cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH PEMASANGAN BATU ALAM PADA STRUKTUR BATA RINGAN TERHADAP PERILAKU UJI LENTUR Ramadhan, Firmansyah; Susanti, Lilya; Wisnumurti, Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengansemakinmajunyaperkembanganpembangunan  saatini, banyakinfrastruktur yang barudibangunseperti mall, hotel, gedungperusahaanbesar dan gedungbertingkatlainnya. Sehingga, dalampembangunaninfrastrukturperluperencanaan dan perhitungan yang tepat yang melibatkanberbagaidisiplinilmu.  Seorangperencanatidakhanyafokuskepadakekuatansuatustruktur, akantetapi juga mempertimbangkan keamanan dinding pada suatu bangunan dengan memainkan ukuran mortar dalam pemasangan dinding dannilaikeindahan maupun estitika dari bangunan yang akan di bangun, salah satunyadenganmemasangbatualam pada pasanganbataringan. Penelitiandenganjudul “PengaruhPemasanganBatuAlam Pada Struktur Bata RinganTerhadapPrilaku Uji Lentur”, memilikirumusanmasalahbagaimanahasilbending testterhadapbataringan yang dipasangbatualam, bagaimanaperbedaanhasilbending testpada bataringan dan bataringan yang dipasangbatualam, dan apapenyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Tujuanpenelitianiniadalah mengevaluasihasilbending testbataringan yang dipasangbatualam, mengevaluasiperilaku uji lentur pada bataringandenganbataringan yang dipasangbatualam, dan mengidentifikasi penyebabdarilepasnyabatualam pada dindingpasanganbataringan. Penelitianinimenggunakanmetodepengumpulan dan pengolahan data. Adapunsumber data-data primer dan sekunderdarihasil uji lab. Data akandiolahdenganmetodeanalisis. Landasanteori yang digunakanadalahteoritentangbataringan, mortar, dan batualam. Berdasarkan Analisa yang dilakukandiperolehkesimpulanbahwakekuatanlentur pada bataringan yang dipasangbatualamdengan mortar 1,5mm ; 3mm ; 6mm menurunsebesardibawah 2% ; 0,3% ; 2% darikekuatanbataringansaja. Dapatdisimpulkanbahwabatualamtidakberpengaruhbesarakantetapibatualamdapatmenyatukanbataringanketikabataringantersebutditekan dan mengalamipecah. Kata kunci :bataringan, mortar, batualam, dan bending test
PENGARUH VARIASI WAKTU PERAWATAN TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI FLY ASH Yandri, Muhammad; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya volume kendaraan mengharuskan adanya pembangungan prasarana transportasi pada keadaan tanah apapun. Dalam melaksanakan pembangunan terkadang mengharuskan kita mendirikannya pada berbagai macam jenis tanah seperti pada proyek jalan tol Gempol-Pasuraun yang memiliki jenis tanah lunak. Tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah. Stabilisasi atau perbaikan tanah diperlukan untuk meningkatkan mutu tanah dasar. Pada penilitian ini dilakukan stabilisasi secara kimiawi dengan menambahkan zat aditif berupa fly ash 15% dari berat keseluruhan tanah lalu diberi waktu perawatan (curing) selama 0 hari, 4 hari, 7 hari, 14 hari, dan 228 hari. Hasil pengujian CBR yang didapat menunjukan bahwa kenaikan nilai CBR terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan (curing). Dari pengujian triaxial didapatkan nilai sudut geser (terus meningkat hingga hari ke-14 lalu mengalami peningkatan di hari ke-28. Sedangkan nilai kohesi (C) terus menurun hingga hari ke-14 lalu mengalami penurunan di hari ke-28. Hasil dari pengujian kuat tekan bebas terus meningkat seiring bertambahnya waktu perawatan dimana nilai Cu terbesar ada pada hari ke-28. Hasil uji konsolidasi menyatakan waktu perawatan dapat mengurangi penurunan serta mempercepat proses tersebut. Kata kunci: Tanah Lunak, Waktu Perawatan, Fly Ash, CBR, Konsolidasi, Kuat Geser Tanah.
PENGARUH BESAR BEBAN TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN METODE PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) DENGAN POLA SEGITIGA Anggraeni, Gita Maulina; ., Harimurti; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan adalah salah satu lokasi proyek pembangunan jalan tol ruas Gempol – Pasuruan pada lokasi ini kondisi tanahnya merupakan tanah lempung lunak yang pada umumnya memiliki daya dukung yang rendah. Kondisi tanah dasar yang cukup lunak menyebabkan terjadinya penurunan tanah.hal ini mengharuskan dilakukannya upaya perbaikan tanah lunak agar bisa dijadikan lahan bangunan nantinya. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh besar penurunan dengan metode pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan variasi beban. Perbaikan tanah lunak dilakukan dengan desain PVD menggunakan pola segitiga dan spasi 14 cm. Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD dan menggunakan PVD memiliki dampak yang sangat besar terhadap nilai penurunan tanah serta kuat geser tanah (Su). Kata Kunci : Tanah Lunak, Penurunan, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
PENGARUH JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID DAN JARAK EKSENTRISITAS BEBAN TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Maharani, Kharisma Tria; Munawir, As’ad; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak antar lapis geogrid(h) dan jarak eksentrisitas beban (e) terhadap daya dukung tanah pasir dengan Rc 80% pada pondasi persegi panjang. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan pondasi tanpa perkuatan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi jarak eksentrisitas beban (e) dan variasi pengaruh jarak antar lapisan geogrid (h) terhadap daya dukung dan penurunan pada pondasi persegi panjang. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio Df/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi e/B sebesar 0,05; 0,1; 0,15 dan variasi rasio h/B sebesar 0,1; 0,2; 0,3. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari analisis BCR, nilai peningkatan daya dukung tanah pasir yang menghasilkan nilai maksimum terdapat pada jarak antar lapis geogrid (h/B)=0,3 dan jarak eksentrisitas beban (e/B) = 0,15.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, geogrid, variasi jarak eksentrisitas beban, variasi jarak antar lapis geogrid.
PENGARUH VARIASI JUMLAH DAN LUAS LAPISAN GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Charisma, Nuril; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penambahan geogrid untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir serta pengaruhnya terhadap penurunan yang terjadi. Dalam penelitian ini digunakan pondasi persegi panjang 10x12 cm yang akan diuji diatas tanah pasir dengan kepadatan relatif (RC) 80%. Uji pembebanan dilakukan pada tiap model dengan eksentrisitas (e) = 0,1B. Permodelan akan divariasikan terhadap dua variabel yaitu jumlah lapisan geogrid (n) sejumlah 1, 2, 3 dan luas lapisan geogrid (A) dengan ukuran 40x48 cm, 50x60 cm, 60x70 cm. Pengujian dilakukan baik pada pemodelan pondasi persegi panjang tanpa perkuatan maupun dengan perkuatan. Pada awalnya model tanpa perkuatan akan diuji sebagai pembanding, sedangkan model lainnya akan diuji sesuai dengan penambahan geogrid sesuai variasi.  Hasil dari penambahan geogrid baik variasi n maupun A meningkatkan data dukung tanah hingga 69,49%.Variasi yang paling efektif meningkatkan daya dukung terjadi pada model dengan jumlah lapisan geogrid (n) = 3 dan luas lapisan geogrid (A) = 60x72 cm. Dari hasil analisis, didapatkan nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) maksimum sebesar 1,695. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban  eksentris, geogrid, variasi jumlah lapisan geogrid, variasi luas lapisan geogrid.
JARAK EKSENTRISITAS BEBAN TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PANJANG PONDASI (L/B) = 1,2 DAN KEDALAMAN PONDASI (DF/B) = 1 Praptawati, Atika; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada tanahhpasir dengan nilai kerapatan relatif yang rendah (pasir lepas) jika diberikan pembebanan di atasnya adalah penurunan yang besar danhdaya dukunghtanah yang rendah. Selain itu, adanya beban eksentris akan mengakibatkan pengurangan (reduksi) dayahdukunghtanah.Pengujian dilakukan pada tanahhpasir Rc 80%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak lapis geogrid teratas(u) dan jarak eksentrisitas beban(e) terhadap dayahdukung tanah pasir pada pondasi persegi panjang. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio Df/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi u/B sebesar 0,2; 0,3; 0,4dan variasi rasio e/B sebesar 0,05; 0,1; 0,15.Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari analisis BCR, nilai peningkatan daya dukunghtanahhpasir yang menghasilkan nilai maksimum terdapat pada jarak lapis geogridhteratas (u/B)=0,2 dan jarak eksentrisitas beban (e/B) = 0,15. Kata kunci:dayahdukung, penurunan, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, geogrid, variasi jarak lapis teratas geogrid, variasi jarak eksentrisitas beban.
PENGARUH LUAS GEOGRID DAN JARAK ANTAR GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Bangalino, Arvi; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang sering dijumpai pada tanah pasir adalah sebagian besar butirannya memiliki ukuran yang seragam. Hal ini menyebabkan adanya rongga-rongga antar partikel pasir, sehingga tanah pasir tersebut memiliki kerapatan relatif yang rendah. Tanah pasir dengan kerapatan yang relatif rendah jika diberikan pembebanan di atasnya akan menyebabkan penurunan yang berlebih dan mengalami keruntuhan geser. Selain itu, momen yang disebabkan oleh beban eksentris dapat mereduksi daya dukung tanah. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah pasir dengan menggunakan lapisan geogrid.Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi luas geogrid (A) dan jarak antar geogrid (h). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan luas geogrid dengan ukuran 40x48 cm2, 50x60 cm2, 60x70 cm2 dan jarak antar geogrid 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm dan ukuran pondasi yaitu 10x12 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan A = 60x70 cm2 dan h = 3 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi luas geogrid, variasi jarak antar geogrid.
PENGARUH VARIASI PILIN SERAT KALENG TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Ishaq, Muh. Nurul; Wibowo, Ari; Brahmana K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung merupakan hasil pekerjaan kontruksi secara fisik yang menyatukan berbagai komponen struktur sebagai kesatuan untuk mendistribusikan beban dari atas sampai ke bawah. Kekuatan komponen struktur sangat bergantung pada bahan dan dimensi yang akan digunakan. Secara umum, bahan yang paling sering digunakan yaitu beton bertulang. Pada zaman sekarang, inovasi mengenai beton bertulang sudah semakin banyak, terutama penelitian mengenai beton serat. Serat yang digunakan berupa serat kaleng. Penggunaan serat kaleng ini merupakan langkah yang tepat dalam upaya mengurangi sampah.Hal ini membuat peneliti ingin meneliti pengaruh variasi pilin serat kaleng terhadap kuat lentur, lendutan, dan pola retak balok beton bertulang. Penelitian ini memanfaatkan limbah serat kaleng yang telah dipotong dengan ukuran 4 cm dan lebar 2 mm serta dipilin sebanyak 1x dan 1,5x. Fraksi serat kaleng yang digunakan adalah sebesar 10% dari volume balok (15x20x130) cm. Pengujian dilakukan pada balok beton bertulang setelah berumur 28 hari. Perencanaan dan pengujian balok menggunakan beban terpusat di tengah bentang. Pengukuran lendutan menggunakan LVDT yang diletakkan di kedua sisi di tengah bentang balok. Sedangkan pola retak diamati secara visual dan penggunaan Dyno lite untuk mengukur lebar retak balok. Hasil pengujian kuat lentur balok menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng pada balok beton bertulang kurang berpengaruh. Hasil pengamatan lendutan dan lebar retak balok menunjukkan bahwa penambahan serat kaleng yang telah dipilin sebanyak 1,5x dapat mengurangi nilai lendutan dan lebar retak. Nilai lendutan dan lebar retak balok serat kaleng yang telah dipilin 1,5x masing-masing berkurang sebesar 10-15 % dari nilai lendutan balok normal dan berkurang 23,85% dari nilai lebar retak balok normal. Hasil pengamatan pola retak menunjukkan bahwa balok normal dan balok dengan penambahan serat kaleng memiliki pola retak geser lentur. Kata kunci :     Balok beton bertulang, serat kaleng, kuat lentur, lendutan, pola retak
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG TERHADAP POLA RETAK BALOK DENGAN VARIASI RASIO TULANGAN Adinda Maharani, Ghea Nabila; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu inovasi dalam penanganan limbah produk pada proses pemisahan antara besi/baja (Ground Granulated Blast Furnace Slag) adalah pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan pengganti semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap pola retak dan lebar retak balok beton bertulang. Benda uji yang digunakan berupa balok dengan dimensi 15 x 15 x 100 cm. Komposisi semen slag yang dibandingkan dalam penelitian kali ini adalah 0%, 10%, 40%, dan 70%. Sedangkan variasi rasio tulangan yang dibandingkan adalah rasio tulangan minimum, setengah maksimum, dan maksimum. Terdapat dua mutu beton yang diteliti  yaitu K-350 dan K-275. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola retak tidak dipengaruhi oleh komposisi semen slag, namun dipengaruhi secara siginifikan oleh rasio tulangan. Secara umum, semakin besar komposisi semen slag, maka semakin kecil lebar retaknya. Berdasarkan analisis varian dua arah (Anova), ditarik kesimpulan bahwa pada mutu K-350 terdapat pengaruh dari variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap lebar retak namun pada mutu K-275 variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan tidak memberikan pengaruh. Selain itu pada kedua mutu, tidak ditemukan pengaruh dari interaksi antara variasi komposisi semen slag dan rasio tulangan terhadap lebar retak. Kata Kunci: Semen Slag, Rasio Tulangan, Pola Retak, Lebar Retak.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK DENGAN SEMEN SLAG DAN FLY ASH Sitanggang, Gilbert; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upayamengurangipencemaranlingkungan yang disebabkanlimbahadalahdenganinovasipemanfaatanlimbah. Inovasipemanfaatanlimbahditerapkandalambidangkonstruksiyaitulimbahproduksampinganpemisahanantarabesi/bajasebagaibahansubstitusi semen dan limbahsisapembakaranbatu bara atau yang seringdisebutdengan fly ash sebagaibahan admixture beton. Untukmemberikankekuatantambahan dan untukmengeleminasikelemahanstrukturbetonmakadiberikantulangan pada beton. Pada penelitianinidibuatbenda uji dengandimensi 15 x 15 x 100 cm denganmenggunakankomposisi semen slag sebagaisubstitusisebesar 0%, 10%, 40%, dan 70%. Sedangkanvariasirasiotulangan yang digunakanyaiturasiotulangan minimum, setengahmaksimum, dan maksimum. Balokbetonbertulang juga menggunakan fly ash sebesar 20% tambahandari total semen yang direncanakan. Terdapatduajenismutu yang direncakanyaitu K-350 dan K-275. Untukcampuranbalok yang menggunakanrasiotulangan minimum dan setengahmaksimumterdapatmasingmasingtigasampel, akantetapiuntukrasiotulanganmaksimumterdapatsatubuahsampel. Sehingga total benda uji sebanyak 56 buah. Pada pengujianbalokdilakukandenganmemberibebanduatitik di tengahbentangdenganjarak yang simetris. Pembebananbalokdilakukansecarabertahapdengan interval 200 kg untukrasiotulangan minimum dan interval 500 kg untukrasiotulangansetengahmaksimum dan maksimumhinggabebantidakdapatdinaikkanlagi dan balokmengalamikeruntuhan. Data yang diperolehdaripengujianlenturuntukdianalisisantara lain beban dan lendutan. Hasil penelitian yang didapatkanadalahsemakinbesarrasiotulanganmemberikanpeningkatanbebanmaksimum yang dapatditahan dan baloksemakinkuatmenahanlendutan. Untukbalokmutubetonrencana (K-350) besarpeningkatanbebanmaksimumdarirasiotulangan minimum (0,58%) kerasiotulangansetengahmaksimum (2,49%) hinggakerasiotulanganmaksimum (4,98%) secaraberturut 41,9% dan 22,05%. Untukbalokmutubetonrencana (K-275) besarpeningkatanbebanmaksimumdarirasiotulangan minimum (0,58%) kerasiotulangansetengahmaksimum (1,94%) hinggakerasiotulanganmaksimum (3,87%) secaraberturut 46,49% dan 12,555%.Sedangkanlendutanmaksimum pada balokterjadimayoritas pada rasiotulangan minimum.Kata kunci: Semen Slag, RasioTulangan, Beban, Lendutan.

Page 63 of 140 | Total Record : 1398