cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017)" : 52 Documents clear
Tatanan Alun-alun terhadap Pola Ruang Spasial Masjid Jami’ Kota Malang Elsa Intan Pratiwi; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.444 KB)

Abstract

Masjid Jami’ kota Malang merupakan satu-satunya elemen catur tunggal yang diterapkan dalam kaitannya terhadap tatanan alun-alun kota Malang. Berbagai renovasi telah dilakukan pada alun-alun kota Malang, baru-baru ini pada tahun 2015 lalu. Adanya perubahan terhadap tatanan alun-alun kota Malang tentu memberikan dampak terhadap Masjid Jami’ yang merupakan satu kesatuan konsep tata ruang kota Jawa. Hal ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Leary mengenai keterkaitan antara satu bangunan dengan yang lain sehingga perubahan bangunan yang satu akan diikuti oleh perubahan bangunan yang lain. Alun-alun sendiri semakin mengalami pergeseran fungsi dari ruang sakral, yaitu tempat bertemunya ritual keraton dan masjid menjadi ruang publik dengan berbagai fasilitas baru di dalamnya. Penelitian ini membahas tentang pengaruh tatanan alun-alun terhadap pola ruang spasial yang terbentuk pada Masjid Jami’ kota Malang terkait pola aktivitas, waktu dan pelaku aktivitas di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan konsep behavior setting. Diperoleh hasil bahwa terjadi rekondisi konsep awal alun-alun pada waktu tertentu yang disebabkan oleh kultur bahwa masjid dan alun-alun merupakan satu kesatuan, orientasi alun-alun terhadap masjid dan kebutuhan masyarakat terhadap ruang beribadah yang lebih. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan tatanan alun-alun memiliki dampak terhadap perubahan pola ruang spasial Masjid Jami’ kota Malang. Namun, konsep awal masjid dan alun-alun sebagai satu kesatuan ruang akan tetap bertahan dan muncul pada waktu-waktu tertentu dilihat dari pola ruang spasialnya.Kata kunci: pola ruang spasial, behavior setting
Laboratorium Kesehatan Masyarakat dengan Pendekatan Kajian Green Building di Universitas Mulawarman Samarinda Rahmat Khoirul Huda; Agung Murti Nugroho; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1670.249 KB)

Abstract

Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Universitas Mulawarman Samarinda merupakan sebuah tempat yang digunakan sebagai fasilitas penunjang dalam praktikum materi kuliah mahasiswa. Jenis-jenis Laboratorium yang diwadahi di dalam pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarkat terdiri dari Laboratorium Epidemiologi, Laboratorium Gizi Kesehatan Masyarakat, Laboratorium Kesehatan Lingkungan, Laboratorium Promosi Kesehatan, dan Laboratorium K3. Pembangunan Laboratorium ini perlu memperhatikan kondisi lingkungan sehingga dampak dari hasil pembangunan dan aktivitas di dalam Laboratorium tidak merusak lingkungan sekitar pembangunan. Laboratorium Kesehatan ini menggunakan konsep Green Building yang dapat membantu mengurangi dampak bangunan terhadap lingkungan. Konsep Green Building memiliki 6 kriteria penilaian yang masing-masing memiliki kekhususan terhadap kebutuhan bangunan yaitu: Appropriate Site Development, Energy Efficiency and Conservation, Water Conservation, Material Resources and Cycle, Indoor Health and Comfort, dan Building Environment Management. Perancangan Laboratorium Kesehatan dengan menggunakan konsep Green Building ini menjadi salah satu alternative dalam menjaga lingkungan dan sebagai salah satu cara penghematan penggunaan energi bangunan yang berlebih.Kata kunci: Green Building, Laboratorium
Gedung Tempat Pengungsian Bersama di Kabupaten Malang (Studi Kasus : GOR Ganecha Kota Batu) Angga Perdana; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.068 KB)

Abstract

Pengungsian merupakan salah satu aspek terpenting dalam penanganan korban bencana, sehingga dalam keorganisasian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat direktorat penanganan pengungsi yang fokus terhadap berlangsungnya pengungsian baik mulai tahap perencanaan, pemeliharaan hingga penutupan dan evaluasi. Pada saat ini masih banyak tempat pengungsian yang sering tidak nyaman bagi pengungsi sehingga meningkatkan resiko kesehatan terhadap pengungsi yang menempatinya. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa standar yang bisa digunakan untuk mewujudkan tempat pengungsian yang ideal. Salah satu yang bisa digunakan sebagai standar adalah peraturan yang telah berlaku sebelumnya. Dalam pengkajian GOR Ganesha sebagai gedung tempat pengungsian bersama ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan gedung tersebut tidak ideal, terutama dalam aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan bangunan, sehingga diperlukan penambahan beberapa elemen penunjang keselamatan berupa peralatan pemadam kebakaran, sarana penunjang difable, sarana hunian dengan fasilitas velbed, sarana MCK movable, serta sarana pos klinik kesehatan yang bisa diakses 24 Jam. Setelah penambahan elemen tersebut maka gedung GOR Ganesha bisa dinyatakan sebagai gedung tempat pengungsian bersama yang ideal.Kata kunci : gedung, pengungsian, bencana, ideal, BNPB,velbed
Redesain Rusunawa Mahasiswa pada Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan Pendekatan Kenyamanan Termal Sella Ayu Darohma; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.968 KB)

Abstract

Rusunawa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo merupakan universitas berbasis agama Islam yang memiliki berbagai macam perminatan jurusan. Sebagai universitas yang terfavorit, universitas dituntut untuk menyediakan fasilitas hunian berupa rusunawa. Rusunawa dituntut untuk mempunyai tingkat kenyamanan yang tinggi ditinjau dari fungsinya sebagai tempat hunian. Permasalahan utama pada rusunawa yaitu orientasi bangunan dan bukaan menghadap ke Timur dan Barat yang berdampak pada kenyamanan termal yang dirasakan oleh penghuninya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal penghuni rusunawa serta untuk mengetahui rekomendasi desain bangunan yang dapat meningkatkan kenyamanan termal penghuninya. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan pengukuran langsung temperatur, kelembaban, dan kecepatan udara pada sampel kamar yang terpilih. Pembagian kuesioner dilakukan untuk mengetahui sensasi termal, tingkat kepuasan, aktivitas, pakaian yang digunakan, dan perlakuan terhadap buka tutup jendela serta pembayangan internal. Hasil penelitian menunjukkan kondisi kenyamanan termal mahasiswa belum tercapai. Rekomendasi desain yang diberikan yaitu memperluas bukaan 3m2 serta ventilasi 1,3 m2. Kemudian mengganti pembayang eksternal dengan sudut 45⁰ sepanjang 0,9 m. Rekomendasi desain bangunan dibandingkan dengan kondisi bangunan eksisting melalui simulasi digital, hasil rekomendasi dapat menurunkan temperatur udara 0,02⁰C hingga 0,8⁰C. Rekomendasi pada area luar bangunan berupa penambahan area penghijauan serta penggantian paving menjadi grass block.Kata Kunci: Rusunawa Mahasiswa, Desain Pasif, Kenyamanan Termal
Studi Implementasi Konsep Green Building pada Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Baby Arabella Dayantha; Heru Sufianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.483 KB)

Abstract

Untuk mencapai visi misi dan mempertahankan penghargaan lingkungan yang telah diraih Kota Malang, maka salah satu caranya adalah penerapan konsep green buildingyang diawali dengan evaluasi bangunan. Sebagai Kota Pendidikan, Kota Malang memiliki Universitas Brawijaya dengan visi menjadi green campus sebagai landmark perguruan tinggi. Pemilihan objek studi penelitian adalah bangunan pusat administrasi Gedung Rektorat UB, karena konsep green building tampak sangat minim diterapkan, terlihat dari bukaan jendela yang besar tanpa shading device dan kondisi parkir kendaraan yang tidak memadai. Penelitian evaluatif dilakukan mengacu pada standar Greenship Existing Building Version 1.1-GBCI, dengan cara observasi pengukuran langsung, simulasi tingkat pencahayaan dan wawancara evaluasi.Standar tersebut terdiri dari 6 kriteria utama yaitu Appropriate Site Development, Energy Efficiency & Refrigerant, Water Conservation, Material Resources & Cycle, Indoor Air Health & Comfort dan Building & Enviroment Management.Setelah dilakukan observasi terhadap obyek, diperoleh nilai 17 poin dari seluruh kriteria yang diujikan. Berdasarkan hasil pengujian muncul rekomendasi desain untuk menaikan peringkat menjadi SILVER yaitu 59 poin. Rekomendasi tersebut antara lain adalah penataan area tapak, konservasi air, penghematan energi dan peningkatan kenyamanan akustik.Kata kunci:Gedung Rektorat UB, Greenship EB-GBCI, rating/sertifikasi.
Aksesbilitas Lansia di Panti Werdha Hargodedali Faurizal Limansyah; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1632.361 KB)

Abstract

Prosentase lansia dari tahun-ketahun semakin meningkat, Hal ini diiringi dengan penurunan dalam berbagai aspek, khususnya aspek motorik. Di Kota Surabaya telah banyak berdiri panti werdha yang menaungi lansia, guna memberikan kehidupan yang lebih sejahtera. Panti Werdha Hargodedali adalah salah satu panti werdha yang dikelola oleh pihak swasta, saat ini jumlah lansia penghuni panti werdha tersebut sebanyak 48 jiwa lansia, sebanyak 20,8% lansia yang tinggal disana memerlukan tongkat/walky stick sebagai alat bantu berjalan. Oleh karena itu lansia seharusnya tinggal dalam lingkup area yang responsif terhadap kondisinya. Dalam kajian ini aspek aksesibilitas pada ruang yang kerap digunakan lansia akan dikaji untuk disesuaikan dengan kondisi lansia yang ada. Pengamatan dimulai dari analisis kondisi eksisting terhadap standar yang berlaku, kemudian dikaitkan dengan perilaku lansia dan hasil dari wawancara pada setiap sampel yang ada. Sehingga dapat disimpulkan prosentase ketidak sesuaian aspek aksesibilitas Panti Werdha Hargodedali dengan kondisi lansia yang ada, selain itu didapatkan juga beberapa titik hambatan yang terjadi pada lansia ketika beraktivitas. Serta memberikan rekomendasi desain yang bersifat penyelesaian masalah yang ada pada area-area yang dominan digunakan lanisa beraktivitas.Kata kunci: lansia, perilaku, aksesibilitas
Evaluasi Konsep Green Building pada Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Saiful Adi Kurniawan; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.997 KB)

Abstract

Fenomena kerusakan alam dan pemanasan global yang sedang melanda bumi ini menghadirkan konsep green building untuk memecahkan permasalahan tersebut. Green building didefinisikan sebagai pendekatan sebuah perencanaan dan perancangan bangunan melalui sebuah proses yang memperhatikan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep green building pada Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya. Evaluasi menghasilkan rating dan rekomendasi yang menjadi acuan kedepannya. Penelitian ini menggunakan standar GREENSHIP NB 1.2 pada pengukurannya. Hasil dari evaluasi, Gedung Layanan Bersama mendapatkan 40 poin dan mendapatkan peringkat BRONZE. Kategori yang menghasilkan poin terbanyak adalah kategori Tepat Guna. Kemudian dari hasil pengukuran kondisi eksisting bangunan dilakukan rekomendasi. Rekomendasi dibagi mejadi dua yaitu rekomendasi desain (arsitektural) dan rekomendasi manajemen (non arsitektural). Total poin setelah dilakukan rekomedasi adalah 74 poin dan mendapatkan peringkat PLATINUM.Kata kunci: Green Building, GREENSHIP NB 1.2, Gedung Layanan Bersama
Kajian Konsep Sanga Mandala pada Pola Tata Ruang Bangunan di Pasar Denpasar Tri Wahyu Diana; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.111 KB)

Abstract

Bangunan pasar merupakan ranah berkumpul, saling tatap muka antar warga, saling tukar dan jual beli barang dan jasa. Pasar di Bali yang biasa disebut dengan “peken” pada zaman dahulu kegiatan jual beli barang dilakukan dibawah pohon bringin. Berkembangnya zaman hingga pasar tradisional yang biasanya dilakukan di bawah pohon saat ini sudah digantikan oleh sebuah bangunan pasar tradisional. Pasar merupakan sejarah dari terlahirnya Kota Denpasar, dimana Kota Denpasar secara administratif dibagi menjadi empat kecamatan, Denpasar Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Dalam pembangunan sebuah pasar diperlukan pendekatan fungsi untuk mengelompokan komoditi-komoditi yang ada dengan menerapkan filosofi dan nilai-nilai yang berkearifan lokal yaitu konsep Sanga Mandala. Karena itu, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersesuaian tata ruang pasar dalam penerapan konsep Sanga Mandala dengan metode dekspriptif evaluatif. Dalam penerapan Konsep Sanga Mandala ditentukan oleh varibel skala tapak dan skala bangunan yang memiliki nilai-nilai ketersesuain disetiap variabel. Sehingga berdasarkan hasil analisis dari empat sampel pasar yang diambil, sampel pasar yang menerapkan konsep Sanga Mandala dengan presentase tertinggi yaitu Pasar Poh Gading, dengan presentase skala tapak 100% dan skala bangunan 84%. Dari hasil tersebut, penerapan konsep Sanga Mandala pada hunian dan bangunan pasar memiliki fungsi bangunan/area yang sama yang bisa diterapkan pada bangunan pasar maupun bangunan lainnya karena fungsi bangunan/area tersebut bernilai mutlak.Kata Kunci: Arsitektur tradisional, pola tata ruang, konsep sanga mandala, pasar
Tingkat Kepuasan Kerja terhadap Tata Ruang Kantor Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang Leonita Dwesti Halim; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.235 KB)

Abstract

Kepuasan kerja adalah keadaan psikis yang dirasakan oleh pegawai baik menyenangkan atau tidak menyenangkan akibat hasil interaksi terhadap lingkungan dimana ia bekerja. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor fisik, faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial. Faktor yang akan diteliti pada penelitian ini yaitu faktor fisik berupa tata ruang kantor. Tata ruang kantor adalah seni mengatur perabotan dan peralatan kantor pada suatu ruang. Tiga aspek pengukuran tingkat kepuasan terhadap tata ruang kantor yaitu aspek perancangan tata ruang kantor, aspek pegawai dan aspek lingkungan fisik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode statistik untuk mengolah hasil data kuisioner dalam bentuk tabel dan grafik serta metode deskriptif untuk menganalisis hasil tingkat kepuasan kerja terhadap kajian teori dan eksisting tata ruang kantor. Objek penelitian yaitu tata ruang kantor pada lantai enam kantor Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang. Tata ruang kantor dapat memberikan dampak positif atau dampak negatif terhadap tingkat kepuasan kerja yang juga berpengaruh terhadap aktifitas operasional pekerja kantor. Oleh karena itu sebaiknya tata ruang kantor perlu lebih diperhatikan.Kata kunci: Tata ruang kantor, kepuasan kerja
Evaluasi Aspek Teknik Teknologis dalam Tekno Ekonomi Bangunan pada Apartemen Taman Melati Surabaya Amalya Putri Yuliansyah; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.898 KB)

Abstract

Tren Apartemen Mahasiswa di Kota Surabaya semakin meningkat tiap tahunnya. Dengan fakta yang terjadi ini, maka dibutuhkanlah suatu strategi dalam perancangan, salah satunya yakni dengan menerapkan Tekno Ekonomi Bangunan yang mencakup aspek teknis teknologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis teknologis pada objek eksisting terpilih, yaitu Apartemen Taman Melati Surabaya @MERR. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari observasi lapangan dengan indikator berupa standar dan acuan empiris yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek teknis teknologis pada Apartemen Taman Melati Surabaya @MERR sudah hampir ideal. Ketidaksesuaian hanya berupa minor, yaitu kurangnya unit parkir mobil, waktu menunggu lift, dan dimensi lobby lift. Kemudian, kekurangan ini diperbaiki dengan rekomendasi desain yang memiliki dampak positif dan negatif, namun pada akhirnya tetap akan menguntungkan apartemen tersebut.Kata kunci: teknis teknologis, tekno ekonomi bangunan, apartemen mahasiswa