cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Kampung Vertikal pada Kawasan Rawan Banjir dan Lahan Padat dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Muthiah Hannah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ciliwung adalah sungai yang mengaliri banyak perkampungan padat, salah satunya adalah Condet, Jakarta Timur. Lokasinya yang rendah mengakibatkan terkena arus air kiriman dari hulu sungai. Kampung vertikal merupakan konsep hunian yang bertransformasi dari kampung horizontal menjadi tegak lurus ke atas dengan tujuan meminimalisasi penggunaan lahan. Perancangan menggunakan pendekatan Arsitektur Biofilik dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian pada salah satu permukiman yang padat dan kumuh. Metode yang digunakan adalah pragmatisme dengan isu yang didapatkan di lapangan akan dihubungkan dengan 2 kriteria, yaitu kriteria kampung vertikal dan kriteria desain biofilik yang akan dikaitkan dengan proses analisis dan konsep desain dan memunculkan parameter desain untuk menjawab permasalahan.
Perancangan Kembali Taman Waduk Pluit Jakarta Utara dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Salma Nabilah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana perancangan Taman Waduk Pluit Jakarta Utara yang tidak kunjung direalisasikan yang menyebabkan penurunan minat pengguna untuk mengunjungi taman. Untuk meningkatkan kembali minat pengguna, diperlukan perancangan kembali terhadap sarana dan prasarana serta pengembangan potensi taman dengan pendekatan arsitektur yang mengutamakan ekologis dari sebuah taman. Prinsip utama arsitektur ekologi selaras dengan kebutuhan dalam perancangan kembali kawasan. Dalam upaya perancangan kembali kawasan taman dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi dimulai dengan tahap analisis dari dari elemen perancangan kawasan. Analisis tersebut dikaitkan kepada aspek arsitektur ekologi berupa. Hasil analisis tersebut menjadi sintesis yang akan menjadi kriteria dalam konsep desain perancangan kembali kawasan. Konsep desain akan diwujudkan dalam bentuk desain Kawasan Taman Waduk Pluit dengan pendekatan arsitektur ekologi.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN TERMAL PADA RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN TEPIAN KALTARA ABADI DENGAN ELEMEN GREEN INFRASTRUCTURE dhea aurellia; iwan wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di berbagai negara pemanasan global menjadi isu utama yang serius. Pemanasan global mengakibatkan beberapa dampak yang cukup berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia, salah satunya adalah menurunnya kualitas lingkungan termal, yang berpengaruh bagi populasi yang tinggal di wilayah tersebut. Lingkungan atau tempat publik yang memiliki ruang terbuka hijau, memiliki potensi yang lebih besar dalam melawan pemanasan global. Kabupaten Bulungan memiliki ruang terbuka hijau yang unik yaitu Taman tepian Kaltara Abadi dikarenakan letaknya bersebelahan dengan Sungai Kayan. Namun Taman Tepian Kaltara Abadi merupakan taman yang gersang sehingga kualitas lingkungan termalnya perlu ditingkatkan. Penelitian ini akan membahas tentang upaya meningkatkan kualitas lingkungan termal ruang terbuka hijau dengan memaksimalkan keberadaan tutupan lahan dan vegetasi menggunakan aspek elemen green infrastructure. Menggunakan metode deskriptif evaluatif, pengukuran suhu dan kelembapan menggunakan alat Elitech RC4 - HC. yang dimana titik pengukuran ditentukan dari presentase material tutupan lahan hardscape dan softscape. Lalu data yang didapat diolah melalui perhitungan Temperature Humidity Index (THI) dan didapatkan hasil bahwa keadaan kualitas lingkungan termal pada taman jauh diluar batas nyaman, namun ada beberapa bagian taman yang hasil perhitungannya mendekati batas nyaman, yaitu dengan presentase softscape lebih banyak dan keadaan vegetasi lebih baik. Kata Kunci : Kualitas Lingkungan Termal, Ruang Terbuka Hijau, Green Infrastructure. ABSTRACT In many countries, global warming is a serious issue. Global warming causes several impacts that are quite influential on human survival, one of which is the decrease in the quality of the thermal environment, which affects the population in the region. Environments or public places that have green open spaces have greater potential for fighting global warming. Bulungan Regency has a unique green open space, namely the Taman Tepian Kaltara Abadi, because it is located next to the Kayan River. However, Taman Tepian Kaltara Abadi is arid, so the quality of the thermal environment needs to be improved. This research will discuss efforts to improve the quality of the thermal environment of green open spaces by maximizing the presence of land cover and vegetation using aspects of green infrastructure elements. Using a descriptive-evaluative method, measure temperature and humidity using the Elitech RC4 - HC. where the measurement point is determined from the percentage of hardscape and softscape land cover material. Then the data obtained is processed through the calculation of the Temperature Humidity Index (THI), and the result is that the condition of the thermal environmental quality in the park is far beyond the comfortable limit, but there are some parts of the park whose calculation results are close to the comfortable limit, namely with a higher percentage of softscape and more vegetation with good conditions. Keywords : Thermal Environmental Quality, Green open space, Green Infrastructure.
Revitalisasi GOR Ganesha Sebagai Pusat Jajanan Kawasan Alun-Alun Kota Batu Dengan Pendekatan Sustainable Design Kris Giovani Kartika Hapsari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu objek pariwisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah Alun-Alun Kota Batu. Banyaknya wisatawan yang berkunjung memberikan dampak positif, yaituterciptanya lahan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar area tersebut dalam sektor perdagangan. Seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat sekitar dalam berdagang, maka terciptalah Pasar Laron yang berisikan pedagang kaki lima sejak tahun 2016. Banyaknya pedagang kaki lima yang berkumpul dan berjualan di Pasar Laron jumlahnya dari tahun ke tahun semakin meningkat membutuhkan lokasi berdagang yang lebih layak dan nyaman. Bangunan yang sekiranya dapat dipergunakan sebagai wadah yang dibutuhkan tersebut ialah Gelanggang Olahraga Ganesha. GOR Ganesha nantinya akan direnovasi dengan mengangkat konsep revitalisasi dan sustainable building. Metode desain yang digunakan adalah metode desain rasionalisme dengan paradigma studi preseden. Metode desain ini digunakan sebagai alat interpretasi desain yang diaplikasikan pada desain bangunan. Konsep sustainable building dan revitalisasi diaplikasikan pada setiap aspek dari bangunan mulai dari penataan bangunan pada tapak hingga materialnya. Hasil yang didapatkan dari proses perancangan ini adalah sebuah desain solutif dengan desain bangunan yang terdiri dari 5 lantai karena banyaknya PKL yang jumlahnya mencapai 460 perlu ditata kembali pada gedung.
Penerapan Elemen Interior dalam Membentuk Suasana Ruang pada Ruang Kerja Coworking Space Di Kota Surabaya Indhira Shafa Rahmi Mardani; Rinawati P. Handajani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan coworking space yang terus meningkat di Kota Surabaya harus diiringi dengan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna. Suasana interior merupakan salah satu karakteristik terpenting saat memilih coworking space. Penataan desain interior menjadi atribut yang penting untuk dikaji lebih lanjut untuk memaksimalkan suasana ruang pada coworking space. Penelitian ini dilakukan pada tiga coworking space di Kota Surabaya yaitu Satu Atap Coworking Place and Food Station, VISMA Coffee, Art & Coworking Space, dan SUB Co Tierra. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap lima unit amatan pada ketiga objek coworking space, didapatkan hasil bahwa. Suasana ruang yang mencerminkan coworking space sebagai ruang yang inspiratif dapat ditemukan pada Satu Atap dan Visma. SUB Co mengusung konsep minimalis dan memiliki suasana ruang yang lebih tenang dan lega namun kurang mencerminkan nilai kreativitas pada coworking space. Kata kunci: elemen interior, suasana ruang, coworking space ABSTRACT The growth of coworking space that continues to increase in the city of Surabaya must be accompanied by facilities that suit the needs and preferences of users. Spatial atmosphere is one of the most important characteristics when choosing a coworking space. Interior design arrangement is an important attribute to be studied further to maximize the spatial atmosphere in a coworking space. This research was conducted in three coworking spaces in the city of Surabaya, namely Satu Atap Coworking Place and Food Station, VISMA Coffee, Art & Coworking Space, and SUB Co Tierra. The research method uses descriptive qualitative with data collection techniques using observation and documentation. Based on the results of the analysis that has been carried out on the five observation units on the three coworking space objects, the results show spatial atmosphere that reflects coworking space as an inspiring space can be found in Satu Atap and Visma. SUB Co carries a minimalist concept and has a calmer and more spacious atmosphere but does not reflect the value of creativity in coworking spaces. Keywords: interior element, spatial atmosphere, coworking space
Pengaruh Posisi Courtyard Terhadap Lingkungan Termal Ruang Dalam Pada Rumah Tinggal Ardillah Septinia Iwanda; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi lahan yang dilakukan seiring dengan perkembangan kawasan kota telahmenimbulkan kerusakan lingkungan. PERMEN ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 disusununtuk menjelaskan bahwa terdapat perubahan substansi pengaturan ruang terbuka hijaudiantaranya yaitu pemenuhan ruang terbuka hijau yang sebelumnya hanya ditekankanpada kuantitas diubah menjadi ditekankan pada kuantitas dan kualitas ruang terbukahijau. Salah satunya dengan pengoptimalan pekarangan rumah atau courtyard. Posisicourtyard merupakan satu faktor yang efektif dalam mewujudkan lingkungan termal yangnyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi courtyard terhadaplingkungan termal ruang dalam pada rumah tinggal. Objek penelitian dipilih berdasarkanperbedaan posisi courtyard. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif denganpengukuran lapangan berupa kondisi suhu dan kelembapan udara serta metodeeksperimental menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Hasil penelitianmenunjukkan posisi courtyard berpengaruh pada kondisi lingkungan termal ruang dalampada rumah tinggal. Selanjutnya dilakukan simulasi pada rumah dengan kondisi suhuudara yang masih kurang nyaman. Hasil simulasi menunjukkan dengan perubahan posisicourtyrard berpengaruh pada kondisi lingkungan termal ruang dalam pada rumah tinggal Kata Kunci : Posisi Courtyard, Lingkungan Termal, Rumah Tinggal. ABSTRACTThe conversion of land functions carried out in line with the development of urban areas hascaused environmental damage. PERMEN ATR/BPN Number 14 of 2022 was drafted toexplain that there has been a change in the substance of green open space regulation,including the fulfillment of green open space, which previously only emphasized quantity,was changed to emphasize the quantity and quality of green open space. One of them is byoptimizing courtyard. Courtyard position or placement is an effective factor in creating acomfortable thermal environment. This study aims to determine the effect of courtyardposition on the inner space thermal environment in residential house. The research objectwas chosen based on the different courtyard positions. The method used is descriptiveevaluative with field measurements of air temperature and humidity as well as experimentalmethods using the Autodesk Ecotect Analysis 2011 software. The results showed thatcourtyard position has an effect on the thermal environment conditions in the inner space ofthe residence. Furthermore, a simulation was carried out at home with uncomfortable airtemperature conditions. The simulation results show that changes in the courtyrard positionaffect the thermal environment conditions in the inner space of the residential house. Key words: courtyard position, thermal environment, residential house
Accessibility Difficulties Faced by Persons with Phusical Disabilities in Lecture Buildings: Kesulitan Aksesibilitas yang Dihadapi Penyandang Disabilitas Tunadaksa pada Gedung Perkuliahan Salwanda Rachmawari; Triandariani Mustikawati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas pada bangunan publik merupakan aspek yang harus dipenuhi sesuai dengan kebutuhannya tidak terkecuali aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. Bangunan publik yang dimaksud salah satunya adalah bangunan pendidikan. Berbeda dengan jenjang pendidikan lain, karakter pembelajaran pada pendidikan tinggi mengharuskan pengguna untuk menyesuaikan ruang perkuliahan dengan berpindah sesuai kebutuhan. Universitas brawijaya yang telah menerapkan konsep inklusi dalam penyelenggaraan kegiatan perkuliahannya mencatat terdapat 111 mahasiswa penyandang disabilitas yang aktif pada perkuliahan tahun 2022 dengan 23.1% diantaranya merupakan penyandang disabilitas tunadaksa. Penelitian ini berdimensi evaluatif bertujuan untuk mengetahui hambatan aksesibilitas yang dihadapi penyandang disabilitas tunadaksa pada saat melakukan mobilitas untuk perkuliahan. Penelitian ini akan mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi pada partisipan penyandang disabilitas tunadaksa yang menggunakan kursi roda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna kursi roda mengalami kesulitan pada elemen sirkulasi yang berhubungan dengan perpindahan elevasi dan perpindahan antar ruang.
Redesain Stadion Anjuk Ladang sebagai Fasilitas Olahraga di Kabupaten Nganjuk dengan Pendekatan Konsep Berkelanjutan Fery Eko Saputra; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Anjuk Ladang merupakan fasilitas olahraga utama di kabupatenNganjuk. Tujuan utama dari perancangan ini adalah menyelesaikanpermasalahan yang didapat dari isu dan observasi. Permasalahannya adalahkurang layaknya kondisi dari bangunan dan wacana untuk melakukanrenovasi. Dengan menerapkan konsep berkelanjutan yang merupakan standaryang telah ditetapkan oleh federasi sepakbola dunia serta sesuai denganbeberapa permasalahan yang muncul pada bangunan stadion. Metodeperancangan yang digunakan yaitu metode empirisme. Proses Perancanganmenggunakan parameter standar dari federasi sepakbola dunia yaitu FIFA dankriteria penilaian dari lembaga konsep berkelanjutan yaitu GSAS kemudianmenyeleksi kriteria dari parameter berdasarkan potensi daerah. Hasilperancangan yaitu desain stadion yang sesuai dengan standar dari FIFA dankonsep berkelanjutan yang didapat berdasarkan kriteria desain yangditentukan.
Rumah Tumbuh Modular di Kota Surabaya Lalu Yodit Dwi Anggara
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data BPS, Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap HunianYang Layak dan Terjangkau sebesar 59,54% di tahun 2020 dan 60,90% di tahun2021. Permasalahan ini diperkeruh dengan banyaknya area kampung kota denganbeberapa masalah seperti tidak tertatanya bangunan dan berhimpitan serta aksesjalan yang lumayan kecil, kebanyakan dari masyarakat kampung kota enggan untukberpindah ke rusun yang telah dibuat oleh pemerintah karena jauh dari tempatmereka mencari nafkah. Salah satu solusi yang dapat menyelesaikan permasalahhunian ini adalah rumah tumbuh modular yang dapat dikatakan memiliki biayakonstruksi yang cukup murah daripada rumah konvensional dan dapat berkembangsesuai keinginan dan kebutuhan. Struktur tumbuh modular hunian ini sangat cocokbagi hunian di Kota Surabaya yang mana mendapat predikat kota terpadat di JawaTimur. Untuk perancangan rumah tumbuh modular ini menggunakan metodepragmatisme agar mendapatkan hasil yang terbaik dengan predictive modelling. Hasildesain berupa rumah tumbuh secara horizontal pada tahap 2 dan vertikal pada tahap3 yang menggunakan struktur modular terpilih Rimae yaitu panel beton pracetakyang memiliki 5 jenis panel struktur sebagai kolom dan balok serta 6 konektorsebagai penyambung antara panel struktur dengan setiap modul hunian sebesar 5,05x 9,85 m, dan setiap modul bersama sebesar 9,3 x 4,25 m dan 5 x 3,95 m.
Perancangan Asrama Mahasiswa Universitas Darussalam Kampus Putri dengan Penerapan Desain Bioklimatik Ilham Satriyo Pinandito
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Darussalam Gontor terdorong untuk mengembangkan kampusnya seiring dengan bertambahnya mahasiswa setiap tahunnya. Asrama Mahasiswa adalah bagian dari masterplan bangunan. Universitas Darussalam Gontor membutuhkan asrama karena merupakan universitas yang berbasis asrama. Setiap mahasiswa harus tinggal di asrama selama kuliah. Ada banyak kasus di mana pembangunan asrama mahasiswa hanya berfokus pada kapasitas dan biaya, tanpa mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan penghuni. Dengan menerapkan prinsip bioklimatik dalam desain asrama mahasiswa, masalah ini dapat diselesaikan. Dengan menerapkan prinsip ini, bangunan asrama dapat mengoptimalkan potensi lahan dan mengatasi masalah kenyamanan pengguna dengan mengurangi penggunaan pengondisian buatan, yang menghemat energi. Metode empirisme digunakan dalam desain asrama mahasiswa ini. Metode ini menggunakan dasar pengalaman, hasil percobaan, dan hasil penelitian sebelumnya. Data kemudian diubah menjadi konsep desain. Hasil desain asrama adalah Fakultas Kedokteran dan Fakultas Umum, masing-masing menggunakan parameter bioklimatik yang disesuaikan dengan potensi lokasi yang akan dibangun. Ini memungkinkan untuk mengatasi masalah kenyamanan dan kesehatan dengan mengoptimalkan potensi lokasi.