cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Pada Jalur Pedestrian Di Sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus Grab Adinda Fazrina; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa kawasan dengan konsep transit oriented development (TOD) dikembangkan untuk mendukung perkembangan jaringan transportasi umum di DKI Jakarta. Salah satunya adalah kawasan TOD Lebak Bulus. Kawasan TOD memiliki tujuan antara lain meningkatkan aktivitas berjalan kaki sehingga kualitas jalur pedestrian memiliki peran penting bagi sebuah kawasan TOD. Setiap warga kota, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak atas kesetaraan. Salah satu bentuk kesetaraan yang merupakan hak penyandang disabilitas adalah lingkungan bebas hambatan. Secara umum, jalur pedestrian merupakan fasilitas publik yang seharusnya mencerminkan konsep aksesibilitas. Lokasi jalur pedestrian yang berada di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus sebagai kawasan transit membuat aspek aksesibilitas lebih krusial lagi. Penelitian menggunakan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data kualitatif dilakukan dengan observasi lapangan mengenai kondisi objek penelitian dan kesesuaiannya dengan tolak ukur acuan. Setelah itu dilakukan pengambilan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui pendapat penyandang disabilitas, orang tua, guru, dan pendamping penyandang disabilitas tentang kondisi aksesibilitas pada lokasi penelitian. Hasil dari observasi lapangan dan data dari kuesioner dianalisis bersama untuk mengetahui tingkat aksesibilitas jalur pedestrian, jalur penyebrangan, zona menaikkan dan menurunkan penumpang, ram, lift, serta signage di sekitar stasiun. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa jalur pedestrian di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus sudah cukup aksesibel bagi penyandang disabitilias, namun belum optimal.
Upaya Pelestarian Rumah 1870 di Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang Afifah Khairunnisa; Antariksa Sudikno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayutangan memiliki kampung wisata, yaitu Kampung Heritage Kayutangan, dengan nuansa Hindia Belanda. Namun, terjadi perubahan karakter pada bangunan, sehingga tidak semua bangunan menerapkan gaya arsitektur Hindia Belanda dan diperlukan upaya untuk menjaga dan merawat bangunan supaya terjaga keasliannya. Salah satu rumah tinggal rumah tinggal tertua yang termasuk pada kampung tersebut adalah Rumah 1870, dengan menerapkan gaya arsitektur Hindia Belanda. Tujuan penelitian ini untuk menentukan upaya pelestarian pada Rumah 1870. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif dan development. Hasil studi menunjukkan bahwa karakter arsitektur Rumah 1870 memiliki potensi untuk dilestarikan. Upaya pelestarian pada karakter arsitektur) berdasarkan klasifikasi potensi, pada karakter visual dilakukan preservasi dan konservasi, sedangkan karakter spasial preservasi, konservasi dan adaptasi.
Persepsi Masyarakat Terhadap Kualitas Walkability di Koridor Jalan Braga Kota Bandung Farhan Anugrah Ramadhan Erwiyanto; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jl. Braga ikon koridor jalan terkenal di Kota Bandung, dengan kawasan yang diperuntukan sebagai wisata, perdagangan, dan jasa (RDTR PZ). Beragamnya fungsi bangunan, mobilitas tinggi, dan ramainya koridor Jl. Braga, banyak tindakan perbaikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu sudah seharusnya koridor jalan ini memiliki kualitas walkability yang baik. Nyatanya, masih terdapat kekurangan yang membuat perasaan kurang nyaman untuk beraktivitas di jalan ini. Oleh karena itu sudah seharusnya ada pengecekan mengenai persepsi masyarakat terhadap kualitas walkability di koridor jalan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis deskriptif kondisi eksisting walkability di Jalan Braga. Deskriptif kualitatif ini disandingkan dengan standar yang digunakan untuk menentukan secara kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan analisis meanscore untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap kualitas walkability. Dari kedua analisis ini, dilakukan sintesis untuk mengetahui mengapa masyarkat memberikan penilaian, dikaitkan dengan kondisi eksisting di Jalan Braga. Hasil penelitian menunjukan aspek aksesibilitas, dan kenyamanan mendapatkan penilaian kurang. Aspek keselamatan dan keamanan mendapatkan penilaian cukup, dan aspek estetika mendapatkan penilaian baik. Penilaian dapat dijelaskan dengan terdapat pengaruh dari kondisi eksisting dan kesesuaian standar. Dapat diartikan jika penilaian kualitas walkability bernilai cukup, dengan perlunya beberapa perbaikan agar dirasa lebih baik dan walkable.
Pengaruh Desain Roster Terhadap Pendinginan Alami pada Bangunan Seroomah Villa Gallery Malang Intan Rosita Dewi; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, terdapat kendala kenyamanan termal di area perkotaan. Peningkatan suhu rata-rata di Kota Malang sebesar 0,6⁰C selama tahun 2007-2014 (BPS Kota Malang). Mayoritas masyarakat kota menggunakan penghawaan buatan yang memerlukan energi. Kementerian ESDM mempublikasikan rencana kebijakan energi jangka panjang. Penghematan energi bangunan komersial ditargetkan sebesar 10%-30%. Masyarakat perlu menerapkan pendinginan alami untuk meminimalisir penghawaan buatan. Salah satu strategi pendinginan alami, yaitu pengaplikasian roster. Terdapat villa bernama Seroomah Villa Gallery Malang karya arsitek Gursiji Studio yang mengaplikasikan roster dan tidak menggunakan AC, sebagai respon terhadap peningkatan suhu di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode analisis visual untuk mengevaluasi roster sebagai penerapan arsitektur bioklimatik pada objek. Selanjutnya, melakukan pengukuran lapangan, mengumpulkan data, analisis evaluatif, dan analisis komparatif untuk mengetahui pengaruh roster terhadap kinerja termal pada objek, Kemudian, melakukan simulasi digital menggunakan software ANSYS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengaplikasian roster pada objek telah sesuai dengan parameter arsitektur bioklimatik, kecuali parameter dimensi bukaan. Keberadaan roster pada objek mampu menurunkan suhu bangunan. Kamar tidur A dan D dengan roster berdimensi bukaan 0,42 m2, memiliki penurunan suhu tertinggi sebesar 3,2⁰C dan 3,9⁰C. Namun, memiliki tingkat kelembapan tinggi pula. Terdapat rekomendasi desain kamar tidur terkait dimensi, guna menurunkan kecepatan udara, sehingga mampu menurunkan kelembapan.   Kata kunci: roster, pendinginan alami, arsitektur bioklimatik, kinerja termal
Adaptasi dan Kesesuaian Interior Pasar Tangguh terhadap Tatanan Normal Baru (Objek Studi: Citraland Fresh Market Surabaya) Nadilla Serezka Khairuna; Rinawati Pudji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan protokol kesehatan pada tatanan normal baru pandemi COVID-19 di fasilitas umum bertujuan untuk menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 yang bertransmisi melalui udara di lingkungan masyarakat, salah satunya adalah tempat pemenuhan kebutuhan pokok.   Pasar tradisional memiliki citra negatif terkait kondisi fisiknya, sehingga memerlukan penyesuaian terhadap pelaksanaan protokol kesehatan terutama pada ruang dalam sebagai tempat terjadinya interaksi dan aktivitas.  Penelitian ini bertujuan untuk meninjau keamanan dan efektivitas pelaksanaan protokol kesehatan pada interior Citraland Fresh Market Surabaya sebagai objek percontohan Pasar Tangguh di Kota Surabaya, yaitu program transisi pasar tradisional di masa kenormalan baru.  Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, yang dimulai dengan pengumpulan data sebelum dianalisis berdasarkan unit amatan yang meliputi tata ruang, pengisi ruang, dan tata kondisi ruang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk adaptasi lebih mengarah pada penyesuaian elemen semi-fix karena sulitnya untuk mengubah elemen fix di tengah kondisi darurat pandemi COVID-19.  Aspek keamanan dan efektivitas pelaksanaan protokol kesehatan pada delapan belas indikator dari unit amatan masih kurang maksimal, dengan temuan delapan indikator tidak memenuhi aspek keamanan dan sebelas indikator tidak memenuhi aspek efektivitas.
Kriteria Desain Interior Indekos Pada Era New Normal (Studi Kasus Indekos Keputih Andy Rahman) Aisyah Pratita Danastri Yuwono; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indekos adalah salah satu tempat tinggal sementara bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah selama masa studi. Pada akhir tahun 2019, dunia dilanda pandemi COVID-19 yang membuat tatanan kehidupan manusia berubah berdaptasi dengan keadaan menjadi tatanan new normal. Indekos sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa perantau perlu dilakukan penyesuain dengan new normal agar penghuni aman dan nyaman. Penelitian ditujukan untuk mengetahui kriteria desain interior indekos yang sesuai dengan tatanan new normal ditinjau dari elemen interior bangunan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan data primer diambil dari hasil observasi objek studi. Objek studi yang digunakan adalah Indekos Keputih Jilid 1 hingga Jilid 5 rancangan milik Andy Rahman. Hasil penelitian mendapatkan kriteria desain interior indekos yang beradaptasi dengan new normal yaitu memiliki penataan ruang berdasarkan zonasi, bukaan lebih dari 20%, memiliki courtyard dan skylight, permukaan material yang digunakan rata dan mudah dibersihkan, interior memiliki kesan alami dengan pencahayaan alami, penggunaan warna alami, dan elemen estetika.
Kinerja Bangunan Gedung Hijau Pada Gedung Koridor Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Firda Ainun Rosyidah; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kerusakan lingkungan dan pemanasan global secara general yang disebabkan oleh penggunaan energi secara berlebihan masih menjadi isu penting hingga saat ini. Salah satu solusi yang dapat diterapakan adalah melalui konsep arsitektur hijau. Universitas Brawijaya turut berkontribusi dengan pencanangan program green campus pada tahun 2015 dengan salah satu agendanya yaitu smart building seperti konsep penerapan bangunan hijau. Penelitian ditujukan untuk menilai kinerja bangunan gedung hijau pada Gedung Koridor Fakultas Ilmu Komputer yang dibangun setelah pencanangan program green campus mengacu pada Sistem Rating Bangunan Hijau Kementerian PUPR dengan 10 kriteria. Hasil dari evaluasi, Gedung Koridor dikategorikan sebagai Hijau Madya dengan perolehan poin 97. Rekomendasi dilakukan dari segi arsitektural dan non arsitektural pada aspek-aspek dengan nilai kurang untuk memaksimalkan kinerja gedung. Dengan adanya rekomendasi, Gedung Koridor berpotensi memperoleh poin sebanyak 187 dengan kategori Hijau Utama.
KAJIAN TATA AKUSTIK RUANG IBADAH GEREJA PROTESTAN DI INDONESIA BAGIAN BARAT (GPIB) JEMAAT IMMANUEL MALANG Grace Friscilia Thane; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gereja memiliki arti sebagai tempat bagi umat Kristiani untuk beribadah maupun melakukan kegiatan kerohanian lain. Ruang ibadah dalam kegiatan ibadah gereja merupakan tempat untuk berkomunikasi baik secara verbal, musik, dan emosional antara pendeta, pemimpin liturgi/MC, pemain musik, pengisi pujian, jemaat dan lainnya. Jika akustik dalam ruang ibadah baik, maka suara verbal dan musik dapat terdengar jelas. Bangunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Malang adalah salah satu bangunan Cagar Budaya Malang dan berada di daerah dengan intensitas kebisingan tinggi karena berada di pinggir perempatan jalan raya Alun-alun Kota Malang. Metode yang digunakan untuk meninjau permasalahan yaitu melakukan pengukuran dan penelitian aspek-aspek akustik secara objektif dengan menggunakan alat dan dengan menyebarkan kuisioner online mengenai tingkat kenyamanan audial jemaat. Observasi awal pada bangunan eksisting menunjukkan bahwa terdapat masalah pada suara bising latar belakang dan waktu dengung (RT) dalam ruang ibadah utama masih melebihi standar, posisi loudspeaker di daerah pinggir kursi (kanan-kiri) dan juga pada ruang tambahan samping Gereja yang tidak terdapat speaker sehingga suara yang dihasilkan menjadi kurang terdengar. Untuk itu, diperlukan adanya evaluasi kenyamanan audial GPIB Immanuel, serta memberikan saran untuk perbaikan kualitas akustik di dalam ruang ibadah utama Gereja tersebut.
Strategi Pendinginan Pasif pada Gedung Seni Taman Balekambang di Surakarta Vendra Anggit Pramudya; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Seni Taman Balekambang merupakan bangunan bersejarah yang dapat dimaksimalkan untuk kepentingan aktivitas budaya. Gedung ini merupakan bangunan yang tebal dan fungsi utama sebagai ruang akustik. Maka dari itu, gedung ini memerlukan strategi pendinginan pasif untuk memperbaiki keadaan eksisting supaya menjadi wadah aktivitas kebudayaan yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk mencapai strategi pendinginan pasif adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan cara melakukan identifikasi desain pendinginan pasif yang berhubungan dengan elemen arsitektur dan melakukan analisis terkait bagian-bagian yang memungkinkan untuk dimodifikasi seperti bahan bangunan, atap, sun shading, bukaan, vegetasi, dan lingkungan sekitar. Metode kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisis kinerja pendinginan pasif dengan cara melakukan pengukuran kondisi termal didalam bangunan dan membandingkannya dengan standar kondisi termal. Hasil dari analisis kinerja pendinginan pasif menunjukkan bahwa kondisi termal bangunan tidak memenuhi standar kondisi termal pada waktu tertentu. Hasil dari analisis desain pendinginan pasif merupakan dasar untuk memodifikasi elemen arsitektur. Dengan hal ini, rekomendasi desain bisa dilakukan untuk menentukan strategi pendinginan pasif pada bangunan Gedung Seni Taman Balekambang dengan cara melakukan perubahan material atap, memperbaiki sistem sirkulasi udara, menggunakan teknik evaporasi lingkungan sekitar yang lebih baik, dan penambahan sun shading berupa vegetasi gantung.
Preferensi Masyarakat terhadap Setting Elemen Fisik Ruang Terbuka Publik Di Era New Normal Covid-19 Dita Ayu Alferina; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka public yang diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat dan menghadirkan kenyamanan didalamnya. Namun kini Covid-19 membuat aktivitas ruang terbuka publik menurun. Kini setting elemen fisik taman kota perlu berubah dan menyesuaikan dengan prokol kesehatan. Hal tersebut memicu perubahan preferensi masyarakat terhadap setting elemen fisik ruang terbuka publik. Sehingga kini perlu diketahui preferensi masyarakat terhadap setting elemen fisik taman kota di era New Normal. Objek studi penelitian berada di Alun-alun Jember. Metode yang akan digunakan pada penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis mean score serta regresi berganda. Penelitian ini terdiri atas variabel preferensi dan kenyamanan (Aksesibilitas, Kebersihan, Keindahan, dan Vitalitas). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masyarakat cenderung menyukai elemen fisik yang masuk ke dalam kategori Kenyamanan Tinggi. Selain itu, Aksesibilitas dan Vitalitas mempengaruhi preferensi masyarakat. Keduanya merupakan hal yang menjadi penting di era New Normal.

Page 87 of 150 | Total Record : 1492