Articles
1,492 Documents
Perubahan Tata Ruang Dalam pada Rumah Usaha di Sentra Emping Jagung Pandanwangi Kota Malang
Nandya Rahma Putri;
Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan pengangguran di Indonesia terjadi karena ketersediaan lapangan kerjanya tidak memadai. Oleh karena itu, masyarakat harus mulai berinisiatif untuk membuka lapangan kerjanya sendiri. Salah satunya dapat melalui kegiatan ekonomi UBR (Usaha Berbasis Rumah Tangga). Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan mendukung UBR (Usaha Berbasis Rumah Tangga) dalam program ekonomi kreatif UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yangmana dalam 5 tahun terakhir ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat kawasan Pandanwangi untuk mengembangkan usaha dari potensi hasil panen jagung wilayahnya dan dipusatkan menjadi sebuah sentra usaha emping jagung. Rumah usaha menjadi bentuk adaptasi masyarakat Pandanwangi karena keterbatasan lahan yang ada. Konsekuensinya, pemilik rumah melakukan perubahan tertentu pada tata ruang dalam rumah tinggalnya agar bisa berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus usaha emping jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan tata ruang dalam pada rumah usaha di Sentra Emping Jagung Pandanwangi Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu perubahan tata ruang dalam yang terjadi pada rumah usaha di Sentra Emping Jagung Pandanwangi Kota Malang dikelompokkan sesuai jenis usahanya, yaitu: produksi, distribusi, dan kombinasi.
Penilaian Kualitas Visual Bangunan Bersejarah Dengan Fungsi Cafe Berdasarkan Persepsi Masyarakat : (Objek Studi: Lafayette Coffee & Eatery)
Faradisa Fajri;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Upaya pelestarian bangunan bersejarah di Kota Malang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Khususnya daerah Kayutangan yang merupakan kawasan penting di Kota Malang. Upaya konservasi harus menjadi solusi untuk menjaga dan mendukung kelestarian arsitektur dan tata ruang di kawasan ini. Konservasi ini berfokus pada upaya pemanfaatan kembali bangunan lama agar tidak terbengkalai, baik dengan mengembalikan fungsi lama ataupun menggantinya dengan yang baru. Lafayette Coffee & Eatery merupakan salah satu cafe bergaya arsitektur kolonial yang menerapkan konsep adaptive reuse pada bangunan cagar budaya Gedung Kembar Kayutangan Malang. Perkembangan bangunan mungkin saja terjadi akibat perubahan fungsi dan pemilikan bangunan. Sebagai cafe baru, banyak faktor yang yang mempengaruhi minat konsumen, salah satu adalah kualitas visual bangunan. Penilaian masyarakat terhadap kualitas visual bangunan dapat diukur dari persepsi mereka melalui indera penglihatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas visual elemen arsitektural pada eksterior dan interior bangunan bersejarah Lafayette Coffee & Eatery berdasarkan persepsi masyarakat. Kualitas visual elemen arsitektural pada objek penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan sebesar 36,5% dipengaruhi elemen eksterior dan 60,1% dipengaruhi elemen interior berdasarkan persepsi masyarakat.
Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kelas SMAN 2 Malang
Sinta Wulan Dari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Ruang kelas merupakan fasilitas sekolah yang sering digunakan oleh para siswa. Sebagian besar kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas, olehsebab itu upaya menciptakan ruang kelas yang sehat dan nyaman merupakan salah satu faktor penting yang patut dilakukan khususnya oleh SMAN 2 Malang. Banyaknya keluhan dari para siswa SMAN 2 Malang yang mengeluh bahwa ruang kelas terasa pengap menjadi salah satu penyebab peneitian dilakukan pada objek ruang kelas SMAN 2 Malang. Penelitian berfokus pada evaluasi kenyamanan termal dengan pengukuran pada seluruh ruang kelas SMAN 2 Malang yang berjumlah 30 ruang kelas. Metode penelitian yang digunakan ada dua macam yakni kualitatif dan kuantitatif. Pada metode penelitian kualitatif berfokus pada tinjauan ruang kelas terhadap persyaratan/standar, analisis desain ruang kelas dan analisis desain ventilasi alami ruang kelas. Pada metode penelitian kuantitatif berfokus pada pengukuran faktor kenyamanan termal dan analisis desain bangunan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesimpulan evaluasi kenyamanan termal pada ruang kelas, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam meningkatkan fasilitas ruang kelas pada SMAN 2 Malang. Kata kunci: ruang kelas, kenyamanan termal ABSTRACT Students frequently use the classroom as part of their educational experience. Since the majority of learning activities take place in the classroom, SMAN 2 Malang should place special emphasis on making the classroom a healthy and welcoming environment. One of the reasons for the research on the subject of SMAN 2 Malang classroom was the volume of complaints from students who said the classroom felt stuffy. The research focuses on the assessment of thermal comfort with measurements made in all 30 classes at SMAN 2 Malang. There are two categories of research methods: qualitative and quantitative. The assessment of the classroom in comparison to the requirements and standards, the analysis of the classroom design, and the analysis of the natural ventilation design were the main topics of qualitative research methodologies. The analysis of building design and the assessment of thermal comfort variables are the main focuses of quantitative research methodologies. This study’s findings on thermal comfort in the classroom are anticipated, and they will be taken into account when SMAN 2 Malang improves its classroom facilities. Keywords: classroom, thermal comfort
Penilaian Elemen Fasad Gaya Arsitektur Hunian Berdasarkan Preferensi Masyarakat di Kota Malang
Marshall Tito Adi Widigda;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring berjalannya waktu beberapa gaya arsitektur yang berada di Kota Malang memiliki perkembangan dan telah menjadi tren atau keunikan yang tumbuh di kota itu sendiri, gaya arsitektur itu sendiri antara lain merupakan gaya modern, gaya mediterania, dan gaya klasik. Munculnya berbagai macam gaya arsitektur yang ada membuat banyak pendapat yang berbedabeda dari latar belakang masyarakat. Khususnya pada latar belakang pekerjaan terkadang mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang sebuah desain bangunan. Hal yang menuntun kearah ini merupakan perbedaan dari estetika visual dalam sebuah bangunan hunian. Perbedaan ini dapat membantu arsitek maupun pengembang untuk mengarahkan kepada suatu desain fasade yang lebih reliabel, serta dapat menemukan titik tengah dari kedua masing-masing presepsi. Lingkup dari penelitian ini memiliki fokus dengan latar belakang pekerjaan masyarakat di Kota Malang, karena hal ini mempunyai pengaruh yang berbeda-beda juga dalam pemilihan desain hunian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Penulis harus menyatakan pertanyaan langsung terhadap objek yang dikaji, demi mendapatkan hasil yang akurat dan teruji. Hunian yang memiliki penilaian tertinggi berdasarkan skor rata-rata merupakan hunian bergaya modern karena hunian ini mudah diterima oleh golongan masyarakat akademisi di bidang arsitektur dan masyarakat umum. Kata kunci: Elemen Fasad, Gaya Arsitektur, Preferensi
Keterkaitan Minat Lokasi dan Desain Malang Creative Center Terhadap Bisnis Properti
Angga Davit Tamala;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik Kota Malang, terdapat peningkatan jumlah pelaku perdagangan UMKM dan ekonomi kreatif pada tiap tahun. Seiring dengan terus meningkatnya jumlah perkembangan pelaku perdagangan UMKM dan ekonomi kreatif yang cukup cepat, menyebabkan keterbatasan lahan dan lokasi untuk berdagang. Pemerintah Kota Malang danKomite Ekonomi Kreatif Kota Malang bekerja sama untuk menghasilkan tempat atau bangunan gedung untuk menjadi sarana yang menanmpung kegiatan ekonomi kreatif yaitu Malang Creative Center. Lokasi dan Desain dari bangunan Malang Creative Center dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku ekonomi kreatif sebagai calon dari penyewa atau pengguna bangunan tersebut.Penelitiansini menggunakan metode penelitian penjelasan dengan pendekatan kuantitatif. Penulis harus menyatakan pertanyaan langsung terhadap objek yang dikaji, untuk mendapat hasil yang akurat dan teruji. Lokasi dan Desain Malang Creative Center secara bersamaan memiliki pengaruh terhadap keputusan calon penyewa, dan Lokasi memiliki nilai yang cukup tinggi dalampengaruh terhadap keputusan calon penyewa.Kata kunci: Lokasi, Desain, Keputusan Calon Penyewa
Penerapan Prinsip Transit Oriented Development (TOD) pada Apartemen Cisauk Point di Kota Tangerang Raya
Ananda Rendy Budiman;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerintah membuat kebijakan untuk membangun hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang mencakup apartemen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan non-MBR yang suatu saat menjadi faktor pendorong pada sektor bisnis properti. Pembangunan berorientasi transit (TOD) seperti yang dikandung Calthorpe (1993) awalnya menawarkan kerangka spasial yang dapat diskalakan untuk desain penggunaan lahan terpadu dan penyediaan mobilitas. Menurut Analyst Vibiz Research Center, dampak dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) juga sangat berpengaruh pada sektor investasi properti. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat asing yang masuk ke Indonesia untuk bekerja dan membutuhkan tempat tinggal. Penelitian ini berlokasi di Apartemen Cisauk Point dan memiliki tujuan untuk menganalisa penerapan prinsip konsep Transit Oriented Development (TOD) menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode analisis visual dan pengamatan terhadap kondisi eksisting yang dibandingkan dengan poin poin yang telah di tentukan, kemudian di scoring pada masing-masing poin sehingga didapatkan jumlah scoring untuk dimasukkan ke dalam klasifikasi standar TOD yaitu bronze, silver dan gold (ITDP,2017). Dari 8 prinsip Transit Oriented Development (TOD) yang diteliti, terdapat 2 prinsip yang belum ditemukan penerapannya. Prinsip tersebut adalah bersepeda dan menghubungkan.
Kinerja Selubung Bangunan Untuk Menurunkan Suhu Ruang Kelas Gedung Kuliah Bersama A20 Universitas Negeri Malang
Ardan Agus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Kuliah Bersama A20 Universitas Negeri Malang memiliki dinding kaca yang luas dimana paparan radiasi matahari cukup tinggi sehingga mengakibatkan suhu dalam ruangan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja selubung bangunan dan memberikan rekomendasi desain yang tepat untuk menurunkan suhu dalam ruang kelas Gedung Kuliah Bersama A20 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (data termal ruangan) dan pendekatan kualitatif (data visual bangunan). Teknik pengolahan data dengan metode eksperimental menggunakan Software Ecotect 2011. Pengambilan data dilakukan pada ruang kelas di lantai 3, 4 dan 7. Waktu pengambilan data dilakukan selama empat hari berturut-turut mulai dari tanggal 28 September 2021 hingga 1 Oktober 2021. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan suhu dalam ruang kelas masih diatas standar nyaman menurut SNI-03-6572-2001 dan suhu nyaman Kota Malang. Rekomendasi desain berupa mengganti jenis material kaca dengan nilai SC (shading coefficient) yang lebih rendah dapat menurunkan suhu ruangan secara signifikan. Kata kunci: kinerja termal, selubung bangunan, kenyamanan termal, ruang kelas
Strategi Pendinginan Pasif Bangunan Aula Serbaguna Sekolah Menengah Atas di Kota Malang Melalui Modifikasi Atap
Pramata Alvina;
Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah ruangan. Untuk meningkatkan kualitas termal pada sebuah bangunan, selubung bangunan, ventilasi, material, dan pemilihan warna cat perlu dipertimbangkan guna mengurangi radiasi matahari langsung dan pergerakan angin untuk pendinginan selubung bangunan pada bangunan. Pemilihan objek penelitian yakni Aula Serbaguna Malang didasari karena keluhan yang didapat terkait kondisi termal yang ada pada bangunan dikarenakan tingkat ventilasi yang rendah dan kualitas udara yang pengap dan lembap akibat pemilihan material atap yang menggunakan seng dengan lapisan cat berwarna cokelat tua. Pengukuran lapangan dilakukan untuk memperoleh data temperatur udara, temperatur radian, kecepatan angin dan juga kelembapan pada ruang yang kemudian disimulasikan dan divalidasi menggunakan Ecotect Analysis 2011. Hasil pengukuran dinyatakan valid dengan relative error rata-rata di bawah 15%. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa kondisi lingkungan termal objek penelitian tidak nyaman menurut SNI
Komposisi Fasad pada Bangunan Kawedanan Cendono Kabupaten Kudus
Arief Maulana Hidayat;
Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kawedanan Cendono merupakan salah satu dari tiga bangunan kawedanan di Kabupaten Kudus. Bangunan ini sendiri merupakan bangunan peninggalan pemerintahan Belanda yang kala itu digunakan oleh sebuah lembaga dengan nama kawedanan guna membantu bupati Kudus dalam menjalankan tugasnya. Bangunan ini sendiri telah berusia lebih dari 200 tahun dan diajukan sebagai bangunan cagar budaya oleh tim ahli cagar budaya Kabupaten Kudus. Dalam pengajuannya sebagai bangunan cagar budaya, belum ditemukan adanya kajian terkait fasad bangunan Kawedanan Cendono mengingat pentingnya peranan fasad bagi karakter dan ciri khas sebuah bangunan dan pentingnya komposisi fasad suatu bangunan dalam menggambarkan karakter visual bangunan . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui komposisi fasad pada bangunan Kawedanan Cendono dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Adapun hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa adanya kesinambungan pada komposisi fasad dan elemen fasad bangunan Kawedanan Cendono. Kata kunci: komposisi, fasad, Kawedanan Cendono
Kualitas Visual Koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Ganesha Alif Ramadhan;
Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi merupakan jalan arteri primer dengan fungsi dominan komersial sebagai pusat perdagangan barang dan jasa yang memiliki kepadatan cukup tinggi. Koridor jalan juga dapat membentuk image dari suatu kota yang terlihat dari kualitas visual pada elemen-elemen visual koridor jalannya seperti bangunan, vegetasi, parkir, signage, dan street furniture sehingga perlu adanya penilaian terhadap kualitas visual koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Kualitas visual diukur berdasarkan persepsi masyarakat sebagai pengguna koridor jalan melalui kuesioner online yang menggunakan skala semantic differential dan skala multiple rating serta stimuli berupa foto. Dari hasil analisis dan pembahasan ditemukan bahwa kualitas visual koridor Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi sudah cukup baik. Akan tetapi, masih terdapat variabel belum sesuai dengan standar dan harapan masyarakat seperti enclosure dan coherence. Selain itu, ditemukan juga variabel yang berpengaruh terhadap pembentuk kualitas visual koridor jalan secara keseluruhan yaitu imageability, linkage visual, dan coherence dengan persentase pengaruh sebesar 67,9%.