako telah banyak dilakukan salah satunya kegiatan pemeliharaan kakao dengan pengendalian gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki dan dapat merugikan baik secara kualitas dan kuantitas. Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan percobaan tentang uji efikasi herbisida untuk mengendalikan gulma pada tanaman kakao belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemloko, Kecamatan Ngelegok, Blitar pada April – Juli 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan herbisida 2,4 D dimetil amina dengan dosis 3,5 l ha-1 (P6) adalah dosis yang efektif untuk mengendalikan gulma berdaun lebar Synedrella nodiflora, Ageratum conyzoides, Mikania micrantha, Alternanthera brasiliana, Dendrocnide moroides, dan Peperomia pellucida pada tanaman kakao belum menghasilkan. Perlakuan berbagai jenis herbisida tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman kakao belum menghasilkan.
Eksplorasi Tanaman Pisang (Musa spp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Dewi, Destiana; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa spp.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari masyarakat di seluruh dunia sehingga menarik untuk ditingkatkan lagi produksinya. Meningkatkan kualitas dan daya hasil tanaman diperlukan upaya penyaringan plasma nutfah melalui kegiatan karakterisasi. Kegiatan ini menghasilkan deskripsi tanaman yang dapat digunakan sebagai pedoman pemberdayaan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari persebaran pisang, keragaman pisang berdasarkan karakter morfologi dan jarak genetik antar aksesi pisang di kabupaten Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai bulan Februari 2019 di 5 kecamatan kabupaten Lombok Tengah yaitu kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Praya, Kopang dan Pringgarata. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani. Berdasarkan hasil eksplorasi didapatkan 65 sampel dengan 15 genotipe pisang yaitu Tembaga, Kayu, Mas bali, Kepok, Kombol, Raja, Lumut, Ketib, Susu, Mas Ir, Kapal, Lilin, Blendang, Seri dan jepun. Tanaman pisang hasil eksplorasi tersebar secara tidak merata disetiap kecamatan kecuali pisang Kepok. Berdasarkan analisis keragaman karakter morfologi menggunakan PCA diketahui karakter yang paling berpengaruh terhadap suatu keragaman yaitu posisi rakhis, bentuk jantung, bentuk dasar braktea, bentuk ujung braktea, warna dalam braktea, keadaan braktea sebelum jatuh, warna tepal majemuk, warna stigma, bentuk ovary, warna dasar ovary, bentuk buah, bentuk ujung buah, potongan melintang buah, warna kulit buah masak, warna daging buah, panjang buah, jumlah buah persisir, diameter buah, dan bobot buah. Berdasarkan dendogram diketahui tanaman pisang terbagi menjadi dua kelompok besar, kelompok I terdiri dari 61 aksesi dan kelompok II terdiri dari 4 aksesi terpisah pada tingkat kemiripan 83-99% berarti antar aksesi memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Pengaruh Pupuk Kalsium dan Giberelin pada Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Cabai Besar (Capsicum annuum) Rachma, Ariyadni Devi; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) adalah salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena memiliki peran yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di industri pangan cabai dimanfaatkan untuk campuran beraneka bumbu masakan seperti bahan sambal dan yang lainnya, sehubungan dengan hal tersebut kebutuhan cabai yang tinggi belum dapat terpenuhi karena masih kurangnya persediaan cabai di dalam negeri. Beberapa upaya perlu dilakukan tidak hanya mengutamakan dalam segi kuantitas namun juga secara kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kalsium dan giberelin pada pertumbuhan, hasil dan kualitas buah cabai besar serta untuk mendapatkan dosis pupuk kalsium dan konsentrsi GA3 yang tepat pada pertumbuhan, hasil dan kualitas buah cabai besar. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga November 2018 di Green House Kebun Percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengamatan dilakukan secara non destruktif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga dan umur berbuah, jumlah bunga, jumlah buah, persentase fruitset serta parameter pengamatan panen yang meliputi bobot buah per tanaman dan kualitas buah. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari kombinasi GA3 dan Ca pada komponen pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah, persentase fruitset serta parameter pengamatan panen yang meliputi bobot buah per tanaman dan kualitas buah.
Pengaruh Pemangkasan Cabang Lateral dan Dosis Pupuk NPK pada Hasil Buah Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Noviana, Dini Atika; Koesriharti, Koesriharti; Murdiono, Wisnu Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) ialah tanaman yang biasa dikonsumsi dalam bentuk segar dan juga bisa digunakan dalam bidang kosmetik. Produksi mentimun selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan produksi mentimun dengan cara perbaikan teknik budidaya  seperti pemangkasan dan  pemupukan. Pemangkasan pada cabang lateral yang terletak pada ruas ke-1 sampai ke-3 bertujuan untuk menghilangkan daun-daun tua karena asimilat yang dihasilkan oleh daun yang tua tidak sebanding dengan asimilat yang digunakan untuk keberlangsungan hidup daun yang tua,  sedangkan pemberian pupuk NPK berkaitan dengan ketersediaan unsur hara yang digunakan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perlakuan pemangkasan cabang lateral dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil buah tanaman mentimun (Cucucmis sativus L.). Penelitian ini dilaksanakan di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan April hingga Juni 2018 dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 yaitu pemangkasan (P) dan faktor 2 yaitu dosis pupuk NPK (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan pemangkasan cabang lateral dan dosis pupuk NPK terhadap hasil buah tanaman mentimun (Cucumis sativus L.), pemangkasan cabang lateral menurunkan jumlah daun tanaman mentimun, dosis pupuk NPK meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah bunga betina, jumlah buah panen per tanaman, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan hasil panen serta mempercepat umur mulai berbunga, berbuah, dan panen pertama. Dosis pupuk NPK 400, 600, dan 800 kg ha-1 memberikan hasil panen yang sama.
Jenis Gulma pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma Ginting, Egia Pranata; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma sering disebut sebagai tumbuhan pengganggu yang pada umumnya tumbuh di waktu dan tempat yang tidak tepat. Kemampuan beradaptasi yang tinggi di segala kondisi lingkungan akan menjadikan ancaman serius bagi tanaman budidaya. Gulma dapat berasosiasi dengan gulma lainnya dan menurunkan hasil panen jika tidak ada pengendalian. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pengendalian dengan cara manual, mekanis, kultur teknis, hingga kimia. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2019 di Desa Kasin, Kecamatan Karangploso, Provinsi Jawa Timur, terletak di ketinggian 675 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan pengendalian gulma dengan masing-masing 4 ulangan. Bahan yang digunakan ialah herbisida oksifluorfen 240 g l-1, herbisida Pendimethalin 330 g l-1, mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami padi. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan pada umur tanaman 15, 30, 45 dan 56 hst, dengan metode kuadran menggunakan frame berukuran 40 cm x 40 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Amaranthus spinosus, Cyperus rotundus, Cyperus iria, Eleusine indica, Bidens pilosa, Sonchus arvensis, Taraxacum officinale. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma terdapat 3 spesies gulma baru yaitu Echinochloa cruss-galli, Portulaca oleracea dan Ludwigia octovalvis.
Respon Pertumbuhan Tiga Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap Beberapa Perlakuan Pematahan Dormansi Hidayat, Elisa Andri; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dormansi pada benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dapat mengakibatkan pertumbuhan benih yang tidak seragam di lapangan. Metode perlakuan pematahan dormansi selama tujuh hari terlalu lama dilakukan untuk pengujian sertifikasi benih di laboratorium. Metode kimia dapat dikatakan sebagai metode paling praktis karena hanya mencampurkan cairan kimia dengan benih. Metode kimia dengan Kalium Nitrat (KNO3) teruji efektif mematahkan  dormansi beberapa benih tanaman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Balitkabi pada bulan Agustus hingga November 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama 3 varietas kacang tanah: V1 (Hypoma 1), V2 (Hypoma 2), dan V3 (Kelinci), dan faktor kedua perlakuan pematahan dormansi: P0 (tanpa perlakuan), P1 (benih direndam air selama 1x24jam dengan suhu 37o C), P2 (benih direndam  Ethephon 3,5ppm selama 1x24jam), P3 (benih direndam  KNO3 0,2%  selama 1x24jam), P4 (benih dioven dengan suhu 40o C selama 7x24jam). Terdapat interaksi antara 3 varietas yang digunakan dengan perlakuan pematahan dormansi pada variabel panjang akar. Penggunaan perlakuan benih direndam dengan KNO3 0,2% selama 1x24 jam dan varietas Hypoma 2 mampu mengatasi masalah dormansi benih pada tanaman kacang tanah dengan meningkatnya hasil daya berkecambah.
Uji Daya Hasil Beberapa Varietas dan Aksesi Bawang Putih (Allium sativum L.) di Ngantang Kabupaten Malang Anjani, Elly Duwi; Baswarsiati, Baswarsiati; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi bawang putih di Indonesia dapat dilakukan dengan memperluas area pertanaman lahan bawang putih. Perkembangan budidaya bawang putih di Indonesia termasuk rendah dan produksi bawang putih nasional belum memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, sehingga Indonesia masih mengandalkan impor dari negara lain seperti Cina dan India. Upaya peningkatan daya hasil bawang putih perlu pengembangan varietas unggul nasional dan aksesi hasil eksplorasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 – Maret 2019 berlokasi di desa Mulyorejo, kecamatan Ngantang, kabupaten Malang lahan milik petani yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 700 mdpl, suhu minimum 20 °C dan suhu maksimum 22 °C, curah hujan rata-rata 518 mm/bulan. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali total 20 petak percobaan dan dilanjutkan dengan uji Ortogonal Kontras. Pengamatan dilakukan pada tanaman sampel di setiap petak percobaan. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan hasil yang berbeda terhadap fase vegetatif dan generatif tanaman. Pada  uji ortogonal kontras perbandingan antara aksesi bawang Kayu, bawang Geol dan varietas Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, Lumbu Putih memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vegetatif dan generatif tanaman yaitu jumlah daun, diameter batang, umur panen, bobot basah, bobot kering, diameter umbi, jumlah siung dan potensi hasil.
Toleransi Enam Varietas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Cekaman Salinitas Hadianti, Fitri Nanda; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman penting yang saat ini dibudidayakan secara luas. Upaya peningkatan produksi bawang merah terus dilakukan, namun dalam proses peningkatan produksi bawang merah masih mengalami masalah diantaranya adalah kondisi lahan yang semakin sempit. Perluasan wilayah budidaya bawang merah seringkali merambah area-area dekat pantai. Beberapa masalah yang dihadapi oleh petani dalam membudidayakan bawang merah adalah masuknya air laut ke saluran irigasi yang menyebabkan tingkat salinitas air irigasi menjadi tinggi. Penelitian cekaman salinitas ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji toleransi enam varietas tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada konsentrasi cekaman dalam bentuk kadar garam (NaCl). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2019 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Desa Donowarih, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang, provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) terdiri atas 2 faktor deengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi larutan NaCl (S) terdiri dari: S0: Tanpa perlakuan NaCl (kontrol) dan S1: 8.000 ppm dan S2: 12.000 ppm. Faktor kedua varietas bawang merah (V) terdiri dari V1: Bauji, V2: Bima Brebes, V3: Super Philip V4: Tajuk V5: Katumi dan V6: Trisula. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Enam varietas bawang merah yang di uji pada taraf perlakuan 8.000 ppm menunjukan bahwa varietas trisula menghasilkan bobot segar tanaman tertinggi dan masih mampu tumbuh dibandingkan dengan varietas lainnya.
Pengaruh Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kol Bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) Oktavianti, Lala Dwi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kol bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) ialah tanaman hortikultura yang dikonsumsi sebagai sayuran dan memiliki kandungan nutrisi serta vitamin, terutama vitamin C. Pertumbuhan kol bunga akan meningkat pada suhu 17-18oC. Kol bunga biasanya ditanam dan akan tumbuh optimum pada ketinggian 1500 mdpl (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Upaya yang dapat dilakukan untuk memicu kecepatan berbunga dan memperbaiki kualitas panen kol bunga di dataran menengah yaitu dengan menambahkan pupuk fosfor. Unsur hara fosfor bisa didapatkan pada pupuk tunggal maupun pupuk majemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis pupuk yang tepat pada hasil dan pertumbuhan tanaman kol bunga. Penelitian ini dilakukan dengan percobaan sederhana menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pada penelitian terdiri dari 9 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (100 kg N (Urea) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P2 (100 kg N (ZA) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P3 (100 kg N (Urea dan ZA) + 75 kg P2O5 + 120 kg K2O), P4 (100 kg N (Urea) + 90 kg P2O5 + 120 kg K2O), P5 (100 kg N (Urea dan ZA) + 90 kg P2O5 + 120 kg K2O), P6 (400 kg NPK), P7 (500 kg NPK), dan P8 (600 kg NPK). Dosis pupuk anorganik yang berbeda berpengaruh nyata. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kol bunga, yaitu bobot bunga dan diameter.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue