cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2015)" : 44 Documents clear
Sekolah Seni dengan Penerapan Fasad Dinamis di Surabaya Desi Ayu Kusuma; Agung Murti Nugroho; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah seni di Surabaya merupakan sekolah dengan sistem akademik berbasis seni pertama di Indonesia, dengan fasilitas utama yang terdiri dari bidang keilmuan seni rupa dan seni pertunjukan. Sifat ilmu seni yang selalu berkembang, bersifat dinamis, menginspirasi untuk membuat desain tampilan bangunan sekolah seni ini berbeda daripada sekolah pada umumnya, sehingga dinamis digunakan untuk kata kunci dalam pemilihan tampilan bangunan agar sesuai dengan fungsi bangunan. Fasad bangunan yang menggunakan sistem fasad dinamis merupakan sistem pintar untuk memberikan perubahan gerak secara otomatis dengan sensor lingkungan sekitar, yang dapat memberikan tampilan yang berbeda dari sisi luar bangunan dan memberikan manfaat bagi fungsi ruang didalamnya. Sekolah merupakan salah satu bangunan yang memerlukan pencahayaan alami yang optimal agar mendukung kenyamanan belajar anak, sehingga perancangan fasad dinamis ini menggunakan sensor pencahayaan alami untuk mengoptimalkan pencahayaan alami di dalam ruangan dan memberikan gerak modul fasad yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan efek visual yang dinamis. Perancangan ini menggunakan metode deskriptif, programatik fungsional, analisis, dan parametrik yang akan menghasilkan beberapa kriteria perancangan sekolah seni, dengan hasil visualisasi fasad dinamis yang berbeda pada gedung seni sesuai dengan fungsinya, sehingga dengan adanya pengaturan ini fasad akan bergerak sesuai kebutuhan di dalam ruangan dan dari luar bangunan akan melihat modul fasad yang berubah-ubah sesuai dengan waktu atau pengaturan pengguna.Kata kunci: sekolah, seni, fasad, dinamis
Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres Agustina Putri Ceria; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik spasial pada setiap elemen bangunan stasiun kereta api. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif merupakan metode dalam mendeskripsikan karakter pola ruang pada bangunan kemudian menganalisisnya untuk menyimpulkan karakter spasial dari bangunan. Bangunan Stasiun Solo Jebres memiliki karakter spasial dengan pola ruang yang simetris antara sayap kiri dan sayap kanan bangunan dengan central room di tengah sebagai area hall bangunan. Pola ruang disusun secara linier sehingga menimbulkan kesan horizontal bangunan sebagai ciri khas dari bangunan stasiun peninggalan Kolonial Belanda.Kata kunci: pola ruang, karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
Kantor Sewa dengan Pendekatan Pencahayaan Alami di Kota Malang Pinasthika Fitriani Erahman; Agung Murti Nugroho; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor adalah fungsi bangunan dimana kegiatan utamanya menulis, membaca dan menggunakan komputer. Kegiatan tersebut memungkinkan kondisi dimana kenyamanan visual sangat dibutuhkan. Tidak semua sinar yang dihasilkan oleh matahari dapat digunakan sebagai pencahayaan dalam bangunan. Sinar matahari langsung yang terlalu banyak di dalam bangunan akan menyebabkan gangguan visual bagi manusia secara normal. Begitu juga sebaliknya kekurangan sinar matahari di dalam bangunan mengakibatkan suasana menjadi samar-samar bahkan gelap. Metode perancangan yang digunakan adalah metode pragmatis dengan simulasi untuk mengetahui kualitas pencahayaan dalam bangunan. Apabila hasil simulasi masih belum memenuhi kebutuhan kualitas pencahayaan maka akan dilakukan proses analisis kembali yang kemudian disimulasikan lagi hingga kualitas pencahayaan yang dimaksud dapat terpenuhi. Simulasi menggunakan software ecotect radiance 2.0. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pencahayaan dalam ruang kantor dengan sistem open plan antara lain bentuk bangunan, perletakan core, luas bukaan dan fasade bangunan. Keempat variabel diuji dengan dengan indikator standar iluminasi aktivitas kerja pada ruang kantor. Hasilnya pada ruang kantor dengan core pusat tunggal, luas bukaan 26 % dari luas lantai dan penggunaan shading device horizontal memiliki kisaran nilai iluminasi 300-700 lux. Nilai ini sudah memenuhi standar iluminasi aktivitas kerja yaitu 300 lux.Kata Kunci : kantor sewa, pencahayaan alami, bukaan, fasade bangunan
Rumah Sakit Khusus Jantung di Kota Batu Grand Noble Mahenindra; Tito Haripradianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Jantung menjadi salah satu pembunuh terbesar dalam beberapa tahun terakhir baik di Indonesia maupun di dunia. Khususnya di daerah Malang Raya, lebih dari 34% dari jumlah pasien yang berobat di Rumah Sakit se-Malang Raya merupakan penderita penyakit jantung pada tahun 2011. Dalam menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Batu berencana membangun Rumah Sakit Khusus Jantung di Kota Batu, tepatnya di Tlekung, daerah Jalan Hassanudin. Rumah Sakit Khusus Jantung di Kota Batu, dirancang berdasarkan standar operasional pelayanan penyakit jantung, dimulai dari tata letak antar intalasi, sampai ke waktu tempuh yang dijadikan acuan dalam merencanakan alur sirkulasi pada rumah sakit khusus jantung. Sirkulasi menjadi penting dalam perancangan rumah sakit khusus jantung, karena kebutuhan akan kecepatan penanganan pada penyakit jantung menjadi hal utama yang harus di perhatikan. Oleh karena itu, sirkulasi menjadi poin utama dalam perancangan rumah sakit khusus jantung di Kota Batu.Kata kunci: penyakit jantung, rumah sakit khusus jantung, Kota Batu
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Dengan Pendekatan Sustainable Material Architecture Di Kabupaten Malang Sayf Askaril Akbar; Tito Haripradianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk beragama Islam di Kabupaten Malang semakin bertambah setiaptahunnya, kesadaran masyarakat terhadap pendidikan agama Islam dan Alqurandan sunnah semakin meningkat. Kebutuhan Pondok Pesantren Tahfidzul Quransebagai wadah untuk mempelajari Alquran dan ilmu agama Islam menjadi solusibagi penduduk Kabupaten Malang. Lingkungan belajar yang baik dapatmeningkatkan konsentrasi belajar santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Dengan menerapkan sustainable material architecture dapat menciptakanlingkungan belajar yang baik dan dapat mencegah masalah global warming. Materialyang memiliki kriteria berkelanjutan dapat diterapkan pada bangunan yangberfungsi sebagai wadah kegiatan santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Kata kunci: pondok pesantren, sustainable material architecture
Pengaruh Penggunaan Warna Interior Masjid Tionghoa sebagai Ruang Beribadah (Studi Kasus Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan, Jawa Timur) Oktavia Eka Megayanti; Rinawati P Handajani; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Mohammad Cheng Hoo merupakan masjid yang memiliki karakter kuat padapenggunaan warna dan nilai arsitektural bangunannya yang mencirikan kenangansejarah bangsa Cina. Warna-warna yang dihadirkan pada interior ruang masjid inisangat menarik dan berani yaitu dominasi warna merah dan perpaduan warnakuning dan hijau di segala sisi. Tentunya pewarnaan tersebut sangatlahberpengaruh bagi manusia di dalamnya ketika beribadah dan hal tersebut dapatdikaitkan kebenarannya melalui teori penggunaan warna yang baik pada ruangsesuai fungsi ruangan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatifyaitu mengangkat suatu permasalahan yang berkaitan dengan hal-hal yangmenyangkut kesan penggunaan warna. Tahap selanjutnya berupa deskriptif analitis,yaitu data dianalisis dan disandingkan dengan beberapa teori warna yang ada untukditemukan sintesisnya dan diklasifikasikan berdasarkan karakter warna padamasjid dengan kenyamanan yang baik. Serta analisis kualitatif berdasarkanobservasi. Hasil yang didapatkan melalui perbandingan tersebut menyatakan bahwapersentase antara penggunaan, penempatan dan teori warna seimbang yaitu adanyahasil negatif pada kurang tepatnya penggunaan jenis warna dan hasil positif padatepatnya peletakan dan pembagian warna di dalam masjid Cheng Hoo.Kata kunci: warna interior masjid, teori warna, aktivitas ibadah
Karakter Visual Fasade Bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang Efrina Amalia Ridwan; Antariksa Antariksa; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bangunan kolonial Belanda masih bertahan di tengah-tengah kemunculan fungsi-fungsi baru pada kawasan alun-alun Kota Malang, salah satu diantaranya adalah bangunan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Namun sayang pada beberapa bagian fasade bangunan telah mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan ruang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter visual dari fasade bangunan kolonial Belanda Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang adalah langgam Nieuwe Bouwen. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran gigantis pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih atraktif dari yang lain.Kata kunci: elemen visual, karakter visual, bangunan kolonial Belanda
Pengaruh Shading Devices terhadap Penerimaan Radiasi Matahari Langsung pada Fasad Gedung Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Putri Nabila Zatibayani; Agung Murti Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global yang terjadi pada permukaan bumi berdampak pada perubahan parameter iklim, salah satunya adalah radiasi matahari. Pada bangunan, khususnya bangunan bertingkat sedang sampai tinggi, elemen bangunan yang terdampak radiasi matahari adalah fasad. Semakin luas permukaan fasad dengan orientasi hadap bangunan yang kurang tepat, akan memperbesar potensi penerimaan radiasi matahari langsung. Bangunan sebagai objek penelitian adalah Gedung Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Pada gedung tersebut sisi fasad yang terluas menghadap ke arah Timur dan Barat memiliki perlindungan shading device yang kurang maksimal. Simulasi incident solar radiation dilakukan dengan menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Analisis dilakukan untuk mengetahui rekomendasi desain shading device pada tiap sisi fasad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis shading device yang efektif menaungi jendela adalah awning dan horizontal louvres screen.Kata kunci: radiasi matahari langsung, shading device, awning, horizontal louvres screen
Keberadaan Fungsi Bangunan Sekitar dalam Membentuk Pemanfaatan Ruang Koridor Jalan di Pusat Kota Pasuruan Elita Merry Pratiwi; Jenny Ernawati; Triandriani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pasuruan memiliki suatu daya tarik yang sangat menonjol, didukung dengan adanya kegiatan keagamaan khususnya agama Islam yang telah menjadi budaya masyarakat Kota Pasuruan. Kegiatan keagamaan ini berpusat pada Masjid Jami’ Al Anwar yang berada di Jalan Wachid Hasyim Kota Pasuruan, tepat di belakang Masjid Jami’ terdapat Makam KH. Abdul Hamid, keduanya termasuk dalam Wisata Religi Kota Pasuruan, sehingga menjadi tempat yang selalu dikunjungi oleh masyarakat setempat maupun luar kota. Jalan Wachid Hasyim ini berada di pusat kota yang juga merupakan Kawasan Perdagangan, sehingga menimbulkan penumpukan aktivitas pemanfaatan di ruang koridor jalan tersebut. Beragamnya aktivitas muncul karena dipengaruhi dengan fungsi bangunan yang ada di sekitar hal ini dibutuhkan pula pemenuhan terhadap elemen-elemen perancangan kota yang dapat menunjang aktivitas pemanfaatan tersebut. Pengamatan lapangan yang dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan ruang koridor jalan melalui pendekatan environmental behavior dengan menggunakan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Kondisi eksisting akan diidentifikasi yang selanjutnya akan dianalisis pemanfaatan ruang koridor jalannya. Pendekatan behavioral mapping yang diaplikasikan dalam pemanfaatan ruang koridor jalan, disesuaikan dengan teori-teori dari Hamid Shirvani tentang elemen-elemen perancangan kota khususnya sirkulasi (jalur pejalan kaki dan sirkulasi kendaraan), fasilitas parkir, dan pedagang kaki lima.Kata kunci: ruang koridor jalan, fungsi bangunan, pemanfaatan ruang
Balai Materia Medica di Batu (Perancangan Ulang dengan Penerapan Prinsip Konservasi Air) Isnaeni Nur Tafliha; Agung Murti Nugroho; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai Materia Medica merupakan salah satu pusat penelitian tanaman obat yang ada di Jawa Timur. Seiring dengan adanya Program Nasional Pengembangan Obat Alam yang diselenggarakan oleh pemerintah, terdapat rencana perancangan ulang Balai Materia Medica. Proses perancangan tersebut dilakukan dengan menimbang aspek fungsional bangunan serta permasalahan lingkungan. Salah satu permasalahan lingkungan yang ada di kota Batu adalah adanya alih fungsi area hijau sehingga menyebabkan jumlah sumber air bersih menurun. Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan fungsional Balai Materia Medica yang meliputi kegiatan penelitian, pengembangan, perawatan, dan pengolahan tanaman obat. Berdasarkan keterkaitan kedua aspek tersebut, maka perancangan ulang Balai Materia Medica dilakukan dengan menerapkan prinsip konservasi air. Artikel ilmiah ini membahas perbandingan kondisi eksisting dengan hasil rancangan ulang Balai Materia Medica. Metode yang digunakan adalah evaluasi terhadap hasil rancangan baru sesuai prinsip konservasi air sehingga diperoleh kesimpulan sejauh mana perancangan bangunan dengan penerapan konservasi air dapat menjawab kebutuhan fungsional bangunan dan permasalahan lingkungan pada tapak.Kata kunci: Balai Materia Medica, pusat penelitian, prinsip konservasi air