cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP POLA DAN LEBAR RETAK STRUKTUR PANEL BETON Rinovita Putri, Raden Roro Dian; ., Wisnumurti; S, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gamping, Kecamatan Campur Darat, Tulungagung merupakan tempat kerajinan marmersehingga dalam seharinya dapat menghasilkan limbah batu onyx sampai 500 kg. Untuk mengurangi limbah batu onyx terdapat alternatif lain yaitumengganti agregat kasar pada struktur beton menjadi agregat dengan limbah batu onyx. Kemampuan layan suatu komponen struktur harus memenuhi syarat berdasarkan SNI 03-2847-2013, sehingga perilaku struktur yang didapat saat diberikan beban kerja cukup baik. Perilaku struktur tersebut dapat dilihat dari bentuk pola retak dan lebar retak yang terjadi saat struktur diberikan beban.Oleh karena itu, penelitian terhadap poladan lebar retak terhadap dinding panel beton onyx sangat penting untuk dilakukan.Penelitian yang dilakukanterhadapdua jenis dinding panel beton yaitu dinding panel beton normal dan dinding panel beton onyx dengan dimensi 80 x 40 x 6 cm. Pengamatan pola retak dan pengukuran lebar retak menggunakan handheld digital microscope (USB) dan didapatkan hasil pengamatan pola retak dinding panel beton normal dan dinding panel beton onyx memiliki jenis retaklentur (flexure crack).Hasil perbandingan lebar retak rata-rata dinding panel beton onyx memiliki persentase sebesar 38,9% lebih kecil dibandingkan lebar retak rata-rata dinding panel beton normal. Kata Kunci: dinding panel beton, limbah batu onyx, kuat tekan, pola retak, lebar retak
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT GESER STRUKTUR PANEL BETON S A, Putri Ranima; S, Edhi Wahyuni; Soehardjono, Agoes
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran dari agregat kasar, agregat halus, semen dan air. Beton merupakan bahan bangunan yang paling umum digunakan, untuk itu kualitas beton dapat mempengaruhi keamanan dari segi struktur. Kebutuhan agregat kasar yang besar yaitu 60%-80% perlu adanya suatu inovasi yang mengganti agregat kasar tersebut. Salah satu inovasi yang lebih ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan limbah batu onyx sebagai pengganti agregat kasar dalam pencampuran beton. Dengan adanya pergantian agregat normal dengan agregat onyx yang dapat memberikan perbedaan hasil dalam pengujian khususnya ditinjau dari hasil kuat geser pada beton dengan campuran beton normal dan beton batu onyx. Penelitiandilakukandenganpembuatanbendaujisilinderdandinding panel betononyxdenganukuran 80 x 40 x 6 cm denganhasilkuattekan rata – rata beton normal lebihbesardarikuattekan rata – rata betonlimbahonyx yaitusebesar17,75 %. Nilai rata rata kuat geser untuk dinding panel beton normal sebesar 11,98 kg/cm2 dan nilai rata-rata kuat geser dinding panel beton onyx sebesar 11,14 kg/cm2. Didapatkan persentase perbandingannya sebesar 7,01%. Didapatkan bahwa nilai kuat geser dinding panel beton normal lebih besar daripada kuat geser dinding panel beton onyx, hal ini dipengaruhi dari penggunaan material limbah batu onyx yang memberikan perubahan penurunan kuat geser pada beton dan juga material agregat kasar yang digunakan sebagai bahan pengisi pada panel beton normal yang lebih banyak.   Kata Kunci: beton, dinding panel beton onyx, limbah batu onyx, kuat geser.
PENGARUH PROSES FINISHING TERHADAP POLA DAN LEBAR RETAK STRUKTUR PANEL BETON ONYX Luthfiyah R., Badi’ Aushaf; ., Wisnumurti; S, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregat merupakan komponen beton yang paling berperan dalam menentukan besarnya kekuatan beton, pada umumnya semakin padat dan keras massa agregat akan semakin tinggi kekuatan beton. Inovasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengganti agregat kasar kerikil sebagai salah satu komponen dinding panel beton dengan limbah batu onyx. Batu onyx sendiri merupakan batuan yang memiliki nilai estetika tinggi dan enak dipandang mata. Proses finishing pada dinding panel beton onyx lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan pengecatan biasa. Kemampuan layan suatu komponen struktur harus mencapai perilaku struktur yang baik, di mana salah satu tercapainya perilaku struktur ditentukan oleh retak yang terjadi saat struktur diberi beban kerja. Sehingga perlu diteliti perbedaan pola dan lebar retak dinding panel beton onyx sebelum dipoles dan sesudah dipoles. Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dan dinding panelcbeton onyx berdimensi 80 x 40 x 6 cm. Pengujian kuat lentur pada panel beton onyx dengan memberi beban secara bertahap hingga mencapai beban maksimum. Kemudian dilakukan pengamatan pola retak dan pengukuran lebar retak menggunakan microscopedetector. Hasilcpengujianckuat tekan rata-rata beton normalclebih besar dari kuat tekan rata-rata beton limbahconyx yaitu sebesar 17,76%. Dinding panel beton onyx sebelum dipoles dan setelah dipoles mengalami retak lentur pada sisi depan. Di mana lebar retak dinding panel beton onyx sebelum dipoles 35,6% lebih kecil dari lebar retak dinding panel beton onyx seteah dipoles. Maka disimpulkan bahwa pemolesan 2-3 mm pada salah satu sisi dinding panel beton onyx mempengaruhi kekuatan dinding panel tersebut.   Kata Kunci : dinding panel beton onyx, limbah batu onyx, finishing, pola retak, lebar retak.  
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BATU ¬ONYX SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR STRUKTUR PANEL BETON Ilham Abdilah, Muhammad Fiqih; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu campuran beton normal, agregat menempati 60 hingga 80% dari volume beton yang mengeras . Agregatbiasanyadidapatdaripenambanganbatu dan pasir di sungai, akantetapiakhir-akhiriniseringterjadieksploitasisungaisecaraterus-menerussehinggamengakibatkanbanjir dan tanahlongsor. Penduduk DesaGamping, KabupatenTulungagung merupakan desa yang terkenaldengankerajinanbatuonyxnya yang melimpah. Alternatif untukmemanfaatkanlimbahbatuonyx tersebutyaitudenganmenggunakannyasebagaiagregatkasar pada beton. Salah satu parameter kekuatan pada betonyaitukuatlenturbeton tersebut. Penelitian dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan dinding panel beton normal dan onyx dengan dimensi 80 x 40 x 6 cm. Hasil pengujian kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah onyx yaitu sebesar 17,75 %. Kuat lentur (tegangan lentur) rata-rata dinding panel betonnormalyaitusebesar4,19 MPa dan kuat lentur (tegangan lentur) rata-rata dinding panel betononyxyaitusebesar3,89 MPa. Dari hasil analisis statistik dengan signifikansi 5% menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kuat lentur (teganganlentur) panel betonnormal dan onyx.   Kata-kata Kunci: panel beton onyx, limbah batu onyx, kuat lentur.  
PENGARUH DUA SISI EKSENTRISITAS BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP DAKTILITAS DAN POLA RETAK STRUKTUR Hidayat Jati, Muhammad Iqbaal; Wijaya, Ming Narto; B. K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana gempa beberapa tahun belakangan ini sering terjadi sehingga mengakibatkan korban jiwa dan bangunan yang rusak. Salah satu untuk meminimalisir kerusakan dan simpangan pada bangunan tingkat tinggi adalah dengan menambahkan elemen pengaku diagonal (bracing).Hal ini bertujuan untuk memberikan perkuatan dan mengurangi simpangan pada struktur portal.Pada penelitian ini dibuat benda uji portal bracing tipe single diagonaldengan jenisportal bracing konsentris (CBF) sebanyak 1 buah yaitu portal Adan portal dengan bracing eksentris (EBF) sebanyak 2 buah yaitu  portal B dengan eksentrisitas 15 cm diatas dan dibawah serta portal C dengan eksentrisitas 30 cm diatas dan 15 cm dibawah. Benda uji portal memiliki dimensi 110 x 10 x 80 cm yang dibuat dari beton bertulang dengan mutu rencana K-175 (14,5 Mpa). Tulangan utama yang digunakan adalah baja polos ukuran Ø6 mm untuk tulangan utama dan ukuran Ø4 mm untuk tulangan transversal. Pengujian pembebanan benda uji portal dilakukan secara horizontal dengan menggunakan alat load cell berkapasitas 10 ton dan LVDT untuk memperoleh nilai deformasi yang nanti diolah untuk mendapatkan nilai daktilitas struktur portal. Selain itu dari pengujian juga diperoleh penyebaran daerah pola retak dari benda uji portal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji portal dengan bracing konsentris (CBF) yaitu benda uji portal A dengan eksentrisitas bracing 0 cm lebih efektif digunakan karena mampu memikul beban lateral paling besar hingga 4410 kg dan mempunyai nilai daktilitas paling tinggi serta pola retak yang paling sedikit dibandingkan dengan benda uji portal yang memiliki jarak eksentrisitas yang semakin lebar pada bracing (EBF). Kata Kunci: Earthquake, Portal, Bracing, Eksentrisitas, Beban Lateral, Daktilitas, Pola Retak.
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP MODULUS ELASTISITAS BETON PADA PENGECORAN DUA JAM PENGADUKAN Tennyson, Albany; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang konstruksi sangat pesat di Indonesia. Pada penelitian ini, benda uji berupa beton silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan semen slag sebagai substitusi sebanyak 0%, 10%, 40% dan 70%. Untuk variasi FAS dibuat dua jenis sebesar 0,3 dan 0,4. Umur yang dibuat dalam pengujian terdapat tiga variasi yaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. Untuk pengujian modulus elastisitas beton dilakukan dengan mesin uji tekan sebagai pembaca kuat tekan, dan Linear Variabel differential Transformer (LVDT) sebagai pembaca perubahan panjang, yang akan digunakan untuk mencari modulus elastisitas hingga beton mengalami kerusakan. pengecoran dilakukan dalam waktu 2 jam pengadukan sebagai studi kasus waktu yang dibutuhkan truck mixer membawa beton segar dari batching plant menuju lokasi proyek.Hasil dari pengujian modulus elastisitas ini adalah bahwa komposisi semen slag dan rasio semen agregat mempengaruhi hasil modulus elastisitas. Untuk beton dengan umur 7 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 11643,625 MPa dengan komposisi semen slag 10% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 12253,512 MPa dengan komposisi semen slag 10% dan FAS 0,3. Kemudian untuk beton dengan umur 28 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 11928,646 MPa dengan komposisi semen slag 40% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 15450,997 MPa dengan komposisi semen slag 0% dan FAS 0,3. Dan untuk beton dengan umur 56 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 14848,309 MPa dengan komposisi semen slag 0% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 14319,245 MPa dengan komposisi semen slag 40% dan FAS 0,3.   Kata kunci: Semen Slag, Komposisi Semen Slag, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Dua Jam Pengadukan.
PENGARUH EKSENTRISITAS DUA SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Franandha, Septriana Bella; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam pembangunan infrastruktur dapat diukur melalui kondisi bangunandan kekokohan dari strukturnya. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa adalah dengan menambahkan pengaku. Sistem pengaku yang sering digunakan adalah pengaku tanpa eksentrisitas atau CBF (Concentrically Braced Frames) dan pengaku dengan eksentrisitas pada salah satu sisi atau EBF (Eccentrically Braced Frames). Namun, pemasangan pengaku tersebut sulit diterapkan, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untukmengetahuiefektifitaspengakuyangmemilikieksentrisitas.Penelitianinimenggunakantiga benda uji portal yang masing-masing memiliki tiga benda uji silinder untuk mengetahuimutunya. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan pengaku dua arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Pada benda uji portal A tidak memiliki eksentrisitas sebagai kontrol. Sedangkan benda uji B diberikan eksentrisitas atas-bawah 15 cm dan benda uji C diberikan eksentrisitas atas 30 cm – bawah 15 cm. Benda uji portal menggunakan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan. Hasil penelitian diketahui portal B pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimum masing-masing sebesar 18,17% dan 18,37% dari portal A. Untuk portal C pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimummasing-masingsebesar47,04%dan47,17%dariportalA.Reganganmaksimumportal Buntukkolomtarikdankolomtekanmasing-masing46,31%dan51,29%dariportalA,sedangkan portal C untuk kolom tarik dan kolom tekan masing-masing 64,43% dan 28,25% dari portalA. Kata Kunci : Portal, Pengaku, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR PELAT BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Giovanni, Christoper Houston; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat dari meningkatnya kegiatan perkerasan jalan membuat luas daerah serapan yang tertutupi oleh perkerasan juga meningkat dan mengakibatkan infrastruktur jalan di Indonesia mengalami kerusakan pada saat akumulasi air hujan melampaui kapasitas drainase yang masih belum berfungsi dengan baik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjadi solusi dari permasalahan ini adalah dengan menciptakan beton porous yang menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA) sebagai pemanfaatan limbah konstruksi agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Beton porous mampu mengalirkan air dengan mudah sehingga dapat mengurangi genangan air permukaan yang menyebabkan kerusakan jalan, akan tetapi beton porous bersifat getas dan menghasilkan kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan zat tambahan berupa glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5% dari berat semen terhadap kuat lentur pelat beton porous dengan menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA). Pengujian yang dilakukan adalah berat isi, berat jenis dan penyerapan, void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4  dengan nilai FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian didapatkan nilai P maksimum tertinggi yang mampu ditahan oleh pelat sebesar 13254,945 N yang terdapat pada variasi polypropylene fiber 0,75% dan RCA 0%. Penambahan glass fiber hanya dapat meningkatkan kuat lentur pelat beton porous sedangkan penambahan polypropylene fiber dapat meningkatkan kuat lentur pelat dan mengurangi sifat getas pada beton porous.   Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP RESPON LENTUR BALOK MEMAKAI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Fathurrohman, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang merupakan bagian dari komponen struktur utama dalam pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai penerima beban transversal. Pada dasarnya bahan utama dalam penggunaan beton adalah air, semen, agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu, bila perlu ditambahkan bahan campuran lain. Namun banyak inovasi-inovasi seiring berkembangnya pembangunan konstruksi dalam pemilihan bahan untuk pembuatan beton. Hasil penelitian didapatkan bahwa,kemampuan balok dalam menahan beban maksimum, terlihat signifikan pengaruhnya akibat peningkatan rasio tulangan. Pada balok dengan mutu (K-350) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,68%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) ke rasio tulangan maksimum (4,98%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 7,35%. Sedangkan untuk balok dengan mutu rencana beton (K-275) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,92%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) ke rasio tulangan maksimum (3,87%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 16,99%. Hasil yang sama didapatkan bahwa nilai kuat lentur maksimum dari tiap variasi semen yang digunakan terjadi pada balok dengan rasio tulangan maksimum. Kata kunci: Semen Slag, Kuat Lentur, Rasio Tulangan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM Rifai, Rahmat Bahtiar; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Baja Castella merupakan profil yang kekuatan komponen strukturnya bertambah dengan cara memperpanjang profil kearah satu sama lain dan dilas sepanjang pola. Profil Castellated Beam ini memiliki kelebihan yaitu dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), akan menghasilkan momen inersia dan modulus section yang lebih besar sehingga profil tersebut lebih kuat dan kaku. Apabila dibandingkan dengan profil asalnya, profil castella mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan ijin yang lebih kecil. Perencanaan alternative ini bertujuan untuk mengetahui apakah profil castella ini mampu untuk dijadikan material dalam membangun gedung tingkat tinggi. Hasil SAP2000 menunjukan momen ultimate sebesar 71,89 kNm dan geser ultimate sebesar 53,50 kN. Hasil dari analisis setelah dimodifikasi menjadi profil castella menunjukkan penambahan terhadap kapasitas momen dan geser dari profil castella tersebut. Kapasitas momen meningkat menjadi 80,13 kNm pada bagian berlubang (opening section) dan 90,27 kNm pada bagian tidak berlubang (web post) dari 57,64 kNm pada profil WF. Sedangkan kapasitas geser meningkat menjadi 295,68 kN pada bagian berlubang dari 174,87 kN pada profil WF dan mengalami penurunan menjadi 126,72 Kn bagian berlubang (opening section). Kata kunci: LRFD, Struktur Baja, Castellated Beam

Page 65 of 140 | Total Record : 1398