cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Siagian, Theresia Victoria; Hidayat, Fandy; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai dan potensi ekonomi yang tinggi di Indonesia. Produktivitas bawang merah di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan yang ada, sehingga hal ini dapat dikembangkan dan memiliki potensi untuk di budidayakan. Peningkatan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemupukan hayati dan anorganik. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan percobaan tentang pupuk hayati dan dosis pupuk NPK diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah dan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 sampai dengan Mei 2019, penelitian ini di lakukan di Rumah Plastik Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan NPK 75% sebanyak 1,37 gram/polybag + Pupuk hayati 100% (P5) merupakan kombinasi yang dapat meningkatkan berat brangkasan, diameter umbi, bobot umbi, dan serapan hara tanaman  bawang merah.  Penggunaan pupuk hayati dapat menurunkan dosis pupuk anorganik.
Keanekaragaman Gulma pada Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma pada Beberapa Taraf Pupuk Nitrogen, Phospor dan Kalium Nuraini, Wiwin; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. Gulma menyebabkan kompetisi  dalam memperebutkan unsur hara, tempat tumbuh, cahaya matahari dan CO2 sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil  tanaman. Pergeseran gulma terjadi secara alami atau perubahan lingkungan akibat praktik budidaya pertanian di areal tertentu. Perubahan populasi gulma tergantung pada lingkungan, kemampuan bertahan hidup dan cara untuk berkembang biak. Pergeseran gulma terjadi ketika kegiatan pengendalian gulma tidak dapat mengendalikan seluruh populasi gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada kacang tanah akibat pengaruh pengendalian gulma pada beberapa taraf pupuk nitrogen, phospor dan kalium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2019 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Benih Palawija Kecamatan Singosari, Kab. Malang, terletak pada ketinggian ±491 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan mengkombinasikan pengendalian gulma (G1, G2, G3, G4 dan G5) dan taraf pupuk N, P dan K (P1 dan P2) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan pada umur tanaman 52, 59, 66 dan 73 Hst, dengan metode kuadran menggunakan frame berukuran 0,5 cm x 0,5 m. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 spesies gulma pada saat sebelum olah tanah yaitu Cyperus rotundus, Eleusine indica, Echinochloa colona, Cynodon dactylon, Digitaria ciliaris, Alternanthera philoxeroides, Physalis angulata, Ageratum conyzoides dan Phyllanthus niruri. Setelah dilakukan perlakuan pengendalian gulma pada taraf pupuk N, P dan K terdapat 2 spesies gulma baru yaitu Bidens pilosa dan Acmela paniculata.
Pengaruh Limbah Kulit Kakao sebagai Subtitusi Media Tumbuh pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Larasati, Yuni; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuat makanan dan bahan pembuat obat-obatan. Substrat utama yang biasa digunakan dalam proses budidaya jamur tiram putih adalah serbuk gergaji kayu yang memiliki tekstur lunak, seperti substrat yang digunakan pada umumnya adalah serbuk gergaji kayu sengon. Usaha untuk menggunakan media alternatif perlu dilakukan mengingat semakin ketatnya persaingan dalam mendapatkan substrat dari serbuk gergaji kayu. Penggunaan substrat alternatif harus memiliki unsur esensial yang dibutuhkan dalam perkembangan dan pertumbuhan jamur tiram putih yaitu lignin selulosa dan hemiselulosa. Limbah kulit kakao memiliki kandungan esensial tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat alternatif pada pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di desa Pakisaji, kab. Malang untuk proses pembuatan media sampai dengan inkubasi, dan di Griya Jamur Universitas Brawijaya desa Pucangsongo, kab. Malang untuk masa produksi, pada bulan Januari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan perlakuan kontrol dan perlakuan penggunaan limbah kulit kakao sebanyak 9 perlakuan dan melakukan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yang digunakan adalah lama miselium memenuhi baglog, muncul badan buah pertama, diameter tudung, jumlah badan buah, total berat segar badan buah per baglog, frekuensi panen, interval periode panen. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel. Semakin tinggi limbah kulit kakao yang digunakan maka hasil dari jamur tiram putih semakin tinggi. Kenaikan hasil dari penggunaan limbah kulit kakao mampu mencapai 44,76% dikarenkan kandungan lignin yang ada pada limbah kakao lebih tinggi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) di Dataran Rendah terhadap Komposisi dan Macam Media Tanam Wildasari, Agnes; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah ekspor bit merah dari Australia ke Indonesia mencapai 36.59% dari jumlah total. Jumlah ekspor yang tinggi, meningkatkan upaya budidaya bit merah guna mengurangi jumlah ekspor. Salah satu yang dapat dilakukan adalah budidaya bit merah di dataran rendah, karena terbatasnya lahan di dataran tinggi. Penggunaan media tanam dengan bahan organik dan komposisi yang tepat dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi faktor pembatas utama yaitu suhu tinggi di dataran rendah. Tujuan penelitian adalah mendapatkan komposisi dan macam media tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah di dataran rendah. Penelitian dilakukan bulan Februari hingga April 2019 di Agro Techno Park kebun Jatikerto Universitas Brawijaya Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 13 perlakuan yaitu PO: Kontrol (tanah), P1; tanah: pupuk kandang ayam 1:1, P2; tanah : pupuk kandang ayam 2:1, P3; tanah: pupuk kandang ayam 1:2, P4: pupuk kandang kambing 1:1, P5; tanah : pupuk kadang kambing 2:1, P6; tanah : pupuk kandang kambing 1:2, P7; tanah : pupuk kandang sapi 1:1, P8; tanah : pupuk kadang sapi  2:1, P9; tanah : pupuk kandang sapi 1:2, P10; tanah : pupuk kompos 1:1, P11; tanah : pupuk kompos 2:1, P12; tanah: pupuk kompos1:2 dengan 3 kali ulangan dan diuji lanjut menggunakan BNJ taraf 5%. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot umbi, diameter umbi, dan panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanah dengan pupuk kandang kambing 1:2 memberikan hasil terbaik pada parameter luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, dan bobot umbi pertanaman.
Pengaruh Pemakaian Mulsa dan Dosis Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Purnamaningrum, Aisyah; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Iler merupakan tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Tanaman ini mengandung flavonoid yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan manusia seperti obat wasir, bisul, peluruh haid, dan penambah nafsu makan, serta memiliki warna daun menarik dan memiliki kesan estetika yang tinggi akibat kandungan antosianin yang ada didalamnya. Budidaya tanaman iler membutuhkan kondisi lingkungan tertentu seperti kelembaban tanah, suhu tanah, dan unsur hara nitrogen. Kandungan nitrat dalam tanah memiliki sifat yang mudah tercuci sehingga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman. Penggunaan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dapat menjaga kandungan nitrogen tanah dengan mencegah terjadinya pencucian hara yang berlebihan serta mengurangi penguapan nitrogen dari dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dan mempelajari pengaruh pemakaian mulsa dan dosis nitrogen pada pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman iler, Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP UB pada bulan Februari – Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Faktor pertama terdiri dari tanpa mulsa (M0) dan mulsa MPHP (M1). Faktor kedua dosis pupuk nitrogen terdiri dari 0 kg/ha (N0), 20 kg/ha (N1), 40 kg/ha (N2), 60 kg/ha (N3), dan 80 kg/ha (N4).  Hasil penelitian menunjukkan interaksi pemakaian mulsa dengan dosis nitrogen. Perlakuan pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan bobot segar dan bobot kering tanaman iler, sedangkan penambahan dosis nitrogen sebanyak 0 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin dan flavonoid. Perlakuan tanpa pemakaian mulsa dengan penambahan dosis nitrogen 80 kg/ha meningkatkan kandungan antosianin, dan flavonoid, sedangkan penambahan dosis nitrogen 60 kg/ha meningkatkan hasil bobot segar dan bobot kering tanaman iler.
Analisis Biodiversitas di Bawah Tegakan Kopi Arabika (Coffea arabica) dan Pinus (Pinus densiflora) dengan Perbedaan Manajemen Agroforestri Zaahir, Al Ismuz; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat biodiversitas terbesar di dunia. Biodiversitas tersebut meliputi dari tumbuhan dan hewan yang telah tersebar di seluruh wilayah nusantara Indonesia. Adapun biodiversitas dari jenis tumbuhan dapat tergambar dari kawasan hutan-hutan yang ada di seluruh Indonesia, salah satu hutan yang memiliki keanekaragaman hayati dan belum dilakukan sebuah penelitian sebelumnya yaitu UB forest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat biodiversitas dibawah tegakan kopi dan pinus pada perbedaan manajemen agroforestri. Penelitian dilaksanakan di hutan pendidikan UB Forest pada bulan Januari-Mei 2019 selama 5 bulan. Penelitian menggunakan metode analisis vegetasi yaitu metode sampling kuadrat, metode ini ialah suatu teknik survei vegetasi yang sering digunakan dalam semua tipe komunitas tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan pada perbedaan manajemen agroforestri ditemukan keanekaragaman spesies yang berbeda. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tingkat biodiversitas spesies yang ada. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan selisih jenis spesies yang sedikit dibanding dengan plot business as usual (BAU). Keanekaragaman yang ditemukan pada plot business as usual (BAU) mendapat nilai yang lebih tinggi daripada plot yang lain. Nilai keanekaragaman BAU adalah sebesar 2,02 dan keanekaragaman masih tergolong sedang. Plot business as usual (BAU) merupakan plot yang memiliki jenis keanekaragaman spesies tinggi dibanding plot lain, akan tetapi dengan adanya keanekaragaman yang tinggi perlu adanya perhatian khusus dalam menjaga kelestarian spesies yang ada di kawasan UB Forest.
Respon Pertumbuhan dan Kandungan Flavonoid Tanaman Bangun-Bangun (Plectranthus amboinicus Lour.) pada Berbagai Kerapatan Naungan dan Dosis Pupuk Nitrogen Yuniarachma, Alifia; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangun-bangun (Plectranthus amboinicus Lour) ialah tanaman herba yang toleran terhadap naungan dan bersifat antioksidan karena memiliki kandungan flavonoid. Manfaat antioksidan dibutuhkan salah satunya untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, untuk menghasilkan kandungan antioksidan tinggi dibutuhkan suatu proses budidaya yang optimal. Salah satu faktor budidaya yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bangun-bangun ialah intensitas cahaya dan input nutrisi terutama nitrogen, sehingga dibutuhkan penelitian untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen dan tingkat kerapatan naungan yang sesuai terhadap pertumbuhan, hasil dan kandungan flavonoid tanaman bangun-bangun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo Universitas Brawijaya, Malang pada Februari – Mei 2019. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu tanpa naungan (0%), kerapatan naungan 25%, kerapatan naungan 50%, dan kerapatan naungan 75%, sedangkan faktor kedua yaitu tanpa urea (0 kg/ha), urea 100 kg/ha, dan urea 235 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha memberikan respon lebih baik pada variabel jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, tebal daun, dan kadar klorofil total. Perlakuan tanpa naungan dan urea 100 kg/ha tanpa interaksi memberikan respon lebih baik pada hasil bobot segar daun dan bobot kering daun. Kualitas flavonoid lebih tinggi ditemukan pada perlakuan urea 100 kg/ha.
Pengaruh Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var. ceratina) Ridha’i, Ardian Tri Wahyu; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung ketan (Zea mays var. ceratina) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang permintaannya terus meng-alami peningkatan. Meningkatkan produksi jagung ketan perlu dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap jagung ketan. Penelitian ini bertujuan untuk meng-etahui pengaruh pengendalian gulma   terhadap pertumbuhan dan produksi tan-aman jagung ketan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 hingga April 2019 yang bertempat di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 8 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga dalam percobaan terdapat 32 petak percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 Tanpa pengendalian gulma, P1  Penyiangan 15, 30, 45 HST, P2 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh), P3 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh), P4 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 15 HST, P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST, P6 Herbisida Atrazina 1,5 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST)), P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (30 HST)). Per-lakuan yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi adalah perlakuan penyiangan kemudian diikuti dengan perlakuan P5 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh) + penyiangan 30 HST dan P7 Herbisida Atrazina 2 l ha־¹ (pra-tumbuh+pasca-tumbuh (15 HST)).
Uji Daya Hasil dan Pendugaan Parameter Genetik Karakter Agronomi Genotipe Padi Gogo (Oryza sativa L.) Nurazizah, Arisa; Hairmansis, Aris; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah komoditas penting dan menempati urutan pertama sebagai makanan pokok di Indonesia. Budidaya padi gogo dapat menjadi salah satu alternatif budidaya padi pada lahan dengan ketersediaan air rendah, dan strategi untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil karakter agronomi galur-galur harapan tanaman padi gogo. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2018 – Maret 2019 di Bogor. Sebanyak 12 galur padi gogo hasil perakitan BBPADI dan 2 varietas pembanding Luhur 1 dan Luhur 2 diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah isi, dan komponen hasil menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang nyata antar genotip yang diuji. Semua genotip padi gogo yang diuji memiliki daya hasil setara dengan varietas Luhur 1 dan Luhur 2 kecuali galur B15514D-KR-05 memiliki hasil rendah. Galur potensial yang dapat meningkatkan daya hasil yaitu B14168E-MR-19 dan B15507D-KR-19 sedangkan galur potensial untuk dijadikan dalam persilangan untuk memperbaiki karakter agronomi yaitu galur B15391D-KR-18, B15392D-KR-12, B15401D-KR-20, dan B15401D-KR-40 memiliki kriteria berumur genjah, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan panjang malai yang lebih tinggi dan setara dengan varietas pembanding.
Pengaruh Kombinasi Aplikasi Kalium dan Beauveria bassiana pada Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Varietas Cilembu di Lahan Kering, Jatikerto Azizah, Azizah; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 12 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar cilembu adalah tanaman umbi yang saat ini mempunyai peran penting tidak hanya sebagai bahan pangan pengganti, tetapi juga sebagai sumber bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pupuk kalium dan waktu aplikasi B. bassiana yang tepat agar diperoleh pertumbuhan, hasil dan kualitas umbi ubi jalar varietas Cilembu yang terbaik di dataran rendah Jatikerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019 di Agrotechno park Jatikerto. Penelitan menggunakan Rancangan Acak kelompok yang terdiri dari 12 perlakuan yaitu (P1) 75% kalium + B. bassiana 20 hst, (P2) 75% kalium + B. bassiana 35 hst, (P3) 75% kalium + B. bassiana 50 hst, (P4) 100% kalium + B. bassiana 20 hst, (P5) 100% kalium + B. bassiana 35 hst, (P6) 100% kalium + B. bassiana 50 hst, (P7) 125% kalium + B. bassiana 20 hst, (P8) 125% kalium + B. bassiana 35 hst, (P9) 125% kalium + B. bassiana 50 hst, (P10) 75% kalium + tanpa B. bassiana, (P11) 100% kalium + tanpa B. bassiana dan (P12) 125% kalium + tanpa B. bassiana dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Analisis data yang digunakan adalah uji F taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5% jika ada pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kalium dan B. bassiana memberikan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah daun, bobot kering total tanaman, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, hasil panen per hektar, jumlah umbi mulus dan kandungan gula terlarut.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue