cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PANEL DINDING TERHADAP DAKTILITAS AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Athhtaariq, M. Falah; Waluyohadi, Indra; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menjadi negara yang rawan terkena bencana gempa bumi akibat terletak pada pertemuan tigalempeng dunia. Sehingga perlu diperhatikan dalam mendesain dan memilih bahan untuk bangunan tahangempa. Baja canai dingin merupakan material dengan kekuatan dan kekauan yang baik. Benda uji padapenelitian ini mengunakan portal baja canai dingin profil Hollow Square. Dimensi kolom 40.40.0,3 danbalok 20.20.0,3 dengan tinggi total 106 cm pada kolom dan 58 cm pada balok. Plat sambungmengunakan siku berukuran 20x80 mm sedangkan pondasi mengunakan multiplek tebal 30 mm denganasumsi jepit sempurna. Material panel dinding dipasang pada salah satu sisi dengan variasi berupaMultiplek dan Fiber Cement Board tebal 4mm. Terdapat 6 benda uji masing-masing 3 sampel untuk tiapvariasi material dengan dinding penuh. Pembebanan digunakan siklik (quasi-statis) Drift Ratio 1% - 13%. Hasil pengujian didapatkan nilai beban beserta perpindahan. Analisis Daktilitas dengan 3 metodeyaitu AISI, ECCS dan Kawai Model. Hasil penelitian yang didapat menunjukan benda uji dengandinding Fiber Cement Board mampu menahan beban lateral lebih besar dan benda uji berdindingmultiplek memiliki nilai daktilitas yang lebih besar. Kegagalan struktur pada dinding maupunsambungan diamati secara visual.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Panel Dinding, Multiplek, Fiber Cement Board, Beban Siklik,Daktilitas
PENGARUH VARIASI BAHAN PANEL DINDING TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Nurreza, Aditya Bagus; Firdausy, Ananda Insan; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia sehingga menjadi negara yang rawan terjadi gempa bumi. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah konstruksi bangunan yang tahan gempa bumi dalam skala tertentu. Baja canai dingin menjadi salah satu material yang mulai banyak digunakan sebagai material tahan gempa karena kekuatan dan kekakuannya yang baik. Pada penelitian ini digunakan portal baja canai dingin dengan tinggi total 106 cm dan lebar total 58 cm menggunakan profil hollow square dengan dimensi kolom 40.40.0,3 dan balok 20.20.0,3. Pelat sambung menggunakan pelat siku berukuran 20 x 80 mm dan pondasi menggunakan multiplek tebal 30 mm dengan asumsi jepit sempurna. Material panel dinding menggunakan fiber cement board dan multiplek dengan tebal 4 mm. Percobaan ini menggunakan 6 buah  sampel dengan masing-masing material 3 sampel dan keseluruhannya menggunakan dinding penuh. Pembebanan yang dipakai adalah  pembebanan siklik (quasi-statis) dengan drift ratio 1% hingga 13%. Hasil dari penelitian adalah beban dan perpindahan yang kemudian di analisis lebih lanjut. Hasil akhir penelitian ini adalah benda uji yang berdinding fiber cement board memiliki beban lateral maksimum dan kekakuan yang lebih tinggi dibanding yang berdinding multiplek. Kegagalan struktur pada benda uji diamati secara visual yaitu kegagalan sobek panel dinding dan kegagalan sambungan panel dinding. Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Panel Dinding, Fiber cement board, Multiplek, Beban Siklik, Kekakuan.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS AGREGAT DAUR ULANG DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PENGENDAP CaCO3 Aditya, Brillyan; Arifi, Eva; Mustafa, Irfan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan limbah beton di dunia konstruksi sangat melimpah, sehingga perlu diadakan daur ulanguntuk mengurangi limbah tersebut. Agregat daur ulang adalah agregat dari hasil pemecahan limbah beton.Kualitas dari agregat daur ulang ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan agregat alami, makadilakukan penelitian ini untuk meningkatkan kualitas dari agregat daur ulang.Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah agregat kasar daur ulang dengan ukuran 1,0 –1,4 cm yang diberi perlakuan dengan mencampurkan bakteri ureolitik pengendap CaCO3 dengan konsentrasibakteri yaitu 105, 106, dan 107 dan masa inkubasi yaitu 7, 14 dan 21 hari. Dengan diberikan perlakuanmenggunakan bakteri ureolitik diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari agregat daur ulang. Kemudiandigunakan alat Compression Test Machine untuk pengujian agregat dalam menahan beban tekan sebesar400 kN. Hasil akhir penelitian didapatkan nilai berat jenis sebesar 2,56 dengan berat jenis sebelum diberikanperlakuan sebesar 2,41, penambahan yang terjadi yaitu sebesar 0,15. Hasil penyerapan dari agregat daurulang mengalami penurunan, secara keseluruhan yang mengalami penurunan penyerapan dengan hasilterbesar yaitu pada sampel S17 dengan konsentrasi 105 dengan masa inkubasi 14 hari, penurunan sebesar0,55 dengan nilai penyerapannya sebesar 3,68%. Sedangkan untuk nilai Aggregate Crushing Value setelahdiberikan perlakuan pada agregat daur ulang tidak mempengaruhi kekuatan agregat dalam menahan bebantekan. Dari hasil yang didapatkan peningkatan kualitas agregat hanya terjadi pada penurunan nilaipenyerapan agregat.Kata Kunci: Agregat Daur Ulang, Bakteri Pengendap CaCO3, Penyerapan, Aggregate Crushing Value.
ANALISIS PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PORTAL 2 LANTAI DENGAN BRACING TIPE DIAGONAL EKSENTRIS DUA ARAH Febrian, Dicky Hamdani; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk riset lanjutan dalam pengembangan struktur baja pada gedungsederhana 2 lantai dengan menggunakan bracing tipe diagonal eksentris 2 arah dengan melihatbracing tipe diagonal eksentris 2 arah berdimensi 4 x 4 m, pengujian menggunakan beban lateralstatis dengan variasi link pada portal, menggunakan link pendek (60 cm), link panjang (120 cm), dankonsentris (0 cm). Terdapat 2 penggunaan tipe profil yang penentuannya sejalan dengan konsepstrong column weak beam. Dalam menganalisis digunakan 2 jenis meshing yaitu meshing renggang(4 per elemen) dan meshing renggang (25 per elemen) untuk setiap eksentrisitas, hasil analisis berupagrafik tegangan-regangan pada elemen kritis tiap model portal. Berdasar hasil analisis dapatdisimpulkan bahwa nilai tegangan untuk setiap meshing nilainya akan lebih tinggi atau sama seiringdengan besarnya nilai eksentrisitas dan nilai tegangan dari link beam pada portal dengan eksentrisitasakan selalu lebih besar dibanding elemen lainnya pada portal yang menunjukkan link beam sudahbekerja sebagaimana mestinya untuk berperilaku inelastis, Sedangkan untuk nilai regangan yangterjadi dapat disimpulkan bahwa nilai regangan untuk meshing rapat nilainya akan mengalamikenaikan dan untuk meshing renggang nilainya akan terjadi penurunan seiring dengan besarnya nilaieksentrisitas, nilai regangan dari link beam pada portal dengan eksentrisitas selalu lebih besardibanding elemen lainnya pada portal yang menunjukkan link beam sudah bekerja sebagaimanamestinya untuk mampu lebih berdeformasi.Kata Kunci: Portal Eksentris, bracing tipe diagonal eksentris 2 arah, tegangan dan regangan, bebanlateral statis, ABAQUS Student Edition.
ANALISIS KUAT RENCANA ELEMEN LENTUR GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN SNI 2847:2019 ., Brihaspati; ., Wisnumurti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan gedung merupakan sertifikat tanda bukti bahwabangunan gedung tersebut telah teruji kelaikan teknis sesuai dengan fungsi bangunan. Untukmendapatkan SLF bangunan gedung, dibutuhkan nilai kuat rencana atau kuat nominalberdasarkan peraturan terbaru yang berlaku pada saat itu. Pada kajian ini, objek yang akandigunakan dalam analisis adalah Gedung Laboratorium Kebencanaan Teknik SipilUniversitas Brawijaya dengan mengambil fokus pada elemen lentur struktur. Pembahasanini dilakukan dengan menganalisis kuat lentur nominal dari elemen lentur berdasarkan SNI2847:2019. Hasil analisis menunjukkan kapasitas penampang elemen lentur terkecil padakondisi momen lapangan dan tumpuan positif sebesar 14058272,38 Nmm dan negatifsebesar 13639059,96 Nmm. Sedangkan kapasitas terbesar pada kondisi momen lapangandan tumpuan positif sebesar 310906692,24 Nmm dan negatif sebesar 299025901,3 Nmm.Regangan baja terkecil yang terjadi sebesar 0,0056 yang menunjukkan penampang elemenlentur pada gedung dikategorikan sebagai penampang terkontrol tarik dengan nilai faktorreduksi (Ø) sebesar 0,9.Kata Kunci: Elemen Lentur, kapasitas momen nominal, regangan, SNI 2847:2019.
HUBUNGAN ANTARA VOID RATIO DAN PERMEABILITAS TERHADAP KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN AGREGAT DAUR ULANG YANG MENGGUNAKAN STYRENE BUTADIENE RUBBER LATEX Muhammad F, Dito; Arifi, Eva; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TIngginya curah hujan yang menyebabkan jumlah air yang berlimpah. Diiringi denganpembangunan infrastruktur serta meningkatnya populasi menyebabkan daerah resapan semakin kecildan limpasan air semakin tinggi. Beton Porous merupakan sebuah teknologi yang bisa mengatasipermasalahan limpasan air sekaligus sebagai sustainable technology. Akan tetapi beton porousmempunyai kuat tekan yang lebih lemah dari pada beton biasa dikarenakan ikatan antar agregatnyayang lemah, sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bahantambah styrene butadiene rubber latex terhadap hubungan antara void ratio dan permeabilitas kepadakuat tekan beton porous. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan bahan tambah SBR Latex 5%dan 10% meningkatkan kuat tekan beton seiring bertambahnya kandungan SBR Latex, selaindikarenakan SBR Latex mengisi pori-pori dari beton SBR Latex juga meningkatkan kekuatan antarikatan sehingga ikatan antar aggregat tidak mudah lepas dan menjadi lebih kuat.Kata Kunci : Beton Porous, Void Ratio, Permeabilitas, Kuat tekan, Agregat Kasar Daur Ulang,Styrene Butadiene Rubber Latex
PENGARUH PENGGUNAAN STYRENE BUTADIENE RUBBER LATEX TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN AGREGAT KASAR DAUR ULANG Pawitrama, Nyoman Iswarya; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh kota-kota besar adalah menyempitnya daerahresapan. Daerah resapan yang sudah banyak tertutup oleh infrastruktur membuat air hujan tidakdapat terserap oleh tanah dan menyebabkan genangan pada setiap sudut kota. salah satu solusiuntuk menyelesaikan permasalahan ini adalah Beton Porous. Beton porous merupakan materialyang termasuk dalam kategori berkelanjutan dikarenakan tingkat porositas beton porous yangtinggi dapat mengurangi tingkat limpasan air hujan yang menggenangi permukaan jalan danmembantu air terserap kembali menuju tanah. Dalam meningkatkan efektivitas beton poroussebagai material berkelanjutan, maka digunakan agregat kasar hasil daur ulang limbah beton.Pada penelitian ini beton porous yang digunakan tersusun atas gradasi agregat kasar ukuranseragam, yaitu 5 mm – 10 mm dan menggunakan dua jenis agregat kasar, yaitu agregat kasaralami dan agregat kasar daur ulang dengan Styrene Butadiene Rubber Latex sebagai bahantambah (admixture). SBR Latex ditambahkan untuk meningkatkan daya ikat antar agregat betonsehingga dihasilkan beton dengan performa yang lebih baik. Pada penelitian ini difokuskanpada performa kekuatan lentur yang menggunakan persentase campuran SBR Latex, yaitu: 0%,5% dan 10%, rasio semen dan agregat kasar yang digunakan adalah 1:4 dengan nilai faktor airsemen (FAS) sebesar 0,27 pada setiap campurannya Dari penelitian ini diketahui bahwapeningkatan kuat lentur sebanding dengan penambahan persentase penggunaan SBR Latexpada setiap variabelnya.Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, styrene butadiene rubber latex (SBRLatex), kuat lentur.
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP RETAK PADA DAERAH BADAN SUSUNAN PANEL BETON LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Randy D.A., Demmy; Wahjuni S, Edhi; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campuran dari agregat halus, agregat kasar, air, dan semen disebut beton. Beton Pracetak adalah salah satu cara pembuatan beton yang diproduksi oleh pabrik. Salah satu contoh beton pracetak adalah Panel Beton. Panel Beton adalah susunan dinding parsial yang dirangkai hingga menjadi dinding. Penggunaan Panel Beton ini mengganti dinding yang terbuat dari batu bata karena menghindari kesalahan teknis pembuatan dinding dan menghindari pekerjaan yang lama. Dalam proses lebih berkembangnya suatu kontruksi. Panel beton normal digantikan oleh panel beton yang agregat kasar digantikan oleh limbah batu onyx. Panel beton sendiri merupakan beton pracetak. Karena beton pracetak, pembuatan dinding panel beton agregat batu onyx memerlukan sambungan yang kuat agar retak yang terjadi dipanel lebih di minimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola retak pada badan susunan panel beton dan lebar retak yang terjadi pada badan susunan panel beton akibat perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 dengan tebal plat 3 mm. Direncanakan sambungan yang diteliti dengan diameter baut 6 mm, 8mm, dan 10mm dengan susunan panel beton yang satu panel beton memiliki ukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. Pengujian retak dilakukan dengan pemberian beban terpusat arah horizontal dengan bertahap hingga mencapai beban maksimum. Hasil Penelitian pada retak yang terjadi. Pola retak yang terjadi merupakan pola retak geser-lentur. Retak yang terjadi hanya berada pada bagian bawah badan yang berawal dari tumpuan. Untuk lebar retak yang terjadi rata-rata pada sambungan baut diameter 6 mm memiliki lebar 0,5146 mm, diameter 8 memiliki lebar 0,4966 mm, dan untuk diameter 10 memiliki lebar 0,4397 mm. Dari data ini menunjukan bahwa semakin besar diameter sambungan maka lebar retak di daerah badan panel yang terjadi semakin kecil.   Kata Kunci : Badan panel dinding beton onyx, Retak, sambungan baut
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK – KOLOM PADA GEDUNG HOTEL DAFAM MAJOLELO PADANG MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) ‘Isa Mahendra, Ridho Firdaus; Hidayat, Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung perhotelan menjadi salah satu cara untuk mengembangkan pariwisata di Kota Padang.Dalam membangun gedung hotel, terdapat pekerjaan struktur beton bertulang yang menggunakan metodekonvensional. Metode tersebut sering digunakan di Indonesia karena pengerjaannya mudah namun membutuhkanwaktu pengerjaan relatif lama. Terdapat metode pracetak sebagai inovasi untuk mengurangi waktu pengerjaankonstruksi. Namun metode pracetak memiliki kelemahan dalam hal sambungan, sehingga studi ini bertujuan untukmenganalisis struktur sambungan balok-kolom yang menggunakan sistem beton pracetak dengan studi kasusGedung Hotel Dafam Majolelo Padang.Analisis sambungan balok – kolom menggunakan beton pracetak pada Gedung Hotel Dafam MajoleloPadang ini mengacu pada SNI 7883:2012 tentang Tata Cara Perancangan Beton Pracetak Dan Beton PrategangUntuk Bangunan Gedung pada sub bab 4, SNI 03- 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan GempaUntuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung, dan SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara PerhitunganStruktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Dari hasil analisis didapatkan bahwa balok-kolom pracetak sebelum corpenuh saat pengangkatan sejauh 1,7 m dari tepi, dengan tulangan lentur 9-D29, tulangan tekan 2-D29, dan sengkangø8-150 menghasilkan momen nominal sebesar 608768000 Nmm dan momen ultimate yang terjadi sebesar 3123750Nmm, sehingga dapat dikatakan aman. Sedangkan kondisi setelah cor penuh dengan kombinasi beban mati, bebanhidup, dan beban gempa menunjukkan hasil yang aman terhadap lentur dan geser.Kata Kunci: Beton pracetak, sambungan, balok, kolom
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG RSUD dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN Heryanto, Sri; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pembangunan gedung di Indonesia tahapan pelaksanaanya masih di dominasimetode beton bertulang konvensional dikarenakan metode tersebut prosesnya mudah dikerjakannamun waktu pelaksanaanya cukup lama. Salah satu inovasi yang dapat mempercepat waktupelaksanaanya adalah dengan memakai beton pracetak. Untuk struktur pracetak, sambunganyang terpasang pada pertemuan antara komponen balok dengan kolom termasuk kajian utamayang perlu diperhatikan. Studi ini merupakan alternatif perencanaan sambungan balok – kolommenggunakan beton pracetak pada gedung RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yangmengacu pada SNI 7883:2012 tentang tata cara perancangan beton pracetak dan beton prateganguntuk bangunan gedung dan SNI 1726:2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempauntuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Dari hasil studi didapatkan bahwa dimensibalok induk berukuran 35 cm x 70 cm dengan penulangan 6D22 dan kolom 80 cm x 80 cmdengan penulangan 16D22 serta pertemuan komponen balok dan kolom menggunakansambungan basah dengan panjang penyaluran tulangan 321,33 mm dalam kondisi tekan dan616,95 mm dalam kondisi tarik dengan panjang kait 224,93 mm.Kata Kunci: Betonlpracetak, sambungan, penyaluran tulangan

Page 85 of 140 | Total Record : 1398