Articles
63 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2018)"
:
63 Documents
clear
Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung UKM Universitas Brawijaya Malang
Atika Rossydina Putri Prabawati;
Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1178.564 KB)
Sistem proteksi kebakaran merupakan aspek yang sangat penting dan harus dipenuhi oleh sebuah gedung terutama pada bangunan berlantai lebih dari tiga. Gedung UKM merupakan gedung berlantai 4 yang belum menerapkan sistem proteksi kebakaran. Gedung ini tidak menerapkan tangga kebakaran dan tidak adanya jalur evakuasi keluar bangunan selain pintu masuk. Selain itu, gedung ini memiliki aktifitas penghuni yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pada penelitian ini dilakukan survei lapangan dan evaluasi kondisi eksisting sistem proteksi kebakaran di gedung UKM Universitas Brawijaya. Hasil evaluasi tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan standar Permen PU 26 tahun 2008 tentang Proteksi Kebakaran Bangunan Gedung, SNI dan Neufert Architect Data. Dari evaluasi tersebut diketahui pada gedung UKM terdapat sistem proteksi kebakaran yang belum diterapkan maupun belum memenuhi standard yang berlaku. oleh karena itu, perlu adanya rekomendasi desain untuk memaksimalkan sistem proteksi kebakaran pada gedung UKM Universitas Brawijaya. rekomendasi tersebut berupa penyesuaian program ruang berdasarkan resiko kebakaran pada gedung UKM, perbaikan dan penambahan sistem proteksi kebakaran pada gedung maupun tapak, serta peningkatan manajemen kebakaran.Kata kunci: Kebakaran, Sistem Proteksi Kebakaran, Gedung UKM
Ruang Personal Pemustaka di Ruang Baca Perpustakaan Umum Kota Malang
Iman Hidayatullah;
Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (921.557 KB)
Seiring dengan meningkatnya jumlah pemustaka yang datang mengunjungi ruang baca Perpustakaan Umum Kota Malang, pengelola harus menyediakan fasilitas yang dapat membuat pemustaka merasa nyaman beraktivitas di ruang baca. Ruang baca merupakan fasilitas publik yang disediakan untuk siapa saja yang memiliki kebutuhan akan bahan bacaan dan informasi. Sering kali fasilitas publik tidak memperhatikan kebutuhan ruang personal dari penggunanya. Salah satunya adalah ruang baca di Perpustakaan Umum Kota Malang ini. Berdasarkan observasi awal peneliti, terdapat tatanan perabot yang masih tidak memenuhi akan kebutuhan ruang personal dari pemustakanya. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ruang personal dari pemustaka tersebut ketika beraktivitas di ruang baca Perpustakaan Umum Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik place centered mapping dan pengukuran jarak interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang personal pemustaka dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tatanan perabot, jenis kelamin, jarak interaksi, dan juga jenis pemustaka.Kata kunci: ruang personal, pemustaka, ruang baca
Faktor-Faktor Penentu Kualitas Desa Wisata Kungkuk Punten Batu sebagai Destinasi Wisata Pedesaan
Nerisa Arviana;
Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1248.918 KB)
Alternative tourism menjadi isu sentral yang berkembang sejak tahun 2000, hal ini disebabkan oleh pembangunan top up wisata buatan di Kota Batu yang mulai mendesak lahan-lahan pertanian. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah Kota Batu untuk melakukan penggalian potensi terhadap kawasan strategis pariwisata dengan mengembangkan desa-desa di Kota Batu menjadi destinasi wisata pedesaan atau lebih dikenal dengan desa wisata. Desa Wisata Kungkuk Punten Batu berkembang secara mandiri, hal ini menyebabkan timbul berbagai permasalahan terutama pada kualitas Desa Wisata Kungkuk. Tidak adanya peran dari perencana spasial maupun lansekap kawasan menyebabkan kurang diperhatikannya kualitas komponen desa wisata dan fisik kawasan sehingga tidak dapat mendukung kegiatan wisata. Penelitian ini menggunakan mix method kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan penyebaran kuisioner terhadap wisatawan Desa Wisata Kungkuk. Analisis eksplanatori digunakan untuk menganalisis dua aspek utama yaitu aspek komponen desa wisata dan aspek fisik kawasan. Analisis thurstone score dan faktor digunakan untuk mengetahui kualitas dan faktor-faktor penentu dalam penataan Desa Wisata Kungkuk. Pada kesimpulan digunakan teknik tabulasi kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian merupakan rentang kualitas Desa Wisata Kungkuk dan faktor-faktor penentu yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas Desa Wisata Kungkuk sebagai destinasi wisata pedesaan.Kata kunci : desa wisata, kualitas, faktor-faktor.
Konsep Green Building pada Desain Sport Center Kampus II Universitas Islam Negeri Malang di Kota Batu
Adrian Thesza Permana;
Subhan - Ramdlani;
Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.482 KB)
Universitas Islam Negeri Malang merupakan salah satu universitas besar di kota Malang. Perencanaan pengembangan kampus II Universitas Islam Negeri Malang ini sendiri dimulai dari hasil lelang pada September 2014 lalu yang kemudian menghasilkan sebuah masterplan kampus II yang berlokasi di kota Batu. Salah satu bangunan yang menjadi konsep pengembangan kampus II ini adalah sebuah Sport Center. Tujuan dari sebuah Sport Center sendiri adalah sebuah bangunan yang difungsikan sebagai sarana olahraga untuk menjaga kesehatan pengguna bangunannya, oleh karena itu konsep Green Building merupakan konsep yang tepat karena konsep ini bertujuan agar desain bangunan dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga menciptakan lingkungan yang sehat bagi pengguna bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konsep Green Building yang tepat dan dapat diterapkan pada bangunan Sport Center. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang menjelaskan aplikasi konsep Green Building pada desain Sport Center. Hasil yang dicapai adalah sebuah bangunan olahraga yang mampu memenuhi kriteria Green Building dari GBCI dan mampu memperoleh poin yang cukup sebagai penilaian atas konsep yang diterapkan. Diharapkan Sport Center ini dapat menjadi parameter pembangunan gedung olahraga yang tanggap lingkungan. Kata Kunci: Green Building, Sport Center, GBCI
Strategi Pencahayaan Buatan Dinamis pada Ruang Pamer Museum Etnobotani Indonesia
Annisa Karolina;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.075 KB)
Museum Etnobotani Indonesia (MEI) ialah museum bertemakan teknologi tumbuhan yang dimanfaatkan oleh suku-suku di Indonesia sejak jaman lampau hingga pemafaatannya saat ini. Berfungsi untuk menyampaiakn fungsi tumbuhan hingga menyadarkan pentingnya keberadaan tumbuhan di lingkungan, akan tetapi penyampaian pesan dari MEI tidak tersampaikan dengan baik ditunjuakn dengan rendahnya pengunjung MEI. Untuk meningkatkan penyampaian pesan dari museum ini dicetuskanlah eksperimen berupa hubungan antara koleksi, pengamat dan perantaranya. Metode yang digunakan yaitu ekperimen yang menekankan analisis hubungan yang diamati menggunakan logika ilmiah dan disajikan dengan metode kualitatif. Karakter koleksi dikelompokan dalam kelompok bentukan (dua dimensi atau tiga dimensi) dan kelompok besaran (besar, sedang atau kecil) untuk menentukan metode penyajian koleksi agar masing-masing koleksi tersampaikan dengan baik. Kondisi fisik pengunjung museum sebagai pengamat diperhitungkan dalam tinggi titik pengamatan, jarak pengamatan dan lokasi pengamat. Pencahayaan buatan sebagai perantara diperhitungkan berdasarkan besaran cahaya yang direkomendasikan, bentuk cahaya dan sudut cahaya dengan alat bantu simulasi dijital DIAlux 4.12. Hasil dari penelitian ini ialah untuk mencapai pengamatan, pencahayaan dan penyajian koleksi yang baik menggunakan sistem bangunan pintar dengan persepsi kinerja elemen bangunan, pemikiran dinamis dan tindakan karakter komposisi yang menghasilkan beberapa alternatif penyajian koleksi dan jenis pencahayaan sesuai dengan karakter koleksi dan jenis pengamat. Kata kunci: pencahayaan buatan, dinamis, ruang pamer, Museum Etnobotani Indonesia
Tata Ventilasi Alami pada Balai Kota Among Tani Batu
Cindy Lupita Novia Rizki;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.391 KB)
Kota Batu terletak di dataran tinggi dan diapit oleh tiga lereng pegunungan besar, antara lain Panderman-Kawi-Butak, Arjuno-Welirang dan Bromo-Semeru. Hal ini menyebabkan suhu di Kota Batu cenderung dingin dan sejuk, namun potensi iklim tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh bangunan yang baru dibangun di Kota Batu. Contohnya adalah Kantor Balai Kota Among Tani Batu yang menggunakan AC sebagai penghawaan utama. Bangunan ini didukung oleh iklim yang dingin dan sejuk dan tapak yang dikelilingi lahan kosong, sehingga potensi untuk pemanfaatan ventilasi sebagai penghawaan alami lebih besar. Melalui penelitian ini, akan dilakukan identifikasi mengenai ventilasi pada bangunan dan pengukuran yang berhubungan dengan kenyamanan termal pada bangunan, kemudian disimulasikan menggunakan software Autodesk Ecotect 2011 dan Ansys Inc. Pada ruangan-ruangan yang belum memenuhi standar kenyamanan termal, akan dilakukan rekomendasi ventilasi alami dan dibuktikan menggunakan software tersebut hingga dapat menjadi solusi alternatif untuk mengurangi beban AC dan memaksimalkan penghawaan alami pada bangunan. Kata kunci: ventilasi, penghawaan alami
Perancangan Tata Letak Pabrik Pengalengan Ikan Tuna di Sendangbiru
Erwan Budi Kristanto;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.524 KB)
Sendangbiru merupakan kawasan minapolitan yang berada pada daerah pesisir dan memiliki produksi hasil perikanan laut berupa ikan tuna sebesar 6.252,73 ton pada tahun 2016. Pengolahan ikan di daerah Sendangbiru masih sangat minim dan belum adanya pengolahan dalam skala besar. Pabrik yang dirancang menggunakan pendekatan tata letak pabrik karena banyak dari pabrik-pabrik pengalengan yang sudah ada masih memiliki tata leta pabrik yang dirancang dengan tanpa adanya kajian terlebih dahulu sehingga proses produksi terhambat dan menurunkan output produksi, menambah waktu tunggu, serta pemborosan penggunaan areal produksi, gudang, dan servis. Metode perancangan yang digunakan adalah metode programatik yang secara garis besar melakukan analisa desain dengan cara mengkaji dengan beberapa alternatif desain untuk menjawab persoalan desain. Tata letak pabrik dianalisis menggunakan karakteristik tata letak sehingga dapat menghasilkan tata letak yang terbaik dan pabrik pengalengan ikan tuna dapat memproduksi ikan secara optimal dengan hasil alernatif tata letak terbaik dengan nilai 83%. Kata Kunci: tata letak, pabrik pengalengan ikan tuna, Sendangbiru.
Rekayasa Desain Selubung Bangunan untuk Menurunkan Temperatur Udara dalam Ruang pada Bangunan GOR Otista
Nenobi Zahra;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.598 KB)
Salah satu aktivitas yang sedang berkembang di kota Jakarta adalah olahraga. GOR Otista Jakarta Timur merupakan salah satu bangunan yang mewadahi aktivitas olahraga dan berbagai aktivitas lainnya sehingga kondisi temperatur udara dalam ruangnya perlu diperhatikan. Salah satu upaya untuk menurunkan temperatur udara dalam ruang yaitu membuat rekayasa desain selubung bangunan dengan fokus pada bukaan ventilasi, shading device, dan bukaan atap. Rekayasa desain selubung bangunan menerapkan sistem stack effect dengan bukaan ventilasi sebagai inlet dan bukaan atap sebagai outlet. Pada GOR Otista belum menerapkan sistem tersebut sehingga temperatur udara dalam ruang cukup tinggi (29 oC - 34 oC). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif dan menggunakan metode eksperimental dengan simulasi menggunakan software Ecotect Analysis 2011. Rekayasa desain selubung bangunan yang telah disimulasikan dipilih sesuai penurunan temperatur terendah dibandingkan dengan kondisi eksisting. Standar temperatur udara dalam ruang mengacu pada SNI 03-6572-2011 yakni standar yang berlaku di Indonesia. Terdapat 13 rekomendasi rekayasa desain yang telah disimulasikan yang berupa grafik temperatur sebagai penentu dalam pemilihan rekayasa desain. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model selubung bangunan dengan bukaan ventilasi tipe vertically pivoted, shading device panjang 90cm, dan bukaan atap dengan panjang kisi 15cm dapat menurunkan temperatur sebesar 3,0 oC. Kata kunci: temperatur udara, selubung bangunan, gedung olahraga
Sistem Penghawaan Alami Pada GOR Lembu Peteng di Tulungagung
Ngafifatur Rohmah;
Jusuf Thojib
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.482 KB)
Penghawaan alami pada bangunan sangat diperlukan sebagai cara untuk mengalirkan udara salah satunya pada bangunan GOR Lembu Peteng di Tulungagung. Dimana terdapat permasalahan penghawaan dikarenakan kurangnya bukaan pada bangunan GOR. Faktor yang mempengaruhi antara lain letak bukaan, ukuran bukaan dan jenis bukaan. Strategi yang digunakan adalah dengan sistem penghawaan alami yaitu sistem ventilasi silang. Metode yang digunakan yaitu menganalisa bangunan eksisting dan menerapkan rekomendasi sesuai strategi penghawaan yang akan digunakan, tahap selanjutnya adalah menggunakan metode pengembangan Experimental Research dengan menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamic dari software Ansys Workbench. Hasil dari proses simulasi menunjukkan bahwa peletakkan vegetasi berpengaruh terhadap pergerakan angin. Selain itu luas ventilasi minimal 10% dari luas lantai dari ruangan dengan menambahkan bukaan atap, bukaan pada tribun dan bukaan pada dinding arena dapat mencapai penerapan sistem ventilasi silang dan diperoleh kecepatan aliran udara sebesar 0,34 m/s pada area lapangan dengan efek penyegaran berupa penurunan suhu 0,5-0,7 °C dan 0,56 m/s hingga 0,90 m/s pada area tribun dengan efek penyegaran berupa penurunan suhu 1-1,2 °C. Kecepatan tersebut sudah memenuhi kebutuhan aliran udara di dalam ruangan. Kata kunci: sistem penghawaan alami, ventilasi silang, GOR Lembu Peteng
Pola Konfigurasi Ruang Sirkulasi Shopping Center pada Plaza Semanggi, Jakarta
Nur Faragita Anjani;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.221 KB)
Konfigurasi dalam ruang publik adalah hubungan antar ruang yang mewadahi aktivitas publik, dimana hubungan terwujud jika terjadi interaksi yang dapat diidentifikasi dari adanya pergerakan dari satu ruang ke ruang lainnya. Dalam ruang publik seperti shopping center dibutuhkan konfigurasi ruang yang efektif dan efisien agar pengguna ruang dapat memahami ruang dengan baik. Pola jaringan menjadi salah satu komponen penting yang dapat mempengaruhi aspek kualitas ruang yang dalam hal ini berupa permeablitas dan aksesibilitas (Carmona et al: 2003), sehingga ruang yang efektif dan efisien dapat dicapai dengan adanya aksesibilitas yang baik dalam konfigurasi ruangnya, yaitu organisasi ruang dan sirkulasi yang baik. Plaza Semanggi merupakan mixused building di kawasan Semanggi Jakarta Selatan yang di dalamnya terdapat fungsi shopping center. Untuk mengetahui konfigurasi ruang, salah satu pendekatan konsep yang digunakan adalah hubungan ruang (connectivity) dan pencapaian ruang (integrity) pada ruang sirkulasi shopping center Plaza Semanggi. Space syntax digunakan untuk mengetahui hubungan dan pencapaian ruang gerak pengunjung di dalam ruang sirkulasi shopping center Plaza Semanggi untuk menemukan korelasi dari kedua nilai tersebut sehingga diketahui nilai kejelasan ruang (intelligibility). Kata Kunci: Space Syntax, Konfigurasi, Pencapaian, Shopping Center