cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 26 Documents clear
PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP LINGKUNGAN VISUAL DESA WISATA TOMOK, SAMOSIR Ignatius Guido Simbolon
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralihan sebuah desa menjadi desa wisata dapat menimbulkan berbagai faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kawasan tersebut. Bagaimana preferensi wisatawan terhadap lingkungan visual desa wisata menjadi bagian yang penting dalam upaya menjaga keberlangsungan kawasan. Dalam konteks permasalahan tersebut, artikel ini dimaksudkan untuk menyampaikan hasil kajian preferensi wisatawan terhadap lingkungan visual pada sebuah desa wisata, yaitu desa wisata Tomok di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Penelitian ini menerapkan metode observasi dan survei lapangan dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Analisis konten dilakukan untuk memilih stimuli yang menghasilkan dua belas objek amatan dilengkapi dengan poto pada setiap unit amatannya. Rata-rata nilai kesan wisatawan terhadap dua belas objek amatan berada di antara nilai 4.11 – 6.70 dari 7 skala denga nilai hasil akhir rata-rata yaitu 5.93, adapun hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan kesan positif dan tiga kesan negative yang tersebar pada beberapa objek amatan, yaitu Menarik, Unik, Bersejarah, Rapi, Sakral, Informatif, Luas, Berulang, Tidak menarik, Tidak rapi, Sempit.   Kata kunci: Preferensi, Lingkungan Visual, Desa Wisata, Konten analisis.
Keterhubungan Struktur Ruang Kampung Muka Jakarta Utara terhadap Aktivitas Masyarakatnya Annisaa Windahasanah; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengambil teori besar Hillier dalam bukunya The Social Logic Of Space, yaitu natural movement. Teori ini mengaitkan nilai topologi struktur kawasan sebagai suatu prediksi akan pergerakan (aktivitas) yang terjadi pada garis axial (jalan), sehingga membentuk keterhubungan antara configuration (struktur ruang), movement (Aktivitas), dan Attraction (Tata guna lahan). Peneliti bertujuan mencari keterhubungan struktur ruang kampung dan hubungannya dengan aktivitas masyarakat dalam perannya membentuk ruang sosial pemukiman kota. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif (space snytax) dan Metode kualitatif (behaviour mapping place), data dari kedua metode akan disamakan dalam jenis data yang sama lalu dimasukkan dalam analisis SPSS menggunakan korelasi spearman, untuk memperkuat hasil keterhubungan, ditambahkan wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan ruang sosial Kampung Muka memiliki karakter dominan, yaitu aktivitas necessary dengan ruang sosial Kampung yang dinamis dan hidup sepanjang waktu dihari libur maupun kerja. Struktur ruang Kampung Muka memiliki hubungan yang signifikan dengan aktivitas masyarakatnya, tingginya nilai Space Syntax suatu axial (connectivity, local integration, dan global integration), keberagaman jenis guna lahan, usia dan gender pelaku akan memengaruhi tingginya intensitas aktivitas dan aktivitas spesifik yang terjadi, sehingga pengetahuan ini dapat menjadi rujukan akan peran penting kampung, sebagai percontohan penataan pembangunan tempat bermukim di Jakarta yang lebih beridentitas lokal.
Pola Pemanfaatan Ruang Warung di Kampung Muka, Jakarta Utara Talidah Safitri Widyanggraeni; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan permukiman Kampung Muka, Jakarta Utara adalah perkampungan yang berada di tengah pusat perekonomian Jakarta dengan lokasi sekitar pinggir rel kereta api. Pertumbuhan kawasan yang pesat membuat ruang terbuka menjadi terbatas. Strategi meruang oleh masyarakat kampung yaitu menggabungkan beberapa fungsi dalam satu ruang, salah satunya terjadi pada warung. Warung pada kampung berfungsi sebagai pusat ruang sosio-ekonomi dan sosio-kultural. Penggabungan ruang terjadi akibat kebutuhan masyarakat dari segi ekonomi dan kebutuhan ruang sosial, dimana masyarakat memiliki hubungan ketetanggaan yang erat. Penelitian bertujuan mengetahui dan merumuskan pola pemanfaatan ruang warung di Kampung Muka, Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif-eksploratif dengan metode observasi behavioural mapping-place centered mapping untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ruang dalam kurun waktu tertentu melalui pemetaan aktivitas. Hasil penelitian didapatkan pola linier dan cluster dari pemanfaatan ruang warung oleh aktivitas masyarakat yang dipengaruhi oleh jenis dan karakteristik setting fisik warung yang meliputi jenis komoditas warung, keberadaan fisik warung, dimensi, peletakkan warung, lingkungan  sekitar, orientasi, dan fasilitas pada warung, serta waktu  yang berkaitan dengan aktivitas rutin masyarakat kampung.
Pengaruh Material Pelapis Ruang Terhadap Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung Quinn Trixie Rizky Adrian; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Aula merupakan salah satu fasilitas sekolah Al-Azhar Syifa Budi Jakarta yang memiliki peran penting dalam kelancaran program sekolah. Letak sekolah yang sejajar jalan raya serta dikelilingi area komersil memberikan sumber bising yang dapat mengganggu berlangsungnya kegiatan dalam ruangan, serta penggunaan material ruang yang dapat memantulkan suara menjadi dengung. Dengan mempertimbangkan kebutuhan aktivitas yang terjadi dalam ruang aula yaitu berbicara dan mendengar, sehingga dibutuhkan kenyamanan audial yang baik untuk mendukung kelancaran aktivitas didalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kenyamanan audial ruang aula. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif evaluatif dengan alat ukur kebisingan merk Lutron diletakkan pada 27 titik dalam dan 12 titik luar ruang aula, serta simulasi akustik Ecotect Analysis untuk evaluasi. Didapatkan nilai rata-rata kebisingan masih dalam standar 35-45dB. Sedangkan, hasil pengukuran waktu dengung dalam ruang berada pada 4.30, 3.75, dan 2.99 dimana angka ini tidak sesuai standar Newman 1.3-1.9 detik pada ketiga frekuensi tersebut. Digunakan percobaan penggantian material stuktur ekspos menjadi gabungan dari panel akustik, plafon akustik, dan papan kayu tatal sehingga mencapai standar tersebut dengan angka akhir yaitu 1.80, 1.19, dan 1.16.  ABSTRACT   The hall is one of Al-Azhar Syifa Budi Jakarta school’s facilities that has a big impact to the success of school programs. The school location aligned with the street and surrounded by commercial buildings in which become the source of noises that potentially disrupt the activities inside, along with the interior material that would produce reverberation in the room. Considering the needs of the room which is speaking and listening, therefore need an excellent audial comfort to support the activity inside. The purpose of this research is to find out the hall’s audial comfort. This research uses descriptive evaluative method with Lutron sound-level meter placed in 27 spots inside and 12 outside the hall, and Ecotect Analysis simulation software for evaluation. The result of this research indicates that average ambient noise still according to standard of 35-45dB. While, the results of reverberation time are 4.30, 3.75, and 2.99 in which is higher than it supposed to, according to the Newman standards. The material exchange from exposed structure to the mixed of acoustic panel, acoustic tile ceiling, and cork sheet panel was used in order to achieve the comfort that it needs with the final result of 1.80, 1.19, and 1.16.
OPTIMALISASI PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK MENDAPATKAN KENYAMANAN VISUAL PADA MUSEUM OEI HONG DJIEN DI MAGELANG Rafika Dwi Puspitasari; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum merupakan bangunan yang digunakan untuk memberikan suatu informasi pada objek tertentu. Agar informasi tersampaikan dengan baik maka dibutuhkan penerangan yang jelas. Pencahayaan buatan merupakan sistem penerangan yang tepat karena dapat diatur dan penyebaran merata. Salah satu museum dengan menggunakan pencahayaan buatan sebagai sistem pencahayaan utama dan tunggal adalah museum Oei Hong Djien (OHD) yang berlokasi di Magelang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kenyamanan visual  ruang berdasarkan kualitas pencahayaan buatan dalam aspek fungsional dan estetika dengan teknik pengidentifikasian sistem cahaya, pengukuran lapangan, dan pengisian kuesioner untuk mendapatkan kualitas sistem pencahayaan buatan yang sesuai. Berdasarkan penelitian yang menggunakan metode secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menunjukan bahwa museum OHD sudah cukup mencapai tingkat kenyamanan visual dengan pertimbangan saran sebagai penyempurnaan kenyamanan dalam aspek fungsional dan estetika. Beberapa hal yang disarankan dalam penyempurnaan kenyamanan visual pada museum OHD adalah penambahan intensitas cahaya, pengaturan sudut cahaya. penggantian jenis lampu menggunakan LED juga penggantian warna langit - langit menjadi warna putih.
Strategi Pencahayaan Alami SMKN 2 Kraksaan Kabupaten Probolinggo Shabrina Ayu Lazuardi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan visual manusia pada proses belajar-mengajar di sekolah. Dalam hal ini orientasi bangunan, posisi, dimensi, material dan jenis jendela serta pembayang matahari menjadi suatu penentu dalam menentukan kualitas pencahayaan alami dalam ruang. Tingginya tingkat pencahayaan dan kurang meratanya distribusi cahaya dalam ruang dapat menimbulkan ketidaknyamanan proses belajar-mengajar, termasuk di SMKN 2 Kraksaan. Beberapa massa bangunan berorientasi barat-timur diantaranya kelas teori teknik elektro industri 3, ruang gambar teknik gambar bangunan 2, dan ruang bengkel teknik kendaraan ringan. Ketiga ruang tersebut memiliki permasalahan pada posisi jendela barat-timur, luas jendela melebihi standar rasio ruang, penggunaan material clear glass pada jendela, serta kurangnya dimensi pembayang matahari. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode eksperimental untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel serta mengetahui layout tingkat dan distribusi cahaya pada ruang sampel. Berdasarkan hasil analisa visual, pengukuran lapangan, simulasi rekomendasi, dan analisis menunjukkan bahwa tingkat dan distribusi cahaya alami pada ketiga ruang telah memenuhi standar. Rekomendasi desain meliputi perubahan dimensi dan posisi jendela, material kaca, dan tipe pembayang horizontal dan vertikal. Persentase zona nyaman ruang kelas mencapai 81,8% dengan rata-rata 297 lux, ruang gambar 64,3% dengan rata-rata 778 lux, dan ruang bengkel 66,5% dengan rata-rata 824,6 lux.
Kualitas Objek Properti Kawasan The West Area Perumahan Permata Jingga Malang anastya husnasurya; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Banyaknya penduduk di Kota Malang dengan kebutuhan akan rumah sebagai tempat tinggal terutama rumah dengan lokasi yang strategis seperti lokasi perumahan.  Perumahan Permata Jingga merupakan salah satu perumahan dengan lokasi di tengah Kota Malang yang memiliki satu area Kawasan di dalam perumahan yang berbeda dibandingkan dengan Kawasan lainnya di dalam perumahan yang perlu ditinjau lebih dalam lagi perbedaan dan keunggulannya, terutama dasar dimana perumahan selalu dilandasi atas dasar kemudahan jangkauan antara lokasi tempat tinggal dengan fasilitas penunjang kehidupan berupa kemudahan akses (accessibility), kenyamanan (aminity), serta ketersediaan infrastruktur (availability). Untuk menganalisis kualitas dalam perumahan digunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif evaluatif yang dibatasi pada Kawasan The West Area perumahan Permata Jingga.  Penggunaan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan narasumber yang merupakan penghuni perumahan dan pihak developer.  Variabel yang digunakan untuk menganalisis kualitas ini dilihat dari kesehatan dan kenyamanan penghuni dan juga ketersediaan juga kemudahan akses bagi penghuni dari sarana dan prasarana pada kawasan di dalam perumahan. Hasil studi yang ditemukan berupa rekomendasi dari kekurangan berupa pemenuhan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi dengan baik sesuai dengan standar yang ada dan juga pemenuhan keinginan dari penghuni.  Sehingga hasil dari rekomendasi dapat membuat penghuni merasa lebih nyaman sesuai dengan tujuan penelitian.   Kata kunci: aminity, accessability, availability   ABSTRACT   Many inhabitant in Malang city need a home as a place to live especially home with a strategic location such as housing. Permata Jingga Housing is one of the housing with a strategic location which has one specific area in the housing compared to the other areas that needs to be reviewed from the differences and excellence, based on the accessible location of residence to supporting facilities such as accessibility, comfort (aminity), and infrastructure availability. Using qualitative method to analyze the quality of the housing with descriptive analysis data restricted to the West Area Permata Jingga Housing for the location. Purposive Sampling method used with the residentials and developer as the interviewees. The variables used to analyze this quality are seen from the health and comfort of the residentials, the availability and accessible facilities and infrastructure for the residentials on the area. The results of the study found in the form of recommendations from the lack of fulfillment of facilities and infrastructures that have not been fulfilled well in accordance with existing standards and also the fulfillment of the wishes of the residentials. So the recommendations can make the residentials feels more comfortable according to the purpose of the research.
Preferensi Setting Fisik Pembatas Ruang pada Ruang Terbuka Publik (Studi Kasus: Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang) Wahyu Kresna Kartika; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Publik merupakan salah satu kebutuhan untuk masyarakat kota. Salah satu elemen yang berkontribusi dalam penilaian kualitas sebuah ruang publik adalah enclosure, pembatas ruang merupakan salah satu elemen pembentuk enclosure.  Pada objek studi kasus, terdapat perbedaan karakter pembatas ruang pada Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang. Sehingga memicu pertanyaan mengenai bagaimana setting fisik pembatas ruang yang sesuai dengan preferensi penggunanya, agar dapat mewujudkan ruang terbuka publik yang sesuai bagi masyarakat. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data preferensi pengguna menggunakan stimuli dan kuesioner berdasarkan dua objek studi kasus, yaitu Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu Kota Malang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa preferensi terhadap setting fisik pembatas ruang dapat bervariasi bergantung pada karakter dan aktivitas yang ada pada ruang terbuka publik tersebut. Dalam mengetahui preferensi penggunanya, terdapat tiga variabel dalam mengukur pembatas ruang yang sesuai bagi masyarakat, yaitu berdasarkan kenyamanan, keamanan, dan keindahan. Ketiganya memerlukan setting fisik pembatas ruang yang berbeda untuk mewujudkannya, yaitu dari aspek material, ketinggian, tipe, dan akses visual. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa pembatas ruang dengan soft-material, ketinggian 30-60 cm, bertipe batas semu, dan dengan akses visual semi bebas merupakan setting fisik pembatas ruang yang dinilai paling baik digunakan pada ruang terbuka publik. Tetapi, setting fisik yang digunakan juga perlu mempertimbangkan karakter dari ruang aktivitas tersebut.
PENGARUH MATERIAL BANGUNAN RUMAH TRADISIONAL MADURA TERHADAP KENYAMANAN SUHU Alfiah Zakiah Aastutik; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tradisional mMadura disebut juga Tanean Lajhang memiliki arti halaman panjang. Rumah tradisional madura memiliki beberapa tipe salah satunya rumah Bangsal. Tipe Bangsal adalah bangunan rumah tinggal yang membutuhkan kenyamanan suhu yang ideal. Salah satu upaya untuk mencapai kenyamanan suhu pada bangunan adalah mempertimbangkan bentuk, dimensi orientasi dan material pada bangunan dan bukaan. Metode yang digunakan pada penelitian berupa deskriptif, kuantitatif dan eksperimental dengan menggunakan sofware Ecotect Analysis 2011 untuk mengetahui data pengukuran lapangan valid atau tidaknya serta mengetahui kinerja kenyamanan suhu udara bangunan melalui rekayasa bentuk, dimensi, bukaan, dan material. Selanjutnya ada rekomendasi desain yang banyak menggunakan alternatif yang mengacu pada standar yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian rumah asli dibandingkan dengan rekomendasi menghasilkan data berupa output dari simulasi ecotect yaitu grafik suhu udara ratarata 24 jam dalam 30 hari sebagai acuan penentu kesimpulan.Kata kunci: Kenyamanan Suhu Udara, Material Bangunan, Batu Kapur dan Kayu, Tradisional Madura,ABSTRACTMadura traditional house also called Tanean Lajhang it’s means long yard. Madura traditional house has several types, one of them is Bangsal house. Bangsal type is a residential building that requires an ideal temperature comfort. One effort to achieve temperature comfort in buildings is to consider the shape, dimension’s orientation and material of the building and ventilation. The method used in this research is descriptive, quantitative and experimental using the Ecotect Analysis 2011 software to find out whether the field measurement data is valid or not and to know the thermal performance of buildings through the engineering of shapes, dimensions, ventilation, and materials. Furthermore, there are many design recommendations that use alternatives that refer to the standards used. From the results of the original home study compared with the recommendation to produce data in the form of output in ecotect simulations, namely the 24-hour average temperature graph in 30 days as a reference for determining conclusions.
Lanskap Budaya Kawasan Wisata Candi Singosari Elan Gajmar; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Candi Singosari merupakan suatu tatanan lanskap budaya yang menyimpan nilai – nilai sejarah di dalamnya. Keberadaan situs purbakala, yaitu Candi Singosari dan Arca Dwarapala yang berada di tengah – tengah pertumbuhan masyarakat yang semakin tinggi diiringi dengan pembangunan, hal ini bisa mengancam tatanan lanskap budaya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui 13 elemen karakteristik lanskap budaya yang terbentuk pada kawasan Candi Singosari, yaitu: sistem dan ciri alam, topografi, organisasi keruangan, tata guna lahan, tradisi budaya, penataan cluster, bangunan dan struktur, tata sirkulasi, ruang terbuka, view dan vista, fitur – fitur air buatan, berskala kecil, dan kawasan arkeologis , dengan metode kualitatif deskriptif. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan karakteristik lanskap budaya kawasan Candi Singosari yang tentunya perlu kerjasama antara pemerintah yang berwenang dengan masyarakat.   Kata kunci: lanskap budaya, karakteristik, kawasan candi singosariSingosari Temple area is a cultural landscape that stores historical values ​​in it. The existence of ancient sites, namely Singosari Temple and Dwarapala Statues which are in the midst of community growth that is increasingly high accompanied by development, this could threaten the order of the cultural landscape. The purpose of this study aims to identify and find out the 13 elements of cultural landscape characteristics formed in the Singosari Temple area, namely: natural systems and features, topography, spatial organization, land use, cultural traditions, structuring clusters, buildings and structures, circulation systems, open spaces , view and vista, artificial water features, small scale, and archaeological areas, with descriptive qualitative methods. It is hoped that this research can contribute to the improvement of the characteristics of the cultural landscape of the Singosari Temple area, which of course requires collaboration between the government authorities and the citizens. Keywords: cultural landscape, summary, characteristics, singosari temple area

Page 1 of 3 | Total Record : 26