cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2022)" : 25 Documents clear
PENGARUH JENIS CABLE TIES SEBAGAI ULIR TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Fadillah, Andika; Wijatmiko, Indradi; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambuimerupakanisalahisatu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti materialbaja sebagai tulangan pada beton. Hal ini dikarenakan ketersedian material baja di alam yangsemakin berkurang dan bambu memiliki kuat tarik bambu yang dapat mencapai 370 Mpa. Namunpada pemanfaatan bambu sebagai tulangan pada beton masih terjadi kegagalan gelincir antaratulangan bambu dan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis cableties sebagai ulir terhadap kuat lekat antara bambu dan beton. Penelitian ini menggunakan tiga jenisbenda uji berupa cable ties stainless-steel, cable ties plastik dan klem selang. Pengujian dilakukandengan alat UTM yang akan menghasilkan grafik perbandingan kuat tarik dan perpanjangan. Hasilpenelitian menunjukan bahwa pola keruntuhan semua variabel menunujukan hasil yang sama yaitukeruntuhan kerucut beton (concrete cone failure), namun tulangan dengan pemasangan cable tiesplastik terdapat 1 benda uji yang mengalami kegagalan bambu pecah (bamboo failure of node).tulangan bambu yang dipasangi cable ties stainless-steel (SS) memiliki nilai kuat lekat rata-ratapaling besar sebesar 7,204 Mpa , kemudian benda uji yang dipasangi klem selang sebesar 6,150 Mpadan benda uji cable ties plastik (PLS) memiliki nilai kuat lekat paling kecil sebesar 5,984 Mpa.Namun rentang data antar variabel menunjukan daerah yang sama. Dari hasil penilitian dapat ditarikkesimpulan berupa pemasangan variasi jenis cable ties tidak berpengaruh secara signifikan terhadapkuat lekat antara beton dan bambu.Kata kunci : tulangan bambu, kuat lekat, kegagalan gelincir, bambu.
PENGARUH DIMENSI TULANGAN BAMBU TERHADAP BOND SLIP STRENGHT ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Aulia, Yusril Fatchi; Wijatmiko, Indradi; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu adalah sumber daya alam terbarukan yang memiliki kuat tarik cukup tinggi.Oleh karena itu, bambu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan material pengganti baja. Akantetapi pada struktur beton bertulangan bambu sering kali memiliki kegagalan berupa slip antaratulangan bambu dan beton. penambahan treatment khusus pada bambu berupa penambahanlapisan kedap air berupa sikadur 31 CFN kemudian ditaburi pasir sebelum sikadur mengeringserta pemasangan cable ties pada tulangan bambu sabagai rekayasa ulir diharapkan depatmeningkatkan kuat lekat yang terjadi antara tulangan bambu dan beton sehingga dapatmengatasi permasalahan slip yang sering terjadi anatara tulangan bambu dan beton. Dimensitulangan bambu memiliki perngaruh terhdap kuat lekat yang terjadi antara tulangan bambu danbeton. Berdasarkan hasil penelitian, varisai dimensi tulangan bambu terkecil memiliki nilaikuat lekat yang terbesar dan sebaliknya bariasi dimensi tulangan bambu terbesar memiliki nilaikuat lekat yang terkecil.Kata Kunci : tulangan bambu, kuat lekat, dimensi tulangan bambu
PENGARUH SEMEN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) PADA KOMPOSISI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR NUR HAFIDHI, MUHAMMAD MUSYFIQ; Dewi, Sri Murni; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan tambahan lain. Umumnya material ini digunakan dalam campuran beton yaitu Fly Ash, slag (semen GGBFS), dan silica fume. Digunakan material-material tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas mortar, kecepatan pengerasan, kepadatan, dan lainnya. Pada penelitian ini menggunakan material menggunakan semen OPC, semen GGBFS, silica fume dan agragat halus. Masing-masing material tersebut memiliki komposisi semen GGBFS 25%, 45%, 55% dan 65%, silica fume 10%, dan 0%. Benda uji berbentuk balok berukuran (5x5x5) cm dan dilakukan pengujian menggunakan prosedur kuat tekan dengan memvariasikan umur mortar terdiri dari 7 hari, 14 hari, 28 hari, 56 hari, 90 hari dan 120 hari. Berdasarkan hasil penelitian variasi kadar semen GGBFS memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar yang dihasilkan. Untuk kadar semen GGBFS dengan kuat tekan terbesar pada kadar 45% dengan umur 28 hari tanpa silica fume sebesar 32,56 MPa. Variasi umur memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk semuar umur pengujian mengalami peningkatan dan penurunan. Peningkatan stabil dari umur 7 hari sampai dengan maksimal 28 hari setelah itu mengalami penurunan sampai dengan 120 hari. Hal ini juga dipengaruhi oleh kadar semen GGBFS dan silica fume. Variasi kada silica fume memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk kadar silica fume kekuatan terbesar didapatkan pada komposisi semen GGBFS 25% yang berumur 28 hari sebesar 25,76 MPa.   Kata Kunci : Semen OPC, Semen GGBFS, Silica Fume, Kuat Tekan  
PENGARUH TEBAL SELIMUT BETON TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Mukhsith, Gusti Dhaffa; N., Christin Remayanti; Widjatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan komponen struktur yang paling sering digunakan pada pekerjaankonstruksi. Walaupun beton bertulang merupakan material bekerja dengan baik, tetapi ketersediaan bajasebagai material tidak terbaharukan menjadi terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pada duniakonstruksi. Sehingga material bambu yang tak kalah kuat dalam menahan gaya tarik dapat menjadi inovasidalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun mayoritas penelitian terdahulu, perkuatan bambu sebagaitulangan masih kurang. Sehingga penelitian ini dibuat untuk menganalisa pemasangan cable ties stainless steelpada tulangan bambu yang patut dicoba dengan tujuan untuk meningkatkan tegangan lekat dan menambahtahanan slip antara bambu dan beton. Penelitian ini menggunakan benda uji balok berdimensi 150 × 150 × 350mm dan benda uji silinder berdiameter 150 x 300 mm. Bambu yang digunakan untuk menjadi tulangan adalahbambu petung yang telah dibentuk balok berdimensi 10 × 10 × 200 mm. Variasi yang digunakan dalampenelitian ini adalah tebal selimut beton 7,5; 5; 2,5 cm sehingga dapat dianalisa kuat tekan, kuat lekat, dan polakeruntuhannya. Dari hasil penelitian ekperimental ini didapatkan kesimpulan yakni semakin tebal selimutbeton, semakin kecil peluang terjadi kerusakan pada beton, sehingga kuat lekat beton semakin bisa bekerjaoptimal. Selain itu, tebal selimut beton yang semakin besar akan meminimalisir peluang terjadi kerusakanconcrete cone failure dan bond slip failure.Kata kunci : Tebal selimut beton, Tulangan bambu, Cabel ties stainless steel¸ Kekuatan lekat, Pola keruntuhan.
PENGARUH TEBAL SIAR TERHADAP DEFORMASI DAN DESIGN CAPACITY DARI MODEL DINDING BATU BATA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Anwari, Oryza Azizul; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu bata merah adalah material yang sangat lazim digunakan pada bangunan diIndonesia. Tetapi banyak ditemukan di lapangan bahwa praktek pada pembangunanmenggunakan batu bata tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dari tebal siar pada dinding batu bata terhadap design capacity dandeformasi yang terjadi menggunakan metode elemen hingga. Terdapat empat variasi modeldengan tebal siar 1 cm, 1.5 cm, 3 cm dan 4 cm dan model dinding dibuat berdasarkan SNI 03– 4164 – 1996 dan model untuk uji kuat tekan batu bata digunakan menggunakan SNI 15 –2094 – 2000. Beban diberikan secara merata kepada kedua model dan dianalisamenggunakan metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS. Dari penelitian inididapatkan hasil tegangan von mises terbesar pada model dinding dengan tebal siar 1.5 cmsebesar 8,629 Mpa. Regangan terbesar juga terjadi pada model dinding dengan tebal siar 1.5cm dengan regangan vertikal sebesar 0.25481 dan regangan horizontal sebesar 0.12537.Tegangan horizontal terbesar juga terjadi pada model 1.5 cm sebesar 1260189 Pa padamortar dengan nomor elemen 2 dan 692590.75 Pa pada batu bata dengan nomor elemen 2.Dari model uji kuat tekan diketahui bahwa keempat variasi model telah memenuhi kelas batubata dengan kekuatan 50 kg/cm2.Kata Kunci: design capacity, deformasi, regangan, tegangan, tebal siar
ANALISIS PERBAIKAN PONDASI BORPILE PADA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS WIDYAGAMA Solikah, Vika Badius; ., Harimurti; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan gedung bertingkat banyak faktor yang perlu diperhatikan khususnya faktorkeamanan sesuai dengan fungsi gedung yang akan digunakan. Salah satunya yang perlu diperhatikanadalah tanah yang akan dibangun struktur bangunan diatasnya dan juga pondasi apa yang akan didesain pada bangunan tersebut. Seperti pada bangunan di Universitas Widyagama terdapat gedungyang awalnya mempunyai 2 lantai dan kemudian dibangun menjadi 4 lantai, kemudian mengalamikerusakan pada kolom akibat tingginya nilai swelling pada tanah tersebut. Pada saat musim hujantergenang air pada lantai dasar sehingga mengalami kerusakan pada kolom. Oleh karena itudibutuhkan perbaikan pondasi serta desain pondasi yang bisa bisa bekerja dengan baik pada bangunantersebut agar bisa tetap kuat menahan beban diatasnya.Analisis yang digunakan dalam studi ini meliputi analisis karakteristik tanah dan parameter tanahberdasarkan data pengujian Sondir atau CPT (Cone Penetration Test). untuk menganalisis dayadukung dan juga penurunan terhadap beban pada bangunan tersebut diawali dengan menghitungpembebanan termasuk beban kombinasi, beban aksial, dan beban gempa dengan bantuan softwareSAP2000. Analisis dilanjutkan dengan menghitung potensi daya dukung tanah secara aksialmenggunakan metode Meyerhoff, metode Terzaghi dan perhitungan berdasarkan data sondir. TahapSelanjutnya dari analisis ini adalah mendesain dan menghitung beban yang bekerja pada pondasi gruptiang.Tahapan desain ini berupa merancang konfigurasi tiang yang mencakup jumlah tiang dan spasiantar tiang, dan menghitung efisiensi dari pondasi grup tiang tersebut terhadap beban yang bekerja.Selain itu, dilanjutkan dengan mendesain tulangan, menghitung penurunan, serta analisis diakhiridengan menghitung daya dukung dan penurunan melalui software PLAXIS 2D.Dari hasil analisis danperhitungan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pondasi tiang bor yang digunakan adalah tiang bordengan diameter 0,5 m dengan panjang 6 m, menggunakan tulangan longitudinal 8D19 dan tulanganspiral D13-100 mm. Beban terbesar yang dihasilkan dari perhitungan pada software SAP2000 sebesar1913,681 kN sedangkan besar penurunan pondasi tiang bor terbesar dengan perhitungan manualsebesar 9,02 cm, dan dengan menggunakan software PLAXIS 2D sebesar 9,37 cm.Kata Kunci : Tiang Bor, Pile Cap, Plaxis 2D, Daya Dukung Tanah, Penurunan, CPT/Sondir
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN TERASERING DAN TANAMAN VETIVER MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO Andrianto, Haris; Rachmansyah, Arief; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanahhlongsor adalahhsuatu gerakan tanahiatau batuan yangxmenuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Tanahhlongsor sering terjadi diidaerahipegunungandenganicurahihujan yangitinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan padalereng, salah satu contohnya dengan terasering. Metode penelitian yang dilakukan adalahdengan membagi lereng menjadi 3 lapisan dengan sudut 30o. Pada penelitian ini, digunakantanaman vetiver sebagai perkuatan tambahan pada lereng. Analisis menggunakanperhitungan manual dan program geoslope. Pada perhitungan manual didapatkan angkakeamanan lereng tanpa perkuatan dengan metode fellenius adalah 0,315 sedangkan metodebishop yang disederhakan didapatkan angka keamanannya sebesar 0,367. Untuk programGeoslope, angka keamanan dengan metode fellenius yaitu 0,325 sedangkan metode bishopsebesar 0,367. Setelah lereng diperkuat dengan terasering dan tanaman vetiver didapatkanangka keamanan sebesar 1,438. Dengan hasil ini, maka cukup untuk menstabilkan lerengtersebut.Kata Kunci: Longsor, Analisis Stabilitas Lereng, Perkuatan, Terasering, Tanaman Vetiver,fellenius, bishop yang disederhanakan
ANALISIS KINERJA PENGEMBANGAN TERMINAL MADYOPURO SEBAGAI REST AREA Yashinta Petrina Sari, Fredda Setya H. A. A. ,; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi wisata yang ada di sekitar Kota Malang menyebabkan banyaknya wisatawan yang datangbaik dengan kendaraan pribadi maupun dengan bus, terutama wisatawan yang datang melewati pintu tolMadyopuro. Sehingga Terminal Madyopuro berpotensi menjadi terminal wisata Rest Area. Tujuan daridilakukannya penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja Terminal Madyopuro untuk dijadikan RestArea di daerah tersebut dan mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan TerminalMadyopuro menjadi Rest Area.Data penelitian ini didapatkan dari wawancara untuk mengetahui kondisi dan kinerja fasilitasTerminal hingga saat ini. Jumlah responden 100 orang dengan kriteria masyarakat Kota Malang yangberumur 17 tahun ke atas dan pernah menggunakan terminal minimal satu kali. Metode IPA (Importance –Performance Analysis) digunakan untuk mengolah data untuk mengukur hubungan antara persepsipengguna Terminal dan tingkat penerapan terhadap fasilitas yang ada pada Terminal Madyopuro. Penelitianini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 40 Tahun 2015 Tentang Standar PelayananTerminal Penumpang. Penelitian ini didefinisikan 2 variabel, yaitu variabel Kepentingan dan variabelKinerja Penerapan (Aspek Keselamatan, Keamanan, Keteraturan, Kenyamanan, Kemudahan, Kesetaraan).Hasil analisis didapatkan kondisi fasilitas Terminal Madyopuro kurang memuaskan karena kurang berfungsidengan baik dan beberapa tidak tersedia seperti Lajur pejalan kaki, Pos dan petugas kesehatan, Pos danpemeriksaan kendaraan umum, Pos dan petugas perbaikan kendaraan umum, Petugas keamanan, jadwalkedatangan dan keberangkatan serta tarif kendaraan umum, Jadwal kendaraan umum dalam trayek lanjutan,Kantor penyelenggara terminal, Petugas operasional Terminal, Tempat ibadah/ Mushola, lampu peneranganruangan, petugas kebersihan, informasi layanan dan Ruang ibu menyusui. Dengan metode IPApengembangan Terminal Madyopuro pada kuadran IV, beberapa kinerja fasilitas sudah sesuai fungsi namunmasih belum sesuai harapan responden seperti Alat pemadam Kebakaran, Petugas Keamanan, JadwalKedatangan dan Keberangkatan serta tarif secara tertulis, Ruang Tunggu, Toilet, Tempat Ibadah, Ruang IbuMenyusui.Kata Kunci: Terminal, Rest Area, Metode IPA, Fasilitas, Terminal Madyopuro, Terminal Tipe C.
STUDI PENGARUH MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP KARAKTERISTIK PENGGUNA KRL COMMUTER LINE KOTA BEKAS Pratama, Rizky; Ambarwati, Lasmini; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi di tahun 2020. Untuk mengurangipenyebaran Covid-19 yang cukup luas, pemerintah Indonesia memberlakukan program pembatasansosial, dimana dilakukan pembatasan pergerakan dan kapasitas pada semua sektor salah satunya disektor transportasi umum, salah satunya KRL Commuter Line. Pembatasan ini dilakukan denganmembatasi jumlah penumpang di setiap gerbong kereta yang hanya boleh maksimal setengah darikapasitas gerbong kereta.Penelitian ini mengambil sampel dari pengguna KRL Commuter Line Kota Bekasi dengan tigarute menggunakan survey online google form, dimana setiap rute diambil sebanyak 130 responden.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan, karakteritik perjalanan, sertamodel pemilihan moda antara KRL Commuter Line dengan sepeda motor. Analisis karakteristikmenggunakan statistic deksriptif dan metode logit binomial untuk model pemilihan moda, dimanateknik stated preference digunakan dalam menentukan pemilihan moda.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa ada perubahan pada karakteristik perjalananuntuk setiap waktu perjalanan. Sedangkan untuk hasil analisis model pemilihan moda dengan logitbinomial, menunjukkan bahwa pengaruh dari masing-masing perubahan atribut, yaitu waktu perjalanandan biaya perjalanan bernilai signifikan terhadap perpindahan ke moda KRL Commuter Line.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa semakin meningkatnya waktu dan biaya perjalanan denganmoda KRL Commuter Line, maka probabilitas KRL Commuter Line menurun dan probabilitas sepedamotor meningkat.Kata Kunci : KRL Commuter Line, karakteristik, analisis, pemilihan moda.
PENGARUH PERGERAKAN KENDARAAN BERAT TERHADAP TINGKAT PELAYANAN EKSISTING JALAN DI KOTA MALANG SherIyi Septyanti, Asfiyahi Radhyai Rahimah; Djakfar, Ludfii; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya peningkatan kawasan industri di daIam Kota MaIang memberidampak dan pengaruh pada peningkatan kepadatan arus IaIu Iintas eksisting jaIanuntuk kendaraan berat di Kota MaIang.Di daIam peneIitian ini,dibutuhkanstrategi aIternatif untuk pergerakan kendaraan berat ,agar kondisi kinerja eksistingjaIan tersebut dapat ditingkatkan.Tujuan dari peneIitian ini untuk mengetahuikinerja jaIan eksisting,imengetahui strategi yang dapat digunakan untuk kendaraanberat jika kondisi jaIan eksisting tidak memenuhi standar ,serta pengaruh strategiaIternative terpiIih terhadap kinerja eksisting jaIan di Kota MaIang.PeneIitian ini imenggunakan metode AnaIyticaI Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahuistrategi aIternative yang akan digunakan kendaraan berat di Kota MaIang, danMetode SWOT untuk mengatasi ancaman maupun keIemahan dari strategiaIternative terpiIih.Dari hasiI anaIisis didapatkan kinerja eksisting jaIan di KotaMaIang rata-rata niIai IOS (IeveI of Service) adaIah C sementara min mum kerjajaIan sebaiknya B,serta keicepatan aktuaI tidak ada yang memenuhi standart minmaI keicepatan 40 km/jam.PoIa asaI tujuan pergerakan kendaraan berat di KotaMaIang dengan prosentase 29% yang berasaI dari Iuar Kota MaIang menuju KotaMaIang.Strategi aIternative terbaik dari anaIisis AHP adaIah pembangunanRingroad dengan niIai totaI sebesar 0, 242 (24%) didukung dengan peroIehan niIaitertinggi pada kriteria keseIamatan dengan niIai tertinggi 0,450 (45%). HasiI darianaIisis SWOT,didapatkan strategi untuk mengtasi keIemahan dan ancamandari aIternatif pembangunan Ringroad dengan meIakukan pengajuan anggaran padapemerintah untuk pembebasan Iahan dan pembangunan Ringroad, serta akseskeIuar dan masuk Ringroad ditempatkan di Iokasi yang strategis seperti di daerahKedungkandang, untuk mengatasi pergerakan yang bertujuan maupun berasaI daridan ke arah utara Kota MaIang.Kata Kunci: Kendaraan berat, strategi aIternative, AnaIityca Hierarchy Processi (AHP), SWOT

Page 2 of 3 | Total Record : 25