cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PERENCANAAN ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG PARKIR DAN PERKANTORAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA ., Kholilurrohman; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.421 KB)

Abstract

UniversitasBrawijayaadalahuniversitasnegeriterkemuka di Indonesia sehinggabanyakpelajar yang berminat untukmelanjutkanpendidikan di kampusini. Banyaknya jumlah mahasiswa membuat kebutuhan sarana dan prasarana meningkat. Permasalahan yang timbulperludicarikansebuahsolusi agar terciptasuasana yang tertib, nyaman,danaman. Salah satusolusinyaadalahdenganmembangungedungparkirdanperkantoranserta demi tercapainyaefisiensidalammembangun gedung tersebut, maka digunakan metode beton pracetak. Mengacu pada SNI 2847-2013 tentang persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, SNI 7833-2012 tentang tata cara perancangan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung, SNI 1727-2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain, dan SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung agar didapatkan struktur bangunan yang aman, efektif dan efisien. Dalam studi ini gedung yang dianalisis adalah gedung parkir dan perkantoran fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas brawijaya yang akan di desain ulang menggunakan metode pracetak.   Kata Kunci : Pracetak, Tulangan Tambahan
PERENCANAAN ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG KULIAH FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Prasetyo, Arifan Muslim; Hidayat, M. Taufik; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.909 KB)

Abstract

Universitas Brawijaya merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia sehingga banyak pelajar yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di kampus ini. Tercatat pada 2017 Universitas Brawijaya menjadi salah satu penerima SBMPTN terbanyak. Tidak seimbangnya jumlah antara mahasiswa yang diterima dan lulus di Universitas Brawijaya membuat kebutuhan gedung perkuliahan di kawasan Universitas Brawijaya meningkat. Akibatnya banyak berbagai fakultas yang membuat gedung perkuliahan yang baru untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswanya. Salah satu solusinya adalah dengan membangun gedung perkuliahan yang baru. Pembangunan gedung bertingkat saat ini sebagian besar menggunakan dua metode, yaitu dengan metode beton bertulang konvensional dengan menggunakan bekisting yang dicor di tempat dan menggunakan metode beton bertulang pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian dirakit. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03-1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung, non gedung serta SNI 03-2847-2013 2013 tentang tata cara perhitungan struktur beton sehingga akan didapatkan struktur yang tahan gempa dan efisien dan SNI 7388 : 2012 tentang tata cara perencanaan beton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung. Dalam studi ini merupakan analisis Gedung Kuliah Fakultas Teknik Jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak. Kata Kunci : Pracetak, Cor penuh, Beban gempa, Sambungan Balok-Kolom
RESPON SAMBUNGAN PELAT BAUT PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL DAN HORIZONTAL Carina Riando, Shabrina Bella; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya Susanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian penting bagi sebuah struktur atap, kuda-kuda yang dapat terbuat beton bertulang tersebut diharapkan bisa dikembangkan untuk menjadi lebih efektif dan bisa mengatasi kekurangannya seperti berat dan tidak praktis.Modifikasi yang dilakukan ialah, merubah agregat kasar menjadi limbah batu bata untuk membuat beton menjadi lebih ringan, lalu menggunakan bambu sebagai tulangan tarik bagi beton bertulang dengan tujuan membuat beton lebih ringan tanpa mengurangi kemampuan dalam menahan gaya tarik, dan juga menggunakan sambungan pelat baut untuk menyambungkan beberapa segmen beton pracetak dengan maksud menambahkan kekuatan dan mempermudah pemasangan struktur atap sendiri. Seperti diketahui bahwa pengangkatan kuda-kuda beton utuh diperlukan alat berat dikarenakan oleh berat struktur, dan rawan akan retak saat proses pengangkatan dengan alat berat, tetapi diharapkan dengan digunakannya sambungan akan memudahkan dalam pemasangannya kelak. Pada penelitian ini digunakan jenis sambungan pelat baut untuk menyambungkan dua segmen kuda-kuda.Pada benda uji dilakukan 2 jenis pembebanan, yaitu dengan beban vertikal simetris dan beban horizontal. Beban akan terus bertambah hingga benda uji runtuh dengan interval 50 kg. Pada tipe pembebanan vertikal simetris, benda uji hanya mampu menahan beban maksimum rata-rata 600 kg untuk satu titik pembebanan, dimana untuk 2 titik pembebanan maka beban yang mampu ditahan ialah 1200kg. Untuk tipe pembebanan horizontal mampu menahan beban hingga 2500kg.Dibandingkan dengan penelitian yang sudah ada sebelum nya, kuda-kuda beton komposit bertulang bambu tanpa sambungan mampu menahan beban dengan rata-rata 3000kg (Insani, M.H, 2016). Pola retak yang terjadi pada benda uji umum nya berada di bagian batang tarik yang menunjukkan bahwa beton tidak mampu menahan gaya tarik bekerja, sehingga beton terlebih dahulu runtuh dibandingkan tulangan dan sambungan pelat baut nya. Pola retak yang terjadi sama dengan penelitian sebelumnya (Paramita, R.P., 2016) yang menghasilkan pola retak pada bagian batang tarik. Kata kunci: kuda-kuda, limbah batu bata, sambungan, pelat baut
RESPON SAMBUNGAN GROUTING PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN TIDAK SIMETRIS Alangnabil, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.368 KB)

Abstract

Kuda-kuda ialah salah satu elemen struktural yang diketahui digunakan sebagai penopang penutup atas suatu bangunan. Salah satu bahan untuk membuat kuda-kuda ialah beton bertulang. Pada penerapannya di lapangan, pengerjaan dan pemasangan kuda kuda beton bertulang pracetak utuh cukup sulit karena dibutuhkan alat berat untuk mengangkat kuda kuda ke tempat pemasangan. Selain itu juga kuda kuda utuh ini juga memiliki resiko yang besar mengalami retak pada elemen elemen nya saat diangkat. Dikarenakan beberapa hal itu, akan lebih efisien jika kuda-kuda dibagi menjadi 2 segmen. Kedua segmen kuda-kuda ini baru akan disambung di lokasi pemasangan. Hal ini akan memudahkan proses pemasangan kuda-kuda dan akan mengurangi resiko retak saat pengangkatan. Pada penelitian ini, akan digunakan jenis sambungan grouting untuk menyambung kedua segmen kuda kuda tersebut. Pada benda uji nantinya akan dilakukan 2 jenis pembebanan bertambah yaitu beban vertikal simetris (VS) dan vertikal tidak simetris (VTS). Beban ini akan bertambah dengan interval 50kg. 2 buah benda uji akan dibuat untuk setiap tipe pembebanan. Pada tipe VS, rata-rata beban yang mampu ditahan ialah 150kg. Sedangkan pada tipe VTS beban maksimum yang dapat ditahan ialah 275kg. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya pada tahun 2016 (oleh Tedy Wonlele, Sri Murni Dewi dan Siti Nurlina) yang menggunakan modifikasi material beton bertulang yang sama namun tidak menggunakan sambungan, beban yang mampu ditahan mencapai 6136kg dengan panjang bentang total 240cm. Pola retak yang terjadi pada penelitian ini pun terjadi pada sambungan grouting. Fakta dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan  desain sambungan grouting sehingga pola keruntuhan ini dapat dihindari.   Kata kunci: kuda-kuda, beton bertulang, tulangan bambu, limbah batu bata, sambungan grouting
KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL 1 LANTAI DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE WALL DENSITY INDEX Asenda, Dewa; Zacoeb, Achfas; Soehardjono MD, Agoes
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.592 KB)

Abstract

Kota Malang sendiri merupakan tempat yang sering terjadi gempa, dikarenakan letak dari kota Malang yang dikelilingi oleh gunung yang masih aktif. Oleh sebab itu, penduduk di wilayah tersebut membutuhkan rumah tinggal yang tahan terhadap gempa sehingga diperlukan kajian terhadap kapasitas ketahanan gempa pada rumah tinggal. Pada analisis ini dilakukan pemodelan pada rumah 1 lantai yang bertipe 40, 45 dan 65 di kota Malang. Bangunan sederhana tersebut dianalisis untuk mengetahui bentuk desain bangunan dan kemampuan kapasitas ketahanan gempa tiap bangunan yang di analisis. Bentuk bangunan dimodelkan sesuai dengan model denah pada brosur dengan penyerderhanaan yang diperlukan. Analisis ini dikerjakan secara manual dengan menggunakan program Microsoft excel, sedangkan beban gempa ditentukan berdasarkan SNI 1726-2012. Hasil yang diperoleh dari analisis ini adalah bentuk bangunan memiliki nilai eksentrisitas kecil untuk tipe 40, 45 dan 65 sebesar berturut-turut 0,31 < 0,3b (1,8); 0,89 < 0,3b (2,1); 0,85 < 0,3b (2,475) dan perbandingan panjang dan lebar tidak berturut-turut 1,25; 1,07 dan 1,09 yang berarti tidak terlalu panjang karena syaratnya kurang dari 4. Pada analisis Wall Density Index tiap tipe 40, 45 dan 65 secara berturut-turut 5,2%; 4,21% dan 4,18% yang syaratnya harus lebih besar dari 2,5% untuk bangunan 1 lantai. Kontrol kapasitas seismic, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding berturut-turut yaitu tipe 40 6,07 > 1,6, 21,12 > 2,33 dan 10,28 > 2,33. Tipe 45 6,08 > 1,6, 24,39 > 2,33 dan 12,82 > 2,33. Type 65 6,55 > 1,6, 25,14 > 2,33 dan 9,81 > 2,33. Dari hasil perhitungan di dapatkan kesimpulan bahwa untuk semua tipe rumah memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode wall density index. Kata kunci : Wall Density Index, beban gravitasi, kapasitas ketahanan gempa.
KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL 2 LANTAI DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE “WALL DENSITY INDEX” Muhamad, Gunawan; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.371 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sering mengalami gempa. Sebagian besar kerusakan akibat gempa terjadi pada gedung non struktur yaitu rumah tinggal yang dibangun tanpa ada perencanaan. Kerusakan yang terjadi mengakibatkan kerugian material hingga korban jiwa. Perlunya kajian mengenai desain rumah tinggal serta kapasitas ketahanan gempa rumah tinggal untuk mengetahui ketahanan rumah tinggal apabila terjadi gempa. Pada kajian ini menggunakan metode wall density index yaitu mencari indeks kerapatan dinding berdasarkan pada perbandingan luas dinding pada tiap arah ortogonal dengan luas lantai. Rumah tinggal yang digunakan yaitu rumah tipe 45 extension, 56 dan 56 extension. Data rumah yang digunakan adalah denah dan detail struktur kolom balok dan pelat. Analisis desain rumah dengan menghitung nilai eksentrisitas titik pusat massa rumah terhadap kekakuan dinding dan perbandingan panjang-lebar bangunan. Nilai wall density index (d) di Malang lebih besar dari 4,5%, kontrol kapasitas seismik dengan VR⁄VU ≥ 1,6, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dengan σR⁄σU ≥ 2,33  dan kontrol daya tiap dukung dinding dengan PR⁄PU ≥ 2,33. Hasil yang diperoleh yaitu desain rumah untuk semua tipe masih diizinkan dengan nilai eksentrisitas tipe 45 extension 0,3675 < 0,3b (1,8), tipe 56 0,381 < 0,3b (1,425), tipe 56 extension 0,433 < 0,3b (1,8). Untuk nilai wall density index dan kontrol kapasitas seismik, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding berturut- turut yaitu tipe 45 extension 6,7% > 4,5%, 2,137 > 1,6, 7,827 > 2,33, 3,643 > 2,33. Tipe 56 yaitu 6,32% > 4,5%, 2,366 > 1,6, 6,753 > 2,33, 4,461 > 2,33. Tipe 56 extension yaitu 6,63% > 4,5%, 1,827 >1,6, 9,010 > 2,33, dan 5,944 > 2,33. Kesimpulan yang didapatkan adalah tipe rumah memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode wall density index. Kata kunci : wall density index, gedung non struktur, kapasitas ketahanan gempa.
PERBANDINGAN KINERJA SAMBUNGAN PELAT-BAUT DAN SAMBUNGAN GROUTING PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN TIDAK SIMETRIS Maulidianto, Mohammad Irvan; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.907 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja sambungan pelat-baut dan sambungan cor grouting pada rangka kuda-kuda komposit beton bertulangan bambu yang dibebani secara vertikal (simetris dan tidak simetris),mengetahui besar beban maksimum yang dapat ditahan masing-masing sambungan dari rangka kuda-kuda komposit beton beɾtulangan bambu, mengetahui perpindahan yang teɾjadi setelah dilakukan pembebanan danmengetahui pengaruh masing-masing sambungan daɾi kuda-kuda komposit beton bertulangan bambu terhadap pola retak yang terjadi. Benda uji dalam penelitian ini merupakan rangka kuda-kuda beton bertulangan bambu dengan agregat kasar batu bata yang dibuat sebanyak delapan buah kuda-kuda.Pengambilan data dilakukan dengan pengujian beton silinder dan pengujian rangka kuda-kuda yangdibagi menjadi 2 model pembebanan yaitu pengujian pembebanan secara vertikal simetris dan pembebanan secara vertikal tidak simetris.Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, kuda-kuda sambungan pelat-baut memiliki berat dan beban maksimum yang lebih besar dibandingkan sambungan groating.Hal ini dikarenakan,pada kuda-kuda sambungan grouting terjadi keruntuhan (collapse) di bagian sambungan pada saat pembebanan baru dimulai.   Kata Kunci :kuda-kuda,beton, tulangan bambu, sambungan pelat-baut, sambungan cor grouting
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DARI METODE BETON BERTULANGAN BAMBU DENGAN SENGKANG BAJA PADA KOLOM BETON BERTULANG S, Ruth Navratilova; Wibowo, Ari; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.669 KB)

Abstract

Kerusakan pada kolom yang sering terjadi mengakibatkan peneliti mengatasi kerusakan tersebut dengan cara memberi perkuatan (retrofitting). Pada penelitian ini, metode perkuatan yang digunakan adalah metode Concrete Jacketing.Concrete jacketing adalah metode dengan cara memberi penambahan betonbaru dari luar kolom atau memperbesar dimnsi kolom asli. Tulangan yang dipakai untuk concrete jacketing adalah bambu petung sebagai tulangan longitudinal dan baja sebagai tulangan sengkang. Pengggunaan bambu tersebut, dikarenakan bambu memiliki kuat tarik yang lebih tinggi dari baja sehingga bambu dapat melebihi kekuatan baja dan bambu juga material yang ramah lingkungan. Pengujian yang dilakukanadalah uji kuat tekan dengan alat compression test dan perubahan panjang (defleksi) dilihat dari alat bantu dial gauge. Pada penelitianperkuatan  ini yang dianalisis adalah kuat beban aksial, daktilitas, kekakuan, dan modulus elastisitas.Dengan variasi rasio tulangan longitudinal bambu pada kolom retrofit yang digunakan adalah 1.23 % dan 2.47% dengan dimensi kolom retrofit yang berda-beda. Hasil pengujian kuat tekan pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat tekan dengan defleksi yang menghasilkan kekakuan dan tegangan rengangan yang menghasilkan modulus elastisitas. Hasil analisis membuktikan bahwa semakin besar rasio tulangan longitudinal bambu yang digunakan pada kolom retrofit, makan akan semakin efisien kolom tersebut. Kata Kunci: retrofitting, concrete jacketing, rasio tulangan longitudinal
RESPON SAMBUNGAN PELAT BAUT PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT BERTULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN TIDAK SIMETRIS Morrida, Adam Akbar; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.23 KB)

Abstract

Kuda-kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap. Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan. Penggunaan bahan berupa beton bertulang sudah banyak diteliti dan dikembangkan sebagai alternatif pembuatan rangka kuda-kuda, Penggantian bahan dasar beton bertulang diantaraanya ialah limbah batu bata sebagai agregat kasar dan tulangan bambu sebagai tulangan besi. Tujuan dari penggantian bahan dasar ini untuk mengurangi berat kuda-kuda dengan kekuatan yang hampir sama. Rangka kuda-kuda memiliki beberapa segmen, kemudian untuk mempermudah pemasangan di lapangan maka dibutuhkan sambungan berupa sambungan pelat baut sebagai penghubung antar segmen, dan untuk mempermudah pembuatan dan mempersingkat waktu pekerjaan sebaiknya rangka kuda-kuda dibuat tidak di area proyek akan tetapi rangka kuda-kuda dibuat di pabrik dan sudah berbentuk pre-cast. Pada benda uji nantinya akan dilakukan 2 jenis pembebanan bertambah yaitu beban vertikal simetris dan vertikal tidak simetris. Beban ini akan bertambah dengan interval 50 kg. 2 buah benda uji akan dibuat untuk setiap tipe pembebanan. Pada tipe vertikal simetris, rata-rata beban yang mampu ditahan ialah 600 kg. Sedangkan pada tipe vertikal tidak simetris beban maksimum yang dapat ditahan ialah 950 kg. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya pada tahun 2016 yang menggunakan modifikasi material beton bertulang yang sama namun tidak menggunakan sambungan, beban yang mampu ditahan mencapai rata-rata 3000 kg. Sedangkan beban maksimum pada kuda-kuda tanpa sambungan dengan bentang total 240 cm dan tinggi 100 cm dapat menahan beban vertikal maksimum sebesar 6136 kg. Pola retak yang terjadi pada penelitian ini pun terjadi pada daerah batang dan sekitar joint pada rangka.   Kata kunci: kuda-kuda, beton bertulang, tulangan bambu, limbah batu bata, sambungan pelat baut
RESPON SAMBUNGAN GROUTING PADA KUDA-KUDA BETON KOMPOSIT TULANGAN BAMBU TERHADAP VARIASI BEBAN VERTIKAL SIMETRIS DAN HORIZONTAL Anggara Putra, Dyorizky Imaduddin; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.186 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respom sambungan cor grouting pada rangka kuda-kuda komposit beton bertulangan bambu yang dibebani secara vertikal simetris dan horizonal, mengetahui besar beban maksimum yang dapat ditahan oleh sambungan kuda-kuda komposit beton bertulangan bamboo dan mengetahui pola retak yang terjadi terhadap sambungan kuda-kuda komposit beton bertulangan. Benda uji dalam penelitian ini merupakan rangka kuda-kuda beton bertulangan bambu dengan agregat kasar batu bata yang dibuat sebanyak delapan buah kuda-kuda. Pengambilan data dilakukan dengan pengujian beton silinder dan pengujian benda uji yang dibagi menjadi 2 model pembebanan yaitu pengujian pembebanan secara vertikal simetris dan pembebanan secara horizontal. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, kuda-kuda sambungan grouting dengan pembebanan horizontal dapat menerima beban yang lebih besar dibandingkan sambungan grouting dengan pembebanan vertikal simetris. Hal ini dikarenakan, pada kuda-kuda sambungan grouting pembebanan vertikal simetris terjadi keruntuhan (collapse) di bagian sambungan pada saat pembebanan baru dimulai. Kata Kunci : kuda-kuda, beton, tulangan bambu, batu bata, sambungan cor grouting

Page 33 of 140 | Total Record : 1398