cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
STRATEGI TATA CAHAYA INTERIOR UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA VISUAL MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL DI JAKARTA Puteri Aulia Novianggi; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum memiliki peran yang cukup penting dalam pertumbuhan unsur sosial, komersial dan budaya, karena museum memiliki koleksi yang misalnya dapat melihat proses tumbuhnya unsur-unsur tersebut menjadi seperti sekarang ini. Pencahayaan buatan dalam ruangan pamer adalah satu hal yang cukup utama bagi keberhasilan sebuah museum untuk mengoptimalkan visual, memberikan efek dramatis dan fokus terhadap obyek yang dipamerkan. Berdasarkan SNI 6197-2011 mengenai Konservasi Energi pada Sistem Pencahayaan tahun 2011 disebutkan bahwa tingkat pencahayaan ruang pameran dengan kenyamanan visual adalah 300-500 Lux. Hal yang membuat pameran pada Museum Kebangkitan Nasional ini kurang menarik adalah tata cahaya dalam ruang pamer yang ada pada Museum Kebangkitan Nasional masih kurang maksimal dalam penggunaannya. Sistem pencahayaan yang digunakan dalam ruang pameran tetap Museum Kebangkitan Nasional lebih berfokus terhadap pencahayaan general dan sirkulasi dalam ruang pameran, sehingga koleksi yang dipamerkan belum mendapatkan fokus dan kurang menarik bagi para pengunjung. Penelitian eksperimental pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan rekomendasi desain dalam meningkatkan performa visual Museum Kebangkitan Nasional Jakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lampu yang digunakan pada ruang pameran tetap Museum Kebangkitan Nasional Jakarta perlu untuk diganti.Kata kunci: pencahayaan buatan, ruang pamer, museum
Strategi Peningkatan Kinerja Pendinginan Pasif Bangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Kautsar di Malang bryantama arsyada; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren mahasiswa merupakan sebuah wadah bagi para mahasiswa yang hendak mendapatkan mendapatkan ilmu dunia tanpa meninggalkan agamanya, karena di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan bermanfaat yang terstruktur untuk menghadapi banyaknya hal-hal negatif yang dihasiklan oleh pergaulan yang salah. Penghawaan alami dalam bangunan pondok pesantren merupakan strategi pendinginan pasif yang dapat dikembangkan untuk memaksimalkan kondisi termal bangunan. Dalam (SNI-03-6572) menjelaskan bahwa batas toleransi kenyamanan termal dengan kisaran angka 20.5°C-27.1°C. Meskipun dalam kenyataannya sebagian besar bangunan ini sudah masuk dalam kategori nyaman secara termal, bangunan ini tetap menyisakan ruang-ruang yang belum bisa dikatakan nyaman secara termal. Sedikitnya bukaan ventilasi menyebabkan udara di dalam bangunan terus berputar dengan minimnya proses pertukaran udara. Penelitian eksperimental pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan rekomendasi desain guna meningkatkan performa penghawaan alami bangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Kautsar Malang. Hasil dari penelitian ini memberikan rekomendasi desan berupa rubahan sistem sirkulasi udara dan material atap yang digunakan. Kata kunci: penghawaan alami, pendinginan pasif, pondok pesantren
Strategi Pendinginan Pasif pada Gedung A Griya Universitas Brawijaya Malang Rika Nur Fitriani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Peningkatan suhu global merupakan realita permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini. Hal tersebut menimbulkan permasalahan termal pada bangunan terutama dalam faktor penghawaan. Strategi pendinginan pasif dapat menjadi solusi karena bertujuan untuk menurunkan suhu di dalam bangunan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk beraktivitas. Strategi tersebut dapat diterapkan pada hunian vertikal dimana bangunan ini memiliki fungsi hunian untuk banyak orang dengan aktivitas yang cukup signifikan sehingga diperlukan tingkat kenyamanan termal yang baik untuk kenyamanan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui strategi pendinginan pasif pada Gedung A Griya Universitas Brawijaya menggunakan metode evaluatif dengan pengukuran lapangan dan analisis elemen pendinginan pasif serta metode eksperimental menggunakan bantuan software Energy 2D. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pendinginan pasif seperti shading device, bukaan, dan ventilasi alami berpengaruh pada kondisi termal bangunan. Selanjutnya, hasil dari rekomendasi penerapan elemen pendinginan pasif menunjukkan adanya penurunan suhu ruang dalam sebanyak 0.7°C -3.3°C sehingga suhu berada pada batas suhu nyaman Kota Malang yakni 22.4°C -27.4°C. Kata kunci : pendinginan pasif, bukaan, shading, ventilasi alami, suhu ABSTRACT Global temperature rise is a reality that humanity is facing today. This issue has resulted in thermal problems in buildings, especially the ventilation factor. A passive cooling strategy can be the solution since it can reduce in-building temperature to improve indoor air quality and create a comfortable environment for indoor activities. This strategy can be applied in vertical housings with residential function for many people with significant activities, that also require a good level of thermal comfort to ensure the residents’ well-being. This research aims to understand the passive cooling strategy in Building A of Griya Universitas Brawijaya. This research relies on evaluative method with field measurement and analysis of passive cooling elements, and experimental method using the Energy 2D software. This research indicates that the passive cooling strategy application, such as shading devices, openings, and natural ventilation, affects the building’s thermal condition. This research suggests that the application of this strategy has an impact on reducing the indoor temperature by 0.7°C -3.3°C to the level of Malang City’s comfortable temperature limit which is in the range of 22.4°C -27.4°C. Keywords : passive cooling, opening, natural ventilation, temperature
Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Privat Terhadap Kenyamanan Suhu pada Rumah Subsidi di Kota Probolinggo Khariezma Maulidha; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemenuhan terhadap kebutuhan rumah semakin sulit terpenuhi oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Perumahan bersubsidi menjadi solusi untuk memiliki hunian layak karena mendapat bantuan oleh pemerintah dan tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Namun, perumahan bersubsidi tidak luput dari beberapa permasalahan yaitu karena bangunan rumah dinilai terlalu sempit yang akan berpengaruh pada keadaan lingkungan termal khususnya di Kota Probolinggo. Banyak rumah subsidi di Kota Probolinggo menghilangkan area RTH privat karena ada sisa lahan untuk dijadikan ruangan. Tetapi, menurut Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008 RTH privat terdiri minimal 10% dari luas area rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas RTH privat terhadap kenyamanan suhu pada rumah subsidi sebagai kenyamanan beraktivitas penghuninya. Objek penelitian dipilih berdasarkan perbedaan luas RTH privatnya. Metode yang digunakan yaitu deskriptif evaluatif dengan pengukuran lapangan berupa kondisi suhu udara serta metode eksperimental menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Hasil penelitian menunjukkan luas RTH privat berpengaruh pada kondisi kenyamanan suhu udara pada rumah. Selanjutnya dilakukan simulasi pada rumah dengan kondisi suhu udara yang masih kurang nyaman. Hasil simulasi menunjukkan dengan penambahan luas RTH privat berpengaruh pada penurunan suhu rumah subsidi sehingga suhu berada pada batas hangat nyaman menurut SNI mengenai Batas Kenyamanan Termal di Indonesia. Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau Privat, Kenyamanan Suhu, Rumah Subsidi. House ownership is an obstacle for low-income society. Subsidized housing has been the solution since it is government’s assistance and is not subject to Value Added Tax. Yet, subsidized housings have its own challenges considering its narrow size that affects the thermal environment, including in Probolinggo City. Many of the city’s subsidized housings have eliminated the private green open space. Meanwhile, the regulation of Ministry of Public Works and Housing Number 05/PRT/M/2008 states that the green open space must cover minimum 10% of the house area. This research seeks to understand the impact of private open green space on comfort temperature. The objects of this research were determined by the size of the private green open space. The method used is descriptive evaluative with field measurement of the air temperature conditions and experimental method using the Autodesk Ecotect Analysis 2011 software. The result indicates that the private green open space size affects each house’s comfort air temperature. A simulation was carried out on the house with uncomfortable air temperature condition. The result shows that the private open green space expansion will decrease the house’s temperature to comfortable warm limit according to SNI 03-6572-2001 concerning Limits of Thermal Comfort in Indonesia.Key words: private open green space, comfort temperature, subsidized housings
Pola Sumbu Ruang Dalam Rumah Toko di Koridor Jalan Pasar Besar Pecinan Kota Malang Syaffin Humaira Hasibah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu elemen dari penyusunan tatanan ruang dalam pada rumah toko adalah garis sumbu. Garis sumbu menciptakan kesimetrian ruang yang dapat mempengaruhi keseimbangan dan kerhamonisan dalam penyusunan tatanan ruang dalam. Metode penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif untuk mengetahui pola sumbu ruang yang diterapkan. Pola sumbu ruang yang ditemukan adalah garis sumbu kualitatif, garis sumbu kuantitatif, dan garis sumbu bentuk. Ketiga pola sumbu tersebut memiliki keterhubungan dengan orientasi bangunan, fungsi ruang, organisasi ruang, zonasi ruang, sirkulasi ruang, dan hirarki ruang. Koridor Jalan Pasar Besar, Kawasan Pecinan merupakan salah satu kawasan bersejarah di Kota Malang. Tionghoa yang besejarah. Arsitektur sebagai artefak yang dapat dilihat keberadaan fisiknya harus dipertahankan termasuk rumah toko. Rumah toko mengikuti prinsip kesimetrian ruang, seperti yang ditunjukkan oleh pola sumbu bentuk, pola sumbu ruang kuantitatif, dan pola sumbu ruang kualitatif. Prinsip ini serupa dengan ciri-ciri axial planning dalam kaidah perencanaan dan perancangan bangunan Arsitektur Tradisional Tionghoa. Kata kunci: rumah toko, pola sumbu ruang dalam, pola ruang, arsitektur pecinan One element of arranging interior space in a shophouse is the axis line. The axis line creates spatial symmetry that can affect balance and harmony in the arrangement of interior space. This qualitative-descriptive research method was used to determine the pattern of spatial axes applied. The spatial axis patterns found are qualitative axis lines, quantitative axis lines, and form axis lines. All three axis patterns are related to building orientation, room function, spatial organization, spatial zoning, spatial circulation, and spatial hierarchy. The Pasar Besar Street Corridor in the Chinatown area is one of the historical areas in Malang City, which has a historical Chinese architecture. Architecture, as a visible artifact, must be preserved, including shophouses. Shophouses follow the principle of spatial symmetry, as shown by the form axis pattern, quantitative axis pattern, and qualitative axis pattern. This principle is similar to the characteristics of axial planning in the rules of planning and designing traditional Chinese architecture building Keywords: shop house, spatial axis pattern, spatial layout, Chinatown architecture
Pengaruh Bahan Pelapis Cat Atap Terhadap Suhu Dalam Ruang Pada Bangunan di Kampung Putih, Malang Afifahtul Malihah; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan saat memilih bahan pelapis atap yaitu untuk menaungi dan melindungi area di bawahnya dari paparan sinar matahari. Saat ini, penggunaan berbagai bahan material atap yang beragam pada bangunan Kampung Putih Kota Malang sehingga perlu adanya analisa mengenai kondisi suhu dalam ruangan pada bangunan di lokasi objek terpilih. Permasalahan seperti bangunan di Kampung Putih cukup banyak terkena paparan sinar matahari disaat siang hingga sore hari. Pe
Pola Spasial Rumah Rakyat di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Azaria WIdya Irianti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kartasura dahulunya merupakan pusat pemerintahan dan kedudukan dari raja-raja mataram dengan berdirinya Keraton Kartasura. Menjadi pusat pemerintahan, menjadikan kawasan Keraton Kartasura juga menjadi pusat permukiman. Rumah-rumah lama di permukiman sekitar keraton banyak dibangun dengan gaya rumah tradisional Jawa. Rumah-rumah lama ini rata-rata dihuni oleh kelompok rakyat. Rumah merupakan tempat beraktivitas sesuai dengan budaya dengan tatanan ruang pada rumah merepresentasikan budaya berhuni penghuninya. Beberapa rumah lama di Kecamatan Kartasura saat ini mengalami perubahan seiring dengan dinamika budaya penghuninya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola spasial rumah rakyat di Kecamatan Kartasura. Dengan melakukan analisis ini akan memperkaya wawasan mengenai budaya dan desain rumah tradisional khususnya pada aspek tata ruang sehingga dapat menjadi referensi dalam upaya penguatan identitas budaya. Metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan pada penelitian ini. Rumah-rumah yang menjadi sampel penelitian dianalisis berdasarkan unit analisis yang terdiri dari: orientasi ruang, organisasi ruang (didalamnya sekaligus mengulas pula zoning ruang dan pembatas ruang), serta hirarki ruang. Unit analisis tersebut saling berkaitan dalam pembentukan pola spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dinamika budaya penghuni yang terjadi tidak berpengaruh banyak terhadap pola spasial rumah rakyat. Perubahan pada rumah yang ditemukan berupa fungsi ruang dan penambahan ruang.
Penilaian Kualitas Visual Interior Museum Seni Kontemporer di Jakarta Berdasarkan Preferensi Masyarakat Nabila Nibras Ilham
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni kontemporer yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir sebagai cabang seni yang mengikuti perkembangan zaman mampu menarik minat masyarakat umum, sehingga museum seni kontemporer menjadi sorotan dalam perancangan interior ruang pamer suatu museum. Kualitas visual pada interior ruang pamer museum memberikan pengaruh yang besar terhadap penyajian suatu karya seni yang dipamerkan serta kenyamanan pengunjung dalam beraktivitas di dalamnya. Penampilan interior ruang yang ekspresif dan representatif memupuk rasa ingin tahu pengunjung untuk mendapatkan pengalaman tersendiri ketika bersinggah ke museum. Galeri Nasional Indonesia, Art1: New Museum, dan Museum MACAN merupakan tiga museum seni kontemporer yang aktif beroperasi di Jakarta dan banyak mendapat perhatian publik. Ciri khas yang berbeda dari masing-masing museum memberikan variasi dalam perancangan interiornya. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas visual dari masing-masing elemen interior ruang pamer museum guna mengetahui aspek apa saja yang menjadi daya tarik menurut pandangan masyarakat. Preferensi masyarakat berperan penting dalam menilai kualitas visual ruang sebagai pengamat dari karya seni yang dipamerkan. Dalam pelaksanaannya menggunakan metode kuantitatif dan preferensi masyarakat melalui data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen pencahayaan memperoleh penilaian kualitas visual tertinggi dengan memberikan kenyamanan penglihatan serta menghidupkan suasana ruang pada interior museum.
STRATEGI PENURUNAN SUHU PADA BANGUNAN AULA SOEDALI PT.PINDAD PERSERO MELALUI MODIFIKASI BUKAAN Lely Dwi Nuraini; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aula soedali merupakan bangunan yang berdiri sejak pemerintahan Kolonial Belanda pada akhir tahun 1800-an. Aula soedali termasuk bangunan arsitektur peralihan. Aula soedali memaksimalkan pencahayaan alami berupa jendela. Penghawaan pada bangunan ini dirasa kurang karena banyak jendela mati dan tidak sesuai dengan standar dan luasan bangunan sehingga suhu dalam bangunan lebih tinggi dari pada suhu luar bangunan. Kondisi tersebut memengaruhi kenyamanan termal bangunan bagi penggunanya. Perlu adanya strategi penurunan suhu pada bangunan melalui modifikasi bukaan jendela. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan eksperimental dengan Autodesk Ecotect Analysis 2011. Pengukuran suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan pengukuran bukaan pada aula soedali merupakan data primer yang digunakan. Kemudian data yang didapat dianalisis dan modifikasi dilakukan untuk mencapai penurunan suhu yang sesuai dengan SNI-03-6572-2001. Jendela eksisting pada aula soedali adalah tipe jendela rangkap dan fixed dengan dimensi 1.5m x 2.5m dan posisi +0.80m dari lantai. Modifikasi desain jendela dilakukan pada dimensi, posisi, dan tipe jendela. Rekomendasi desain berdasarkan hasil pengukuran dan simulasi adalah jendela dengan dimensi 2.5m x 2.5m dengan posisi +0.70m dari lantai. Sedangkan tipe jendela yang dipilih adalah jalusi swing dan boven. Berdasarkan modifikasi jendela, suhu eksisting pada mulanya 27.43ºC mengalami penurunan sebesar 1.21ºC menjadi 26.22ºC. Kata kunci: kenyamanan termal, pengkondisian alami, bukaan jendela Soedali hall is a building that has existed since the Dutch Colonial government in the late 1800s. Soedali hall is a transitional architectural building. Soedali hall maximizes natural lighting in the form of windows. The ventilation in this building is felt to be lacking because many windows are off and not in accordance with the standards and area of the building so that the temperature inside the building is higher than the temperature outside the building. These conditions affect the thermal comfort of the building for its users. There needs to be a strategy to reduce the temperature in buildings through modification of window openings. This study uses descriptive quantitative and experimental methods with Autodesk Ecotect Analysis 2011. Measurements of temperature, humidity, wind speed, and measurements of openings in the Soedali hall are the primary data used. Then the data obtained were analyzed and modifications were made to achieve a temperature reduction in accordance with SNI-03-6572-2001. The existing windows in the soedali hall are double and fixed window types with dimensions of 1.5m x 2.5m and a position of +0.80m from the floor. Window design modifications are made to window dimensions, positions, and types. Design recommendations based on measurement and simulation results are windows with dimensions of 2.5m x 2.5m with a position of +0.70m from the floor. While the selected window types are swing and boven jalousie. Based on the window modification, the existing temperature was initially 27.43ºC and decreased by 1.21ºC to 26.22ºC. Keywords: thermal comfort, natural conditioning, window openings
Modifikasi Selubung Bangunan untuk Mengurangi Beban Pendingin Bangunan Gedung F Filkom Universitas Brawijaya Anis Amalia Toyiba; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEnergi listrik yang digunakan pada bangunan dapat bersumber dari beberapa barang elektronik yang kita gunakan, salah satunya adalah AC atau Air Conditioner. Namun kelemahan pemakaian AC adalah energi listrik yang digunakan mencapai 50% hingga 70% dari total energi. Selubung bangunan terutama jendela berperan penting dalam mengurangi konsumsi energi untuk pendinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria desain selubung bangunan yang tepat pada Gedung F Filkom Universitas Brawijaya agar dapat menurunkan beban pendingin dari AC yang digunakan. Bangunan yang digunakan pada penelitian ini merupakan gedung kuliah yang terdiri dari 12 lantai dan seluruh ruang kelasnya menggunakan AC sebagai penghawaan buatan. Modifikasi dilakukan pada selubung bangunan yang kurang memenuhi standar. Modifikasi ini dilakukan pada jendela bagian barat ruang kelas F 3.7 dengan mengubah dimensi jendela, jenis kaca dan pelapis jendela, dan shading device. Dari hasil akhir modifikasi tersebut dapat menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 2.2°C dari rata-rata suhu eksisting dan menurunkan beban pendingin sebesar 1.915,62 watt atau 1,91 kW. Kata kunci: selubung bangunan, beban pendingin, air conditioning ABSTRACTElectrical energy used in buildings can be sourced from several electronic items that we use, one of which is an air conditioner or air conditioner. However, the disadvantage of using AC is that the electrical energy used reaches 50% to 70% of the total energy. Building envelopes, especially windows, play an important role in reducing energy consumption for cooling. This study aims to determine the appropriate building envelope design criteria in Building F Faculty of Computer Science Brawijaya University in order to reduce the cooling load from the air conditioner used. The building used in this study is a lecture building which consists of 12 floors and all classrooms use air conditioning as artificial ventilation. Modifications were made to building envelopes that did not meet the standards. This modification was carried out on the western window of the F 3.7 class room by changing the window dimensions, the type of glass and window coatings, and the shading device. The final result of this modification can reduce the indoor temperature by 2.2°C from the average existing temperature and reduce the cooling load by 1,915.62 watts or 1.91 kW. Keywords: building envelope, cooling load, air conditioning