cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH VARIASI DIAMETER DENGAN RASIO LX1/L = 0,9 DAN LX2/L = 0,5 TERHADAP STABILITAS PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR DENGAN RC 88% Agustia, Daffa Fadhiel; Rachmansyah, Arief; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang pada umunnya berpotensi terjadi pada pemanfaatan lahanlereng. Indonesia memiliki karakteristik daratan yang salah satunya adalah dataran tinggi. Oleh karena itu,dibutuhkan suatu metode perkuatan stabilitas lereng.yang mampu mencakup wilayah yang luas. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui peningkatan faktor keamanan lereng akibat penggunaan dua baris tiang sebagaimetode perkuatan lereng. Penelitian dilakukan dengan pemodelan skala kecil. Tanah pasir dibentukmenyerupai lereng dengan kemiringan 50° di dalam model boks. Tiang yang digunakan adalah pipaalumunium. Variasi diameter tiang diberikan pada tiang baris kedua dari nilai terkecil hingga terbesar,sedangkan tiang pada baris pertama diberi nilai konstan. Pembebanan dilakukan pada puncak lereng hinggapeningkatan beban tidak terjadi. Analisis faktor keamanan menggunakan metode elemen hingga denganbantuan aplikasi FEM 2D dan 3D. Hasil penelitian menunjukkan dengan membandingkannya dengan lerengtanpa perkuatan, maka lereng mengalami peningkatan nilai faktor keamanan hingga sebesar 9,221% padaaplikasi FEM 2D dan 34,282% pada aplikasi FEM 3D. Selain faktor keamanan, nilai daya dukung tanahmengalami peningkatan hingga sebesar 187,38%. Sehingga, diameter optimal yang mampu menahanterjadinya longsoran yaitu diameter terbesar. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui jenis longsoran yangterjadi adalah tipe rotasi.Kata Kunci: daya dukung tanah, faktor keamanan, lereng, longsor, perkuatan lereng, tanah pasir, tiang,variasi diameter tiang
PENGARUH SUHU PEMADATAN DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP KINERJA MARSHALL PADA CAMPURAN CPHMA MENGGUNAKAN ASBUTON B50/30 Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah &; Bowoputro, hendi; Djakfar, ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pengelolahan asbuton adalah LGA (Lawele Granular Asphalt), LGA merupakanaspal alam buton yang memiliki kadar antara 25% hingga 35%. Kelebihan utama LGA yaitutahan terhadap perubahan suhu dari titik lembek lebih tinggi dibandingkan dengan aspalminyak. Beberapa penelitian mengenai LGA memerlukan bahan peremaja sebagai pelunakbitumen asbuton sehingga memiliki sifat fisik dan ketahanan mendekati aspal minyak. Padapenelitian ini dilakukan proses pengujian marshall dengan metode Two Way Anova. Variabelbebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat (dependen).Variabel bebas dalam penelitian ini adalah suhu pencampuran (250C, 50 0C, 75 0C, dan 1000C)dan lama pemeraman (1 hari, 3 hari, 5 hari, 9 hari). Variabel terikat (dependen) merupakanvariabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (independen). Yang merupakan variabel terikatdalam penelitian ini adalah nilai stabilitas, nilai kelelehan plastis (flow), nilai VIM, nilai VFB,dan nilai VMA.Variabel kontrol adalah variabel yang dianggap konstan untuk mendapatkannilai antara dua hubungan variabel terikat dan variabel bebas. Variabel kontrol dalam penelitianini adalah kadar aspal dalam campuran sebesar 6%, asal dan kondisi agregat, benda uji, carapengujian benda uji, suhu perendaman benda uji, dan keausan agregat. Hasil yang diperolehdari penelitian ini adalah suhu pemadatan berpengaruh terhadap nilai stabilitas, VFB, VMAdan VIM. Lama pemeraman berpengaruh terhadap stabilitas, VFB, VIM dan VMA. Interaksiantara dua variabel bebas signifikan pada stabilitas, VMA, VFB dan VIM, Sedangkan flowtidak dipengharui signifikan oleh suhu pemadatan, lama pemeraman maupun interaksi antarasuhu pemadatan dan lama pemeraman.Rentang variasi yang memenuhi semua spesifikasiadalah benda uji dengan variasi lama pemeraman 4-5 hari pada variasi suhu pemadatan 88-910C.Kata Kunci : Keausan, Suhu Pemadatan, Lama Pemeraman, Marshall, Two Way Anova
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SDI (SURFACE DISTRESS INDEX) PADA RUAS JALAN SENGON - SIRAH KENCONG KABUPATEN BLITAR Fitri Rachmawati; Febrianto, lham Bimo; Djakfar, ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan beban lalu lintas yang melewati ruas jalanSengon-Sirah Kencong Kabupaten Blitar, diperlukan adanya proses monitoring untukmemastikan bahwa ruas jalan dalam kondisi yang memuaskan. Salah satu caranya adalahdengan melakukan survei kondisi jalan. Berdasarkan pedoman dari Kementerian PUPR, dasarevaluasi kondisi jalan adalah dengan menggunakan metode SDI (Surface Distress Index) danperlu mengambil dokumentasi yang diambil setiap 200 meter untuk proses verifikasi.Verifikasi dilakukan secara sampling dan acak dengan mereview hasil foto dokumentasidengan hasil SDI yang didapat dari analisis. Didapatkan hasil bahwa nilai SDI antara surveidan foto dokumentasi terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga banyak ruas jalan yangtidak terverifikasi. Pada penelitian ini, dicari jarak efektif yang dapat digunakan untuk kegiatanfoto dokumentasi sehingga perbedaan nilainya tidak terlalu signifikan dan ruas jalan dapatterverifikasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jarak efektif yang digunakan adalahsejauh 100 m. Hasil ini didapatkan setelah melakukan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyantara nilai SDI survei dan Foto 100 m. Untuk itu pengambilan foto dokumentasi dengan jarak100 meter cukup untuk dijadikan jarak efektif agar ruas jalan yang disurvei dapat terverifikasi.Kata Kunci: Survei kondisi jalan, SDI, jarak efektif foto
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL DAFAM MAJOLELO PADANG MENGGUNAKANAN SISTEM CASTELLATED BEAM Kanugrahan Dawam, Muhammad Irfan; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ekonomi yang meningkat di Indonesia begitu pula adanyapeningkatan infrastruktur yang memadai. Untuk menunjang peningkatan industripariwisata di Kota Padang maka dilakukan pembangunan Gedung Hotel Dafam MajoleloPadang. Gedung Hotel Dafam Majolelo Padang menggunakan struktur beton bertulanguntuk pembangunannyaDengan ada permalahan terkait struktur berulang pada bangunantersebut, mendorong penulis untuk melakukan studi alternatif perencaan pada GedungHotel Dafam Majolelo Padang menggunakan Profil Castellated Beam.Dari hasil perencanaan ini adalah Untuk memahami perencanaan alternatif daristruktur Castellated Beam berdasarkan desain struktur acuan SNI 1729:2020 dan MetodeFaktor Beban Ketahanan (LRFD) pada Gedung Hotel Dafam Majolelo di Kota Padang.Dari hasil Analisi yang dilakukan menggunakan profil baja WF hasil yang diapatkanbahwa profil tersebut tidak kuat untuk menahan struktur gedung Hotel Majolelo di Padang,sehingga profil di modifikasi menjadi profil baja Castellated namun hasil yang didapatkanbelum cukup kuat atau sudah dibilang aman untuk menahan beban yang ada. Sehinggadilakukannya perkuatan tambahan menjadikan pelat beton beton komposit dengan baja WFCastellated Beam.Kata kunci : Balok komposit, Casttelated Beam, Struktur baja
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA PENGECORAN DUA JAM PENGADUKAN Nugroho, Bagus Prasetyo; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia dalam bidang konstruksi saat ini menjadi suatu topik khusus yang sedangdisorot banyak pihakTingginya pertumbuhan infrastruktur diikuti dengan konsumsi semen yang meningkat. Maka dari ituberbagai macam inovasi muncul guna membuat suatu material alternatif pengganti semen biasa (OPC),salah satunya adalah Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau bisa disebut dengan SemenSlag. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28hari, dan 56 hari, komposisi semen agregat 1:1,5:2,5 (K-350) dan 1:1,2:1,8 (K-275), dan FAS 0,3 dan0,4. Pada penelitian kali ini melakukan pengecoran benda uji dengan metode dua jam pengadukan. Danuntuk pengujian kuat tekan pada benda uji menggunakan alat Compression Test Machine. Dari hasilpenelitian ini yang didapatkan adalah variasi semen slag, umur beton, mutu beton, dan faktor air semen(FAS) dan perbandingan waktu pengecoran normal dan dua jam pengadukan. yang berpengaruhterhadap nilai kuat tekan beton. Pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuattekan beton. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag0% yaitu 48,318 Mpa dan 10% yaitu 44,766 Mpa. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasiumur beton yaitu pada umur 28 hari yaitu 43,035 Mpa dan 56 hari yaitu 48,318 Mpa. Nilai kuat tekanbeton yang meningkat dari variasi mutu beton yaitu pada mutu beton K-350. Nilai kuat tekan betonterbesar dari variasi mutu beton sebesar 48,318 Mpa. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasiFAS yaitu pada FAS 0,3 dengan nilai kuat tekan beton yaitu 48,318 Mpa.Kata kunci: Semen Slag, Kuat Tekan Beton, Pengecoran Dua Jam Pengadukan.
ANALISIS PENGARUH BENTUK PENAMPANG DAN VARIASI DIMENSI KOLOM TERHADAP SIMPANGAN YANG TERJADI PADA GEDUNG BERTINGKAT Wardhana, Yusuf; Remayanti, Christin; B.K., Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom merupakan struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan. Maka dari itudiperlukan analisis mengenai pemilihan kolom pada suatu bangunan. Pada analisis digunakan gedung10 lantai dengan luas 324 m2. Variasi bentuk penampang kolom yang digunakan adalah kolom persegidan lingkaran. Untuk variasi dimensi kolom dibedakan menjadi 2 yaitu gedung menggunakan dimensikolom yang tetap dari lantai 1 sampai 10 dan gedung yang menggunakan dimensi kolom yang semakintinggi lantai maka semakin kecil dimensi kolomnya. Metode analisis yang digunakan untuk mencarisimpangan pada gedung adalah metode respon spektrum yang berdasarkan dengan peraturan SNI1726:2019. Hasil analisis didapatkan bahwa yang mempengaruhi hasil simpangan yang terjadi padagedung bertingkat adalah besarnya luas penampang pada kolom yang dipakai. Selain itu, berat bangunanjuga merupakan salah satu faktor besarnya simpangan yang terjadi pada gedung bertingkat.Kata Kunci: Kolom, Variasi, Simpangan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RSUD dr. M. SOEWANDHIE SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM CASTELLATED BEAM Amjad, Firhan Rezi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung RSUD dr. M. Soewandhie yang terletak di Kota Surabaya terdiri dari 8 tingkatlantai menggunakan struktur beton bertulang, Selain beton sebagai material utama strukturbangunan, Dalam dunia konstruksi material baja juga dinilai mampu menciptakan bangunanyang kuat dan kokoh, hingga saat ini struktur baja juga berkembang memiliki beragam inovasisalah satunya sistem castellated beam komposit. Perencanaan alternatif struktur bajamenggunakan castellated beam komposit mengacu pada peraturan SNI 1729:2020, padaawalnya dilakukan proses preliminary design terkait pemodelan struktur bangunan gedungdan melakukan input pembebanan menggunakan aplikasi SAP2000 guna mendapatkan outputberupa gaya-gaya dalam, lalu dilakukan pemeriksaan pada hasil momen dari struktur balokdengan syarat ketentuan bahwa nilai ΦMn ≥ Mu, dilakukan hingga hasil analisis telahmemenuhi persyaratan pada struktur komposit. Sehingga pada perhitungan balok indukcastellated komposit dengan profil baja WF300x150x6,5x9 didapatkan hasil Mu maks lapangan= 289,202 < ∅Mn 410,823 kNm dan Mu maks tumpuan = 418,067 < ∅Mn 537,952 kNm, danpada perhitungan balok anak castellated komposit dengan profil baja WF125x60x6x8didapatkan hasil Mu maks lapangan = 44,614 < ∅Mn 91,296 kNm, maka sesuai persyaratan.Kata Kunci: castellated beam komposit, perencanaan alternatif, pemodelan struktur
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RSUD DR. SOEWANDHIE SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM STRUKTUR BALOK KOMPOSIT Putera, Raihan Ananta; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelahKota Jakarta. Jika dibandingkan jumlah penduduk tahun 2010 dan 2021 naik sebanyak 3,94%. Dengan kenaikan jumlah penduduk ini harus selaras dengan pembangunan daerah.Pembangunan pada sektor kesehatan merupakan salah satu yang terpenting, salah satunyaadalah pembangunan RSUD dr. Soewandhie Surabaya. Pembangunan struktur gedungRSUD dr. Soewandhie Surabaya menggunakan struktur beton bertulang. Metode alternatiflain yang di pilih dalam perencanaan bangunan gedung RSUD dr. Soewandhie Surabayaadalah struktur komposit. Struktur komposit yang digunakan adalah gabungan antara 2material yaitu, beton untuk pelat lantai serta baja untuk balok dan kolom. Dari analisis yangtelah dilakukan berdasarkan dengan SNI 1729:2020 dan LRFD, digunakan pelat lantaidengan ketebalan 120 mm dengan tulangan Ø10 – 150. Untuk balok induk digunakan profilbaja WF 396x199x7x11, balok anak menggunakan profil baja WF 200x100x5,5x8. Untukkolom menggunakan 2 profil baja WF, untuk lantai 1-4 menggunakan profil WF428x407x20x35 dan lantai 5-8 menggunakan profil WF 400x408x21x21.Kata kunci: Balok komposit, Struktur baja, Penghubung geser
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN GEDUNG RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BALOK KOMPOSIT (PROFIL BAJA DAN BETON BERTULANG) Hafiizh, Yusril; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dibangun menggunakan struktur beton bertulang.Beton bertulang digunakan karena proses pengerjaannya yang mudah dan umum digunakan, karena prosespengerjaannya yang mudah maka mudah pula untuk melakukan pelaksanaannya. Meskipun begitu, betonbertulang juga memiliki kekurangan, yaitu pada pelaksanaannya cenderung memikul beban mati (beratsendiri) yang relatif lebih besar, hal ini dapat mengakibatkan beban gempa yang akan bertambah besarapabila beban mati juga relatif besar.  Sebelum dilakukan analisis, yang pertama dilakukan adalah preliminarydesign dan analisis struktur serta pembebanan pada ETABS sehingga didapat output gaya dalam yangnantinya dikontrol dengan kekuatan nominalnya.Pengecekan kapasitas nominal diharuskan mencapai persyaratan Φ Mn ≥Mu serta mencapaipersyarat perhitungan gaya lintang Φ Vn ≥Vu. Apabila kapasitas nominal tidak memenuhi maka dilakukanalternatif modifikasi dan dilakukan analisis komposit baja – beton. Untuk menjadikan interaksi kompositpenuh antara material baja dan beton, maka diberikan shear connector. Setelah gaya dalam diperoleh, dapatdiidentifikasi bahwa gempa sangat menentukan pada area tumpuan, momen ultimit yang digunakan yangmenentukan di area tumpuan, kemudian dilakukan analisis balok komposit dan terjadi signifikansi kapasitasnominal yaitu, jika dibandingkan saat sebelum komposit, didapatkan balok induk arah memanjang sebesarΦ Mn = 204,125 kNm dan pada arah melintang sebesar Φ Mn = 111,645 kNm serta pada balok anak denganΦ Mn = 32,084 kNm. Pada saat setelah komposit kapasitas balok induk arah memanjang sebesar Φ Mn =342,99 kNm dan pada arah melintang sebesar Φ Mn = 187,038 serta pada balok anak dengan Φ Mn =108,076 kNm. Sehingga didapat signifikansi momen nominal pada balok induk arah memanjang sebesar168% , arah melintang sebesar 167% dan balok anak sebesar 93%.Kata kunci: Struktur Baja, Balok Komposit, Penghubung Geser, LRFD
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR SAMBUNGAN BALOK– KOLOM MENGGUNAKAN SISTEM BETON PRACETAK (PRECAST) PADA GEDUNG PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN Farhani, Muhammad Rizqi; Hidayat, M. Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat tak ada habisnya untuk selalu ditingkatkan. Akantetapi dengan meningkatnya pembangunan gedung bertingkat membuat ketersediaan lahanyang lama kelamaan semakin sedikit. Hal ini membuat beberapa daerah mengatasi masalahketersediaan lahan yang sempit untuk pembangunan gedung bertingkat. Sampai sekarangpembangunan struktur gedung bertingkat di Indonesia metode pengerjaannya masihbanyak yang menggunakan metode beton bertulang konvensional biasa ( cast in situ )dikarenakan metode konvensional biasa prosesnya mudah dikerjakan tetapi waktupelaksanaanya yang relatif lama dan biaya yang dibutuhkan juga cukup banyakdikarenakan memerlukan banyaknya bekisting. Salah satu inovasi dimana dapatmempersingkat waktu pelaksanaanya dan mengurangi kebutuhan bekisting yaitu denganmenggunakan metode beton pracetak ( precast ). Metode beton pracetak adalah teknologikonstruksi struktur beton dimana komponen pembentukannya dibuat atau di fabrikasi,pengolahannya bisa di lahan pembuatan bahkan bisa juga di lapangan yang kemudiandipasang sehingga membentuk sebuah struktur bangunan. Untuk struktur dengan metodepracetak ( precast ), sambungan yang terpasang pada hubungan antar komponen balokdengan kolom dan kolom dengan balok merupakan hal utama yang perlu ditinjau danditeliti.Studi ini merupakan perhitungan perencanaan struktur sambungan balok – kolommenggunakan system beton pracetak ( precast ) pada Gedung Pemerintah KabupatenLamongan yang merujuk pada SNI 2847:2019 yang membahas persyaratan betonstructural untuk bangunan gedung, SNI 7883:2012 yang membahas tata cara perancanganbeton pracetak dan beton prategang untuk bangunan gedung, SNI 1727:2013 yangmembahas beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lainnya danSNI 1726:2019 yang membahas tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk strukturbangunan gedung dan non gedung. Dari hasil studi yang ada didapatkan bahwa dimensiukuran balok induk sebensar 40 cm x 60 cm dengan penulangan tarik 10D25, penulangantekan 5D25 dan kolom 60 cm x 60 cm dengan penulangan tekan 9D22, penulangan tarik9D22. Dalam sambungan antar komponen balok dan kolom menggunakan tipe sambunganbasah dengan panjang distribusi tulangan sebesar 365,148 mm dalam kondisi tekan,701,084 mm dalam kondisi tarik dan dengan panjang kait sebesar 255,604 mm.Kata Kunci: Betonlpracetak, Tulangan, Sambungan

Page 93 of 140 | Total Record : 1398