cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Bahan Organik Terhadap Produksi Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Susanti, Mia Maya; Barunawati, Nunun
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/896

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.) merupakan tanaman sayuran yang mengandung gizi tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih rendah. Produksi kubis bunga yang belum optimal dikarenakan budidaya belum maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah pengaturan jarak tanam untuk menyediakan lingkungan tumbuh optimal bagi tanaman sehingga tidak terjadi kompetisi cahaya, air, dan unsur hara. Selain itu, kesuburan tanah merupakan faktor penting menunjang produksi tanaman. Usaha memperbaiki kesuburan tanah yaitu aplikasi bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan jarak tanam serta jenis bahan organik yang tepat pada pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juli 2017 di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kediri. Penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu P1: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P2: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P3: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang sapi, P4: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P5: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P6: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang kambing, P7: Jarak tanam 40 x 50 cm + pupuk kandang ayam, P8: Jarak tanam 50 x 50 cm + pupuk kandang ayam, dan P9: Jarak tanam 60 x 50 cm + pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam lebar (60 x 50 cm) kombinasi semua jenis bahan organik berbeda menghasilkan produksi per hektar kubis bunga yang tinggi.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Mutan Padi Merah (Oryza nivara L.) di Dataran Medium Putro, Moh Yusup Ridho; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/897

Abstract

Padi merah ialah jenis padi yang telah dikembangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Tetapi jenis padi ini kurang diminati oleh para petani karena umur panen tanaman yang cukup lama. Pengembangan varietas padi masih terus dilakukan untuk mendapatkan padi berumur genjah dan berdaya hasil tinggi. Uji daya hasil pendahuluan penting dilakukan karena merupakan langkah awal sebelum pelepasan varietas baru dan untuk mengetahui potensi produksi dari tanaman yang diujikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotip padi merah yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan 10 perlakuan yang terdiri dari 6 genotip mutan padi merah dan 4 varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Areng-Areng, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga November 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hasil genotip mutan padi merah MR 1512 mempunyai potensi yang sama dengan varietas pembanding di dataran medium berdasarkan karakter produksi panen.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dalam Mengurangi Penggunaan Pupuk Nitrogen Anorganik pada Selada Daun (Lactuca sativa L. var. crispa) Utomo, Moh. David Ardianto; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/898

Abstract

Tingkat konsumsi yang tinggi menuntut produktivitas tanaman selada daun juga meningkat dan peningkatan produksi dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Kesuburan tanah di dapat dari pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dalam mengurangi penggunaan pupuk nitrogen anorganik pada tanaman selada daun (Lactuca sativa L. var. crispa). Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor 1 dosis nitrogen (N), yang terdiri dari: N1 = 50 kg N ha-1, N2 = 75 kg N ha-1, N3 = 100 kg N ha-1. Faktor 2 dosis pupuk kandang ayam (K), yang terdiri dari: K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1, K3 = 30 ton ha-1. Sebagai kontrol menggunakan pupuk N 100 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tanaman dengan pemberian pupuk kandang ayam hingga 30 ton ha-1 dapat menurunkan kebutuhan pupuk nitrogen anorganik. Pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kandang ayam memberikan hasil dan pertumbuhan tanaman meningkat kecuali pada luas daun dan indeks luas daun. Aplikasi pupuk nitrogen 75 kg ha-1 tidak berbeda dengan 100 kg ha-1 pada pemberian pupuk kandang ayam 30 ton ha-1.
Penampilan 3 Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum MILL.) Hasil Penyambungan Dengan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/899

Abstract

Pomato / Tomtato adalah perpaduan antara tanaman tomat dengan tanaman kentang. Tujuan diciptakan Pomato adalah untuk mendapatkan tanaman yang produktif dan membuat 2 produk tanaman dalam satu tanaman. Tanaman tomat dan kentang dapat disambungkan karena masih dalam satu famili yaitu Solanaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penampilan 3 varietas tomat sebagai batang atas yang disambungkan dengan tanaman kentang sebagai batang bawah dengan berbagai metode penyambuangan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2016, di Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari kombinasi sambungan varietas tomat (Karina, Deva dan Artika) dengan 3 metode grafting (Side Graf, Clef Graf dan Approach Graf) diulang 3 kali. Apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Variabel pengamatan terdiri dari bentuk tanaman, warna tanaman, persentase keberhasilan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter buah, berat perbuah, tebal daging buah, berat perumbi, diameter umbi dan umur panen. Hasil dari penelitian adalah perlakuan kombinasi varietas dengan metode grafting memberikan pengaruh nyata terhadap semua karakter. Metode grafting terbaik adalah metode Clef Graf. Kombinasi terbaik adalah kombinasi varietas Deva dengan penyambungan metode Clef Graf.
Kajian Berbagai Bahan dan Tingkat Susunan Modul Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dalam Pola Vertikultur Modul Bertingkat Akbar, Mohammad Fani; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/900

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman sayuran yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015), produksi cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2015 ialah 227.49 ribu ton yang mengalami penurunan sebesar 16.55 ribu ton atau -6,78% dibandingkan produksi 2012 yang mencapai 244.04 ribu ton. Menurut Susilawati dkk. (2012) tanaman cabai dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit adalah cara budidaya yang belum benar, kesuburan lahan maupun keterbatasan lahan pertanian. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya didaerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bahan dan tingkat susunan modul vertikultur yang efisien untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang telah dilakukan pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan bobot segar memiliki pengaruh berbeda nyata. Pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering petak utama memiliki pengaruh tidak berbeda nyata.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Berbagai Konsentrasi Nutrisi dan Media Tanam Sistem Hidroponik Afthansia, Monika; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/901

Abstract

Pakcoy merupakan tanaman sayuran yang memiliki permintaan konsumsi tinggi. Hidroponik merupakan budidaya tanpa tanah yang terdiri dari hidroponik kultur air dan substrat. Penelitian bertujuan mendapatkan konsentrasi nutrisi dan media tanam yang sesuai pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy sistem hidroponik. Penelitian dilakasanakan di Balai Besar Latihan Masyarakat Sleman, D.I.Y mulai bulan Januari hingga Maret 2017. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama konsentrasi nutrisi yang terdiri 4 taraf, yaitu 2.0, 2.5, 3.0 dan 3.5 mS/cm. Faktor kedua media tanam terdiri 4 taraf, yaitu arang sekam 100%, arang sekam 75% + cocopeat 25%, arang sekam 50% + cocopeat 50% dan arang sekam 25% + cocopeat 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan media tanam dan konsentrasi nutrisi pada parameter tinggi tanaman pada umur 14 hst. Media arang sekam 50% + cocopeat 50% yang diikuti dengan peningkatan konsentrasi nutrisi 2.0 mS/cm sampai dengan 3.0 mS/cm menunjukkan peningkatan tinggi tanaman dan media arang sekam 25% + cocopeat 75% yang diikuti peningkatan konsentrasi nutrisi 2.0 mS/cm sampai dengan 3.0 mS/cm menunjukkan penurunan tinggi tanaman. Perlakuan konsentrasi nutrisi 3.0 mS/cm menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot segar total tanaman dan bobot segar yang dikonsumsi. Perlakuan media tanam arang sekam 25% + cocopeat 75% menunjukkan hasil yang terbaik pada parameter jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar yang dikonsumsi dan indeks panen.
Pengaruh Pengendalian Gulma dan Dosis Pupuk Nitrogen Pada Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L) Firdaus, Muhammad Ferry; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/902

Abstract

Peningkatan hasil jagung dalam negeri mengalami beberapa rintangan di lapangan diantaranya yaitu  tanaman penganggu atau gulma dan dosis pemupukan Nitrogen yang kurang efektif dan efisien. Pemupukan yang kurang efektif dan efisien dapat menyebabkan pengeluaran financial resources (sumber daya keuangan) semakin besar sedangkan tujuan budidaya ialah untuk mendapatkan keuntungan dari hasil produksi tanaman budidaya. Penelitian dilaksanakan di lahan kelurahanJatimulyo, kecamatan Lowokwaru, kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri 8 perlakuan pengendalian gulma dan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 24 petak percobaan. Perlakuan yang dilakukan: Bergulma + 100 kg N ha-1 (P0); Bebas gulma + 100 kg N ha-1 (P1); Bergulma + 150 kg N ha-1 (P2); Bergulma + 250 kg N ha-1(P3); Penyiangan (21+ 42 hst) + 150 kg N ha-1(P4); Penyiangan (21 + 42 hst) + 250 kg ha-1(P5); Herbisida Ametrin 1500 g ha-1 + 150 kg N ha-1 (P6); Herbisida Ametrin 1500 g ha-1+ 250 kg N ha-1 (P7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan herbisida ametrin 1500 g ha-1 sebagai herbisida pra tumbuh dengan pemupukan Nitrogen nyata meningkatkan hasil apabila dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengendalian gulma. Pengaplikasian herbisida ametrin dan pemberian pupuk Nitrogen 150 kg ha-1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung sebesar 35,79% jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa pengendalian gulma P0.
Respon Tanaman Hanjuang (Cordyline sp.) pada Berbagai Tingkat Pb di Jalur Hijau Jalan Kota Malang Putri, Ni Wayan Priskara Sucintia; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/903

Abstract

Kota Malang mengalami peningkatan volume kendaraan setiap tahunnya. Hal ini dapat menyebabkan kualitas lingkungan semakin menurun akibat polusi dari asap kendaraan yang ditimbulkan. Tanaman Hanjuang (Cordyline sp.) adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki kemampuan menyerap logam Pb dan juga merupakan salah satu ciri khas flora Kota Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2017 di Jl. Ahmad Yani Utara, Jl. Jakarta, Perumahan Araya, dan UPT Kebun Garbis milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorbtion Spectofotometer, Color Chart, timbangan analitik, meteran, map coklat, kantong plastik, label, gunting, kertas kuarto (A4), kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah Hanjuang Merah (Cordyline terminalis ‘Rededge’). Pengolahan data menggunakan uji statistik yaitu data analysis dan menggunakan skoring serta analisa regresi. Nilai kandungan Pb pada tanaman yang terendah dengan skor 1 (0,58 mg/kg) di Jl. Jakarta dan nilai kandungan Pb tertinggi dengan skor 3 (6,49 mg/kg) di Jl. Ahmad Yani Utara. Dari hasil pengamatan morfologi tanaman, terkandungnya Pb dalam hanjuang tidak menghambat proses pertumbuhan tanaman, namun warna daun pada hanjuang di Jl. Ahmad Yani Utara berwarna lebih gelap dibandingan dengan warna daun hanjuang pada umumnya akibat dari tingginya Pb yang diserap. Hanjuang memiliki respon pertumbuhan yang baik terhadap bahan pencemar Pb karena memiliki kemampuan dalam menyerap Pb tanpa mempengaruhi pertumbuhannya.
Aplikasi Paclobutrazol pada Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Kentang (Solanum tubersonum L.) di Dataran Medium Karmelina, Nita; Sunaryo, Sunaryo; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/904

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman penunjang program diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mulai mengembangkan tanaman kentang di dataran medium sejak tahun 2009 sebagai antisipasi terbatasnya lahan - lahan pengembangan kentang di dataran tinggi, namun kendala pada budidaya kentang di dataran medium ialah suhu tinggi yang meningkatkan sintesis giberelin. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman kentang ialah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh. Paclobutrazol adalah salah satu zat pengatur tumbuhan yang digunakan untuk menghambat atau menekan pertumbuhan yang bekerja dibagian meristem dengan cara menghambat sintesis giberelin, sehingga dapat menekan pemanjangan sel dan meningkatkan hasil pada tanman kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di rumah kaca yang terletak di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian ± 700 mdpl. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan petak terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama aplikasi Paclobutrazol yaitu (P1) tanpa Paclobutrazol, (P2) Paclobutrazol 75 ppm, dan (P3) Paclobutrazol 125 ppm. Faktor kedua varietas tanaman kentang yaitu (V1) Varietas Granola Kembang, (V2) Varietas granola Lembang, dan (V3) Varietas Nadia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Paclobutrazol dengan konsentrasi 75 ppm dan 125 ppm dapat menekan tinggi tanaman pada tiga varietas tanaman kentang, namun untuk menghasilkan berat umbi tanaman tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan Paclobutrazol 125 ppm dan Varietas Nadia.
Stabilitas Hasil 30 Genotip Padi (Oryza sativa L.) di Tiga Lokasi Yulianti, Novi Dwi; Waluyo, Budi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/905

Abstract

Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di  lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip  pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).

Page 82 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue