cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Evaluasi Kualitas Visual Interior Mall Pelayanan Publik Kabupaten Banyuwangi Berdasarkan Persepsi Pengunjung Dharma Bagus
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik hampir secara otomatis membentuk citra (image) tentang kinerjabirokrasi pemerintahan untuk itu kualitas visual interior menjadi sebuah hal yang penting padatempat-tempat pelayanan publik karena juga berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan.Dalam hal seperti itu, elemen interior diharapkan dapat berkontribusi memberikan citra positifdan juga informatif bagi pengunjung mall pelayanan publik dengan menyajikan sebuah interiormall pelayanan publik yang menarik dan berbeda dengan tempat pelayanan publik lainya gunamendukung konsep dari mall pelayanan publik. Dalam persoalan seperti ini persepsipengunjung dinilai menjadi sebuah metode pengukuran yang tepat. Pemilihan objek penelitianyakni Mall Pelayanan Publik Kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui persepsi pengunjung mengenai elemen interior Mall Pelayanan Publik KabupatenBanyuwangi dan mengidentifikasi elemen interior seperti apa yang baik digunakan dalam mallpelayanan publik. Pengukuran persepsi terhadap elemen interior dilakukan dengan menyebarkuesioner secara daring dengan pertanyaan tertutup dengan memperoleh data kuesionerberupa angka penilaian persepsi pengunjung terhadap elemen interior. Penelitian merupakanjenis penelitian kuantitatif dengan metode analisis mean score. Hasil pengukuran variabelelemen interior yang diteliti didadapatkan bahwasanya pengunjung menyukai lantai denganwarna monokrom seperti abu-abu, dinding berupa multiplek dengan lapis HPL motif kayudengan aksen persegi berwarna putih, plafond dengan detail dan ornamen yang eye-catching,perabot dengan penggunaan warna perabot yang cerah dan bervariasi, lampu pengunjungmenyukai lampu dengan penataan yang acak dan untuk aksesoris pengunjung menyukaidengan bentuk yang dinamis seperti bulat atau lengkung.
Evaluasi Rumah Tinggal di Perumahan Azizul Aslam Tangerang Selatan berdasar Pendekatan Rumah Sehat Fadlillah Novianti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi rumah tinggal yang memiliki kondisi lahan yang kurang mendukung di Perumahan Azizul Aslam, Tangerang Selatan berdasar pendekatan aspek fisiologis rumah sehat. Penelitian dilakukan dengan membandingkan unit amatan aspek fisiologis 5 rumah tinggal, terhadap kriteria yang dibuat berdasarkan studi literatur dan regulasi rumah sehat secara kualitatif dan dianalisis secara deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, aspek fisiologis dari 5 rumah tinggal di Perumahan Azizul Aslam yang memiliki kondisi lahan yang kurang mendukung masih belum sesuai terhadap kriteria aspek fisiologis rumah sehat yang ada dengan rata-rata presentase kurang dari 50% dan 5 rumah tinggal masih membutuhkan banyak peningkatan. Kata Kunci: Rumah Tinggal, Rumah Sehat, Aspek Fisiologis
Kualitas Ruang Terbuka Publik Kawasan Velodrome Kota Malang Menggunakan Publi Space Quality Index (PSQI) Tengku Hanif Maulana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka merupakan suatu area yang tidak memiliki penutup secara fisik. Pada umumnya, ruang terbuka merupakan sebuah bentuk ruang yang berfungsi sebagai wadah aktivitas oleh manusia pada udara terbuka. Beberapa fungsi ruang terbuka publik yang berhubungan dengan eksistensinya (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) serta nilai estetika yang diberikan (lingkungan dan objek) tidak hanya sebatas untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekitar dan keberlangsungan kehidupan kota namun dapat pula sebagai identitas dan nilai kebanggaan kota itu sendiri. Kawasan Velodrome sebagai ruang terbuka yang menjadi wadah aktivitas di Sawojajar kurang memadai untuk menaungi kegiatan masyarakat di luar ruangan. Maka dari itu diperlukannya suatu kajian mengenai presepsi masyarakat terhadap tingkat kualitas ruang terbuka publik pada kawasan Velodrome Malang untuk mengindentifikasi apakah kualitas ruang terbuka publik kawasan ini telah memenuhi sebagai ruang terbuka publik yang berkualitas dalam mewadahi kebutuhan dan aktivitas masyarakat pengguna/pengunjung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengukuran semantic differential. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya kekurangan terkait aspek yang berhubungan dengan kualitas sebuah ruang terbuka publik yang terdiri dari aksesibilitas dan keterkaitan, pemeliharaan, daya tarik, kenyamanan, inklusivitas, aktivitas dan kegunaan, ketertujuan, serta keselamatan dan keamanan. Secara keseluruhan menjabarkan kualitas kawasan yang kurang baik dan perlu ditingkatkan kembali.
Kualitas Walkability Jalur Pedestrian Jalan TB Simatupang Pasar Rebo Kota Jakarta Berdasarkan Persepsi Masyarakat Putri Ayu Maharani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas walkability jalur pedestrian pada Jalan TB Simatupang Pasar Rebo Kota Jakarta berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan persepsi dari ahli bidang dan masyarakat umum berdasarkan studi literatur dan peraturan pemerintah dengan metode triangulasi yakni secara kuantitatif dan analisis kualitatif untuk membantu mencari masalah secara akurat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kualitas walkability jalur pedestrian pada Jalan TB Simatupang Pasar Rebo Kota Jakarta cukup sesuai standar dengan kriteria kuantitatif berdasarkan persepsi masyarakat dan peraturan yang berlaku, namun saat melakukan penggabungan sinergi dengan kriteria kualitatif dari pernyataan persepsi masyarakat masih ada yang kurang sesuai dan memerlukan peningkatan. Kata kunci: Persepsi Masyarakat, Jalur Pedestrian, Walkability
Keterkaitan Aksesibilitas dan Lokasi Terhadap Nilai Properti Perumahan di Kota Malang Muhammad Ivan Indra Prasetya; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya kebutuhan tempat tinggal. Perumahan merupakan salah satu opsi yang paling diminati oleh masyarakat kota untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Terdapat satu faktor yang paling dapat memengaruhi nilai properti adalah faktor lokasi. Semakin jauh lokasi suatu properti dari pusat kota, maka nilai propertinya akan semakin rendah. Selain itu, aksesibilitas ke lokasi menjadi poin pertimbangan konsumen untuk melakukan investasi properti. Aksesibilitas disediakan dengan memperhatikan sejumlah aspek yakni terkait kelayakan, kelancaran, visual, komponen setting hingga yang memiliki kaitan dengan permasalahan sirkulasi. Lingkup dari penelitian ini terfokus pada lokasi aksesibiltas perumahan yang ada di Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang mengharuskan penulis untuk menanyakan secara langsung terhadap objek yang dikaji, untuk memperoleh hasil yang akurat. Perbedaan lokasi dan aksesibilitas dapat mempengaruhi serta membantu dalam menentukan nilai properti yang akan ditetapkan. Kata kunci: Aksesibilitas, Lokasi, Nilai Properti, Perumahan
Telaah Penerapan Tema Interior Kafe di Kabupaten Situbondo Antina Nuliantika; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini populernya gaya singgah di kafe meningkatkan pertumbuhan kafe yang akan menjadi tantangan bagi pelaku bisnis kafe. Suasana menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pengunjung dalam memilih tempat makan. Suasana dapat diciptakan melalui tatanan interior dimana dalam menata interior penggunaan tema menjadi penting untuk menciptakan estetika interior yang selaras dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan tema interior kafe di Kabupaten Situbondo yang memiliki ulasan tertinggi pada aplikasi Google Maps melalui penelitian dengan metode kualitatif dan pembahasan deskriptif. Unit amatan pada penelitian ini adalah lantai, dinding, plafon, perabot dan pencahayaan dengan elemen desain yang diamati adalah warna dan material/tekstur. Hasil menunjukkan bahwa secara garis besar ketiga kafe sama-sama menerapkan tema rustik. Namun pada Conato Café & Bakery lebih dominan menerapkan tema rustik modern dengan sedikit sentuhan tema industrial. Pada Al Café & Kumpul-Kumpul menerapkan tema rustik dengan sedikit sentuhan rustik modern.
Pola Pemanfaatan Ruang Tempat Wisata Kampung Tematik di Kota Malang : (Studi Kasus: Kampung Tridi pada Kota Malang) Amalia Ahsani Mufidah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Tridi merupakan kampung wisata yang ada di Kota Malang dan baru diresmikan pada tahun 2016. Kampung Tidi terbentuk setelah kampung wisata yang ada di seberangnya, yakni Kampung Warna-warni. Hal itu membuat banyak wisatawan mengira bahwa mereka adalah satu kesatuan. Menjadinya sebagai kampung wisata, membuat adanya pola pemanfaatan ruang oleh aktivitas wisata. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang dari Kampung Tridi sebagai tempat wisata. Kehadirannya yang mendadak membuat kurangnya penataan fisik ruang pada kampung, sehingga berdapak pada intensitas aktivitas yang berbeda pada ruang-ruang tertentu dan waktu-waktu tertentu. Penelitian ini diambil saat adanya pandemi Covid-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan teori behavioral mapping dengan teknik placed center mapping. Dilakukan pengambilan data dengan survei lokasi dan dikuatkan dengan wawancara dengan pengelola dan wisatawan kampung serta dokumentasi aktivitas wisata disana. Dilakukan analisis dari data yang telah didapatkan dan dikaitkan dengan teori yang terkait. Didapatkan sintesis dan kesimpulan bahwa terdapat pola pemanfaatan ruang berdasarkan 4 variabel, yaitu pelaku aktivitas, jenis aktivitas, ruang, dan waktu. Serta adanya faktor lain yaitu lokasinya yang berdekatan dengan kampung wisata lain. Intensitas aktivitas paling tinggi terjadai pada hari libur. Kata kunci: Pemanfaatan ruang, kampung tridi, kampung wisata, pola ruang
Kualitas Visual Koridor Jalan Letjen Suprapto Kawasan Kota Lama Semarang Berdasarkan Persepsi Masyarakat Brahmatya Dipowaluyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan Kota besar di Jawa Tengah yang memiliki peninggalan sejarah, salah satunya Kawasan Kota lama yang merupakan Kawasan heritage. Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah koridor Jalan Letjen Suprapto yang merupakan pusat kegiatan di Kawasan Kota Lama dan dikelilingi oleh bangunan cagar budaya yang dimana seharusnya dapat merepresentasikan citra kawasan tersebut, yaitu merupakan kawasan yang dikenal akan kekayaan seni, budaya dan heritage. Kualitas visual koridor diukur oleh persepsi masyarakat dan diukur menggunakan skala semantik diferensial, serta menggunakan foto sebagai stimuli. Survey yang dilakukan berupa kuesioner digunakan untuk mengukur 125 persepsi masyarakat yang berada di koridor Jalan Letjen Suprapto. Hasil dari analisis mean score dinilai baik oleh persepsi masyarakat. Terdapat 3 faktor yang mendasari persepsi masyarakat terhadap kualitas visual koridor Jalan Letjen Suprapto. Faktor Kesatuan (Unity) yang menjelaskan proporsi komposisi bangunan, keterpaduan jalan satu dengan lainnya sehingga terlihat unik. Faktor Keteraturan (Organization) yang menjelaskan tentang kemenarikan ruang yang terbangun dan ruang hijau. Dan juga Faktor Daya Tarik (Attractiveness) keberagaman bangunan yang ada pada koridor jalan Letjen Suprapto sehingga menimbulkan kesan mudah diingat.
Faktor Yang Mempengaruhi Akustik Lingkungan Di Kawasan Heritage Braga Bandung annisa amelia; Wasiska Iyati; Andika Citraningrum; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, lokasi survey berada di kawasan historis Braga Bandung. Penelitian ini didesain untuk menganalisis karakter soundscape dan faktor subjektif yang mempengaruhi evalusi terhadap akustik lingkungan kawasan. Oleh sebab Braga Bandung merupakan salah satu kunci utama dari destinasi wisata yang telah mengalami beragai rekonstruksi akutik lingkungannya. Peelitian ini menggunakan survey lapangan di sepanjang Braga Panjang untuk mendapatkan data tinkat suara dan video VR selama enam periode waktu yang berbeda. Kemudian, seluruh data terkumpul menjdi bahan untuk melakukan kusioner online. Dimana Hasil pengujian pada kuesioner online menunjukan bahwa karakter suara intens dan semarak dominan dengan persentase 9-6%. Uji korelasi terhadap kalibrasi suara dan evaluasi akustik lingkungan menunjukan nilai rasio 0/6 atau tidak ditemukan keterhubungan diantara keduanya. Dalam pengujian korelasi evaluasi akustik lingkungan terhadap faktor psikoakustikal, sosial, behavioral, dan demografi menunjukan korelasi yang variatif dikeenam periode waktu. Lebih lanjut, sumber suara alam dengan persentase 10%-8% dan aktivitas manusia 8%-3% merupakan sumber suara yang terpilih untuk dipertahankan. Kata kunci: Karakter Suara, Akustik Lingkungan, psikoakustika
Evaluasi Sistem Sirkulasi sebagai Sarana Penyelamatan Kebakaran Pasar Kota Gresik Pounty Zenitha Prameswari; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol. 10 No. 4 (2022): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana non-alam yang menempati angka tertinggi di Indonesia, khususnya pada permukiman padat. Salah satu faktor terjadinya kebakaran adalah kurang andalnya sistem keselamatan kebakaran seperti sistem proteksi aktif dan sistem sirkulasi. Mengacu pada SNI-03-1735-2000 tentang Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung, Pasar Kota Gresik masuk dalam kategori 6 yang mana merupakan bangunan perdagangan dengan mobilitas dan aktivitas pemicu risiko kebakaran yang tinggi (penggunaan kompor LPG), serta sistem proteksi kebakaran dan sirkulasi yang terbatas. Penelitian menggunakan metode analisis kondisi fisik di lapangan (sistem proteksi aktif dan sarana penyelamatan) serta simulasi software Pyrosim (analisis ASET untuk mengetahui waktu evakuasi atau penyelamatan yang tersedia) dan Pathfinder (analisis RSET untuk mengetahui waktu evakuasi atau penyelamatan yang tersedia). Hasil akhir dari analisis fisik di lapangan dan simulasi software menunjukkan kurang optimalnya sistem penyelamatan kebakaran Pasar Kota Gresik, seperti pada poin koridor dan akses keluar yang kurang lebar, kurangnya jumlah sirkulasi vertikal, kemiringan tangga yang terlalu curam, kurangnya sistem proteksi aktif seperti hydrant dan APAR, dan tidak adanya denah evakuasi. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan rekomendasi desain arsitektural agar pengguna Pasar Kota Gresik dapat selamat dalam menghadapi situasi kebakaran.