cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG PET POLYESTER FIBER TERHADAP PERILAKU LENTUR DAN KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG Pambudi, Bayu Indra; Remayanti, Christin; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton mempunyai ketahanan terhadap tekan yang tinggi namun memiliki kekuatan tarik yang rendah, oleh sebab itu beton seringkali dikombinasikan dengan tulangan baja untuk mengoptimalkan kekuatannya. Beton bertulang sendiri masih memungkinkan untuk mengalami keruntuhan akibat retak dan deformasi. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton bertulang, salah satunya adalah menggunakan fiber. Fiber ini diharapkan bisa membantu kinerja dari tulangan baja dalam menahan gaya tarik yang terjadi sehingga beton memiliki ketahadanan terhadap retak dan lendutan yang tinggi serta memiliki kekakuan dan beban maksimum yang lebih baik. Pada penelitian ini jenis fiber yang digunakan adalah PET Polyester Fiber dengan lebar 3 cm dan tebal 0,2 cm serta panjang 15 cm, 30 cm dan 45 cm. Benda uji yang digunakan adalah balok dengan dimensi 15 cm x 20 cm x 120 cm dengan mutu beton sebesar 20 MPa. Tulangan yang digunakan adalah tulangan D-10 mm sebagai tulangan utama dan Ø8 mm sebagai tulangan geser. PET Polyester Fiber akan diletakkan diatas tulangan utama bagian bawah dengan menggunakan bendrat. Pengujian benda uji akan dilakukan dengan pembebanan balok dengan beban aksial di tengah bentang serta menggunakan tumpuan sendi-rol. Pengamatan terhadap lendutan dilakukan dengan menggunakan LVDT yang diletakkan pada tengah bentang. Sementara untuk pengamatan lebar retak menggunakan microdetector, kemudian untuk pengamatan terkait dengan pola retak diamati secara visual saja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban maksimum balok PET Polyester Fiber 30 cm dan 45 cm lebih baik dibandingkan dengan balok normal (naik 3,722%). Untuk lendutan dan kekakuan balok PET Polyester Fiber 15 cm adalah yang paling optimal dalam memberikan pengaruh. Pola retak yang terjadi pada balok beton normal, PET Polyester Fiber 15 cm dan PET Polyester Fiber 30 cm adalah jenis retak lentur. Sedangkan, untuk PET Polyester Fiber 45 cm jenis retak yang terjadi adalah retak lentur geser. Kata kunci : balok, beban maksimum, lendutan, kekakuan, retak
ANALISIS PENGARUH VARIASI PANJANG ALUMINIUM FIBER TERHADAP PERILAKU LENTUR DAN KEKAKUAN BALOK BETON BERTULANG W, Dany Dwitama; Wijatmiko, Indradi; B.K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kaleng merupakan salah satu limbah yang sulit diurai karena kandungan aluminiumnya yang besar, salah satu solusi dan invoasi penanganannya adalah dengan mendaur ulang limbah kaleng menjadi Aluminium Fiber sebagai material perkuatan beton. Balok beton bertulang yang merupakan salah satu elemen struktur yang menerima beban dapat mengakibatkan perilaku lentur yang dapat berdampak pada kegagalan struktur. Untuk mengurangi dampak yang diakibatkan pada perilaku lentur dan meningkatkan kekakuan balok beton bertulang, pada penelitian ini digunakan lembaran Aluminium Fiber berdimensi  15 cm x 3 cm x 0,2 cm dengan variasi panjang 15  cm, 30 cm dan 45 cm. sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik beton bertulang yang ditempatkan pada tulangan tarik. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan dimensi balok 130x15x20 cm yang terdiri dari 1 balok normal dan 3 balok dengan mutu beton sebesar 20 MPa. Pada tulangan utama digunakan tulangan D-10 mm dan tulangan geser digunakan Ø8 mm dengan penambahan variasi panjang yang diletakkan diatas tulangan utama pada tengah bentang balok . Hasil pengujian menunjukan bahwa pada beban maksimum penambahan Aluminium Fiber 15 dan 30 cm memberikan pengaruh peningkatan nilai kuat lentur balok rata-rata sebesar 4,01% dibandingkan balok normal. Pada hasil pengujian lendutan menunjukan bahwa ada pengaruh pada panjang Aluminium Fiber 15 cm, 30 cm dan 45 cm rata-rata sebesar 23,78% dibandingkan balok normal. Pada hasil pengujian kekakuan didapatkan bahwa pengaruh parameter nilai kuat tekan lebih besar dibandingkan dengan pengaruh parameter panjang Aluminium Fiber sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Hasil pada pengujian lebar retak dan pola retak menunjukan bahwa penambahan Aluminium Fiber yang memiliki luas bidang kontak yang lebih besar dapat berpengaruh memperkecil lebar retak yang terjadi dengan pola retak jenis lentur-geser. Kata kunci : Balok beton bertulang, beban maksimum, lendutan, kekakuan, retak
SIMULASI PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE SOLUSI INTEGRAL PERSAMAAN DIFUSI Pratama, Chandra Rudy; Nuralinah, Devi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difusi Klorida adalah proses masuknya air garam ke dalam beton. Proses inilah yang dapat mengurangi kekuatan pada beton dikarenakan partikel NaCl yang terkandung pada air garam yang menguap sehingga pada pori-pori beton timbul Kristal yang mendesak pori-pori beton tersebut. Proses difusi klorida merupakan proses yang cukup kompleks dan rumit, dikarenakan melibatkan proses-proses actual yang mempengaruhi penyerapan secara menyeluruh. Pada tepi pantai terdapat banyak bangunan-bangunan yang selalu bersinggungan dengan air laut sehingga terjadi peresapan air laut ke dalam beton yang mengakibatkan beton mudah rusak dan hancur sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap kadar klorida.  Difusi klorida dapat dimodelkan dengan metode solusi integral error function, dimana menggunakan kandungan klorida permukaan digunakan sebagai kondisi batas,waktu pengujian dan variasi koefisien difusi agar dapat memperkirakan kadar klorida yang masuk ke dalam beton dengan waktu yang diinginkan. Dan diharapkan dengan hasil analisis yang didapatkan dapat diketahui keakuratan metode analisis yang digunakan. Pada studi literasi ini menggunakan data dari jurnal penelitian yang menyelidiki tentang nilai kadar klorida ke dalam beton dengan waktu tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menunjukkan cara perhitungan menggunakan metode error function dengan 2 macam batasan. Metode error function merupakan perhitungan matematis sederhana yang digunakan untuk memperhitungkan ulang. Hasil perhitungan analisis dengan menggunakan error function untuk mengetahui kandungan dan laju difusi klorida pada beton yang dianalisis dengan 4 macam metode menunjukkan bahwa laju difusi pada beton mengalami penurunan seiring dengan semakin besarnya nilai kedalaman dari permukaan yang terekspose. hasil yang didapatkan dari keempat metode memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal. Kata kunci : difusi klorida, kadar klorida, error function, koefisien difusi.
STUDI LITERATUR KAJIAN PERILAKU BAJA COLD-FORMED TERHADAP BEBAN AKSIAL UNTUK BANGUNAN TAHAN GEMPA Fanani, Yafriel Izza; Setyowulan, Desy; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja cold-formed adalah baja yang dibentuk tanpa peleburan, disebut cold-formed karena merupakan komponen yang berkualitas struktural yang terbentuk dari logam campuran yang terdiri atas beberapa unsur metal, dibentuk menjadi suatu model atau profil tertentu dengan proses press-braking atau roll forming. Baja cold-formed ialah komponen yang tipis, ringan, mudah untuk diproduksi, dan murah bila dibandingkan baja hot-rolled, sehingga menjadi baja yang lebih ringan dan mudah dibentuk atau fleksibel. Pada studi literasi ini didapatkan data dari sejumlah jurnal penelitian yang menganalisis tentang perilaku-perilaku atau karakteristik dari bermacam-macam profil baja ­cold-formed dengan pengujian dan spesimen benda uji yang berbeda-beda, penelitian ini berfokus pada gaya aksial yang berupa pengujian kuat tarik dan kuat tekan. Hasil perbandingan dari berbagai penelitian didapatkan nilai Beban tekuk kritis, Beban Ultimit untuk pengujian kuat tekan, pada pengujian ini diharapkan setiap profil mengalami tekuk lokal yang tidak terlalu tinggi. Untuk pengujian kuat tarik didapatkan nilai perbandingan antara Kuat Tarik dan Tegangan Leleh yang terjadi pada setiap jenis sample benda uji. Kata kunci: Baja cold-formed, kuat tarik, kuat tekan, beban ultimit, pola kegagalan.
PERANCANGAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN PERUMAHAN PODOMORO PARK BANDUNG MENGGUNAKAN METODE SOIL PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) Kusumawati, Erlina Ayu; Munawir, As’ad; Kuswanda, Wahyu P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pembangunan Podomoro Park, Bandung berpotensi mengalami penurunan tanah yang tidak dapat ditoleransi sehingga dapat merusak konstruksi bangunan yang ada diatasnya. Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka diperlukan perancangan perbaikan tanah dasar dengan metode Soil Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD). Perancangan yang dilakukan yaitu membandingkan antara waktu konsolidasi tanah pada saat sebelum dan sesudah dilakukan metode perbaikan tanah untuk mencapai derajat konsolidasi 90%, serta membandingkan pula efektifitas pola pemasangan PVD segitiga dan segiempat. Setelah itu, dilakukan pemodelan beban timbunan tanah pada software Geoslope 2018 untuk mengecek angka keamanan (factor of safety) stabilitas lereng. Hasil perancangan didapatkan bahwa waktu konsolidasi yang dibutuhkan untuk memperoleh derajat konsolidasi 90% lebih cepat yaitu 4,19 bulan pada zona 1 dan 3,29 bulan pada zona 2 dengan PVD jarak 1,1 meter. Untuk efektifitas pola pemasangan PVD didapatkan hasil bahwa pola segitiga lebih efektif daripada pola segiempat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perbaikan tanah dengan metode Soil Preloading kombinasi Prefabricated Vertical Drain (PVD) mampu mempercepat waktu konsolidasi tanah. Kata kunci : Penurunan, Konsolidasi, Perbaikan tanah, Soil Preloading, Prefabricated Vertical Drain.
PREDIKSI KONSENTRASI KLORIDA JANGKA PANJANG DALAM BETON DENGAN METODE FUNGSI ERROR Ihza Mahendra, Mochamad Gusti; Nuralinah, Devi; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton digunakan dalam kehidupan sehari hari, beton sendiri memiliki sifat sifanya. Tidak sedikit bangunan beton yang terletak didaerah laut, adanya pertemeuan atau pendekatan antara beton dengan air laut menimbulkan suatu difusi kadar klorida yang terkandung dalam air laut terhadap beton. Difusi Klorida sendiri adalah terjadinya masuknya air yang mengandung klorida ke dalam beton. denagan proses inilah  kekuatan beton akan terpengaruh karena partikel dari kandungn air laut yaitu NaCl akan mendesak pori pori beton sehingga bisa membuad rongga pada beton. Proses difusi klorida merupakan proses yang kompleks, dikarenakan mempengaruhi semua bahan yang ada pada dalam beton secara menyeluruh. Banayak bangunan yang berada atau terpapar oleh air laut biasanya didaerah pantai, dengan itu beton yang terlalau sering terpapar oleh air laut akan mudah rusak. Maka karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut.  Difusi klorida dapaat dianalisis dengan metode error funcition, diamana menggunakan data dari penelitian yang memnentukan kadar klorida dengan kondisi batas waktu dan kedalaman, sehingga dapat dianalisi Kembali perhitungan dari hasil penelitian langsung tersebut. Pada proses analisis ini memakai kajian data diambil dari  jurnal penelitian tentang nilai kadar klorida ke dalam beton dengan waktu yang ditentukam. Analisi ini diharapkan dapat membantu menunjukkan cara perhitungan menggunakan metode error function dengan 4 metode batasan. Metode error function untuk memperhitungkan ulang atau mengetahui perbandinganya. Hasil dari  analisis dengan menggunakan metode error function untuk mengetahui kandungan klorida didalam beton dan percepatan masuk difusi klorida pada beton, menunjukkan bahwa percepatan difusi pada beton mengalami penurunan seiring dengan semakin besarnya penurunan kedalaman dari permukaan yang terpapar. Maka dari itu hasil difusi yang didapatkan dari keempat metode memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal. Kata kunci : : difusi klorida, kadar klorida, error function, paparan klorida..
ANALISIS METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN GEDUNG TEKNIK PENGAIRAN UB DENGAN KONFIGURASI DINDING GESER Setiawan, Fadilah; Wibowo, Ari; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat merusak struktur bangunan gedung, salah satu upaya untuk meminimalisir dampak gempa bumi pada gedung dengan menggunakan perkuatan dindinng geser. Pada kajian ini, objek yang digunakan adalah Gedung Teknik Pengairan FT-UB. Analisis ini menggunakan metode Direct Displacement Based Design dan dimodelkan dengan program ETABS. Beban dorong yang digunakan pada program yaitu non-linier pushover. Hasil yang didapatkan dengan bantuan program ETABS menggunakan metode DDBD menghasilkan nilai perpindahan atap untuk original desain arah x dan y sebesar 14 cm dan 29,1 cm. Sedangkan desain bangunan dengan perkuatan dinding geser tipe B menghasilkan nilai perpindahan atap arah x dan y sebesar 9,4 cm dan 5,2 cm. Untuk tingkat kinerja bangunan original desain berada pada kondisi Damage Control (DO), dan untuk bangunan dengan perkuatan dinding geser tipe B berada pada kondisi Immediate Occupancy (IO). Dapat disimpulkan penggunakan dinding geser dapat mengurangi simpangan lateral dan berpengaruh pada perubahan tingkat kinerja bangunan.   Kata Kunci : dinding geser, direct displacement based design, non-linear pushover.
ANALISIS METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN PADA GEDUNG TEKNIK PENGAIRAN UB DENGAN VARIASI KONFIGURASI BRESING BAJA ., Rafdy; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur pengaku diagonal (braced frame) diterapkan pada struktur bangunan dengan tujuan untuk meningkatkan kekakuan struktur. Dalam kaijan ini, objek yang digunakan adalah Gedung Teknik Pengairan Universitas Brawijaya yang akan didesain menggunakan metode Direct Displacement Based Design (DDBD) untuk gedung eksisting maupun gedung yang akan di berikan perkuatan bresing baja. Pada kajian ini metode DDBD digunakan untuk membandingkan performa dan perbedaan drift dan displacement bangunan eksisting dengan bangunan yang akan diberikan perkuatan, dimana kajian ini dibantu dengan program ETABS v16.2.1 dalam melakukan analisis non-linear pushover. Hasil analisis perbandingan non-linier pushover Gedung Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dengan menggunakan metode DDBD menghasilkan nilai perpindahan atap untuk bangunan asli tanpa perkuatan menghasilkan nilai simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y yaitu sebesar 14 cm dan 29,1 cm. Sedangkan bangunan yang menggunakan perkuatan bresing Tipe A (kajian) menghasilkan simpangan lantai teratas untuk arah X dan Y sebesar 16,9 cm dan 5,7 cm. Untuk tingkat kinerja menurut ATC-40 yang diperoleh bangunan Original Design berada pada kondisi Damage Control (DO) dan bangunan dengan perkuatan bresing Tipe A berada pada kondisi Immediete Occupancy (IO). Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan perkuatan bresing dapat mengurangi simpangan lateral dan penggunaan bresing tersebut berpengaruh terhadap perubahan tingkat kinerja Kata kunci: direct displacement based design, DDBD, non-linear pushover, simpangan lateral, bresing. 
Uji Tarik dan Pengaruh Kulit Bambu Terhadap Kuat Lekat Tulangan Bambu Pilin Faradisa, Najmi; Nuralinah, Devi; Pujiraharjo, Alwafi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bambu memiliki kuat tarik yang tinggi mendekati baja struktur sehingga dapat menjadi bahan alternatif tulangan struktur beton. Bambu memiliki kelemahan yaitu sifatnya yang higroskopis. Bambu dapat mengalami kembang susut dan terjadi berkurangnya kuat lekat dengan beton. Perlu diberikan perlakuan khusus terhadap bambu agar daya lekatnya meningkat salah satunya dengan cara dipilin. Selain itu, bambu memiliki kelemahan lain yaitu bersifat tidak homogen. Setiap bagian bambu memiliki karakteristik dan kekuatan yang berbeda-beda. Karena sifatnya yang tidak homogen, dilakukan uji kuat tarik pada beberapa bagian bambu yang berbeda dan secara spesifik meneliti pengaruh kulit bambu terhadap kuat lekat. Kuat lekat dicari dengan cara pengujian pull-out, dengan bambu pilin sebagai tulangannya. Bambu pilin terdiri atas 3 buah bambu berdimensi 0,4x0,4 cm, dipilin seperti kepang rambut, pelapis sikadur, dan dibenamkan di antara 2 balok beton berukuran 40x15x30 cm. Hasil uji tarik bambu hanya didapatkan dari 1 benda uji yang berhasil, yaitu sebesar 48,90 MPa. Dalam pengujian pull-out, seluruh tulangan benda uji mengalami keruntuhan tipe-1 (keruntuhan tarik) sehingga tidak dapat ditentukan kuat lekat tulangan bambu pilin terhadap beton. Penelitian ini mendapatkan kuat tarik rata-rata tulangan bambu pilin dengan kulit sebesar 73,78 MPa dan kuat tarik rata-rata tulangan bambu pilin tanpa kulit sebesar 34,72 MPa. Hasil penelitian ini kemudian diuji menggunakan metode ANOVA satu arah dan didapatkan Fhitung sebesar 11,35 dan dengan level of significance (α) = 0,05, didapatkan Ftabel = F(0,95;1;4) = 7,71. Karena nilai Fhitung > Ftabel (11,35 > 7,71), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh kesimpulan bahwa kulit bambu memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kuat tarik tulangan bambu pilin.   Kata kunci: bambu pilin, kulit bambu, kuat tarik, pull-out, kuat lekat  
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Nugroho, Seto; Waluyohadi, Indra; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IndonesiaXterletak di tiga lempeng dunia dan jalur api cincin pasifik, oleh karena itu Indonesia sangat rawan terjadinya gempa bumi. Penggunaan dinding bertipe panel juga akan mempersingkat waktu pembangunan. Oleh karena itu penggunaan baja canai dingin sebagai bahan konstruksi dalam penanggulangan bencana sangat dianjurkan karena pembangunannya dibutuhkan dalam waktu singkat. Panel dinding akan dipasang dengan ketebalan 4 mm dan dipasang di satu sisi dengan tinggi 50 cm lebar 57 cm untuk lantai 1. Sedangkan lantai 2 akan dipasang dengan tinggi 52 cm dan lebar 57 cm. Material dari panelXdinding sendiri terbuat dari bahan multiplek dengan variasi bukaan 0%, 25%, dan 50% dengan masing-masing 2 buah benda uji. Pengujian pembebanan monotonik menggunakan alat hydraulic jack, load cell, dan LVDT. Hasil dari penelitian ini adalah energi absoprsi dan daktilitas dari masing-masing variasi benda uji. Hasil yang didapatkan dari pengujianXdan perhitungan diketahui bahwa nilai dari rata-rata energi absoprsi sebesar 3250,695 kg-mm untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 1753,835 kg-mm untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1281,44 kg-mm untuk benda uji kode M-T-50. Selanjutnya untuk perhitungan daktilitas menggunakan metode AISI, didapatkan rata-rata rasio daktilitas sebesar 2,84 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,405 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1,87 untuk benda uji kode M-T-50. Untuk metode ECCS didapatkan nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 3,55 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,61 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 2,05 untuk benda uji kode M-T-50. Kata Kunci : Canai Dingin, Portal, Pembebanan Monotonik, Energi Absorpsi, Daktilitas, Panel Dinding Multiplek.

Page 82 of 140 | Total Record : 1398