cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
KAJIAN PEMILIHAN TRASE DAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN LINGKAR TIMUR KABUPATEN BANYUWANGI Rahma Dewi, Mustika Iluni; Iswandari, Retno; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.508 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi teruslah meningkat di tiap tahunnya, hal ini mempengaruhi meningkatnya keinginan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk terus melakukan mobilitas, oleh karena itu peningkatan mobilitas juga harus diiringi dengan peningkatan fasilitas yang disediakan seperti perencanaan Jalan Lingkar timur Kabupaten Banyuwangi. Dalam penelitian ini pemilihan trase dilakukan dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan metode diversi dan bangkitan sebagai peramalan volume yang terjadi pada jalan baru.Perencanaan perkerasan pada Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dilakukan dengan menggunakan Perkerasan Lentur dengan pedoman manual desain perkerasan jalan Nomor 02/M/BM/2013. Hasil analisis menunjukan bahwa Alternatif 1 adalah trase terbaik yang dapat digunakan sebagai Trase terpilih Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dengan nilai skor 1,459.Desa/kecamatan yang dilewati trase alternatif 1 adalah Kampung Melayu  -  Kepatihan  -  Karangrejo  -  Tukangkayu  -  Sobo  -  Pakis  - Pondongnongko –Sukojati – Karangbendo - Kaotan. Volume terdiversi pada tahun 2025 di perkirakan sebesar 981 Smp/Jam maka lebar jalan yang digunakan untuk jalan Lingkar Timur Kabupaten banyuwangi adalah 7 meter dengan tipe 2/2 UD. Serta hasil analisis perkerasan lentur yang diperoleh tebal lapisan perkerasan  15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 20 cm. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Perencanaan perkerasan lentur, AHP (Analitycal Hierarchy Process)., Kabupaten Banyuwangi.
KAJIAN POTENSI PENGGUNA JALAN TOL MALANG – KEPANJEN Iswara, Ade Yudha; Husein, Fahry; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.296 KB)

Abstract

Jumlah infrastruktur yang tidak bertambah menyebabkan sering terjadinya kemacetan pada ruas-ruas jalan di daerah Malang – Kepanjen. Kemacetan ini mengakibatkan pemborosan waktu dan materi, produktifitas industri semakin menurun dan biaya pengiriman barang semakin tinggi, sehingga harga barang semakin tinggi. Maka diperlukan pembangunan infrastruktur transportasi darat seperti jalan tol untuk dapat menanggulangi hal-hal tersebut. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi pengguna jalan eksisting agar mau berpindah ke jalan tol dan mengetahui potensi pengguna maupun tarif rencana jalan tol Malang – Kepanjen.Analisis potensi pengguna tol menggunakan metode Stated Preference.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang mempengaruhi masyarakat untuk berpindah ke jalan tol yaitu tarif dan kemacetan atau kepadatan kondisi jalan (VCR). Apabila tarif tol berada di bawah angka Rp 1.000,00/km dan VCR diatas 0,5 maka potensi pengguna tol akan semakin meningkat, dan potensi pengguna tol akan mengalami penurunan bila tarif tol berada diatas Rp 600,00/km dan VCR dibawah 1.Potensi pengguna tol tertinggi untuk golongan I diperoleh pada saat tarif tol Rp 600,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 18.447 kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 90.5%. Sedangkan untuk golongan II & III pada saat tarif tol Rp 900,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 4.180kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 89.2%. Penentuan tarif ideal ditetapkan dari tarif hasil analisis stated preference, sehinggs didapat hasil untuk kendaraan golongan I-V berturut-turut sebesar Rp 730,00/km, Rp 1.095,00/km, Rp 1.460,00/km, Rp 1.825,00/km, dan Rp 2.190,00/km. Kata kunci: Potensi Pengguna Tol, Stated Preference (SP), Volume Capacity Ratio (VCR), Tarif Tol
ANALISIS POTENSI PENGGUNA RENCANA TOL KEDIRI – NGANJUK MENGGUNAKAN METODE STATED PREFERENCE Novyana, Teofani Rizkhy; Pratama, Kukuh; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.064 KB)

Abstract

Kediri dan Nganjuk merupakan salah satu daerah sentral industri di Provinsi Jawa Timur yang menyebabkan arus barang dan jasa di kedua kabupaten tersebut tentunya sangat padat. Jalan tol merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi kemacetan yang ada di jalan-jalan arteri didalam kota. Untuk perencanaan jalan tol Kediri-Nganjuk, maka perlu mengetahui prediksi jumlah potensi pengguna yang akan beralih dari jalan eksisting ke jalan tol dan menentukan tarif tol ideal.Analisis potensi pengguna ditinjau dari analisis peralihan moda menggunakan metode Stated Preference, road side interview dan data traffic counting. Atribut yang ditinjau adalah tarif masuk toldan kondisi lalu lintas pada jalan eksisting. Potensi pengguna tol Kediri-Nganjuk dengan VCR aktual = 0,8pada golongan I dengan tarif Rp600,00/Km sebanyak 6.113kendaraan/hari, golongan II dengan tarif Rp900,00/Km sebanyak 691 kendaraan/hari,golongan III dengan tarif Rp1.200,00/Km sebanyak 665 kendaraan/hari, golongan IV dengan tarif Rp1.500,00/Km sebanyak 841kendaraan/hari, golongan V dengan tarif Rp1.800,00/Km sebanyak 165 kendaraan/hari. Dan tarif masuk ideal golongan I-V secara berurutan didapatkan sebesar Rp749,00/Km, Rp1.123,00/Km, Rp1.498,00, Rp1.872,00/Kmdan Rp2.247,00/Km. Sedangkan untuk potensi pengguna dimasa mendatang yakni pada tahun 2022 dan 2027diperoleh jumlah pengguna terbesar golongan I dengan tarif Rp600,00/Km dan VCR = 1,2 sebanyak 15.315, dan 21.217 kendaraan/hari, pada tarif Rp650,00/Km dan VCR = 1,2 sebesar 14.985, dan 20.759 kendaraan/hari, Sehingga potensi pengguna tol Kediri-Nganjuk tiap tahunnya meningkat. Kata kunci : potensi pengguna, Stated Preference(SP), karaktreristik responden, road side interview(RSI), tarif tol, jumlah pengguna dimasa mendatang.  
MODEL PREDIKSI PELUANG KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGGUNA SEPEDA DI KOTA MALANG DAN KOTA BLITAR Prima Yoga, Deby Eka; Putra Pradana, Ahmad Rizaldi; Arifin, M. Zainul; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.712 KB)

Abstract

Pertumbuhan transportasi yang semakin pesat berbanding lurus dengan dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan akibat pertumbuhan transportasi adalah kecelakaan. Kecelakaan lalu lintas melibatkan berbagai macam kendaraan, salah satunya adalah sepeda. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui karakteristik pengguna sepeda, mengetahui pengalaman kecelakaan responden, dan membuat model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda yang ditinjau dari beberapa karakteristik, antara lain karakteristik sosio-ekonomi, pergerakan, dan perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik regresi logistik untuk memodelkan peluang kecelakaan sepeda dengan menggunakan data kuesioner yang diberikan kepada 100 responden di setiap wilayah studi.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna sepeda di Kota Malang dan Blitar mayoritas adalah berjenis kelamin laki-laki, berusia 15-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, pekerjaan pelajar / mahasiswa di Kota Malang dan wiraswasta di Kota Blitar. Mayoritas penyebab kecelakaan sepeda di Kota Malang adalah akibat jalan licin / rusak. Sedangkan di Kota Blitar adalah akibat kesalahan sendiri. Model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda di Kota Malang yang terbentuk adalah     , dengan X3 = pendidikan, X4 = pekerjaan, X12 = intensitas penggunaan sepeda, dan X15 = perilaku memeriksa rem. Sedangkan model prediksi peluang kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda di Kota Blitar dirumuskan dengan  , dengan X13 = Waktu mulai beraktivitas, dan X25 = perilaku bersenda gurau.Kata Kunci : Model Peluang, Kecelakaan Sepeda,  Regresi Logistik, Kota Malang Kota Blitar.
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGGUNA SEPEDA DI KOTA MALANG DAN KOTA BLITAR Lazuardi, Khalid; Napitupulu, Melyona Febriani; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.054 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang tinggi di zaman modernisasi ini menuntut adanya perkembangan transportasi yang mumpuni. Namun ketidaksempurnaan hubungan dengan pertumbuhan penduduk menyebabkan timbulnya masalah yakni kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu keadaan yang melibatkan segala jenis kendaraan termasuk sepeda. Penelitian ini membahas tentang karakteristik pengguna sepeda; karakteristik jalan berupa fungsi jalan,,lebar jalan,jumlah lajur,lebar bahu jalan; serta karakteristik kecelakaan berupa  jumlah dan kondisi korban, lokasi kejadian, dan jenis kecelakaan.Metode analisis yang digunakan pada  penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi dan Generalized Linier Model. Data diperoleh menggunakan survei volume lalu lintas,survei kecepatan, pengukuran geometrik dan dari badan-badan pemerintah terkait. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Malang dan Kota Blitar pengguna sepeda yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia diatas 55 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Malang adalah lebar lajur 2-4.7 meter, jumlah lajur 2-4 buah, lebar bahu 0-2.5 meter, kecepatan 41.5-55.8 km.jam dan Arus lalu lintas 611-5578 smp/jam. Sedangkan karakteristik Kota Blitar adalah  lebar lajur 2-4,7 meter, jumlah lajur 2 buah, lebar bahu antara 0,5-2,3 meter, kecepatan 43,12-54,3 km/jam dan arus lalu lintas 65-1245 smp/jam. Model prediksi kecelakaan di Kota Malang yang dihasilkan kurang akurat, berikut merupakan modelnya BA=1.61x10-1 FLOW0.279 EXP(-0.312 SW). Model prediksi kecelakaan di Kota Blitar yang dihasilkan kurang akurat, berikut model tersebut ditampilkan BA=3.68x10-1 FLOW0.21 . Kata Kunci : model prediksi, kecelakaan sepeda, Generalized Linier Model, Kota Malang, Kota Blitar.
KAJIAN TARIF DAN PELAYANAN BUS DALAM KOTA SURABAYA KELAS EKONOMI NON TOL TRAYEK PURABAYA-OSOWILANGON Romadhon, Firdausy Ilham; Putro, Bayu Bimantoro; Arifin, M. Zainul; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.899 KB)

Abstract

Latar belakang kajian ini adalah karena tarif bus kota Surabaya trayek Purabaya-Osowilangon yang mahal bagi masyarakat Surabaya dan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan tarif yang dibayarkan penumpang bus kota. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penumpang bus kota , mengetahui kinerja pelayanan bus kota dan mengetahui tarif ideal bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon.  Dalam kajian ini menggunakan metode Abillity To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) untuk mengetahui tarif ideal bus kota dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui kinerja pelayanan bus kota Surabaya trayek Purabaya-Osowilangon. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 450 responden dan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data primer yang diperoleh dari data hasil kuisioner dan wawancara, yang dilakukan di dalam bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon pada bulan Maret 2017, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, internet, dan dokumen perusahaan. Hasil kajian menggunakan metode IPA menunjukkan bahwa terdapat 10 atribut pelayanan bus kota Surabaya kelas ekonomi non tol trayek Purabaya-Osowilangon yang perlu ditingkatkan. Kesepuluh atribut tersebut antara lain: (1) Lampu penerangan, (2) Alat pemecah kaca, (3) Alat pemadam api ringan, (4) Fasilitas kesehatan, (5) Kelayakan kendaraan, (6) Pintu masuk dan keluar harus tertutup saat bus berjalan, (7) Fasilitas pengatur suhu ruangan, (8) Fasilitas kebersihan, (9) Larangan merokok, (10) Tarif yang sesuai dengan pelayanan. Berdasarkan analisis ATP, diketahui presentase responden yang mampu membayar tarif lebih dari rata-rata tarif yang berlaku saat ini adalah sebesar 11,33%. Kemudian berdasarkan korelasi antara ATP dan pendapatan didapatkan persamaan regresi Y= 0.0005X + 2.445,5 dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp. 2.050.000,- sehingga diperoleh rata-rata ATP regresi sebesar Rp. 3.470,5. Sedangkan untuk analisis WTP diketahui prosentase responden yang mau membayarkan tarif lebih dari rata-rata yang berlaku saat ini adalah sebesar 45,33%. Dan didapatkan persamaan regresi Y= 0,0003X + 4.601,4 dengan X adalah pendapatan rata-rata responden yaitu Rp. 2.050.000,- sehingga diperoleh rata-rata WTP regresi sebesar Rp. 5.216,4. Bersadarkan hasil analisis ATP dan WTP tersebut menunjukan bahwa masyarakat masih kurang mampu dan kurang mau untuk membayar tarif yang berlaku. Pengguna jasa didalam kajian ini tergolong dalam captive riders. Kata kunci: Pelayanan, Tarif, IPA, ATP, WTP, Bus kota Surabaya
STUDI POTENSI PENUMPANG PADA RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA DI TULUNGAGUNG Firdausy, Nuur Annisa; Khairunnisa, Rahmasari; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.093 KB)

Abstract

Transportasi adalah proses perpindahan barang  atau orang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan atau tanpa alat bantu dengan tujuan tertentu. Transportasi yang banyak  diminati untuk melakukan perjalanan jauh  oleh masyarakat adalah pesawat terbang. Di wilayah Tulungagung sedang dibicarakan tentang rencana pembangunan bandar udara di kawasan tersebut. Berdasarkan studi yang dilakukan kepada 400 responden, diketahui bahwa responden dengan tujuan Jakarta didominasi laki-laki dengan tingkat pendidikan sarjana dan pekerjaan sebagai karyawan/swasta dengan penghasilan >10 juta perbulannya. Maksud perjalan didominasi non-pekerjaan atau untuk mengunjungi keluarga dan sebanyak 97,25% mengatakan setuju bila rencana pembangunan bandara tersebut direalisasikan.  Dari analisis stated preference didapatkan model  untuk  kereta api  UPT-UKA = 3,913-0,00000836 (ΔX1) dan travel  UPT-UKA = 4,54-0,0000138 (ΔX1) untuk tujuan Jakarta. Jumlah potensi penumpang akan naik sekitar 80 orang perhari jika selisih  tarif sebesar Rp. 225.000. Kata kunci : Stated preference (SP),  Moda Kereta Api dan Travel, Tulungagung, Potensi Penumpang Pesawat Terbang.
ANALISIS PERENCANAAN TRASEJALAN TOL GEMPOL-MOJOKERTO Justitia, Riztya; Maulana, Luthfi Farhan; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.168 KB)

Abstract

Pembangunan Tol Gempol – Mojokerto sebagai bagian dari jaringan tol trans jawa diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan pada jalan eksisting Gempol – Mojokerto. Untuk mendapatkan pelayanan jalan tol yang optimal salah satu perencanaan penting adalah penentuan trase dan perencanaan perkerasannya. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui survei kondisi lapangan setiap alternatif trase yang telah direncanakan, kuisioner terhadap stakeholder yang bersangkutan pada perencanaan  pembangunan jalan tol Gempol–Mojokerto, serta data LHR jalan eksisting Gempol-Mojokerto yang didapat dari hasil penelitian terdahulu. Digunakan metode Analytical Hierarchy Process dalam penentuan faktor yang digunakan sebagai penentuan alternatif trase yang efisien. Hasil survei kondisi lapangan berupa skoring disesuaikan dengan hasil bobot kriteria dengan metode AHP. Dari keseluruhan hasil penelitian, alternatif trase yang terpilih adalah alternatif trase nomor 2 dengan nilai skoring tertinggi. Direncanakan dengan tebal perkerasan kaku sebesar 24 cm berdasarkan pedoman PdT-14-2003. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Analitycal Hierarchy Process (AHP), Perkerasan Kaku, AASHTO, Jalan Tol, Gempol, Mojokerto.
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL KERETA API JENGGALA JURUSAN MOJOKERTO – SIDOARJO Nurdiansyah, Irfan; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.521 KB)

Abstract

On November 24, 2014 PT.KAI (Persero) inaugurated Jenggala train with Mojokerto - Sidoarjo route in order to meet the mobility needs of the areas. To find out the performance of the Jenggala train, it needs to be reviewed in terms of travel time, stop time, time delay, load factor, and cross capacity. It is also necessary to review the service facility for passengers to find out the level of satisfaction on Jenggala train. In this study using survey as a method to get primely data related to operational performance in the form offield survey, and to know customer satisfaction using quisoner with Importance Performance Analysis (IPA) method. The analysis used for the travel time, stop time, and delay time is the 1 tail t-test, load factor using Vukan R Vuchic capacity calculation, route capacity by using scott formula, and customer satisfaction using Importance Performance Analysis (IPA) method. The result of the analysis showed that the average travel time from Mojokerto is 48 minutes at Jenggala 294 and from sidoarjo is 54 minutes at Jenggala 289, the average stop  time from Mojokerto is 3minutes atJenggala 288 and from Sidoarjo is 10 minutes at Jenggala 289, the average of time delay on departure and arrival from Mojokerto is 6 minutes and 5 minutes, while from Sidoarjo is 3 minutes and 3 minutes. The highest Load Factor from Mojokerto is 63.95% and from Sidoarjo is 63,57%. Cross capacity on Mojokerto – Tarik stastion is 56 trains / day and cross capacity at  Sidoarjo – Tulangan is 79 train / day,  with the result of user satisfaction level is 89.34%. Keywords: Railway, Jenggala, Operational Performance, Cross Capacity, IPA
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA SURABAYA ; Arifin, M. Zainul; Agustin, Imma Widyawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.012 KB)

Abstract

Sepeda motor kini menjadi moda transportasi yang kian digemari masyarakat Indonesia karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari aspek harga, kemampuan bermanuver, dan efisiensi biaya. Namun pertumbuhan sepeda motor diringi dengan pertumbuhan jumlah kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini membahas tentang karakteristik pengendara sepeda motor; karakteristik jalan yang terdiri dari karakteristik geometrik berupa fungsi jalan, lebar jalan,.jumlah lajur, bahu jalan, median, jumlah arah dan karakteristik lalu lintas berupa volume dan kecepatan; serta karakteristik kecelakaan berupa  jumlah dan kondisi korban,.lokasi kejadian, dan jenis kecelakaan. Metode analisis yang digunakan pada  penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi.dan Generalized Linier Model. Data diperoleh menggunakan survei volume lalu lintas,.survei kecepatan, pengukuran geometrik dan dari.badan-badan pemerintah terkait. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Surabaya pengendara sepeda motor yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia pada rentang 15-25 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Surabaya adalah lebar lajur: 7.4 – 28.0, jumlah lajur: 2 – 6, lebar bahu: 0 – 3 m, kecepatan: 19,55 – 55,88 km/jam, volume kendaraan: 1845,83 smp/jam-12594,03 smp/jam. Model prediksi kecelakaan sepeda motor di beberapa  ruas Kota Surabaya yang terbentuk adalah: McA=0,002255ARUS1,030.EXP(.0032 Kecepatan). Kata Kunci : model prediksi, kecelakaan sepeda motor, Generalized Linier Model, Kota Surabaya

Page 46 of 140 | Total Record : 1398