cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Pemanfaatan Rhizobakteri dari Gulma di UB Forest sebagai Agen Antagonis Penyakit Layu Bakteri pada Kentang Junda Fauzul Izza; Luqman Qurata Aini; Restu Rizkyta Kusuma
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.02.03

Abstract

Penyakit layu bakteri yang diakibatkan oleh patogen Ralstonia solanacearum merupakan kendala yang sering terjadi pada budidaya tanaman kentang. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan rhizobakteri yang efektif mengendalikan penyakit layu bakteri dan meningkatkan pertumbuhan pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, UB Forest, dan Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rhizobakteri diisolasi  dari  perakaran gulma di UB Forest kemudian dilakukan pengujian aktivitas sebagai pemicu pertumbuhan. Rhizobakteri yang terpilih dilakukan pengujian sifat antagonis terhadap R. solanacearum secara in vitro dan penekanan terhadap angka kejadian penyakit serta pertumbuhan tanaman kentang. Identifikasi isolat dilakukan secara fisiologi, biokimia dan molekuler. Hasil eksplorasi didapatkan 20 isolat rhizobakteri yang bersifat antagonis terhadap R. solanacearum. Isolat AGR 2 memiliki diameter penghambatan yang sama dengan bakterisida secara in vitro. Secara in vivo isolat bakteri AGR 1, AGR 2 dan EPT 9 dapat meningkatkan rerata jumlah daun lebih tinggi dibandingkan dengan bakterisida pada 1 dan 2 MSA (minggu setelah aplikasi). EPT 9 mampu menekan angka kejadian penyakit layu bakteri 55,6 % setelah 5 MSA dan meningkatkan berat umbi sebesar 59,3 % lebih tinggi dari perlakuan kontrol. Isolat  AGR 2 diketahui sebagai Pseudomonas aeruginosa dan EPT 9 merupakan Bacillus cereus.
Pengaruh Gula Reduksi dan Total Nitrogen Terhadap Densitas dan Viabilitas Sel Saccharomyces cerevisiae dalam Fermentasi Etanol dari Molase ekwan nofa wiratno; Tri Ardyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fermentasi etanol dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah densitas dan viabilitas sel khamir. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi total nitrogen dan gula reduksi terhadap densitas dan viabilitas sel Saccharomyces cerevisiae (SAF Instan) selama proses fermentasi etanol dari molase. Tahapan penelitian ini terdiri dari pengukuran kadar gula reduksi, total nitrogen, konsentrasi kalsium, penentuan densitas dan viabilitas sel khamir serta analisis data. Fermentasi dilakukan selama 72 jam dengan 3 ulangan. Perlakuan konsentrasi gula reduksi (GR) dan total nitrogen (N) yaitu GR 100 N 0, GR 100 N 6, GR 100 N 10, GR 125 N 0, GR 125 N 6 dan GR 125 N 10 g/l. Penghitungan viabilitas sel dilakukan setiap 24 jam. Viabilitas tertinggi adalah GR 125 N 0 (95,76 %) dan GR 100 N 6 (95,96 %). Penurunan viabilitas sel disebabkan oleh rendahnya perkembangbiakan sel khamir (tidak terjadi peningkatan jumlah sel secara signifikan (p>0,05)). Hal ini terjadi karena tingginya konsentrasi kalsium (0,21 %).
Efect of Bitter Melon (Momordica charantia) and Bitter (Andrographis paniculata) Extract to Humoral Immunity in Balb/c Mice Model of Type 2 DM Lailiya Vina Rochmatika; Muhaimin Rifa'i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (DM2) is disease caused by decreased insulin receptor sensitifity,  so that, causing level blood glucose to rise. One of strategy to reduce blood glucose level is by administration with medicinal herbs. The aim of this research was to analyze the effect of bitter melon (Momordica charantia) and bitter (Andrographis paniculata) extract on B220 cell in Balb/c mice model of type 2 DM. Mice in the age of 5 days were divided into five groups, each group consists of 4 mice. The treatments consist of negative control (normal mice), positive control (DM2), dose 1, dose 2, and dose 3. DM2 was induced by intraperitoneally injection of Streptozotocin (STZ) in neonate BALB/c mice. Treatment with bitter melon and bitter was performed for 14 days. Blood glucose level was examined by glucometer. Spleen cells were isolated and analyzed by flow cytometry post treatment. The result showed that dose 3 of extract of Bitter (Andrographis paniculata) and Bitter melon (Momordica charantia) can increase the number of B cells in DM2 treated mice compare to DM2 untreated mice. Furthermore, we showed that Bitter melon extract herbal (Momordica charantia) and Bitter (Andrographis paniculata) had an ability to reduce blood glucose level in concentration dependent manner. Dose 3 known as the most efective to optimize either B cells proliferation or blood glucose reduction. Key words: Bitter, bitter mellon, diabetes mellitus type 2, streptozotocin
INTERAKSI ANTARA CAPUNG DENGAN ARTHROPODA DAN VERTEBRATA PREDATOR DI KEPANJEN, KABUPATEN MALANG Bernadeta Putri Irma Dalia; Amin Setyo Leksono
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara capung dengan Arthropoda dan vertebrata di lahan pertanian Kepanjen, Jawa Timur. Pengamatan lapang dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2013 pada area pertanian padi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah visual kontrol, kemudian analisis data dilakukan secara deskriptif. Capung, Athropoda, dan vertebrata yang ditemukan selama pengamatan memiliki interaksi predasi. Capung berperan sebagai predator berbagai Arthropoda di pertanian, terutama bagi ordo Lepidoptera, Hymenoptera, Hemiptera, Orthoptera, dan Diptera. Capung juga menjadi mangsa bagi Arthropoda, seperti Araneida, dan vertebrata, seperti Anura,  Mabuya sp., dan Todiramphus chloris. Kata kunci : Capung, pertanian
Analisis Mobilisasi Sel T CD4+ dan CD8+ pada Timus Ayam Pedaging Pasca Infeksi Salmonella typhimurium dan Pemberian Simplisia Polyscias obtusa Swastika Pinca Pinca; Muhammad Sasmito Djati; Muhaimin Rifa’i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik dalam pakan sebagai perlindungan bagi ternak dari penyakit memiliki dampak negatif yakni adanya kandungan residu sehingga diperlukan adanya bahan substitusi antibiotik. Simplisia daun kedondong laut (Polyscias obtusa) diduga mengandung senyawa flavonoid yang diduga dapat berperan sebagai agen imunomodulator dalam sistem imun seluler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kandungan simplisia daun Polyscias obtusa dalam pakan ayam sebagai imunomodulator pada ayam yang telah diinfeksi bakteri Salmonella typhimurium, ditinjau dari profil ekspresi CD4+, CD8+ dan B220+ yang dianalisis melalui Flowcytometri. Tahapan penelitian meliputi uji konfirmasi bakteri S.typhimurium, persiapan kultur bakteri dan simplisia daun P. obtusa, infeksi bakteri secara oral 500 µl, pembuatan pakan konversi dengan perlakuan simplisia dosis 1 (0.08%), dosis 2 (0.16%) dan dosis 3 (0.26%), isolasi organ timus dan sel T-limfosit dan analisis flowcytometri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jumlah relatif CD4+, CD8+ dan B220+ mengalami peningkatan pada perlakuan pakan pabrik+infeksi bakteri Salmonella dan perlakuan penambahan simplisia dosis 2 (0.16%) dengan hasil yang berbeda nyata berdasarkan waktu pemberian pada jumlah relatif sel CD8+. Hal ini membuktikan bahwa simplisia daun P. obtusa memiliki kemampuan dalam memaksimalkan fungsi sistem imun.
Modulasi Sel T CD4+ dan CD8+ pada Spleen Ayam Arab Putih (Gallus turcicus) dengan Ransum yang Mengandung Daun Pepaya (Carica papaya L.) Herminah Febrianty; Muhammad Sasmito Djati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Usaha peternakan ayam arab (Gallus turcicus) saat ini telah berkembang pesat di Indonesia. Ayam ini memiliki berbagai macam keunggulan, salah satunya adalah produktivitas telur yang tinggi. Penggunaaan feed additive merupakan kebutuhan yang hampir tidak terpisahkan dalam pemeliharaan ayam yang umumnya berguna sebagai Antibiotic Growth Promote (AGP). Konsumsi ransum dengan feed additive sintetis dapat menyebabkan residu antibiotik di dalam hasil produksi seperti telur dan daging, karena proses ekskresi yang tidak sempurna. Daun pepaya (Carica papaya L.) yang memiliki senyawa flavonoid dan alkaloid untuk memodulasi aktivitas sistem imun. Tujuan percobaan ini untuk mengetahui pengaruh pemberian daun pepaya dalam ransum terhadap modulasi jumlah sel T CD4+ dan CD8+ pada spleen ayam arab putih. Metode penelitian diantaranya pembuatan ransum kontrol (0 %), dosis 1 (6 %) dan dosis 2 (12 %) dari daun pepaya, dengan bahan lain yaitu jagung, bekatul dan konsentrat. Pembedahan dilakukan setelah perlakuan selama 2 bulan. Sel limfosit diisolasi dari spleen dan diinkubasi dengan antibodi rat-anti-CD4+PE dan rat-anti-CD8+FITC dengan pengenceran PBS (1:100 μl), masing-masing sebanyak 50 μl, kemudian dilakukan running pada flowcytometer, selanjutnya dilakukan analisis jumlah relatif sel limfosit T CD4+ dan CD8+ menggunakan SPSS 16 for Windows dengan α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tambahan daun pepaya secara signfikan dapat memodulasi jumlah relatif sel limfosit, terutama pada sel T CD4+. Perlakuan dengan kemampuan paling baik dalam meningkatkan jumlah relatif sel T CD4+ secara signifikan adalah ransum daun pepaya 6 % yakni sebesar 2,39 %, sedangkan perlakuan kontrol sebesar 0,58 % dan dosis 12 % sebesar 0,50 %. Sedangkan jumlah relatif CD8+ memiliki nilai yang tidak berbeda nyata dari semua perlakuan. Sehingga dapat dibuktikan bahwa daun pepaya mampu berperan sebagai imunomodulator dalam sistem imunitas ayam arab. Kata kunci : ayam  arab, CD4+, CD8+, daun  pepaya
KUALITAS SEMEN SEGAR KAMBING BOER PADA TEMPERATUR PENYIMPANAN 4 OC DENGAN MENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT DAN SUPLEMENTASI SUSU KEDELAI BUBUK Winda Rahayu; Agung Pramana W.M
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The objective of this research was to know the influence of soybean milk powder diluents based on concentration (2%, 4%,6%) in citrate diluent to motility, viability, abnormality and membrane integrity of spermatozoa based on long duration storage (0 hours, 24 hours, 72 hours, 120 hours). This research using diluent medium based on vegetable medium (lechitin) is andromed (K+), soybean milk in diluent citrate with concentrations of 0% (K-), 2% (F1), 4% (F2), and 6% (F3). The characterization of predilution were observed such as volume, color, consistency, pH, mass motility, individual motility, viability, concentration, and abnormality. Next step dilution based on treatment with each of the three  recurrence and performed storage at temperature of 4˚C. The next of post storage were observed such as sperm viability, motility, abnormality and membrane integrity. Data were analyzed using two way ANOVA in factorial completely randomized design with SPSS version 16.0 and continued with Tukey test. The results showed that a significant difference (P<0.05)  to K+, F1, and F2 diluent to K- and F3 diluent. The presence of lechitin content of soybean milk can protect spermatozoa from cold shock during storage at a temperature of 4˚C. The concentration of soy milk powder high possibility changes to pH of the media and influenced of osmotic presure on sperm membrane decrease of the sperm quality during storage. Key word: Lechitin, plasma membrane, soybean milk
Pengetahuan Lokal Tanaman Pangan dan Pemanfaatannya pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi N Nurchayati; Fuad Ardiyansyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.01.02

Abstract

Pangan adalah kebutuhan utama manusia dan terus meningkat seiring perkembangan jumlah penduduk. Kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari sumber daya alam yang ada, terutama dari golongan tumbuhan. Etnobotani adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan tumbuhan salah satunya dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pola pemanfaatan tumbuhan oleh suatu masyarakat sangat berkaitan dengan kebudayaan mereka. Sehingga kebudayaan suatu daerah dapat menentukan jenis pangan, cara pengolahan dan penyajiannya. Pemanfaatan tanaman adalah sesuatu yang kental bagi suku Using terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Dokumentasi pemanfaatan tanaman pangan oleh suku Using belum banyak dilakukan, sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang pengetahuan lokal terhadap tanaman pangan dan pemanfaatannya pada masyarakat suku Using Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan lokal masyarakat suku Using terhadap tanaman pangan serta cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Lokasi penelitian dilakukan di lima kecamatan meliputi Glagah, Giri, Kabat, Singojuruh dan Rogojampi. Metode penelitian adalah survei dengan pegambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Pengumpulan data pemanfaatan tanaman dengan wawancara terstruktur dan semi-terstruktur. Hasil penelitian diperoleh 40 spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan tergabung dalam 25 famili. Tanaman pangan dikategorikan dalam bahan pangan utama, bahan pangan tambahan dan bahan minuman beraroma. Bahan pangan tambahan meliputi umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, bumbu dan aroma masakan. Habitus tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah perdu, semak dan terna. Tanaman pangan banyak diperoleh dari hasil budi daya, dengan organ buah lebih banyak dimanfaatkan. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara dimasak.
Respon Beberapa Galur Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Fase Pertumbuhan Vegetatif Terhadap Cendawan Rhizoctonia solani (Kuhn) dany wahyu nafriana; Serafinah Indriyani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang banyak mengandung karbohidrat. Rhizoctonia solani merupakan salah satu patogen tular tanah yang mampu menggagalkan panen sorgum. Penelitian bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum koleksi Balai Penelitian Kacang - kacangan dan Umbi - umbian (Balitkabi) terhadap cendawan R. solani. Penelitian dilaksanakan mulai Oktober 2012 sampai Juni 2013 di laboratorium dan rumah kasa hama penyakit Balai Penelitian Kacang – kacangan dan Umbi – umbian (Balitkabi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 12 galur sorgum dengan perlakuan inokulasi cendawan R. solani diulang sebanyak 3 kali untuk tiap galurnya,  sedangkan untuk kontrol yaitu tanpa pemberian cendawan. Data dianalisis menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa inkubasi cendawan R. solani berlangsung dari 4 sampai 42 hari. Diperoleh tiga galur sorgum yang menunjukkan masa inkubasi terpendek, yaitu galur nomor 3 (4 hari), 4 (5 hari), dan 10 (6 hari). Berdasarkan tingkat serangan R. solani mengindikasikan bahwa galur nomor 1, 6, 7, 8 dan 12 merupakan galur yang sangat tahan terhadap cendawan R. solani. Galur rentan tidak didapatkan dalam penelitian ini.   Kata kunci :  rentan, Rhizoctonia solani, sorgum, tahan, 12 galur
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Porang (Amorphophallus muelleri Blume.) Pada Fase Pertumbuhan Kedua zulfa anturida; Rodliyati Azriyaningsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap viabilitas umbi dan pertumbuhan tanaman porang pada fase pertumbuhan kedua. Sampel penelitian adalah biji porang yang berumur 85 hst yang ditanam di lahan porang Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dengan ketinggian 400 mdpl dengan suhu 27-32oC. Sampel biji tersebut ditanam dengan perlakuan jarak tanam 40x40 cm², 60x60 cm², dan 80x80 cm. Kemudian pada fase pertumbuhan kedua, pertumbuhan tanaman yang diamati adalah tinggi petiolus, lebar tajuk, diameter umbi, berat umbi, dan tebal umbi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan RAL. Pengukuran dilakukan setiap minggu untuk viabilitas umbi, setiap dua minggu untuk tinggi petiolus dan lebar tajuk, sedangkan berat, diameter dan tebal umbi dilakukan setelah tanaman rebah. Analisis data menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey dan uji T (α= 0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi tanaman, lebar tajuk, berat umbi, diameter umbi, dan tebal umbi pada ketiga perlakuan jarak tanam  berbeda nyata pada semua  perlakuan, tetapi pada perlakuan jarak tanam 60x60 cm² memiliki hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam yang lain. Kata kunci: Amorphophallus, iles-iles, jarak tanam, pertumbuhan, viabilitas