cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
MANAJEMEN PARKIR PADA KAYUTANGAN HERITAGE Anisa Faray, Afifah Mauludiah ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer yakni survei inventaris parkir,wawancara, jumlah pengunjung, dan plate-matching. Sedangkan data sekunder seperti PDRB, layout lokasi,dan volume parkir didapatkan dari instansi terkait. Untuk mendapatkan pemodelan tarikan pengunjung tiaptata guna lahan digunakan metode analisis regresi berganda. Kemudian nilai kebutuhan parkir didapatkandari hasil perhitungan model analisis regresi berganda yang selanjutnya di masukan kedalam rumus lajupertumbuhan. Perencanaan parkir ini dianalisis untuk kebutuhan 5 tahun kedepan yang dihitung denganmenggunakan tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hasil analisis kebutuhan parkir (tidak termasuktata guna lahan Bank) didapatkan kebutuhan luas lahan parkir 5 tahun ke depan sebesar 2.928 m2 dimanaluas lahan parkir on-street saat ini hanya sebesar 2453,9 m2. Maka dapat disimpulkan bahwa luas lahanparkir eksisting tidak dapat mencukupi kebutuhan lahan parkir di Kayutangan Heritage untuk 5 tahunmendatang. Maka direkomendasikan solusi yakni perluasan lahan parkir secara vertikal ataupun horizontalyang dapat dibangun diantaranya di lahan/area kosong yang berada di sisi barat Hotel Trio Indah 2 dan lahanparkir off-street PT. PLN (Persero) seluas ±3.300 m2, lahan bekas Gedung Bioskop Merdeka yang beradadi Jl. Jenderal Basuki Rahmat seluas ±1.300 m2, dan di area bekas Gedung Dinas Lingkungan Hidup yangberada di Jl. Majapahit seluas ±170 m2.Kata Kunci: Kapasitas Parkir, Kebutuhan Parkir, Analisis Regresi.
STUDI EVALUASI KERUSAKAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI), PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI), DAN ROAD CONDITION INDEX (RCI) Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan transportasi di Kota Malang. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukanlah proses penilaian kualitas layanan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), Pavement Condition Index (PCI), Dan Road Condition Index (RCI) guna mengetahui seberapa tingkat kerusakan jalan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang, serta membuktikan bahwa adanya hubungan antara ketiga metode tersebut dalam penilaian kualitas jalan yang telah dilakukan. Wilayah studi ini bertempatan pada beberapa ruas jalan di Kota dan Kabupaten Malang, yaitu Jalan Candi Mendut, Jalan Saxophone dan Jalan Tegalgondo Kota Malang. Dipilihnya 3 ruas jalan tersebut dikarenakan kondisi jalan yang merupakan rangkaiasn ruas jalan alternatif yang sering dilalui kendaraan bermotor sehingga kedepanya sangat rentan mengalami kerusakan jika tidak ditangani dan diperbaiki secara berkala dan tepat. Untuk mengetahui nilai kerusakan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI), Pavement Condition Index (PCI), Dan Road Condition Index (RCI), dilakukan survei dalam penelitian ini meliputi survei lokasi dan kerusakan jalan yang dilakukan selama 1 minggu menggunakan alat survei berupa meteran roda dan straigth edge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kerusakan di Jalan Candi Mendut untuk metode SDI bernilai 28.95 atau dalam kondisi baik, Metode RCI menunjukan nilai 5.94 dalam kondisi baik dan metode PCI bernilai 62.579 atau dalam kondisi fair atau cukup. Sedangkan pada jalan Tegalgondo-Saxophone, nilai SDI bernilai 29.74 atau dalam kondisi baik, nilai RCI menunjukan nilai 5.79 atau dalam kondisi baik dan nilai PCI menunjukan nilai 68.77 yang berarti dalam kondisi fair atau cukup. Sementara untuk model hubungan antara metode SDI dan RCI mendapatkan persamaan y = -0.03076 x + 6.5221 dengan R² = 0.5283 untuk ruas jalan Candi Mendut, sedangkan untuk ruas Jalan Tegalgondo-Saxophone mendapatkan persamaan model hubungan y = - 0.053816x + 7.44685 dengan R² = 0.613. Sementara untuk model hubungan metode RCI dan PCI untuk jalan Candi Mendut didapatkan persamaan y = 0.0363x + 3.3604 dengan R² = 0.7457, sedangkan untuk jalan Tegalgondo-Saxophone didapatkan persamaan y = 0.05174x + 2.288023 dengan R² = 0.654. Sementara untuk model hubungan SDI dan PCI untuk ruas jalan Candi Mendut didapatkan nilai persamaan y = -0.7864x + 78.158 dengan R² = 0.6273, sedangkan untuk ruas jalan Tegalgondo-Saxophone didapatkan persamaan y = -0.6529x + 74.644 dengan R² = 0.4919. Kata Kunci: Transportasi, Analisis Regresi, Jalan Raya, Indeks Tekanan Permukaan (SDI), Indeks Kondisi Trotoar (PCI), Indeks Kondisi Jalan (RCI), Kerusakan Jalan, Malang
ANALISIS KINERJA WAKTU BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM VOKASI DAN INDUSTRI KREATIF VOKASI TAHAP 1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA Maulana, Akhmad Fikri; Hasyim, M. Hamzah; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam manajemen konstruksi sering terjadi pada konstruksi konvensional yaitu keterlambatan yang disebabkan adanya tumpang tindih pengerjaan proyek karena tidak adanya integrasi pekerjaan yang menyeluruh. Integrasi tersebut dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM) dengan menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar dan penjadwalan menjadi model Building Information Modelling (BIM) 4D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi dan Industri Kreatif Tahap 1 Universitas Brawijaya yang selanjutnya akan dianalisis kinerja waktunya secara visual dengan membandingkan kemajuan rencana dan kemajuan realisasi di lapangan dengan melihat deviasi keterlambatan serta menentukan tindakan perbaikan dengan menerapkan Building Information Modelling (BIM) dalam penyelesaian permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan analisis kinerja waktu berbasis BIM, proyek mengalami keterlambatan pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 pekerjaan pembangunan, dan percepatan pada minggu ke-6 sampai dengan proyek selesai. Faktor penyebab keterlambatan pada proyek adalah miskordinasi antara konsultan perencana dan pelaksana pada saat pengerjaan strauss pile sehingga tindakan perbaikan dengan BIM yang bisa dilakukan adalah melakukan permodelan kondisi ekstising dan analisa lokasi (Layout) dengan metode fotogameteri pada fase perencanaan, serta melakukan 3D modelling dan Design Review bersama semua stakeholders pada saat fase design dan menerapkan 3D coordination dan pengendalian dan perencanaan 3D pada saat pelaksanaan. Kata Kunci : Building Information Modelling, Kinerja Waktu, pemodelan, Manajemen Konstruksi
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM X DI KOTA MALANG Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar; Unas, Saifoe El; Widjatmoko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi pada pelaksanaannya terbatasi oleh waktu dan biaya untuk menghasilkan sebuah produk dengan kualitas yang diinginkan oleh pemilik proyek.  Dibutuhkan sebuah manajemen proyek yang fungsinya merencanakan, mengorganisasi, serta mengelola sumber daya dengan efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Penyampaian informasi yang kurang jelas dan tidak terarsip dengan baik merupakan akar dari banyak permasalahan di dunia konstruksi. Penyampaian informasi yang terintegrasi dan mendetail dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Prinsip dasar dari BIM adalah dapat menggunakan model bangunan tiga dimensi (3D) untuk memperoleh semua gambar proyek yang diperlukan. Salah satu software BIM, Tekla Structures 18, merupakan perangkat lunak yang membantu mengelola risiko dan merencanakan keberhasilan proses konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian simulasi yang dilakukan dengan cara mengolah data gambar menjadi model Building Information Modelling (BIM) 3D dengan menggunakan software Tekla Structures 2018 pada proyek pembangunan gedung Laboratorium X di kota Malang. Output dari software Tekla Structures 2018 adalah model 3D serta hasil volume pekerjaan (per item, per lantai). Terdapat perbedaan hasil perhitungan dari Tekla Structures 2018 dan volume dari data, yang mayoritas lebih besar hasil volume dari data sehingga hasil RAB Tekla pun lebih kecil dari RAB data.  Perbedaan-perbedaan ini terjadi karena faktor human error / kesalahan estimator dalam perhitungan volume karena model tidak tervisualisasi. Kata kunci : BIM, RAB, Manajemen, Proyek, Tekla Structures
ANALISIS RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM V DI MALANG Mahendra, Anfasa Tifani; Hasyim, Muhammad Hamzah; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggara konstruksi dalam pelaksanaannya menggunakan sistem manajemen proyek tertentu. Parameter dalam pelaksanaan proyek antara lain biaya, waktu, dan kualitas. Pada pelaksanaan konstruksi terdapat berbagai permasalahan salah satunya terkait kesalahan perhitungan biaya. Secara umum metode perhitungan biaya yang digunakan adalah cara manual dengan melihat gambar bestek, sehingga hasil yang didapatkan belum tentu akurat. Keterbatasan sarana untuk mendapatkan integrasi informasi yang melekat terhadap objek konstruksi menjadi kendala perhitungan biaya. Sehingga intergrasi informasi proyek terangkum dalam konsep Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM) untuk mempermudah mengetahui informasi pada objek konstruksi dibantu dengan software Tekla Structures. Dengan aplikasi ini mulai dari pemodelan tiga dimensi (3D), penulangan pada model, dan pengklasifikasian setiap item pekerjaan. Yang kemudian didapatkan volume setiap item pekerjaan secara otomatis dan akurat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan volume item pekerjaan dari data kontrak proyek dan Tekla Structure yaitu 2,83%. Dan total perhitungan biaya yang dihasilkan dengan volume item pekerjaan hasil Tekla Stuctures sebesar Rp 4.450.407.000,- Kata Kunci : BIM, perhitungan biaya, Tekla Stuctures, volume item pekerjaan.
ANALISIS PENJADWALAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN TEKNIK SIPIL Prassetiyo, Angghoro Berkah; Unas, Saifoe El; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi adalah suatu pekerjaan yang menghasilkan suatu produk yang dibatasi oleh waktu dan biaya. Pelaku konstruksi dituntut dapat menghasilkan produk konstruksi yang efektif, efisien, dan berkualitas. Dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi, banyak permasalahan yang timbul seperti contohnya waktu pelaksanaan proyek di lapangan melebihi waktu pelaksanaan yang direncanakan di awal. Secara garis besar permasalahan yang terjadi selama ini di dunia konstruksi tradisional berhubungan dengan integrasi pekerjaan yang belum menyeluruh. Dan kinerja manajemen proyek konstruksi yang terintegrasi dapat digambarkan melalui konsep Building Information Modelling (BIM). Penelitian ini menerapkan konsep BIM untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh BIM dalam aspek manajemen waktu (penjadwalan). Dengan meninjau salah satu proyek konstruksi., dan menjadwalkan ulang kembali dengan konsep BIM. Untuk membantu penerapan BIM, penelitian ini menggunakan software yang mendukung metode BIM yaitu, Tekla Structures. Dengan memodelkan bangunan secara tiga dimensi (3D), membuat penjadwalan berdasarkan data, serta mengintegrasikan model 3D yang dibuat dengan penjadwalannya. Yang nantinya akan mendapatkan hasil durasi pekerjaan menggunakan software Tekla Structures. Penelitian ini juga menambahkan software konvensional sebagai pembanding Tekla Structures, yaitu Microsoft Project. Hasil analisis menggunakan Tekla Structures dan Microsoft Project menunjukkan hasil yang sama dalam menentukan hasil durasi proyek, yaitu sebesar 106 hari. Perbedaan hanya terletak pada Tekla Structures, jadwal yang telah dibuat dapat diintegrasikan langsung dengan model 3D. Sehingga informasi jadwal dapat divisualisasikan dengan gambar model 3D. Kata Kunci : BIM, penjadwalan, Tekla Structures, Microsoft Project, durasi proyek
ANALISIS NILAI HASIL PADA BIAYA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN ECOHOME CITRARAYA) Tarigan, Andrian Lokapiga; Unas, Saifoe El; M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis studi kasus ini bertujuan untuk  mengetahui nilai hasil biaya proyek konstruksi pembangunan apartemen Ecohome Citraraya. Metode analisis nilai hasil (Earned Value Analysis) digunakan dengan tujuan untuk mengevalasi perkembangan proyek yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan berapa banyak anggaran biaya yang telah digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan sampai batas waktu yang digunakan. Indikator-indikator yang digunakan antara lain BCWS (Budgeted Cost of Work Scheduled), BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), ACWP (Actual Cost of Work Performed), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI), Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Estimation to Completion (ETC), dan Estimation at Completion (EAC). Dari hasil perhitungan hingga minggu ke-50, nilai BCWP kumulatif > dari BCWS kumulatif yang menandakan jadwal pelaksanaan lebih cepat dari perkiraan dan jika berlanjut akan membuat proyek selesai sebelum waktu yang direncanakan. Untuk nilai ACWP kumulatif minggu ke-50 lebih kecil dari nilai BCWP kumulatif yang berarti anggaran yang direncanakan masih memenuhi hingga minggu ke-50 dan total biaya proyek yang diperkirakan pada minggu ke-50 lebih kecil dari perencanaan yang telah disusun. Artinya proyek akan mendapat keuntung yang lebih jika setelah minggu ke-50 pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan. Kata Kunci : Earned value, BCWS, BCWP, ACWP, EAC
EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN, DAN KESELAMATAN KERJA (K3) KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GELANGGANG PRESTASI FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kunaifi, Ravniar; Hasyim, Muhammad Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada proyek konstruksi mengakibatkan kerugian baik secara materiil maupun secara waktu bagi pihak penyedia jasa konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat penerapan K3 (Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) Konstruksi terhadap kinerja proyek konstruksi khususnya pada proyek Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya dengan metode Importance-Performance Analysis. Penelitian ini dilakukan dengan proses survey dimana pembagian kuisioner kepada tenaga kerja di Proyek dengan kuisioner berdasarkan pada Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMKK) yang terdapat pada Permen PU No. 21 Tahun 2019 yang kemudian dianalisa dengan metode Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil kuadran dikaji tingkat kepentingan dan kinerja penerapan yang ada pada proyek. Kemudian adanya Index Performance (IP) untuk mengetahui tingkat penerapan K3 yang sudah dijalankan pada proyek. Serta menunjukkan tingkat kepentingan pada semua indikator menurut tenaga kerja dianggap penting dengan tingkat kinerja dirasa sudah memenuhi dimana ini sesuai dengan ekspektasi penyedia jasa yang tertera pada Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang dibuat oleh penyedia jasa. Dengan nilai Index Performance (IP) yang didapatkan sebesar 82,12% serta dapat dikategorikan bahwa kinerja penerapan pada proyek ini sudah sangat baik.   Kata Kunci : Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), metode Importance-Performance Analysis, Index Performance.
ANALISIS TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONTRUKSI GEDUNG DENGAN METODE FMEA (FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS) (Studi kasus : Proyek Gedung Rumah Sakit Umum BRI Husada Medika Malang) Yunof, Riza Fhirnanda; Hasyim, M. Hamzah; Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring bertambahnya pembangunan disuatu kota menuntut perusahaan untukmenerapkan manajemen risiko agar dapat mengelola dan mengurangi dampak dari risiko yangtimbul dalam suatu proyek sehingga meminimalisir kecelakaan kerja yang ada. Seperti padaproyek gedung RSU BRI Medika Husada, proyek tersebut merupakan proyek yang mempunyairisiko kecelakan.kerja cukup tinggi karena memiliki 4 lantai, dengan teknik FMEA (FailureMode and Effect Analysis) didapat 3 risiko kecelakaan kerja yang mendominasi pada proyektersebut dilihat dari mode kegagalan yang mempunyai nilai RPN Revised tertinggi yaitu, Jatuhdari ketinggian saat pemasangan dan pemindahan scafollding pada pekerjaan balok dan pelatdengan nilai RPN Revised sebesar 937, Jatuh dari ketinggian pada saat pemasangan bekistingpekerjaan pelat dan balodengan nilai RPN Revised sebesar 936, dan Sling Crane putus padapekerjaan pondasi saat pemancangan dengan nilai RPN Revised sebesar 918. Dari 3 risiko yangmendominasi dilakukan penanganan risiko, serta respon risiko terkait tiga risiko yangmendominasi yaitu risiko dapat diterima serta adanya tindakkan yang direkomendasikan untukmeminimalisir risiko yang ada dengan melakukan mitigasi risiko.Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Failure Mode andEffect Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN) Revised
PERENCANAAN BENDUNG SEBAGAI PENGENDALI GERUSAN LOKAL (LOCAL SCOURING) PADA PILAR JEMBATAN MAJAPAHIT MALANG Ibrahim, Tsabita Imania; Pujiraharjo, Alwafi; Suharyanto, Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung merupakan bangunan air yang melintang pada sungai dengan fungsi utama mengatur muka air pada sungai tersebut. Selain berfungsi menaikkan muka air, bendung juga memiliki fungsi untuk mengendalikan gerusan lokal, misalnya pada pilar jembatan dengan mengatur kecepatan aliran. Studi ini bertujuan mengatasi gerusan lokal pada pilar jembatan dengan membuat bendung di hilir pilar. Lokasi penelitian adalah Jembatan Majapahit di Kota Malang yang melintasi Sungai Brantas dimana pada pilarnya terjadi gerusan lokal. gerusan lokal ini disebabkan karena adanya penyempitan pada lokasi pilar jembatan sehingga menyebabkan efek pembendungan di hulu pilar yang mengakibatkan keceapatan aliran yang besar pada lokasi pilar jembatan. Bendung direncanakan di hilir jembatan pada lokasi dan elevasi yang mempertimbangkan pengaruh kenaikan muka air di hulu dan stabilitas tubuh bendung serta kondisi hidrolika aliran setelah adanya bendung pada kondisi banjir rencana. Debit banjir rencana yang digunakan adalah debit banjir dengan kala ulang 50 tahun sebesar 285,45 m3/det yang diperoleh dari analisis data pengukuran debit selama 13 tahun.  Tujuan pembangunan bendung adalah untuk mengurangi kecepatan aliran di hulu bendung sehingga tercipta sedimentasi di hulu bendung yaitu pada pilar jembatan. Kenaikan muka air di hulu bendung diharapkan tidak mempengaruhi kondisi tanah di kanan dan kiri sungai yaitu tidak terjadi limpasan ke tebing sungai sehingga tidak mengganggu pemukiman di kanan dan kiri sungai. Elevasi puncak bendung direncanakan mampu menaikkan muka air di hulu sehingga mengurangi gerusan pada pilar namun tidak menyebabkan banjir di kanan kiri sungai. Dari hasil analisis hidrolika dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka direncanakan bendung dengan pusat pada jarak 15 meter dari hilir jembatan dan elevasi puncak +446,62 m dimana diperlukan bendung setinggi 2,5 m. Di hilir bendung dibuat peredam energi dengan kolam olak USBR Tipe III, dasar kolam olak diturunkan 1 meter dari elevasi sungai di hilir untuk menjaga tinggi loncatan hidrolik tidak melebihi kedalaman normal alirin di hilir bendung. Kata Kunci: debit banjir, aliran kritis, kolam olak, stabilitas

Page 91 of 140 | Total Record : 1398