cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
STUDI LITERATUR KAJIAN PERILAKU BAJA COLD-FORMED TERHADAP GAYA LENTUR UNTUK BANGUNAN TAHAN GEMPA Farid, Muhammad; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja cold-formed merupakan baja yang tersusun dari lembaran-lembaran tipis yang terbuat dari baja murni. Baja jenis ini mudah dibentuk karena memiliki ketebalan yang relatif tipis dan juga ringan. Material ini disebut baja cold-formed karena prosesnya yang tidak membutuhkan suhu tinggi. Sedangkan baja jenis lain yang umum dipakai dikerjakan dalam kondisi panas (hot-rolled steel). Pada studi literasi ini didapatkan data dari sejumlah jurnal penelitian yang menyelidiki tentang perilaku atau karakteristik dari beberapa profil baja cold-formed setelah diberikan gaya lentur. Perilaku yang dianalisis dari penelitian ini adalah kekuatan dan pola kegagalan atau keruntuhan baja cold-formed. Hasil perbandingan dari berbagai penelitian didapatkan nilai kuat lentur yang bervariasi. Semakin besar dimensi profil maka semakin besar pula nilai beban maksimum yang dapat diterima. Sedangkan pada tegangan lentur yang terjadi tidak sama, karena ada faktor momen penahan penampang yang mempengaruhi. Sementara pola kegagalan yang dialami tiga jenis profil cenderung sama, yaitu terjadinya tekuk lokal yang diakibatkan dimensi material baja cold-formed yang sangat tipis. Kata kunci: Baja cold-formed, gaya lentur, kuat lentur, pola kegagalan.
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP KUAT LENTUR PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Priaka, M. Nurdien; Setyowati, Edhi Wahjuni; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panel beton merupakan pengembangan dari beton pracetak yang dapat menjadi opsi lain untuk membuat sebuah dinding. Kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan lebih tinggi dikarenakan sifat dari beton tersebut yang kuat terhadap tekan, dan didukung dengan adanya tulangan baja yang kuat terhadap tarik sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya keruntuhan yang lebih cepat. Penggantian jenis material agregat kasar sebagai inovasi pada panel dinding beton dapat memberikan keindahan apabila permukaan beton dikikis ketika beton telah mengeras. Penyambungan antar panel dinding beton dapat menggunakan sambungan sederhana berupa sambungan baut. Untuk itu, direncanglah suatu dinding panel beton dengan variasi agregat kasar batu onyx yang disambung menggunakan sambungan baut agar dapat mengetahui kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan dengan pemberian beban lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan oleh perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel beton ukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. diameter sambungan baut yang digunakan berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan menggunakan plat baja BJ-37 tebal 3 mm. Panel dinding beton onyx juga diberikan tulangan baja diameter 6 mm yang hanya berfungsi sebagai tulangan praktis agar mengurangi resiko terjadinya keruntuhan lentur lebih cepat pada saat proses mobilisasi. Hasil penelitian terhadap pengaruh perbedaan diameter sambungan baut yang semakin besar pada pasangan panel dinding beton  onyx bervariasi. Pada pasangan panel beton mengguanakn sambungan baut diameter 6 mm, dihasilkan kekuatan lentur pada beton sebesar 1,1453 MPa, pada pasangan panel dinding beton onyx dengan sambungan baut diameter 8 mm dihasilkan kekuatan lentur pada beton sebesar 1,2593 MPa, dan pada pasangan panel dinding beton onyx dengan sambungan baut diameter 10 mm dihasilkan kekuatan lentur pada pasangan panel beton sebesar 1,1169 MPa. Kata kunci : panel dinding beton onyx, kuat lentur, sambungan baut.
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP KUAT GESER PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT W., Hafidz Ohtavian; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuat dari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahan pengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telah menyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaan beton ini. Sekarang dengan adanya inovasi – inovasi yang ada bahan penyusun beton seperti agregat kasar bisa di gantikan dengan penggunaan limbah pecahan batu onyx. Penggunaan limbah ini bisa digunakan untuk beton yang bersifat struktural maupun nonstruktural. Salah satu penggunaan beton non struktural adalah dinding panel beton yang merupakan beton precast. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadap kekuatan geser berupa sambungan plat dan baut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geser yang dihasilkan oleh adanya perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel beton berukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan dengan pemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai beban maksimum. Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter sambungan baut yang semakin besar pada pasangan panel onyx menghasilkan nilai yang bervariasi. Pasanagan panel beton onyx yang menggunakan baut berdiameter 6mm menghasilkan kuat geser sebsar 3,634 kg/cm2. Nilai ini bertambah ketika ukuran diameter baut menjadi 8 mm yaitu 3.658 kg/cm2. Namun pada saat penggunaan baut berdiameter 10 mm nilai kuat gesernya turun menjadi 3,224 kg/cm2.   Kata Kunci : panel dinding beton onyx, kuat geser, sambungan baut
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG KANTOR CABANG UTAMA BANK CENTRAL ASIA BOROBUDUR MALANG MENGGUNAKAN STRUKTUR KOMPOSIT Putranto, Rheza Febrian; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan zaman dan teknologi di masa sekarang mengakibatkan masalah kebutuhan yang beraneka ragam, salah satunya dalam Pelayanan Masyarakat, oleh karena itu harus diikuti dengan kemajuan fasilitas struktur dan infrastruktur yang diharapkan dapat membantu untuk mempermudah masyarakat dalam hal sistem pembayaran maupun sebagai pemhimpun dan penyalur dana masyarakat. Perencanaan pada skripsi ini menggunakan struktur baja sebagai material utama, yang akan dikompositkan dengan beton diatasnya. Pada saat mendesain menggunakan “kolom lebih kuat daripada balok” dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Serta persyaratan bangunan tahan gempa yang digunakan ialah SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Objek penelitian kali ini menggunakan denah Gedung Kantor Cabang Utama Bank Central Asia. Proses analisis struktur pada skripsi ini menggunakan alat bantu perangkat lunak. Pada proses perencanaan dilakukan beberapa kali percobaan untuk menentukan dimensi balok dan kolom yang dapat menahan gaya – gaya dalam yang terjadi dengan seefektif mungkin. Sehingga digunakan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 37 pada desain balok dan kolomnya. Setelah menentukan dimensi, profil baja WF untuk balok dimodifikasi untuk dapat menjadi sebuah sistem balok komposit. Profil baja untuk kolom menggunakan profil baja WF – Shapes normal. Sambungan yang digunakan pada skripsi ini adalah sambungan las dan baut.   Kata Kunci : Struktur Komposit, Beton Bertulang, Struktur Baja Komposit
PENGARUH SEMEN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) PADA KOMPOSISI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Pramono, Jafar Aji; Susanti, Lilya; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland merupakan material yang sangat penting dalam proses produksi beton, namun tingginya produksi semen Portland dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Digunakannya material-material tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas beton yang dihasilkan seperti kekuatan beton, kecepatan pengerasan, kepadatan, dan lainnya. Pada penelitian ini, semen GGBFS dan Silika Fume digunakan sebagai bahan subtitusi pada komposisi semen suatu campuran beton. Mix design direncanakan menghasilkan beton bermutu tinggi dengan menggunakan material ramah lingkungan yaitu semen GGBFS dan Silika Fume. Variasi material yang digunakan yaitu kadar semen GGBFS 25% (A1); 45% (A2); 55% (A3); 65% (A4) dan kadar Silika Fume 0% (B1); 10% (B2) dan variasi umur beton yaitu 7 Hari (C1); 14 Hari (C2); 28 Hari (C3); 56 Hari (C4); 90 Hari (C5). Menggunakan benda uji berupa silinder dengan dimensi (30 x 15) cm. Berdasarkan hasil penelitian pada benda uji silinder, penggunaan semen GGBFS dan Silika Fume berpengaruh terhadap kuat tekan beton, dan kekuatan yang dihasilkan mampu mencapai mutu tinggi. Pada benda uji umur 7 hari (C1) kuat tekan tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 25% (A1) dan kadar silika fume 0%(B1) dengan kuat tekan rata-rata sebesar 48,79 MPa. Kemudian pada benda uji berikutnya yaitu benda uji umur 14 hari (C2), kuat tekan tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 45% (A2) dan kadar silika fume 10%(B2) dengan kuat tekan rata-rata sebesar 56,41 MPa. Berdasarkan dari beberapa campuran tersebut, campuran dengan kadar Silika Fume 0% (B1) memiliki kuat tekan yang cenderung lebih besar dibanding campuran dengan kadar Silika Fume 10% (B2).   Kata kunci: Semen GGBFS, Silika Fume, Kuat Tekan, Beton Mutu Tinggi.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK-KOLOM PADA GEDUNG KANTOR CABANG UTAMA BANK CENTRAL ASIA BOROBUDUR MALANG MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAK (PRECAST) Budi Santoso, Farouk Angga; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, mengakibatkan permasalahan pada sektor pembangunan semakin kompleks. Hal ini harus diiringi dengan kemajuan pendidikan dan teknologi yang diharapkan dapat membantu manusia dalam menyelesaikan semua masalah. Salah satunya ada pada sektor pembangunan, yakni keterbatasan lahan. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut ialah membuat bangunan vertikal. Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan material utama struktur beton untuk membangun sebuah gedung bertingkat. Sebenarnya, tidak hanya beton yang dapat digunakan sebagai bahan utama struktur bangunan. Baja merupakan salah satunya. Perencanaan pada skripsi ini menggunakan struktur baja sebagai material utama, yang akan dikompositkan dengan beton diatasnya. Pada saat mendesain menggunakan “kolom lebih kuat daripada balok” dengan mengacu pada peraturan SNI 1729 – 2015. Serta persyaratan bangunan tahan gempa yang digunakan ialah SNI 1726 – 2012 sebagai acuan mendesain. Objek penelitian kali ini menggunakan denah Gedung Kantor Cabang Utama Bank Central Asia Borobudur Malang. Proses analisis struktur pada skripsi ini menggunakan alat bantu perangkat lunak. Pada proses perencanaan dilakukan beberapa kali percobaan untuk menentukan dimensi balok dan kolom yang dapat menahan gaya – gaya dalam yang terjadi dengan seefektif mungkin. Sehingga digunakan profil WF – Shapes dengan mutu BJ – 37 pada desain balok dan kolomnya. Setelah menentukan dimensi, profil baja WF untuk balok dimodifikasi untuk dapat menjadi sebuah sistem precast. Profil baja untuk kolom menggunakan profil baja WF – Shapes normal. Sambungan yang digunakan pada skripsi ini adalah sambungan las dan baut. Kata kunci: LRFD, Struktur Baja, Precast
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG KANTOR CABANG UTAMA BANK CENTRAL ASIA BOROBUDUR MALANG MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM Rachmawan, Fahmi Akbar; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Baja Castella merupakan profil yang kekuatan komponen strukturnya bertambah dengan cara memperpanjang profil kearah satu sama lain dan dilas sepanjang pola. Profil Castellated Beam ini memiliki kelebihan yaitu dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), akan menghasilkan momen inersia dan modulus section yang lebih besar sehingga profil tersebut lebih kuat dan kaku. Apabila dibandingkan dengan profil asalnya, profil castella mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan ijin yang lebih kecil. Perencanaan alternative ini bertujuan untuk mengetahui apakah profil castella ini mampu untuk dijadikan material dalam membangun gedung tingkat tinggi. Hasil SAP2000 menunjukan momen ultimate sebesar 57,83 kNm dan geser ultimate sebesar 115,38 kN. Hasil dari analisis setelah dimodifikasi menjadi profil castella menunjukkan penambahan terhadap kapasitas momen dan geser dari profil castella tersebut. Kapasitas momen meningkat menjadi 80,13 kNm pada bagian berlubang (opening section) dan 90,27 kNm pada bagian tidak berlubang (web post) dari 57,64 kNm pada profil WF. Sedangkan kapasitas geser meningkat menjadi 295,68 kN pada bagian berlubang dari 174,87 kN pada profil WF dan mengalami penurunan menjadi 126,72 Kn bagian berlubang (opening section). Kata kunci: LRFD, Struktur Baja, Castellated Beam 
PREDIKSI DIFUSI KLORIDA PADA BETON BERTULANG YANG DIEKSPOS DI LINGKUNGAN LAUT PASANG SURUT DENGAN METODE ERROR FUNCTION Abdi Jayanti, Dwi Yulina; Nuralinah, Devi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang pesat pada bidang konstruksi. Adapun karakteristik bangunan pada lingkungan tersebut berbeda-beda yang tentunya akan menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya dari segi ketahanan bangunan. Penyebab kerusakan utama pada struktur beton bertulang yaitu korosi yang nantinya dapat mempengaruhi kekuatan serta massa layan beton. Pada tepi pantai terdapat banyak bangunan yang bersinggungan langsung dengan air laut dimana sering terjadi masuknya air laut ke dalam pori beton yang menyebabkan beton rusak dan hancur. Difusi Klorida yaitu proses masuknya air yang mengandung garam atau klorida ke dalam beton. Proses tersebut dapat mempengaruhi kekuatan pada beton dikarenakan partikel NaCl yang terkandung pada air laut yang menguap sehingga pada pori-pori beton timbul kristal yang mendesak pori-pori beton tersebut. Data penelitiian yang digunakan dalam analisis ini yaitu diambil dari jurnal “Prediction Model of Chloride Diffusion in Concrete Considering the Coupling Effect of Coarse and Steel Reinforcement Exposed Marine Tidal Environment”, oleh Yuanzhan Wang, Xiaolong Gong, dan Lianjian Wu (2019) yang nantinya hasil yang diharapkan sesuai dengan nilai yang ada pada data. Adapaun data yang dibutuhkan untuk analisis perkiraan klorida yaitu diantaranya nilai klorida dan kedalaman, serta lama waktu pengujian. Perhitungan dimulai dari kandungan klorida permukaan kontan terhadap waktu, kemudian koefisien klorida dihitung menggunakan data klorida yang telah diperoleh sebelumnya. Setelah itu dapat dilakukan perhitungan kadar klorida pada tiap waktu dan kedalaman. Hasil perhitungan analisis dengan menggunakan error function untuk mengetahui kandungan dan laju difusi klorida pada beton, Hasil yang didapatkan memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal.   Kata kunci: difusi klorida, kadar klorida, error function.
PERBANDINGAN SNI 1726:2012 DAN SNI 1726:2019 UNTUK ANALISIS BANGUNAN TAHAN GEMPA DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN (STUDI KASUS : GEDUNG KULIAH BERSAMA A UNIVERSITAS NEGERI MALANG) Sofiana, Dini; Wibowo, Ari; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang merupakan negara rawan gempa bumi membuat perencanaan bangunan harus dirancang supaya mampu menahan beban gempa yang terjadi. Salah satu metode yang digunakan untuk perhitungan beban gempa adalah metode Direct Displacement Based Design (DDBD). Di Indonesia peraturan mengenai perencanaan bangunan tahan gempa telah diatur di dalam SNI. Saat ini peraturan tersebut dituangkan dalam SNI 1726-2019 yang merupakan pengembangan dari SNI 1726-2012. Dari hasil analisis non-linear pushover didapatkan nilai simpangan aktual berdasarkan SNI 1726-2012 sebesar 0,0028 untuk arah X dan 0,0017 untuk arah Y, sedangkan hasil analisis berdasarkan SNI 1726-2019 didapatkan nilai simpangan aktual sebesar 0,0033 untuk arah X dan 0,002 untuk arah Y. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan struktur yang didesain berdasarkan SNI 1726-2012 masih mampu menahan beban gempa rencana berdasarkan SNI 1726-2019 dengan level kinerja Immadiate Occupancy (IO).   Kata Kunci: direct displacement based design, performance levels, SNI 1726-2012, SNI 1726-2019
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE V Pramitari W.D, Sagung Istri; Susanti, Lilya; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang dengan daya tampung tinggi, maka perencanaan gedung tahan gempa diperlukan untuk menerima beban siklik sehingga terjadi simpangan horizontal (displacement). Salah satu struktur yang mampu menahan gaya lateral akibat gempa pada bangunan tinggi adalah penambahan pengaku lateral yaitu bracing dengan sistem rangka bracing eksentris (SRBE) dimana mempunyai kekakuan elastis dan daktilitas yang baik. Penelitian ini menggunakan bantuan software ABAQUS student edition dengan material baja mutu BJ-37 menggunakan struktur portal 4 m x 4 m dengan bracing eksentris 0 cm, 60 cm, dan 120 cm. Pembebanan yang dilakukan ialah pembebanan lateral statis 55 ton. Pemodelan struktur portal bracing eksentris yang mengalami perpindahan (displacement) terkecil merupakan struktur portal eksentris 0 cm, sedangkan struktur portal bracing eksentris yang mengalami perpindahan (displacement) terbesar merupakan struktur portal eksentris 120 cm. Nilai beban atau gaya (force) terbesar terjadi pada portal bracing eksentris 0 cm, sedangkan pemodelan eksentris 120 cm memiliki nilai beban atau gaya (force) terkecil. Kata Kunci: portal eksentris, bracing eksentris V, beban dan perpindahan, beban lateral statis, ABAQUS Student Edition.

Page 83 of 140 | Total Record : 1398