cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
KONSEP KESELAMATAN KEBAKARAN PADA PASAR TRADISIONAL PETISAH KOTA MEDAN sarah freshima tampubolon; heru sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan hunian dengan kategori kebakaran kelas A. Hal ini dikarenakan pada pasar terdapat material kertas dan kain yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Sebagai salah satu pasar tradisional, Pasar Petisah Kota Medan telah mengalami kebakaran sebanyak empat kali pada tahun 2002, 2004, 2017 dan 2018. Walaupun dampak yang ditimbulkan dari kebakaran relatif kecil namun, hal ini tetap menimbulkan kerugian bagi pemilik dan pedagang. Sistem proteksi kebakaran yang kurang memadai dan minimnya kesadaran akan bahaya kebakaran semakin meningkatkan potensi terjadinya kebakaran pada Pasar Petisah. Studi ini bermaksud menganalisis kondisi fisik dan elemen keselamatan kebakaran pada bangunan pasar tradisional. Dengan mengambil Pasar Petisah sebagai objek studi, artikel ini diharapkan menemukan konsep keselamatan kebakaran yang dapat diterapkan pada Pasar Petisah.   Kata kunci: sistem proteksi kebakaran dan nilai keandalan sistem keselamtan bangunan
Visual Quality of Tunjungan District in Surabaya Reza Hidayatullah; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A lot of changes happened to the architecture and urban design of heritage district that influence community’s experience and responses. Tunjungan street is one of heritage district that connects northern and southern area of Surabaya. The importance of this heritage district’s location raises a crucial question about the visual quality that created,as this heritage district is one of the Surabaya city’s main face. This research measured people’s preferences on heritage district’s visual quality in Tunjungan street. Using linear-numeric semantic differential and 22 variables, and also human scale photos of the district as a stimuli. The result show that existing corridor indicates early integration in architectural style between new building and the old one, unharmonious setback, uses reflective material, and also moderate transparency level. There were three main factorsof Tunjungan district’s visual quality resulted from this research: Attractiveness, Continuity, and Movements. The most influential factor in the process of creating visual quality is Attractiveness, followed by Continuity, and Movement.Keywords: Visual quality, Heritage district, Tunjungan street, People’s preference
Kinerja Sistem Ventilasi Alami pada Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik Nur Wakhida Fitria; Jusuf Thojib
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai masjid bersejarah Gresik dan sering dikunjungi para wisatawan, Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik diharap mampu memberikan kenyaman termal terhadap penggunanya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengoptimalkan kinerja ventilasi alami pada Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik dengan tanpa merubah bentuk asli bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksperimental. Metode eksperimen menggunakan program Autodesk Flow Design untuk melakukan rekayasa bukaan. Hasil analisis kondisi eksisting Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri Gresik menunjukaan masjid memiliki kinerja sistem ventilasi yang tergolong cukup baik. Namun, kenyamanan termal pada ruang masjid belum tercapai menurut standar ASHRAE khususnya pada waktu sholat dhuhur. Hasil dari rekayasa bukaan untuk mengoptimalkan kinerja sistem ventilasi berupa penerapan sistem stack effect, penambahan luas inlet, dan merubah jenis bukaan mampu mempengaruhi kecepatan udara, kemerataan udara, dan titik tubulensi.Kata kunci : kinerja ventilasi, sistem ventilasi, bukaan, rekayasa bukaan.
Pengaruh Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual Pengguna Ruang Kuliah Gedung Baru Teknik Pengairan UB Zakaria Priyono Putra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural lighting is related with the human perception. Lighting is one of the important factor because the visual comfort will affect process of study in class room. Lack of lighting inside the class room will affect productivity and study activities. GBTP is one of the building of Brawijaya University that has 6 floors and used as class room with window ratio ±60% of building surface. However, differentiation of contrast exposure intensity appear in several class room and with a one side lighting because of double loaded-coridor. Aim of this study is to understand human visual comfort towards natural lighting of class room and to understand lighting system engineering to increase class room visual comfort. Dependent variables are exposure level and lighting distribution, while independent variables are window, shading devices, and interior colour. This reserach use experimental method with descriptive- quantitative. Dialux 4.13 is used as the software to know distribution lay out and distributed lighting in the class room. Experimental method also used to analyse the result and to create some recomendation through independent variable engineering that decrease and improve exposure intensity and distribution of light inside the class room.
Pengaruh Modifikasi Material Dinding pada Suhu Ruang Foresta Resort Tanjung Papuma, Jember Chibhatul Mufrida; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur berupa bangunan sangat rawan terjadi kerusakan akibat perubahan iklimyang terjadi belakangan ini. Foresta Resort Tanjung Papuma merupakan salah satuinfrastruktur penunjang kegiatan wisata di Wanawisata Pantai Tanjung Papuma yangterkena dampak dari perubahan iklim tersebut dan menemui masalah yang cukupserius. Bangunan resort dengan material dinding kayu kelapa sudah tidak berfungsikarena rusak berat dan resort yang menggunakan material dinding kayu gelam sudahdialih fungsikan menjadi gudang penyimpanan ATV. Pihak Perhutani Jawa Timursebagai pengelola telah merencanakan untuk merenovasi resort-resort yang ada terkaitdengan adanya kerusakan-kerusakan pada bangunan resort, review pengunjung resortyang kurang baik, dan kenyamanan suhu ruang yang kurang baik. Tulisan inidimaksudkan untuk menganalisis bagaimana kesesuaian bangunan dengan kriteriabangunan iklim tropis lembap dan bagaimana pengaruh material dinding padakenyamanan suhu ruang resort. Beberapa strategi pemecahan yang berkaitan denganbeberapa aspek tersebut dapat dicoba melalui beberapa alternatif rekomendasi yangditawarkan melalui tulisan ini.
Ruang Personal Pemustaka di Ruang Internet Perpustakaan Universitas Indonesia Sona Putra Wicaksana; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi yang mempengaruhi perkembangan perpustakaan menjadi perpustakaan berbasis teknologi. Dengan fenomena ini ditemukan kecenderuangan yang berbeda antara pemustaka pada perpustakaan analog dan berbasis teknologi. Ketidaknyamanan dalam melakukan kegiatan terkait dengan ruang personal menjadi salah satu permasalahan yang terlihat dalam observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang personal yang terjadi pada pemustaka di ruang internet Perpustakaan Universitas Indonesia. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ruang personal seseorang diantaranya tatanan perabot, jenis kelamin, jarak interaksi dan jenis pemustaka.   Kata kunci: ruang personal, pemustaka, perpustakaan digital, perpustakaan
Persepsi Pengguna terhadap Kenyamanan Beraktivitas pada Kawasan Alun - Alun Kota Probolinggo Mala Azizatul Mukhoyyaroh; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kota merupakan pusat kegiatan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan pemerintahan serta penyedia layanan untuk masyarakat. Berbagai kepentingan di perkotaan menyebabkan kota mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, yang diiringi dengan penurunan kualitas lingkungan. Sebagai salah satu solusi adanya penurunan kualitas tersebut, maka perlunya pengadaan ruang terbuka hijau, terlebih lagi yang dapat mewadahi aktivitas masyarakat dalam hal ini disebut sebagai ruang terbuka publik. Pada ruang terbuka publik aspek kenyamanan sangat penting agar masyarakat dapat tertarik untuk mengunjunginya. Penelitian ini berdasar pada latar belakang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas pada kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan penelitian dan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas dan apa saja yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak 230 orang yang terbagi ke dalam enam zona lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna merasakan cukup nyaman dalam beraktivitas di dalam kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan beraktivitas pada lokasi penelitian ini yaitu perasaan senang beraktivitas, kesesuaian layout dan desain ruang untuk beraktivitas, proporsi visual elemen ruang, dan tatanan vegetasi.   Kata kunci: kenyamanan, aktivitas, ruang terbuka publik   ABSTRACT   A city is a center of human being activities such as social activity, economic, education, politic, government activity, and society service provider. Multifarious activities in the city induce a huge population growth, and accompanied by decreasing environment quality. As a solution of decreasing environment quality, it is necessary to construct a green space, even a green space which facilitate activities as known as public open space. Public open space has an aspect that is comfort which is very important to attract people to visit it. This research based on a background which has purpose to known people perception on how comfort they are doing activities in Alun – Alun Probolinggo. The research contains two methods such as qualitative and quantitative method. Qualitative method is used to describe an existing condition of object study and quantitative method is used to know how people perception to feel comfort doing activities in public open space. This research has 230 respondents who divide into six zones of object study. The result of this research is user of Alun – Alun Probolinggo feel comfort enough doing activities inside it. The factors that influenced the comfort of activities in open public space especially this research location are feeling pleasure, presence of suitability layout and good design, presence of visual elements proportion, and plan of vegetations. Keywords: comfort, activities, public open space
PREFERENSI PENGUNJUNG TERHADAP FAKTOR PENATAAN KAWASAN WISATA DI DESA TROWULAN DAN SENTONOREJO, KAB. MOJOKERTO rizkiyana syafira zahra; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Trowulan menjadi kawasan strategis di bidang sosial budaya dan pariwisata, termasuk diantaranya adalah Desa Trowulan dan Sentonorejo. Kedua desa ini dijadikan bahasan karena letak kedua desa yang berada pada satu koridor jalan, memiliki jumlah situs paling banyak dibanding desa lainnya, serta masih memiliki upacara adat dan keagamanan. Namun sayangnya potensi ini belum diimbangi dengan pembangunan kawasan sebagai daerah wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui preferensi pengunjung terhadap faktor penataan kawasan wisata di Desa Trowulan dan Sentonorejo. Penelitian menggunakan mixed method deskriptif kualitatif-kuantitatif, dengan responden sebanyak 120 pengunjung. Pengolahan data menggunakan mean score, dengan pengelompokan faktor menggunakan rumus sturgess. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penataan kawasan wisata yang memiliki preferensi tinggi, sedang dan rendah. Faktor-faktor yang memiliki preferensi tinggi (disukai) oleh pengunjung adalah faktor attraction (daya tarik atraksi peninggalan kebudayaan, atraksi Rumah Majapahit, serta atraksi upacara budaya & keagamaan), sehingga cukup dipertahankan keberadaan dan kondisinya. Faktor-faktor yang banyak memiliki preferensi netral dan rendah (tidak disukai) adalah faktor aksesbilitas & transportasi, serta keamanan & kebersihan kawasan.  Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang dinilai pengunjung masih membutuhkan perbaikan/peningkatan kualitas. Kata kunci: preferensi, penataan kawasan, wisata heritage
Distribusi Pencahayaan Alami Terhadap Kenyamanan Visual pada Ruang Kelas SMA Negeri 7 Malang Muhammad Fadillah Pratama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai wadah kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru, ruang kelas idealnya dikondisikan dengan pencahayaan yang cukup guna mendukung aktifitas di dalamnya. Standar pencahayaan di ruang kelas sesuai dengan SNI, yaitu 250 lux/m² diatas bidang kerja, namun beberapa fasilitas ruang kelas tidak memiliki kondisi pencahayaan yang dipersyaratkan tersebut. Hal ini terjadi pada beberapa ruang kelas di gedung SMA Negeri 7 Malang. Studi ini membahas desain arsitektural yang dapat dihadirkan pada gedung SMA tersebut guna mencapai kondisi pencahayaan ruang yang ideal. Rekomendasi warna dan material interior, ukuran luas bukaan, dan penambahan komponen ‘lightshelves’ diberikan melalui serangkaian tahapan pengukuran nilai cahaya pada beberapa ruang kelas hingga predikisi pencahayaan ruang yang terjadi melalui program simulasi komputer. Studi ini menunjukkan bahwa dengan perubahan warna dan material interior hanya terjadi perubahan pada bagian perabot, menjadi warna putih yang bermaterialkan poli propilen, kemudian memperluas ukuran bukaan 2-30% pada 5 ruang kelas dari 7 sampel ruang kelas, serta penambahan lightshelves selebar 1 m dan tinggi 50 cm, dengan jarak 50 cm-2 m di depan ruang kelas dapat meningkatkan distribusi pencahayaan alami sebesar 72-100%, dengan persepsi kenyamanan visual pengguna yaitu sangat nyaman.   Kata kunci: Pencahayaan Alami, Kenyamanan Visual, Ruang Kelas, Distribusi
Rekayasa Bukaan untuk Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor Adi Wahyutomo; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.113 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan termal siswa didalam ruang kelas SMA Plus YPHB di Kota Bogor. Dimana sekolah adalah tempatuntuk menuntut ilmu dengan terdapat guru dan murid yang menggunakan ruangkelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara yang nyaman agar konsentrasibelajar dan mengajar tetap terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alamidiharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas,akan tetapi terdapat perbedaan bukaan di setiap kelas yaitu bentuk bukaan.Bentuk bukaan pada sekolah ini cukup berbeda dari ruang kelas SMA padaumumnya, perbedaan tersebut terletak pada dinding masif dan tidaknya. Denganbukaan pada ruang kelas SMA ini memiliki bukaan setengah selebar dindingdengan implementasi dinding tanpa pintu pintu dan memiliki tinggi dindingsebesar 170 centimeter. Lalu sisi lain dari dinding tersebut memiliki 2 bukaanjendela masing-masing sebesar 100 centimeter x 60 centimeter. Metode yangdigunakan adalah kuantitatif dengan variable luas bukaan, temperatur udara,kelembaban udara, kecepatan angin, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Hasildari kuisioner nantinya akan menunjukkan rasa nyaman atau tidak pada ruangkelas tersebut. Rekomendasi yang dihasilkan akan berpengaruh pada bukaanjendela.Kata kunci: Kenyamanan termal, Ruang kelas, Bukaan jendela, Simulasi

Page 47 of 150 | Total Record : 1492