cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Ventilasi Udara terhadap Kinerja Termal pada Bangunan Publik-Deret di Kampung Putih Kota Malang Fardani Anggriawan; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Putih yang terletak di area pusat kota Malang sekaligus di kawasan koridor wisata Kayutangan merupakan destinasi wisata kampung tematik yang potensial. Kampung ini terbentuk berderet dia area DAS Brantas, sehingga perencanaan bangunan-bangunannya terbatas. Sebagai kampung wisata, Kampung Putih wajib menyediakan kenyamanan bagi pengguna fasilitas publiknya. Bangunan publik-deret seperti Balai RW, Musholla Al-Huda dan TPQ Al-Kautsar terukur kurang nyaman dan tidak memenuhi standar yang berlaku, sehingga diperlukan strategi penurunan suhu untuk mencapai kenyamanan termal. Strategi yang digunakan adalah modifikasi penghawaan bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan eksperimental dengan menggunakan Autodesk CFD Simulation dan Ecotect Analysis. Pengukuran suhu, kecepatan angin, dan pengukurun bukaan digunakan pada analisis sebagai data primer. Ditemukan bahwa TPQ Al-Kautsar adalah objek yang paling tidak memenuhi kenyamanan termal dan akan dijadikan sebagai objek simulasi selanjutnya. Data yang diperoleh akan dijadikan variabel dalam melakukan modifikasi sesuai dengan standar bukaan SNI-03-6572-2001 dan suhu berdasarkan suhu netral Kota Malang. Modifikasi dilakukan pada dimensi, posisi dan tipe jendela. Hasil modifikasi ditemukan penurunan suhu sebesar 1.36 derajat celcius dari suhu awal 27.7 derajat celcius menjadi 26.31 derajat celcius dengan dimensi bukaan sebesar 1.00m x 1.50m dan posisi +1.00 serta tipe jendela jalousi dengan sudut bukaan 45 derajat.
EFEKTIVITAS SIRKULASI DAN INTERKONEKSI RUANG PADA REDESAIN STASIUN KA SURABAYA GUBENG Muhammad Ilham Afryan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan mobilitas di Kota Surabaya menuntut tersedianya sarana transportasi umum yang baik. Kereta api menjadi salah satu transportasi yang memfasilitasi mobilitas Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya. Pengembangan infrastruktur kereta api regional untuk Kota Surabaya dan sekitarnya menjadi proyek besar bagi negara sehingga dibutuhkan permodelan pada stasiun kereta eksisting. Stasiun Gubeng sebagai salah satu stasiun utama di Kota Surabaya belum memiliki aksesiblitas yang baik karena bentuk stasiun yang memiliki dua massa bangunan terpisah dengan rel sehingga tidak terkoneksi dengan baik. Interkoneksi ruang antarbangunan stasiun dan akses menuju jaringan transportasi umum yang ideal dibutuhkan untuk menciptakan efektivitas sirkulasi bagi penumpang dengan memperhatikan kenyamanan dan kemudahan pergerakan. Metode empirisisme melalui observasi langsung pada objek sejenis yang sudah menerapkan aksesibilitas dan interkoneksi ruang yang ideal menjadi pertimbangan analisis untuk merumuskan solusi desain melalui penilaian berdasarkan kriteria desain yang disesuaikan dengan kondisi Stasiun Gubeng. Penerapan interkoneksi ruang pada redesain stasiun diwujudkan melalui penambahan massa bangunan di tiap area inti kegiatan perkeretaapian dengan pemisahan zona sesuai fungsi dan akses yang memfasilitasi interkoneksi dengan angkutan transportasi umum akan memberikan kesinambungan ruang dan visual sehingga tercipta kenyamanan dan kemudahan pergerakan penumpang dan area keberangkatan dan kedatangan tanpa terpotong menciptakan efektivitas sirkulasi
Perubahan Pemanfaatan Ruang Huntap-Huntara Pasca Huni Masyarakat Terdampak Letusan Semeru di Desa Sumber Mujur Kabupaten Lumajang Fadia Arinta Rahimasari; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penanggulangan bencana, tempat tinggal sementara dilakukan pada pasca bencana secara bersamaan, lalu strategi pemulihan dan rekonstruksi dilaksanakan guna mengatasi bencana serta kerugian akibat bencana. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan huntap-huntara adalah sarana dan prasarana, layanan, serta akses. Saat ini di Desa Sumbermujur, huntap-huntara dipakai rumah tinggal pengungsi. Idealnya huntara dirobohkan setelah huntap dibangun. Tetapi, setiap KK terdampak letusan Semeru mendapat huntap - huntara. Penelitian ini mengungkap perubahan ruang masyarakat terhadap huntap-huntara. Fokus penelitian ini adalah bagaimana perubahan pemanfaatan ruang huntap-huntara yang merupakan relokasi warga terdampak letusan. Berdasarkan proses observasi, terdapat variabel-variabel yang memengaruhi perubahan huntap-huntara yaitu variabel lingkungan, budaya serta kebutuhan jangka panjang dalam aspek kehidupan. Perubahan dalam aspek tambahan hunian huntap-huntara ialah ruang dapur, garasi, serta pembagian zona publik dan privasi keluarga dalam pemberian sekat. Perubahan pemanfaatan ruang hunian tetap dan hunian sementara didasarkan pada prinsip fleksibilitas dan adaptabilitas.
Perancangan Permukiman Pada Kawasan New City Malang di Kedungkandang Kota Malang M. Fadly Fahreza
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Malang adalah salah satu kota di Indonesia yang mengalami pertumbuhan penduduk dengan pesat. Sebagian besar penyebab pertumbuhan tersebut didominasi oleh pendatang. Pertumbuhan kota ini mendatangkan kebutuhan akan hunian, sehingga Kota Malang akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan hunian tersebut di daerah yang memiliki potensi. Kawasan New City Malang, Kawasan hunian yang berada di dataran tinggi Kecamatan Kedungkandang, merupakan alternatif jawaban dari pemenuhan akan hunian di Kota Malang. Kawasan New City Malang menghadirkan berbagai jenis hunian pada lokasi yang strategis. Salah satu hunian tersebut adalah Kawasan hunian berdensitas tinggi dan multifungsi. Kawasan tersebut dapat diwujudkan dengan konsep berupa mixed-use development. Dalam mewujudkannya, kawasan ini menerapkan tema walkability sebagai respons terhadap aktivitas warga yang suka beraktivitas di puncak bukit ini. Tapak perancangan memiliki luas 10,5 ha yang terletak di sisi jalan berkontur. Untuk mewujudkan Kawasan mixed-use tersebut, perancangan berpedoman pada 7 kriteria mixed-use development berdasarkan buku Commercial and Mixed-Use Development Handbook sebagai tema perancangan. Kawasan mixed-use New City Malang menawarkan hunian mandiri dan terintegrasi berupa rusunawa untuk keluarga menengah keatas, dengan penunjang hunian berupa area komersial, perkantoran, fasilitas kawasan, hingga rekreasi. Kata kunci: Hunian, Kawasan Mixed-use, Kawasan New City Malang, Walkability. ABSTRACT Malang City is one of the cities in Indonesia that is experiencing rapid population growth, where most of the growth is dominated by migrants. The growth of this city has brought the need for housing, where now Malang City will focus on meeting these housing needs in areas that has potential. The New City Malang area, a residential area located in the highlands of Kedungkandang District, is an alternative answer to the fulfillment of housing in Malang City. The New City Malang area presents various types of housing in a strategic location, one of which is a high-density and multifunctional residential area. The area can be achieved with the concept of mixed-use development. In order to realize it, this area implements the theme of walkability as a response to the activities of residents who like to do activities on top of this hill. The design site has an area of 10.5 ha located on the side of the contoured road. To realize the mixed-use area, the planning is based on 7 mixed-use development criteria based on the Commercial and Mixed-Use Development Handbook and its relation to the design theme. The mixed-use area of New City Malang offers integrated independent housing in the form of rental flats for middle to upper class families, with other residential support such as commercial areas, offices, area facilities, and recreation. Keywords: Housing, Mixed-use area, Malang New City Area, Walkability.
Community Center Untuk Lansia Di Kota Yogyakarta Dengan Pendekatan Desain Biofilik Muhammad Harits Rizqi Fadhlullah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk lanjut usia memiliki usia di atas dari 60 tahun. Penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 10 persen dan pada tahun 2045 mencapai angka 20 persen. Kondisi ini merupakan fenomena yang disebut penuaan penduduk. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki komposisi penduduk lansia paling besar di Indonesia. Penduduk lansia terlantar merupakan Penyandang Masalah Kesehatan Mental (PMKS) di DIY mencapai 32,24 persen. Menurut UU Nomor 12 Tahun 1998, diperlukkan adanya wadah bagi penduduk lansia untuk meningkatkan dan menjaga kesejahteraan sosial. Community center merupakan wadah yang sesuai bagi penduduk lansia berkumpul dan meningkatkan kesejahteraan sosial mereka secara bersama sama. Pendekatan Desain biofilik digunakan utuk membantu fungsi tubuh menjadi lebih baik yang meningkatkan kesejahteraan sosialnya. Desain biofilik yang digunakan berasal dari buku Terrapin Bright Green yang terdiri dari 14 aspek. Metode rasionalisme Roger H. Clark dan Michael Pause merupakan metode desain yang digunakan. Preseden yang digunakan yaitu Elderly and Nursing Home in Orbec, Nursing House Nenzing, dan The Gardens Care Home in Sweden. Community center ini terdiri hunian lansia, hunian perawat, area komunal, bagian kesehatan lansia, kantor pengelola, dan area parker. Hunian lansia dapat menampung 60 orang.
Perancangan Resort di Desa Dayakan dengan Pendekatan Appropriate Site Development Achmad Fauzi Sutiantoro
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pasca pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusat hingga pemerintah daerah berusaha untuk memulihkan kembali sektor pariwisata melalui pengembangan kawasan objek wisata. Kebutuhan pariwisata juga harus difasilitasi dengan baik, salah satunya adalah menyediakan fasilitas akomodasi penginapan. Fasilitas akomodasi penginapan dapat berupa vila, homestay, hotel, dan resort. Resort secara umum adalah bangunan hotel yang dibangun di tempat yang memiliki potensi karena keindahan alamnya seperti gunung, pantai, pedesaan, dan sebagainya. Potensi keindahan alam tersebut dimiliki oleh salah satu desa di Kabupaten Ponorogo yakni Desa Dayakan. Namun, penting untuk diketahui bahwa Desa Dayakan merupakan daerah rawan bencana longsor sehingga dapat mengakibatkan risiko potensial bagi pengunjung maupun lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, upaya perancangan harus didukung oleh konsep desain yang sustainable atau berkelanjutan. Pendekatan bangunan hijau adalah pendekatan bangunan yang meminimalkan efek berbahaya pada manusia dan lingkungan. Pendekatan bangunan hijau yang dibutuhkan adalah pendekatan yang berkaitan dengan konsep kesesuaian kondisi lahan dan lingkungan. Salah satu pendekatan bangunan hijau yang berkaitan dengan konsep tersebut adalah Appropriate Site Development (ASD). Appropriate Site Development membahas tentang kebijakan perancangan terhadap lahan yang meliputi sustainable planning, design, dan environment. Dengan menggabungkan upaya pemulihan pariwisata melalui penyediaan akomodasi resort, dan integrasi praktik desain berkelanjutan melalui prinsip Appropriate Site Development, perancangan resort yang dihasilkan akan dapat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya tanpa merubah kondisi eksisting aslinya. Kata kunci: Pariwisata, Perancangan Resor, Desain Berkelanjutan, Lingkungan.
Kenyamanan Termal berdasarkan Metode Humidity Index pada Koridor Jalan di Gresik Widian Nur Maulidiyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan untuk dalam penelitian ini adalah dengan mengunakan metode THI yang mana metode ini banyak digunakan di daerah tropis terutama di luar ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu apakah koridor jalan sudah memenuhi kenyamanan termal apalagi koridor jalan ini terletak di pemukiman perkampungan dimana kampung identik dengan kondisi fisik dan lingkungan kurang baik. Kampungnya sendiri juga terletak di daerah padat aktivitas yaitu kabupaten Gresik. Disini diambil koridor jalan yang ditumbuhi banyak vegetasi, jarang, atau tidak sama sekali. Kondisi bangunan sekitar koridor juga rapat satu dengan bangunan lainnya. Sehingga disini selain mengukur suhu udara dan kelembaban udara dibutuhkan suatu faktor kondisi fisik yang diketahui mempengaruhi kinerja kenyamanan termal lingkungan yaitu vegetasi dan pembayangan. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa titik ukur lokasi yang memiliki suhu lebih rendah disekitarnya terdapat banyak vegetasi dan lokasi yang memeliki kelembaban udara rendah lebih didapatkan karena faktor pembayangan yang pada titik ukur lokasi terbayangi pembayangan pada jam tertentu. Sedangkan untuk nilai THInya semua titik lokasi tidak memenuhi standar. Melalui hasil dari penelitian ini didapatkan rekomendasi penempatan penambahan vegetasi pada titik tertentu yang belum memenuhi dan contoh jenis rekomendasi vegetasi yang cocok. Kata kunci : Ruang Terbuka Hijau, Kenyamanan Termal Ruang Luar, Vegetasi, Pembayangan, Temperature Humidity Index
Morfologi Pusat Kota Sumenep Sebagai Destinasi Wisata Nur Anjani Fitriani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sumenep merupakan salah satu kota tua yang terletak di Madura, Jawa Timur. Kota ini memiliki peninggalan sejarah dalam bentuk bangunan yang telah terdaftar menjadi cagar budaya yakni Masjid Jamik yang terletak di Kelurahan Bangselok dan Komplek Keraton Sumenep yang terletak di Kelurahan Pajagalan. Peninggalan tersebut perlu dilestarikan melalui pemanfaatan sebagai destinasi wisata. Destinasi wisata terkait dengan spasial atau ruang dengan lingkup yang lebih luas yakni kota. Secara fisik kota dapat diketahui melalui analisis morfologi kota yang kemudian akan diketahuinketercapaian terhadap kriteria destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah penerapan teori morfologi kota dan kriteria destinasi wisata untuk mengetahui bentuk fisik morfologi Pusat Kota Sumenep sebagai destinasi wisata. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dan naratif. Hasil penelitian memperlihatkan blok urban pada pusat kota dengan plot kadaster, struktur bangunannya heterogen dan beberapa fungsinya tidak sesuai dengan tata guna lahan. Dengan morfologi kota yang demikian, destinasi wisata memiliki beberapa keuntungan yakni kemudahan akses akomodasi dan fasilitas yang cukup lengkap pada Pusat Kota Sumenep. Disisi lain tidak semua trotoar dapat digunakan secara efektif dikarenakan dimensi yang tidak sesuai.
Karakteristik Elemen dan Komposisi Fasad Bangunan Komersial di Koridor Jalan Kyai Tamin Kota Malang Amirah Nadiah Rabbaniyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Kyai Tamin sebagai salah satu pusat komersial di Kota Malang, memiliki aspek historis sebagai kawasan Pecinan sejak zaman kolonial Belanda. Namun, adanya perkembangan globalisasi ekonomi menyebakan perubahan fasad bangunan mengikuti gaya arsitektur modern. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau karakteristik elemen dan komposisi fasad bangunan komersial dikoridor Jalan Kyai Tamin. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi fungsi, guna lahan dan massa bangunan. Selanjutnya dilakukan analisis pada elemen dan komposisi fasadnya dan dilakukan kategorisasi untuk melihat dominasi dan karakteristik yang muncul pada koridor jalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya karakteristik elemen fasad atap datar beton, pintu lipat material metal, jendela fixed light, railing metal, dan komposisi fasad simetris, adanya pengulangan irama pada jendela, dan bentuk fasad yang proporsional dengan skala normal.
TATA AKUSTIK RUANG PERTEMUAN FLEKSIBEL : (STUDI KASUS CONVENTION HALL HOTEL SAVANA KOTA MALANG) Tsania Chandra Vertica; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Pertemuan merupakan wadah sosial yang menjadi tempat bertemu atau berkumpul untuk melaksankan suatu kegiatan sosil dimana kebutuhan rangnya beragam seperti konser music, pernikahan ataupun pertemuan bisnis yang artinya ruang butuh memiliki kebebasan dalam menyesuaikan kondisi serta kebutuhan acara. Ragam fungsi ruang pada ruang pertemuan ini pun umumnya diatasi dengan pembuatan ruang yang sederhana dengan fungsi ruang fleksibel, yang mana menurut KBBI, Fleksibilitas berarti lentur, luwes, dan mudah menyesuaikan diri. Akustik dalam arsitektur sering dibagi menjadi akustik ruangan, yang berhubungan dengan suara yang diinginkan, dan kontrol kebisingan, yang berhubungan dengan suara yang tidak diinginkan. Kualitas akustik ruangan ialah dapat memaksimalkan fungsi ruangan dengan baik. Ruang akustik yang baik berarti pendengar dapat mendengar dan memahami suara yang dipancarkan oleh speaker atau instrumen dengan sempurna. Kata kunci: Ruang Fleksibel, Ruang Pertemuan, Akustik