cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Interval Waktu Penyiraman terhadap Rasio Pembungaan dan Pembentukan Buah pada Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Desiana, Novita; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/906

Abstract

Stroberi (Fragaria sp.) komoditas buah yang tumbuh di negara yang beriklim subtropis. Produktivitas stroberi mencapai 0,45 kg /tanaman. Perkembangan ekspor buah stroberi di Indonesia dari tahun 2000-2004 mencapai rata-rata 3971,4 kg/tahun. Air salah satu komponen fisik yang sangat penting dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sekitar 85-90% dari bobot segar sel dan jaringan tanaman. Kekurangan air pada jaringan tanaman dapat menurunkan turgor sel, meningkatkan konsentrasi makro molekul serta mempengaruhi membran sel dan potensi aktivitas kimia air pada tanaman (Mubiyanto, 1997). Tanaman yang mengalami kekurangan air berakibat terganggunya proses metabolisme tanaman, yang berpengaruh pada laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan Penelitian untuk mempelajari dan menganalisis interval penyiraman pada rasio pembentukan bunga dan buah stroberi. Hipotesis dari penelitian ini yaitu diduga interval penyiraman akan mempengaruhi rasio pembentukan bunga dan buah stoberi. Hasil penelitian menunjukan Interval pemberian air tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, luas daun dan waktu muncul bunga. Interval pemberian air 2 hari sekali akan menurunkan jumlah bunga dan jumlah buah. sebaliknya semakin jarang interval pemberian air 4 hari sekali dan 4 hari dua kali justru meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah dan perlakuan 2 hari sekali meningkatkan fruitset.
Analisis Jasa Lingkungan di Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Putri, Nur Fitriana Edi; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/907

Abstract

Serangga merupakan salah satu organisme yang paling dominan di muka bumi. Keberadaan serangga pada suatu tempat dapat dijadikan sebagai indikator kesehatan ekosistem, biodiversitas serta degradasi lanscape. Serangga memiliki peran sebagai jasa lingkungan dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator dan parasitoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman biodiversitas sebagai jasa lingkungan di Ruang Terbuka Hijau dengan pengelolaan lanskap bentuk koridor dan clustered. Penelitian dilaksanakan di hutan kota Malabar dan Jalan Jakarta, Malang, pada bulan Mei 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang terdiri dari 4 kuadran. Dalam 1 kuadran terdapat 4 pitfall, 1 light trap dan 1 malaise trap. Penentuan pemasangan perangkap dilakukan dengan metode diagonal. Dari hasil pengambilan sampel dan identifikasi serangga dan vegetasi yang dilakukan pada hutan kota Malabar diperoleh 60 jenis pohon dan 294 ekor serangga. Sedangkan untuk hutan kota Jalan Jakarta diperoleh 40 jenis pohon dan 215 ekor serangga. Pada hutan kota Malabar lebih banyak ditemukan ordo Lepidoptera sedangkan pada hutan kota Jalan Jakarta banyak ditemukan ordo Diptera. Dengan suhu rata-rata yang diperoleh 24,48oC di Malabar dan 26,48oC di Jalan Jakarta. Membuat serangga merasa nyaman di dalam lingkungan hutan kota, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan indeks keanekaragaman dari masing-masing hutan kota yang mempunyai indeks keanekaragaman yang sedang/kondisi lingkungan sedang.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Biourin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Romadhon, Nur Qomariyah; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/908

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) ialah tanaman sayuran umbi yang memiliki banyak manfaat. Peningkatan hasil bawang merah di polybag dapat dilakukan dengan penggunaan komposisi media tanam dan biourin sapi.  Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi yang tepat dari komposisi media tanam dengan biourin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di shading house Kurnia Kitri Ayu Farm Sukun Kota Malang pada bulan Maret-Juni 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 ulangan, B0= Tanah + Kompos tanpa Biourin Sapi, B1= Tanah + Kompos dengan Biourin Sapi 1000 L ha-1, B2= Tanah + Kompos dengan Biourin Sapi 2000 L ha-1, B3= Tanah + Kompos dengan Biourin Sapi 3000 L ha-1, B4= Tanah + Kompos dengan Biourin Sapi 4000 L ha-1, B5= Tanah + Arang Sekam tanpa Biourin Sapi, B6= Tanah + Arang Sekam dengan Biourin Sapi 1000 L ha-1, B7= Tanah + Arang Sekam dengan Biourin Sapi 2000 L ha-1, B8= Tanah + Arang Sekam dengan Biourin Sapi 3000 L ha-1, B9= Tanah + Arang Sekam dengan Biourin Sapi 4000 L ha-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanah + arang sekam dengan biourin sapi 3000 L ha-1 (B8) memberikan hasil yang lebih tinggi pada parameter pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta meningkatkan berat segar umbi panen 70.75 g rumpun-1 atau 62.64 % dan berat kering umbi matahari panen 52.37 g rumpun-1 atau 64.32% dibandingkan perlakuan tanah+arang sekam tanpa biourin.
Kompetisi Antara Gulma Krokot (Portulaca oleracea) dengan Kembang Kol (Brassica oleracea L. var. Botrytis) pada Berbagai Tingkat Pemberian Nitrogen Marnata, Opin Adelpho; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/909

Abstract

Kembang kol (Brassica oleracea L. var. Botrytis) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Bagian yang dikonsumsi dari sayuran ini adalah massa bunganya (curd). Gulma sebagai pengganggu adalah tumbuhan yang juga memerlukan persyaratan tumbuh yang sama dengan tanaman budidaya yaitu memerlukan unsur hara, air, ruang tumbuh, cahaya.  Salah satu bentuk asosisasi gulma dengan tanaman adalah kompetisi faktor berupa unsur hara dan tingkat kepadatan gulma, serta kemampuan gulma dalam memanfaatkan faktor lingkungan.  Menurut Brown dan Brooks (2002) unsur hara N menjadi faktor pembatas bagi tanaman. Pemupukan ialah faktor utama   penunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 800 mdpl, dengan suhu 19oC-23oC.  Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama aplikasi dosis pupuk N yaitu (P80) Pupuk 80 kg N ha-1, (P100) Pupuk 100 kg N ha-1, dan (P120) Pupuk 120 kg N ha-1. Faktor kedua tingkat kepadatan gulma yaitu (G0) Tanpa gulma, (G20) Kepadatan 20 gulma m-2, (G40) Kepadatan gulma 40 gulma m-2 dan (G60) Kepadatan gulma 60 gulma m-2. Hasil penelitian menunjukan tidak ada interaksi pada setiap pemberian dosis dan tingkat kepadatan gulma. Kompetisi gulma dengan tanaman kembang kol terjadi pada 30 HST. Bobot bunga kol pada populasi 2 gulma tan-1 dan peningkatan pupuk N dari 80-100 kg N ha-1 terjadi peningkatan kemampuan bersaing tanaman kembang kol sebesar 30,34% terhadap gulma krokot.
Pola Keanekaragaman Gulma pada Ruas Jalan A. Yani Hingga Jalan J. Basuki Rahmat Median Jalan Kota Malang Febrisusanto, Permadi Addy; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/910

Abstract

Gulma ialah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di tempat yang tidak dikehendaki dan juga termasuk dalam masalah perkotaan khususnya pada median jalan, hal tersebut dikarenakan median jalan ialah frontface / wajah dari suatu kota serta tanaman hias pada median jalan termasuk dalam agroekosistem.  Tujuan penelitian ialah mengetahui keanekaragaman gulma median jalan dan interaksi khusus antara gulma median jalan dengan tanaman hias median jalan disepanjang ruas Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Jenderal Basuki Rahmat Kota Malang. Penelitian ini mengamati gulma pada 3 (tiga) spesies tanaman hias pada ruas median jalan. Metode yang digunakan ialah metode kuadrat dengan frame kuadrat 0,8x0,8m pada 15 (lima belas) titik pengamatan dengan ulangan 1(satu) kali. Analisis data meliputi Summed dominance Ratio (SDR) dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Penelitian dilaksanakan selama Juli 2017. Hasil penelitian untuk gulma yang ditemukan pada 3 (tiga) spesies tanaman hias median jalan ialah sebanyak 8 (delapan) spesies gulma dengan nilai SDR terbesar pada spesies gulma Calincing jawa (Oxalis javanica) dengan nilai masing-masing 44,762; 30,588 dan 47,214 dan rentang Nilai Indeks keanekaragaman (H’) ialah dengan 0-0,362. Kesimpulan Penelitian ialah mengacu pada nilai SDR dan Indeks keanekaragaman (H’), menemukan pola interaksi khusus tanaman hias median jalan ialah dengan gulma spesies Calincing jawa (Oxalis javanica) dan keanekaragaman spesies gulma termasuk kategori rendah (dibawah angka 1).
Pengaruh Pemberian Biourine Sapi dan Pupuk Dasar pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Grobogan Putri, Ponco Nurmi; Roviq, Mochammad; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/911

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Grobogan perlu dilakukan dengan aplikasi pupuk biourine sapi dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk organik biourine sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.Merril) varietas grobogan. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih kedelai varietas Grobogan, Urine Sapi, pupuk Urea, SP36, KCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan  Maret – Mei 2017 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biourine sapi dengan konsentrasi 600 ml/l + 100% dosis anjuran pupuk dasar mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, jumlah buku subur, jumlah polong total, jumlah polong isi, berat biji per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil panen per hektar dibandingkan perlakuan kontrol,  pemberian biourine sapi dengan  konsentrasi 200 ml/l + 100% dosis anjuran pupuk dasar, konsentrasi 200 ml/l +50% dosis anjuran pupuk dasar, konsentrasi 400 ml/l + 50% dosis anjuran pupuk dasar, dan konsentrasi 600 ml/l + 50% dosis anjuran pupuk dasar. Hasil panen mencapai 2,46 ton/ha pada pemberian biourine 600 ml/l + 100% dosis anjuran pupuk dasar kurang dari hasil rata-rata deskripsi varietas Grobogan sebesar 2,77 ton/ha hal ini karena penggunaan jarak tanam yang sempit menyebabkan tanaman saling berkompetisi dalam mendapatkan cahaya matahari, unsur hara dan air.
Penilaian Estetika dan Fungsional Pohon Tepi Jalan Berdasarkan Persepsi Pengguna Jalan (Studi Kasus : Jl Ijen dan Jl Veteran Kota Malang) Widyarini, Priandari Ayu; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/912

Abstract

Nilai estetika diperoleh dari perpaduan antara warna (daun, batang, dan bunga) bentuk fisik tanaman (batang, percabangan, dan tajuk) tekstur tanaman dan komposisi tanaman. Pohon merupakan tanaman yang memiliki manfaat terbesar terhadap lingkungan perkotaan, pohon juga dapat memberikan nilai khas yang berupa keteduhan, sebagai penyerap polusi udara, pohon peneduh, dan efek visual lainnya yang mampu menghadirkan kenyamanan pengguna jalan yang berada pada sebuah kawasan tersebut. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan nilai estetika dan fungsional tanaman pohon tepi jalan Kota Malang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei, dengan penilaian pohon berdasarkan kriteria aspek fungsi menggunakan skoring dengan kategori sangat baik, baik, sedang dan buruk. Dalam estimasi penilaian estetika dengan menyebarkan kuesioner di jalur hijau Ijen dan Veteran. Hasil olah data didapatkan menggunakan spss 21.0 dan microsof excel 2010. Dengan begitu di samping nilai fungsional terpenuhi maka nilai estetika juga berpengaruh untuk memenuhi RTH perkotaan. Hasil fungsional di jalur hijau Ijen prosentasenya sebesar 57,48 % dan di jalur hijau Veteran 59,97 %. Sedangkan pada penilaian estetika jumlah skoring yang tertinggi di jalur hijau Veteran sebesar 229 dan hasil jumlah skoring di jalur Ijen 225. Analisis hasil data di lapangan perlu dengan adanya penambahan kriteria aspek fungsi dan estetika yang kurang, dengan bertujuan untuk memperindah atau menambah wawasan RTH yang optimal. Setiap vegetasi yang ada di jalur hijau memiliki nilai hubungan baik dari segi warna daun, warna bunga, bentuk tajuk, tekstur pohon, kesatuan tema, aksen, dominansi, dan keseimbangan.
Evaluasi Daya Hasil Pendahuluan 12 Calon Jagung Hibrida Bagaskara, Reindy Katon; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/913

Abstract

Jagung merupakan sumber karbohidrat yang sangat berperan dalam menunjang ketahanan pangan dan kecukupan pasokan pakan ternak. Posisi jagung dalam diversifikasi konsumsi pangan berfungsi dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai makanan pokok. Untuk meningkatkan hasil dibutuhkan usaha yang terus menerus. Bagaimanapun juga, memperbaiki kultivar merupakan pendekatan yang paling efektif. Tujuan  penelitian adalah untuk mengetahui informasi daya hasil calon hibrida yang di uji. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Griya Santha. Bahan yang digunakan adalah benih 12 calon jagung hibrida, UB41,UB42, UB43, UB44, UB45, UB46, UB47, UB48, UB49, UB50, UB51, UB52, kontrol jagung varietas BISI 18 dan Pertiwi 3, Pupuk majemuk NPK dan ZA, pupuk kompos, herbisida, insektisida, dan fungisida. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan beberapa variabel menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan tidak berbeda nyata. Secara umum daya hasil 12 calon hibrida yang di evaluasi cukup baik, secara statistik tidak ada perbedaan daya hasil calon hibrida dibandingkan dengan varietas pembanding BISI 18 dan Pertiwi 3. Namun terdapat perbedaan komponen hasil dari masing-masing calon hibrida yang di uji. Dari hasil skoring berdasarkan komponen hasil penentu nilai keunggulan jagung diketahui urutan dari nilai keunggulan tertinggi ke terendah yaitu: UB 48, UB 45, UB 41, UB 50, UB 42, UB 44, UB 52, UB 46, UB 49, UB 47, UB 51, UB 43.
Uji Efektivitas Pupuk Hayati pada Pertumbuhan dan Produktifitas Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Erlambang, Rere; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/914

Abstract

Tanaman terung (Solanum melongena L.) mengalami penurunan produksi karena degradasi lahan akibat penggunaan pupuk anorganik secara intensif tanpa diimbangi dengan masukan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik N, P, K terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman terung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017, di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian tempat 500 mdpl. Penelitian menggunaan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu: P0: kontrol, P1: NPK 100%, P2: pupuk hayati, P3: pupuk hayati + NPK 25%, P4: pupuk hayati + NPK 50%, P5: pupuk hayati + NPK 75%, P6: pupuk hayati + NPK 100%. Variabel yang diamati ialah pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah cabang) dan hasil panen (bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuh hayati dan NPK mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah. Pemberian pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK sebesar 25% dengan menghasilkan bobot segar buah 46,35 ton/ha dibandingkan dengan pupuk NPK 100% dengan nilai RAE> 100% dan R/C> 1.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Jarak Tanam pada Pertumbuhan Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) Maulana, Riskan Servira; Sunaryo, Sunaryo; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/915

Abstract

Kumis kucing adalah tanaman terna tahunan yang dapat dimanfaatkan daun dan batangnya sebagai obat herbal seperti mengobati infeksi kandung kemih, radang ginjal, diuretik, dan lainnya. Permintaan kumis kucing dalam negeri cukup tinggi mencapai 20 ton tahun 2005. Akar yang tumbuh dari stek batang adalah akar serabut yang membutuhkan media tanam gembur. Pupuk kandang ayam mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memiliki kandungan hara N dan P yang tinggi. Pemanenan kumis kucing secara pangkas menyebabkan percabangan, pelebaran tajuk serta shading. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kandang ayam pada pertumbuhan dan hasil kumis kucing. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2017 di Dadaprejo, Junrejo, Batu. Alat dan bahan yang digunakan meliputi alsintan, kamera, meteran, timbangan dan stek batang kumis kucing serta pupuk kandang ayam. Penelitian dirancang acak kelompok secara faktorial dengan 4 kali pengulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam terdiri 2 taraf (J1 : 30 cm x 30 cm); (J2: 40 cm x 40 cm). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri 4 taraf (D1: 5 t ha­-1); (D2: 10 t ha­-1); (D3: 15 t ha­-1); dan (D4: 20 t ha­-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kumis kucing optimal pada jarak tanam 30 cm x 30 cm dengan dosis pukan ayam 15 t ha-1 sedangkan pada jarak tanam 40 cm x 40 cm dengan dosis pukan ayam 10 t ha-1. Hal ini dikarenakan pada jarak tanam rapat memiliki populasi tinggi sehingga membutuhkan pasokan nutrisi lebih tinggi dibandingkan pada jarak tanam renggang.

Page 83 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue