Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 3 (2016)"
:
17 Documents
clear
Ekspresi Estetika Struktur pada Stadion Sepakbola Arema Malang
Naufal Fastabiq Forilma;
Beta Suryokusumo;
Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (730.847 KB)
Studi ini bertujuan untuk merancang stadion berkarakter menggunakan skemaperancangan ekspresi estetika struktur yang berangkat dari parameter arsitekturhigh-tech dan bionik. Pendekatan ekspresi estetika struktur menghasilkan bentuktampilanbangunan maupun struktur yang simbolik representatif dengan identitasArema. Semua elemen yang mempengaruhi bentuk ditransformasikan menggunakanmetode mixed metaphor. Fase pertama perancangan (target domain) adalahmenggali potensi dan identitas lokal Arema sebagai sumber ide. Fase kedua(metaphor transformation) adalah translasi ide menjadi konsep rancangan. Faseketiga (source domain) adalah hasil dan evaluasi rancangan terhadap parameter.Ekspresi estetika struktur pada rancangan blockplan, form, envelop dan structuraltampak pada: (1) penerapan arsitektur bionik dengan metafor simbol-simbol Aremamelalui bentuk dan struktur stadion yang mengambil figur serta mekanisme struktursistem gerak pada singa; (2) penerapan parameter arsitektur high-tech, yaitu padarancangan fasad yang menampilkan transparency, layering dan movement,penggunaan warna material cerah, ekspos struktur dengan aplikasi struktur ringanserta penyatuan antara ruang luar dan dalam; (3) penerapan ruang-ruangmultifungsi pada stadion yang bersesuaian dengan arsitektur high-tech.Kata kunci: Arema, stadion sepakbola, ekspresi estetika struktur
Pusat Olahraga Bunder di Kabupaten Gresik
Ach. Muchlasi Ridho;
Edi Hari Purwono;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.428 KB)
Olahraga merupakan kegiatan peningkatan kesehatan yang rekreatif sebagai bagian dari pendidikan menuju sportivitas, disiplin, dan prestasi. Jumlah penduduk Indonesia yang tinggi merupakan salah satu potensi perkembangan dan prestasi kegiatan olahraga. Tetapi kurangnya sarana dan prasarana dapat menghambat perkembangannya. Pengembangan sarana olahraga yang mewadahi dan terstandarisasi harus segera dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat akan tempat berolahraga. Pengembangan sarana olahraga dapat dilakukan secara mandiri dan terpadu. Perencanaan sarana olahraga harus disesuaikan dengan fungsi kegiatan yang diwadahi sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas, pelayanan, kenyamanan dan keamanan. Perancangan pusat olahraga Bunder ini dapat menjadi solusi dari kebutuhan masyarakat dalam melakukan kegiatan berolahraga khususnya di Kabupaten Gresik. Kebutuhan ruang yang luas dengan sedikit kolom sebagai bagian dari aktivitas olahraga dan pandangan penonton yang tidak terhalangi menuntut desain bangunan olahraga menggunakan struktur bentang panjang. Perkembangan pada dunia arsitektur yang mulai menggabungkan antara estetika pada arsitektur dengan kekokohan pada sistem struktur juga mempengaruhi dari pemilihan jenis strutur bentang panjang yang dipilih. Struktur lipat membentuk lipatan-lipatan kaku yang bekerja secara efisien untuk menyalurkan beban sehingga memungkinkan dicapainya bentang lebar di antara tumpuan-tumpuan yang direncanakan. Permukaan bidang lipat pada sistem ini dapat juga digunakan menjadi fasade bangunan sehingga dapat memaksimalkan fungsi ruang, memunculkan karakter bangunan, penghematan biaya dan bahan bangunan.Kata kunci: olahraga, pusat olahraga, struktur bentang panjang, struktur lipat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Ramah Lingkungan
Bagus Suryo Atmojo;
Herry Santosa;
Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.364 KB)
Angka kelahiran di Indonesia saat ini termasuk cukup tinggi, sehingga harus diimbangi dengan kuantitas tenaga kesehatan yang memadai, sehingga akan timbul angka tingkat kesehatan yang tinggi. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan dapat diciptakan salah satunya dengan pengembangan sekolah tinggi ilmu kesehatan. Saat ini di Indonesia masih sedikit jumlah bangunan yang masuk kategori ramah lingkungan dan diantaranya belum terdapat bangunan pendidikan. Metode desain yang digunakan adalah pragmatik dan kanonik. Metode kanonik diterapkan pada perancangan ruang luar dan ruang dalam bangunan, sedangkan metode pragmatik lebih difokuskan untuk perancangan ruang luar dengan permodelan dalam bentuk dua dan tiga dimensi dengan deskripsi tekstual, sketsa-sketsa dan gambar dokumentasi. Langkah awal adalah dengan melakukan evaluasi bangunan eksisting pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kepanjen, kemudian hasil yang diperoleh digunakan sebagai acuan untuk rencana pengembangan yang disesuaikan dengan standar GBCI (Green Building Council Indonesia). Berdasarkan hasil kajian, ada 4 kelompok variabel atau kriteria desain yang dijadikan sebagai acuan dalam perancangan pada bangunan, yaitu tata masa dan lingkungan bangunan, efisiensi energi dan konservasi air, lingkungan ruang dalam, serta material ramah lingkungan yang akan diterapkan pada rencana pengembangan bangunan STIKES Kepanjen dengan konsep arsitektur ramah lingkungan.Kata kunci: sekolah tinggi, kesehatan, arsitektur ramah lingkungan
Pola Ruang Dalam Rumah Panggong di Kampung Bontang Kuala
Yazid Dwi Putra Noerhadi;
Antariksa Antariksa;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (733.191 KB)
Kampung Bontang Kuala merupakan kampung di pinggiran laut Kota Bontang. Dulunya mata pencaharian utama masyarakat kampung ini adalah sebagai nelayan. Rumah tradisional Kampung Nelayan Bontang Kuala berbentuk seperti Panggung yang terletak di atas permukaan air sungai atau laut sehingga disebut Rumah Panggong. Seiring perkembangan zaman, menjadi nelayan bukan satu-satunya mata pencaharian di kampung ini. Berdagang dan jasa menjadi salah satu alternatif pencaharian saat ini. Hal itu mempengaruhi pola ruang dalam tempat masyarakat itu bermukim. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis pola ruang dalam pada rumah, sehingga ditemukan karakteristik ruang dalam pada bangunan Rumah Panggong. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola ruang dalam Rumah Panggong yang terdapat di Kampung Bontang Kuala.Kata Kunci: pola ruang dalam, Rumah Panggong
Pelestarian Bangunan Masjid Jamik Sumenep
Faridatus Saadah;
Antariksa Antariksa;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.132 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan karakter bangunan MasjidJamik Sumenep yang meliputi karakter visual, spasial dan karakter strukturalbangunan, dan menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunantersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macampendekatan, yaitu metode deskripsi analisis, metode evaluative (pembobotan) danmetode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan MasjidJamik Sumenep ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karaktervisual yang membentuk tampak bangunan seperti pintu, jendela dan dinding. Karakterspasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural denganmenganalisa struktur atap dan dinding bangunan. Setelah ditemukan karakterbangunan tersebut, maka digunakan metode evaluative dan ditetapkan beberapaelemen bangunan yang mempunyai potensial tinggi, sedang dan rendah. Dari hasilpenetapan ditentukan stategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing –masingelemen bangunan tersebut.Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian
Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM Kota Malang (Optimalisasi Sentralisasi Ruang Layanan Utama dengan Pendekatan Sintaks)
Kevin Tjahyono;
Herry Santosa;
Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1463.79 KB)
Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berperan dalam memajukan UMKM dengan fasilitas-fasilitas layanan seperti pemasaran, pelatihan, layanan umum, dan perbankan. Fungsi ruang di dalam PLUT memiliki kompleksitas yang tinggi. Sentralisasi ruang layanan utama membuat ruang-ruang terhubung dan saling berkaitan. Ruang sentral akan menjadi penghubung yang strategis terhadap ruang-ruang layanan utama lainnya. Sentralisasi ruang-ruang layanan dapat memberikan kemudahan terhadap user PLUT. Acuan bagi PLUT diambil dari standar dan hasil studi komparasi bangunan sejenis. Simulasi sintaks pada bangunan studi komparasi untuk mendapatkan hasil nilai integrasi, konektivitas, dan keterjangkauan di dalam bangunan. Nilai integrasi yang tinggi memiliki gambaran jangkauan konektivitas yang dihasilkan PLUT. Acuan studi komparasi digunakan untuk membuat alternatif-alternatif blok massa. Blok massa dengan hasil simulasi terbaik dikembangkan ke dalam bentuk alternatif denah bangunan. Ketiga alternatif denah bangunan dilakukan simulasi sintaks untuk mencari hasil konektivitas dan integrasi yang tertinggi sebagai desain PLUT Kota Malang. Nilai integrasi, konektivitas dan kedalaman dari alternatif desain menjadi acuan dalam menentukan hasil desain PLUT yang optimal. Variabel tetap didapatkan dari kondisi hubungan ruang, susunan, dan jenis ruang di dalam PLUT. Variabel pengubah pada alternatif desain , yakni aspek keterjangkauan yang diukur nilai integrasi di dalam ruang. Alternatif desain dengan nilai integrasi ruang yang terbaik dapat menentukan hasil desain PLUT optimal sesuai dengan pendekatan sintaks.Kata kunci : PLUT, Simulasi sintaks. Sentralisasi, Ruang Layanan
Ruang Transisi pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas
Mochammad Naruseito;
Antariksa Antariksa;
Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.002 KB)
Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi.Kata kunci: ruang, transisi, kekerabatan, mobilitas
Malang Convention Center dengan Pendekatan Estetika Struktur Space Frame
Vania Kristanti;
Ary Deddy Putranto;
Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1589.939 KB)
Peningkatan kegiatan pariwisata di Kota Malang yang memerlukan wadah/tempat diikuti dengan rencana pemerintah mengenai pembangunan fasilitas rekreasi dan hiburan, yaitu Convention Center yang berlokasi di Kedungkandang. Lokasinya yang berada dekat rencana Jalur Lingkar Timur dan merupakan gerbang pintu masuk Kota Malang Bagian Timur mempunyai potensi yang cukup besar terhadap tampilan/fasad bangunan yang akan dibangun. Fasad merupakan bagian terpenting dalam penampilan suatu bangunan dan merupakan unsur yang tidak dapat dihilangkan. Fasad dapat menjadi gambaran tentang kondisi sosial suatu masyarakat dan juga dapat menggambarkan fungsi dan kegiatan yang terjadi di dalam bangunan.Seiring dengan jaman yang berkembang, kini olahan fasad makin beraneka ragam contohnya dengan menunjukkan struktur bangunan. Penggunaan struktur bangunan untuk ditampilkan pada fasad menegaskan bahwa struktur tidak selalu kaku, melainkan dapat memiliki nilai estetika jika diolah dengan baik. Bangunan Convention Center merupakan bangunan bentang lebar, yang perlu adanya penyelesaian teknologi bangunan berkaitan dengan bahan dan sistem stuktur rangka. Bahan dan sistem struktur yang digunakan pada perancangan Convention Center ini yaitu struktur Space Frame. Struktur Space Frame ini tidak hanya menjadi solusi penyelesaian struktur atap bangunan bentang lebar, namun dapat menjadi elemen estetika pada bangunan Convention Center.Kata kunci: convention center, estetika, fasad, struktur, space frame
Partisi Kinetik sebagai Elemen Fleksibilitas Interior pada Kantor Sewa
Mia Permatasari Putri;
Agung Murti Nugroho;
Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1812.962 KB)
Perkembangan ekonomi di Indonesia berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi di sejumlah kota-kota besar termasuk Kota Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Perkembangan ekonomi juga meningkatkan munculnya para wirausahawan baru dalam merintis karir bisnis barunya. Bisnis baru atau yang sering disebut start-up business ini membutuhkan ruang perkantoran untuk menunjukkan eksistensi bisnisnya. Para pebisnis baru ini membutuhkan ruang perkantoran dengan sistem sewa karena kantor sewa memiliki kelebihan yaitu harga sewa terjangkau, lokasi strategis, dan memiliki fasilitas yang memadai. Pada ruang kantor sewa, juga dituntut adanya fleksibilitas ruang untuk dapat mewadahi aktivitas dan kebutuhan ruang yang beraneka ragam dari penyewa. Fleksibilitas pada ruang dapat ditunjang dengan adanya partisi kinetik yang akan memudahkan perubahan tata layout kantor. Berdasarkan permasalahan ini, maka dibutuhkan inovasi berupa perancangan fleksibilitas ruang dengan penerapan partisi kinetik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desriptif kualitatif dan programatis. Penelitian ini akan menghasilkan berbagai macam tatanan layout kantor sesuai jenis kantor yang diwadahi serta memperhatikan standar kenyamanan ruangnya dan menerapkan partisi kinetik untuk menunjang flekisbilitas ruang dalam.Kata kunci: Kantor sewa, fleksibilitas, interior, partisi kinetik
Gedung Kuliah Kedokteran Hewan Kampus II Universitas Brawijaya dengan Konsep Bioklimatik
Adli Bulain;
Agung Murti Nugroho;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1157.72 KB)
Kota Malang merupakan kota dengan iklim tropis lembab dengan udara yang sejuk karena terletak pada dataran tinggi. Potensi geografis dan iklim yang baik di Kota Malang mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk setiap tahun secara pesat sehingga hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan bangunan komersial dan non komersial. Kondisi ini menyebabkan ruang terbuka hijau menjadi berkurang dan menyebabkan peningkatan suhu serta perubahan iklim mikro setempat. Kota Malang memiliki banyak institusi ternama, salah satunya Universitas Brawijaya yang memiliki jumlah mahasiswa sangat padat. Terkait banyaknya jumlah mahasiswa dan pertimbangan aspek lingkungan UB akan menerapkan konsep green campus. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan alternative bangunan yang sesuai fungsi yang ditetapkan yaitu gedung kuliah kedokteran hewan dengan pertimbangan iklim dan kenyamanan bagi penggunanya dengan konsep bioklimatik. Konsep green campus berkaitan dengan kriteria bioklimatik di antaranya orientasi, bukaan jendela, desain dinding, pembayang pasif, lansekap, open plan, dan ruang transisi. Metode perancangan yang digunakan ialah metode programatik dan pragmatik. Sedangkan analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik. Hasil yang diperoleh yaitu aplikasi konsep bioklimatik pada bangunan berperan menurunkan suhu ruangan dan mampu mengatur pencahayaan alami secara efektif sehingga dapat menciptakan kenyamanan termal dan visual bagi pengguna bangunan.Kata kunci: Malang, gedung kuliah, bioklimatik