cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal" : 128 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN RCA YANG TELAH DIPERBAIKI OLEH BAKTERI MICROCOCCUS LUTEUS DENGAN PENAMBAHAN KADAR GLUKOSA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON Bimo Putra Tri Prasetyo; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan infrastruktur meningkatkan permintaan beton, namun juga limbah beton. Limbah ini dapat digunakan kembali sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA), yang kualitasnya dapat ditingkatkan melalui metode biodeposisi. Penelitian ini menggunakan RCA yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus yang menghasilkan CaCO3 dengan kadar glukosa berbeda, yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3%. Kemudian, pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan menggunakan compression testing machine (CTM) dan extensometer. Hasil menunjukkan bahwa RCA 0,1% yang merupakan campuran beton yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus dengan penambahan kadar glukosa 0,1% menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang paling tinggi dibandingkan variasi lainnya. Semakin tinggi kadar glukosa maka kuat tekan dan modulus elastisitas akan semakin menurun. Kata Kunci: recycled coarse aggregate, bakteri micrococcus luteus, glukosa, presipitasi kalsium karbonat, kuat tekan, modulus elastisitas.
ANALISIS LEBAR RETAK DAN POLA RETAK PELAT BETON BERTULANG DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN Angelita Dominique Wirambodo Putri; Agoes Soehardjono M. DJ.; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan cepat dengan kualitas yang bagus perlu dilakukan agar dapat mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia. Beton pracetak hadir menjadi solusi sebagai pelat lantai dalam kebutuhan pembangunan infrastruktur. Pelat lantai yang digunakan akan berfungsi untuk menahan beban yang melintas pada jembatan tersebut. Hal ini akan memberikan pengaruh pada struktur pelat lantai. Munculnya keretakan dan tulangan yang terkena korosi merupakan kerusakan yang mungkin terjadi pada pelat lantai tersebut. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh luas tulangan dalam menghasilkan lebar retak dan pola retak. Pada penelitian, luas tulangan yang digunakan yaitu 1406 mm2, 1205 mm2, dan 1000 mm2 dengan tebal pelat 17,5 cm. Hasil lebar retak eksperimental pada luas tulangan 1406 mm2 sebesar 0,2571 mm saat tegangan baja 249,8 MPa dengan pola retak berupa 5 buah retak, pada luas tulangan 1205 mm2 lebar retak sebesar 0,2888 mm saat tegangan baja 247,1 MPa dengan pola retak berupa 7 buah retak, pada luas tulangan 1000 mm2 lebar retak 0,3633 mm saat tegangan baja sebesar 250,4 MPa dengan pola retak berupa 10 buah reta. Sedangkan hasil lebar retak teoritis pada luas tulangan 1406 mm2 sebesar 0,16 mm, luas tulangan 1205 mm2 sebesar 0,17 mm, dan luas tulangan 1000 mm2 sebesar 0,18 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar luas tulangan, maka nilai lebar retak dan jumlah retak akan semakin kecil. Kata kunci: Lebar Retak, Luas Tulangan, Pelat Beton, Pembangunan Infrastruktur, Pola Retak.
Pengaruh Soaking Time pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Dimas Tegar Bayu Wasesa; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan konstruksi daur ulang, khususnya agregat, telah mendapat perhatian selama beberapa dekade terakhir untuk mengatasi kekurangan agregat dan mendorong beton berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun demikian, penggunaan recycled coarse aggregate (RCA) pada tingkat penggantian penuh dapat menyebabkan penurunan karakteristik segar, mekanis, dan daya tahan dibandingkan dengan beton yang diproduksi dengan bahan Natural Coarse Aggregates (NCA). Untuk dapat meminimalkan dampak negatif kelemahan RCA, penggunaan geopolimer bisa menjadi salah satu jalan keluar. Geopolimer akan digunakan sebagai bahan pelapis permukaan pada RCA, yang diharapkan mampu menekan kelemahan RCA itu sendiri. Geopolimer terbuat sintesa dari bahan organik dengan proses polimerisasi. Dalam penelitian ini dibahas pengaruh soaking time pada saat coating agregat kasar daur ulang. Lama waktu perendamaan atau soaking time yang ditentukan yaitu 5 menit dan 10 menit. Agregat kasar daur ulang untuk variasi soaking time 5 menit memiliki hasil yang paling optimal, dimana dibuktikan dengan meningkatnya berat isi dan penurunan nilai penyerapan yang dimiliki RCA sebelum dan setelah dilakukan coating, serta nilai hasil pengujian aggregate crushing value (ACV). Pada agregat kasar daur ulang untuk variasi soaking time 5 menit geopolimer menyerap secara optimal dan mengalami pengeringan yang sempurna, sedangkan untuk waktu 10 menit geopolimer mengalami penyerapan yang berlebih dan dapat pudar saat dilakukan pengujian, hal ini dapat dilihat dari hasil scanning electron microscope (SEM). Penulis menyarankan untuk menggunakan RCA dari sumber beton dengan bahan dan mutu yang sama agar dapat menghasilkan perbandingan yang lebih efektif dan akurat. Kata kunci: recycled coarse aggregate, geopolimer, soaking time, aggregate crushing value, scanning electron microscope.
Pengaruh Molaritas pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Farhan Al Farisi; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi tidak dapat lepas dari beton yang menjadi pilihan utama material infrastruktur. Faktanya, produksi beton menjadi penyumbang eksploitasi alam. Emisi CO2 dari produksi semen mencapai 7% dari total emisi CO2 dunia. Oleh karena itu, perlu penerapan sustainable construction yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Upaya dalam sustainable construction adalah mensubstitusikan material sehingga mengurangi dampak industri konstruksi. Penggunaan agregat kasar daur ulang menjadi alternatif dengan memanfaatkan limbah beton dari infrastruktur yang telah runtuh. Akan tetapi, agregat kasar daur ulang tidak dapat sepenuhnya menggantikan agregat kasar alami karena kekuatannya yang menurun akibat perubahan karakteristik. Ditunjukkan dengan nilai penyerapannya meningkat dan berat isinya menurun akibat mortar yang menempel. Penggunaan geopolimer sebagai coating merupakan upaya untuk menanggulangi kekurangan agregat kasar daur ulang. Sifat pozolan dan kedap air pada geopolimer digunakan untuk mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini memiliki mutu minimal K-300. Coating menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C dengan alkali aktivator NaOH dan Na2SiO­3. Molaritas NaOH dalam penelitian ini adalah 8 M, 10 M, 12 M, dan 14 M. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas agregat kasar daur ulang ditinjau dalam tiga aspek, yaitu sifat fisik, sifat mekanis, dan mikrostruktur agregat kasar daur ulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan penyerapan 26,83% serta peningkatan berat isi 8,23% pada agregat kasar daur ulang sesudah coating. Hal ini menunjukkan bahwa geopolimer mampu mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Agregat kasar daur ulang dengan coating geopolimer berpotensi digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam beton karena dapat memiliki kekuatan lebih tinggi 22,31%. Campuran Geopolimer dengan molaritas NaOH rendah lebih encer, tetapi memiliki pori-pori pada coating. Campuran molaritas NaOH tinggi lebih kental dan padat, namun kurang optimal mengisi pori-pori agregat kasar daur ulang. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, geopolimer, coating, molaritas, sustainable construction
Pengaruh Heat Treatment pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang Erwin Naela Sundusi; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrialisasi dan urbanisasi menjadi latar belakang dari kebutuhan infrastruktur baru maupun pembongkaran dan rehabilitasi infrastruktur lama. Pembangunan infrastruktur baru membutuhkan banyak beton dan dilain sisi pembongkaran maupun rehabilitasi infrastruktur lama menghasilkan limbah beton bagi lingkungan. Dalam hal ini diperlukan alternatif dalam penanggulangan permasalahan agregat kasar alami degan agregat kasar daur ulang dari pemanfaatan limbah beton. Agregat kasar daur ulang dalam penggantian agregat kasar alami memiliki kekurangan dari tingginya penyerapan dan rendahnya kuat tekan akibat pori, lapisan mortar, dan gradasinya. Oleh karena itu dalam meningkatkan kualitasnya dilakukan coating dengan geopolimer karena merupakan material yang kedap air, memiliki kuat tekan tinggi, permeabilitas rendah, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi. Geopolimer yang digunakan merupakan campuran dari prekursor fly ash tipe C dengan alkali aktivator NaOH dengan Na2SiO3. Molaritas alkali aktivator NaOH yang digunakan yaitu 10 M dengan perbandingan antar alkali aktivatornya 2,5 : 1. Sedangkan perbandingan prekursor dengan alkali aktivator (solid to liquid ratio) yaitu 2. Dalam coating agregat kasar dengan digunakan waktu perendaman selama 10 menit dan perlakuan heat treatment suhu 0, 30, 60, 900C. Heat treatment pada agregat kasar daur ulang coating geopolimer akan mempercepat proses kinetik reaksi polimerisasi dan dapat mempengaruhi ketebalan, kerapatan, serta pelapisannya. Heat treatment yang semakin tinggi akan mempercepat reaksi kinetik dalam proses polimerisasi dan menipiskan lapisannya. Heat treatment optimal terjadi pada 300C lapisan geopolimer mengalami tidak mengalami percepatan reaksi polimerisasi signifikan dan lapisan yang terbentuk jauh lebih padat dan tebal. Heat treatment pada penggunaan geopolimer sebagai coating perlu diteliti lebih lanjut dengan perbedaan variasi molaritas, solid to liquid ratio, alkali aktivator, maupun waktu perendaman untuk memperoleh hasil yang optimal. Kata kunci: geopolimer, coating, heat treatment, agregat kasar daur ulang.
Perbandingan Rasio Kapasitas Baja Profil WF (Wide-Flange), H, dan PSR (Penampang Struktur Berongga) sebagai Batang Lentur dan Balok-Kolom pada Struktur Portal Ahmad Abiyyu Musyafa'; Wisnumurti; Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil baja diproduksi dalam berbagai macam bentuk untuk memenuhi kebutuhan struktural maupun nonstruktural yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Profil baja yang sering digunakan adalah profil WF dan H seperti gedung, jembatan, dan lainnya. Baja profil WF dianggap sebagai profil yang efektif menahan lentur yang digunakan sebagai balok dan profil H efektif menahan gaya aksial yang digunakan sebagai kolom. Pada analisis ini akan dilakukan perbandingan antara baja profil WF dan H dengan profil lain. Profil yang digunakan sebagai pembanding adalah PSR Bujur Sangkar, PSR Persegi panjang, dan PSR Bundar. Pemodelan struktur yang digunakan untuk perolehan gaya adalah portal 2 dimensi sebagai gedung parkir dengan panjang 7 m, tinggi per lantai 3 m, dan berjumlah 3 lantai. Analisis diawali dengan perhitungan batang lentur yang hasilnya akan digunakan sebagai balok pada struktur portal dan dilanjut dengan perhitungan balok-kolom. Masing-masing profil baja yang dibandingkan dibedakan menjadi 3 varian berat per satuan panjang yaitu 100 kg/m, 115 kg/m, dan 130 kg/m agar dapat digunakan dalam grafik dan menghasilkan persamaan garis linier untuk memudahkan pengolahan data. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan profil baja yang paling efektif jika digunakan sebagai batang lentur (balok) dan balok-kolom untuk struktur 2 dimensi sederhana. Parameter yang dibandingkan untuk menentukan keefektifan profil adalah nilai rasio kapasitas yang dimiliki, yaitu rasio kapasitas batang lentur dan rasio kapasitas balok-kolom. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil WF merupakan profil yang paling efektif digunakan sebagai batang lentur dan balok-kolom. Urutan profil yang efektif setelah profil WF adalah PSR Persegi Panjang untuk batang lentur dan balok-kolom dengan Tingkat keborosan sekitar 21% sampai 29% pada batang lentur dan sekitar 2% sampai 18% pada balok-kolom. Urutan profil selanjutnya tidak dapat ditentukan secara pasti karena bergantung pada kondisi dan nilai rasio kapasitas tertentu baik batang lentur maupun balok-kolom. Kata kunci: Profil Baja, Rasio Kapasitas, Batang Lentur, Balok-Kolom, Keefektifan.
Uji Kelaikan Fungsi Jalan pada Jalan Nasional Nomor Ruas 097 (Jalan Raya Purwosari, Kabupaten Pasuruan) - Nomor Ruas 099 (Jalan Raya Karanglo, Kabupaten Malang) Martin Paidotua Pangaribuan; Mukhammad Yusuf Mashuri; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan jalan adalah mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan pemenuhan fisik elemen jalan terhadap persyaratan teknis jalan dan kondisi lingkungan jalan. Berdasarkan data kecelakaan Polres Kabupaten Pasuruan dan Polres Malang, dalam 5 tahun terakhir jumlah total kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Nasional Purwosari - Karanglo adalah 797 kejadian dengan rata - rata per tahunnya sebanyak 159,4 kejadian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang semakin meningkat adalah dengan melakukan evaluasi kondisi jalan menggunakan Pedoman Laik Fungsi Jalan sebagai acuan. Dalam penelitian ini, dilakukan uji kelaikan fungsi jalan yang terdapat pada provinsi Jawa Timur, yaitu pada Jalan Nasional Nomor Ruas 097 (Jalan Raya Purwosari, Kabupaten Pasuruan) – Nomor Ruas 099 (Jalan Raya Karanglo, Kabupaten Malang). Dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kelaikan fungsi jalan dan mengetahui rekomendasi teknis yang perlu dilakukan pada Jalan Nasional tersebut. Metode yang digunakan mengacu pada peraturan terbaru yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pedoman Laik Fungsi Jalan dan Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan Nomor 11/P/BM/2023 tentang Petunjuk Teknis Uji Laik Fungsi Jalan dengan Pemeringkatan Bintang. Hasil dari uji kelaikan fungsi jalan ini adalah berupa pemeringkatan bintang dan rekomendasi teknis, diantaranya Ruas Jalan Nasional Purwosari - Purwodadi Nomor Ruas 097 sepanjang 4.046 meter mendapatkan bintang 3 dengan skor 10,04, Ruas Jalan Nasional Purwodadi – Bts. Kab. Malang Nomor Ruas 098 sepanjang 3.215 meter mendapatkan bintang 3 dengan skor 10,25, dan Ruas Jalan Nasional Bts. Kab. Pasuruan – Karanglo Nomor Ruas 099 sepanjang 13.551 meter mendapatkan bintang 3 dengan skor 11,68. Rekomendasi teknis diberikan pada segmen yang memiliki hasil pemeringkatan bintang rendah, seperti contoh disebabkan karena terdapat fasilitas penyebrangan (zebra cross) yang kurang layak, sehingga perlu dilakukan perawatan secara berkala seperti rambu penyebrangan dan pengecatan ulang, serta penambahan fasilitas penyebrangan (zebra cross) pada area yang tidak memiliki penyebrang (zebra cross). Dengan adanya rekomendasi teknis, diharapkan dapat dilakukan perbaikan jalan sesuai yang direkomendasikan, sehingga jalan akan lebih berkeselamatan (Safer Road). Kata kunci: Uji Laik Fungsi Jalan, Kecelakaan Lalu Lintas, Jalan Nasional, Pemeringkatan Bintang, Rekomendasi Teknis
PENGARUH EKSENTRISITAS VERTIKAL BRACING TIPE V TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN PORTAL DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG Shalny Azhura Susanto; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia adalah gempa sehingga para perencana harus membuat bangunan yang kuat dan aman dari gempa. Inovasi dalam meningkatkan kekauan adalah dengan memasang bracing atau pengaku pada suatu bangunan. Konsep dari bracing sendiri adalah hubungan titik antara balok dengan kolom. Dengan inovasi tersebut, maka terdapat perbandingan pada portal dari Concentrically Braced Frames (CBF) dengan Eccentrically Braced Frames (EBF). Dikarenakan masih terdapat kesusahan dalam penggunaan CBF pada suatu bangunan karena terlalu kaku sehingga dibutuhkan adanya EBF dengan menggunakan eksentrisitas karena EBF memiliki kekakuan yang lebih rendah dari CBF. Menggunakan tulangan utama 6 dan sengkang 4 serta mutu beton yang digunakan adalah K-300 (26,4 Mpa) dengan perbaikan jarak sengkang pada eksentrisitas sebesar 5 cm dan ditinjau menggunakan strain gauge untuk mengetahui nilai tegangan dan regangan maksimum yang terjadi pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah EBF dengan eksentrisitas 15 cm memiliki tegangan maksimum yang terbesar baik dari segi baja maupun beton. Untuk hasil regangan maksimum yang terkecil dimiliki oleh CBF pada baja dan EBF dengan eksentrisitas 15 cm pada beton. Kata Kunci: Bracing, Portal, Tegangan-Regangan, Beban Lateral.
PENGARUH BRACING TIPE V TERHADAP REGANGAN DAN POLA RETAK PORTAL Tiara Andhika Putri; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi termasuk bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi tentunya menimbulkan dampak, salah satu dampak yang dapat terlihat nyata yaitu pada bangunan. Banyak bangunan yang ada di Indonesia masih belum mampu dalam menahan gaya yang timbul akibat gempa. Untuk meningkatkan kekuatan bangunan supaya tahan terhadap gempa maka diperlukan adanya inovasi, salah satunya dengan cara memasang bracing pada struktur bangunan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkait efektifitas pemasangan sebuah bracing pada struktur bangunan. Dalam penelitian ini, akan diteliti pengaruh adanya bracing pada struktur portal beton bertulang. Dalam hal ini, bracing yang digunakan yaitu bracing tipe V. Struktur portal akan diuji dengan cara pengujian beban lateral. Harapannya, dengan pengujian tersebut dapat diketahui hasil dari regangan dan pola retaknya. Kata Kunci: Portal, Bracing, Regangan, Pola Retak, Beban Lateral
PENGARUH EKSENTRISITAS VERTIKAL BRACING TIPE V TERHADAP DAKTILITAS & POLA RETAK PORTAL DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG Cindy Septia Putri Wardani; Ming Narto Wijaya; Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berpotensi besar untuk mengalami gempa bumi dikarenakan kondisi geologisnya. Para engineer kemudian berinovasi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan merancang konsep bangunan tahan gempa yang mana ini menjadi sangat penting bagi dunia konstruksi di Indonesia yaitu penggunaan sistem Struktur Rangka Bracing (SRB). Sistem ini terdiri dari rangka balok dan kolom yang diperkuat dengan elemen-elemen diagonal atau vertikal yang dikenal sebagai bracing. Konsep bangunan tahan gempa ini dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh gempa bumi pada bangunan-bangunan gedung bertingkat. Bracing bertindak sebagai penahan lateral yang dapat menyalurkan beban horizontal dan mencegah struktur dari pergeseran lateral yang berlebihan. Dari inovasi ini diharapkan tujuan yaitu mengetahui efektifitas dari penggunaan bracing tipe V pada portal bangunan beton bertulang. Pada penelitian yang dilakukan pada benda uji portal beton bertulang yang berukuran tinggi 70 cm antar as, bentang 100 cm antar as dan dengan dimensi penampang berukuran 10 x 10 cm. Portal ini memiliki jarak antar tulangan yaitu 10 cm sementara pada link beam terdapat perbaikan jarak sengkang yaitu sebesar 5 cm dan dengan menggunakan mutu 26,4 MPa. Studi ini menyelidiki efektifitas bracing eksentrisitas vertikal tipe V dengan yaitu sebesar 25 cm, 15 cm dan 0 cm terhadap daktilitas dan pola retak struktur portal dengan pembebanan lateral, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan gempa dalam desain bangunan. Kata Kunci: Struktur Rangka Bracing, Bangunan tahan gempa, Beban lateral

Page 3 of 13 | Total Record : 128