cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2021)" : 18 Documents clear
Strategi Pencahayaan Alami Untuk Bangunan Tebal (Studi Kasus: Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan) Adhyaksa Dwipantara; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan alami yaitu memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya utama dengan menciptakan akses ke dalam ruang. Manfaat pencahayaan alami dapat memberikan lingkungan visual yang menyenangkan dan nyaman dengan kualitas cahaya yang mirip kondisi alami di luar bangunan serta strategi penghematan energi. Kondisi eksisting Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan menunjukkan distribusi pencahayaan alami yang masuk ke dalam bangunan gedung olahraga kurang merata karena posisi lubang bukaan yang kurang merata pada sisi dinding bangunan dan dimensinya kurang sesuai sehingga mempengaruhi tingkat kenyamanan visual dalam bangunan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pencahayaan alami untuk bangunan tebal pada objek studi kasus Gedung Olahraga Ki Mageti Kabupaten Magetan yang disesuaikan dengan standar tingkat pencahayaan gedung olahraga. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskripsi yaitu menganalisis secara deskriptif kondisi eksisting bangunan secara fisik yang selanjutnya dibantu dengan software simulasi DiaLux sebagai analisis kuantitatif. Hasil simulasi berdasarkan dengan kondisi eksisting menunjukkan nilai dibawah standar untuk tingkat pencahayaan alami dan nilai WWR (Window Wall Ratio). Selanjutnya merancang beberapa alternatif strategi desain yang hasil akhirnya menunjukkan nilai diatas standar untuk nilai WWR, tingkat pencahayaan, dan tingkat kemerataan cahaya pada bangunan Gedung Olahraga Ki Mageti Magetan.
Identifikasi Penerapan Prinsip Thaharah dalam Tata Ruang dan Sirkulasi pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Erykha Putri Anggraini; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini meneliti adanya prinsip thaharah dalam pada tata ruang dan sirkulasi  pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya. Masjid merupakan tempat ibadah dengan syarat suci baik itu ruang shalatnya, lingkungan, dan manusianya. Pada masjid, tata ruang dan sirkulasi memperhatikan dua faktor, ‘batas suci’ dan pembeda gender. Batas suci di bagi atas area suci dan area tidak suci, sedangkan pemisah gender merupakan bentuk dari pembeda ruang dan sirkulasi bagi pengguna laki-laki dan pengguna perempuan. Sehingga bentuk dari prinsip thaharah yang menjadi fokus peneliti adalah cross circulation. Tujuan dari penelitian mengidentifikasi tata ruang dan sirkulasi pada Masjid, sejauh apa prinsip thaharah itu diterapkan pada bangunan terkait penggunanya.  Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif engan pendekatan induktif.Penelitian ini nantinya akan berguna untuk memahami bagaimana prinsip thaharah pada masjid, dengan memperhatikan batas suci dan pemisah gender. Sehingga setiap elemennya seperti penanda batas suci, tata letak fungsi ruang, pencapaian dan sirkulasi bisa di perhatikan dan ditingkatkan secara optimal pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
IDENTITAS VISUAL PADA MASJID AL – WUSTHO MANGKUNEGARAN SURAKARTA Andi Muhammad Aria Pinandita; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al – Wustho Mangkunegaran mulai dipugar oleh KGPAA Mangkunegaran VII pada tahun 1878-1918 yang dirancang oleh Ir. Herman Thomas Karsten arsitektur asal Belanda, tidak heran meskipun dibangun dalam bentuk arsitektur khas Jawa tetapi juga terdapat banyak pengaruh gaya Kolonial. Adapun Masjid Al – Wustho merupakan masjid yang dijadikan cagar budaya di Kota Surakarta dan teregistrasi dalam sistem registrasi nasional cagar budaya oleh Kementrian Pendidikan Budaya. Oleh karena itu, dengan kemunculan identitas serta karakteristik yang beragam, diperlukan adanya peninjauan dalam identitas masjid pada elemen visual. Kajian ini merupakan media untuk membantu dalam memahami identitas visual Masjid Al – Wustho Mangkunegaran berdasarkan karakter visual yang menjadikan ciri khas sebagai masjid kraton di kota Surakarta. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil akhir analisis ini menghasilkan identitas visual bangunan yang dipengaruhi oleh gaya bangunan yang digunakan. Secara garis besar identitas bangunan masjid Al – Wustho Mangkunegaran dibangun dengan dominasi langgam arsitektur tradisional Jawa pada aspek visual dan juga langgam arsitektur Kolonial. Namun, kedua langgam ini berakulturasi menjadi satu diikuti dengan budaya lokal Surakarta yang menghasilkan bangunan bersejarah yang vital di kota Surakarta.
Evaluasi Desain Pencahayaan Alami Rumah Tinggal Di Bekasi Selama WFH Dalam Masa Pandemi Covid-19 Ratrika Rafhaella; Wasiska Iyati, S.T., M.T.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi Covid-19, setiap orang melakukan pekerjaannya dari rumah. Kebutuhan ruang yang tadinya digunakan untuk beristirahat, mendadak digunakan sebagai aktivitas bekerja. Perbedaan ini menimbulkan masalah baru saat aktivitas yang digunakan di dalam ruang tidak sesuai dengan kebutuhan pencahayaan alami. Penghuni rumah tinggal sebagai subjek yang merasakan kenyamanan memiliki perilaku berbeda sehingga mempengaruhi persepsi mereka terhadap kenyamanan pencahayaan dalam ruang. Penelitian ini akan mengevaluasi kondisi desain pencahayaaan alami serta respon pengguna terhadap kenyamanan visual di rumah tinggal Perumahan Palm Residence Bekasi dalam mendukung aktivitas WFH dan SFH. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif evaluatif melalui beberapa tahapan analisis yaitu analisis visualisasi, pengukuran lapangan, kuesioner, korelasi, dan evaluasi. Hasil data objektif akan dikorelasikan dengan data subjektif sehingga diketahui hasil evaluasi berupa hubungan desain pencahayaan alami dan kenyamanan visual berdasarkan persepsi pengguna dalam mendukung aktivitas bekerja dan bersekolah dari rumah. Hasil penelitian ini mendapati Ruang Tidur Utama termasuk kategori tidak nyaman dengan presentase nilai DF 5,4% sehingga memerlukan rekomendasi desain untuk menurunkan presentase tersebut di rentang kategori nyaman yaitu 2%-3%.
Pengaruh Luas Bukaan Ventilasi Terhadap Lingkungan Termal Pada Masjid Ulul Albab Insan Cendikia Mandiri Andiavi Gilang Pradana; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten yang dekat dengan Surabaya, dan kota pahlawan adalah sebutan dari kota Sidoarjo. Sidoarjo merupakan daerah perbatasan Surabaya dan Gresik, Letak Geografis Sidoarjo berada di daerah yang memiliki daratan rendah dan berada pada dua aliran sungai yang besar, yaitu Kali Mas dan Kali Porong, asal mula keduanya sungai itu merupakan pecahan dari kali Brantas. Oleh karena itu, Sidoarjo dikenal dengan sebutan Kota Delta. Kota Sidoarjo memiliki beberapa masjid yang memiliki desain yang modern untuk memfasilitasi pengguna sekitar untuk beridadah. Seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa masjid yang telah menggunakan desain modern dengan ramah lingkungan dan tidak menggunakan AC, namun letak geografi Sidoarjo dalah dataran rendah dan memeiliki suhu udara yang bisa dikatan hangat – panas. Pada beberapa masjid yang terletak di Kota Sidoarjo tentunya memiliki desain khusus untuk mengatasi dan mengaptasi bangunan dilingkungan hawa panas. Sehingga dengan desain khusus pada daerah yang memiliki suhu rata-rata hangat – panas bisa terasa sejuk dan nyaman saat digunakan untuk beribadah.
Komparasi Morfologi Stasiun Milik Nederlandsch Indische Sooorweg (NIS) Dengan Stasiun Milik Staatsspoorwegen (SS) Aubrey Giandima; Ema Yunita Titisari; Joko Triwinarto Santoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahirnya jaringan rel kereta api bermula dari melimpahnya hasil panen saat Tanam Paksa. Setelah raja Belanda menurunkan maklumat, timbul perdebatan mengenai perusahaan seperti apa yang dapat melakukan bisnis kereta api tersebut. Hasil dari perdebatan tersebut adalah sebuah perusahaan swasta bernama Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS). Akan tetapi, jalur yang dibangun oleh NIS memiliki banyak kekurangan sehingga akhirnya pemerintahan Hindia Belanda mendirikan perusahaannya sendiri yaitu Staatsspoorwegen (SS). Kedua perusahaan memiliki andil yang besar dalam perkembangan kereta api di Hindia Belanda. Dua entitas perusahaan yang berbeda menggunakan strategi yang berbeda dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini tentu menimbulkan morfologi yang menarik untuk dikomparasikan. Penelitian ini membahas karakteristik morfologi stasiun kereta api dari dua perusahaan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui skema komparasi. Variabel morfologi stasiun digunakan sebagai poin komparasi yang lalu dideskripsikan dengan aspek fungsi, bentuk, dan makna. Objek penelitian terpilih untuk dikomparasikan adalah Stasiun Tawang milik NIS dan Stasiun Cirebon milik SS. Hasil penelitian berupa room street sebagai karakteristik stasiun milik NIS dan kesimetrisan yang konstan pada stasiun milik SS.
IDENTIFIKASI PENERAPAN POLA BIOPHILIC DESIGN PADA INTERIOR RUMAH INDEKOS DI KOTA SURABAYA vivi Rahmatika Widyadinata; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola apa saja yang mampu diterapkan dalam interior bangunan dengan fungsi rumah indekos. Penerapan pola biophilic design pada rumah indekos mampu memberi dampak positif bagi psikologis maupun kesehatan manusia dan menciptakan healing environment. Namun untuk menerapkan biophilic design harus memperhatikan batasan dan fungsi bangunan terutama pada bangunan dengan fungsi rumah indekos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan melakukan analisis terhadap penerapan 14 pola design biophilic pada ruang komunal, ruang kamar tidur, ruang kamar mandi, area parkir, dan area dapur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan pola dapat diterapkan dalam bangunan dengan fungsi rumah indekos, namun pada beberapa ruang, diperlukan penyesuaian pola dengan penerapan terbatas dengan memperhatikan fungsi ruang dan juga tingkatan privasi ruang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan pola paling tinggi terdapat pada ruang dengan tingkat privasi yang rendah seperti ruang komunal dan juga area parkir, sebaliknya penerapan pola paling sedikit ditemukan pada ruang dengan privasi yang tinggi, seperti ruang kamar tidur dan kamar mandi.
Rekayasa Pendinginan Evaporatif Lingkungan Termal Rumah Tinggal Azizah Fairuz Basyair; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa hanya memiliki 2 macam musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas umumnya terjadi terhitung dari bulan April hingga September. Terpantau dari data cuaca online BMKG disimpulkan bahwa rata-rata temperature tertinggi pada bulan April 2019 lebih tinggi disbandingkan dengan temperature maksimal April 2017. Warga negara tropis termasuk Indonesia berusaha untuk tetap merasa nyaman di rumah tinggalnya dengan cuaca yang sedang tinggi-tinggi nya ketika musim panas. Beberapa usaha yang dapat dilakukan yaitu memasang pendingin buatan seperti, Air Conditioner (AC), kipas angin, ventilating fan, cooling pack, exhaust fan, atau dengan penghawaan alami seperti tanaman dan evaporative cooler. Evaporative cooler yang terdapat di rumah tinggal berupa kolam nantinya akan dipantau pepengaruhnya sebagai pendingin alami kemudian dibandingkan dengan rumah tinggal tanpa pendingin alami maupun buatan
Membaca Ruang Kosmologi dalam Sumbu Orientasi Sakuren antara Indung-Pangawasa di Kasepuhan Ciptagelar Youla Ela Kafila; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Adat Pancer-Pangawinan Kasepuhan Ciptagelar adalah salah satu masyarakat adat yang masih memegang teguh budaya padi (padi-culture), di mana konsep pasangan dualisme-harmoni. Sakuren hadir sebagai salah satu rujukan konsep kehidupan masyarkat adat Pancer-Pangawinan Kasepuhan Ciptagelar. Konsep sakuren menjadi kritik atas konsep dualisme-antagonistis yang selama ini diidentikkan sebagai konsep sepasang yang saling berlawanan. Pada kenyataanya sakuren hadir sebagai konsep sepasang yang berdampingan, melengkapi, dan mengada. Setiap entitas akan memperkuat entitas lainnya. Terdapat beberapa pasangan sakuren di Kasepuhan Ciptagelar, antara lain adalah sumbu orientasi indung-pangawasa dan bapa-cahaya. Di setiap pasang sumbu orientasi sakuren tersebut memuat sarat makna ruang kosmologis. Dari dua sumbu orientasi tersebut, penelitian ini membatasi pada sumbu orientasi indung-pangawasa. Dengan menggunakan entitas padi sebagai acuan utama, bagaimana relung ruang kosmologi yang terjadi di antara sumbu orientasi indung-pangawasa? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna ruang kosmologi di sepanjang kisah perjalanan sumbu indung ke pangawasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-eksploratif yang bersandar pada pengetahuan aposteriori. Dengan pendekatan etnografi melalui paradigma induktif, makna dibahas secara diakronik. Hasil penelitian ini menujukan bahwa sakuren memiliki makna ruang kosmologi yang terikat erat pada konstanta waktu-ruang. Ruang bergantung pada waktu. Selama proses memahami akan muncul relasi antara waktu-ruang. Relasi itu mengahasilkan makna taksa.
Arsitektur Bioklimatik pada Rumah Vernakular Madura di Probolinggo Bagus Fajar Novianto; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang arsitektur bioklimatik yang terdapat pada rumah vernakular Madura yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Kajian pada arsitektur bioklimatik bertujuan selain mempertahankan eksistensi arsitektur lokal juga untuk mengupayakan pencapaian kenyamanan termal dengan memaksimalkan sistem pasif. Metode penelitian dengan cara kajian visual terhadap komponen bioklimatik, melakukan pengukuran suhu dan kelembapan serta simulasi bangunan untuk mengembangkan komponen bioklimatik agar mencapai kenyamanan termal yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah poin bioklimatik yang dijumpai tidak berbanding lurus dengan hasil pengukuran performa termal rumah. Selain itu ketika suhu luar mencapai suhu diatas standar kenyamanan, suhu dalam rumah juga melebihi batas atas suhu nyaman. Dengan dilakukan simulasi penggantian material pada rumah dengan performa termal yang lebih rendah, didapatkan penurunan suhu dibandingkan sebelumnya saat menggunakan material eksisting.   Kata kunci: arsitektur bioklimatik, kenyamanan termal, material  

Page 1 of 2 | Total Record : 18