cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Evaluasi Green Construction pada Proyek Sequis Tower, Jakarta Selatan Yudhi Teguh Pratama; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor konstruksi dianggap salah satu sektor yang terlibat pada isu kerusakan lingkungan di dunia. Konstruksi hijau merupakan salah satu solusi untuk menanggapi isu kerusakan lingkungan tersebut, di mana perlakuan suatu konstruksi berbasis pada keseimbangan lingkungan. Salah satu kontraktor yang telah menerapkan konsep green pada pelaksanaan proyeknya adalah PT. Total Bangun Persada yang diterapkan pada salah satu proyeknya, yakni Sequis Tower, namun konsep green yang diterapkan oleh PT.TBP masih mengacu pada perangkat penilaian untuk sebuah green building, yakni Greenship oleh GBCI. Hal tersebut mendorong untuk dilakukan evaluasi capaian green construction oleh PT. TBP menggunakan Model Assessment Green Construction yang dikembangkan oleh Ervianto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian green construction pada kondisi eksisting proyek Sequis Tower oleh PT.TBP berdasarkan acuan MAGC, mengevaluasi penerapan green construction melalui pendekatan arsitektur dan non-arsitektur, memberikan rekomendasi, dan mengetahui peningkatan setelah diberikan rekomendasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh adalah NGCEksisting sebesar 12,33 (56,25%), di mana belum mencapai NGCMaksimum yakni 21,92 (100%) maupun NGCTerbaik (15,47). Dalam meningkatkan NGC, diberikan rekomendasi melalui pendekatan arsitektur (58 indikator) dan non-arsitektur (84 indikator). Setelah diberikan rekomendasi, terjadi peningkatan NGC sebesar 6,15 (28,06%) menjadi 18,48 (84,31%).   Kata kunci: konstruksi hijau, model assessment green construction, proyek kantor sewa
Sistem Konstruksi Rumah Panggung Pada Tanah Gambut Kalimantan Tengah (Studi Kasus: Huma Loendjoe) Marlina Widyastuti; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palangkaraya merupakan wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang stabil yaitu tanah gambut. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya pemerataan bangunan pada wilayah ini, sehingga hanya pada tanah stabil saja yang didirikan bangunan. Bangunan yang masih berdiri pada tanah gambut hanya bangunan panggung saja, untuk itu penelitian ini difokuskan pada sistem konstruksi Huma Loendjoe yang terdiri dari elemen atas, tengah, dan bawah. Huma Leondjoe ini terletak di Mandomai, Kapuas Barat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisa sistem sambungan Huma Loendjoe yang berada di lahan gambut terhadap prinsip-prinsip mekanika teknik, ketahanan terhadap gempa dan penggunaan material yang diterapkan pada Huma Loendjoe. Bangunan yang mampu berdiri selama 111 tahun ini perlu diteliti mengenai sistem sambungan konstruksi utama pada tongkat dan alas pada bangunan, pendistribusian gaya yang bekerja pada setiap sambungan, lalu dihubungkan dengan konsep tahan gempa dengan membandingkan konstruksi Huma Loendjoe dengan Rumah Gadang. Perbandingan yang dihasilkan nantinya akan dianalisis dan akan diketahui kelebihan dan kekurangan dari sistem konstruksi Huma Loendjoe. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pengambilan data secara survey dan wawancara.   Kata kunci: tanah gambut, sistem konstruksi, distribusi gaya, tahan gempa
Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran pada Pabrik Pengolahan Getah Pinus PT. Oleo Resina Indonesia Fitrah - Addina; Heru - Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Oleo Resina Indonesia merupakan pabrik getah pinus yang memproduksi bahan yang mudah terbakar. Pabrik ini pernah mengalami kebakaran pada tahun 2016. Untuk mencegah terulangnya peristiwa kebakaran, penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali sistem proteksi kebakaran yang dimiliki. Tahapan studi dilakukan, mulai dari observasi bangunan, evaluasi sistem proteksi kebakaran hingga pemberian usulan untuk meningkatkan kualitas sistem proteksi. Kajian ini menunjukkan bahwa kelemahan sistem proteksi bangunan terletak pada tata letak APAR, hidran, sistem deteksi dan alarm, titik kumpul, jalur evakuasi, aksebilitas mobil pemadam dan penerapan manajemen keselamatan kebakaran bangunan. Kata Kunci: kebakaran, sistem proteksi kebakaran, pabrik getah pinus   PT. Oleo Resina Indonesia is a pine resin factory that produces flammable materials. This factory has been burned in 2016. To prevent a recurrence of a fire incident, this study aims to look back at the fire protection system that it has. The stages of the study were carried out, starting from building observations, evaluating fire protection systems to giving proposals to improve the quality of the protection system. This study shows that the weakness of the building protection system in the layout of fire extinguishers, hydrants, detector and alarm system, assambly points, evacuation routes, accessibility of fire truck and the application of building fire safety management. Keywords: fire, fire protection system, pine resin factory.
Elemen Visual dan Spasial pada Hasil Translokasi Omah Jawa Timur di Kampoeng Djawi Wonosalam gandhi, riski salyo; Yusran, Yusfan Adeputera
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sudah marak terjadi jual beli rumah vernakular Jawa yang ada di pedesaan hingga perkotaan. Bangunan yang kebanyakan telah ditingalkan tersebut, dipindahkan menggunakan teknik knockdown (bongkar pasang) dengan kondisi awal dan perubahan di lokasi baru yang beragam. Jika dikaitkan dengan pelestarian bangunan, perubahan yang terjadi dapat disandingkan untuk mengetahui kesesuaian perubahan. Kampoeng Djawi merupakan salah satu contoh kawasan rekreasi dan edukasi yang memanfaatkan omah menjadi fungsi baru berupa penginapan. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan perubahan elemen visual dan spasial dari hasil translokasi omah Jawa Timur, serta menghubungkan perubahan tersebut dalam beberapa aspek dan dimensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan diawali metode deduktif. Hasil analisis dan sintesis dihubungkan dalam pengolahan Nara grid, serta fokus kajian dinilai menggunakan kritik normatif. Berdasarkan hasil kajian elemen visual dan spasial translokasi tidak hanya memindahkan bangunan untuk dirakit kembali seperti kondisi semula, namun telah terjadi penyesuaian dan perubahan yang berbeda-beda di setiap bangunan. Perubahan dipengaruhi oleh aspek bentuk, material, teknik, lokasi dan suasana, yang dikaitkan dengan dimensi artistik, historis, sosial dan ilmiah.   Kata kunci: translokasi bangunan, elemen visual dan spasial, rumah vernakular, Jawa Timur   ABSTRACT There has been widespread buying and selling of Javanese vernacular houses in rural to urban areas. The abandoned building, moved using knockdown technique with various initial conditions and and changes in new diverse locations. If it’s associated with building preservation, the changes that occur can be juxtaposed to determine the suitability of any changes. Kampoeng Djawi is one example of recreation and education place that utilized Omah into a new function of accommodation. This study aims to discribe visual and spatial elements from the translation of East Java’s houses, and relate in several aspects and dimensions. The method used is descriptive qualitative, begins with the deductive method. The results of analysis and synthesis are linked in Nara gri’s diagram, as well as the focus of the study using normative criticism. Based on the results of the study by visual and spatial elements translocation doesn’t only move the building to be reassembled like its original condition, but there have been different changes in each building. It changes was unfluenced by aspects of form, material, technique, location and atmosphere, which relate to artistic, historical, social and scientific dimensions.   Keywords: building translocation, visual and spatial elements, vernacular houses, East Java
Pengaruh Desain Batu Kerawang pada Selubung Bangunan terhadap Suhu Ruang Dalam Masjid Al-Irsyad Satya Kab. Bandung Ageng Nugroho; Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prioritas utama agar mencapai kekhusyukan dalam sholat pada masjid adalah kenyamanan termal. Masjid Al-Irsyad seharusnya tidak memiliki kendala dalam permasalahan suhu pada ruang dalamnya, namun pada penerapannya ternyata masih terasa cukup panas dan melewati indeks temperatur efektif menurut SNI 03-6572-2001 di beberapa titiknya pada siang hari. Maka dari itu, rekomendasi desain batu kerawang sebagai penghawaan silang diperlukan untuk menurunkan suhu agar dapat mencapai kondisi kenyamanan suhu yang baik didalam ruang utama area sholat. Metode yang dipakai dalam rekomendasi desain yaitu dengan simulasi melalui aplikasi Ecotect Analysis dan WinAir 4. Berdasarkan beberapa hasil rekomendasi, terpilih rekomendasi ketiga sebagai desain yang paling banyak menurunkan suhu ruang dalam hingga berada dalam batas nyaman tanpa merubah filosofi desainfasad.Kata kunci: Kenyamanan termal, batu kerawang, ventilasi silang.
Rekayasa Fasad High Tech pada Selubung Bangunan Pusat Perbelanjaan IT Cyber Mall Malang Vania Yunike; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization era led to a rapid development of technology. IT mall becomes a containerwhich introduce the technology development to the society. There is some mall in Indonesia,which specially concepted as IT building but some of it didn’t built from the first concept sothat the application isn’t on target, especially on façade. Façade have to be the first thingsociety rate for its identity. Cyber Mall, one of the biggest and the most complete IT productmall in Malang experience it. The concept was switched after rebranded. To understand thedesign criteria of commercial IT building, Typology study of IT commercial building,combined with existing and climate response analytics to gain the design criteria of IT mall.The result were three design alternatives which form shading device with their differentcharacteristics in composition, kinetic, color, and form. All were evaluated withquestionnaire to practitioners or architecture academics, and public. From the threealternatives, ACP and curtain wall as the main material which implemented as a secondaryskin with dynamic wavy shape, blue monochrome as the base color, void openings with 80%transparency, and cluster position LED screen at the northeast building side.
Stadion Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Dengan Struktur Tegangan Membran Sugiarto Fajar Handoko; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Tangerang merupakan daerah dengan populasi tertinggi di Provinsi Banten. Dengan area selatan memiliki kepadatan lebih tinggi yang berbatasan dengan Kota Tangerang yang merupakan daerah penyangga Kota Jakarta. Kawasan ini didominasi oleh area pemukiman dengan pembangunan yang menagarah pada hunian vertikal. Peningkatan pertumbuhan penduduk dan pembangunan perlu adanya ruang aktivitas publik untuk sarana rekreasi masyarakat dan menghindari dampak negatif dari kepadatan yang tinggi seperti kriminalitas dan kekumuhan. Salah satu sarana yang diajukan berupa stadion sepak bola untuk memenuhi kekurangan veneu olahraga berupa sepak bola pada daerah ini. Pemaksimalan bentuk atap stadion dibutuhkan jenis struktur dengan efisiensi dalam menyalurkan gaya pada struktur bentang lebar. Penggunaan jenis struktur form active dan struktur tegangan membran diharapkan dapat memberikan rancangan struktur untuk bentang lebar pada stadion dengan efisiensi penyaluran gaya dan beban atap yang ringan.
Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka pada Kawasan B 29 Argosari Lumajang Brilian Alkautsari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan B 29 termasuk dalam Kawasan Zona Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Semeru dan perkebunan sayur mayur. Penggunaan ruang yang tidak merata pada Kawasan B 29 dipicu oleh penggunaan kios – kios semi permanen yang mempersempit ruang gerak pengunjung dan mengurangi kualitas visual pada kawasan, area parkir yang kurang optimal dalam pemanfaatannya memicu aktivitas berkendara di area yang tidak untuk para pengendara namun untuk pejalan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan pola pemanfaatan ruang terbuka pada Kawasan B 29. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan behavioral mapping yang digambarkan dalam bentuk sketsa mengenai semua aktivitas yang ada pada suatu area. Hasil penelitian didapatkan pola pemanfaatan ruang pada Kawasan B 29 terbentuk di blok – blok area studi yang terdiri dari Rest Area I, Rest Area II, dan Area Puncak yang secara keseluruhan membentuk pola linear, aktivitas berpindah tempat seperti berjalan dan berkendara membentuk pola chain yang merantai ke masing – masing sub area dan beberapa aktivitas lainnya membentuk pola scatter yang tersebar di beberapa titik tempat dengan Rest Area I menjadi area utama yang paling maksimal dalam pemanfaatan ruangnya.
Pemaknaan Alun-alun Lumajang sebagai Ruang Publik Rizal Ardy Firmansyah; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makna sakral dan profan yang diwadahi pada alun-alun jawa yang salah satunya adalah alun-alun Lumajang menjadi hal yang diteliti dalam penelitian serta peran masyarakat dalam memunculkan makna alun-alun akan dilihat perannya. Penelitian ini menggunakan kondisi fisik dan non fisik dari objek studi berupa aktivitas dan interaksi masyarakat dengan objek sebagai observasi awal. Interaksi yang terjadi didukung dengan hasil respon para responden tentang hal yang ditangkap dan ditelaah dari masing-masing elemen. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang makna-makna yang muncul pada alun-alun Lumajang saat ini dengan melihatnya sebagai ruang publik karena terdapat indikasi pemanfaatan dan perancangan ruang alun-alun sebagai ruang publik kota. Hubungan makna denotatif dan konotatif yang terbentuk dari penanda dan petanda karena interaksi dan respon masyarakat. Makna tersebut akan digali dengan teori semiotika menggunakan pendekatan kualitatif dipadukan bersama metoda survei. Hasil temuan makna selanjutnya akan diinterpretasikan dengan hasil bahwa tidak semua area objek studi memiliki pemaknaan yang condong ke makna denotatif, karena sisi utara memiliki pemaknaan kuat tentang makna sebagai ruang privat para pemerintah daerah. Sedangkan pada semua area kecuali sisi utara bermakna sebagai ruang hiburan bagi masyarakat dengan penyediaan berbagai kebutuhan dalam hal hiburan bagi masyarakat.   Kata kunci: makna, semiotika, alun-alun, interaksi masyarakat, ruang publik
Jurnal Evaluasi Purna Huni Koridor Instalasi Rawat Inap RSUD dr.Iskak Kabupaten Tulungagung Dody Putra Wijaya; Tito Haripradianto haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian evaluasi purna huni terhadap suatu bangunan dibutuhkan untuk melakukan investigasi dan memberikan evaluasi apakah bangunan sudah berfungsi dengan maksimal dalam memenuhi kebutuhan pengguna, rumah sakit merupakan salah satu fungsi bangunan yang komplek dimana membutuhkan performansi fisik yang maksimal agar dapat memberikan pelayanan medis yang baik bagi pasien. RSUD dr.Iskak Kabupaten Tulungagung merupakan rumah sakit rujukan regional yang memiliki tingkat BOR mencapai lebih dari 90% sehingga membutuhkan pelayanan medis yang maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah evaluasi terhadap bangunan RSUD dr.iskak Kabupaten Tulungagung. Terdapat tiga jenis evaluasi purna huni yang akan diteliti pada koridor instalasi Rawat  RSUD dr.Iskak yaitu, aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku Analisis yang akan dilakukan pada penelitian evaluasi purna huni koridor instalasi rawat inap RSUD dr.Iskak ini menggunakan metode kuantitaif dan kualiatif, dengan metode kuantitatif sebagai metode analisis utama dengan membandingkan antara kondisi eksisting dan standar yang telah ditetapkan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan performansi fisik koridor instalasi rawat inap RSUD dr.Iskak berdasarkan tiga aspek analisis evaluasi purna huni yaitu aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku

Page 46 of 150 | Total Record : 1492