cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pola Pemanfaatan Ruang pada Kawasan Ngrowo Waterfront Tulungagung saviratri sekar nusa; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ngrowo Waterfront merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yangtermasuk dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dari KementerianPUPR dan selesai dibangun pada tahun 2017. Seiring dengan pemanfaatannyasebagai RTH publik, Kawasan Ngrowo Waterfront memiliki kompleksitaspemanfaatan ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis polapemanfaatan ruang yang terjadi di Kawasan Ngrowo Waterfront dengan keterkaitanpelaku aktivitas, waktu aktivitas, dan ruang aktivitas. Metode penelitian yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan pengamatan di ruangruangyang ada di kawasan Ngrowo Waterfront pada hari kerja dan hari libur di pagidan malam hari. Metode observasi yang digunakan adalah place-centered mappinguntuk mengetahui pola aktivitas yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan polayang terbentuk di Kawasan Ngrowo Waterfront adalah linear dan cluster. Pola yangterbentuk dipengaruhi oleh setting fisik, pelaku aktivitas serta waktu aktivitas.Kata kunci: pola, aktivitas, waterfront
PELESTARIAN BANGUNAN STASIUN KERETA API CILACAP talitha nurin tamimi; antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cilacap merupakan kota industri yang berada di Jawa Tengah,namun kota ini juga memiliki peninggalan bersejarah, Salah satunya Stasiun Kereta Api Cilacap. Stasiun ini sudah ada dari zaman penjajahan belanda dan pernah di bom pada tahun 1942 oleh Angkatan Laut Jepang. Kemudian stasiun ini dibangun kembali pada tahun 1943 dengan arsitek Thomas Nix (1904-1998). Sejak saat itu, Stasiun Kereta Api Cilacap ini belum mengalami perubahan. Keunikan bangunan ini, yaitu menggunakan gaya Nieuwe Bouwen, tetapi tetap memasukan unsur lokal pada pilar-pilar area drop off. Unsur lokal yang digunakan adalah bunga Wijayakusuma yang merupakan lambang dari Kota Cilacap. Oleh karena itu, dilakukannya studi ini didasari tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi karakter arsitektural yang terdapat pada bangunan. Serta menentukan strategi arahan pelestarian fisik sesuai hasil penilaian makna kultural yang ditetapkan. Diharapkan studi ini dapat berguna sebagai tindakan untuk mencegah agar bangunan tetap terpelihara sesuai dengan kebutuhan.
Pola Pemanfaatan Ruang pada Taman Tematik di Kota Malang (Studi Kasus : Merbabu Family Park dan Taman Slamet) ariadne hartati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka memfasilitasi kebutuhan masyarakat, sejumlah taman di Kota Malang dikembangkan menjadi taman tematik. Taman Slamet memiliki tema Hidden Paradise yang terdiri dari beberapa fasilitas spot pengambilan gambar yang menarik sedangkan Merbabu Family Park memiliki tema taman keluarga terdiri dari fasilitas bermain dan berolahraga mulai dari kalangan anak-anak hingga lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh perbedaan tematik taman terhadap pola pemanfaatan ruang yang terbentuk pada kedua taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam desain pembangunan serta pengembangan taman kota agar memiliki tema yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pengamatan dalam penelitian ini dilaksanakan pada saat pagi hari, siang hari dan malam hari pada di hari kerja (Senin-Jumat) serta hari libur (Sabtu-Minggu) dengan setting ruang aktivitas yaitu pada Taman Slamet terdapat 8 macam ruang aktivitas sedangkan pada Merbabu Family Park terdapat 6 macam ruang aktivitas. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tematik taman berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang taman. Pada Taman Slamet yang terdiri atas fasilitas ruang estetik, dan memiliki sculpture pola pemanfaatannya menyebar sedangkan pada Merbabu Family Park pola pemanfaatan ruangnya terklaster berdasarkan hobi, tujuan serta klasifikasi usia.Kata Kunci : pola, pemanfaatan, taman tematik
Publik-Privat Pada Hunian Suku Tengger Desa Ngadas amalia melody; abraham mohammad ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadas merupakan salah satu dari 36 desa dengan penduduk asli Suku Tengger yang tersebar dalam empat kabupaten/kota, dan merupakan satu-satunya desa dengan penduduk asli suku tengger yang terletak pada kawasan Kabupaten Malang. Sebagai Desa Wisata dengan intensitas pengunjung atau wisatawan yang tidak sedikit, pada sebagian hunian ada pemukiman Desa Ngadas terdapat penambahan fungsi ruang hunian sebagai home stay. sehingga terdapat pergantian zonasi pada beberapa ruang hunian pada waktu tertentu. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui fleksibilitas zonasi pada pola ruang hunian Suku Tengger Desa Ngadas. Metode yang digunakan pada studi ini adalah deskriptif-kualitatif dengan melakukan crosscheck antara kondisi di lapangan dengan kajian teori mengenai zonasi ruang hunian. Pembahasan mengenai zonasi pada hunian Tengger Desa Ngadas dalam bentuk overlay gambar denah pada masing-masing hunian yang dijadikan subjek penelitian. Hasil studi berupa faktor-faktor penyebab perubahan zonasi ruang pada pola ruang hunian Tengger Desa Ngadas . Perubahan zonasi pada ruang hunian memiliki keterkaitan dengan pembentukan ruang hunian dan juga interaksi sosial masyarakat Desa Ngadas terhadap wisatawan.
Geometri Arsitektur Masjid Agung Surakarta bachtiar muhamad iqbal; antariksa sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter visual merupakan salah satu bagian dari bangunan yang mudah terlihat dan ditangkap oleh manusia. Geometri merupakan bagian dari karakter visual bangunan yang befungsi untuk memperoleh keindahan dan estetika. Masjid Agung Surakarta adalah masjid yang memiliki keunikan dan bersejarah dalam perkembangan agama islam di Kota Surakarta. Masjid agung surakarta juga tergolong dalam bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui geometri arsitektur Masjid Agung Surakarta melalui unsur pembentuk dan prinsip perancangan geometri. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan pengumpulan data yang didapatkan melalui observasi,document review, dan wawancara narasumber, kemudian melakukan analisis data dan penarikan kesimpulan tentang geometri arsitektur Masjid Agung Surakarta.Kata kunci: Geometri, Masjid Agung Surakarta
Kajian Privasi Pemilik Rumah Indekos Di Kampung Kauman Kota Malang Firza Bella Rinelda; Indyah - Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penambahan ruang pada rumah tinggal pribadi menjadi rumah indekos semakin berkembang seiring banyaknya kebutuhan akan rumah indekos oleh para pendatang yang bekerja di Kota Malang. Kampung Kauman yang menjadi salah satu kawasan yang strategis karena dikelilingi oleh sarana perdagangan, jasa serta fasilitas umum yang saat ini makin berkembang, menjadi pilihan bagi pendatang yang sedang bekerja di daerah tersebut untuk mencari tempat tinggal sementara. Perubahan rumah tinggal pribadi menjadi rumah indekos memang menghasilkan keuntungan bagi pemilik. Namun di sisi lain, muncullah berbagai macam permasalahan terkait kebutuhan privasi pemilik serta berbagai interaksi secara fisik, visual dan auditori yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya juga ditemukan bahwa terjadinya interaksi antara penghuni serta setting fisik memiliki peran dalam kebutuhan privasi penghuninya. Penelitian ini  merupakan jenis penelitian kualitatif – deskriptif dengan menggunakan metode behavior setting dan wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan pengaruh setting fisik terhadap privasi pemilik rumah. Rumah yang memiliki setting fisik yang sulit dijangkau secara fisik,visual dan auditori oleh penyewa memiliki privasi yang kuat, berbeda dengan rumah yang setting fisiknya mudah dijangkau memiliki privasi yang lebih lemah. Untuk mendapatkan privasi yang diinginkan, pemilik rumah menggunakan 2 jenis strategi, yaitu strategi menggunakan elemen fisik dan strategi secara verbal berupa peneguran.
Karakter Ruang Bermain Berdasarkan Persepsi Visual Anak Usia Sekolah Dasar Di Kota Malang Febianty Febianty; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan ruang bermain di perkotaan belum terpenuhi secara maksimal. Keterbatasan lahan dan desain yang belum sesuai dengan perkembangan anak menjadi faktor pendukung minimnya ruang bermain anak saat ini. Arsitektur yang terbentuk dari persepsi manusia, membuat pertimbangan persepsi sebagai sumber informasi dalam proses perancangan. Dalam proses perancangan persepsi yang digunakan adalah persepsi arsitek sebagai perancangan, memungkinkan timbulnya perbedaan ruang bermain dilihat dari persepsi sudut pandang anak sebagai pengguna ruang. Perolehan informasi, dalam persepsi, menghadirkan sebuah unsur visual yang pertama mendominasi dalam pikiran anak khususnya pada usia sekolah dasar. Sehingga indera penglihatan anak menjadi sumber informasi terbanyak dalam menghadirkan sebuah persepsi visual. Dalam perkembangan anak, persepsi visual yang muncul bergantung pada cara pandang dan pengetahuannya. Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan anak akan sesuatu, maka perkembangan persepsi visualnya pun akan semakin meningkat. Sehingga persepsi visual anak yang dihasilkan bergantung pada perkembangan anak tersebut secara keseluruhan. Pada usia sekolah dasar anak tidak lagi mewakili objek dalam hubungan dengan dirinya sendiri namun juga mulai mewakili objek dalam hubungan interaksi antar satu dengan lainnya. Sehingga persepsi visualnya mengenai ruang bermain dapat dijadikan informasi dasar perancangan yang memberikan karakter ruang tertentu. Hal tersebut dibutuhkan dalam melihat pengetahuan dan cara anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar sesuai dengan karakter perkembangannya.
KARAKTERISTIK RUANG DOMESTIK RUMAH DINAS PABRIK GULA PENINGGALAN KOLONIAL DI KEDIRI (Studi kasus: PG Meritjan, PG Ngadiredjo, dan PG Pesantren Baru) Putranti Fadyla; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Keberagaman gaya arsitektur di Indonesia dipengaruhi oleh banyak budaya dari kehadiran beberapa negara kolonial di Indonesia. Salah satu yang membawa pengaruh pada munculnya industri gula dan rumah-rumah dinas yang turut dibangun. Saat ini penghuni rumah dinas adalah karyawan dari pebrik gula tersebut. Rumah dinas yang pernah dihuni oleh warga Belanda ini memiliki keunikan dalam sususan ruang domestiknya. Ruang domestik adalah ruang yang digunakan oleh penghuni untuk beraktivitas sehari-hari, sehingga memungkinkan untuk keadaan di dalamnya berubah ketika penghuninya juga berganti. Persamaan bentuk susunan ruang domestik pada rumah dinas pabrik gula yaitu berupa rumah dengan sebuah bangunan utama yang besar dan sebuah massa bangunan berisi ruang-ruang kecil terpisah dari bangunan utama membuat rumah dinas ini memiliki ciri khas yang memiliki makna di dalamnya. Seperti kekuasaan, sosial, politik, dan status menjadi alasan dari keberadaan ruang yang dikhususkan untuk para pekerja pada masa itu. Namun, hingga saat ini keberadaan ruang-ruang kecil itu masih ada dan pula masih digunakan.   Kata kunci: tipologi, domestik, rumah kolonial
Rekayasa Tata Cahaya Alami Pada Ruang Kelas Pondok Pesantren Darul Hikam Mojokerto Septian Pradana Jefry Yuwono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok Pesantren Darul Hikam merupakan salah satu jenis pendidikan dengan pencahayaan alami sebagai sumber pencahayaan utama pada ruang kelas. Namun, beberapa bukaan pada bangunan ini menggunakan material kaca es dan menggunakan bahan berupa penutup tambahan lainnya untuk menutup beberapa jendela dikarenakan silau. Tidak meratanya pencahayaan pada tiap ruang kelas juga menjadi salah satu masalah pada bangunan ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dan eksperimental Data intensitas pencahayaan alami eksisting diambil dengan alat luxmeter dan disimulasikan dengan software Dialux 4.12. Variabel bebas yang diteliti yaitu jendela (posisi, dimensi, material), dan pembayang (eksterior dan interior). Sedangkan variabel terikat meliputi intensitas dan distribusi pencahayaan alami dalam ruang. Standar intensitas pencahayaan alami pada ruang kelas adalah 250 lux. Setelah dilakukan perlakuan terhadap jendela dan pembayang yang meliputi pergantian material kaca, penambahan jendela, penambahan top lighting, serta penambahan lightshelf, area dengan intensitas pencahayaan standar meningkat hingga 82%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan dilakukannya perlakuan terhadap tiap ruang kelas, kinerja tata cahaya alami dapat ditingkatkan. Kata kunci: tata cahaya alami, pondok pesantren, ruang kelas.
Konsep Catuspatha Pada Kawasan Puri (Studi Kasus: Puri Agung Tabanan dan Puri Agung Buleleng) ida Ayu Santi Priyanka; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puri Agung merupakan bangunan bersejarah yang dahulunya merupakan tempat tinggal seorang raja yang memerintah sebuah kawasan di Bali. Puri Agung beserta kawasan sekitarnya dibangun menggunakan konsep tradisional Bali yaitu Catuspatha. Konsep Catuspatha merupakan konsep yang mengatur pola ruang berdasarkan empat mata angin, dan ditemukan dalam lontar Eka Pretamaning Brahmana Sakti dan lontar Batur Kelawasan. Pengaruh letak geografis berpengaruh pada arah mata angin, sehingga terdapat dua objek pada penelitian ini yaitu kawasan Puri Agung Tabanan dan Puri Agung Buleleng. Kawasan Puri Agung di Bali mengalami beberapa kali perubahan akibat adanya pergantian sistem pemerintahan hingga sosial dan budayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran konsep Catuspatha terhadap pembentukan pola ruang pada kawasan puri Agung di Bali. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah konsep Catuspatha tidak bersifat mutlak dikarenakan ditemukan penyesuaian pada beberapa elemen Catuspatha karena adanya perkembangan zaman.

Page 48 of 150 | Total Record : 1492