cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT TANPA WING WALL DAN DENGAN WING WALL TERHADAP DEFLEKSI HORIZONTAL DAN MOMEN LENTUR PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION)AKIBAT GEMPA N., Faiq Putra; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment merupakan salah satu struktur utama dari suatu jembatan. Abutment menjadi salah satu struktur dalam jembatan yang menopang seluruh beban lantai, serta beban lain yang diatasnya. Oleh karena itu, dalam suatu jembatan pembuatan abutment menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena jika abutment dari suatu jembatan lemah maka semua sistem struktur yang ada di atasnya pun berisiko untuk mengalami kegagalan. Seiring perkembangan konstruksi kebutuhan akan pembangunan jembatan baru pun semakin meningkat. Pada penelitian ini dibuat 2 jenis benda uji abutment yaitu abutment tanpa wing wall dan abutment dengan wing wall, dimana masing-masing dibuat 3 benda uji. Benda uji abutment tanpa wing wall dibuat dengan ukuran parapet wall 600 x 100 x 500 mm, sedangkan untuk abutment dengan wing wall  mempunyai ukuran sama dengan abutment tanpa wing wall akan tetapi ditambahkan wing dengan ukuran 100 x 200 x 500 mm pada masing-masing ujung parapet wall. Abutment tanpa wing wall dan abutment dengan wing wall dibuat dengan tulangan utama baja Ø8 mm dan sengkang Ø6 mm. Pengujian abutment dilakukan dengan menggunakan alat load cell dan LVDT untuk memperoleh  nilai defleksi.Hasil penelitian ini diperoleh nilai defleksi maksimum pada benda uji abutment tanpa wing wall 2 sebesar 42,14 mm dengan beban maksimum sebesar 2350 kg dan abutment tanpa wing wall 3 sebesar 41,53 mm dengan beban maksimum sebesar 2350 kg. Sedangkan nilai defleksi pada benda uji abutment dengan wing wall 2 sebesar 27,705 mm dengan beban maksimum sebesar 2950 kg dan abutment dengan wing wall 3 sebesar 23,87 mm dengan beban maksimum sebesar 3100 kg. Namun pada benda uji abutment dengan wing wall sendiri pada pengujian ini tidak mencapai beban atau gaya tekan maksimum dikarenakan alat pengujian yang tidak memenuhi. Kata Kunci : Defleksi, Momen Lentur, Abutment, Beban Gempa.
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU ABUTMENT DENGAN WING WALL DAN TANPAWING WALL TERHADAP POLA RETAK DAN TEGANGAN REGANGAN PADA JEMBATAN DALAM MENAHAN BEBAN TUMBUKAN (COLLISION) AKIBAT GEMPA Laksono, Rizal Adhit; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abutment adalahbagiandaristrukturbangunanbawahjembatan yang mempengaruhistrukturjembatanitusendiri, Pada strukturbangunandiatasnya.Penelitian ini dibuat dua jenis benda uji abutment, yaitu abutment dengan wing wall (W) dan abutment tanpa wing wall (TW). Jumlah benda uji untuk penelitian ini adalah sebanyak enam benda uji, Benda uji abutment dilakukan pengujian pembebanan secara horizontal dengan beban merata pada parapet wall abutment dengan menggunakan alat hydraulic jack, load cell 10 ton, dan strain gauge pada tulangan baja dan beton pada titik yang sudah ditentukan kemudian dihubungkan pada alat strain meter untuk memperoleh nilai tegangan regangan dan penyebaran daerah pola retak dari benda uji abutment.Hasil penelitian ini, dapat menunjukkan bahwa benda uji abutment dengan wing wall  (W) mempunyai nilai tegangan yang tinggi dan regangan yang lebih kecil dibandingkan dengan benda uji abutment tanpa wing wall baik baja maupun beton, dengan beban maksimum pada abutment dengan wing wall 2 (W2) sebesar 2950 Kg sedangkan pada abutment tanpa wing wall 2 (TW2) sebesar 2350 Kg. Penyebaran daerah retak benda uji abutment dengan wing wall terlihat lebih sedikit yaitu sampai retak ke 9 (R9), sedangkan benda uji tanpa wing wall sampai retak ke 19 (R19) dengan beban maksimum . Selain itu retak ke 1 (R1) yang terjadi pada benda uji abutment dengan wing wall membutuhkan beban yang lebih besar yaitu pada beban 1200 Kg sampai dengan 1900 Kg, sedangkan benda uji abutment tanpa wing wall pada beban 700 Kg sampai dengan 850 Kg. Namun pada penelitian ini, benda uji abutment dengan wing wall 1 (W1) dan abutment tanpa wing wall 1 (TW1) tidak dilakukan analisis, karena benda uji yang terlalu kuat dengan keterbatasan alat pengujian yang tersedia menyebabkan terjadinya penyimpangan data. Kata Kunci : abutment, jembatan, beban gempa, tegangan regangan, pola retak.
UJI TARIK DAN PENGARUH VARIASI PELAPIS TERHADAP UJI KUAT LEKAT BAMBU PILIN DENGAN KULIT Adi, Satrio Wibowo; Nuralinah, Devi; Simatupang, R. Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton memiliki daya tekan yang besar namun memiliki daya tarik yang lemah sehingga perlu diberi tulangan pada beton. Tulangan baja cenderung memiliki harga yangcukupmahaluntukdigunakanmakaperluadanyaalternatifpengganti tulangan baja. Olehkarenaitupadapenelitianinidigunakanlah tulangan bambu pilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai beban tarik pada bambu dan mengetahui bagaimana nilai kuat lekat pada bambu setelah diberi variasi pelapis. Variasi pelapis bertujuan untuk memperbaiki lekatan bambu terhadap beton. Variasi pelapis pada penelitian ini digunakan pelapis vernis, sikadur dan tanpa pelapis. Bambu tanpa buku/ruas memiliki tegangan tarik bambu lebih besar dibanding tegangan tarik bambu dengan buku/ruas.Keruntuhan pada pengujian kuat lekat ini adalah kegagalan tarik. Kerusakan terjadi dikarenakan bambu pilin mengikat pada beton sehingga ketika benda uji dikenakan beban, bambu masih tertahan pada beton mengakibatkan bambu terputus pada pilinannya.Olehkarenaitupelapistidakterbuktimeningkatkankuatlekatpadabambu. Penggunaan bahan pelapis pada bambu berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tarik antara bambu dengan beton berdasarkan uji statistik ANOVA. Namuntidakberpengaruhsecarasignifikanpadaperbandinganantarapelapissikadurdanvernis. Kata kunci :BambuPilin, Sikadur , Vernis , UjiTarik, Uji Pullout, KuatTarik, KuatLekat
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA BUMI MENGGUNAKAN DATA (CONE PENETRATION TEST) DI WONOANTI KABUPATEN PACITAN Dwi Krisna, Septiyan Candra Dwi; ., Harimurti; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi dapat menyebabkan tidak hanya korban jiwa, kerugian materi, namun juga kerusakan pada bangunan.Salah satu daerah yang rawan terkena bencana gempa adalah Kabupaten Pacitan yang terletak di Provinsi Jawa Timur.Kerusakan bangunan akibat gempa yang terjadi seperti keretakan pada dinding, keruntuhan struktur bangunan utama disebabkan tidak hanya karena gaya dinamis yang mengguncang namun juga dapat disebabkan oleh respon tanah yang berada di bawah bangunan tersebut. Hasil penelitian untuk memperoleh nilai Safety Factor dari perbandingan antara Cyclic Resistant Ratio (CRR) dengan Cyclic Stress Ration (CSR) berdasarkan gempa yang terjadi dengan magnitude 4,3 SR dan PGA 44,99 gal yang terjadi relatif besar dari 1, sehingga pada setiap kedalaman manapun tidak berpotensi untuk terjadi likuifaksi. Perhitungan potensi likuifaksi di Pacitan juga dilakukan dengan kemungkinan terjadi peristiwa gempa besar dengan magnitude 6,2 SR yang menghasilkan PGA 164,44 gal pada saat kedalaman sama 10 km dan episenter 33 km menghasilkan zona-zona likuifaksi pada kedalaman lapisan tanah yang bervariasi antara 0,4 meter hingga 5,6 meter. Analisis dilakukan dengan meperpendek kedalaman gempa yang terjadi menjadi 5 km sehingga menghasilkan zona likuifaksi pada kedalaman yang bervariasi antara 0,4 meter hingga 6,4 meter. Kata Kunci: Peak Ground Acceleration(PGA), Likuifaksi, CPT, CSR, CRR.  
KAJIANKINERJAPELAYANANKAPALPENYEBERANGANURABAYA-LOMBOKDENGANMETODEIPADANWOT Fahrial, Rival; Wicaksono, Ahmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KapalpenyeberanganmenjadimodatransportasialternatifbagimasyarakatyanghendakbepergiankePulauLombokdanebaliknya,Namunaatinihanyaatuarmadakapalpenyeberanganyangberoperasidenganwaktukeberangkatanyangterbatasyaituduakalidalamatuminggudariurabaya-Lombok.Tujuandaripenelitianiniadalahmengetahuikinerjapelayanan,danjugatrategiyangditerapkanpadaKapalpenyeberanganurabaya-Lombok. Terdapatduaanalisisyangdigunakandalampenelitianini,yaitu:(a)AnalisisIPA,(b)AnalisisWOT.AnalisisIPAdalamkajianinimengacukepadaPeraturanMenteriPerhubunganRepublikIndonesiaNomorPM39tahun2015TentangPenyelenggaraanAngkutanPenyeberangan.Dataprimerdiperolehmelaluiwawancaradanpembagiankuisionerdenganjumlahampelebanyak170responden,edangkandataekunderdidapatdarijurnal,literatur,daninternet. Hasilanalisisdari28atributpadaanalisisIPA,terdapat15atributyangmasukdalamkuadranI,dimanalimabelasatributtersebutadalah(1)Informasidanfasilitaskeselamatan,(2)Informasidanfasilitaskesehatan,(3)Fasilitaskeamanandanketertiban,(4)Naikturunpenumpangdaridankekapal,(5)informasigangguankeamanan,(6)peralatandanpendukungkeamanan,(7)Kemudahanuntukmendapatkantiket,(8)jadwalkeberangkatandankedatangankapal,(9)Ruangtunggu,(10)Fasilitaspengaturuhu,(11)Ruangpelayanankesehatan,(12)informasiwaktukeberangkatandankedatangankapal,(13)Fasilitaskemudahannaikturunpenumpang,(14)pelayananbagasipenumpang,(15)Fasilitaspenyandangdifabel.NamunpelayanandiataskapalmenjadialasanutamabelummaksimalnyakinerjaKapal.UntukanalisisWOTdidapatduatrategigunamenentukantrategiyangdigunakanterkaitpermasalahandiKapalPenyeberanganurabaya-Lombokantaralain(1)MelengkapifasilitasKapalpenyeberanganurabaya-LombokyangdirasapentingdandiharapkanetelahadaperbaikandaripihakkapaldanparapenumpangkapalikutmenjagafasilitasyangtelahdiberikanolehpihakKapalpenyeberanganurabaya-Lombok.Upayauntukmemperbaikifasilitasharusterusdilakukanagarmenciptakankenyamananbagiparapenumpang(2)Pihakkapallebihmengutamakankenyamanandankeamananuntukmenarikminatpenumpangagarlebihmemilihkapalpenyeberanganagarcalonpenumpanglebihberminatdanberalihkemodatransportasipenyeberangan.Darihasilpenilitiandiatas,fasilitasKapalpenyeberanganurabaya-Lombokdinilaicukupmemuaskan. Katakunci:Kapalpenyeberangan,ImportancePerformanceAnalysis(IPA),AnalisisWOT.
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN PENGGUNA SEPEDA DI KABUPATEN KEDIRI BERDASARKAN IRSMS DAN AIS POLDA JAWA TIMUR ; Arifin, M. Zainul; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SepedamerupakanalattranspoprtasialternatiframahlingkunganyangdigemarimasyarakatfterutamadiKabupatenKedirisepedamasihdijadikankendaraanyang digunakansebagiandarimasyarakatnya.KabupatenKedirimempunyaiangkakecelakaan penggunasepedaterbesardiJawaTimurmenurutdataPoldaJawaTimur.Tujuandari penelitianiniadalahuntukmengetahuikarakteristikpenggunasepeda,karakteristik kecelakaanlalulintasyangmelibatkanpenggunasepedadanmembuatmodelprediksi kecelakaanpenggunasepedadiKabupatenKediri.Hasilanalisisdatakecelakaanmenyatakan bahwakarakteristikpenggunasepedadiKabupatenKediriadalahmayoritaslaki-laki mencapai67,1%denganrentanusiayangtidakdiketahuisebanyak31%denganpekerjaan wiraswastasebanyak41,8%.Sedangangkankarakteristikkecelakaanyangmelibatkan pengendarasepedaterjadipadarentangwaktu06:00-11:59sebanyak62,34%dengankondisi cuacacerah(92,4%),mayoritaskorbanmengalamilukaringan(75,9%)dengantaksiran kerugianmaterilyangdialamikorban<Rp200.000(48,4%).Mayoritaskecelakaanyang terjadiadalahkecelakaandouble(96,5%)danterjadidikondisigeometriclurus(84,5%). Model Prediksi Kecelakaan di Koabupaten Kediri memberikan model yang tidak valid/tidak akurat. Model prediksi yang diperoleh adalah sebagai berikut: McA= 1,081123 Dimana: McA = jumlah kecelakaan, Kecepatan = kecepatan lalu lintas (km/jam), .
MODEL PREDIKSI PELUANG KECELAKAAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN KEDIRI BERDASARKAN IRSMS DAN AIS POLDA JAWA TIMUR ; Arifin, M. Zainul; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia banyak sekali terjadi kecelakaan lalu lintas terutama di jalan raya. Menurut data kecelakaan lalu lintas dari Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui portal online IRSMS dan AIS pada tahun 2018, jumlah kecelakaan sepeda motor terbanyak sampai tahun 2018 adalah di Kabupaten Kediri. Angka kecelakaan di lokasi studi setiap tahunnya mengalami penurunan pada periode waktu 2012 sampai 2014, dan mengalami kenaiakan kembali pada periode waktu 2015 sampai 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik pengendara sepeda motor di Kabupaten Kediri,mengetahui karakteristik kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Kabupaten Kediri,membuat model peluang kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor di Kabupaten Kediri.Data sekunder diperoleh dari Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui portal online IRSMS dan AIS, yaitu data kecelakaan semua kota di Jawa Timur dari tahun 2010 sampai 2017 yang digunakan untuk menentukan wilayah studi. Data primer diperoleh dari metode kuesioner dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan metode acak kepada 100 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi dan analisis regresi logistik. Analisis deskriptif frekuensi digunakan untuk menampilkan distribusi frekuensi dari setiap variabel penjelas. Analisis regresi logistik digunakan untuk pembuatan model prediksi kecelakaan pengendara sepeda motor berdasarkan variabel penjelas yang sudah ditentukan. Hasil analisis deskriptif dari data yang telah diperoleh 69 reponden pernah mengalami kecelakaan. Hasil analisis deskriptif dari data yang telah diperoleh 69 reponden pernah mengalami kecelakaan. Berdasarkan aspek karakteristik Sosio-Ekonomi yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan yaitu jenis kelamin Perempuan (23%). Berdasarkan aspek karakteristik Pergerakan pengendara sepeda motor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan adalah jarak tempuh perhari kurang dari 5 Km (23%) dan maksud pergerakannya untuk bekerja (39%). Sedangkan aspek karakteristik perilaku yang mempengaruhi terjadi kecelakaan adalah sebelum berkendara memakai sepeda motor tidak memeriksa kondisi rem (28%) dan memeriksa kondisi ban (58%).Setelah dilakukan analisis deskriptif frekuensi dilanjutkan dengan analisis regresi logistic sehingga didapatkan model peluang kecelakaan pengendara sepeda motor. Model peluang kecelakaan pengendara sepeda motor yang terbentuk di Kabupaten Kediri yaitu P(BA)= yaitu X1 = jenis kelamin, X12 = Jarak tempuh, X13 = Maksud pergerakan, X25 = Memeriksa kondisi rem, X26 = Memeriksa kondisi ban. Berdasarkan model penggabungan di atas dapat disimpulkan bahwa pengendara dengan jenis kelamin perempuan, jarak tempuh kurang dari 5 Km dengan maksud pergerakan untuk bekerja dan sebelum berkendara tidak memeriksa kondisi rem dan memeriksa kondisi ban berpotensi mengalami kecelakaan sebesar 91,6 %.   Kata Kunci : Kecelakaan Sepeda Motor, Model Peluang, Kabupaten Kediri, Regresi Logistik
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL TOL MOJOKERTO – KERTOSONO SEKSI 3 Satria, Febrian Adi; Devia, Yatnanta P.; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang mempunyai dampak besar dalam perkembangan ekonomi maupun sosial suatu negara.Jalan tol Mojokerto – Kertosono seksi 3 merupakan bagian dari proyek Trans Jawa.Untuk menghindari kerugian, sebelum melakukan pembangunan proyek harus diberlakukan studi kelayakan.Fokus pokok penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan investasi pada proyek pembangunan jalan tol Mojokerto – Kertosono Seksi 3.   Langkah awal dalam penelitian ini adalah menghitung forecast pendapatan tol selama masa konsesi dengan metode pertumbuhan LHR tol dan metode pertumbuhan pendapatan dan dipilih metode mana yang paling mendekati keadaan riil. Lalu menyusun aliran kas pendapatan dan pengeluaran.Selanjutnya dilakukan perhitungan tingkat kelayakan finansial dengan metode Net Present Value, Internal Rate Return, Benefit Cost Ratio, dan Payback Period.Analisis sensitivitas dihitung terhadap kenaikan biaya total konstruksi, kenaikan biaya pemeliharaan rutin jalan tol, kenaikan biaya gaji karyawan, dan penurunan pendapatan.Dalam penelitian ini, adapun perhitungan volume kendaraan yang harus dicapai agar Break Event Point.   HasilpenelitianmenunjukanbahwaJalan Tol Mojokerto – Kertosono Seksi 3 layak secara finansial untuk dilakukan atau menguntungkan dengan nilai NPV = Rp. 268.977.646.436; nilai IRR = 9,8004%; nilai BCR = 1,52; dan PP pada 32 tahun 1 bulan. Hasil analisis sensitivitas menunjukan batas penurunan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,398%; batas kenaikan biaya pemeliharaan per-tahun sebesar 12,96%; batas kenaikan biaya total biaya konstruksi sebesar 103,6%; dan batas kenaikan biaya gaji karyawan sebesar 238,3%. Hasil perhitungan BEP, BEP dapat dicapai apabila dicapai pendapatan sebesar Rp. 465,473,353,449 yang dapat terdiri dari volume kendaraan golongan I sebanyak 72.323.698; kendaraan golongan II sebanyak 2.522.318; kendaraan golongan III sebanyak 599.043; kendaraan golongan IV sebanyak 166.928; dan kendaraan golongan V sebanyak 446.854 Katakunci:analisis studi kelayakan finansial,,analisis sensitivitas,jalan tol,break event point.
PENGARUH PROSES FINISHING TERHADAP KUAT LENTUR DINDING PANEL BETON ONYX ., Mahmud; S., Edhi Wahyuni; Soehardjono, Agoes
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregat kasar merupakan salah satu material beton yang memiliki volume 60% sampai dengan 80% dari campuran beton. Alternatifpengganti agregat kasar dalam pembuatan beton adalah limbah batu onyx. Batu onyx merupakan batuan yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna putihnya yang indah dan halus. Beton yang dihasilkan tidak perlu dilakukan pengecatan, namun hanya dipoles agar beton menjadi halus dan warna batu onyx terlihat jelas.Bila limbah batu onyx digunakan sebagai agregat kasar dalam pembuatandinding panel beton maka perlu diteliti perbedaan kuat lentur dinding panel beton onyx yang belum dipoles dan sudah dipoles. Penelitian dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan dinding panel beton onyx dengan dimensi 80 x 40 x 6 cm. Pengujian kuat lentur dilakukan dengan memberikan beban secara bertahap hingga mencapai beban maksimum.Hasil pengujian kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah onyx yaitu sebesar 17,75 %. Kuat lentur (momen lentur) rata-rata dinding panel beton onyxsebelum dipolesyaitu sebesar665 kgm dan kuat lentur (momen lentur) rata-rata dinding panel beton onyxsesudah dipoles yaitu sebesar 638,75 kgm. Dari hasil analisis statistik dengan signifikansi 5% menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kuat lentur (momen lentur) panel beton onyx sebelum dipoles dan sesudah dipoles. Dapat disimpulkan bahwa pemolesan dengan tebal 2-3 mm dapat dilakukan untuk menghasilkan beton yang kuat dan memiliki nilai estetika tinggi. Kata Kunci: dinding panel beton onyx, batu onyx, dipoles, kuat lentur, momen lentur
KAJIAN PEMILIHAN MODA ANTARA TAKSI ONLINE DENGAN TAKSI KONVENSIONAL DI KOTA MALANG M Rizqi Novianto, Rezki Setiawan ,; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianini!!bertujuan!!untuk!!mengetahui!!karakteristik!!pengguna!!Grabcar!!di!!Malang,!!mengetahui!!kinerja!!pelayanan!!Grabcar!!di!!Malang!!serta!!mengetahui!!model!!pemilihan!!moda!!antara!!taksi!!konvensional!!dan!!Grabcar!!di!!daerah!!Kota!!Malang.!!Metode!!analisis!!data!!yang!!digunakan!!dalam!!penelitian!!ini!!Pengumpulan!!data!!primer!!dilakukan!!oleh!!penliti!!menggunakan!!kuisioner!!responden!!wilayah!!kota!!Malang,!!kuisioner!!metode!!Importance!!Performance!!Analysis!!akan!!di!!dapatkan!!dari!!penumpang,!!calon!!penumpang,!!yang!!pernah!!menggunakan!!Grab!!car.!!Untuk!!kuisioner!!metode!!Stated!!Preferenceakan!!dilakukan!!kepada!!penumpang!!baik!!taksi!!konvensional!!dan!!Grabcar.!!Untuk!!menentukan!!jumlah!!sampel!!minimum!!secara!!non-probability!!sampling!!dengan!!menggunakan!!rumus!!cohort!!yaitu!!berjumlah!!425!!responden!!dan!!daerah!!penelitian!!ini!!hanya!!di!!Kota!!Malang.!!Model!!matematis!!persamaan!!utilitas!!ditentukan!!dengan!!menggunakan!!program!!SPSS!!(Statistical!!Product!!and!!Solve!!Solutions)!!versi!!21.Pada!!studi!!ini!!perilaku!!pemilihan!!moda!!penumpang!!yang!!diamati!!adalah!!taksi!!konvensional!!dengan!!taksi!!online.!!Untuk!!tingkat!!kesesuaiankinerja!!operasional!!yang!!diukur!!dengan!!IPA!!diperoleh!!1!!atribut!!pada!!kuadran!!I!!(perbaikan!!kinerja)!!yaitu!!layanan!!asuransi!!(5).!!HasilStated!!Preferencemenunjukkan!!bahwa!!atribut!!selisih!!biaya!!perjalanan!!pada!!taksi!!konvensional!!danonline!!:!!(????GC−????TK)=!!(-0,453+!!0,00009854)x!!(Selisih!!Biaya!!Perjalanan)!!=!!Ptk=!!0,384!!,!!Pgc!!=!!0,615,!!Atribut!!waktu!!tempuh!!pada!!taksi!!konvensional!!dan!!online!!:(????GC−????TK)=!!0.373+!!(-0.113)!!x!!(Selisih!!waktu!!mendapatkan!!angkutan)!!=!!Ptk=!!0,481!!,!!Pgc!!=!!0,518. Kata!!Kunci!!:Angkutan!!Grabcar,!!Taksi!!Konvensional,!!Importance!!Performance!!Analysis,!!stated!!prefrence

Page 61 of 140 | Total Record : 1398