cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
ANALISIS PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE ERROR FUNCTION Tanawa, Yanssen; Nuralinah, Devi; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan dari beton bertulang karena itu diperlukan uji analispenetrasi klorida untuk mengetahui laju difusinya ,salah satu pemodelannya adalahmenggunakan metode Error Function . Data yang diperlukan adalah koefisien difusidan kadar klorida permukaan yang kemudian dengan menyesuaikan waktu dankedalaman sesuai eksperimen dapat diperoleh konsentrasi klorida di setiap intervalkedalaman tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa keakuratan dari metode errorfunction untuk memodelkan penetrasi klorida dalam beton sangat ditentukan oleh nilaidari kadar klorida permukaan dan koefisien difusi yang digunakan sehingga harus telitidalam perhitunganKata kunci : Korosi , Penetrasi , Klorida , Error Function , Beton, Difusi
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL 2 (DUA) LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE V Natasa, Fani; Wijaya, Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang terdapat di jalur ring of fire menyebabkan tingginya potensi bencana alamgempa. Dampak dari bencana alam tersebut ialah runtuhnya bangunan sehingga menimbulkankorban jiwa. Meminimalisir hal tersebut terjadi kembali maka dilakukan penelitian terkaitperilaku beban dan perpindahan pada struktur portal 2 lantai menggunakan bracing tipe Vdengan variasi eksentrisitas yaitu 0 cm, 60 cm dan 120 cm. Dari hasil analisis didapatperpindahan terkecil pada bracing 0 cm dengan meshing 4 sebesar 0,0393 m dan denganmeshing 25 sebesar 0,0377 m. Sedangkan perpindahan tebesar pada bracing 120 cm denganmeshing 4 sebesar 0,2589 m dan dengan meshing 25 sebesar 0,2479 m. Untuk nilai bebanterbesar pada bracing 0 cm dengan meshing 4 sebesar 240805,6 N dan dengan meshing 25sebesar 233880,8 N. Sedangkan nilai beban terkecil pada bracing 120 cm dengan meshing 4sebesar 170040,4 N dan dengan meshing 25 sebesar 191038,8 N.Kata Kunci: beban dan perpindahan, ABAQUS, bangunan tahan gempa, bracing tipe V, vonmises, portal.
PENGARUH BEBAN MAKSIMUM TERHADAP PEMODELAN PANEL BETON SEBAGAI KUAT GESER PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX Lembang, Yustianto; Soehardjono, Agoes; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konstruksi pembangunan beton adalah sebuah material komposit yang terbuatdari kombinasi dari agregat kasar (kerikil atau batu pecah), agregat halus (pasir), bahanpengikat semen, dan air. Penggunaan beton dalam konstruksi pembangunan juga telahmenyebabkan sifat konsumtif yang berlebih mengingat sebarapa pentingnya penggunaanbeton ini. Karena beton precast, diperlukan material berupa sambungan yang kuat terhadapkekuatan geser berupa sambungan plat dan baut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kekuatan terhadap gaya geserpanel beton pada daerah sambungan yang dihasilkan oleh adanya perbedaan diameter bautdengan jenis baut mutu tinggi. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel betonberukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm.dengan diameter baut yang berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10mm menggunakan plat baja tipe BJ-37 tebal 3 mm. Pengujian kuat geser dilakukan denganpemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai bebanmaksimum.Hasil penelitian pada pengaruh perbedaan diameter baut yang semakin besar padapasangan panel Onyx pada daerah sambungan menghasilkan nilai yang bervariasi. akibatbeban horizontal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memiliki tegangangeser panel beton 3,63 kg/cm2 ,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panel beton3,66 kg/cm2,baut diameter 10 mm memiliki tegangan geser panel beton 3,31 kg/cm2 danakibat beban vertikal tegangan geser panel beton dengan baut diameter 6 mm memilikitegangan geser panel beton 3,18 kg/cm2,baut diameter 8 mm memiliki tegangan geser panelbeton 3,20 kg/cm2, baut diameter 10 mm memiliki tegangan panel beton 2,90 kg/cm2.Kata kunci : panel beton agregat kasar limbah batu Onyx, tegangan geser, diameterbaut
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU BEBAN DAN PERPINDAHAN PADA PORTAL DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V Setiadi, Alan Dharmasaputra; Wijaya, Ming Narto; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di antara tiga lempeng tektonik yang mengakibatkan bencana alam gempa bumi sering terjadi di negara Indonesia. Bracing merupakan salah satu alternatif perkuatan yang cukup sering digunakan untuk suatu gedung menahan beban lateral atau gempa. Tipe – tipe bracing sangat beragam salah satunya adalah tipe inverted V, akan tetapi suatu struktur bangunan belum tentu bisa menggunakan bracing kosentris dikarenakan dapat menghalangi tempat untuk jendela maupun pintu, Untuk variabel eksentrisitas dibagi menjadi tiga bentuk pemodelan yaitu dengan variasi eksentrisitas 0 cm, 60 cm, dan 120 cm. Sedangkan variabel meshing dilakukan dua jenis pemodelan yaitu meshing 4 dan meshing 25. Untuk pemodelan struktur digunakan portal dengan dimensi 4 x 4 m dan menggunakan beban lateral sebesar 55 ton. Beban tersebut didapatkan dari hasil trial and error dari variasi eksentrisitas 0 cm dikarenakan diasumsikan bracing kosentris adalah bracing yang paling kuat untuk menahan beban. Hasil analisis menunjukkan pemodelan struktur yang paling kuat menahan beban lateral adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 0 cm sebesar 52,316 ton pada meshing 4 dan 50,974 ton pada meshing 25 dan yang paling lemah menahan beban lateral adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 120 cm sebesar 32,284 ton pada meshing 4­ dan 29,949 ton pada meshing 25. Hal itu juga berbanding lurus dengan perpindahan yang dialami suatu struktur. Peprindahan paling kecil dialami oleh struktur poral baja dengan eksentrisitas 0 cm sebesar 14,8705 mm pada meshing 4 dan 14,211 mm pada meshing 25. Sedangkan struktur portal yang mengalami perpindahan paling besar adalah struktur portal baja dengan eksentrisitas 120 cm sebesar 261,67 mm pada meshing 4 dan 240,774 mm pada meshing 25. Kata Kunci : bracing eksentris, bracing inverted V, portal, beban statis, beban, perpindahan, ABAQUS Student Edition.
UPAYA PENINGKATAN KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PENGENDAP CACO3 Kistanti, Ida Fitri; Arifi, Eva; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material beton semakin meningkat karena memiliki sifat yang kuat, ketahananyang tinggi, mudah dibentuk, relatif murah dan mudah didapatkan. Namun umum terjadifenomena keretakan pada penggunaan beton yang dapat mengakibatkan mudah masuknyapartikel korosif yang akan merusak struktur dalam beton. Oleh karena itu, salah satualternatif untuk mengurangi retakan yang terjadi dilakukan dengan upaya peningkatan kuattekan mortar yang merupakan unsur penyusun beton menggunakan bakteri sebagai agenbiologis yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujiankarakteristik material pasir, kuat tekan dan modulus elastisitas mortar menggunakan isolatbakteri Micrococcus luteus strain S17 dan isolat R20. Hasil Pengujian diolah menggunakangrafik hubungan kuat tekan mortar dengan jumlah densitas sel bakteri (105, 106, dan 107sel/mL) terhadap kuat tekan mortar kontrol pada usia 7,14 dan 28 hari. Hasil dari penelitianmenunjukkan bahwa mortar dengan menggunakan bakteri pengendap CaCO3 dapatmemberikan pengaruh peningkatan kuat tekan mortar. Mortar bakteri yang memberikan efekpeningkatan kuat tekan lebih baik adalah bakteri R20 dengan densitas sel 105 sel/mL padausia 28 hari yakni sebesar 13% dengan kuat tekan sebesar 33,47 Mpa dibandingkan denganmortar kontrol sebesar 29,6 Mpa dan mortar bakteri S17 sebesar 31,4 Mpa. Penggunaan duajenis isolat bakteri memiliki pengaruh dan karakteristik yang berbeda pada kuat tekan mortardilihat dari perbandingan variasi konsentrasi dan usia mortar terhadap kontrol.Kata kunci: Mortar, Kuat Tekan, Bakteri Pengendap CaCO3, Modulus Elastisitas
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATHED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Setiaimani, Muhammad Rafly; Firdausy, Ananda Insan; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang berada di antara tiga lempeng bumi (Eurasia, Indoaustralia,dan Pasifik) sehingga rawan akan terjadinya gempa. Sehingga dalam perencanaan sebuah bangunan, bebangempa menjadi faktor penting didalamnya agar terhindar dari kerusakan akibat gempa. Berbagai materialtelah melalui pengujian dan penggunaan sebagai bahan konstruksi untuk bangunan tahan gempa, salahsatunya baja canai dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban lateral maksimum yangmampu ditahan, energi disipasi, dan kegagalan struktur agar dapat dianalisis kegagalan pada struktur portalcanai dingin dengan panel dinding sebagai salah satu contoh struktur tahan gempa.Baja canai dingin yang digunakan penelitian ini berdimensi 58x106 cm, yang terdiri dari profilhollow square berdimensi 40.40.0,3 untuk kolom dan dimensi 20.30.0,3 untuk balok.  Pembebananyang diberikan adalah pembebanan siklik (dua arah) dengan drift ratio 1% hingga 13% dan interval 1%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang memiliki dinding panel dan tidak ada bukaan (S-T-0)mempunyai nilai beban lateral maksimum dan energi disipasi yang paling besar dan benda uji yang tidakmemiliki dinding panel (S-T-100) mempunyai nilai beban maksimum dan energi disipasi yang paling kecil.Untuk benda uji yang memiliki dinding panel dan terdapat bukaan 50% (S-T-50) mempunyai nilai bebanmaksimum dan energi disipasi yang lebih kecil dibandingkan dengan benda uji yang memiliki dinding paneldan terdapat bukaan 25% (S-T-25) yang memiliki nilai beban maksimum dan energi disipasi yang lebihbesar. Disimpulkan jika semakin besar bukaan panel dinding pada benda uji maka semakin kecil energidisipasinya, dan beban lateral yang dapat ditahannya semakin kecil pula. Terjadi kegagalan struktur selamapengujian seperti kegagalan pada sambungan, sobek di sekitar sambungan, dan retak pada panel dinding.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Panel Dinding, Beban Siklik, Beban Lateral, Energi Disipasi
Pengaruh Variasi Fraksi Dari Serat Plastik Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik, Dan Modulus Elastisitas Pratama, Rizky Wahana; Remayanti, Christin; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan kebutuhan untuk masyarakat modern masa kini. Beton adalahsalah satu unsur yang sangat penting dalam struktur bangunan. Karena teknologi semakin majumaka penggunaan beton dituntut untuk semakin meningkat dari segi kualitas maupun kuantitas,inovasi-inovasi terus dilakukan untuk memperkuat keunggulan kuat tekan dan memperkecilkelemahan kuat tarik beton. Penambahan yang dilakukan dapat berupa penambahan seratplastik untuk mengoptimalkan kuat tarik beton. Dikarenakan masih banyaknya sampah botolplastik ini merupakan salah satu cara mendaur ulang botol plastik dengan cara membuat botolplastik tersebut menjadi lempengan datar yang nantinya akan dipotong kecil-kecil denganukuran tertentu dan menjadikannya seperti serat-serat. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruhpemanfaatan botol plastik sebagai fiber maka peneliti membuktikan ini dapat menjadi solusidari permasalahan limbah botol bekas air mineral yaitu dengan cara membuat beton dengancampuran serat plastik bekas air mineral dengan variasi fraksi sebesar 10%, 15% dan 20% darivolume beton silinder.Selain untuk mengetahui pengaruh serat plastik pada campuran beton terhadap kuattarik, peneliti juga menganalisa pengaruh serat plastik terhadap kuat tekan dan moduluselastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang berusia 28 hari. Terdapat 3 pengujianyaitu pengujian tarik belah, pengujian kuat tekan menggunakan compression machine, dan ujimodulus elastisitas menggunakan extensometer.Hasil pengujian kuat tarik belah tidak menunjukkan adanya hasil yang optimum padasetiap fraksi serat plastik. Demikian pula dengan pengujian kuat tekan dan uji moduluselastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas tidak memberikan pertambahanhasil yang signifikanKata kunci : serat plastik, botol minuman bekas, kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas
PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP KUAT LENTUR DAERAH SAMBUNGAN PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX Samudra, Gibran Satria; ., Wisnumurti; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi iini iadalah alternatif untuk menjaga ikestabilani hargai sumber dayai alam danmengolah ilimbah batu onyx yang tidak terpakai menjadi berguna. limbah batu onyx sebagai agregatmampu membuat beton mencapai kuat tekan rata-rata 32,92 Mpa juga dapat menjadi inovasi yangbaik. Batu onyx umumnya merupakan bahan pembuatan perabot rumah tangga seperti bathtub yangbanyak ditemui pada wilayah tambang DesaiGamping, KecamataniCampur Darat, iKabupatenTulungagung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kuat lentur pada pasangan panelbeton onyx dengan sambungan baut berdiameter 6imm, 8imm, dan 10imm adalah Semakin besardiameter baut yang digunakan untuk sambungan pada pasangan panel beton onyx, kuat lentur yangdihasilkan juga semakin besar. Pada susunan panel onyx dengan sambungan baut diameter 6 mmdidapatkan kekuatan lentur sebesar 1,1453 MPa, untuk susunan panel dengan sambungan bautdiameter 8 mm menghasilkan kuat lentur sebesar 1,2593MPa, dan pada diameter 10 mm mengalamipenurunan nilai kuatlentur dengan nilai sebesar 1,1169 MPa.Kata kunci : Kuat Lentur Daerah Sambungan, Agregat Kasar Limbah Batu Onyx, kuat tekan,diameter baut
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING FIBER CEMENT BOARD TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Irfansyah, Muhammad Nur; Firdausy, Ananda Insan; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur bangunan yang kuat menahan beban tidak lepas dari kekuatan portalnya. Portal yang kuat harus memiliki bahan material yang dapat meminimalisir gaya yang diterima. Portal dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu |portal terbuka dan |portal tertutup. Dalam pengaplikasiannya, portal tidak 100% tertutup melainkan terdapat bukaan sebagai sirkulasi udara maupun pencahayaan ruangan.  Portal baja canai dingin yang digunakan pada penelitian ini memiliki dimensi lebar sebesar 58 cm dan memiliki tinggi setinggi 106 cm yang memiliki profil yaitu hollow square dengan dimensi balok 20.30.0,3 dan dimensi kolom 40.40.0,3. |Panel dinding yang digunakan memiliki bahan fiber cement board dengan tebal 4 mm. Pada penelitian ini menggunakan empat jenis variasi bukaan panel dinding fiber cement board yaitu sebesar 0%, 25%, 50% dan 100% (open frame). Masing-masing benda uji menggunakan kode yaitu M-F-0, M-F-25, M-F-50 dan M-100. M-F-0 merupakan benda uji dengan panel dinding tanpa |bukaan. M|-F|-25| merupakan benda uji dengan bukaan 25%, M-F-50 merupakan benda uji dengan bukaan 50% dan M-100 merupakan benda uji yang tidak memiliki panel dinding.   Benda uji dengan nilai bukaan 25% (M-F-25) memiliki beban maksimum dan nilai kekakuan lebih tinggi dari bendauji yang memiliki bukaan 50% (M-F-50). Analisis perhitungan momen yang memakai software SAP2000 memperlihatkan bahwa benda uji dengan panel dinding yang tidak mempunyai bukaan memiliki nilai momen terkecil sedangkan benda uji yang tidak memiliki dinding panel mempunyai nilai momen lebih besar. Pada benda uji dengan dinding panel yang terdapat bukaan memiliki momen yang besar di titik bukaan pada kolom. |Kata Kunci: Canai dingin, pembebanan monotonik, kekakuan, panel dinding.
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V Datu, Crescencia Bunga; Wijaya, Ming Narto; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi maka daridibutuhkan ketersediaan lahan hunian Maka dari itu solusi untuk ketersediaan lahan yaitu bangunanbertingkat sebagai hunia penduduk. Salah satu perencanaan konstruksi ialah menggunakan sistem rangka bracingyang mampu menahan gaya lateral dan gaya aksial gempa, rangka breasing menahan beban gempayang cukup tinggi serta memiliki kekakuan dan kekuatan yang baik. Pada analisis ini menggunakan3 pemodelan portal 2 lantai dengan bracing tipe V dengan dimensi portal 4m x 4m perlantainya dannilai eksentrisitas 0 cm, 60 cm dan 120 cm. struktur portal 2 lantai ini menggunakan profil bajadengan mutu baja BJ-37 yang diberi beban lateral statis. Output yang didapat pada analisis ini yaitu nilai tegangan dan regangan pada duabuah elemen kritis pada setiap lantai portal serta pada masing-masing variasi model struktur portal 2lantai eksentris bracing tipe V.Hasil dari analisis 3 pemodelan portal ini menunjukan letak elemenkritis setiap eksentris berbeda, untuk eksentrisias 0 cm elemen kristis berada pada bracing sedangkanuntuk eksentrisitas 60 cm dan 120 cm elemen kritis berada pada link beam dan balok. Pada analisisini hasil tegangan dan regangan lebih besar dilantai 2 dibandingkan dilantai 1. Selain itu pada analisisini ada 2 nilai meshing dimana hasil dari kedua meshing tidak jauh berbeda. Pada eksentrisitas 0 cmhasil meshing besar (4) lebih besar dibandingkan meshing kecil (25) sedangkan pada eksentrisitas 60cm dan 120 cm meshing kecil (25) lebih besar dari pada meshing besar (4).Kata Kunci : Portal 2 Lantai Eksentris, bracing tipe V, tegangan dan regangan, beban lateral statis,ABAQUS Student Edition.

Page 86 of 140 | Total Record : 1398