cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 54 Documents clear
STUDI KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DAN DECILE INDEX (DI) DI DAS REJOSO, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Putri, Rully Eka; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pasuruan merupakan satu dari sekian banyak daerah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan berat, terdapat 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Diperlukan studi kekeringan guna mengetahui tingkat kekeringan dan peta sebarannya. Dalam studi ini menggunakan metode Standardized Precipitaion Index (SPI) dan metode Decile Index (DI) dengan skala waktu 1, 3, 6, dan 12 bulanan yang kemudian akan dibandingkan dengan indeks kekeringan hidrologi berdasarkan data debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index guna mengetahui metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan metode SPI, DAS Rejoso mengalami tahun terkering pada tahun 2007 dan 2015, sedangkan berdasarkan metode DI, tahun terkering terjadi pada tahun 2015, 2006, 2007, dan 2014. Setelah dibandingkan dengan debit yang dihitung menggunakan metode Z-Index, didapatkan bahwa metode yang lebih sesuai digunakan di DAS Rejoso adalah metode DI dengan persentase kesesuaian sebesar 64,22%. Indeks dari metode DI digambarkan peta sebarannya menggunakan metode IDW dan hasil peta sebaran menunjukkan bahwa kekeringan terparah terjadi di bagian tengah dan hilir DAS Rejoso.   Pasuruan Regency is one of the several drought areas, there are 19 villages in 5 districts categorized as drought area in Pasuruan Regency. Drought studies are needed to determine the level of drought and its drought distribution map. In this study using the Standardized Precipitation Index (SPI) and Decile Index (DI) methods with 1, 3, 6, and 12 months time scale which will be compared with hydrological drought index based on the discharge data calculated using Z-Index method to find out the most appropriate method used in Rejoso Watershed. The result of the study based on the SPI method shows that Rejoso Watershed experienced the driest years in 2007 and 2015, while according to the DI method, the driest years occurred in 2015, 2006, 2007, and 2014. After compared to the discharge calculated by Z-Index method, it shows that the most appropriate method in Rejoso Watershed is DI method with 64,22% suitability percentage. The index of the DI method illustrated in the drought distribution map with IDW method. The results of the drought distribution map show that the worst drought occurred in the middle and downstream of the Rejoso Watershed.
Evaluasi Tingkat Kerentanan Akuifer di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dengan Menggunakab Metode GOD Azhar, Rifqi Fajar; Siswoyo, Hari; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pencemaran air tanah di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang dapat dinilai berdasarkan tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran. Penilaian tingkat kerentanan akuifer terhadap pencemaran dapat dilakukan dengan menggunakan metode GOD terdiri atas jenis akuifer, lapisan pembatas atas akuifer, kedalaman muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran spasial dan temporal tingkat kerentanan akuifer di lokasi penelitian. Parameter-parameter metode GOD ini dihasilkan oleh fluktuasi muka air tanah setiap bulan. Contoh penelitian yang digunakan adalah 25 sumur gali yang tersebar di wilayah setempat. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis menggunakan metode GOD dapat dinyatakan tingkat kerentanan tinggi terluas Bulan Maret 2019 dengan 74,58% dari luas total warna kuning. Sedangkan tingkat kerentanan rendah terluas Bulan Oktober 2019 dengan 65,98% dari luas total warna biru muda.The level of groundwater pollution in the Jombang District of Jombang Regency can be assessed based on the level of aquifer susceptibility to pollution. Evaluation on the level of aquifer susceptibility can be done using the GOD method which consists of aquifer type parameters, aquifer limiting layers, and aquifer depth. The purpose of this study was to map the spatial and temporal distribution of the level of aquifer vulnerability at the study site. The parameters of the GOD method are generated by groundwater level fluctuations every month. The research sample used was 25 dug wells scattered in the local area. Based on the results of mapping and analysis using the GOD method it can be stated that the highest level of vulnerability was the highest in March 2019 with 74,58% of the total yellow area. While the lowest level of vulnerability is widest in October 2019 with 65,98% of the total area of light blue.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN PANDANDURI LOMBOK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS DAN BERBASIS INASAFE Pratama, Muhammad Rizky; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Pandanduri merupakan bendungan urugan zonal inti tegak yang batas hilirnya berada di Selat Alas, dibangun pada tahun 2011 sebagai salah satu alternatif penyedia sumber air di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis keruntuhan Bendungan Pandanduri dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran karakteristik genangan banjir, klasifikasi bahaya dan estimasi kerugian yang dapat terjadi. Keruntuhan Bendungan Pandanduri disimulasikan dengan skenario akibat overtopping dan piping dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7 dan berbasis InaSAFE. Potensi curah hujan probable maximum precipitation (PMP) sebesar 898,80 mm dan debit banjir rancangan maksimum probable maximum flood (PMF) sebesar 1975,579 m³/det, didapatkan hasil dampak terbesar yang terjadi pada bagian hilir bendungan adalah pada simulasi kondisi overtopping 2,059 meter diatas bendungan, dengan luasan genangan banjir 88,61 km2, kedalaman maksimum 49,30 meter pada alur sungai dan kedalaman rata-rata 7,16 meter. Sehingga secara administratif mencakup 35 desa dari 7 kecamatan di bagian hilir Bendungan Pandanduri terkena banjir dan menyebabkan 104.000 jiwa penduduk dan 33.800 bangunan terendam banjir. Dari hasil analisis, keruntuhan Bendungan Pandanduri dapat mengakibatkan kerugian yang akan ditanggung penduduk maupun pemerintah setempat sebesar Rp. 1.525.360.815.843.Pandanduri Dam is a central-core fill type dam where the downstream boundary is located in Alas Strait, built in 2011 as one of the alternative water supply in West Nusa Tenggara. Pandanduri dam break analysis aims to depict the flood inundation, hazard classification and cost-losses estimation. It is simulated due to overtopping and piping using HEC-RAS 5.0.7 and based on InaSAFE. With the potential of Probable Maximum Precipitation (PMP) is 898,80 mm and the flood discharge of maximum design of Probable Maximum Flood (PMF) is 1975,579 m³/det, showing the biggest impact in downstream area with the simulation of overtopping condition 2,059 meters above the dam, the flood of 88,61 km2, the maximum depth of 49,30 m on the river terrain and the average depth of 7,16 m. Thus administratively covering 35 villages from 7 sub-districts in the downstream of Pandanduri dam are affected by flood, causing 104,000 inhabitants and 33,800 buildings flooded with water. From the analysis, the collapse of Pandanduri Dam resulted in economic losses that will be obtained by local people or government is Rp. 1,525,360,815,843.
PENERAPAN MODEL HIDROLOGI HUJAN LIMPASAN MENGGUNAKAN APLIKASI BLOCK-WISE TOPMODEL MUSKINGUM-CUNGE (BTOPMC) DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI LESTI. Abdillah, Rusdan; Harisuseno, Donny; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti hanya 5094 Ha luas hutan atau hanya sekitar 8% dari luas total Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yaitu sebesar 57777 Ha. Topografi yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti termasuk cukup terjal dengan kemiringan lereng sampai dengan 40%. Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti yang sekarang ini menyebabkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut sering terjadi banjir dari tahun ke tahun. Pada jurnal ini upaya untuk mesimulasikan banjir yang ada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) ini menggunakan pemodelan hidrologi fisik terdistribusi. Analisa sebaran curah hujan digunakan untuk mengevaluasi curah hujan serta debit pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Memahami karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi hal yang diperlukan untuk pemeliharan kondisi maupun penanggulangan bencana dimasa mendatang. Model fisik terdistribusi yang digunakan pada Jurnal ini ialah Block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). Aplikasi ini menggunakan analisa TOPMODEL untuk memperkirakan limpasan dan Muskingum-Cunge untuk penelusuran banjir aliran. Peta studi yang digunakan untuk pemodelan ini meliputi, Peta Tataguna Lahan, Peta Digital Elevation Map (DEM) dan Peta Tanah. Simulasi limpasan dilakukan pada 2 titik yaitu pada AWLR Tawangrejeni dan AWLR Bendungan Sengguruh. Hasil simulasi yang diterapkan menggunakan metode Nash-Sutcliffe Effiency dengan membandingan debit observasi dan debit simulasi. Pada simulasi yang sudah dilakukan model menunjukan efisiensi kalibrasi dan validasi berturut-turut sebesar 0,737 dan 0,604. Pemodelan ini sangat berguna untuk infomasi debit dan waktu serta memanajemen resiko bencana. Lesti watershed is only 5094 Ha of forest area or only about 8% of the total area of ​​Lesti watershed which is 57777 Ha. The topography in the watershed is quite steep with a slope of up to 40%. Condition of Lesti watershed which currently causes floods in these watersheds often occur flooding from year to year. In this journal, trying to overcome the floods in the watershed using physical distributed hydrological modeling. Precipitation data is used to calculate rainfall and discharge in watersheds. Understanding the characteristics of watersheds becomes necessary for the maintenance of needs or disaster risk management in the future. The distributed physical model used in this journal is block-wise use of TOPMODEL Muskingum-Cunge (BTOPMC). This application used TOPMODEL analysis for estimated runoff and Muskingum-Cunge for routing. Study maps data that used for this modeling is Land Use Map, Digital Elevation Map (DEM) Map and Soil Map. Runoff simulations were carried out at 2 points, namely Tawangrejeni AWLR and Sengguruh Dam AWLR. Simulation results are applied using the Nash-Sutcliffe Efficiency method by comparing the comparison of observations and discharge simulations. In the simulations that have been carried out the model shows the combined calibration and validation calculations of 0.737 and 0.604. This modeling is very useful for information on discharge and time as well as disater risks managemnt.
Studi Perencanaan Terminal Structure Saluran Induk Awen di Daerah Irigasi Singomerto Kabupaten Banjarnegara Muhammad, Saifuddin; Priyantoro, Dwi; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kali Awen merupakan saluran alam yg seluruh bagiannya dari tanah berfungsi sebagai saluran pembuang dari kelebihan air DI. Blimbing dan air hujan. Pada masa intensitas hujan tinggi, Saluran Induk Awen pada ruas saluran bendung – B.Aw.2a terjadi limpasan (overtopping) pada ruas tersebut hingga menyebabkan banjir pada daerah sekitar. Fungsi dari bangunan B.Aw.2a ini sebagai bangunan pengatur debit kebutuhan irigasi untuk DI. Awen sebesar 402 ha (0,738 m3/dt) dan DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/dt) serta sebagai penggelontoran sedimen di Saluran Induk Awen. Oleh karena pengoperasian pintu air (Bendung Awen dan Bangunan B.Aw.2a) dilakukan secara manual dan faktor keterbatasan jumlah tenaga UPT maka sering terjadinya keterlambatan di waktu proses pembukaan pintu air yang mengakibatkan banjir pada bagian hulu bangunan bagi (B.Aw.2a). Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya inovasi (pengembangan) terhadap bangunan B.Aw.2a saat ini, yaitu merencanakan bangunan terminal structure dengan berbagai pertimbangan pola operasi pintu di Bendung Awen. Apabila bangunan terminal structure ini terwujud, maka Sal Induk Awen mampu mengalirkan debit rencana sebesar 2,602 m3/dt dengam kedalaman air 1,23 m (tidak terjadi peluapan karena masih tersedia tinggi jagaan 0,97 m) dengan bukaan pintu tersier Awen 0,40 m dan tinggi air di atas ambang setinggi 0,625 m. Estimasi biaya yang diperlukan untuk membangun bangunan terminal structure dengan peredam energi USBR tipe III Modifikasi sebesar RP. 817.597.600,00.Awen River is an earth-natural canal that has a function to drain excess of water from DI. Blimbing and rain water. During periods of high rainfall, the overtopping had been occured at Awen Main Canal in the weir - B.Aw.2a segment; it can cause flooding in the surrounding area. The function of this B.Aw.2a structure is to regulate the water irrigation need for DI. Awen of 402 ha (0,738 m3/s) and DI. Kertayasa 725 ha (1,320 m3/s) and to flush sediment in the Awen Main Canal. Under the fact that the operation of the floodgates (Awen Weir and Building B.Aw.2a) is done manually and the limitation of UPT personnel, there is often a delay in the process of opening the floodgates which causes flooding in the upper part of the building for (B.Aw.2a). To solve these problems, it is necessary to have an innovation (development) on the existing B.Aw.2a structure, which is to plan the terminal structure building with various operating considerations of the floodgates in the Awen Dam. If the terminal structure can be built, then the Awen Main Canal is able to flow a planned discharge of 2,602 m3/s with a depth of 1,23 m of water (no overflow occurs because there is still a 0,97 m of free-board) with a 0,40 m Awen tertiary gate opening and water levels above a threshold as high as 0,625 m. Estimated cost needed to build a terminal structure building with a USBR type III Modified energy damper is Rp. 817,597,600.00.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BAKU DI DESA NGLINGGIS KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI WATERCAD V8I. Nugraha, Aldi; Haribowo, Riyanto; Sholichin, Moh
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nglinggis merupakan desa yang terletak di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek, dalam kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan air baku warga di Desa Nglinggis sangat mengandalkan sumber air tanah, akan tetapi tidak semua warga memilikinya. Dengan dibangungnnya Bendungan Tugu di Desa Nglinggis yang dapat dijadikan suplai air baku untuk memenuhi kebutuhan air baku. Tujuan dari penelitihan ini merupakan untuk merencanakan sistem jaringan air baku di Desa Nglinggis, meliputi aspek hidrolika, kualitas air, dan ekonomi. Dalam perhitungan hidrolika dan kualitas air memakai program WaterCAD V8i. Sedangkan untuk perhitungan ekonomi dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan program Excel, hasil dari analisa menunjukan kondisi hidrolis jaringan pipa masih pada batas persyaratan teknis yang ditentukan, dengan kecepatan sebesar 0,100 m/dt – 1,293 m/dt, headloss gradient 0,074 m/km – 14,557 m/km dan tekanan 1,105 atm – 9,986 atm, sedangkan untuk sisa klorin 0,300 mg/l – 0,400 mg/l. Analisa ekonomi menunjukan harga air rendah sebesar Rp. 2.242,20/m3 dengan nilai proyek sebesar Rp. 681.716.000,00.Nglinggis Village is a village located in Tugu Subdistrict, Trenggalek Regency, in its daily life in meeting the raw water needs of residents in Nglinggis Village, they rely heavily on ground water sources, but not all residents have them. With the construction of the Tugu Dam in Nglinggis Village that can be used as raw water supply to meet the needs of raw water. The purpose of this research is to plan the raw water network system in Nglinggis Village, covering aspects of hydraulics, water quality, and economy. In the calculation of hydraulics and water quality using the WaterCAD V8i program. Whereas for economic calculations done manually using the Excel program, the results of the analysis showed the hydraulic conditions of the pipeline are still within the limits of the specified technical requirements, with speeds of 0.100 m / s - 1,293 m / s, headloss gradient 0.074 m / km - 14,557 m / km and a pressure of 1,105 atm - 9,986 atm, while for the remaining chlorine 0,300 mg / l - 0,400 mg / l. Economic analysis shows a low water price of Rp. 2,242.20 / m3 with a project value of Rp. 681,716,000.00.
PERKIRAAN TINGGI CURAH HUJAN DARI DATA KLIMATOLOGI MENGGUNAKAN MODEL ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) DI KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN Mufadhal, Kms. Muhammad; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkiraan parameter klimatologi terutama hujan menjadi kebutuhan seluruh wilayah Indonesia. Seperti halnya bencana banjir akibat hujan yang lebat atau bencana kekeringan dimana tidak ada ketersediaan air. Semua itu bisa diantisipasi dengan informasi yang akurat mengenai seberapa besar curah hujan yang turun di daerah dalam kurun waktu tertentu. Sekarang pemodelan telah sering diaplikasikan dalam berbagai ilmu pengetahuan, pemodelan hidrologi bisa menjadi jawaban dari kurangnya informasi yang dibutuhkan dalam sebuah analisis sumber daya air. Dalam studi ini dilakukan untuk mengetahui estimasi tinggi curah hujan dari data klimatologi  menggunakan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan bantuan perangkat lunak Matlab R2017a. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik dalam estimasi data curah hujan dengan data klimatologi. Hasil kalibrasi curah hujan didapatkan pada kalibrasi 16 tahun, dengan arsitektur jaringan TRAINLM dengan epoch 1500 dan layer sebanyak 5, didapatkan kesesuaian pemodelan sebesar NSE = 0,54, RMSE = 99,37, dan R = 0,74. Untuk hasil verifikasi terbaik didapatkan pada verfifikasi 1 tahun dengan kesesuaian sebesar NSE = 0,41, RMSE = 87,32, dan R = 0,65. Estimated parameters of climatology, especially the rain into the needs of the whole of Indonesia as flood disaster due to heavy rains or drought where there is no availability of water. All of that can be anticipated with accurate information on how much rainfall that fell in the area within a certain time. Modelling is now a common tool in many fields of scientific endeavor, that it could provide answer for the lack of hydrology data for analysis of water resources problem. In this study, estimate of rainfall based on climatology by using Artificial Neural Network (ANN) method which is developed with the Matlab R2017a. It aimed to find the best model estimated rainfall with climatology data. It was showed that, the developed artificial neural networks model with the best calibration was at 16 years using TRAINLM with 1500 epochs. The performances of the model NSE = 0,54, RMSE =99,37, and R = 0,74, the best verification of the model with performances NSE =0,41 , RMSE =87,32, and R = 0,65.
PEMETAAN SEBARAN KUALITAS AIR TANAH BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR IRIGASI DI KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG pratama putra, i wayan ari yoga; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah yang digunakan sebagai sumber air untuk irigasi di Kecamatan Gerokgak belum sepenuhnya teridentifikasi ataupun dipetakan kualitasnya. Kualitas air tanah sebagai sumber irigasi berkaitan dengan kesesuaian jenis tanaman yang dapat diusahakan pada lahan pertanian setempat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran kualitas air tanah sebagai dasar untuk penentuan kesesuaian jenis tanaman yang dapat diusahakan pada lahan pertanian agar dihasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini dilakukan di 10 lokasi sumur produksi untuk irigasi yang tersebar di Kecamatan Gerokgak. Identifikasi kualitas air tanah dilakukan dengan menggunakan model indeks kualitas air irigasi (IWQI). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa indeks kualitas air tanah untuk irigasi di lokasi penelitian berada dalam dua kategori, yaitu batasan penggunaan air sedang (MR) dengan nilai berkisar 65,25 – 69,25 seluas 44,95 km2, dan batasan penggunaan air rendah (LR) dengan nilai berkisar 70,19 – 80,10 seluas 232,85 km2. Kualitas air MR dapat diberikan pada jenis tanaman  kacang tanah, jagung, kubis, terong, kedelai dan anggur, sementara itu kualitas air LR dapat diberikan pada tanaman kedelai dan kacang tonggak/undis.Groundwater that is used as a source of water for irrigation in Gerokgak District has not yet been fully identified or mapped in quality. The quality of groundwater as a source of irrigation is related to the suitability of the types of plants that can be cultivated on local agricultural land. The purpose of this research is to map the distribution of groundwater quality as a basis for determining the suitability of plant species that can be cultivated on agricultural land in order to produce optimal profits. This research was conducted at 10 locations of production wells for irrigation which are spread in Gerokgak District. Identification of ground water quality is done using the irrigation water quality index (IWQI) model. Based on the results of the study it can be shown that the index of ground water quality for irrigation in the study site falls into two categories, namely the moderate restriction water use (MR) with values ​​ranging from 65,25 – 69,25 covering an area of ​​44,95 km2, and the low restriction water use (LR) with values ​​ranging from 70,19 – 80,10 covering 232,85 km2. MR water quality can be given to peanut, corn, cabbage, eggplant, soybean and grape, while LR water quality can be given to soybean and milestone.
PENILAIAN KINERJA JARINGAN IRIGASI AIR TANAH DI DAERAH ONCORAN SDMJ 571 KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Rahayu, Kurnia Yuliyanti; Prayogo, Tri Budi; Siswoyo, Hari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan irigasi air tanah di daerah oncoran SDMJ 571 Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto telah berjalan lebih dari 5 tahun. Untuk itu dibutuhkan penilaian kinerja sistem irigasi dalam rangka menggambarkan pengelolaan sistem irigasi. Penilaian kinerja sistem irigasi mengacu kepada Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Irigasi dilakukan terhadap 6 (enam) parameter yaitu; Prasarana Fisik, Produktivitas Tanam, Sarana Penunjang, Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Penilaian indeks kinerja jaringan irigasi air tanah di daerah SDMJ 571 pada aspek teknis dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dan pengukuran efisiensi saluran irigasi untuk menilai kinerja parameter prasarana fisik dan sarana penunjang. Selanjutnya dari aspek ekonomi dilakukan penilaian terhadap produktivitas tanaman berupa penilaian faktor K, realisasi luas tanam, pemenuhan kebutuhan air, produktivitas padi dan palawija dan juga nilai panen. Berikutnya dari aspek sosial dilakukan wawancara kepada 34 responden petani mengenai Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil penilaian indeks kinerja jaringan irigasi air tanah di daerah oncoran SDMJ 571 dari aspek teknis mendapatkan nilai sebesar 77,3% pada parameter prasarana fisik dan sarana penunjang termasuk pada kategori rusak ringan dan dibutuhkan pemeliharaan berkala bersifat perawatan yang dilakukan berdasarkan skala prioritas dari aset yang mendapatkan nilai terendah. Kemudian dari segi ekonomi mendapatkan nilai sebesar 74,93% termasuk pada kategori baik dan dibutuhkan upaya peningkatan sistem pemberian air secara rotasi yang tepat. Dari segi sosial mendapatkan nilai sebesar 72,4% termasuk pada kategori baik namun dibutuhkan strategi peningkatan peran P3A dalam pengelolaan jaringan utama yang didukung dengan pelatihan teknis dan pengembangan SDM. Groundwater irrigation system of SDMJ 571 in Kutorejo District Mojokerto Regency has been running for more than 5 years. For this reason, a performance assessment of irrigation system is needed in order to describe the management of irrigation system. Performance assessment of irrigation system refers to the Minister of Public Works and Public Housing No. 12 / PRT / M / 2015 was conducted on 6 (six) parameters, i.e; Physical Infrastructure, Plant Productivity, Supporting Facilities, Personnel Organization, Documentation, and Water User Farmer Association. The performance assessment index of groundwater irrigation system in the SDMJ 571”s area on a technical aspect was conducted directly in the field by observation methods and measurement of the efficiency of irrigation channels to be able to assess the performance of physical infrastructure and supporting facilities assisted by pump operation officers. Furthermore, based on the economic aspect, the calculation of crop productivity, including; K factors, a realization of planting area, a fulfillment of water needs, productivity of paddy and secondary crops and harvest value. Moreover, based on social aspect interviews were conducted with 34 farmer respondents regarding the Water Users Farmers' Association. The result of the performance assessment index of SDMJ 571 groundwater irrigation systems based on technical aspect gave a value of 77.3% in the physical infrastructure and supporting facilities was included in the category of minor damage and required periodic maintance based on priority scale, from the assets that received the lowest value. Subsequently, based on economic aspect, gave a value of 74.93% was included in the good category and need effort to improve the water rotation system. Based on social aspect, a final score of 72.4% was included in the good category and required a strategy to increase the role of Water User Farmer Association in managing the main network supported by technical training and human resources development.
Pemodelan Hidrolik Sistem Kanal Larona Akibat Perbaikan Dasar Saluran Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Khoiruddin, Muhammad Fahmi; Dermawan, Very; Wicaksono, Prima Hadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan dasar kanal pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Larona menggunakan material geomembran menyebabkan perubahan kinerja akibat peningkatan kapasitas pengaliran air menuju kolam penenang. Studi ini akan memodelkan dan mengkaji kinerja hidrolik sistem kanal air kondisi eksisting sehingga dapat memberikan usulan bukaan pintu pada bagian pengambilan agar debit yang dialirkan melalui kanal menjadi optimal. Pemodelan hidrolik sistem kanal air Larona menggunakan aplikasi HEC-RAS versi 5.0.7 dengan 2 alternatif pendekatan. Panel kanal air dimodelkan cross section berjumlah 469 buah. Kalibrasi menggunakan estimasi nilai Manning dengan pencocokan data pengukuran kecepatan dan kedalaman aliran. Evaluasi kinerja menggunakan hasil pemodelan dengan melihat elevasi air kolam penenang kemudian memberikan usulan bukaan pintu pengambilan. Model hidrolik menunjukkan hasil kalibrasi cukup baik menggunakan pendekatan alternatif 1. Diperoleh nilai Manning 0.016 untuk kondisi kanal sebelum lining dan 0.013 kondisi setelah lining, dengan kesalahan relatif rerata terkecil yaitu 4,39 %. Usulan bukaan pintu pengambilan mengacu pada pengaliran debit dengan waktu tempuh yang sama sebelum dan sesudah lining sehingga memberikan waktu pengisian yang sama saat aliran menuju headpond. Untuk operasional maksimum maka perlu pengusulan debit masuk dari intake 131.98 m3/detik, sedangkan untuk operasional normal perlu pengusulan debit masuk intake 103.80 m3/detik. Usulan debit yang masuk intake menghasilkan bukaan pintu yang lebih rendah daripada bukaan pintu eksisting. Hasil evaluasi kinerja peluap samping menunjukkan hasil operasional debit maksimum yang tidak optimal menggunakan bukaan pintu eksisting. Hasil komputasi hidrolik menunjukkan debit melimpas di atas peluap samping sebesar 5.15 m3/detik. Usulan bukaan pintu menunjukkan pengoperasian optimal, diketahui dari elevasi muka air hasil running program tidak ada yang lebih tinggi dari elevasi puncak peluap samping. Lining of the bottom canal on Larona Hydropower Plant using geomembrane material caused a change of performance due to increased water flow capacity to the headpond. This study will be modeling and examine the hydraulic performance of the existing water canal system so that it can present the proposed opening gates at the canal intake to pass the operating discharge optimally. The hydraulic modeling of the Larona water canal system uses HEC-RAS software version 5.0.7 with 2 alternative approaches. The canal panels are modeled as a cross-section as many as 469 pieces. The calibration uses the estimated Manning value with matching measurement data of velocity and flow depth. Performance evaluation uses modeling results by checking at the elevation of the headpond and then giving the proposed opening gates at intake. The hydraulic model shows calibration results using alternative approach 1 were quite good. Acquired the value of Manning 0.016 for canal conditions before lining and 0.013 conditions after lining, with the smallest average error of 4.39%. The proposed opening gates at intake refers to the same stream time as the flow of the discharge before and after the lining, thus giving the same charging time as the stream to the headpond. For maximum operation, it is necessary to propose incoming discharge from intake 131.98 m3/sec, while for normal operation need to be the discharge of incoming intake of 103.80 m3/sec. The proposed discharge that enters the intake results in lower opening gates than the existing opening gates. The results of the side weir performance evaluation showed optimal on maximum discharge operational results using existing opening gates. Hydraulic computing results show a spill discharge over a side weir of 5.15 m3/sec. Proposed opening gates indicate optimal operation, known from the elevation of water in the results running program does not exist higher than the crest elevation of the side weir.