cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Aktivitas Jalur Pedestrian pada Koridor Jalan Ijen, Malang Muhammad Faisal; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya dinamika aktivitas pada jalurpejalan kaki di kawasan koridor Jalan Ijen Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metodepenelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan korelasi adanya hubungan antara behaviorsetting dengan aktivitas yang terjadi di jalur pedestrian terhadap perubahan fungsi danpemanfaatan jalur pedestrian tersebut. Objek studi yang diamati berupa elemen fisik berupaperabot jalan dan elemen vegetasi yang ada pada jalur pedestrian, serta aktivitas pengguna jalurpedestrian tersebut. Pengambilan sampel difokuskan pada lokasi aktivitas para pejalan kakimenggunakan teknik random sampling. Dari hasil pembahasan tersebut disimpulkan area jalurpejalan kaki yang memiliki elemen fisik perabot jalan lebih banyak digunakan sebagai areaberaktivitas dengan kegiatan yang paling beragam, serta aktivitas pejalan kaki yang dipengaruhioleh kondisi penataan elemen fisik.
Perubahan Fungsi Ruang pada Rumah Sangat Sederhana (RSS), Perumahan Karangploso View, Kabupaten Malang dega wisesa dharma putra; Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota padat penduduk yang menyebabkan perkembangan perumahan subsidi oleh pemerintah kota. Perumahan tersebut ditujukan untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah yang belum memiliki hunian. Perumahan Karangploso View Kabupaten Malang merupakan salah satu perumahan dengan dominasi unit Rumah Sangat Sederhana. Desain awal unit RSS umumnya sudah ditentukan oleh pihak pengembang. Ketersediaan fungsi ruang yang terdapat pada desain awal belum tentu dapat memenuhi kebutuhan setiap pembeli. Pada Perumahan Karangploso View juga ditemukan kecenderungan perubahan pada unit hunian RSS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan perubahan ruang dalam yang ada pada unit RSS di Perumahan Karangploso View Kabupaten Malang, terutama dari segi aspek ketersediaan fungsi, perubahan ruang, dan hirarki fungsi. Ketersediaan fungsi berkaitan dengan kelengkapan kebutuhan fungsi penghuni. Apabila fungsi yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan penghuni, maka dapat menghambat berjalannya kegiatan penghuni rumah. Adanya perubahan fungsi dapat mempengaruhi adanya perubahan ruang serta tatanan hirarki fungsi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menjabarkan hasil amatan kondisi eksisting serta analisa perubahan fungsinya, disandingkan dengan jabaran hasil kuisioner mengenai kepuasan penghuni. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada denah eksisting memiliki beberapa perubahan fungsi dan perubahan ruang dibandingkan dengan desain awal RSS. Namun, pada aspek hirarki fungsi eksisting RSS memiliki kesamaan dengan desain awal RSS.   Kata kunci: tempat tinggal, Rumah Sangat Sederhana (RSS), fungsi ruang
Rekayasa Pencahayaan Alami Sebagai Upaya Pemerataan Cahaya Pada Ruang Tunggu Bandara Internasional Lombok Nata Tresna Hadi; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pencahayaan yang digunakan pada ruang tunggu penumpang Bandara Internasional Lombok memiliki beberapa poin negatif yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya penggunaan cahaya alami sebagai pencahayaan utama di siang hari. Poin negatif tersebut meliputi antara lain nilai pencahayaan yang terlalu tinggi, dan paparan sinar matahari langsung di dalam ruangan. Untuk menjaga kenyamanan visual yang ada di dalam ruang tunggu, maka perlu adanya pemerataan nilai pencahayaan dalam ruangan dengan mengaplikasikan rekayasa pencahayaan alami. Penelitian ini menggunakan metode simulasi digital sebanyak 3 (tiga) kali sebagai penentu dalam menilai keberhasilan dari lima metode rekayasa pencahayaan alami yang dipilih. Penelitian ini membuktikan bahwa dari kelima metode rekayasa pencahayaan alami, metode sirip verticallah sebagai metode terbaik yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan di Bandara Internasional Lombok.
Evaluasi Sistem Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Pusat Perbelanjaan Malang Town Squarem Nita Yuliana; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran pada bangunan dapat menimbulkan kerugian materi dan moril, bahkan juga dapat berakibat fatal akan hilangnya nyawa manusia. Kerugian ini dikarenakan sarana evakuasi yang kurang memadai dan diadakan hanya sebagai formalitas saja. Sistem sirkulasi pada bangunan dapat mempengaruhi kelancaran dan kecepatan proses evakuasi apabila terjadi bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh pengguna bangunan pusat perbelanjaan Malang Town Square keluar dari bangunan saat terjadi bahaya kebakaran. Jenis penilitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, untuk analisis prediksi waktu evakuasi menggunakan metode “Egress Calculation’’. Prediksi waktu evakuasi pusat perbelanjaan Malang Town Square dibagi menjadi dua tahap, yaitu prediksi waktu keluar dari lantai dan prediksi waktu keluar dari bangunan melalui tangga darurat. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat beberapa sistem sirkulasi (lebar pintu dan lebar koridor) yang melebihi batas waktu evakuasi yang disyaratkan. Solusi yang bisa diterapkan adalah penambahan lebar koridor untuk mengatasi selisish waktu yang tidak terlalu banyak, pengalihan akses keluar (relayout) untuk mengatasi selisih waktu yang cukup banyak dan jarak penghuni menuju pintu keluar yang terlalu jauh, penambahan pintu dan lebar pintu keluar untuk mengatasi selisih waktu yang banyak terutamapada lantai 4.Kata kunci : sirkulasi, waktu evakuasi, kecepatan
Acoustical Comfort Amphiteater Classroom Building B Faculty of Law Universitas Brawijaya Lita Hilviana Kusnadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The magnificent aspect of form is one of the goals of a design. The shape of a design affects other elements. One of them is the element of comfort. In the classroom design the amphitheater has problems on the acoustic comfort aspect. This makes the lecturer's voice  clearless. Acoustic problems in the classroom can disrupt the activity inside. So the need for the evaluation of acoustic comfort in the classroom of this amphitheater and design recommendations for acoustic conditions in the classroom to support the activities in it. Data collection is done by using kesioner distribution and measurement directly, then the data is calculated using the sabine formula that serves as an indicator of time changes buzzing inside the class, sound absorbing material as an independent variable in modification. Classroom conditions that have many flat planes facing each other cause original sound to be reflected in many reverberant fields and result in reflection sound to reduce clarity to the original sound desired. The use of sound absorbing material can reduce the humming time in the classroom. So the condition of acoustic comfort in this classroom becomes better. Keywords: Aesthetics, Comfort Acoustics, Amphitheater Room, Flutter eco
Pengaruh Pola Pelapis Dinding dari Kulit Jagung Terhadap Penurunan Kebisingan Ruang Kelas (Studi Kasus: SD Negeri Polowijen 1 Malang) Ade Purnama Hendrayani; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Negeri Polowijen 1 Malang merupakan sekolah dasar yang terletak di dekat perlintasan kereta api dan jalan raya, Hal ini mengakibatkan kebisingan menyebar sehingga kurangnya kenyamanan audial di dalam ruang kelas. Untuk menurunkan kebisingan tersebut dapat menggunakan pelapis dinding akustik ramah lingkungan yang terbuat dari kulit jagung dimana kulit jagung memiliki serat yang beralur sehinga dapat menyerap kebisingan dengan baik, Di Indonesia kulit jagung mudah ditemukan karena merupakan salah satu tanaman yang banyak diproduksi petani dan dengan kemampuan menyerap yang baik kulit jagung dapat digunakan sebagai material akustik. Pemilihan pola yang tepat pada pelapis dinding akustik ramah lingkungan ini dapat berpengaruh terhadap nilai serap kebisingan oleh dari itu pelapis dinding dibentuk berdasarkan bentuk geometri dasar 3 dimensi yaitu pola gelombang (setengah silinder), pola gerigi (prisma segitiga), dan pola silinder (silinder) dengan lebar rongga udara yang berbeda pada masing-masing polanya yaitu 0,5 cm, 1,0 cm, dan 1,5 cm. Pengujian sampel pelapis dinding menggunakan maket skala 1:20 dan sound level meter. Pengujian dilakukan pada frekuensi tinggi yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, dan 4000 Hz dimana nilai serap terbaik diperoleh dari pola silinder dengan lebar rongga udara 1,0 cm mampu menurunkan 49 dB.Kata kunci: kenyamanan audial, kulit jagung, pola pelapis dinding akustik
Struktur Hasil Translokasi Bangunan Vernakular Jawa Timur Di Kampoeng Djawi Wonosalam Bagaskara, Yohanes Vincent Mahendar; Yusran, Yusfan Adeputera
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan vernakular di Indonesia, khususnya bangunan vernakular Jawa Timur semakin tahun semakin berkurang. Banyak upaya yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi bangunan vernakular, salah satunya pelestarian secara eksitu dengan penggunaan sebagai destinasi wisata seperti yang diterapkan di Kampoeng Djawi Wonosalam. Pemindahan bangunan vernakular ke lokasi baru dan fungsi yang baru menyebabkan perubahan pada bangunan vernakular. Perubahan yang terjadi sebagai bentuk penyesuaian terhadap lokasi baru dan aktivitas baru yang akan diwadahi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan perubahan struktur pada bangunan hasil translokasi. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menemukan perubahan struktur yang terjadi, sehingga hasil yang didapat merupakan fakta kejadian sebenarnya. Perubahan yang terjadi dihubungkan dengan konsep adaptif bangunan eksoskeleton. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis, perubahan yang terjadi pada bangunan hasil translokasi disebabkan oleh faktor ketahanan, keamanan, visual dan pemenuhan aktivitas baru. Kata kunci: translokasi bangunan vernakular, konservasi eksitu, penggunaan adaptifABSTRACTVernacular building in Indonesia, especially the vernacular buildings of East Java, are increasingly decrease. Many efforts are made to maintain the existence of vernacular buildings, one of them is ex-situ conservation that use as a tourist destination as implemented in Kampoeng Djawi Wonosalam. Translocation of vernacular buildings to new locations and new function causes changes in vernacular buildings. Changes that occur as adaption to new locations and new activities that will be accommodated. The objective of this paper is to describe changes in the structure of vernacular buildings translocation. Qualitative descriptive method is used to find the changes of structure that occur, so the results obtained are factual facts. Changes that actually happened are analysis with the concept of adaptive building exoskeleton. According to the results of observations and analysis, changes that occur in vernacular building translocation are caused by resilience, safety, visual and fulfillment of new activities. Keywords: vernacular building translocation, ex-situ conservation, adaptive reuse
Sistem Keamanan Kebakaran pada Gedung Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang Fisqiatur Rohmah; Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan bangunan bertingkat tinggi harus memikirkan beberapa aspek termasuk keselamatan kebakaran. Beberapa gedung tinggi di Universitas Brawijaya belum menerapkan sistem proteksi kebakaran yang sesuai, seperti pada gedung Kantor Dekanat Fakultas Teknologi Pertanian. Sehingga dibutuhkan evaluasi sistem proteksi kebakaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menjabarkan kondisi eksisting bangunan dan kesesuaian dengan peraturan. Kriteria penilaian bangunan yang digunakan standar pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung Pd-T-1-2005-C terdiri dari kelengkapan tapak, sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif dan sistem proteksi pasif. Pembobotan kriteria menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Procces) dengan aplikasi Expert Choise dan penilaian kriteria menggunakan skoring >80-100 dikatakan sesuai, 60-80 dikatakan cukup dan <60 dikatakan kurang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keandalan bangunan dan mengetahui solusi arsitektural yang dapat meningkatkan keandalan bangunan. Hasil yang diperoleh berupa solusi arsitektural seperti hidran halaman, tangga darurat dan jalur sirkulasi pada lantai 2, desain tangga darurat, akses khusus pemadam berupa lif kebakaran, titik kumpul, penambahan sprinkler dan detektor, pengadaan siamese connection, penambahan APAR, pengendali asap, detektor asap, pembuangan asap, cahaya darurat, desain pintu darurat, penambahan fire shutter pada jendela dan perlindungan bukaan. Apabila rekomendasi tersebut diterapkan maka nilai keandalan bangunan akan meningkat dari 55,44 dalam kondisi “Kurang” menjadi 86,79 dalam kondisi “Baik”.
Evaluasi Purna Huni UB Sport Center (UBSC) Adam As&#039;ad Mauludi; Iwan W Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UB Sport Center (UBSC) merupakan salah satu unit bisnis yang dimiliki oleh UniversitasBrawijaya sebagai fasilitas olahraga yang representatif guna menunjang sertamewadahi kegiatan olahraga bagi seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya.Namun seiring berjalannya waktu ditemukan beberapa masalah terkait aspekkeselamatan yang minim pada fasilitas olahraga UB Sport Center (UBSC). Metodepenelitian yang diterapkan adalah Metode Evaluatif yakni penilaian berdasarkanliteratur yang berupa kumpulan-kumpulan standar. Proses evaluasi dilaksanakanberdasarkan hasil observasi langsung lalu dibandingkan dengan acuan standarmengenai bangunan gedung olahraga. Serta mengetahui persepsi pengguna terhadapaspek keselamatan yang terdapat pada fasilitas olahraga melalui kuesioner denganpengukuran skala sikap likert scale. Berdasarkan hasil evaluasi ada yang telahmemenuhi namun ada pula yang tidak memenuhi standar. Hasil penelitian diharapkandapat menjadi bahan dan acuan dalam melakukan perbaikan maupun sebagaipedoman dalam merancang bangunan olahraga sebagai fasilitas olahraga UB Sport Center (UBSC) as a representative sports facility to support and accommodate sportsactivities for the entire academic community of Universitas Brawijaya. But over time severalproblems were found related to the lack of safety aspects in the UB Sport Center (UBSC) sportsfacilities. The research method applied is the Evaluative Method, which is an assessment basedon literature in the form of standard collections. The evaluation process is carried out based onthe results of direct observations then compared with standard references on sports buildings. Aswell as knowing the user's perception of the safety aspects found in sports facilities through aquestionnaire by measuring the likert scale attitude scale. Based on the evaluation results thereare those who have met but some are not meeting the standards. The results of the research areexpected to become material and reference in making improvements as well as guidelines indesigning sports buildings as sports facilities.Keywords: EPH, safety aspect, facility.
Evaluasi Tata Cahaya Pada Ruang Koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta Zahrina Amalia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan memiliki aktivitas utama yaitu, membaca, menulis, dan mencari buku. Halitu menyebabkan perpustakaan membutuhkan kenyamanan visual. Kenyamanan ini biasdicapai dengan adanya integrase antara pencahayaan alami dan pencahayaan buatan.Pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia masih memanfaatkan pencahayaanbuatan sepanjang hari, maka perlu dilakukan penyesuaian kembali. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan terkaitkenyamanan visual dan menghasilkan rekomendasi desain integrasi tata cahaya alamidan tata cahaya buatan pada ruang perpustakaan. Variabel penelitian yang digunakanyaitu intensitas pencahayaan dan rasio tingkat terang untuk variable terikat, sedangkanvariable bebas yaitu, tata perabot, bukaan, shading, vegetasi, dan tata lampuMetode yangdigunakan yaitu eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, yang dimana simulasipencahayaan menggunakan software Dialux 4.13. Berdasarkan hasil analisis danrekomendasi didapatkan strategi desain pencahyaan alami dan pencahayaan buatanyang mampu meningkatkan intensitas pencahayaan dalam ruang, yaitu denganmelakukan perubahan pada variabel bebas dan meningkatkan kualitas pencahayaanalami, pencahayaan buatan, dan integrasi antara pencahayaan alami dan buatan.Kata kunci: abstrak, simpulan pencahayaan alami, pencahayaan buatan, integrasi,perpustakaanThe library has main activities, reading, writing, and searching for books. This causes thelibrary to need visual comfort. This convenience can be achieved by the integration betweennatural lighting and artificial lighting. At the National Library of the Republic of Indonesiastill utilizing artificial lighting throughout the day, it needs to be adjusted again. Thisresearch intends to evaluate the performance of artificial and natural lighting related tothe visual comfort and bringing design recommendations of natural and artificial lightingintegrations in the rooms of the library. This research has two variant variables, they aredependent variable (lighting intensity and the ratio of the light) and independent variable(furnishings, openings, shading, vegetation, and lighting system). This research usesexperimental methods with a quantitative approach, which uses the lighting simulationsoftware, Dialux 4.13. According to the results of the analysis and recommendations, thisresearch eventually acquired design strategy of natural and artificial lighting which areable to increase the intensity of the lighting in the rooms, with making changes to theindependent variable and improving the quality of the natural lighting, the artificiallighting, and the integration between the natural and the artificial lighting.Keywords: abstract, summary natural lighting, artificial lighting, integration, library

Page 45 of 150 | Total Record : 1492