cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Pengaruh Hormon Hipofisa dan Ovaprim Terhadap Ovulasi Serta Pengaruh Pakan Terhadap Pertumbuhan Berudu Katak Fejervarya cancrivora Ardyah Ramadhina Irsanti Putri; Nia Kurniawan; Agung Pramana W.M
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katak Fejervarya cancrivora merupakan kelompok dari kelas amfibi yang habitatnya sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi habitat dan aktivitas manusia. Salah satu upaya untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yaitu memanfaatkan teknologi reproduksi buatan dengan melakukan induksi pematangan gonad menggunakan hormon hipofisa dan ovaprim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon hipofisa dan ovaprim terhadap pematangan gonad dan keberhasilan fertilisasi pada katak Fejervarya cancrivora, serta mengetahui pengaruh perbedaan pemberian pakan pada pertumbuhan berudu katak Fejervarya cancrivora. Injeksi dilakukan pada katak betina yang  hampir matang gonad dengan total dosis injeksi 250 µl secara intraperitonial. Setelah dipijahkan dan difertilisasi, telur dipelihara sampai menetas dan diberikan dua perlakuan pakan, yaitu pakan bayam  rebus (P1) serta  pakan bayam rebus dan kuning telur rebus (P2). Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan injeksi hipofisa dihasilkan telur 632 butir sel telur dan berhasil menetas 65,67%  dan perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 108 butir sel telur dan dapat menetas 75,92%. Hasil  perlakuan P1 dan P2 pada kedua jenis injeksi tidak terdapat perbedaan panjang (p>0,05) namun terdapat perbedaan berat (p<0,05) pada perlakuan selama masa metamorfosis. Persentase jumlah berudu yang berhasil bermetamorfosis sempurna pada perlakuan injeksi hipofisa sebanyak 41,12%, sedangkan pada perlakuan injeksi ovaprim sebanyak 31,67%.
Uji Antibakteri Isolat Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Limbah Cair Sagu Terhadap Bakteri Patogen Pauline Destinugrainy Kasi; Ariandi Ariandi; Heni Mutmainnah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.7

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) telah diisolasi dari limbah cair sagu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri isolat BAL yang diisolasi dari limbah cair sagu terhadap bakteri patogen Escherichia coli (bakteri gram negatif) dan Staphylococcus aureus (bakteri gram positif). Isolat BAL yang akan diuji terdiri atas isolat F1 dan F3 (yang diisolasi dari limbah cair sagu yang disimpan selama 1 hari dan 3 hari). Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya zona penghambatan berupa zona bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram yang mengandung isolat BAL isolat F1 menunjukkan daya hambat hampir sama terhadap bakteri E. coli maupun S. aureus (berturut-turut 22 dan 23 mm). Sedangkan pada isolat F3 daya hambat terhadap bakteri E.coli (25 mm) lebih besar dibandingkan terhadap S. aureus (16 mm). Kedua isolat BAL tersebut berpotensi sebagai starter probiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Efectivity Test of Bitter Melon (Momordica charantia) and Bitter (Andrographis paniculata) Extract to T Lymphocytes Profile in Balb/C Mice Novembya Vilansari; Muhaimin Rifa&#039;i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2D) is a disease caused by the ineffectiveness of the body in using insulin. Intake of hypoglycemic drugs currently available only to control and normalize blood sugar levels but not to heal. The aim of this research was to confirm the effects of bitter melon (Momordica charantia) and bitter (Andrographis paniculata) extract on quantitative changes of CD4+TNF-α+ T cells. This research used 20 female mice as a probandus which were divided into 5 treatment groups: negative control, positive control, dose 1, dose 2 and dose 3. T2D was induced by STZ (streptozotocin) injection. T2D induced mice were treated with poly-herbal medicine extracts. After 14 days, spleen and liver cells were isolated for flow cytometry analysis. The analysis showed that ethanol extract of bitter melon (Momordica charantia) and bitter (Andrographis paniculata) can ameliorate type 2 diabetes mellitus mice model. This is proved by the decreasing of  CD4+TNF-α+ after administration of the poly-herbal medicine. The poly-herbal medicine also lowers blood sugar levels in mice experiencing hyperglycemia.   Keywords: Bitter, Bitter Melon, Diabetes Mellitus, STZ
Analisa Polimorfisme Gen BMP-15 (Bone Morphogeninetic Protein) Sapi PO (Bos Indicus) Dan Hubungannya Dengan Keberhasilan Inseminasi Buatan Erni Usnia Damayanti; Sri Rahayu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT BMP-15 gene is a member of the TGF-β are expressed specifically in developing oocytes in the ovary. The aims of this study was to determine the BMP-15 gene polymorphism in PO cattle using PCR-RFLP method and its relationship to success of artificial insemination of PO cattle. Genomic DNA was isolated from blood of 10 PO cattle using salting out method, obtained randomly from Pasuruan. BMP-15 gene was amplified with 5'-GCTCTGGAATCACAAGGGG-3' as forward primer and 5'-AGAGATGGGGAGCGATGAT-3' as reverse primer. The results of amplification is fragments DNA with the length 350 bp. The amplicon of BMP-15 gene was cut by restriction enzyme HaeIII and polymorphism are indicated by the presence of two haplotypes. The first haplotyp with 2 fragments consist of 100 bp and 200 bp and the second haplotyp with 5  fragments consist of , 100 bp, 125 bp, 200 bp, 300 bp, and 400 bp. In conclusion, there is polymorphism of PO cattle (Bos indicus) BMP-15 gene, however there is no correlation between BMP-15 gene polymorphism with success of artificial insemination of PO cattle..   Keywords : BMP-15 gene, polymorphism, PO cattle.
Pengaruh Salinitas dan Aplikasi Bakteri Rhizosfer Toleran Salin Terhadap Komponen Hasil Tanaman Mentimun Rikza Alfya cahyaty; Nurul Aini; Titin Sumarni
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.12

Abstract

Di Indonesia lahan salin yang potensial untuk dijadikan lahan pertanian sekikat 9.5 juta hektar. Namun kendala yang dihadapi pada lahan salin membutuhkan teknologi khusus untuk dapat mengurangi efek salinitas pada tanaman. salah satunya yaitu penggunaan bakteri rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum aplikasi bakteri rhizosfer untum meningkatkan ketahanan tanaman terhadap salinitas. Isolat bakteri yang digunakan dalam percobaan ini merupakan isolat hasil eksplorasi yang telah diidentifikasi yaitu Bacillus megaterium yang telah terbukti dari hasil percobaan pendahuluan yaitu mampu menambat nitrogen dan penghasil hormon IAA. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok kombinasi yaitu tanah non salin dan tanah salin dengan konsentrasi bakteri tanpa aplikasi bakteri, 7.5 ml L-1 bakteri rhizosfer, 15 ml L-1 bakteri rhizosfer, 22.5 ml L-1 bakteri rhizosfer,, dan 30 ml L-1 bakteri rhizosfer,. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah jumlah bunga jantan, betina, fruit set, bobot buah per buah, diameter dan panjangg buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas menyebabkan tanaman mentimun tidak dapat menghasilkan bunga betina. Aplikasi bakteri rhizosfer dengan konsentrasi 22.5 ml L-1 mampu meningkatkan bobot buah per buah sebesar 20.8 % dibandingkan dengan aplikasi bakteri dengan konsentrasi 7.5 ml L-1.
Aplikasi Beberapa Mulsa Hydroseeding untuk Perkecambahan Biji Teki Pioner di Tanah Pasca Pertambangan Batubara dari Kalimantan Selatan Dwi Yulianingsih; Endang Arisoesilaningsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui perkecambahan biji teki pioner dan karakterisasi beberapa mulsa pada tanah pasca pertambangan batubara dari Kalimantan Selatan. Spesies teki yang digunakan yaitu Cyperus brevifolius (Rottb.) Hassk., C. eragrostis Lam., C. odoratus L., C. strigosus L. dan Kyllingia monocephala Rottb. Mulsa yang diberikan pada tanah pasca pertambangan meliputi tanah liat (L) sebagai kontrol, liat-kompos UB (LU), liat-kompos daun (LD) dan mulsa kompos feses kerbau (F). Biji teki pioner polikultur ditanam pada media tanah pasca pertambangan dengan penambahan empat mulsa dan diulang enam kali. Variabel yang diamati antara lain persentase dan waktu perkecambahan serta kerapatan. Selain itu, diamati pH, konduktivitas dan bahan organik mulsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa di atas tanah pasca pertambangan mampu menjadi media perkecambahan teki polikultur. Kecambah tumbuh pada hydroseeding dari kompos feses kerbau memiliki kerapatan nyata tertinggi. Media liat memiliki pH nyata paling rendah (asam), sedangkan bahan organik pada mulsa kompos feses kerbau nyata paling tinggi. Media yang direkomendasikan untuk program revegetasi di tanah pasca pertambangan adalah mulsa liat-kompos daun dan kompos feses kerbau untuk memperoleh waktu perkecambahan lebih singkat dan kerapatan tinggi.   Kata kunci: Mulsa, perkecambahan, tanah pasca pertambangan, biji teki pioner
PENGARUH Lactobacillus fermentum DAN Lactobacillus salivarius DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN PADA SALURAN PENCERNAAN AYAM PEDAGING (Gallus gallus domesticus) Siska OktaFina Diarlin; Tri Ardyati; Osfar Sjofjan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lactobacillus  fermentum dan Lactobacillus salivarius sebagai penghambat pertumbuhan bakteri E. coli yang terdapat pada saluran pencernaan ayam pedaging (Gallus gallus domesticus). Penelitian ini menggunakan 12 sampel ayam pedaging strain Lohman yang terbagi menjadi 4 kandang dan setiap kandang terdiri dari 3 ekor ayam pedaging sebagai ulangan. Langkah pertama yang dilakukan adalah pembuatan starter menggunakan media MRS Broth yang dilanjutkan dengan inokulasi ke dalam media bekatul 9 % untuk dibuat kurva pertumbuhan. Setelah jumlah bakteri mencapai 107 sel/ml  dibuat masing-masing suspensi isolat dengan konsentrasi 0 %, 5 %, 10 %, dan 15 % pada pakan konsentrat. Penambahan suspensi pada pakan diberikan saat ayam pedaging berumur 14 hari. Perhitungan jumlah bakteri patogen (E. coli) dari feses ayam pedaging usia 14 hari (sebelum perlakuan) dan 35 hari (setelah perlakuan) menggunakan metode TPC (Total Plate Count ) pada media EMB (Eosin Metil Blue) Agar. Penimbangan berat badan ayam dilakukan setiap minggu. Data dianalisis menggunakan ragam ANOVA yang dilanjutkan dengan Dunken. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi Lactobacillus  fermentum dan Lactobacillus salivarius yang dapat menurunkan jumlah populasi E. coli sebesar 39,6 % (3,1 x 107 sel/ml) dari populasi awal serta memberikan penambahan berat badan ayam pedaging terbaik (2,53 kg) adalah konsentrasi 5 %. Kata Kunci : Ayam pedaging, Lactobacillus fermentum, Lactobacillus  salivarius,  starter
Diversity of Bird Species in Some Land Use Around the Area of Mount Argopuro, Probolinggo Nirmala Ayu Aryanti; Ari Prabowo; Samsul Ma’arif
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.3

Abstract

The land use in Argopuro Mountain is very diverse but not much information on the existence of wildlife, especially bird species that important role in helping the regeneration of natural forests and has not been documented its existence. The purpose of this study to determine the diversity of bird species in some land use around the area of Mount Argopuro. Data collection of species and number of birds using stratified systematic sampling with point counts method on each land use planted forest, protected forest, mountain rainforest, savanna and pine forest in the area of Argopura Mountain. Data analysis was done to calculating the diversity index of Shannon bird species. Medium index diversity of bird species was found in planted forest (2.6) and protected forest (2.48); the lowest in the pine forest (1.64), the mountains rainforest (1.96) and savanna (0.68).
PEMANTAUAN KUALITAS FISIKO-KIMIA AIR DI MATA AIR NYOLO, CURAH GLOGO DAN CURAH LANG-LANG DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Ayu Hilyatul Millah; Catur Retnaningdiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air di mata air Nyolo dan salurannya yang terletak di Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang berdasarkan parameter fisiko-kimia dan indeks kualitas air menurut National Sanitation Foundation’s Water Quality Index (NSF-WQI). Pengambilan sampel air dilakukan pada enam stasiun yaitu hulu mata air Nyolo (stasiun I, II), saluran Curah Glogo (stasiun III dan IV) dan saluran Curah Lang-lang (stasiun V dan VI). Parameter yang diukur meliputi pH, DO, BOD, alkalinitas (bikarbonat), nitrat, dan turbiditas. Perbedaan nilai tiap-tiap parameter ditentukan dengan menggunakan uji Anova atau Brown Forsythe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD, Nitrat, dan pH mata air Nyolo dan salurannya sudah memenuhi baku mutu kualitas air kelas I menurut PP No. 82 tahun 2001 untuk bahan baku air minum. Oksigen terlarut di mata air Nyolo dan salurannya termasuk rendah dan hanya memenuhi baku mutu kelas III untuk pertanian kecuali stasiun II yang termasuk dalam kelas IV. Parameter turbiditas pada stasiun IV tidak memenuhi standar baku untuk air minum berdasarkan WHO karena melebihi 5 mg/L. Kualitas air berdasarkan indeks kualitas air menurut National Sanitation Foundation’s termasuk dalam kategori sedang (medium). Kata kunci : Mata air  Nyolo dan salurannya, indeks kualitas air NSF,  kualitas fisiko-kimia air
PENGARUH PERIODE TUMBUH DAN BAGIAN UMBI BERBEDA TERHADAP KERAPATAN KRISTAL KALSIUM OKSALAT (CaOx) DAN JENIS KRISTAL DRUSE DAN RAFIDA PADA UMBI TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Savitri Nurlaila; Nunung Harijati; Retno Mastuti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Porang (Amorphopllus muelleri Blume) merupakan anggota famili Araceae, mengandung kristal kalsium oksalat (CaOx , dan memiliki beberapa periode tumbuh. Periode tumbuh berbeda diduga berpengaruh terhadap kerapatan kristal CaOx. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode tumbuh dan bagian umbi berbeda (tepi dan tengah) terhadap kerapatan kristal CaOx, kristal rafida, dan kristal druse. Sampel umbi diperoleh dari Madiun sebanyak tiga umbi. Masing-masing umbi berfungsi sebagai ulangan. Dari masing-masing umbi dibuat irisan setipis mungkin di bagian tepi dan tengah masing-masing sebanyak 3 keping dan dijernihkan menggunakan metode Ilarsan yang telah dimodifikasi. Irisan yang sudah jernih dibuat preparat dan diamati di bawah mikroskop pada perbesaran 100X. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Sebaliknya, bagian umbi berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Umbi bagian tengah menghasilkan kerapatan kristal lebih tinggi dibandingkan tepi. Kata kunci : kristal CaOx, Periode tumbuh, Porang (A. muelleri Blume). ABSTRAC A. muelleri Blume is a member of family Araceae,contains calcium oxalate crystals, andhassome growth period. Different of growth period was proposed to influence density of CaOx crystals. The aim of this research wasto know density of calcium oxalate crystals under different growth period and tuber part (edge and center). The three-tuber sample were obtained from Madiun. Each tuber has function as replicate. From edge and center part of each tuber was sliced as thin as possible at least three slicesand cleared according to Ilarsan modified method. The cleared slice was processed as slide for microscopy observation. Counting density of crystal were conducted under microscope with 100x magnification.The obtained data were analyzed using SPSS 16 for windows. The result showed that growth period was not significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals. The part of tuber, however, was significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals which center tuber gave higher density than edge part of tuber. Key word : A. muelleri Blume, calcium oxalate crystals, growth period.