cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
PENGARUH DIMENSI TULANGAN BAMBU TERHADAP BOND SLIP STRENGHT ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Aulia, Yusril Fatchi; Wijatmiko, Indradi; N., Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu adalah sumber daya alam terbarukan yang memiliki kuat tarik cukup tinggi.Oleh karena itu, bambu dapat dimanfaatkan untuk dijadikan material pengganti baja. Akantetapi pada struktur beton bertulangan bambu sering kali memiliki kegagalan berupa slip antaratulangan bambu dan beton. penambahan treatment khusus pada bambu berupa penambahanlapisan kedap air berupa sikadur 31 CFN kemudian ditaburi pasir sebelum sikadur mengeringserta pemasangan cable ties pada tulangan bambu sabagai rekayasa ulir diharapkan depatmeningkatkan kuat lekat yang terjadi antara tulangan bambu dan beton sehingga dapatmengatasi permasalahan slip yang sering terjadi anatara tulangan bambu dan beton. Dimensitulangan bambu memiliki perngaruh terhdap kuat lekat yang terjadi antara tulangan bambu danbeton. Berdasarkan hasil penelitian, varisai dimensi tulangan bambu terkecil memiliki nilaikuat lekat yang terbesar dan sebaliknya bariasi dimensi tulangan bambu terbesar memiliki nilaikuat lekat yang terkecil.Kata Kunci : tulangan bambu, kuat lekat, dimensi tulangan bambu
PENGARUH SEMEN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) PADA KOMPOSISI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR NUR HAFIDHI, MUHAMMAD MUSYFIQ; Dewi, Sri Murni; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan tambahan lain. Umumnya material ini digunakan dalam campuran beton yaitu Fly Ash, slag (semen GGBFS), dan silica fume. Digunakan material-material tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas mortar, kecepatan pengerasan, kepadatan, dan lainnya. Pada penelitian ini menggunakan material menggunakan semen OPC, semen GGBFS, silica fume dan agragat halus. Masing-masing material tersebut memiliki komposisi semen GGBFS 25%, 45%, 55% dan 65%, silica fume 10%, dan 0%. Benda uji berbentuk balok berukuran (5x5x5) cm dan dilakukan pengujian menggunakan prosedur kuat tekan dengan memvariasikan umur mortar terdiri dari 7 hari, 14 hari, 28 hari, 56 hari, 90 hari dan 120 hari. Berdasarkan hasil penelitian variasi kadar semen GGBFS memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar yang dihasilkan. Untuk kadar semen GGBFS dengan kuat tekan terbesar pada kadar 45% dengan umur 28 hari tanpa silica fume sebesar 32,56 MPa. Variasi umur memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk semuar umur pengujian mengalami peningkatan dan penurunan. Peningkatan stabil dari umur 7 hari sampai dengan maksimal 28 hari setelah itu mengalami penurunan sampai dengan 120 hari. Hal ini juga dipengaruhi oleh kadar semen GGBFS dan silica fume. Variasi kada silica fume memberikan pengaruh terhadap nilai kuat tekan mortar. Untuk kadar silica fume kekuatan terbesar didapatkan pada komposisi semen GGBFS 25% yang berumur 28 hari sebesar 25,76 MPa.   Kata Kunci : Semen OPC, Semen GGBFS, Silica Fume, Kuat Tekan  
PENGARUH TEBAL SELIMUT BETON TERHADAP BOND SLIP STRENGTH ANTARA TULANGAN BAMBU DAN BETON Mukhsith, Gusti Dhaffa; N., Christin Remayanti; Widjatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan komponen struktur yang paling sering digunakan pada pekerjaankonstruksi. Walaupun beton bertulang merupakan material bekerja dengan baik, tetapi ketersediaan bajasebagai material tidak terbaharukan menjadi terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pada duniakonstruksi. Sehingga material bambu yang tak kalah kuat dalam menahan gaya tarik dapat menjadi inovasidalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun mayoritas penelitian terdahulu, perkuatan bambu sebagaitulangan masih kurang. Sehingga penelitian ini dibuat untuk menganalisa pemasangan cable ties stainless steelpada tulangan bambu yang patut dicoba dengan tujuan untuk meningkatkan tegangan lekat dan menambahtahanan slip antara bambu dan beton. Penelitian ini menggunakan benda uji balok berdimensi 150 × 150 × 350mm dan benda uji silinder berdiameter 150 x 300 mm. Bambu yang digunakan untuk menjadi tulangan adalahbambu petung yang telah dibentuk balok berdimensi 10 × 10 × 200 mm. Variasi yang digunakan dalampenelitian ini adalah tebal selimut beton 7,5; 5; 2,5 cm sehingga dapat dianalisa kuat tekan, kuat lekat, dan polakeruntuhannya. Dari hasil penelitian ekperimental ini didapatkan kesimpulan yakni semakin tebal selimutbeton, semakin kecil peluang terjadi kerusakan pada beton, sehingga kuat lekat beton semakin bisa bekerjaoptimal. Selain itu, tebal selimut beton yang semakin besar akan meminimalisir peluang terjadi kerusakanconcrete cone failure dan bond slip failure.Kata kunci : Tebal selimut beton, Tulangan bambu, Cabel ties stainless steel¸ Kekuatan lekat, Pola keruntuhan.
PENGARUH TEBAL SIAR TERHADAP DEFORMASI DAN DESIGN CAPACITY DARI MODEL DINDING BATU BATA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Anwari, Oryza Azizul; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu bata merah adalah material yang sangat lazim digunakan pada bangunan diIndonesia. Tetapi banyak ditemukan di lapangan bahwa praktek pada pembangunanmenggunakan batu bata tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dari tebal siar pada dinding batu bata terhadap design capacity dandeformasi yang terjadi menggunakan metode elemen hingga. Terdapat empat variasi modeldengan tebal siar 1 cm, 1.5 cm, 3 cm dan 4 cm dan model dinding dibuat berdasarkan SNI 03– 4164 – 1996 dan model untuk uji kuat tekan batu bata digunakan menggunakan SNI 15 –2094 – 2000. Beban diberikan secara merata kepada kedua model dan dianalisamenggunakan metode elemen hingga menggunakan software ABAQUS. Dari penelitian inididapatkan hasil tegangan von mises terbesar pada model dinding dengan tebal siar 1.5 cmsebesar 8,629 Mpa. Regangan terbesar juga terjadi pada model dinding dengan tebal siar 1.5cm dengan regangan vertikal sebesar 0.25481 dan regangan horizontal sebesar 0.12537.Tegangan horizontal terbesar juga terjadi pada model 1.5 cm sebesar 1260189 Pa padamortar dengan nomor elemen 2 dan 692590.75 Pa pada batu bata dengan nomor elemen 2.Dari model uji kuat tekan diketahui bahwa keempat variasi model telah memenuhi kelas batubata dengan kekuatan 50 kg/cm2.Kata Kunci: design capacity, deformasi, regangan, tegangan, tebal siar
PENGARUH VARIABEL POSISI PADA PEMODELAN LERENG PASIR DENGAN Rc 88% MENGGUNAKAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE DENGAN DIAMETER BERBEDA Kautsar, Kevin Al; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor adalah suatu gerakan tanah atau batuan yang menuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Longsor sering terjadi pada wilayah dengan curahhujan yang tinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan pada lereng, salahsatu contohnya dengan perkuatan tiang. Metode penelitian yang dilakukan adalah denganmemasukkan tanah berjenis pasir dengan kondisi kering permukaan ke dalam modellingbox dan dipadatkan dengan silinder beton sebanyak 15 kali setiap lapisannya denganketebalan 10 cm hingga mencapai ketebalan 70 cm. Lalu tancapkan tiang sebagai perkuatanhingga kedalaman 5 cm dari dasar box permodelan dan jarak antar tiangnya adalah 10 cm,kemudian dilakukan pemotongan lereng dengan sudut kemiringan 50o. Pada lereng dengan2 baris tiang perkuatan dengan D2/D1 = 0,85 didapatkan daya dukung terbesar yaitu 0,605kg/cm2. Untuk posisi tiang baris kedua yang optimal berada pada posisi tengah atas. Padavariasi posisi tiang baris kedua lokasi tiang optimalnya yaitu pada Lx/L = 0,6. Dengananalisis menggunakan program FEM, angka keamanan pada lereng tanpa perkuatandiperoleh sebesar 1,065. Untuk lereng dengan perkuatan satu baris tiang pada Lx/L = 0,9dan D2/D1 = 0,68 diperoleh angka keamanan sebesar 1,393. Untuk lereng dengan perkuatandua baris tiang diperoleh angka keamanan sebesar 1,436 pada program FEM 3D. Angkakeamanan terbesar diperoleh pada variasi tiang baris kedua pada posisi Lx/L = 0,6.Kata Kunci: Longsor, Lereng, Perkuatan, Tiang, Angka keamana
PENGARUH VARIASI POSISI DENGAN DIAMETER TERHADAP PERKUATAN DOUBLE-ROW PILE PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR Ghyffary, Faris Ramdhan; Rachmansyah, Arief Rachmansyah; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelongsoran merupakan salah satu jenis gerakan pada massa tanah, batuan, atau bahanrombakan yang menuruni lereng. Indonesia saat ini kerap mengalami peristiwa kelongsorankarena beberapa faktor seperti salah satunya yaitu kondisi lereng yang kurang didukung olehpembangunan untuk mencegah kondisi terburuk dari kelongsoran. Dalam penelitian inidigunakan metode perkuatan lereng menggunakan dua baris pile dengan box modelingsebagai wadah pengujian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui jenis kelongsoranlereng, pengaruh variasi posisi pile terhadap stabilitas lereng, mengetahui nilai keamanan(FoS) dan juga posisi pile yang optimum untuk menahan longsor.Kata Kunci: Angka keamanan, Lereng, Longsor, Perkuatan, Pile.
PENGAMATAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN DOUBLE ROW PILE PADA POSISI Lx1/L=0,9 DAN Lx2/L=0,7 DENGAN TANAH PASIR Dr 88%TERHADAP PERUBAHAN VARIABEL DIAMETER PILE Reinaldo, M. Farish Hafis; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng adalah bagian dari permukaan kerak bumi yang mempunyai sudut kemiringan tertentu denganbidang horizontal (datar). Dengan adanya pemanfaatan dan penggunaan lereng dalam kehidupan sehari-harimasyarakat, maka terdapat hal-hal yang harus diperhitungkan dan direncanakan dalam bidang Geoteknikyaitu kemampuan lereng dalam menahan longsor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum yang dapat ditahan lereng padakondisi tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Mengetahui diameter pile optimum untukmenahan beban yang terjadi, untuk mengetahui jenis kelongsoran yang terjadi pada lereng saat mengalamilongsor pada lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan, juga untuk mengetahui nilaiFactor of Safety dari lereng tanpa perkuatan, satu baris perkuatan, dua baris perkuatan. Dari penelitian yangtelah dilakukan didapatkan hasil untuk beban runtuh (Qu) maksimum tanpa perkuatan bernilai sebesar 0,314kg/cm2 , dengan perkuatan satu baris pile bernilai sebesar 0,557 kg/cm2 , dengan perkuatan dua baris pilebernilai sebesar 0,802 kg/cm2 . Pada variasi diameter pile didapatkan kondisi optimum bisa ditemukan padasaat D2/D1=0,68 dengan beban maksimum hingga mengalami keruntuhan terjadi pada saat dibebani 0,802kg/cm2 . Jenis kelongsoran pada lereng tanpa perkuatan merupakan kelongsoran pada kaki lereng sedangkanpada perkuatan 1 baris dan 2 baris pile merupakan kelongsoran pada badan dan kaki lereng. Dari analisismenggunakan aplikasi FEM. Factor of Safety pada lereng tanpa perkuatan didapatkan sebesar 0,886 padaaplikasi FEM 2D dan sebesar 1,073 pada aplikasi FEM 3D. Pada lereng dengan satu baris perkuatan piledidapatkan sebesar 0,919 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,391 pada aplikasi FEM 3D. Untuk lerengdengan perkuatan 2 baris pile didapatkan sebesar 0,956 pada aplikasi FEM 2D dan sebesar 1,427 padaaplikasi FEM 3D.Kata Kunci : Lereng, Longsor, beban, pile, perkuatan, Factor of Safety
PENGARUH PERBEDAAN DIAMETER PILE TERHADAP STABILITAS LERENG DENGAN MENGGUNAKAN KEPADATAN PASIR DR 88% POSISI LX 0.9 DAN 0.4 Abhista Bariq, Muhammad Rafi; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang mengancam dan mengganggu. Masyarakat yang tinggal dilereng gunung curam, menghadapi risiko kemungkinan terjadinya tanah longsor, Kondisi struktur yangberaneka seperti daerah lereng berpotensi menimbulkan kelongsoran akibat tanah yang kurang stabil. Sehinggadiperlukan pencegahan – pencegahan terjadinya tanah longsor dengan menggunakan media pile. Hubunganpile dengan tanah mengalami pembebanan yang kompleks, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untukmengetahui pengaruh perbedaan diameter pile terhadap stabilitas lerengTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis kelongsoran yang terjadi pada lereng dengan jenistanah berpasir, mengetahui pengaruh variasi diameter pile pada lereng dan analisis peningkatan faktorkeamanan pada lereng, mengetahui diameter pile optimum yang dapat menahan kelongsoran pada bebanmaksimum sampai lereng mengalami keruntuhan, dan untuk mengetahui jumlah peningkatan faktor keamananyang didapatkan dari pengaruh variasi diameter pada perkuatan lereng.Pada penelitian ini sarana pile digunakan sebagai media penahan longsor, dengan metode penelitianyang digunakan dengan cara memasukkan pasir ke box modelling sebanyak 7 lapis menggunakan ketebalansetiap lapis 10 cm, setelah itu dipadatkan menggunakan silinder beton sebanyak 15 lintasan dan dicek kembalimenggunakan cawan agar kepadatan pasir sesuai dengan kepadatan rencana. Hasil kepadatan lereng kemudiandiberikan pile sedalam 60 cm dengan jarak tiap pile setiap 10 cm, kemudian dilakukan pemotongan lerengdengan sudut 500. Kemudian dilakukan pengecekan dan pembacaan sebanyak 3 kali mengenai perubahan yangterjadi oleh alat. bantu dan diberi pondasi dengan jarak 5 cm dari tepi lereng.Hasil penelitian diperoleh jenis keruntuhan yang terjadi pada lereng dengan tanah jenis tanah berpasirtanpa perkuatan merupakan keruntuhan pada kaki lereng, sedangkan dengan perkuatan merupakan keruntuhanpada badan lereng. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perkuatan pada lereng menggunakan tiangmeningkatkan stabilitas lereng. Pada diameter tiang optimum berada di diameter paling besar di D2/D1 = 0,68,sehingga semakin besar diameter pile amak semakain besar faktor keamanannya. Dari pemodelan diperolehdiameter D2/D1 = 0.68 pada beban maksimum terbesar 0,851. Sehingga disimpulkan bahwa perkuatan padalereng neggunakna tiiang dapat digunakann untuk meningkatkan kekuatan leteng terhadap longsor. Serta padaanalisis aplikasi FEM 2D, nilai keamanan lereng dari lereng tanpa perkuatan hingga lereng dengan perkuatan2 tiang semakin meningkat hingga 0,321 pada FEM 3D, sehingga dapat disimpulkan perkuatan lerengmenggunakan 2 baris tiang dapat meningkatkan keamanan.Kata Kunci : Lereng, Longsor, Pile, FEM, Factor Of Safety
ANALISIS PERBAIKAN PONDASI BORPILE PADA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS WIDYAGAMA Solikah, Vika Badius; ., Harimurti; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan gedung bertingkat banyak faktor yang perlu diperhatikan khususnya faktorkeamanan sesuai dengan fungsi gedung yang akan digunakan. Salah satunya yang perlu diperhatikanadalah tanah yang akan dibangun struktur bangunan diatasnya dan juga pondasi apa yang akan didesain pada bangunan tersebut. Seperti pada bangunan di Universitas Widyagama terdapat gedungyang awalnya mempunyai 2 lantai dan kemudian dibangun menjadi 4 lantai, kemudian mengalamikerusakan pada kolom akibat tingginya nilai swelling pada tanah tersebut. Pada saat musim hujantergenang air pada lantai dasar sehingga mengalami kerusakan pada kolom. Oleh karena itudibutuhkan perbaikan pondasi serta desain pondasi yang bisa bisa bekerja dengan baik pada bangunantersebut agar bisa tetap kuat menahan beban diatasnya.Analisis yang digunakan dalam studi ini meliputi analisis karakteristik tanah dan parameter tanahberdasarkan data pengujian Sondir atau CPT (Cone Penetration Test). untuk menganalisis dayadukung dan juga penurunan terhadap beban pada bangunan tersebut diawali dengan menghitungpembebanan termasuk beban kombinasi, beban aksial, dan beban gempa dengan bantuan softwareSAP2000. Analisis dilanjutkan dengan menghitung potensi daya dukung tanah secara aksialmenggunakan metode Meyerhoff, metode Terzaghi dan perhitungan berdasarkan data sondir. TahapSelanjutnya dari analisis ini adalah mendesain dan menghitung beban yang bekerja pada pondasi gruptiang.Tahapan desain ini berupa merancang konfigurasi tiang yang mencakup jumlah tiang dan spasiantar tiang, dan menghitung efisiensi dari pondasi grup tiang tersebut terhadap beban yang bekerja.Selain itu, dilanjutkan dengan mendesain tulangan, menghitung penurunan, serta analisis diakhiridengan menghitung daya dukung dan penurunan melalui software PLAXIS 2D.Dari hasil analisis danperhitungan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pondasi tiang bor yang digunakan adalah tiang bordengan diameter 0,5 m dengan panjang 6 m, menggunakan tulangan longitudinal 8D19 dan tulanganspiral D13-100 mm. Beban terbesar yang dihasilkan dari perhitungan pada software SAP2000 sebesar1913,681 kN sedangkan besar penurunan pondasi tiang bor terbesar dengan perhitungan manualsebesar 9,02 cm, dan dengan menggunakan software PLAXIS 2D sebesar 9,37 cm.Kata Kunci : Tiang Bor, Pile Cap, Plaxis 2D, Daya Dukung Tanah, Penurunan, CPT/Sondir
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN TERASERING DAN TANAMAN VETIVER MENGGUNAKAN PROGRAM GEOSTUDIO Andrianto, Haris; Rachmansyah, Arief; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanahhlongsor adalahhsuatu gerakan tanahiatau batuan yangxmenuruni lereng akibatterganggunya kestabilan lereng tersebut. Tanahhlongsor sering terjadi diidaerahipegunungandenganicurahihujan yangitinggi. Untuk menanggulangi longsor diperlukan perkuatan padalereng, salah satu contohnya dengan terasering. Metode penelitian yang dilakukan adalahdengan membagi lereng menjadi 3 lapisan dengan sudut 30o. Pada penelitian ini, digunakantanaman vetiver sebagai perkuatan tambahan pada lereng. Analisis menggunakanperhitungan manual dan program geoslope. Pada perhitungan manual didapatkan angkakeamanan lereng tanpa perkuatan dengan metode fellenius adalah 0,315 sedangkan metodebishop yang disederhakan didapatkan angka keamanannya sebesar 0,367. Untuk programGeoslope, angka keamanan dengan metode fellenius yaitu 0,325 sedangkan metode bishopsebesar 0,367. Setelah lereng diperkuat dengan terasering dan tanaman vetiver didapatkanangka keamanan sebesar 1,438. Dengan hasil ini, maka cukup untuk menstabilkan lerengtersebut.Kata Kunci: Longsor, Analisis Stabilitas Lereng, Perkuatan, Terasering, Tanaman Vetiver,fellenius, bishop yang disederhanakan

Page 95 of 140 | Total Record : 1398