cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR Ramadhani, Muhammad Alfian; Susanti, Lilya; Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada di titik pertemuan antara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia. Oleh karena itu sangat diperlukan bangunan yang aman terhadap gempa yang memberikan beban lateral pada struktur. Untuk menghindari keruntuhan akibat beban lateral gempa tersebut, ditambahkan pengaku (bracing) tipe V yang dipasang secara simetris pada bentang tengah portal.Pada penelitian ini portal yang digunakan terbuat dari beton bertulang yang memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm, dengan ukuran penampang 10 cm x 10 cm untuk seluruh komponen struktur. Tulangan terdiri dari tulangan utama berukuran Ø6 dan tulangan geser berukuran Ø4-150. Variasi eksentrisitas bracing tipe V pada struktur portal ini adalah Kode F bereksentrisitas 0 cm, Kode G bereksentrisitas 15 cm, dan Kode H bereksentrisitas 25 cm. Pengujian beban lateral pada benda uji portal dengan load cell yang dibebani secara berangsur hingga mencapai beban maskimum dan struktur runtuh. Hasil akhir dari penelitian ini adalah momen kapasitas struktur pada struktur portal bracing tipe V. Hasil pengujian yang dilakukan adalah portal kode F,G, dan H mampu menahan beban maksimum sebesar 7000 Kg, 5200 Kg, dan 4400 Kg untuk masing-masing portal. Hasil pengujian lab juga mendapatkan momen kapasitas struktur yaitu portal F memiliki momen kapasitas 4900 Kg.m , portal G memiliki momen kapasitas 3640 Kg.m , dan portal H memiliki momen kapasitas 3080 Kg.m. Maka disimpulkan bahwa portal kode F lebih efektif dan paling besar momen kapasitas struktur nya dibandingkan portal kode G dan H. Kata Kunci : Portal, Beban Lateral, Pengaku, Momen Kapasitas.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE INVERTED V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS STRUKTUR Pribadi, Akbar; W., Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi penduduk yang terus meningkat menjadi salah satu faktor dilaksanakannya pembangunan bangunan tinggi guna memenuhi kebutuhan. Tantangan utama dari konstruksi bangunan tinggi di Indonesia adalah gempa bumi. Salah satu cara efisien struktur untuk memikul beban lateral akibat beban gempa adalah dengan menambahkan pengaku diagonal (bracing) pada strukturnya. Penelitian ini dibuat benda uji portal bracing tipe inverted V dengan jenis yaitu portal dengan bracing konsentris (CBF) dan portal dengan bracing eksentris (EBF). Total benda uji ada 3 buah, dimana benda uji CBF dibuat 1 buah benda uji dan untuk benda uji EBF dibuat 2 buah benda uji dengan eksentrisitas bracing 15 cm dan 25 cm. Benda uji portal memiliki dimensi 110 x 10 x 80 cm yang dibuat dari beton bertulang dengan mutu rencana K-175 (14,5 Mpa). Tulangan utama yang digunakan adalah baja polos ukuran Ø6 mm untuk tulangan utama dan ukuran Ø4 mm untuk tulangan transversal. Pengujian pembebanan benda uji portal dilakukan secara horizontal dengan menggunakan alat load cell berkapasitas 10 ton dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi yang nanti diolah untuk mendapatkan nilai daktilitas struktur portal. Selain itu dari pengujian juga diperoleh penyebaran daerah pola retak dari benda uji portal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji portal dengan bracing konsentris (CBF) yaitu benda uji portal kode K dengan eksentrisitas bracing 0 cm lebih efektif digunakan karena mampu memikul beban lateral paling besar hingga 6,8 ton dan mempunyai nilai daktilitas paling tinggi dibandingkan dengan benda uji portal yang memiliki eksentrisitas pada bracing (EBF). Kapasitas memikul beban yang besar membuat benda uji portal kode K terjadi penyebaran retak paling banyak. Kata Kunci: Portal, Bracing, Eksentrisitas, Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak.
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Waluyo, Ajit Rachmatsyah; Susanti, Lilya; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki tingkat ancaman gempa bumi yang tinggi. Banyak bangunan di Indonesia rusak akibat gempa karena strukturnya tidak memenuhi. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa adalah dengan menambahkan bracing. Pada umumnya bracing terhubung di titik pertemuan antara kolom dan balok, yang disebut sebagai bracing tanpa eksentrisitas (CBF). Namun, sistem bracing CBF terkadang sulit diterapkan pada sebuah struktur. Pemasanganbracing dengan eksentrisitas (EBF) perlu dilakukan. Maka, dari itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas bracing yang memiliki eksentrisitas.Dalam penelitian ini dibuat tiga benda uji portal. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan bracing satu arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Bracing pada benda ujiportal pertama tidak memiliki eksentrisitas. Sedangkan, benda uji lainnya diberikan eksentrisitas pada sisi atasnya masing-masing 15 cm, dan 30 cm. Benda uji portal dibuat dengan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Hasil penelitian ini diketahui bahwa portal dengan eksentrisitas 15 cm memiliki tegangan maksimum yang hampir sama dengan portal yang non-eksentris, dengan nilai tegangan baja dan beton masing-masing 0,21% dan 0,24% lebih kecil. Regangan maksimum benda uji non-eksentris untuk baja dan beton masing-masing 23,73 x 10-4 dan 4,14 x 10-4. Sedangkan benda uji dengan eksentrisitas 15 cm masing-masing 23,36 x 10-4 dan 10,64 x 10-4. Beban maksimum dari benda uji non-eksentris dan benda uji dengan eksentrisitas 15 cm sama besar, namun untuk benda uji dengan eksentrisitas 30 cm memilki beban maksimum 52,27% lebih kecil dari benda uji non-eksentris Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Adikasih, Prima; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material tidak ramah lingkungan karena menggunakan agregat kasar alami (NCA). Pengganti NCA agar tidak habis adalah agregat kasar daur ulang (RCA).Hasil pengujian agregat didapatkan mutu NCA lebih unggul daripada RCA. Drainase pada jalan di Indonesia belum berfungsi dengan baik. Sehingga dibutuhkan material baru, yaitu beton porous untuk mengatasinya. Namun, beton porous memiliki kuat tekan yang rendah. Sehingga, pada penelitian ini akan meneliti tentang penambahan glass fiber dan polypropylene fiber, sebesar 0,75% dan 1,5% terhadap berat semen, terhadap kuat tekan beton porous dengan menggunakan RCA sebagai solusi  masalah-masalah di atas. Uji yang dilakukan adalah uji agregat meliputi berat isi, berat jenis, dan penyerapan. Serta void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS 0,27. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan RCA mengurangi kuat tekan daripada NCA dan penambahan glass fiber meningkatkan kuat tekan beton dari 7,841 MPa hingga mencapai 8,382 MPa, serta penambahan polypropylene fiber menambah sifat getas pada beton. Selain itu, pada pengujian void ratio dan permeabilitas didapatkan semakin besar void ratio beton porous maka semakin rendah kuat tekannya dan semakin meningkat permeabilitasnya. Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG JAMBOO HOTEL KABUPATEN TULUNGAGUNG (Alternative Design Study of Composite Structure in Jamboo Hotel Tulungagung Putri Aji, Gumelar Asrining; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di Indonesia maka pembangunan pada saat ini menitikberatkan pada bangunan bertingkat tinggi dikarenakan keterbatasan lahan yang ada di kota-kota besar dan dimaksudkan agar suatu kota mampu menampung konsentrasi penduduk yang padat serta menciptakan sarana dan prasarana bagi penduduk didalamnya. Oleh karena itu dilakukan perencanaan alternatif dengan menggunakan bahan komposit pada bagian baloknya. Balok berupa beton dan baja, sedangkan kolom berupa baja. Konsep perencanaan menggunakan metode LRFD. Agar terjadi aksi komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Sambungan yang digunakan untuk balok-kolom yaitu sambungan las, dan sambungan yang digunakan untuk kolom yaitu sambungan baut. Keuntungan dari pemakaian struktur komposit ini adalah struktur menjadi lebih kaku serta panjang bentang layan untuk balok semakin besar. Kata Kunci : Komposit, Gaya Gempa, LRFD.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG JAMBOO HOTEL KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM Putri, Desy Trikurnia; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalamwberjalannyaiwaktuopembangunanydikotaobesarbpadabsaatbinibsangatpmengutamakan bangunan bertingkat tinggi, hal tersebut dikarenakan lahan yang ada di kota-kota besar kurang memadahi.aDenganoadanya lahan yang sangat memadahi suatu kota tersebut mampu menampung banyaknya penduduk serta menciptakan sarana dan prasarana bagi penduduk didalamnya. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun bangunan tinggi. BangunaniJamboobHotelbKabupatenbTulungagungbinibdirencanakanbdenganbmenggunakanstrukturibetonqbertulang.wKonstruksiuyangimenggunakanistrukturjbetonibertulangimemiliki bebanasendiribatauibebanbmatiiyangbcukupibesar,bhalbtersebutbsangatbberpengaruhbpadaqbebangempaq yangkharuslditahanpolehrgedungltersebut nantinya. Oleh sebab itu dilakukan studi alternatif perencanaan gedung jamboo hotel dengan menggunakan profil Castellated Beam. Perencanaan balok menggunakan Castellated Beam sedangkan kolom menggunakan profil baja Wide Flange (WF). Kontrol penampang pada balok dan kolom setelah perencanaan awal dimensi. Kontrol penampang pada balok harus memenuhi syarat ØMn ≤ Mu, apabila memenuhi syarat maka profil WF dibentuk menjadi Castellated Beam kemudian dikontrol terhadap momen,geser, jarak antar lubang dan lendutan.   Kata kunci: Struktur Baja,LRFD, Castellated Beam
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Listiana, Henri; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiringberkembangnya zaman dan teknologi, semakinberkembang juga pembangunan di negeri ini. Perkembanganilmupengetahuan dan teknologiharusdiiringidenganpendidikan formal yang tinggi dan prasarana yang menunjang. Untukituperluadanyausahapeningkatanfungsibangunanbaikituberupaperbaikangedung lama, penambahanbangunangedungbaruataupunpembangunangedungbaru di lokasi yang lebihnyaman dan strategis. Oleh karenaitu, diperlukanperencanaanalternatif pada Gedung FakultasIlmuKeolahragaanUniversitas Negeri Malang. Perencanananalternatifgedungmenggunakanbahankomposit pada bagianbaloknya. Balokberupabeton dan baja, sedangkankolomberupabaja. Konsepperencanaanmenggunakanmetode LRFD. Pada perencanaaninidilakukanbeberapa kali percobaandimensibalokhinggamendapatkanprofilbaja WF yang tidakmampumenahangaya-gayadalam yang terjadi dan menjadikannyakomposit agar mampumenahangaya – gayadalam yang terjadisertamemenuhipersyaratan yang ada di peraturan. Sedangkanuntukkolomdilakukanpercobaanbeberapa kali hinggamendapatkanprofilbaja WF yang mampumenahangaya-gayadalam dan memenuhiperaturan. Agar terjadiaksikompositantarabajadenganbeton, makadigunakanpenghubunggeser. Sambunganuntukantarabalok-kolomdigunakan las, dan sambunganantarkolomdigunakanbaut. Kata kunci: Komposit, Gaya Gempa, LRFD
PENGARUH PROSES FINISHING TERHADAP KUAT GESER STRUKTUR PANEL BETON LIMBAH BATU ONYX Setyansyah, Dharmawan; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran dari beberapa bahan seperti batu kerikil dan pasir sebagai agregat, semen sebagai perekat, serta air sebagai pengikat antara semen dan agregat. Agregat sendiri merupakan komponen paling utama, karena menempati 60 hingga 80 % dari keseluruhan suatu campuran beton. Maka dari itu, agregat dalam hal ini adalah kerikil, merupakan salah satu penentu dari sifat dan kekuatan dari beton. Satu dari sekian banyak alternatif pengganti agregat kasar yakni limbah batu onyx. Salah satu parameter dari kekuatan beton merupakan kuat geser (tegangan geser) dari beton, sehingga apabila limbah batu onyx digunakan sebagai agregat kasar dinding panel beton, maka perlu diteliti perbedaan kuat geser dinding panel beton onyx sebelum dipoles dan sesudah dipoles.Penelitian dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan dinding panel beton dengan dimensi 80 x 40 x 6 cm. Hasil dari pengujian kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah batu onyx yakni sebesar 17,75 %. Hasil pengujian kuat geser didapat persentase perbandingan antara kuat geser panel beton onyx sebelum dipoles dengan panel beton onyx yang telah dipoles yaitu sebesar 0,87%, dengan rata-rata kuat geser/ tegangan geser panel beton onyx sebelum dipoles sebesar  11,51 kg/cm2 dan rata-rata kuat geser/ tegangan geser panel beton onyx yang telah dipolesyaitu sebesar 11,41 kg/cm2. Dari hasil analisis statistik dengan signifikansi 5% menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kuat geser(tegangan geser) panel beton limbah batu onyx sebelum dipoles dan sesudah dipoles. Dapat disimpulkan bahwa proses penggosokan (finishing)setebal 2-3 mm dapat dilakukan untuk menghasilkan beton yang memiliki nilai estetika tinggi namun juga memiliki kekuatan yang layak untuk komponen struktural. Kata Kunci: struktur panel beton onyx, limbah batu onyx, penggosokan, kuat geser.  
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP MOMEN KAPASITAS STRUKTUR Mumtaz Aly, Bilqis Anjanaa; Wijaya, Ming Narto; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia termasuk ke dalam lempeng utama dunia yang menyebabkan Indonesia cukup sering mengalami bencana gempa bumi. Akibatnya banyak gedung hancur karena beban lateral gempa tersebut. Penambahan pengaku (bracing) tipe single diagonal pada struktur gedung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kekakuan dengan tujuan mengurangi simpangan maksimum arah horizontal yang disebabkan oleh beban lateral.Penelitian ini membuat 3 benda uji portal dengan bracing tipe single diagonal dari beton bertulang yang memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm dengan seluruh komponen struktur memiliki ukuran penampang 10 cm x 10 cm. Pengujian yang dilakukan menggunakan load frame untuk perletakkan benda uji dan load cell untuk pemberian beban yang dilakukan secara berangsur hingga mencapai beban maksimum dan benda uji runtuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan momen kapasitas struktur pada portal dengan eksentrisitas satu sisi pada bracing tipe single diagonal. Hasil dari pengujian didapatkan besar beban lateral maksimum yang mampu ditahan oleh benda uji A, D, dan E secara berturut-turut yaitu 4410 kg, 4400 kg, dan 2100 kg. Dari data tersebut didapatkan momen kapasitas masing-masing benda uji A, D, dan E sebesar 3087 kgm, 3080 kgm, dan 1470 kgm. Penelitian ini juga melakukan perhitungan momen kapasitas secara teoritis untuk setiap benda uji portal. Dari hasil analisis secara teoritis menggunakan SAP2000 benda uji A memiliki momen kapasitas sebesar 7050,45 kgm, benda uji D memiliki momen kapasitas sebesar 4636,23 kgm, dan benda uji E memiliki momen kapasitas sebesar 2541,16 kgm. Dapat disimpulkan bahwa benda uji A yaitu portal dengan tanpa eksentrisitas pada bracing adalah portal paling efektif dari benda uji portal lain karena memiliki nilai beban lateral yang mampu ditahan terbesar secara eksperimental. Oleh karena itu, pemberian eksentrisitas pada bracing memberikan pengaruh pada besarnya momen kapasitas struktur portal. Kata Kunci: Beton Bertulang, Portal, Bracing, Eksentrisitas, Momen Kapasitas
PENGARUH EKSENTRISITAS SATU SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS STRUKTUR Muslim, Muhammad Syaiful; Wijaya, Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan pada umumnya terdiri dari bangunan struktur atas dan struktur bawah . Negara Indonesia merupakan negara yang wilayahnya termasuk ke dalam lempeng utama dunia dan mempunyai banyak gunung berapi yang masih aktif baik di daratan maupun di lautan, Salah satu cara untuk mendapatkan kekakuan pada bangunan dengan tujuan mengurangi simpangan maksimum arah horizontal adalah dengan memasang pengaku (bracing) pada gedung tinggi (Jaya M, 2011). Adapun penggunaan dari sistem bracing terdapat dua tipe yaitu bracing tanpa eksentrisitas (CBF) dan bracing dengan eksentrisitas (EBF). Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektifitas penggunaan dari kedua sistem bracing. Dalam penelitian yang dilakukan dibuat tiga benda uji portal. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan bracing satu arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Bracing pada benda ujiportal pertama tidak memiliki eksentrisitas. Sedangkan, benda uji lainnya diberikan eksentrisitas pada satu sisibracing yaitu berada padasisi atas benda uji masing-masing 15 cm dan 30 cm. Benda uji portal dibuat dengan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikHasil penelitian ini diketahui adanya penambahan jarak eksentrisitas satu sisi bracing dengan jarak eksentrisitas tertentupada struktur portal dapat mempengaruhi tingkat rasio daktilitas dan pola retak yang dialami oleh struktur portal dan mengurangi retak geser lentur dan dominan menghasilkan retak lentur. Jarak eksentrisitas satu sisi bracing dengan jarak eksentrisitas yang semakin rapatpada struktur portal maka akan dapat meningkatkan tingkat rasio daktilitas yang dihasilkan oleh struktur portal tersebut. Pada pengujian ini didapat hasil benda uji portal e = 15 cm (∆u/∆y = 4,56) > benda uji portal e = 0 cm (∆u/∆y = 3,33)) >benda uji portal e = 30 cm (∆u/∆y = 1,65). Kata Kunci : Portal,Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak, Bracing

Page 64 of 140 | Total Record : 1398