cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Model Arsitektur Percabangan Beberapa Pohon di Taman Nasional Alas Purwo Gustini Ekowati; Serafinah Indriyani; Rodiyati Azrianingsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.5

Abstract

The Alas Purwo National Park (APNP) has been designated as a world reserved biosphere by UNESCO. Reserved biosphere is an area consisting of the original ecosystem, unique ecosystems, or ecosystems that have degraded their entire natural elements; therefore, this biosphere is protected and preserved for research and education. To support the protection and preservation efforts, it is important to conduct a basic research for empowering the plant species. This study aimed to characterize the architectural model based on the branching tree and to make a key determination or identification of tree species in the APNP. Exploration of APNP area was conducted using the survey methods; it had been done by passing through the triangulated, going to the bridge Sunglon Ombo until Pancur, then rotating to the cave Istana, the lodge of Sadengan, then going back to the triangulated. The architectural model and the type of branch of trees in APNP were observed. They were stratified by 23 of the known architectural models. The data was descriptively analyzed then the key determination was made. The result showed 11 of tree architecture models consisted of Troll 14 types, Scarrone 4 types, Corner 4 types, Leeuwenberg 3 types, Aubreville 3 types, Mc Clure 3 types, Rauh 5 types, Masart 2 types, Holtum 1 type, Prevost 1 type, and Koriba 1 type. Furthermore, the 11 plants as the examples of the architectural model were described, completed with photos, and notes on endemic species of APNP. The identification key for multiple branching trees also was added depending on the model.
Uji Potensi dan Identifikasi Berdasarkan Sekuen ITS Kapang Antagonis Pengendali Kapang Patogen Tanaman Apel di Perkebunan Apel Gabes Lely Shohihati; Suharjono Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Apel (Malus sylvestris Mill) sebagai ciri khas Kota Batu produksinya mengalami penurunan yang disebabkan oleh serangan kapang patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi dan identifikasi isolat kapang antagonis dalam menghambat pertumbuhan kapang patogen tanaman apel dari perkebunan apel di Gabes Kota Batu Jawa Timur. Tahapan penelitian meliputi isolasi kapang antagonis dan kapang patogen tanaman apel, skrining kapang antagonis, uji antagonis dengan metode dual culture berdasarkan Rancangan Acak Kelompok, dan identifikasi kapang antagonis secara molekular. Hasil skrining didapatkan kapang antagonis isolat OK14, OK23,  FO1, dan FO14 memiliki potensi penghambatan secara berurutan 38,0; 52,4; 50,0; dan 49,7 % terhadap kapang patogen AN5.2. Isolat OK14, OK23, dan FO13 memiliki potensi penghambatan secara berurutan 39,3; 41,8; dan 83,2 % terhadap kapang patogen AN3.2. Isolat OK23 merupakan antagonis potensial terhadap kapang patogen AN5.2 diidentifikasi sebagai Aspergillus fumigatus. Kata kunci: antagonis, dual culture, kapang, molekular, patogen
Dexamethasone Activities toward Population of B cells, Gr-1, and TNF-α cytokine in Mice (Musmusculus) Balb/c Biliary Atresia Model Riza Rahmawati; Muhaimin Rifa'i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biliary atresia iscondition caused by Rotavirus (RRV) infection. The aims of this study were to know the immune responses of mice model of biliary atresia treated with corticosteroid.Mice were splitinto 3 treatment groups: control (K), RRV injection (R), and RRV injection in the present of dexamethasone(R+D). In R treatment, the baby mice born in <24 hours were injected with 20 µl of phosphate buffered saline containing 1.5 x 106 fluorescence-forming units Rhesus Rotavirus (RRV). First termination was performed in the day 7 to 14, while second termination was done in the day 14 to 21. The dosage of dexamethasone which is applied in this experiment is 0.5mg/kg body weight.Immunocompetent cells were isolated from spleen,  and cell surface molecules were then analyzed by flowcytometry. The data was tested by SPSS 16.0 for Windows program. The results showed that dexamethasone given as corticosteroid for biliarry atresia theurapy couldsuppress TNF-αproduction as well as Gr-1 proliferation. In the other hand dexamethasonecan promote B220+ cell proliferation inrotavirus infected mice. Key word: Baby mice, biliary atresia, dexamethason, flowcytometry, rotavirus
Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai Sebuah Upaya Pengurangan Pupuk Anorganik pada Tanaman Krisan Potong (Chrysanthemum sp.) Christa Dyah Utami; Sitawati Sitawati; Ellis Nihayati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.1

Abstract

Budidaya tanaman krisan potong pada umumnya dilakukan menggunakan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) konsentrasi PGPR terhadap pengurangan penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya tanaman krisan potong terhadap standar hasil krisan potong dan (2) kombinasi konsentrasi PGPR dan pemberian dosis pupuk anorganik terhadap standar hasil krisan potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2016 di dalam rumah lindung di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian 1.100 m dpl. Metode yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari petak utama ialah perlakuan pemberian PGPR (P) dan anak petak ialah pemberian pupuk anorganik. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan konsentrasi PGPR dan pengurangan dosis pupuk anorganik tidak menunjukkan terjadinya interaksi. Pemberian PGPR dengan konsentrasi 10 ml l-1 per aplikasi berpengaruh nyata meningkatkan biomassa akar dan biomassa total tanaman. Pengurangan dosis pupuk anorganik 25% mampu menghasilkan krisan potong dengan kriteria grade A, antara lain memiliki panjang tangkai ≥ 70 cm; diameter tangkai antara 4,1 hingga 5 mm dan diameter bunga antara 71 hingga 80 mm yang lebih banyak daripada perlakuan lain. Kandungan nutrisi pada daun dan tanah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi PGPR dan semakin sedikitnya pengurangan dosis pupuk anorganik.
Identifikasi Synaptula (Echinodermata : Holothuroidea) Raja Ampat Berdasarkan Gen COI Robitoh Desi Kurniasari; Aris Soewondo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification of species Raja Ampat required in order to obtain marine biodiversity in Raja Ampat. Synaptula is one of the organism that inhabit in Raja Ampat and belonging to sea cucumber. Sea cucumber is an organism that difficult to distinguish through morphological characteristic.. This study aimed to identify Synaptula from Raja Ampat based on mitochondrial gene, cytochrome c oxidase subunit 1 (COI). The results of the study that Synaptula of Raja Ampat (UNP 101) is Plakobranchus ocellatus, the result is different with identification through morphological. Synaptula of Raja Ampat (UNP 101) has a high similarity with Plakobranchus ocellatus species from Sulawesi and the Philippines. Genetic distance Synaptula of Raja Ampat (UNP 101) with Synaptula reciprocans is 76.8%, while similarity values is 23.6%. The difference in the results of species  identification may be caused by contamination DNA Plakobranchus UNP 67A to DNA Synaptula UNP 101, contamination is likely to occur during the identification process which simultaneity. Keywords: COI gene, identification, Synaptula.  
Struktur Komunitas Serangga Nokturnal Areal Pertanian Padi Organik pada Musim Penghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Rudi Candra Aditama; Nia Kurniawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian organik merupakan sistem pertanian berkelanjutan dengan menekankan pada kestabilan lingkungan. Indikator kestabilan pertanian organik tersebut dapat diketahui dari keragaman dan kelimpahan serangga salah satunya serangga nokturnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas dan struktur komunitas serangga nokturnal pada areal pertanian padi organik di musim penghujan. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan pengambilan sampel sebanyak enam kali dengan mengunakan metode Light Trap (LT) pada enam titik serta dilakukan pengukuran faktor abiotik. Data ditabulasi dalam Microsoft Excel. Struktur komunitas didapatkan dari indeks nilai penting (INP) dan indeks diversitas Shannon-Wienner. Serangga nokturnal di areal pertanian organik terdiri dari 10 ordo yang terbagi atas 42 famili dengan lima famili tertinggi berdasarkan indeks nilai penting (INP) yaitu Culicidae (23 %), Delphacidae (19 %), Pyralidae (13 %), Chrysomelidae (12 %), dan Formicidae (12 %). Diversitas serangga nokturnal yang diperoleh berdasarkan indeks diversitas Shannon-Wiener menunjukkan nilai (H'=4,146). Komposisi peran ekologis serangga nokturnal yang ditemukan terdiri dari herbivora (122 %), predator (33 %), scavanger (23 %), dan parasitoid (22 %). Faktor abiotik memiliki nilai yang tidak berbeda jauh pada setiap lokasi pengambilan sampel dengan rata-rata suhu 22-24o C, intensitas cahaya 40 lux, kelembaban udara 88 %, dan curah hujan kumulatif 2663 mm/tahun. Kata kunci : Komunitas,  Light Trap (LT),  Pertanian organik, Serangga nokturnal.
Review: Peningkatan Produktivitas Tebu (Saccarum Officinarum l.) pada Lahan Kering Melalui Pemanfaatan Bahan Organik dan Bahan Pelembab Tanah Sintesis Edi Tando
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.6

Abstract

Sugar cane (Saccarum officinarum L.) is a crop that can only be planted in the tropics and having high economic value . The main problems sugar industry in indonesia is low sugar price because of frequent imports sugar, due to technical the low agronomy not done with perfect. The development of sugar cane dry land an option pledged to speed up the process of the quantity , quality , and continuity sugar confection to independence national sugar. The purpose of drafting this paper is to provide information about increased productivity sugar cane in dry land through the application of organic matter and moisturizing synthesis of land ( poliakrilamides ). The role of organic matter very large in boost fertility physical, biology and chemistry the ground and determine productivity land. Organic material has had several excellence namely materials readily obtainable , cheap. But supply always changing and it should be given many times and in large quantitie. Besides organic matter, in agriculture has recommended poliakrilamide as a humectant land can improve the nature of fisikokimia land, reduce the number of irrigation, lost the confusion and production costs plant. The use of poliakrilamide is one of the most effective technology and economical latest identified to finish improve the quality of water required
STUDY BIRD'S ARE TRADE IN SPLENDID BIRD MARKET, MALANG Bayu Hendra Prakosa; Nia Kurniawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Splendid Bird Market was established in 1955 and located central city of Malang. The purpose of this study was to determine number of species birds are trade in Splendid Bird Market and knowing conservation status of bird traded in Splendid Bird Market, this studi started in January 1st until March 31th 2014 located at Splendid Bird Market. Tools and materials that used for collecting data are field guide bird identification of greater Sunda region and Wallacea region, camera, pocket book, handphone, and stationery. The method of collecting data consist of field observation, interview, collecting primary and secondary data. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results were found 10 ordes, 38 family, and 148  spesies of birds. Birds that were traded in Splendid bird market mostly come from Sumatera, Java, Bali, and Borneo and the percentage of that birds is 92%. Birds like Long-tailed Shrike (Lanius schach Linnaeus 1758), Oriental-magpie Robin (Copsychus saularis, Linnaeus 1758), White-rhumped Shama (Copsychus malabaricus, Scopoli 1786), Greater Leafbird (Chloropsis sonnerati, Jardine & Selby 1827), Orange-headed Thrush (Zoothera citrina, Latham 1790), Straw-headed Bulbul (Pycnonotus zeylanicus, Gmelin 1789), and Bali Starling (Leucopsar rothschildi Stresemann 1912) were most wanted by people. Several birds were migrant birds from East Asia, based on IUCN, 90% birds were traded in Splendid Bird Market have conservation status is least concern, and singing birds are most wanted by people. Keyword : Bird, Bird market, Bird trading.
Pengaruh Rotasi Tanaman dan Agen Pengendali Hayati terhadap Nematoda Parasit Tanaman nadiyatus saada thirdyawati; Suharjono Suharjono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan komponen yang terbentuk secara alamiah sebagai media pertumbuhan mahluk hidup, dari jenis tanaman hingga mikroba. Mikroba memiliki peran sebagai dekomposer sehingga dapat memertahankan keseimbangan ekosistem. Terdapat beberapa faktor pembatas dalam menjaga kualitas dan kuantitas tanah, yaitu tingginya serangan patogen dan nematoda parasit tanaman. Berbagai cara dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut, mulai dari penggunaan pestisida sintetik hingga persilangan varietas unggul, sampai ditemukan upaya pengendalian yang ramah lingkungan dan tidak berdampak buruk bagi organisme non-target, yaitu rotasi tanaman dan pemanfaatan agen pengendali hayati. Upaya tersebut terbukti mampu memperbaiki dan meningkatkan mikro-flora dalam tanah akibat kerusakan alami maupun buatan. Meningkatnya jumlah mikroba dalam tanah, merupakan  indikasi dari yang tanah sehat, dan berdampak positif bagi peningkatan produktivitas tanaman.
Respon Tanaman Kentang Hitam (Solenostemon Rotundifolius) pada Berbagai Jumlah dan Frekuensi Pemberian Air Primarini Dayu Ardani; Nur Edy Suminarti; Agung Nugroho
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.11

Abstract

Air memiliki peran yang penting dalam kelangsungan hidup tanaman. Kentang hitam (Solenostemon rotundifolius) adalah bahan pangan yang cukup lama dikenal di Indonesia, akan tetapi tingkat kebutuhan airnya masih belum diketahui. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kebutuhan air tersebut adalah tingkat ketersediaannya serta pendistribusiannya secara merata pada seluruh fase pertumbuhan tanaman. Penelitian untuk mempelajari dan memperoleh informasi tentang jumlah dan frekuensi pemberian air yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang hitam telah dilakukan di Greenhouse BLK Wonojati, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi, frekuensi pemberian air diletakkan sebagai petak utama, terdiri dari tiga macam yaitu pemberian air sehari sekali, dua hari sekali dan tiga hari sekali. Jumlah pemberian air sebagai anak petak, yaitu 300, 600, 900 dan 1200 mm musim-1. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata pada parameter jumlah daun per tanaman pada umur 81 hst, luas daun, bobot kering daun, bobot kering total tanaman pada 27 hst dan Efisiensi Penggunaan Air (EPA), akan tetapi semua parameter panen tidak menunjukkan hasil yang nyata.