cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 77 Documents clear
Uji Model Fisik Bak Penurun Suhu Air dengan Variasi Jumlah Sprinkler untuk Menurunkan Suhu Limbah Air Terproduksi Yunita, Irma; Yuliani, Emma; Iriawan, Pramono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kegiatan eksploitasi migas oleh PT. Petrogas (Basin), Limited yang berlokasi di wilayah operasi Walio, Kabupaten Sorong, Papua menghasilkan air terproduksi yang dibuang ke sungai dengan suhu 60oC. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian suhu air terproduksi lebih lanjut sehingga dapat memenuhi batas suhu air yang dibuang ke sungai berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010, yaitu maksimal 40oC. Dalam penelitian ini, objek yang diuji adalah air dengan suhu 60oC dan debit sebesar 36 ml/s. Penurunan suhu air menggunakan bak sprinkler dengan variasi jumlah sprinkler 2, 4, 6 dan 8 serta tinggi pancuran 22 cm dan 44 cm. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis secara statistik menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK),  terdapat pengaruh nyata dengan Fhitung (113,437) lebih besar dari Ftabel (2,159) menggunakan metode analisa sidik ragam. Pada uji lanjut Duncan menunjukkan perlakuan terbaik adalah sprinkler berjumlah 8 dan tinggi pancuran 44 cm (S8H44) dengan notasi a dan rerata penurunan suhu air mencapai 37,3oC. Efisiensi termal terendah (45%) dihasilkan oleh perlakuan dengan jumlah sprinkler 6 dan tinggi pancuran 22 cm (S6H44), sedangkan persentase tertinggi (96%) dihasilkan oleh perlakuan dengan jumlah sprinkler 6 dan 8 serta tinggi pancuran 44 cm pada keduanya (S6H44 dan S8H44). Kata Kunci: air terproduksi, suhu air, bak sprinkler, rancangan percobaan, efisiensi termal.   ABSTRACT: Oil and gas exploitation activities by PT. Petrogas (Basin), Limited which located in Walio operating area, Sorong district, Papua produced produced water with its temperature up to 60oC and it was released directly into the nearby river. Therefore, it is necessary to control the produced water’s temperature with more advanced methods so the temperature itself can qualify the water temperature’s limit under the Indonesian’s regulation of the Minister of Environment Number 19 in 2010, which the maximum is 40oC. In this study, the object was 60oC water with 36 ml/s as its discharge. In addition, this study used a sprinkler tub with the number of sprinkler variations: 2, 4, 6 and 8 and spray’s heights: 22 cm and 44 cm. In conclusion from the results of this study with statistic analysis using experimental design, there was an influence from the treatments which was proved by Fcount (113.437) was greater than Ftable (2.159) using the repeated measures method. Also, the Duncan test showed the best treatment was 8 sprinklers with 44 cm spray’s heights (S8H44) with a notation and the mean reduction up to 37.3 ° C. The smallest percentage of thermal efficiency (45%) was 6 sprinklers and 22 cm spray’s height (S6H22), while the highest (96%) was 6 and 8 along with 44 cm spray’s heights (S6H44 and S8H44). Keywords: produced water, water temperature, sprinkler tub, experimental design, thermal efficiency
STUDI PERENCANAAN BANGUNAN GROUNDSILL DAN REVETMENT SUNGAI PENGAMAN JEMBATAN BANDUNG DI PARIT RAYA KABUPATEN TULUNGAGUNG Andriantari, Nur Fadhlillah; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Parit Raya merupakan salah satu sungai buatan yang terletak di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, bagian hulunya terletak di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, sedangkan hilirnya berada di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Disebelah hulu Parit Raya menyatu dengan Kali Ngasinan. Disepanjang Parit Raya muncul permasalahan berupa banyaknya tanggul/tebing yang kritis, bangunan air yang hancur dan longsor yang dapat mengancam pemukiman warga serta banyak juga abutment dari jembatan yang mengalami degradasi akibat luapan Parit Raya pada daerah hulu, sehingga jembatan-jembatan tersebut tidak dapat difungsikan kembali. Analisa debit banjir rancangan kala ulang 25 tahun menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu didapatkan debit sebesar 569.762 m3/dt. Bangunan groundsill akan direncanakan dengan jarak ±10 m dari jembatan. Sedangkan untuk analisa banjir akan di running menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.3.  Detail dimensi bangunan groundsill yaitu tinggi main dam 1,5 m, lebar pelimpah 50 m, tebal mercu main dam 2 m, kedalaman pondasi 1,2 m, tinggi sub dam 0,80 m dan tebal mercu sub dam 2 m. Untuk revetment dengan tinggi bangunan 6,5 m dan kedalaman pondasi bangunan 1m. Dengan daya dukung izin tanah yang tidak memenuhi syarat maka dibantu dengan adanya tiang pancang dengan panjang 7,8 meter untuk groundsill dan 8 m untuk revetment. Kata kunci : Groundsill, Revetment, Parit Raya, HEC-RAS     ABSTRACT: Parit Raya is one of the artificial rivers located in Trenggalek Regency and Tulungagung Regency. The upstream is located in Bendorejo Village, Pogalan District, Trenggalek Regency, while the downstream is in Besuki Village, Besuki District, Tulungagung District.In the upstream, Parit Raya merges with Ngasinan River. Along Parit Raya appears some problems such as critical levee, broken water buildings, dangerous landslides that can threaten residents settlements and degraded abutments from bridges due to the overflow of Parit Raya in the upstream area, so that the bridges cannot be used. The designed flood discharge analysis of 25-year return period with the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method is 569.762 m3/dt, Futhermore, the groundsill will be planned in distance of ± 10 m from the bridge. Besides that, the flood analysis will use HEC-RAS 5.0.3 application. Moreover, the detailed dimensions of the groundsill are stated as follow: the height of the main dam is 1,5 m, the width of the main dam is 50 m, the thickness of the main dam is 2 m, the depth of the foundation is 1,2 m, the height of the sub dam is 0,80 m and the thickness of the sub dam is 2 m. For revetment, the height is 6,5 and the dept of the building fondation is 1 meter. With the soil allowance bearing capacity that doesn’t meet the requirements, it is assisted by the presence of a 7.8 meter long pile for groundsill and 8 m for the revetment. Keywords : Groundsill, Revetment, Parit Raya, HEC-RAS
Studi Sistem Drainase Di Sub DAS Kresek Kota Kediri Fitriana, Firda Maya; Ismoyo, M. Janu; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK: PadaJSistem Drainase di Sub DAS Kresek terdapat beberapa wilayah yang sering mengalami genangan terutama pada musim hujan. Lama genangan tersebut terjadi sekitar 1-2 jam setinggi 30 cm. Selain disebabkan karena curah hujan yang tinggi juga diakibatkan karena pengalihan fungsi saluran dari saluran irigasi beralih fungsi menjadi saluran drainase. Sistem Drainase Kali Kresek memiliki 15 saluran, dimana pada Sistem Drainase Kali Kresek ada 2 saluran,yang tidak mampu mengalirkan debit banjir rancangan,dengan kala ulang 5 tahun,.yaitu Saluran Jalan Letjen Sutoyo 3 dan Saluran Jalan Brigjen Pol. Imam Bachri. Dan hasil tersebut pada peta genangan, saluran tersebut juga tidak dapat mengalirkan debit banjir rancangan. Penanganan genangan pada sistem drainase kali kresek mengunakan sistem penanganan kombinasi. Pemilihan alternatif penanganan juga didasarkan pada lokasi dan debit banjir rancangan saluran yang diperlukan untuk reduksi genangannya. Penanganan genangan yang digunakan, yaitu rehabilitasi saluran dan pembuatan sumur tampungan. Kata Kunci: Sistem Drainase, Sub DAS Kresek, Genangan, Penanganan ABSTRACT: In theJdrainage system of Kresek Sub-watershed, several areas often experience inundation, especially during the rainy season. The inundation’s duration occurs around 1-2 hours as high as 30 cm. Besides being caused by heavy rainfall, it is also caused by the channel’s change of function from the irrigation channel to the drainage channel. The Drainage System of Kali Kresek has 15 channels, where 2 channels are unable to drain the design flood discharge with 5 year return-period, namely Letjen Sutoyo 3 channel and Brigjen Pol. Imam Bachri channel. The result on the inundation map indicates,that the channelbcannot drain the design,flood.discharge. In handling the inundation in the.Drainage System of Kali Kresek, it uses a combination handling system. The choice of alternative handling is also based on the location and the channel’s design flood discharge needed to reduce the inundation. The inundation handling used are the channels’s rehabilitation and the reservoir’s making. Keywords: Drainage System, Kresek Sub Watershed, Inundation, ndling.
EVALUASI KARAKTERISTIK KUAT¬ GESER MATERIAL TEBING SUNGAI DI LOKASI KELONGSORAN PENAMBANGAN PASIR KALI PUTIH, KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR Sudewo, Gatot Iman; Hendrawan, Andre Primantyo; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini mengidentifikasi karakteristik fisik dan kuat geser material tanah di beberapa lokasi kelongsoran tebing sungai di area penambangan pasir Kali Putih, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Analisa gradasi butiran, berat jenis tanah, kerapatan tanah berbutir dan angka pori digunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dari material ini. Sedangkan untuk pengujian karakteristik mekanik berupa pengujian geser langsung dan penentuan sudut tenang tanah. Dari hasil pengujian karakteristik fisik didapatkan hasil uji gradasi butiran tanah memiliki gradasi butiran baik dan sedikit baik. Nilai berat jenis tanah (Gs) didapatkan rentang harga 2,65 - 2,68. Dari pengujian angka pori tanah menggunakan pemodelan kerapatan Dr 50% dan Dr 70%, didapatkan rentang antara 0,525–0,733 (untuk Dr 50%) dan 0,469–0,674 (untuk Dr 70%). Klasifikasi tanah dengan sistem USCS diklasifikasikan sebagai SW yaitu pasir bergradasi baik (sand well-graded). Dari sistem AASTHO diklasifikasikan sebagai pasir berkerikil dengan simbol A-1b dan dengan metode JGS diklasifikasikan sebagai tanah coarse-grained volcanic soil (V) dan sand volcanic (S-V). Dari pengujian geser langsung diperoleh harga sudut geser dalam berkisar  35,59˚- 44,427˚ (untuk Dr 50%) dan rentang 38,432˚- 47,848˚ (untuk Dr 70%)  sehingga diklasifikasikan sebagai kerikil bercampur pasir. Nilai sudut tenang melalui perhitungan sebesar 27,58˚- 34,25˚, sedangkan nilai sudut tenang melalui observasi sebesar 28,33˚-32,33˚ dan diklasifikasikan sebagai sand (dry) dan gravel (natural with sand). Kata kunci : kelongsoran, tebing sungai, penambangan pasir, kuat geser.  ABSTRACT This study identified the physical characteristics and shear strength of soil materials at some locations of river bank landslides in the Kali Putih sand mining area, Garum-Blitar. The analysis of sieve test, specific gravity, relative density, and void ratio were used to evaluate the physical characteristics of these materials. To evaluate their mechanical characteristics, direct shear test and determination of angle of repose also have been conducted. From the results of physical characteristics, it can be obtained from sieve test that they were well-graded and nearly well-graded materials. The value of specific gravity (Gs) is 2.65-2.68. From determination of void ratio with different relative density, it can be ranged from 0,525-0,733 and 0,469-0,674, for Dr 50% and Dr 70%, respectively. Soil classification obtained from the USCS system is classified as well-graded sand (SW). From AASTHO system it can be classified as gravel sand (A-1b), as for JGS system it can be classified as a coarse-grained volcanic soil (V) and sand volcanic (S-V). From the results of direct sheat test, the angle of internal friction were obtained around 35,591˚-44,427˚ (for Dr 50%) and between a range of 38,432˚-47,848˚ for Dr 70% and can be classified as gravel mixed with sand. The angle of repose value through the calculations were determined around 27,58˚- 34,25˚ while from observations their value were in a range of 28.33˚-32.33˚ and classified as sand (dry) and gravel (natural with sand). Keywords : landslide, river bank, sand mining, shear strength.
STUDI EVALUASI SUB SISTEM DRAINASE DI SUB DAS TAWANG KOTA KEDIRI Puspitawati, Nur Fitria; Andawayanti, Ussy; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Genangan yang sering terjadi di Sub Sistem Drainase Tawang Kota Kediri mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Penyelesaian dilakukan dengan   evaluasi dan penanganan genangan pada Sub Sistem Drainase Tawang. Perhitungan debit rancangan dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi. Intensitas hujan yang digunakan adalah rumus Mononobe untuk mendapatkan intensitas dengan beberapa kala ulang. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Log Pearson Tipe III. Analisa titik backwater menggunakan metode Tahapan Langsung. Hasil evaluasi didapatkan 4 dari 17 saluran yang tidak mencukupi untuk menampung dan mengalirkan debit rencana kala ulang 5 tahun dengan nilai 98,776 mm, dengan total kelebihan air 2,826 m3/dt. Pengaruh backwater terjadi sepanjang 2280,5 m dari hilir, dimana saluran drainase eksisting masih mampu mengalirkan debit backwater. Penanganan genangan dianalisa dengan metode kombinasi yang terdiri dari 4 rehabilitasi saluran dan direncanakan sistem pemanen air hujan di  daerah tangkapan air 1 saluran dengan total 278 bangunan. Kata kunci : Drainase, Genangan, Evaluasi saluran , Backwater, Pemanen air hujan   ABSTRACT : Inundation occurs in Sub Drainage system of Tawang, Kediri impacts eviromental and society damages. The solution is done with evaluation and management to controlling inundation at Sub Drainage system of Tawang . Design discharge was analyzed with Modification Rational method. Rainfall intensity was analyzed using Mononobe formula during historical floods with several return periods. Design rainfall was analyzed using Log Pearson Type III method. Backwater point was analyzed using Direct Step Method.The result of this evaluation there are 4 of 17 channels that the capacities are not capable to collect and drain the load flow design for 5 years return period with value 98,776 mm, gaining overflow 2,826 m3/dt. The backwater effect 2280,5 m away from downstream, existing drainage channels capacities are capable drain discharge from backwater effect. Inundation management for sub drainage system of Tawang was analyzed using combination method divided by 4 rehabilitation of drainage channels, and and planned 278 units of rain harvesting constructions planned only in the 1 channels with uncapable capacities catchment areas. Keywords : draiange, inundation , channel evaluation, backwater ,rain harvesting
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG dwi, hendrik; Haribowo, Riyanto; Ismoyo, M. Janu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt. Pada tahun 2037, Desa Tegalsari yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk sebesar 3.447 jiwa. Simulasi jaringan pipa distribusi air bersih dilakukan menggunakan bantuan program WaterCAD, perhitungan RAB dilakukan dengan melihat pedoman HSP Kabupaten Malang dan analisa ekonomi yang digunakan yaitu Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return dan Payback Period. Total kebutuhan air rata-rata ke 3 desa yaitu yang dibutuhkan sebesar 12,214 lt/dt. Hasil simulasi dengan program WaterCAD v8i menunjukan bahwa distribusi air bersih untuk 3 desa tersebut dapat terlayani 100% untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya untuk 3 desa yaitu sebesar Rp. 2.898.930.882. Analisa ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% dan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 2.000,-/m3.   Kata Kunci: Jaringan pipa, air bersih, simulasi, rencana anggaran biaya, analisa ekoonomi ABSTRACT: Sumber Dieng is a source managed by PDAM district Malang which has a discharge of 150 lt / s . In 2037, Tegalsari Village located in Kepanjen District, Malang Regency has a population of 3,447 people. Simulation of water distribution network are using WaterCAD Program, RAB calculation is done by looking at Malang district HSP guidelines and economic analysis used, namely Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate of Return and Payback Period. The total air demand needed in 3 villages is 12,214 lt / s. The results of the simulation with the WaterCAD v8i program show that the distribution of clean water for the 3 villages can be served 100% for the average needs and at peak hours. Budget plan for 3 villages is Rp. 2.898.930.882. Economic analysis at 9.75% interest rate and 6 year payback period with water price Rp. 2.000, - / m3. Keywords: Pipeline network, water, simulation, budget plan, economic analysis
AUDIT TEKNIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN AKNOP PADA SUNGAI PANGULURAN KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN KABUPATEN MALANG Apriadi, Rian; Sumiadi, Sumiadi; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Studi ini membahas mengenai Pelaksanaan pengelolaan sumber daya air melalui kegiatan Audit Teknis Sungai untuk mendukung pemenuhan infrastruktur sarana prasarana sungai yang memadai untuk keperluan kegiatan yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi, program ketahanan air serta mempertahankan dan meningkatkan pelayanan air baku untuk berbagai keperluan masyarakat. Dari Sarana Prasarana tersebut ada yang kondisinya masih baik tapi juga banyak yang sudah rusak. Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan mengidentifikasi masalah kerusakan sungai panguluran yang terdapat di Kabupaten Malang khususnya pada Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Untuk mengetahui kondisi bangunan air tersebut maka perlu dilakukan Penyusunan Penilaian Kinerja dan Aknop Sungai. Tahapan awal pada audit Sungai Panguluran adalah mengumpulkan data eksisting. Tahap selanjutnya ialah melakukan survei lokasi dan menginventarisasi setiap Sarana Prasarana Pada Sungai Panguluran. Berdasarkan dari hasil survei inventarisasi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kinerja bangunan. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan kegiatan O&P yang akan dilakukan. Tahap terakhir dalam studi ini yaitu analisis AKNOP Sungai Panguluran. Berdasarkan hasil analisa kinerja dan perhitungan AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan) pada Sungai Panguluran, didapatkan jumlah biaya yang dibutuhan adalah sebesar Rp. 94.507.500,00,-.   Kata Kunci : Sungai, O&P, Kinerja Sungai, AKNOP   ABSTRACT: This study discusses about the implementation of water resources management through river technical audit activities to support the fulfilled of adequate river infrastructure facilities for purposes of activities that can support economic growth, water security programs and maintain to improve raw water services for various community needs. Some of the infrastructure facilities are still in good condition, but many are damaged. Therefore, the authors made an analysis related to the problem by identifying the problem of damage to the Pangluran River found in Malang Regency, especially in Sumbermanjing Wetan District. To determine the condition of the water building it is necessary to make a Performance Assessment and River AKNOP Development. The initial stage in the Panguluran River audit was collecting existing data. The next step is to conduct a location survey and inventory every Infrastructure in the Panguluran River. Based on the results of the inventory survey, an analysis of the performance of the building is then carried out. From the results of the analysis, O & M activities can be planned. The final stage in this study is the analysis of the Panguluran River AKNOP. Based on the results of the analysis of the performance and calculation of the AKNOP (Number of Real Operations and Maintenance Needs) in the Panguluran River, it was found that the amount of costs needed was Rp. 94,507,500.00, -. Keywords : River, O & M, River Performance, AKNOP
STUDI KELAYAKAN KINERJA BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN (CHECK DAM) DI KALI SERINJING DESA PUNCU KABUPATEN KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR Putra, Boy Adi; Andawayanti, Ussy; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Saat ini khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur atau sarana dan prasarana sumber daya air di seluruh wilayah Indonesia. Maka untuk itu perlu dilakukan kegiatan Penilaian Kinerja Prasarana Pengendali Sedimen dalam Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan guna menjaga kinerja Prasarana Pengendali Sedimen. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat Wilayah Sungai tersebut, juga memberikan kerugian jika prasarana tersebut tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan mengidentifikasi masalah kerusakan check dam yang terdapat di Kabupaten Kediri khususnya pada Kecamatan Puncu Desa Puncu. Tahapan awal pada audit check dam adalah mengumpulkan data eksisting. Tahap selanjutnya ialah melakukan survei lokasi dan menginventarisasi setiap item Check Dam. Berdasarkan dari hasil survei inventarisasi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap kinerja bangunan. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan kegiatan O&P yang akan dilakukan. Tahap terakhir dalam studi ini yaitu analisis AKNOP Check Dam 01 dan Check Dam 02 pada Kali Serinjing. Berdasarkan hasil analisa kinerja bangunan dan perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan pada Check Dam Kali Serinjing, didapatkan jumlah biaya yang dibutuhkan pada check dam 01 adalah sebesar Rp. 117.308.000,00. Dan pada check dam 02 sebesar Rp. 107.000.000. Kata Kunci: check dam, O&P, kinerja check dam, AKNOP ABSTRACT: At present the Ministry of Public Works and Public Housing in particular the Directorate General of Water Resources has done a lot of construction of infrastructure or facilities and infrastructure for water resources in all regions of Indonesia. Therefore, it is necessary to carry out activities to evaluate the performance of sediment control infrastructure in operation and maintenance activities to maintain the performance of sediment control infrastructure. In addition to providing benefits to the community around the river, it also provide disadvantage if the infrastructure does not function properly. Therefore, the authors made an analysis related to the problem, by identifying the problem of check dam damage found in Kediri Regency, especially in Puncu Sub-District, Puncu Village. The initial stage of the check dam audit is collecting existing data. The next step is to conduct a location survey and inventory each Check Dam item. Based on the results of the inventory survey, analysis is carried out on the performance structural. From the results of the analysis, O & M activities can be planned. The last stage in this study is the analysis of the Check Dam 01 and the Check Dam 02 in the Serinjing River. Based on the results of the analysis of structural performance and the calculation of the Real Requirements for Operation and Maintenance at the Serinjing River Check Dam, it was found that the total cost needed at check dam 01 total cost required Rp. 117,308,000.00. And at check dam 02 total cost required Rp. 107,000,000. Keywords: check dam, O&M, performance of check dam, AKNOP
STUDI PERENCANAAN EMBUNG SAMAREKAT DI DESA KOKARLIAN KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Efendy, Fatkhulloh Utsman; Asmaranto, Runi; Taufiq, Mohammad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah kurangnya ketersediaan air baku yang terjadi saat ini, menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan masyarakat salah satunya pada daerah Kecamatan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat.  Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya kebutuhan penduduk akan air baku yang tidak sejalan dengan pembangunan sarana dan prasarana penyediaan air baku.  Oleh karena itu, penulis membuat analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan merencanakan sebuah embung yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Tahap awal perencanaan embung adalah perhitungan debit banjir rancangan dengan berbagai kala ulang dan debit andalan. Tahap selanjutnya ialah analisis kebutuhan air baku penduduk pengguna embung, analisis tampungan embung dan analisis hidrolika pelimpah.  Dari hasil analisis tersebut, maka dapat direncanakan dimensi tubuh dan pelimpah embung.  Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas lereng, stabilitas tubuh embung dan stabilitas tubuh embung. Tahap terakhir dalam perencanaan ini yaitu analisis rencana anggaran biaya konstruksi embung. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan volume tampungan efektif embung adalah 10277,01 m3.Tipe embung yang digunakan yaitu tipe urugan homogen, dengan data teknis sebagai berikut: elevasi dasar embung +55,00; elevasi puncak embung +68,40; elevasi puncak pelimpah +65,00; tinggi pelimpah 2 m; lebar pelimpah 6 m; serta panjang kolam olak 10,408 m. Berdasarkan analisis stabilitas konstruksi yang dilakukan, didapatkan angka keamanan yang memenuhi persyaratan stabilitas terhadap guling, geser dan daya dukung tanah.  Rencana anggaran biaya konstruksi embung yaitu sebesar Rp  2.988.123.000,-.   Kata Kunci: embung, dimensi embung, stabilitas embung, rencana anggaran biaya.   Abstract The lack of raw water leads to couple of social problems one of which is in Poto Tano District in Sumbawa Barat Regency. This problem is caused by the elevating need of raw water which is not accommodated by infrastructure construction in providing raw water. Thus, the researcher conducted an analysis related to the aforementioned problem by planning a small dam which can be utilized to fulfill the need of raw water. The initial stage of planning a small dam is measuring the design flood discharge with numbers of return period and depandable flow. The further stages are analyzing the raw water need by the people relying on the dam, the reservoir, and the overflow’s hydraulics. By the analyses, the dimensions of the dam’s body and overflow can be planned. Furthermore, the stability analyses of the slope and the dam’s body were also carried out. On the last stage of the planning, the budget plan analysis is coming up next. Regarding on the executed analyses, the effective volume of the reservoir is 10277.01 m3 where the type of the dam is homogen dam, with technical data as follows the elevation of the dam’s floor which lies in the level of +55.00, the elevation of the dam’s crest which is on the level of +68.40, the elevation of the overflow’s crest is +65.00, the height of the overflow is 2-meter-high with 6 meter width, and the length of the stilling basin is 10.408-meter-long. Regarding to the conducted construction stability analysis, the retrieved safety number wich satisfy the stability requirements toward tumbling, shifting, and the soil’s supporting strength. The dam’s construction budget plan is in the level of Rp 2.988.123.000,-. Keywords: small dam, dimension physics of small dam, stability of small dam, budget plan
ANALISA DEBIT MENGGUNAKAN METODE NRECA UNTUK PERHITUNGAN NERACA AIR SUB DAS METRO Ambarwati, Arum Nurwidya; Limantara, Lily Montarcih; Soetopo, Widandi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan jumlah penduduk serta pembangunan di berbagai sektor mengakibatkan bertambahnya kebutuhan air. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan analisa neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan air dengan kebutuhan air di Sub DAS Metro untuk beberapa tahun kedepan. Neraca air di Sub DAS Metro dilakukan dengan menganalisa ketersediaan air menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan keandalan 80%. Kebutuhan air yang dihitung yakni kebutuhan air domestik, non domestik, industri, peternakan, perikanan dan irigasi. Dari hasil analisa neraca air selama 25 tahun kedepan menunjukkan kondisi surplus untuk semua tahun dimana ketersedian air dianggap tetap yakni 532,72 m3/tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air dapat mencukupi seluruh kebutuhan air di Sub DAS Metro. Kata Kunci : Sub DAS Metro, NRECA, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Neraca Air.   ABSTRACT The growth of population and development in various sectors led to increased water needs. Based of this, it is necessary to analysis the water balance to see the balance between water supplies and water needs at Metro Watershed for the next few years. Water balance analysis at Metro Watershed is conducted by analysing water supplies using NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) with 80% reliability. Water demand is calculated namely the demand for domestic, non-domestic, industrial, farms, fisheries, and irrigation. From the result of the water balance analysis for the next 25 years shows a surplus condition for all years that availability of water is considered to remain 532,72 m3/year. From the result, it can be concluded that water availability can be adequate for all watern eeds in Metro Watershed. Keywords: Metro Watershed, NRECA, water demand, water supplies, water balance.