cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Elemen Penyusun Taman terhadap Lingkungan Termal Ruang Dalam Bangun Café di Kota Malang Kiara Angela Pranoto; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan suhu udara yang terus terjadi menjadi suatu permasalahan di Kota Malang, sehingga adanya taman pada bangunan dapat menjadi solusi karena taman mampu mengatur iklim mikro, menyerap cemaran udara, dan memperbaiki kualitas udara. Hal ini menyebabkan para pemilik café berlomba-lomba untuk mengaplikasikan taman pada bangunan café agar bangunan memiliki kenyamanan termal yang baik sehingga pengguna tetap merasa nyaman dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif untuk menguji adanya pengaruh dari elemen penyusun taman terhadap lingkungan termal ruang dalam bangunan café dengan dilakukannya pengukuran lapangan berupa suhu udara dan kelembapan udara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa luas tiap elemen penyusun taman dan pemilihan material penyusun pada taman mampu mempengaruhi kondisi termal pada ruang dalam bangunan café. Kata kunci: lingkungan termal ruang dalam, elemen penyusun taman ABSTRACT The constant increase in air temperature is becoming a problem in Malang City, so the presence of gardens in buildings can be a solution because gardens were able to regulate the microclimate, absorb air pollution, and improve air quality. This has caused café owners to compete in applying the garden to the café building so that the building has good thermal comfort so that users continue to feel comfortable in the long term. The research used descriptive and evaluative method to determine the effect of the elements of the garden on the indoor thermal comfort by measuring air temperature and humidity. The results of this research showed that the area of each element of the garden and the selection of materials on the garden were able to affect the indoor thermal comfort of the café building. Keywords: indoor thermal environment, elements of the garden
Penilaian Kualitas Elemen Visual Fasad Bangunan Ritel di Kawasan Cove at Batavia PIK Berdasarkan Preferensi Masyarakat Hapsya Shecarina Julianingrum; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya bisnis ritel outdoor di wilayah Jabodetabek yang menjadi pusat ekonomi dan keuangan Indonesia sejalan dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang kini cenderung lebih suka untuk berada di luar ruangan. Salah satu kawasan ritel dengan konsep outdoor adalah Kawasan Cove at Batavia PIK yang hadir dengan mengadaptasi konsep desain yang sejalan dengan gaya hidup masyarakat masa kini sehingga menjadi destinasi wisata yang populer karena mengusung konsep bangunan ritel outdoor dan modern yang berada di tepi pantai. Hal tersebut sejalan dengan fenomena swafoto yang terjadi pada masyarakat yang berkunjung dan mengakibatkan kunjungan yang berulang. Adanya keberagaman tampilan fasad bangunan ritel yang menarik akan memberikan suatu kesan visual tersendiri yang nantinya akan menciptakan suatu preferensi bagi masyarakat selaku pengguna serta target utama suatu bangunan ritel untuk dapat memperoleh penghasilan. Maka, diperlukan preferensi masyarakat sebagai pertimbangan dalam perancangan fasad bangunan ritel. Dalam penelitian ini dilakukan penilaian kualitas elemen visual fasad pada bangunan ritel di Kawasan Cove at Batavia PIK berdasarkan preferensi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan preferensi masyarakat, elemen gaya arsitektur dinilai memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap penilaian fasad bangunan secara umum.
Elemen Kualitas Visual Fasad Bangunan pada Pusat Perbelanjaan di Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Masyarakat (Studi Kasus: Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Dan Pakuwon Mall) Chanaria B Frisyanza Sakti; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad berperan penting dalam sebuah objek arsitektural karena memberi kesan pertama kepada masyarakat yang melihat bangunan. Bangunan publik pada kota-kota besar biasanya memiliki daya pikat visual yang tinggi pada fasadnya, salah satunya adalah Kota Surabaya yang berkembang melalui pembangunan fisik seperti penyediaan fasilitas berupa pusat perbelanjaan. Maka dari itu, peran fasad pada bangunan pusat perbelanjaan dinilai penting sebagai daya pikat bagi masyarakat. Dengan adanya keberagaman bentuk fasad bangunan komersial pada suatu kawasan dapat memberikan pengaruh pada tata wajah kota serta berperan penting dalam tata wajah Kota Surabaya. Hal tersebut dapat diidentifikasi melalui bangunan pusat perbelanjaan yang diantaranya adalah Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, dan Pakuwon Mall. Maka dari itu, peran preferensi masyarakat sangat penting dalam penelitian ini agar dapat mengetahui elemen-elemen fasad apa saja yang dinilai paling menarik dari ketiga pusat perbelanjaan tersebut. Pada penelitian ini dilakukan penilaian terhadap elemen kualitas visual pada fasad bangunan pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, dan Pakuwon Mall berdasarkan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa “Gaya Arsitektur” adalah elemen kualitas visual yang dinilai paling berpengaruh secara signifikan terhadap penilaian fasad bangunan pusat perbelanjaan berdasarkan preferensi masyarakat.
Implementasi Arsitektur Biomorfik pada Perancangan Botanical Garden Center di Kawasan Kota Batu Ayavie Dania Anjani; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu merupakan daerah yang didominasi dengan kawasan dataran tinggi sehingga memiliki tanah yang subur dan panorama yang indah. Sektor pariwisata dan pertanian menjadi sektor utama di Kota Batu. Kota Batu memiliki keindahan alam yang menarik dan cocok untuk budidaya berbagai jenis tanaman hias. Potensi ini tercermin dari kekayaan produk pertanian dan banyaknya tempat wisata di daerah tersebut. Namun, pembangunan florikultura di Kota Batu masih menghadapi beberapa tantangan terkait teknologi, sumber daya alam, dan sarana produksi. Perancangan ini juga bertujuan sebagai wadah fasilitas wisata, edukasi, dan penelitian. Konsep dasar yang diterapkan dalam perancangan mencakup rekreatif, konservasi, dan edukatif. Metode perancangan melibatkan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan pengolahan data menggunakan analisis, sintesis, dan hasil desain skematik. Perancangan Botanical Garden di Kota Batu menerapkan tema pendekatan Arsitektur Biomorfik yang dijelaskan ke dalam tiga prinsip. Prinsip pertama adalah prinsip bentuk, di mana bentuk massa terinspirasi oleh bentuk alami. Prinsip kedua adalah prinsip struktur dan material, melibatkan penggunaan struktur dan material yang terinspirasi oleh prinsip-prinsip kekuatan dan efisiensi yang ada dalam alam. Prinsip ketiga adalah prinsip keberlanjutan, dengan memaksimalkan pemanfaatan energi alami dalam bangunan.
Strategi Kenyamanan Termal Musholla Al-Huda di Permukiman Padat Kampung Putih Kota Malang Anifa Yumna Hapsari; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bangunan ibadah mengharuskan bangunannya memenuhi aspek kenyamanan termal untuk mendukung aktivitas beribadah para penggunanya. Bangunan Musholla Al-Huda terletak di tengah - tengah permukiman padat Kampung Putih Kota Malang dengan kurangnya ruang terbuka, jarak antar bangunan yang padat, dan berbatasan langsung dengan Sungai Brantas. Perlu dikajinya strategi desain untuk mengoptimalkan kenyamanan termal pada bangunan berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan simulasi eksperimental menggunakan software Energy2D. Data primer yang diperoleh dengan pengamatan dan pengukuran secara langsung adalah kondisi bangunan eksisting dan data pengukuran berupa suhu, kelembapan, dan kecepatan angin. Ruang area wanita dan ruang lantai 2 memiliki kondisi paling tidak nyaman berdasarkan dari data pengukuran. Setelah dilakukan simulasi pada beberapa alternatif modifikasi, didapatkan bahwa strategi terpilih adalah outlet jenis jendela jalousi 180 x 100 cm dengan inlet jenis vertical pivot dan horizontal pivot 120 x 100 cm. Penurunan suhu pada ruang masih dapat dimaksimalkan dengan menggabungkan strategi modifikasi penghawaan alami terpilih dengan strategi modifikasi penghawaan buatan. Kata kunci: kenyamanan termal, strategi, musholla ABSTRACT A building for worship activities requires that the building fulfills the aspect of thermal comfort to support the activities of its users. Musholla Al-Huda is located in the middle of a dense settlement of Kampung Putih, Malang City with a lack of open space, the distance between dense buildings, and directly adjacent to the Brantas River. It is necessary to study design strategies to optimize thermal comfort in buildings based on Indonesian National Standards. This study uses a quantitative descriptive method with experimental simulations using Energy2D software. The primary data obtained by direct observation are the condition of the existing building and measurement data such as temperature, humidity, and wind speed. The women's area and 2nd floor rooms have the most uncomfortable conditions based on measurement data. After simulating several modification alternatives, it was found that the chosen strategy was a 180 x 100 cm jalousie window type outlet with a 120 x 100 cm vertical pivot and horizontal pivot type inlet. The reduction in room temperature can still be maximized by combining selected natural ventilation modification strategies with artificial ventilation modification strategies. Keywords: thermal comfort, strategy, musholla
Transformasi Bentuk Arsitektur Toraja pada Hotel di Rantepao, Toraja Utara Caroline Angelina Dalipang
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mempertahankan jati diri arsitektur Indonesia menjadi hal yang penting agar hal tersebut tetap pekat dari generasi ke generasi. Selain itu, melestarikan jati diri tersebut diperlukan agar arsitektur di Indonesia tetap memiliki identitasnya. Reaktualisasi arsitektur lokal juga terjadi di daerah Toraja, Sulawesi Selatan. Toraja merupakan salah satu ikon budaya Indonesia yang memiliki identitas kuat dan diminati sebagai destinasi wisata. Untuk menunjang kegiatan wisata yang berada di dalamnya, di Rantepao terdapat beberapa tempat penginapan/hotel yang dapat membawa dan memperkenalkan jati diri arsitektur Indonesia melalui pariwisata. Transformasi pun diperlukan untuk membawa jati diri arsitektur tradisional Toraja pada bangunan hotel tersebut. Dengan menerapkan teori ‘Modern Classicism’ oleh Robert Stern yang kemudian dipinjam dan dimaknai kembali oleh Prof. Josef Prijotomo dalam ranah pengkinian arsitektur nusantara untuk mendapatkan transformasi bentuk arsitektur yang diterapkan pada tampilan visual/ rupa 4 hotel di Toraja Utara yang memiliki unsur arsitektur tradisional Tongkonan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatan transformasi bentuk arsitektur pada keempat objek kasus dapat diidentifikasi dengan menggunakan 6 kriteria yang berasal dari tinjauan, yaitu bentuk dasar dan komposisi, proporsi, struktur dan konstruksi, material dan warna, ornamen dan dekorasi, serta dasar kosmologis/ideologi.
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Kreativitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Dinar Mega Aprilia
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan suatu peristiwa yang tak terhindarkan dan memberikan berbagai macam kerugian. Kejadian kebakaran di lingkungan universitas masih sering terjadi, namun kesiagaan dari pemadam kebakaran dan fasilitas untuk memadamkan kebakaran masih kurang memadai. Universitas Brawijaya memiliki banyak bangunan tinggi di dalamnya, salah satunya yaitu Gedung Kreativitas Mahasiswa. Lokasi Gedung Kreativitas Mahasiswa dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi sehingga cukup sulit dicapai mobil pemadam kebakaran, selain itu sarana jalur evakuasi vertikal berupa tangga darurat pada gedung belum disediakan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis secara visual dan deskriptif mengacu pada Permen PU No. 26 Tahun 2008. Hasil dari analisis menunjukkan penerapan sistem proteksi kebakaran pada Gedung Kreativitas Mahasiswa belum sepenuhnya memenuhi peraturan, seperti tidak tersedianya jalur akses pemadam kebakaran, tidak tersedia eksit terlindung, tidak tersedia APAR, adanya perabot di jalur evakuasi, terdapat pintu dengan arah ayun dan dimensi yang kurang sesuai, dan tidak tersedianya signage pada lantai 1. Hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan rekomendasi desain agar sistem proteksi kebakaran pada Gedung Kreativitas Mahasiswa menjadi lebih optimal.
Penerapan Konsep Hemat Energi pada Bangunan Hijau Jakarta International Stadium Farista Raudina Widyanti; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta International Stadium (JIS) merupakan salah satu stadion terbesar di Indonesia yang berstandar FIFA dan memiliki kapasitas hingga 82.000 penonton. Pada saat tahap pembangunan mencapai 64%, Jakarta International Stadium diketahui telah mendapatkan sertifikasi greenship oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan level platinum dan nilai mencapai 81,8%. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana penerapan konsep hemat energi diterapkan pada sebuah bangunan yang telah mengusung konsep green building dan meraih sertifikasi greenship, serta apakah penerapan konsep hemat energi tersebut sudah diaplikasikan secara maksimal dengan mensimulasikannya menggunakan aplikasi EDGE yang merupakan sebuah sistem penilaian kinerja bangunan yang diinovasikan dan dikembangkan oleh International Finance Corporation (IFC) dan memiliki 37 parameter efisiensi energi sebagai tolok ukurnya dengan harapan untuk dapat mengevaluasi penerapan konsep green building dan hemat energi tersebut secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif berdasarkan observasi langsung di lapangan. Hasil simulasi dan studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Jakarta International Stadium mencapai efisiensi energi sebesar 30,57%, dimana berdasarkan aplikasi EDGE presentase tersebut termasuk dalam kategori sertifikasi certificated green, tingkatan sertifikasi EDGE yang paling rendah. Setelah menerapkan beberapa strategi yang dapat meningkatkan efisiensi energi pada Jakarta International Stadium secara signifikan, presentase meningkat hingga 54,50% dan termasuk dalam kategori sertifikasi advanced.
Pengaruh Setting Fisik Terhadap Kenyamanan Pengguna Koridor Jalan Kartini di Kota Cirebon Irma Melinda Putri Syafira; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Kartini merupakan salah satu koridor yang terletak di pusat Kota Cirebon, di dalamnya memiliki keragaman aktivitas, karena berfungsi sebagai area komersial. Semakin berkembang nya zaman, koridor tersebut menjadi sangat sibuk, dimana hal ini berkaitan dengan elemen setting fisik yang tersedia sehingga dapat membantu pengguna koridor menjalankan aktivitas. Untuk mendukung aktivitas yang baik, kenyamanan juga menjadi faktor penting. Fokus penelitian ini adalah mengenai aspek kenyamanan spasial dan visual yang dirasakan oleh pengguna koridor, seperti pejalan kaki dan pengendara. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh setting fisik terhadap kenyamanan pengguna koridor. Teori yang relevan digunakan sebagai dasar penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melakukan observasi dan menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel setting fisik yang mempengaruhi kenyamanan pengguna koridor.
Perancangan Coffee Center di Kota Batu dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri Zerita Zahrotul Makkah; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah tingkat apresiasi yang tinggi dan tren menjamurnya kedai kopi era third wave coffee culture, fasilitas eduwisata kopi di Kota Wisata Batu masih sangat minim. Padahal, Kota Batu dikelilingi salah satu wilayah produsen kopi terbesar di Jawa Timur dan memiliki catatan historis industri kopi yang mengakar. Perancangan ini ditujukan untuk menciptakan sebuah fasilitas eduwisata kopi terpadu dengan museum dan workshop kopi yang dapat mewadahi apresiasi masyarakat terhadap kopi nusantara sekaligus upaya pemberdayaan pelaku industri kopi Malang Raya, khususnya pada sektor hilir. Arsitektur biomimikri diimplementasikan bertahap berdasarkan paradigma desain pragmatisme dengan strategi desain predictive modelling. Metode desain ini digunakan sebagai alat interpretasi strategi desain alami yang diaplikasikan pada desain arsitektur. Akhir penjelajahan dari proses ini menghasilkan desain solutif dengan konsep utama mengambil inspirasi dari kopi sebagai biological model. Konsep utama desain aspek tata massa mengambil konsep konfigurasi tumbuh ceri pada percabangan dalam menerapkan keterhubungan dan kesinambungan; aspek bentuk dan fasad yang meniru morfologi fungsi lapisan ceri kopi sebagai selubung yang melindungi; serta pada konsep ruang dalam yang meniru sistem penataan lapisan ceri kopi yang dari anatomi kopi. Keempat aspek ini diaplikasikan secara menyeluruh pada fasilitas museum kopi, hall, kafe & workshop, serta masjid sebagai fasilitas penunjang.