cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Simulasi Metode Statistik untuk Seleksi Single Nucleotide Polymorphism Mohamad Ikhsan Nurulloh; Hidayat Trimarsanto; Yustinus Ulung Anggraito; Endah Peniati; R Susanti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.01.04

Abstract

Kemajuan teknologi sekuensing menyebabkan peningkatan ketersediaan sekuen genom organisme. Ribuan strain dan isolat dari berbagai populasi organisme telah diisolasi serta diketahui sekuen genomnya. Informasi genetik populasi organisme dapat dimanfaatkan sebagai marka molekuler. Marka Single Nucleotide Polymorphism (SNP) terdapat dalam jumlah banyak namun tidak seluruhnya informatif. Metode seleksi yang telah ada belum efektif menyeleksi SNP informatif, oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan metode seleksi SNP yang efektif. Metode seleksi SNP dikembangkan menggunakan metode statistik dengan FST sebagai filter (penyaring) utamanya dan digabungkan dengan Linkage Disequilibrium (LD). Struktur populasi dari SNP diketahui menggunakan Principal Component Analysis (PCA), Principal Coordinate Analysis (PCoA), pairwise FST, dan neighbor-joining population tree. Kriteria SNP informatif diketahui dengan menghitung FST dan Minor Allele Frequency (MAF). Metode statistik diuji efektivitasnya dalam menyeleksi SNP informatif menggunakan simulasi data genetik populasi. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan metode statistik dengan menggunakan FST sebagai penyaring utama efektif dalam menyeleksi SNP informatif. Kriteria SNP informatif adalah SNP dengan MAF 0,2-0,4 serta FST 0,1-0,4 dan 0,8-1,0.
Respon Beberapa Galur Sorgum [Sorghum bicolor (L.) Moench] terhadap Penyakit Karat Daun (Puccinia sorghi Schw.) yuspamella chusnul novemprirenta; Serafinah Indriyani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit karat daun yang disebabkan jamur Puccinia sorghi merupakan salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon beberapa galur sorgum terhadap penyakit karat daun Puccinia sorghi. Penelitian ini dilakukan di rumah kasa Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang, mulai dari bulan September hingga Desember 2012. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), tiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari 13 galur sorgum yang diuji menunjukkan gejala infeksi penyakit karat. Masa inkubasi terpendek terjadi pada galur G1 dan G9, sedangkan intensitas infeksi penyakit karat yang terendah terjadi pada galur G5 dan G11. Penyakit karat berpengaruh langsung terhadap komponen hasil tanaman sorgum. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa galur sorgum yang direkomendasikan untuk usaha pemuliaan tanaman guna meningkatkan toleransi tanaman terhadap infeksi penyakit karat adalah galur sorgum G5 dan G11. Kata kunci : intensitas infeksi, masa inkubasi, Puccinia sorghi, sorgum
STUDI PENGARUH HIPERTIROIDISME TERHADAP SIKLUS ESTRUS DAN GAMBARAN HISTOLOGI OVARIUM PADA TIKUS BETINA (Rattus norvegicus) Shinta Dwi Riestanti; Agung Pramana W.M; Aris Soewondo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertiroidisme merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jumlah hormon tiroid yang disekresikan oleh kelenjar tiroid terlalu tinggi. Hipertiroidisme banyak terjadi pada wanita sebab selama proses kehamilan, janin yang sedang berkembang membutuhkan asupan yodium (iodin) yang lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh induksi Natrium iodin sebagai penyebab Hipertiroidisme pada siklus estrus tikus betina (Rattus norvegicus) beserta gambaran histologi ovarium tikus betina (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan induksi secara berlebih Natrium Iodin (NaI) yang menyebabkan Hipertirodisme kemudian dilakukan pengamatan siklus estrus dan pengamatan secara histologis melalui gambaran histologi ovarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Hipertiroidisme pada tikus betina menyebabkan siklus estrus tikus betina menjadi tidak normal dan berpengaruh terhadap fase estrus sedangkan gambaran histologis ovarium pewarnaan Hematoxylin-eosin menunjukkan tidak ada perbedaan antara tikus kontrol dengan tikus hipertiroid.   Kata kunci :  Hipertiroidisme, siklus estrus, ovarium.
Activity of Dexamethasone Therapy on Pro-Inflammatory Cytokines Profile of Balb/c Mice with Biliary Atresia Qonitatul Khasanah; Muhaimin Rifa'i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Biliary atresia is a neonatal obstructive cholangiopathy that progresses to end-stage liver disease. Dexamethasone is one of synthetic glucocorticoid which has function as an anti-inflammatory agent. Here, we investigated whether dexamethasone could modulate the immune activity in mice strain Balb/c with biliary atresia based on the change of quantity of IFN-γ and TNF-α as a pro-inflammatory molecules. This study consists of 2 stages. The first stage is pre-condition which is made the biliary duct become fibrosis by injecting 20 µl of phosphate buffered saline containing 1.5 x 106 fluorescence-forming units Rhesus Rotavirus (RRV) subcutaneously on first day (24 hours) after the mice was born. The second stage is injection with dexamethasone with dose 0,5 mg/kg BW subcutaneously on the 7th-14th day and 14th-21st day. The clinical effect of dexamethasone is investigated on 14th and 21st day by flow cytometry method. Data were analyzed using Kruskal-Wallis test (p<0,05) and Mann-Whitney test using SPSS 16 for Windows. Rotavirus injection subcutaneously was proven to stimulate the production of proinflammatory cytokines, especially in the third week of termination. The result indicated an increasing number of proinflammatory cytokines such as IFN-γ and TNF-α after RRV injection but after injection of dexamethasone the number of those cytokines is decreased. It can be understood that dexamethasone has a capability to reduce the effect of inflammation regard to the decrease of proinflammatory cytokines. Keywords : Biliary atresia, Dexamethasone, Inflammation, Obstructive, Rhesus Rotavirus
The Fruticose Lichens In The Forest Tahura (Taman Hutan Raya) R. Soeryo, East Java Miftahul Islam Jannah; Dwi Anggorowati Rahayu; Murni Sapta Sari; Ludmilla Fitri Untari
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2019.007.02.3

Abstract

A taxonomic study of the fructicose lichens in the forest of Tahura (Taman Hutan Raya) R. Soeryo had been conducted based on morphological, anatomical and chemical characters. In this research involved a method of descriptive explorative and the aim of this research is to identify and determine of fructicose lichens in the forest of Tahura R. Soeryo. Eleven species of fructicose lichen are reported for the firt time from the forest of Tahura R. Soeryo. They are Evernia prunastri, Ramalina calicaris, Teloschistes flavicans U. glabrescens, , U. subfloridana, U. Ceratina, U. floridana,U. hirta and three species were found as new records in Java are Usnea esperantiana, U. flammea, and U. strigosa . Taxonomic descriptions and figures are presented in the articel.
Distribusi dan Komposisi Nyamuk di Wilayah Mojokerto madaniatul islamiyah; Amin Setyo Leksono; Zulfaidah Penata Gama
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang memiliki peran sebagai vektor dari agen penyakit. Penyakit  yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat, salah satunya yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis-jenis penyakit lain yang disebabkan oleh nyamuk adalah Filariasis (kaki gajah), Chikungunya dan Encephalitis. Mojokerto termasuk salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, sehingga perlu  diketahui tentang  beberapa jenis nyamuk yang merupakan vektor dari beberapa penyakit yang melanda wilayah Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan distribusi spasial nyamuk di wilayah Mojokerto. Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi di wilayah Mojokerto yaitu di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dan Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan adalah survei larva nyamuk dan ovitrap. Titik koordinat lokasi pengambilan sampel disimpan menggunakan GPS selanjutnya dilakukan identifikasi di Laboratorium Ekologi dan Diversitas Hewan, Universitas Brawijaya. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk menentukan Kelimpahan, Kelimpahan Relatif, Frekuensi, Frekuensi Relatif dan INP (Indeks Nilai Penting). Pola persebaran  nyamuk dianalisis dengan Indeks Morisita. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat lima spesies yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus, Aedes laniger, Culex bitaeniorchynchus dan Culex quinquefasciatus. Spesies Aedes aegypti merupakan spesies yang dominan di Kota Mojokerto dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 70.48% diperoleh dari metode survei larva dan 76.88% diperoleh dari metode ovitrap sedangkan spesies Culex quinquefasciatus merupakan spesies yang dominan di Kabupaten Mojokerto sebesar 59.80 % diperoleh dari metode survei larva dan 89.58 % diperoleh dari metode ovitrap. Pola penyebaran nyamuk berdasarkan perhitungan indeks morisita di wilayah Mojokerto adalah seragam.   Kata Kunci : Distribusi, Komposisi, Mojokerto, Nyamuk
EKSPLORASI OBYEK DAN ATRAKSI WISATA PENDUKUNG USAHA KONSERVASI DI BANYUBIRU KABUPATEN PASURUAN Anisa Kusumaningtyas Handayani; Bagyo Yanuwiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak menawarkan obyek-obyek wisata baik di darat maupun perairan. Obyek-obyek wisata ini banyak memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi ekowisata. Salah satu kawasan wisata alam berupa pemandian Banyubiru terdapat di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Wisata alam Banyubiru menyuguhkan pemandian yang berasal dari sumber mata air alami dan beberapa kolam buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obyek dan atraksi wisata di Banyubiru serta persepsi masyarakat terhadap ekowisata. Observasi tentang obyek dan atraksi wisata dilakukan dengan cara eksplorasi langsung pada kawasan wisata Banyubiru. Persepsi masyarakat didapatkan dengan cara wawancara semi-terstruktur kepada narasumber. Ekowisata potensial yang bisa dikembangkan yakni Pemandian Banyubiru, Kupang Kraton, perkebunan di sepanjang jalan menuju wisata serta budidaya jamur tiram dan bunga krisan.
Bioactivity of Proplis to the CD4 + and CD8+ T cells Producing IFN-γ Cytokines in BALB / C Mice Yonna Ayundria; Muhaimin Rifa&#039;i
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Propolis (bee glue) is a natural resinous product of honey bees which collected from exudates and plant buds, rich in biochemicals constituents including mostly flavonoids, phenols and various acids bond. These compound are believed to be responsible as immunomodulatory agents. The study aims to determine the immunomodulatory activity of ethanolic extract of propolis to the CD4+ and CD8+ T cells producing IFN-γ cytokines and analyze the differences immune responses between control and treatment group by in vivo. Stages include animal acclimation for ± 1 week, preparation of Ethanolic Extracts of Propolis / EEP, Oral Administration with doses levels of 0 mg / kg BW; 50 mg / kg BW (DI); 100 mg / kg BW( DII); 200 mg / kg BW (DIII) for 2 weeks, isolation of lymphocyte cells from spleen, flowcytometry analysis to asses cell number and surface molecule expression. Data was analyzed using Kruskal Wallis Test with α = 0,05 and followed by Mann Whitney Test by SPSS 16.0 for windows with complete randomized design. The results showed that a dose of 50 mg / kg BW was increases the relative number of CD8+ T cells producing IFN-γ cytokines significantly (p <0.05) compared with controls. However, at the same dose the relative number of CD4+ T cells producing IFN-γ cytokines was decreased significantly (p<0,05). Based on this case, its dose supposedly that the ethanolic extract of propolis play role in maintaining the balance or homeostatic of IFN-γ cytokines production by T cell subsets. Dose of 100 mg/kg BW and 200 mg / kg BW could decrease the relative number of activated CD4+ T cells producing IFN-γ cytokine significantly compared to controls. Keywords: CD4+ T cells, CD8+ T cells, ethanolic extract of propolis, IFN-γ cytokines, in vivo
Effect of Iodine Solution Treatment With Different Dosage And Exposed Duration to Metamorphosis Rate and Survival of Bullfrog Tadpoles (Rana Catesbeiana Shaw) Lutviyana Rahman; Nia Kurniawan
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective of this research was to know the role of iodine with different doses and exposed duration to against the rate metamorphosis and survival of bullfrog’s tadpoles. Methods on this research are acclimatization of bullfrog’s tadpoles, given iodine solution such as doses 3 mg/L, 4 mg/L, 5 mg/L and control (0 mg/L). It observe on 7th, 14th and 21st day of to exposed. The parameters that observed there are tadpole metamorphosis, survival rate and water quality. Data were analyzed using two-way ANOVA and continued with Tukey test. The results showed that water quality on a  good category for bullfrog of natural environment. ANOVA for bullfrog metamorphosis rate obtained at p-value (< 0.05). Duration of exposed and doses are significantly influent to against bullfrog’s tadpoles metamorphosis. Although survival rate of bullfrog tadpoles was decline at 21th duration and survival rate of bullfrog’s lowest in doses 5 mg/L. The conclusion is treatment of iodine solution at given in the medium of life bullfrog’s tadpoles and exposed duration of iodine can increase the rate of metamorphosis, but inclined decrease survival rate of bullfrog’s tadpoles. Iodine solution most effect on the rate metamorphosis bullfrog’s tadpoles on exposed 7th, 14th and 21st days on the doses of iodine solution 5 mg/L (5 ppm), while survival rate of bullfrog’s tadpoles is the highest on treatment control (0 mg/L).
Potensi Hidromakrofita Lokal Untuk Peningkatan Kualitas Air Irigasi Tercemar Pupuk NPK Dengan Sistem Batch Culture khairunnas ivansyah; catur retnaningdyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hidromakrofita lokal (M. vaginalis, L. hyssopifolia, dan L. adscendens) dalam mereduksi residu pupuk NPK. Penelitian dilakukan secara ex-situ di rumah kaca melalui fitoremediasi sistem batch culture. Media air irigasi yang digunakan sebanyak 30 L tiap bak dan ditambahkan tanah sawah 10 kg. Kemudian diberi pengayaan pupuk NPK sebanyak 50 mg.L-1. Pengukuran faktor fisiko-kimia dilakukan pada hari ke- 0, 1, 5, dan 10 meliputi nitrat, ammonium, dan fosfat terlarut. Perbedaan kualitas air antar perlakuan diketahui melalui analisis data menggunakan uji ANOVA atau uji Brown-Forsythe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidromakrofita yang digunakan memiliki kemampuan yang sama dalam mereduksi residu pupuk NPK. Hidromakrofita mampu mereduksi lebih dari 95% konsentrasi nitrat pada hari ke-10 inkubasi, lebih dari 95% konsentrasi fosfat terlarut pada hari pertama inkubasi, dan lebih dari 80% konsentrasi ammonium pada hari ke-10 inkubasi.