cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Uji Daya Hasil 12 Calon Varietas Jagung Hibrida Prasetyo, Riza Agus; Soetopo, Lita; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/916

Abstract

Posisi jagung dalam diversifikasi konsumsi pangan berfungsi dalam mengurangi ketergantungan terhadap makanan pokok. Jagung juga berperan dalam industri pangan yang memerlukan pasokan terbesar dibanding untuk konsumsi langsung.  Neraca impor jagung dari tahun 2011 sampai 2015 rata-rata defisit 2 juta ton lebih. Hal ini menunjukkan ketergantungan akan jagung impor semakin meningkat, sehingga perlu usaha terus menerus untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi daya hasil masing-masing calon varietas. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan beberapa variabel menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan tidak berbeda nyata.Karakter-karakter yang menunjukkan hasil berbeda nyata adalah perkecambahan 4 hst,perkecambahan 6 hst, tinggi tanaman 2 mst, tinggi tanaman 4 mst, umur tasseling, jumlah tanaman, panjang husk cover, panjang tip filling, diameter tongkol, jumlah baris per tongkol, bobot 100 biji. Sedangkan karakter yang tidak berbeda nyata adalah perkecambahan 5 hst, tinggi tanaman 6 mst, tinggi tanaman 8 mst, tinggi letak tongkol, umur silking, umur panen, jumlah tongkol, biomassa, panjang tongkol, bobot tongkol ton.ha-1, bobot pipilan per tongkol, kadar air, rendemen, dan potensi hasil.Dari 12 calon varietas yang diujikan menunjukkan hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding komersil yang diujikan yaitu varietas BISI 18 dan Pertiwi. Namun hasil biji kering yang lebih tinggi dari calon varietas yang diujikan dibanding varietas pembanding adalah UB 54, UB 60, UB 61, dan UB 63.
Observasi Tanaman Kacang Komak (Lablab purpureus L. Sweet) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Azkiyah, Rizqi; Soegianto, Andy; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/917

Abstract

Kacang komak adalah kacang lokal yang potensial sebagai sumber pangan dan beradaptasi pada iklim kering panas seperti di Probolinggo. Upaya menjaga kelestarian plasma nutfah kacang komak adalah  observasi di daerah sentra produksi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi keberadaan lokasi budidaya kacang komak sebagai salah satu bahan makanan alternatif, mengidentifikasi sifat-sifat dan jenis potensial kacang komak berdasarkan karakter morfologi dan agronomi  dan mendeskripsikan hubungan kekerabatan tanaman kacang komak berdasarkan persamaan dan perbedaan karakter morfologi di empat kecamatan pada Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di empat Kecamatan pada Kabupaten Probolinggo yaitu Tongas, Wonomerto, Bantaran dan Leces pada bulan Agustus-Oktober 2014. Penelitian menggunakan metode survei dan wawancara petani. Pelaksanaan penelitian meliputi survei pendahuluan, penentuan lokasi, pengamatan karakter morfologi dan agronomi, dan wawancara petani. Hasil observasi menunjukkan bahwa lokasi budidaya kacang komak berada di Kecamatan Tongas di desa Sumber Kramat, Tanjung Rejo, Curah Tulis, Klampok, Pamatan, Wringin Anom, Kecamatan Wonomerto di desa Sumber Kare, Patalan, Sepuh Gembol, Poh Sangit Ngisor, Poh Sangit Tengah, Tunggak Cerme, Kecamatan Bantaran di desa Karang Anyar, Legundi, Tempuran, Kedung Rejo, Kecamatan Leces di desa Malasan Kulon, Tigasan Wetan, Pondok Wuluh dan Tigasan Kulon. Selain itu, jenis tanaman kacang komak potensial adalah aksesi BTR dan LPW. Keragaman tanaman kacang komak ditunjukkan pada karakter warna batang, warna bunga, warna biji kering, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji  memiliki nilai rendah. Hasil dendogram pada 20 aksesi kacang komak menghasilkan delapan klaster dengan kemiripan genetik bekisar 92,71 - 99,62 %.
Pengaruh Interval Waktu Pemberian Nutrisi Ab-Mix dan Metode Hidroponik pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Simbolon, Santri Novalina; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/918

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo L) merupakan tanaman semusim yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan salah satu produk hortikultura yang disukai oleh masyarakat. Berbagai kendala dalam peningkatan produksi tanaman telah banyak diteliti baik yang berkaitan dengan potensi produksi tanaman, manajemen budidaya terkait dengan faktor lingkungan yang tidak mudah dikontrol, maupun masalah kebutuhan unsur hara. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatan hasil tanaman melon yaitu dengan budidaya metodehidroponik.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh interval waktu pemberian nutrisi AB-Mix, penggunaan metode hidroponik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L).Berdasarkan penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara perlakuan metode hidroponik dan interval pemberian nutrisi terhadap parameter jumlah bunga, dan luas daun pada 45 hst. Secara terpisah, penggunaan metode hidroponik substrat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul bunga, jumlah daun, luas daun, bobot buah, volume buah dan tebal daging buah, sedangkan interval pemberian nutrisi berpengaruh nyata terhadappersentase bunga menjadi buah,  bobot buah, volume buah dan tebal daging buah.Metode hidroponik substrat dapat meningkatkan bobot buah sebesar 25,83%, volume buah sebesar 23,20% dan tebal buah 11,28% dibandingkan dengan metode hidroponik dutch bucket.Interval pemberian nutrisi 2 jam dapat meningkatkan bobot buah sebesar 22,68%, volume buah sebesar 20,71% dan tebal buah 7,31% dibandingkan dengan interval pemberian nutrisi 3 jam.
Pengaruh Interval Pengairan dan Jumlah Populasi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Strawberry (Fragaria chiloensis L.) dalam Teknologi Vertikultur Sistem Modul Imansyah, Setyo Ruhafin; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/919

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sejalan dengan kegiatan pembangunan yang terus berkembang mengakibatkan keterbatasan lahan pertanian di beberapa provinsi di Indonesia. Vertikultur merupakan cara bercocok tanam menggunakan modul yang disusun secara vertikal, juga dapat ditempatkan indoor maupun outdoor untuk memanfaatkan lahan sempit dan terbatas di perkotaan. Vertikultur dipakai sebagai salah satu cara untuk intensifikasi produksi pertanian dengan meningkatkan populasi tanaman per satuan luas, diperkotaan dengan suhu yang tinggi menyebabkan evapotranspirasi meningkat sehingga dalam budidaya secara vertikultur diperlukan efisiensi penggunaan air pada populasi tanaman budidaya yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pengairan dan jumlah populasi tanaman per modul yang efektif dan efisien untuk pertumbuhan tanaman strawberry yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Tutur Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan pada bulan Februari sampai Mei 2017 dengan ketinggian tempat 1041 mdpl. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi dengan petak utama interval pengairan (2, 3, dan 4 hari sekali) dan anak petak jumlah populasi tanaman ( 4 dan 8 tanaman) per modul. Parameter yang diamati pada penelitian adalah panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman dan panjang akar. Terdapat interaksi antara interval pengairan dan jumlah populasi tanaman pada jumlah daun. Interval pengairan berpengaruh nyata pada panjang tanaman, luas daun, bobot segar total, bobot kering total dan panjang akar. Jumlah populasi juga berpengaruh pada luas daun yang berarti peningkatan populasi menururnkan luas daun pertanaman pada umur 63 dan 77 hst.
Respon Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Lollorosa) terhadap Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi pada Hidroponik Sistem Sumbu Sembodo, Sri Aryo; Nurlaelih, Euis Ellih; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/920

Abstract

Pelaku budidaya selada merah hidroponik selama ini kurang memperhatikan media tanam dan konsentrasi  nutrisi yang digunakan, sehingga terkadang selada merah yang dibudidayakan tumbuh berdaun hijau, hasilnya kurang optimal dan rasanya pahit. Sedangkan hidroponik merupakan metode budidaya yang memerlukan biaya cukup tinggi. Dengan melihat kondisi tersebut maka diperlukan teknologi yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas selada merah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari jenis media tanam dan konsentrasi nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil selada merah dengan sistem hidroponik, serta analisis usahatani hidroponik selada merah. Penelitian ini dilaksanakan di dalam screen house pada Bulan Oktober-November 2016 yang bertempat di Jl. Sebuku II, Bunul, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan, yaitu dengan mengkombinasikan jenis media tanam berupa arang sekam, cocopeat, dan pasir dengan konsentrasi nutrisi 3 ml l-, 5 ml l-, dan 7 ml l-. Seluruh kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian memberikan hasil yang signifikan hanya pada parameter jumlah daun tanaman pada umur 14 hst. Sedangkan hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa perlakuan pasir + 3 ml l- larutan A dan B (M7) merupakan perlakuan yang paling efisien dan ekonomis.
Seleksi Galur pada 3 Populasi Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Generasi F2 pada Lingkungan Rendah Input Utami, Sri Rejeki; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/921

Abstract

Varietas cabai besar hibrida umumnya tumbuh baik di lingkungan dengan input tinggi, namun menampilkan hasil yang berbeda bila ditanam pada lingkungan rendah input. Pada saat ini, para pemulia tanaman mulai mengembangkan varietas unggul baru yang adaptif terhadap lingkungan rendah input dan masih mempertahankan sifat-sifat penting seperti stabilitas hasil serta resisten terhadap penyakit. Varietas hibrida dapat menjadi salah satu sumber plasma nutfah karena akan mengalami segregasi bila ditanam kembali pada generasi F2, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pemilihan materi genetik baru melalui proses seleksi.Salah satu metode seleksi yang sering digunakan dalam tanaman cabai adalah seleksi individu atau sering disebut dengan seleksi galur murni. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakter yang dapat digunakan sebagai dasar seleksi pada individu yang adaptif terhadap lingkungan rendah input dan untuk mendapatkan individu-individu terbaik yang memiliki potensi hasil tinggi.Penelitian dilaksanakan di di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Tanjung, Malang.Hasil penelitian menunjukan bahwa keragaman genetik yang dimiliki oleh tiga populasi F2 tanaman cabai besar yang diamati sebagian besar memiliki nilai keragaman genetik yang luas, kecuali pada karakter tebal daging buah dan panjang tangkai buah. Nilai duga heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada tiga populasi F2tanaman cabai besar bervariasi dari kriteria rendah hingga tinggi. Tanaman yang memiliki daya hasil tinggi diseleksi berdasarkan bobot buah per tanaman dan jumlah buah total yang lebih besar daripada populasi F1.
Pengaruh GA3 Terhadap Pertumbuhan dan Waktu Muncul Kuncup Bunga Kaca Piring (Gardenia augusta Merr.) Uswatunnisa, Uswatunnisa; Sunaryo, Sunaryo; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/922

Abstract

Kaca piring (Gardenia augusta Merr.) merupakan salah satu tanaman dari Cina yang berfungsi sebagai tanaman hias atau penghasil bunga potong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan GA3 pada beberapa konsentrasi terhadap pertum-buhan dan waktu muncul kuncup bunga tanaman kaca piring. Penelitian dilaksana-kan pada bulan November 2016 – Februari2017 di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang terletak pada ke-tinggian ±300 mdpl. Penelitian ini menggu-nakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan penyem-protan larutan GA3 pada konsentrasi ber-beda dan setiap perlakuan diulang seba-nyak tiga kali. Parameter pengamatan berupa pengamatan pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, per-tambahan luas daun, jumlah tunas daun, waktu muncul kuncup bunga, dan jumlah kuncup bunga. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa GA3 memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan waktu muncul kuncup bunga kaca piring. GA3 dengan konsentrasi 40 – 60 ppm mampu mening-katkan pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah tunas daun) sedangkan GA3 40 ppm memper-cepat waktu muncul kuncup bunga 10 hari lebih cepat dan meningkatkan jumlah kuncup bunga per tanaman 40% lebih banyak dibandingkan tanpa perlakuan GA3.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Beberapa Tingkat Ketinggian Bedengan Souminar, Swastikaraton; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/923

Abstract

Peningkatkan produksi tanaman bawang merah pada musim hujan dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan mengurangi kelebihan air yang terjadi pada lahan pertanian dapat dilakukan pembuatan bedengan yang lebih tinggi dibandingan pada saat budidaya pada musim kemarau. Selain itu dengan menanam varietas yang tahan dengan musim hujan. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui dan mempelajari respon varietas bawang merah terhadap perbedaan ketinggian bedengan. Serta untuk melihat perbedaan potensi hasil dari tiga varietas bawang merah. Penelitian dilaksanakan bulan Maret – Mei 2017 di Kebun Percobaan BPTP Jawa Timur yang terletak di Jalan Raya Karangploso, Desa Kapuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan adalah Penggaris, LAM, Timbangan, Oven, Cangkul, Sabit. Bahan yang digunakan adalah bibit bawang merah varietas Bauji, Tajuk, dan Monjung, pupuk NPK, dan pupuk kandang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) Faktor pertama terdapat 3 taraf yaitu (B1 : Bedengan 25 cm); (B2 : Bedengan 50 cm); (B3 : Bedengan 75 cm) dan faktor kedua juga terdapat 3 taraf yaitu (V1 : varietas Bauji); (V2 : varietas Tajuk); (V3 : varietas Monjung). Hasil yang diperoleh adalah Varietas yang memberikan respon paling baik adalah varietas Tajuk pada pertumbuhan dan hasil panen dikarenakan karakteristik dari varietas tajuk paling sesuai apabila ditanam pada musim penghujan. Sedangkan varietas yang memberikan respon paling rendah pada penelitian adalah varietas Monjung, karena karakteristik dari verietas Monjung adalah lebih sesuai apabila ditanam pada musim. Varietas  Bauji, Tajuk, dan Monjung tidak  memberikan respon terhadap perbedaan tinggi bedengan.
Pengaruh Pemberian Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Trisnawati, Umi; Fajriani, Sisca; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/924

Abstract

Tanaman sawi (Brassica juncea L.) termasuk dalam famili cruciferae (brassicaceae). Produksi tanaman sawi dari tahun mengalami fluktuasi oleh karena itu perlu dikembangkan produksi tanaman sawi, salah satunya dengan cara pemupukan.  Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan yaitu bioaktivator. Bioaktivator  adalah bahan yang mengandung senyawa hidup, umumnya mikroorganisme yang menguntungkan, yang bila diaplikasikan dalam budidaya tanaman dapat berpengaruh pada perbaikan dari tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan PT. Winon International terletak di desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juni 2014. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang terdiri P0 = Tanpa aplikasi bioaktivator, P1=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 5 HST, P2=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 10 HST, P3=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L umur 15 HST, P4=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 5 HST, P5=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 10 HST, P6=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 30 ml/L umur 15 HST, P7=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi  45 ml/L umur 5 HST, P8=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 45 ml/L umur 10 HST, P9=Aplikasi bioaktivator dengan konsentrasi 45 ml/L umur 15 HST. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian bioaktivator dengan konsentrasi 15 ml/L pada umur 5 hst memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi diantara perlakuan-perlakuan lainnya.
Heritabilitas Karakter Agronomis Pada Lima Populasi Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Aritonang, Ahmad Madani; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/925

Abstract

Bayam merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi termasuk vitamin, mineral, dan fitonutrien lainnya. Produksi bayam di Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2016 mengalami penurunan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Varietas unggul tanaman didapatkan dengan cara pengembangan keragaman genetik.  Keragaman genetik yang luas dan tingkat heritabilitas akan mempengaruhi keberhasilan seleksi. Heritabilitas berguna untuk mengetahui daya waris dan menduga kemajuan genetik akibat seleksi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari 2017 sampai Mei 2017 di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang Jawa Timur dengan ketinggian tempat 460 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini menggunakan pengujian individual tanaman, terdiri atas 5 populasi dan 1 varietas  diulang sebanyak tiga kali. Sehingga diperoleh 18 petak percobaan. Hasil penelitian ini didapatkan nilai duga heritabilitas dari lima populasi bayam merah menunjukkan perbedaan setiap karakter agronomis yang diamati. Karakter agronomis dari lima populasi yang memiliki nilai heritabilitas tinggi  yaitu waktu berbunga, total panjang malai, dan bobot biji per tanaman. Populasi yang memiliki heritabilitas tinggi pada karakter bobot segar pertanaman yaitu BM UB 2, BM UB 3, dan BM UB 4.

Page 84 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue